Anda di halaman 1dari 2

Pengertian Budaya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-
istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung
menunjuk pada pola pikir manusia. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk
sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Pengertian Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang
membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini
adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
Fungsi Budaya Organisasi
Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai
tapal batas tingkah laku individu yang ada didalamnya.
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
1. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada
kepentingan diri individual seseorang.
4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan
memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk
sikap serta perilaku karyawan.
Tipologi Budaya Organisasi
Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan
tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3). Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk
menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas. Tipologi budaya organisasi
dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan
membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam
organisasi.
Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
 Organisasi Koersif, adalah organisasi di mana para anggota organisasi harus mematuhi
apapun peraturan yang diberlakukan.
 Organisasi Utilitarian, adalah organisasi di mana para anggota diperlakukan secara adil
dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati
bersama oleh anggota organisasi
 Organisasi Normatif, adalah organisasi di mana para anggota organisasinya memberikan
kontribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan
diri mereka sendiri.
Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya
organisasi :
1. Akademi, Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka
pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus.
Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam
menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
2. Kelab, Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana
perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem
organisasi.
3. Tim Bisbol, Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan
juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai
karyawan yang agresif.
4. Benteng, Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut
Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari
empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada
dalam masa peralihan.
Cara menciptakan dan mempertahankan budaya organisasi.
Filsafat pendiri organisasi merupakan sumber utama sebuah budaya organisasi. Artinya para
pendiri organisasi secara tradisional mempunyai dampak yang penting dalam pembentukan
budaya wal organisasi. Mereka memiliki visi & misi mengenai bagaimana bentuk organisasi
tersebut seharusnya.
(Robbins, 1990: 486).
Adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:
o Seseorang mempunyai gagasan untuk mendirikan organisasi.
o Ia menggali dan mengarahkan sumber-sumber baik orang yang sepaham dan setujuan
dengan dia (SDM), biaya dan teknologi.
o Mereka meletakan dasar organisasi berupa susunan organisasi dan tata kerja.
Sekali Budaya itu ada, akan terdapat kekuatan-kekuatan dalam organisasi yang bertindak untuk
mempertahankannya dengan cara memberikan sejumlah pengalaman yang sama kepada para
pegawai. Ketiga kekuatan yang mempertahankan budaya organisasi ialah sebagai berikut:
a. Seleksi untuk menentukan kriteria yang dianggap paling tepat untuk menjadi anggota
organisasi. Ini merupakan kekuatan dalam mempertahankan budaya organisasi.
b. Manajemen puncak menunjukkan pada perilaku & tindakan dari manajemen puncak akan
berpengaruh terhadap budaya organisasi.
c. Proses sosialisasi merupakan langkah yang tepat untuk mempertahankan budaya organisasi,
terutama sosialisasi yang ditujukan bagi anggota baru untuk menyesuaikan diri dengan
budayanya.
Bagaimana Karyawan Mempelajari Budaya
1. Cerita
Cerita-cerita organisasi umumnya mengandung penggambaran peristiwa yang signifikan,
yang mencakup hal-hal seperti para pendiri organisasi itu, pelanggaran peraturan, tanggapan
terhadap kesalahan-kesalahan masa lalu, dll.
2. Ritual / Upacara
Ritual-ritual perusahaan adalah serangkaian kegiatan berulang yang mengungkapkan dan
meneguhkan nilai-nilai organisasi, sasaran-sasaran apa yang paling penting dan orang-orang
mana yang penting.
3. Simbol-simbol material
Tata letak fasilitas organisasi, cara karyawan berpakaian, jenis mobil yang disediakan bagi
eksekutif puncak, dan ketersediaan pesawat milik perusahaan merupakan contoh simbol-
simbol materi.
4. Bahasa
Bahasa merupakan salah satu media terpenting di dalam mentransformasikan nilai. Dalam
suatu organisasi atau perusahaan, tiap bidang atau divisi memiliki bahasa atau jargon yang
khas, yang kadang-kadang hanya dipahami oleh kalangan itu sendiri.