Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Porifera merupakan satu film dalam kerajaan hewan yang hewan-hewan
anggotanya memiliki ciri dinding tubuhnya berpori-pori. Hewan-hewan anggota
filum Porifera menunjukkan struktur yang lebih kompleks, karena tidak dibangun
oleh hanya satu sel melainkan memiliki banyak sel yang saling berkaitan. Jika
dibanding filum Coelenterata, struktur tubuh porifera masih lebih sederhana, karena
belum adanya perkembangan jaringan organ-organ tubuh yang spesifik. Atas dasar
sifat-sifat tersebut maka hewan spons masih dianggap hewan wan peralihan dari
kelompok protozoa ke kelompok metazo, atau bisa disebut Parazoa.
bentuk umum tubuhnya adalah radial simetris. Hidupnya soliteratau berkoloni
dan melekat pada substrat yang keras di dasar perairan. Secara fisiologis. Sel-sel
tubuhnya cenderung untuk bekerja secara individual dan tidak ada koordinasi.
Hewan porifera belum mepunyai pencernaan makanan.makanannya berupa
partikel-partikel oeganik atau berupa mikroorganism, diambil oleh sel-sel
leher(koanosit) dari air yang mengalir melalui sistem saluran air. Sistem saluran air
porifera ada 3 tipe yakni askon, sikon leukon.
Karena tubuhnya yang sangat sederhana, hewan spons juga belum memiliki alat
pernapasan yang khusus. Oksigen yang dibuuhkan dalam respirasi dan karbon
dioksida yang diambil dan dibuang secara langsung dengan difusi melalui se-sel
tubuhdari damn kedalam lingkungan perairan. Begitu juga dengan sisrtem koordiasi/
regulasi juga belum memiliki sistem saraf yang jelas, walaupun pernah dilaporkan
adanya sel-sel kholensit dan lifosit sebagai sel saraf premitif yang terdapat pada
lapisan mesoglea.
Reproduksi porifera dengan cara aseksual dan seksua. Aseksual dengan
membentuk kuncup yang berkoloni karena menempel pada induk atau ada yang
memisahkan diri. Reproduksi secara seksual dengan cara membentuk ovum dan sel
spermatuzoid oleh sel amebosit yang disebut arkheosit. Ada yang bersifat monosius
(hemafrodit) dan ada yang bersifat diosius (kelamin berpisah).
Tubuh porifera disokong oleh spikula-spikula(membentuk sistem rangka).
Spikula terdapat di lapisan mesoglea. Spikula bintang disekresikan oleh sel-sel
skleoblast, sedangkan yang berbentuk anyaman disebut spongin dihasilkan oleh sel-
sel spongioplast1
Berdasarkan fungsinya spikula pada porifera dibagi menjadi
1. Megaslera (rangka badan)
2. Mikrosklera (permukaan)
Berdasarkan bentuk duri yaitu monoakson, triakson,tetraakson,protriaene,
palgiotriaena. Spikula yang bersifat monoakson bersumbu satu dan dibuat oleh satu
sel skleroblast. Spikula yang bersifat triakson bersumbu tiga. Spikula tetrakson
bersumbu empat dan dibentuk oleh empat sel skleroblast.

Filum Coelenterata atau binatang berongga adalah sebutan sekelompok hewan
yang mempunyai tubuh bagian dalam atau tengah berongga (coelom). Rongga

