Anda di halaman 1dari 9

NAMA : INDAH DWI KESUMANINGRUM

NO UJIAN / NIM : 091 / 1613451002

KELAS : REGULER I SEMESTER IV

UAP SMK3

BAGIAN I

1. Latar Belakang dikeluarkannya Undang-Undang No. 01 Tahun 1970 adalah :
a. Veiligheids Reglament 1910 ( VR 1910, Stbl No. 406 ) sudah tidak sesuai lagi
b. Perlindungan tenaga kerja tidak hanya industri atau pabrik
c. Setiap tenaga kerja harus mendapatkan perlindungan atas keselamatan dalam
melaksanakan pekerjaan untuk meningkatkan produksi, produktifitas dan
kesejahteraan.
d. Setiap orang lain yang berada ditempat kerja atau sekitarnya perlu dijamin
keselamatannya.
e. Setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien.
f. Perkembangan teknologi atau IPTEK serta kondisi dan situasi ketenagakerjaan.
g. Sifat represif dan polisional pada VR. 1910 sudah tidak sesuai lagi.

Jadi tujuan dikelurkannya Undang-Undang No. 01 Tahun 1970 yaitu :
a. Tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dalam
pekerjaannya.
b. Orang lain yang berada ditempat kerja perlu menjamin keselamatannya.
c. Sumber - sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien.

2. Mekanisme nya dengan cara kegiatan monitoring dan evaluasi guna menilai kesesuaian
pelaksanannya kegiatan dibandingkan dengan rencana tujuan yang ingin dicapai

3. Faktor Lingkugan kerja ialah :
a. Kebisingan
Kebisingan pada tenaga kerja dapat mengurangi kenyamanan dalam bekerja,
menggangu komunikasi atau percakapan antar pekerja ,mengurangi konsentrasi
,menurunkan daya degar kebisingan. Sesuai dengan keputusan mentri tenaga kerja

1996:45) d. Meruntukan tim kecelakaan kerja (dari awal kejadian hingga kecelakaan itu terjadi) d. a. Berdasarkan Permenaker No. Segera kumpulkan segala informasi terkait kecelakaan (informasi. kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak terduga semua dan tidak dikehendaki.menggangu kordinasi syaraf perasa dan motoris c. Suhu panas terutama berakibat menurunkan presentasi kerja pekerja .tahan minyak atau oli berpotensi besar terhadap terjadinya kecelakaan . Kelelahan mata akan menimbulkan rasa kantuk dan hal ini dapat membahayakan bila karyawan mengoprasikan mesin-mesin berbahaya sehingga dapat menyebabkan kecelakaan (depnaker RI.01/Men/1981 penyakit akibat kerja (PAK) adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerja atau lingkungan kerja yang akan berakibat cacat sebagian maupun cacat total.tahan air dan bahan kimia yang merusak karena licin akibat tumpahan air . Membuat laporan . Langkah langkah melakukan investigasi keceklakan kerja di perusahaan anda a. Nomor : KEP/51/MEN/1999 tentang nilai ambang batas faktor fisika ditempatkan kerja . b.seperti terpeleset 4. menginterview semua personil yang terkait dan sebagainya) b.intensitas kebisingan yang di ajukan adalah 85 dBA/8 jam kerja b.mengurangi kelincahan . 5. Pencahayaan yang kurang memadai atu menyilaukan akan melelahkan mata. Suhu udara Berdasarkan pendidikan diperoleh bahwa peroduktifitas kerja manusia akan mencapai tingkat yang paling pada temperatur sekitar 24-27ºC.Per. Membuat rekomendasi f. Kecelakaan Kerja Berdasarkan undang – undang No 01 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja. bisa diperoleh dengan cara langsung datang ketempat kejadian. yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktifitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia maupun harta benda. Mengindentifikasi semu kontrol e. Membentuk tim investigasi c. Lantai licin Lantai harus terbuat dari bahan yang keras .

