Anda di halaman 1dari 23

ELEKTRIK RELAY PROTEKSI

BATERAI

Baterai atau accumulator adalah suatu peralatan listrik yang dapat menyimpan dan
mengeluarkan energi listrik melalui proses kimia (elektrolisa).
Baterai dapat terdiri dari susunan beberapa sel atau hanya satu sel dan tiap sel terdiri dari
elektroda positif (+), elektroda negatif (-) dan elektrolit. Elektrolit yang digunakan tergantung
dari pabrik yang memproduksinya. Keistimewaan dari baterai adalah bila energi listrik sudah
habis atau kosong, maka energinya dapat diisi kembali, sedangkan energi listrik yang dapat
disimpan dalam baterai adalah arus searah.

Konstruksi baterai
Baterai terdiri dari beberapa bagian yaitu :
 Sel : Terdiri dari elektroda positif (+) disebut anoda dan elektroda negatif (-)
disebut katoda.
 Elektroli : Cairan baik berupa Asam sulfat (H2SO4) maupun potasium hydrokside
(KOH). Penggunaan Asam sulfat maupun potasium hydrokside tergantung dari
karakteristik baterainya.
 Container : Tempat elektrolit dan elektroda positif (+) dan negatif (-). Setiap satu sel
maupun beberapa sel mempunyai satu container.

1

Management Trainee | PT PJB Services

ELEKTRIK RELAY PROTEKSI

1. PRINSIP KERJA DAN KARAKTERISTIK BATERAI ASAM DAN BASA

1.1 Prinsip kerja baterai

 Baterai Asam - Timah.
Bila sel baterai tidak dibebani, maka setiap molekul cairan elektrolit Asam sulfat (H2SO4)
dalam sel tersebut pecah menjadi dua yaitu ion hydrogen bermuatan positif (2H+)dan ion 2

sulfat yang bermuatan negatif (SO4 - - )
H2SO4 2H + + SO4— —

Management Trainee | PT PJB Services

Proses tersebut terjadi secara simultan dengan reaksinya dapat dinyatakan.. Sedangkan sepasang ion hidrogen (2H + ) akan beraksi dengan plat timah peroksida (Pb O2) sebagai anoda menjadi timah sulfat (Pb SO4) sambil mengambil dua elektron dan bersenyawa dengan satu atom oksigen untuk membentuk air (H2O). Proses Pengisian Proses ini adalah kebalikan dari proses pengosongan dimana arus listrik dialirkan yang arahnya berlawanan.) akan bereaksi dengan plat timah murni (Pb) sebagai katoda menjadi timah sulfat (Pb SO4) sambil melepaskan dua elektron.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI Proses pengosongan Bila baterai dibebani. sehingga tegangan baterai antara kutub-kutubnya menjadi lemah. 3 Sedangkan ion oksigen yang bebas bersatu dengan tiap atom Pb pada plat positif membentuk timah peroxida (Pb O2). Management Trainee | PT PJB Services . maka tiap ion negatif sulfat. dengan arus yang terjadi pada saat pengosongan. sehingga mengurangi reaktifitas dari cairan elektrolit karena asamnya menjadi timah. (SO4 . Pb O2 + Pb + 2 H2SO4 Pb SO4 + Pb SO4 + 2 H2O Sebelum proses Setelah proses dimana : Pb O2 = Timah peroxida (katub positif / anoda) Pb = Timah murni (kutub negatif/katoda) 2H2SO4 = Asam sulfat (elektrolit) Pb SO4 = Timah sulfat (kutub positif dan negatif setelah proses pengosongan) H2O = Air yang terjadi setelah pengosongan Jadi pada proses pengosongan baterai akan terbentuk timah sulfat (PbSO4) pada kutub positif dan negatif. Pada proses ini + setiap molekul air terurai dan tiap pasang ion hidrogen ( 2H ) yang dekat plat negatif bersatu dengan ion negatif Sulfat (SO4 --) pada plat negatif untuk membentuk Asam sulfat. Pengambilan dan pemberian elektron dalam proses kimia ini akan menyebabkan timbulnya beda potensial listrik antara kutub-kutub sel baterai.

sedangkan selama proses pengisian dan pengosongan komposisi kimia material aktif pelat-pelat baterai akan berobah.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI Proses reaksi kima yang terjadi adalah sebagai berikut : Pb SO4 + Pb SO4 + 2H2O PbO2 + Pb + 2H2SO4 Setelah pengosongan Setelah pengisian Prinsip Kerja Baterai Alkali Baterai Alkali menggunakan potasium Hydroxide sebagai elektrolit.Iron Pengosongan 4 2NiOOH + Fe + H2O 2Ni(OH)2 + Fe (OH)2 Pengisian Management Trainee | PT PJB Services . pengosongan atau pengisian. selama proses pengosongan (Discharging) dan pengisian (Charging) dari sel baterai alkali secara praktis tidak ada perubahan berat jenis cairan elektrolit.hydroxide (Plat positif atau anoda) Cd = Cadmium (Plat negatif atau katoda) 2Ni(OH)2 = Nickelous hydroxide (Plat positif) Cd(OH)2 = Cadmium hydroxide (Plat negatif) Untuk Baterai nickel . Fungsi utama cairan elektrolit pada baterai alkali adalah bertindak sebagai konduktor untuk memindahkan ion-ion hydroxida dari satu elektroda keelektroda lainnya tergantung pada prosesnya. Proses reaksi kimia saat pengosongan dan pengisian pada elektroda-elektroda sel baterai alkali sebagai berikut. Untuk baterai nickel-Cadmium Pengosongan 2 NiOOH + Cd + 2H2O 2Ni(OH)2 + Cd (OH)2 Pengisian dimana : 2NiOOH = Incomplate nickelic .