Hewan Coelenterata dikelompokkan menjadi 3 kelas yaitu kelas Hydrozoa contohnya Hydra dan Obelia. sementara gonatnya dari lapisan gastrodermis. warna jernih atau transparan. Anemon laut merupakan salah stu contoh dari kelas Anthozoa. Menunjukkan bagian -bagian tubuh hewan porifera dengan cara menggambarkan sketsa 2. Secara anatomis terdiri dari dua jaringan yang diantara keduanya terdapat lapisan non-seluler yang disebut mesoglea. Obelia merupakan hewan koloni yang hidup di laut dengan cara menempelkan diri ke substrat. memiliki sel jelatang atau penyengat. sirkulasi maupun ekskresi yang khusus. sistem pencernaan makanannya hanya berupa rongga gastrovaskular. Hewan ini hanya memiliki fase polip saja.2 Tujuan Praktikum 1. dan medusa secara seksual. sedangkan dinding gastrovaskularnya berlipat-lipas seperti perluasan alat pernafasan yang disebut sifiglifa. dinding tubuh diploblastik. Menyebutkan beberapa contoh jenis porifera yang banyak ditemukan di daerah pasang surut . Membedakan bentuk4-bentuk spikula pada porifera melalui pengamatan terhadap preparat spikula 4. Ubur-ubur (aurelia) merupakan hewan yang juga memiliki pergiliran keturunan seperti obelianamun fase medusanya jauh lebih dominan. Anemon memiliki mulut yang dikelilingi tentakel-tentakel membuka ke atas. Hydra merupakan hewan yang hidup di air tawar.seperti dikawasan terumbu karang. Menempel pada substrat berupa batu ranting atau tanaman air namun juga dapat berpindah tempat dengan gerakan salto. kelas Scyphozoa contohnya ubur-ubur(Aurelia). Membedakan tipe sistem saluran air pada tubuh porifera dengan cara menggambarkan sketsanya 3. tersebut berupa rongga gastrovaskular yang berfungsi sebagai sluran pencernaan makanansekaligus sebagai pengedar sari makanan(sirkulasi). Lapisan luar disebut epidermis yang mmpunyai penyengat (knidoblas) dan lapisan dalam disebut lapisan gastrodermis. dan kelas Anthozoa contohnya anemon laut dan karang. bermulut tetapi tidak memiliki anus. Coelenterata memiliki ciri-ciri umum: tubuh radial simetris. Bentuk tubuhnya silindris berflagel dam memiliki macam-macam warna. belum memiliki alat pernafasan. Memiliki pergiliran keturunan yakni polip secara aseksual. 1. Pada permukaan oral terdapat lengan-lengan mulut dan tentakel marginal. Dinding tubuhnya juga terdiri atas dua lapis jaringan dengan lapisan mesoglea di tengah. payung. Mesoglea anemon bersifat selular. atau beristirahat menempel di batu atau di pesisir pantai. Berbentuk menyerupai bunga dan dupnya soliter atau kolonidan menempel pad substrat di dasar laut dangkal. Ubur-ubur memiliki bentuk seperti mangkok. berenang-renang bebas.

5. maupun preparat sayatan bagian tubuhnya dengan menggunakan alat pembesarseperti loupe. Menunjukkan bagian-bagian umum tubuh dan kerangka luar hewan karang 1. Untuk mendapatkan gambaran tentang struktur morfologi maupun anatomi tubuh hewan spons harus dilakukan pengamatan terhadap contohhewannya. dapat dilakukan di habitat aslinya di daerah pasang surut berterumbu atau dasar laut pada saat kegiatan kuliah kerja lapangan (KKL) 5. baik berupa hewan hidup jika memungkinkan seperti Hydra. Menunjukkan struktur anatomi tubuh Hydra dari pengamatan preparat irisan membujur 9. Untuk mengetahui kondisi hewan spons yang masih hidup dapat dilakukan di habitat hewan spons di daerah pasang surut berterumbu atau di dasar laut pada saat kegiatan kuliah lapangan (KKL) 3. anemon laut. Untuk mendapatkan gambaran tentang struktur morfologi maupun anatomi tubuh hewan-hewan Coelenterata harus dilakukan pengamatan terhadapcontoh hewannya. Diskusi dilakukan dalam rangka mengklarifikasi hasil amatan yang telah dilakukan mahasiswa . anemon laut. Menunjukkan dengan gambar skematis bagian-bagian tubuh anemon laut 11. awetan kering. Membedakan ketiga kelas anggota filum Coelenterata berdasarkan ciri-ciri morfologi dan struktur tubuhnya 7. Menunjukkan bagian-bagian luar (morfologi) tubuh Hydra dengan cara menggambarkan sketsanya 8. Menunjukkan ciri-ciri umum dan bagian-bagian tubuh hewan berongga atau golongan Coelenterata dengan menggambarkan sketsantya 6. Menunjukkan dengan gambar skematis bagian-bagian tubuh ubur-ubur 10.3 Manfaat Praktikum 1. mikroskop cahaya dan mikroskop stereo 2. seperti hewan karang. Untuk mengewtahui kondisi hewan Coelentarata yang masih hidup. awetan kering dan preparat sayatan bagian tubuhnya dengan menggunakan alat-alat pembesar seperti loupe. baik berupa awetan basah. maupun awetan basah. mikroskop cahaya dan mikroskop elektron 4.

BAB II TINJAUAN PUSTA .