b. e. Peraturan perundang-undangan yang merupakan landasan hukum pengawasan pesawat uap indonesia a. Perturan uap tahun 1930 c.1 tahun 1970 tentang keselamtan kerja .Meminta pada pengurus (perusahaan) agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dn kesehatan kerja yang diwajibkan. Menyediakan APD yang diwajibkan pada tetangga kerja yang dipimpin maupuin orang lain yang memamsuki tempat kerja disertai petunuk” yang diperlukan menurut pegawai pengawasan atau ahli” k3 ditempat kerja yang dipimpinnya. Kewajiban pengurus (pengusaha) UU NO 1 1970pasal 14 antara lain : a.dimana syarat keselamatan dan kesehatan serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal hal khusu ditentukan lain oleh pegsawai pengawasan dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung jawabkan. 7. c.Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. Memasang semua gambar keselamatn kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainya pada tempat” yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawasan atau ahli” k3 di tempat kerja yang dipimpinnya. Undang-undang uap tahun 1930 b.Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. d.Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau ahli keselamatan kerja. Undang-undang no. Menulis dan memasang semua syarat keselamatan yang diwajibkan pda tempat” yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli k3 ditempat kerja yang dipimpinnya. c.Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan pekerjaan.6. b. 8. Hak dan kewajiban tenaga kerja a.

Ketel uap 2. Pengering uap 5. Bejana penyimpanan gas 3. tertutup. Bejana transport 2. Bejana penimbun 4. instalasi pipa gas 2. Ketel air panas 3. permen no. d.01/men/1982 tentang kelarifikasi jurus las f. bergerak\tetap. Bejana penimbun 4. 03/men/1998 1.01/men/1982 tentang bejana tekan e. instalasi pipa uap 3. Tiap ruangan lapangan.01/men/1982 tentang klarifikasi dan syarat-syarat pesawat uap Pesawat uap menurut peraturan perundangan  Pesawat uap 1. Pesawat/instalasi pendingin 5. Ketel cairan panas  Bejana tekan 1. Penguapbejana uap 6. Kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia atau harta benda 2. permen no. instalasi pipa air 4. Kategori kecelakaan kerja menurut Permen No. Pesawat pembangkit gas setelin  Instalasi pipa 1. Botol baja 6. permen no. terbuka. dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber bahaya . juru las dan perusahaan jasa teknik 9. instalasi pipa cairan  Operator pesawat uap.

Menjelaskan apa yang menjadi hak-hak pekerja bidan K3 . penetapan kebijakan. Karena pemeriksaan awal pada perusahaan agar perusahaan mengetahui penyakit yang ada pada tenaga kerja apakah ia memiliki kondisi yang baik atau dapat menepatkan pekerjaan yang cocok pada tenaga. sistem pertangggung jawaban. informasi. dapat mengatasi implikasi k3. -Penyediaan sarana dan prasarana : organisasi atau unit k3.Peninjauan dan peningkatan kinerja k3 : Tinjauan ulang secara berkala dengan melakukan rapat tinjauan manajemen. jangka waktu pcl. 5. Perencanaan rencana k3 : Rencana k3 berdasarkan awal. peran serta perkerja dan orang lain ditempat. pelaporan. pendokumentasikaninstruksi kerja. rencana k3 memuat : tujuan dan saran. pelaksanaan no. skala prioritas. Dan pemeriksaan berkala pada perusahaan agar perusahaan mempunyai data dan perbandingan masa sekarang dengan masa sebelumnya bekerja dalam mendeteksi penyakit akibat kerja dan untuk mengembangkan kegiatan pencegahan. 12.penetapan sumberdaya. 2. Penetapan kebijakan k3 : penyusunan kebijakan k3. prosedur kerja. audit internal SMK3.10. pengujian dan pengukuran. 4.Menerangkan tugas wewenang dan tanggung jawab Ahli K3 . indikator pencapaian. Pemantauan dan ecvaluasi kerja k3 : pemeriksaan. Pelaksanaan rencana k3 : -Penyediaan sdm = Perusahaan berkewajiban untuk memiliki SDM yang berkompeten dan bersertifikat sesuai peraturan perundangan. 5 (lima) prinsip dasar SMK3 Sumber PP nomor 50 tahun 2012 1. 11. HIRA. komitmen tingkatan pimpinan. anggota.3. . peratiran dan sumberdaya. 3. upaya pengendalian bahaya.2 diatas harus peninjauan ulang no.