142 Volt Management Trainee | PT PJB Services .37 Volt  Tegangan tertinggi pada akhir pengisian : 2.0 .25 Volt  Pengisian dengan harga tertinggi : 2.1. sehinga memerlukan ruangan yang lebih besar.8 Volt  Tegangan terendah setelah pengosongan : Lebih besar dari 1.7 Volt  Tegangan pengosongan (discharge) tanpa rectifier : 2.2 Volt  Tegangan pengisian (Charger) :  Pengisian secara terapung (Permanent floating) : 1.8 Volt Baterai Alkali (Alkaline Storage Battery)  Suatu baterai dengan tegangan 125 volt terdiri dari 92 sel  Berat jenis (spesifik grafity) dari elektrolinya tidak tergantung dari keadaan pengisian.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI dimana : 2NiOOH = Incomplate nickelic .  Harga berat jenis elektrolit tergantung dari tipe baterai dan pabriknya.hydroxide (Plat positif) Fe = Iron (Plat negatif) 2Ni(OH)2 = Nickelous hydroxide (Plat positif) Fe (OH)2 = Ferrous hydroxide (Plat negatif) 1.40 .18 Volt  Pengisian secara cepat : 2.2 Karakteristik Baterai Baterai timah hitam (Load-Acid storage baterai)  Baterai dengan tegangan 125 Volt terdiri dari 58 sel  Ukuran baterai lebih besar bila dibandingkan dengan baterai alkali .  Berat jenis (specific grafity ) elektrolitnya tergantung dari keadaan pengisian (Charge)  Suhu elektrolit sangat mempengaruhi terhadap nilai berat jenis elektrolit . jadi praktis tetap  Umurnya dapat mencapai 10 tahun atau lebih 5  Tegangan nominal : 1.  Umurnya dapat mencapai 7 sampai 8 tahun  Tegangan terminal = 2 Volt  Tegangan pengisian (charge) :  Pengisian terapung (permanen floating) : 2. semakin tinggi suhu elektrolit semakin rendah nilai berat jenisnya dan sebaliknya.

45 Volt  Pengisian dengan harga tinggi : 1.4. Untuk memperoleh unjuk kerja dan umur yang optimal.65 Volt  Tegangan pengosongan (discharge) tanpa rectifier : 1.3.1.7 Volt Management Trainee | PT PJB Services . Tidak sepenuhnya diambil dari baterai.  Untuk tegangan kontrol dan rele proteksi  Penerangan darurat  Motor-moptor arus searah  Sistem telekomunikasi  Tanda-tanda isyarat ( Signalling and alarm). maka dalam kondisi tersebut tegangan arus searah dari baterai harus siap /mampu melayani untuk keperluan membuka circuit breaker (CB) dan menjalankan motor / pompa pelumas dan sebagainya.25 Volt (dalam keadaan normal 10 jam) 1.1. sebagaian diambil langsung dari tegangan bolak-balik yang di searahkan. Oleh karena itu peranan baterai atau tersediannya tegangan searah sangat penting. Penggunaan Baterai.Timah  Elektrolitnya : Asam sulfat ( H2SO4)  Elektrodanya Anoda : Timah peroxide (PbO2) 6 Katoda : Timah murni ( Pb )  Tegangan nominal per sel : 2.30 .4.1. Penggunaan baterai di Pembangkit Tenaga Listrik adalah sebagai sumber daya mandiri ( indenpedent) Untuk berbagai peralatan diantaranya. Baterai Asam . maka baterai harus dipelihara secara memadai .ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Pengisian secara cepat : 1.50 . Namun dalam operasi yang abnormal ( tergangu ) atau tegangan bolak-balik hilang dan peralatan pengisian baterai ( baterai charging).0 Vol  Tegangan tertinggi setelah pengisian : 2.ganguan. Penggunaan tegangan searah dalam operasi normal PLTU. Type dan Standard dari Baterai 1. 1.

ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Tegangan terendah setelah pengosongan : 1. Dimana : Vdc = Tegangan sel baterai ( Volt ) BD = Berat jenis cairan elektrolit ( gr/cm3 ) 7 1.0 Volt Alkali : .2. Dibawah ini diperlihatkan besar tegangan nominal persel baterai berdasarkan jenisnya.2 Baterai Basa ( Alkali )  Elektrolitnya : Potasium hydroxide ( KOH)  Elektrodanya Anoda : Incomplate nickelis .2 Volt  Tegangan tertinggi setelah pengisian : 1.65 Volt  Tegangan terendah setelah pengosongan : 1.D + 0.Nikel Cadmium 1.5.5.4.0 Volt .Nikel Iron 1.2 Volt . Tegangan baterai Tegangan dari suatu baterai tidak ditentukan oleh ukuran dan banyaknya plat dari baterai.1.84.8 Volt 1.Lead Calsium 2.2 Volt Harga tegangan persel baterai timah hitam keadaan rangkaian terbuka ( open circuit ) adalah Vdc = B.Lead antimony 2.5. Jenis Baterai Tegangan Sel Timah Hitam : .Hydroxide ( NiOOH) Katoda : Cadmium ( Ca )  Tegangan nominal per sel : 1. kapasitas Baterai Terdiri dari 2 (dua) macam : Management Trainee | PT PJB Services . tetapi ditentukan oleh material plat negatif dan positif serta cairan elektrolit dan sistem elektro kimia yang digunakan.25 Volt 1. Rating Baterai 1.

Besarnya kapasitas baterai 235 Ah dengan lama pengosongan selama 8 jam pada suhu 25 oC. sehingga didapat tegangan keluaran baterai sesuai dengan tegangan kerja peralatan. agar tegangan keluaran baterai maupun kapasitas daya sesuai dengan tegangan kerja peralatan serta kapasitas daya yang dibutuhkan.2 Volt maka untuk mendapat tegangan kerja dari peralatan yang pada umumnya di Pembangkit Tenaga Listrik adalah 110 Vdc atau 220 Vdc .ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Kapasitas dengan harga rendah/ menengah. dimana Vdc sama dengan penjumlahan tegangan dari masing sel baterai sedangkan kapasitas baterai dalam amperejam adalah tetap. perlu menghubungkan secara seri sebanyak 55 sel baterai dan bila tegangan keluaran yang diinginkan sebesar 220 Vdc.0 Volt maka untuk mendapatkan tegangan keluaran baterai sebesar 110 Vdc.1 Hubungan serie Berhubung terbatasnya tegangan per sel baterai yaitu jenis baterai asam 2. Management Trainee | PT PJB Services . tetapi menghubungkan paralel yang terdiri dari beberapa group baterai 8 (satu group merupakan hubungan seri dari beberapa baterai ) banyak dilakukan dengan tujuan sebagai berikut. Apabila menggunakan baterai asam dengan tegangan 2.2 Hubungan Paralel Pada umumnya menghubungkan paralel setiap sel baterai jarang ditemukan pada Pusat Pembangkit Listrik.  Kapasitas baterai dengan harga tinggi. 2. maka perlu merangkai beberapa baterai secara hubungan serie. 2.0 Volt dan jenis baterai basa 1. maka diperlukan merangkai beberapa baterai. RANGKAIAN BATERAI Pada umumnya peralatan-peralatan yang menggunakan sumber arus searah pada Pusat Pembangkit Listrik dengan tegangan dan kapasitas daya tertentu. maka baterai diseri sebanyak 110 sel. Pada hubungan seri dari baterai. Untuk kebutuhan besaran tegangan maupun kapasitasnya. Untuk lebih jelasnya hubungan seri beberapa dari baterai lihat rangkaian dibawah ini. Besarnya kapasitas baterai dari 235 Ah sampai 450 Ah dengan lama pengosongan 8 jam pada suhu 25oC. 2.

maka pada Pusat Tenaga Listrik dengan menghubungkan paralel antara 1 group baterai dengan group lainnya. group yang lain akan berfungsi sebagai back up atau beberapa group baterai secara bersama memasok kebeban. dalam jangka waktu tertentu (jam). Sedangkan baterai basa (alkali nickel-cadmiun) umumnya kapasitas baterai dinyatakan dalam C5 atau C10 (5 atau 10 jam). untuk memberikan tegangan tertentu.  Ruang baterai dan cubicle harus mempunyai ventilasi yang sempurna.  Persiapan pengisian.  Meningkatnya kebutuhan beban DC. Untuk meningkat kapasitas baterai. Banyaknya material aktif dan elektronnya yang digunakan. sehingga apabila salah satu mengalami gangguan. 3. 2. SISTEM PENGISIAN BATERAI 3. dalam penggunaannya.  Untuk keandalan pasok arus searah yang disuplai dari baterai. Pada baterai asam timah.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Untuk menaikan kapasitas baterai yaitu ampere jam .  Selama operasi baterai menghasilkan gas yang dapat terbakar (Campuran hidrogen dan oksigen )  Kekurangan elektrolit akan menyebabkan kerusakkan fatal pada baterai. kapasitas (Ah) yang tersedia adalah selama 8 atau 10 jam.3 Kapasitas baterai Kapasitas suatu baterai adalah menyatakan besar arus listrik (ampere) baterai yang dapat dialirkan ke suatu rangkaian luar (beban).1 Pemgisian Pertama Pada Baterai Baru Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengisian baterai baru yaitu :  Aspek keselamatan kerja dalam penanganannya. Management Trainee | PT PJB Services . maka level 9 (tinggi) elektrolit pada baterai harus dijaga diatas level (tinggi) minimum. Kapasitas baterai dalam ampere jam (Ah) dinyatakan sebagai berikut : C = I x t dimana : C = Kapasitas baterai dalam ampere-jam (Ah) I = Besar arus yang mengalir (A) 8t = Waktu (jam) Kapasitas baterai ditentukan oleh bahan.