Menjelaskan kepada pihak perusahaan bahwa Upaya K3 sangat menguntungkan bagi owner . menggangu komunikasi atau percakapan antar pekerja .Menganalisis suatu kasus yang terjadi ketika ada kecelakaan .intensitas kebisingan yang di ajukan adalah 85 dBA/8 jam kerja . Menurut Menteri tenaga kerja Per 04/Men/1987 pasal 4 adalah memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada perusaan ataupun pengurus mengenai masalah k3. Berpartisipasi dalam kegiatan penyelidikan kecelakaan kerja g. Membuat laporan hasil kegiatan P2K3 kepada pihak internal ataupun eksternal perusahaan h. .audit.Mengenalkan P2K3( Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) tugas dan tanggung jawab. Melaksanakan kegiatan identifikasi bahaya seperti infeksi.mengurangi konsentrasi . dan monitoring d. mengadakan kegiatan penyuluhan atau pelatihan K3 kepada tenaga kerja f.Menjelaskan tujuan utama SMK3 atau sistem manajemen K3 . membantu dalam penyusunan program kerja K3 di tempat kerja c. 13. Kebisingan Kebisingan pada tenaga kerja dapat mengurangi kenyamanan dalam bekerja. Membahas kegiatan atau kinerja pelaksanaan program-program K3 14. Faktor Lingkugan kerja ialah : e.menurunkan daya degar kebisingan. mengadakan pertemuan atau rapat P2K3 b.Menjelaskan kepada perusahaan tentang sistem untuk pelaporan kecelakaan kerja . Sesuai dengan keputusan mentri tenaga kerja Nomor : KEP/51/MEN/1999 tentang nilai ambang batas faktor fisika ditempatkan kerja .tugas yang harus dilakukan yaitu : a. Menerima dan menindaklanjuti permasalahan K3 yang disampaikan oleh pekerja e.

Suhu udara Berdasarkan pendidikan diperoleh bahwa peroduktifitas kerja manusia akan mencapai tingkat yang paling pada temperatur sekitar 24-27ºC.tahan air dan bahan kimia yang merusak karena licin akibat tumpahan air . Pencahayaan yang kurang memadai atu menyilaukan akan melelahkan mata.menggangu kordinasi syaraf perasa dan motoris g. AKTIVITAS BAHAYA RESIKO a. Saat mencacah mengenai tangan terjadi kelumpuhan pada jari sayuran menggunakan golok . Lantai licin Lantai harus terbuat dari bahan yang keras . f. Saat mencampurkan Jika Larutan EM4 terkena Mata akan iritasi dengan larutan EM4 mata . 1996:45) h.seperti terpeleset BAGIAN II 1. Kelelahan mata akan menimbulkan rasa kantuk dan hal ini dapat membahayakan bila karyawan mengoprasikan mesin-mesin berbahaya sehingga dapat menyebabkan kecelakaan (depnaker RI.tahan minyak atau oli berpotensi besar terhadap terjadinya kecelakaan . Pembuatan Kompos (Pengolahan Sampah) Jika golok tersebut Tangan akan luka dan bisa . Saat berada di ruang Lantai licin terkena detergen Tepeleset dan terjatuh . Suhu panas terutama berakibat menurunkan presentasi kerja pekerja . Rumah Sakit . Saat memasukkan Jika kendi jatuh mengenai Kaki akan memar kompos ke kendi yang kaki terbuat dari semen dan dipindahkan ke tempat yang sejuk b.mengurangi kelincahan .

ikuti . mengenai tangan . Pembuatan kompos ( Pengolahan sampah ) . Saat membersikan Lantai licin karna kurang Bisa jatuh dan tenggelam lantai kolam renang bersih 2. Jika Saat Akan kelebihan dan Ikuti perintah Gunakkan APD mencampurkan bisa mengenai mata pembimbing dan larutan EM4 jangan bergurau tidak sesuai 3.dan ikuti menggunakan terluka jangan terburu aturan golok tidak hati. What If Consequences Safe Guard Recomendation a. buru hati . laundry dan sedang mencuci .gunakan sayuran sehingga menjadi pembimbing dan APD. Membersihkan limbah Terkena bahan bahan kimia Iritasi dari farmasi dan yang masih ada dibuang ke TPS c. Identifikasi Bahaya Penilaian Resiko Pengendalian Residual Akibat Peluang Akibat resiko Resiko Resiko Jika golok tersebut 2 C Moderate Hati hati. Jika memotong Akan terkena tangan Ikuti aturan dari Hati hati. Kolam Renang (STTU) .

aturan.dan gunakan APD Jika Larutan EM4 2 C Moderate terkena mata Gunakkan Jika kendi jatuh 2 C Moderate APD mengenai kaki Gunakan APD .