kemudian simpan pada tempat yang aman selama 24 jam.  Elektrolit mengandung unsur belerang (sulfuric) yang dapat melukai atau membuat buta mata.  Periksa berat jenis elektrolit dengan hydrometer.  Sediakan air baterai (air distilate) dalam suatu bejana yang terbuat dari gelas atau plastik yang bersih.  Tutup baterai. Pengisian baterai Asam -Timah Baterai asam-timah menggunakan cairan elektrolit asam sulfat (sulphuric acid/H2SO4). kontaknya (bersinggungan) dengan bagian baterai yang menghantar.840 gr/cm3 kedalam bejana tersebut pelan-pelan.9 Liter  Aduk campuran asam-belerang dari air baterai tersebut dengan tongkat dari plastik / kayu yang bersih. usahakan berat jenis elektrolit 1. Untuk menghindari.  Tuangkan asam .1. sehingga plat- plat negatif dan positif serta pemisahnya sempat menyerap cairan elektrolit tersebut.  PENGISIAN BATERAI ASAM TIMAH  Isi setiap sel baterai dengan cairan elektrolit yang berupa larutan asam sulfat dengan berat jenis 1.190 gr/cm3 pada temperatur 15C.4. Management Trainee | PT PJB Services .ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Kejutan listrik dapat terjadi akibat. Perbandingan asam belerang dan air baterai adalah : Asam belerang Air Baterai 1 Liter 4.2 . oleh sebab itu gunakan kaca mata pelindung dan sarung tangan karet dalam menangani baterai.190 gr/cm3 pada temperatur 15 C. Sehingga plat-plat negatif dan positif 10 terendam dalam elektrolit pada batas level yang telah ditentukan. 3.  Sebelum pengisian siapkan dahulu cairan elektrolit yang sesuai dengan elektrolit yang digunakan.1.belerang dengan berat jenis 1. gunakan sarung tangan karet dan sepatu bersol karet pada waktu melaksanakan pemeriksaan dan pemeliharaan.

B50 1 KG 3. 3.001 terhadap pembacaan.020 gr/cm3 . 11  PENGISIAN ELEKTROLIT KE BATERAI Management Trainee | PT PJB Services .180  0. maka ditambahkan 0.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Kemudian tambahkan lagi cairan elektrolit dengan berat jenis yang sama sampai dengan batas level yang telah ditentukan . B5. Usahakan BD nya 1.  Aduk campuran elektrolit kering dan air baterai tersebut dengan memakai tongkat dari plastik atau kayu yang bersih sampai campuran tersebut menjadi panas  Tutup bejana tersebut supaya debu tidak masuk. B5 dan B12.5 LITER Untuk baterai baru digunakan tipe A. Untuk turunnya temperatur setiap 1.  Selanjutnya isi baterai dengan langkah-langkah seperti lembar pekerjaan.  Setelah dingin periksa berat jenis elektrolit dengan hydrometer.5C dibawah temperatur 15C. dengan perbandingan elektrolit kering dan air baterai sebagai berikut. B20. B20 dan B50 untuk penambahan / penggantian elektrolit digunakan tipe A. maka dikurangi 0. Pengisian baterai Alkali (Basa)  Prosedur membuat cairan elektrolit Baterai alkali menggunakan cairan elektrolit potasium hydroxide (KOH)  Sediakan air baterai (air distilate) dalam suatu bejana yang terbuat dari gelas atau plastik yang bersih.180  0.001 terhadap pembacaan. kemudian diamankan sehingga temperatur cairan elektrolit sama dengan temperatur ruangan.01 gr/cm3. B12.1.2. TIPE ELEKTROLIT KERING AIR BATERAI A.  tuangkan elektrolit kering kedalam bejana tersebut pelan-pelan. Catatan : Untuk koreksi Untuk kenaikan temparatur setiap 15C diatas temperatur 15C. BD tertinggi yang diperbolehkan 1.

2.001 terhadap pembacaan. kemudian simpan pada tempat yang aman selama 24 jam.19 gr/cm3 .235 + 1. maka ditambah 0.008 = 1.2 Metode Penggunaan Hydrometer dan Baterai Charging 3.235 + 0. Untuk penurunan temperatur setiap 2C dibawah temperatur 15C. sehingga plat-plat positif dan negatif serta pemisahnya sempat menyerap cairan elektrolit tersebut  Kemudian tambahkan lagi cairan elektrolit dengan berat jenis yang sama sampai dengan batas level yang telah ditentukan  Selanjuutnya isi baterai dengan langkah-langkah seperti lembar kerjaan Catatan : Untuk koreksi Untuk menaikan temperatur setiap 2C diatas temperatur 15C.  Tutup lubang pengisian baterai. Contoh koreksi Pembacaan hydrometer pada pengukuran berat jenis elektrolit baterai timah hitam adalah 1.243 gr/cm3 3.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI BATERAI ALKALI  Isi setiap sel baterai dengan cairan elektrolit berupa larutan alkali (KOH) dengan berat jenis 1.001 1.020 gr/cm3 pada temeperatur 15C. karena berat jenis elektrolit akan mempengaruhi baterai tegangan searah yang akan dibangkitkan oleh baterai. Berat jenis (BD) elektrolit harus memenuhi persyaratan sudah ditentukan yaitu  1. Maka harga yang sebenarnya adalah : ( 27 . dimana : Management Trainee | PT PJB Services . maka dikurangi 0.001 terhadap pembacaan.235 gr/cm3 pada temperatur 27C.5 1.15) x 0.1 Metode Penggunaan Hydrometer Hydrometer adalah peralatan yang digunakan untuk mengukur berat jenis (BD) cairan 12 elektrolit dari baterai.180  0. Sehingga plat-plat negatif dan positif terendam dalam elektrolit pada batas level yang telah ditentukan.

Posisi mata harus lurus dengan permukaan elektrolit pada hydrometer. Kemudian periksa tinggi permukaan elektrolit. 5. CATATAN : Apabila baterai-baterai ditempatkan pada ruangan khusus.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI Vdc = BD x 0. 4. Membuka tutup lubang mengisi dari baterai. 2.2 Metode Penggunaan Baterai Charger Baterai charger digunakan untuk mengisi baik baterai yang baru maupun baterai yang tidak menurun kekuatannya akibat pengosongan (discharge) Macam-macam sistem pengisian baterai sebagai berikut : 1. Baru kemudian masuk . masukan selang karet dari hydrometer kedalam sel. Management Trainee | PT PJB Services .84 0. Catat hasil pengukuran kemudian tutup kembali lubang pengisian dari baterai. CYCLE CHARGING Pengisian dengan cara Cycle Charging digunakan untuk mengisi kembali baterai setelah 13 mengalami proses pengosongan sebagian atau proses pengosongan secara normal. Kemudian hisap elektrolit kedalam tabung hydrometer. Betulkan posisi hydrometer (posisi tegak) kemudian baca permukaan cairan yang ada didalam tabung hydrometer terhadap skala yang ada pada pengapung dari hydrometer. 3. CYCLE CHARGING.84 adalah faktor koreksi (pengali) Untuk keperluan tersebut. 4. 1. FLOATING CHARGING. maka diperlukan metode penggunaan Hydrometer. 1. agar mendapat hasil pengukuran yang baik dan benar. Bila permukaan elektrolit cukup. 3.2. EQUALIZING CHARGING. BOOST DAN QUICK CHARGING. TRICKLE CHARGING. 3. 5. Pengisian secara ini biasanya dibutuhkan waktu antara 5 samapai 10 jam. maka sebelum memasuki ruangan jalankan fan untuk menghilangkan gas yang ada didalam ruangan tersebut selama beberapa menit. Mempersiapkan peralatan-peralatan yang akan digunakan untuk keselamatan dalam bekerja 2.

85 %. Arus yang diberikan kebaterai tidak boleh melebihi harga ampere jamnya.42 Volt/sel Pada saat baterai diisi. Cara ini umum dipakai pada baterai diesel. Besar arus pengisian ini dikurangi secara perlahan-lahan sampai akhir pengisian yaitu kira-kira 80 .25 A setiap 100 Ah dari kapasitas. Cara ini adalah antara 20 . yang dapat menghentikan pengisian pada waktu baterai mencapai suhu tinggi. EQUALIZING CHARGING Dalam sel-sel dari suatu baterai yang beropersi dengan “floating charging” akan selalu Management Trainee | PT PJB Services . BOOST DAN QUICK CHARGING Pengisian dengan cara boost dan quick charging adalah untuk pengisian baterai yang dipakai di pabrik-pabrik. pengisiandihentikan. Untuk menjaga pengisian yang berlebihan dan arus yang terlalu besar. Oleh karena itu tegangan dari alat pengisi baterai harus dijaga. Besarnya tegangan yang diberikan untuk mengatasi kerugian dalam baterai dan menjaga baterai selalu dalam keadaan pengisian penuh (full charge) adalah tetap untuk :  Baterai timah-hitam : 2. juga untuk baterai diesel. dimana diperlukan tambahan pengisian dalam periode yang singkat misalnya pada jam-jam istirahat. harus mempunyai tegangan out-put minimum yang cukup untuk pengisian arus tinggi sebesar 1. biasanya alat pengisi ini dilengkapi dengan automatic out . 14 4. FLOATING CHARGING Pengisian dengan cara floating charging.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI Arus yang dibutuhkan untuk pengisian. Pengisian cara ini cukup untuk pelayanan satu hari. dengan metode pengisian arus tetap.37 Volt/sel untuk baterai timah hitam. 2.18 Volt/sel  Baterai alkali : 1.off. alat pengisi baterai (battery charge) dan beban. Cara ini juga digunakan pada baterai mobil yang tersambung dengan dinamo pengisi baterai sehingga selalu pengisian penuh.40 . Alat pengisi baterai ini direncanakan untuk menjaga tegangan dari baterai yang tersambung ke beban tetap konstan. dimana baterai secara terus-menerus tersambung dengan rangkaian luar (AC).52 Volt/sel untuk baterai alkali dan 2.1. Bila sudah penuh. secara otomatis arus yang besar mengalir ke baterai untuk mengembalikan keadaan pengisian penuh. 3. Biasanya secara otomatis.

Besarnya arus konstan dipilih untuk mendapatkan arus rata-rata yang dibutuhkan untuk mengisi baterai sampai penuh (full-charge) dan ditambah arus kompensasi untuk melayani beban. 5. dimana setiap sel mempunyai harga yang mendekati sama. Equalizing charge dilaksanakan dengan cara manaikan tegangan baterai sesuai dengan yang ditentukan dalam buku petunjuk masing-masing pabrik. Dari macam-macam pengisian tersebut diatas umumnya yang digunakan di pusat-pusat pembangkit adalah :  Floating Charging  Equalizing Charging  Cicle Charging 3. Setelah terjadi pengosongan. TRICKLE CHARGING Pengisian dengan cara trickle charging adalah pengisian baterai dengan arus konstan. Tujuan dari equalizing charging adalah untuk mengembalikan “ out of balance “ menjadi balance ” (seimbang) lagi. maka perlu penambahan cairan baterai dengan air distilat (air suling) secara periodik dengan langkah-langkah sebagai berikut 15  Siapkan peralatan-peralatan yang akan digunakan termasuk peralatan keselamatan kerja  Bersihkan tutup lubang pengisian cairan elektrolit pada baterai Management Trainee | PT PJB Services . untuk mengembalikan kapasitas baterai penuh. Hal ini akan mengakibatkan beberapa sel akan mencapai pengisian penuh dan berakibat menurunnya kapasitas baterai. Pada umumnya trickle charging digunakan pada baterai yang tidak terlalu sering terjadi proses pengosongan seperti pada mesin stationer yang besar dan starting turbin.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI terjadi sedikit perbedaan dalam kondisi kimia antara sel yang satu dengan sel lainnya. Keadaan dimana terdapat perbedaan kondisi kimia ini disebut “out off balance”. Pengisian berlangsung sampai semua sel barhenti mengeluarkan gas. Pembacaan tegangan dan berat jenis elektrolitnya menunjukkan baterai telah diisi penuh sesuai dengan harga yang ditentukan dalam petunjuk masing-masing pabrik. maka diperlukan pengisian dengan arus tinggi (higth-rate charge). sehingga dapat menghindarkan penggaraman belerang pada plat-plat aktifnya.3 Pengisian Air Suling ke dalam Baterai Untuk mempertahankan tinggi (level)cairan elektrolit didalam baterai agar selalu berada diatas tinggi minimum.

JADUAL : HARIAN DILAKSANAN DALAM KEADAAN : OPERASI No. Apabila BDnya telah memenuhi syarat.1 Perawatan Baterai Saat Operasi 1. 2. Bersihkan jika terdapat kotoran dan benda- benda asing 1. Dengan menggunakan pipet. Periksa rangkaian sirkuit arus searah (DC 16 circuit) circuit) misalnya sekering DC atau otomat DC apakah ada yang putus. 2. PERALATAN/KOMPONEN CARA PELAKSANAAN YANG DIPERIKSA 1 2 3 1. 4. air distilate dan kemudian masukan kedalam sel baterai sampai batas level yang dijinkan ( 6 mm diatas permukaan plat sel ) 3. Periksa semua sel dan bagian baterai apakah dalam keadaan bersih dan kering. dan ganti jika Management Trainee | PT PJB Services . Sebelum dilakukan pengisian air suling (sebelum membuka tutup lubang pengisian ) maka permukaan atas baterai perlu dibersihkan. PEMELIHARAAN BATERAI 4. Apabila BDnya kurang dari harga tersebut. maka perlu ditambah cairan asam sulfat. Sel baterai 1. Rangkaian sirkuit arus searah (DC 2. Siapkan air distilate pada bejana kaca/plastik. Periksa lubang penguapan pada tiap tutup sel apakah tertutup/tersumbat.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI 1.1. Ukur BD elektrolit setelah ditambah air suling dengan hydrometer. Kemudian lepas tutup lubang pengisian dari baterai. Hal ini dimaksudkan pada saat membuka tutup jangan sampai ada kotoran yang ikut masuk kedalam sel.2. CATATAN .1. 4. sedot.19 gr/cm3. BD elektrolit yang baik adalah  1. maka tutup kembali lubang pengisian dengan rapat.

1 Periksa ventilasi ruangan baterai apakah udara dalam ruangan baterai bersirkulasi dengan udara luar 2.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI ada yang putus. 3. 1.2. 2. Catat tegangan. JADUAL : MINGGUAN DILAKSANAN DALAM KEADAAN : OPERASI No. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih teliti.2. Sel baterai 1. PERALATAN/KOMPONEN CARA PELAKSANAN YANG DIPERIKSA 1 2 3 1. Jangan lakukan pengukuran berat jenis elektrolit Management Trainee | PT PJB Services .1 dan catat hasil pengukuran.1. 3.Bandingkan hasil pengukuran tersebut dengan pencatatan minggu lalu. lakukan pengukuran tersebut pada saat 15 menit setelah selesai pengisian (charge) dan cairan elektrolit dalam 17 keadaan tidak mengeluarkan gas. Periksa dan lakukan pengukuran berat jenis elektrolit pada sel yang teesebut dalam pont 1. Periksa dan lakukan pengukuran tegangan setiap sel pada beberapa sel yang telah dipilih terlebih dahulu dan catat pada kartu pemeliharaan/buku khusus mengenai baterai. arus pengisian dan arus beban sistem baterai setiap jam. apakah terdapat penyimpangan yang besar. Ruangan baterai Periksa suhu ruangan baterai apakah dalam keadaan normal.

JADUAL : BULANAN DILAKSANAN DALAM KEADAAN : OPERASI No. Periksa dan lakukan pengukuran tegangan setiap sel baterai (individual) dan catat pengukuran tersebut. Untuk memdapatkan hasil pengukuran yang teliti. Mn dan Cu) Dalam hal ini tidak ada petunjuk dari pabrik. Periksa ketinggian permukaan cairan elektrolit pada saat baterai sebelum diisi (charge) dan tambah dengan air suling (air distilate) bila mana perlu.2. Batas tinggi permukaan cairan 2. Periksa dan lakukan pengukuran berat jenis 18 elektrolit pada setiap sel baterai. Periksa tinggi permukaan cairan dari elektrolit elektrolit yang telah ditentukan oleh buku petunjuk dari pabrik. lakukanlah pengukuran tersebut pada saat baterai dalam keadaan diisi (discharge). Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih Management Trainee | PT PJB Services . 1. Sel baterai 1. Jika tinggi permukaan cairan elektrolit kurang. supaya ditambah air suling (pure distilat water yang tidak mengandung elemen As.1. 2. 3. 2. PERALATAN/KOPONEN CARA PELAKSANAAN YANG DIPERIKSA 1 2 3 1.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI setelah penambahan air suling. maka aturlah ketinggian permukaan cairan elektrolit pada garis pertengahan antara ujung atas plat sel dan tutup /cover sel.2.1.

bila perlu dipoles/dilapisi dengan vaseline netral. Periksa pondasi beton.1.1. 2. Bila terdapat isolator retak/pecah agar diganti 19 dan bila perlu dicat kembali rak kayu tersebut dengan cat tahan asam Management Trainee | PT PJB Services . Isolator dudukan rak dan rak baterai 2. kipas dan sebagainya apakah bekerja dalam keadaan baik. 1.2. apakah dalam kondisi baik.3 Bersihkan klem-klem baterai. 1. YANG DIPERIKSA 1 2 3 1. Ruangan baterai dan ventilasi 1. Periksa sistem ventilasi.2 PERAWATAN BATERAI SAAT NORMAL DILAKSANAN DALAM KEADAAN : TIDAK OPERASI No PERALATAN/KOPONEN CARA PELAKSANAAN . isolator dudukan rak kayu. 1. lakukan pengukuran tersebut pada saat 15 menit setelah selesai pengisian (charge) dan cairan elektrolit dalam keadaan tidak mengeluarkan gas.4 Lapis I /olesilah pada permukaan tutup atas sel dengan minyak anti karat (grease) yang telah ditentukan oleh pabrik atau vaseline netral yang tidak mengandung asam (kecuali tutup atas sel baterai yang sudah dilapisi oleh plastik atau sudah dicat) 4.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI teliti. Periksa ruangan baterai apakah timbul korosi/karat. Bersihkan dan cat kembali bila perlu.

2. Peralatan kerja khusus untuk baterai 3. Klem sambungan baterai 4. 6. Bersihkan noda-noda karat yang menempel pada klem sambungan baterai dan bila perlu ganti klem tersebut dengan klem cadangan. kemudian periksa klem sambungan baterai yang kurang baik. 5.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI 2.Setelah 5 tahun operasi. bila perlu kencangkan kembali.1. maka lakukan (discharge) percobaan pengosongan baterai (discharge) untuk dapat mengetahui kemampuan baterai sesungguhnya (actual capacity). 20 6. Penyearah (rechtifier) dan pengisian 6. Periksa baut klem sambungan baterai apakah ada yang kendor atau berkarat.2. Thermometer dan Cell Voltmeter Tester. Bersihkan dinding-dinding luar sel baterai bila perlu dicat. 4.2.1. Periksa peralatan-peralatan dalam panel apakah terdapat kerusakan-kerusakan Management Trainee | PT PJB Services . bila perlu dilakukan kalibrasi terhadap alat-alat :Hydrometer.1. 5. bila perlu ganti.Lakukan pengosongan baterai (discharge) secara normal selama 15 .20 menit. 3. Periksa dan siapkan peralatan kerja khusus untuk baterai. Periksa dalam panel apakah terdapat klem- baterai (baterry-charge) klem/terminal-terminal dan baut-baut yang kurang kencang. Percobaan pengosongan baterai 5.1. Bila perlu kencangkan baut klem tersebut secara hati-hati dengan menggunakan kunci sekrup /spanner dan cegah jangan sampai terjadi hubung singkat.

sampai batas normal  Ven-plug harus dalam keadan tertutup  Lakukan pengisian (charge) setiap dua bulan sekali  Periksa batas tinggi elektrolit dan jagalah kebersihan setiap sel  Baterai Nickle-Iron Alkali  Baterai harus diisi elektrolit dengan ketinggian normal  Kosongkanlah (discharge) baterai dengan arus pengosongan normal (normal rate) 21 sampai nol  Hubung singkatkan baterai selama minimum 6 jam  Vent .5.1 Perawatan Baterai Cadangan Baterai cadangan harus bersih disimpan diruangan yang bersih dan kering.  Baterai Asam  Baterai harus diisi elektrolit  Isilah (charge) baterai secukupnya. lampu- lamputanda dan sikring bila terdapat kerusakan -kerusakan.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI akibat dari timbulnya panas lebih. pecah dan putus supaya diganti 6. bila perlu adakan perbaikan /penggantian. kontaktor-kontaktor dan rele-rele dalam panel apakah terdapat keausan pada permukaan kontak- kontaknya. Bersihkan bila ada kotoran-kotoran debu yang menempel pada panel dan dicat kembali bila perlu.plug harus dalam keadaan tertutup Management Trainee | PT PJB Services .2.Periksa meter-meter/alat ukur. 6.3. 6. bila perlu adakan perbaikan/penggantian.4. Periksa saklar-saklar. 4. sampai semua sel mengeluarkan gas  Isi air suling bilamana perlu.

 Pengujian pengosongan baterai (discharge) 22  Seluruh baterai dikosongkan melalui sebuah tahanan yang dapat diatur (reostat)  Besar arus pengosongan adalah 0.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Jagalah batas tinggi elektrolit pada ketinggian normal dan jagalah kebersihan sel  Baterai Nickle . Untuk memastikan kesiapan keandalan. Volt meter yang digunakan dengan kelas 0. maka baterai harus siap dan andal memasok arus searah ke peralatan.5 yang mempunyai batas ukur 3 volt dengan penunjukan 0 ditengah dan sedapat mungkin dapat terbaca sampai seper seratus volt (dua angka dibelakang koma)  Pengukuran berat jenis elektrolit.Cadmium Alkali  Baterai harus terisi elektrolit dengan ketinggian normal dan berat jenisnya pada batas yang ditentukan  Baterai Nickle-Cadmium dapat disimpan dalam keadaan terisi (charge)  Sambungan antar tray harus dilepaskan untuk menghindarkan arus bocor (stray current)  Vent-plug harus dalam keadaan tertutup  Jagalah batas tinggi elektrolit dan kebersihan sel 4. Bila bola karet ditekan dengan mulur pengisap pipa karet dimasukan kedalam sel baterai.3 Pengujian Baterai Baterai biasanya tidak digunakan secara terus menerus. agar pada saat dilakukan pengujian terhadap baterai Pengujian -pengujian pada baterai antara lain :  Pegukuran tegangan per sel baterai dengan menggunakan volt meter.2 kali kapasitas baterai (Ah) Management Trainee | PT PJB Services . hanya dibutuhkan pada saat-saat tertentu misalnya terjadinya black out. digunakan adalah Hydrometer Hydrometer terdiri dari sebuah selinder gelas kaca. dimana bagian luar selinder dilengkapi dengan bola karet dan mulut pipa karet dan didalam sellinder diisi dengan sebuah areometer. maka setelah bola karet tidak ditekan atau dilepas akan mengalirlah cairan elektrolit dan besar berat jenis dari cairan dapat dibaca dengan mudah.

Penggunaan thermometer mercury apabila pecah akan menimbulkan hubungan singkat antara elemen.  Buat grafik dari data-data hasil pengujian tersebut (tegangan fungsi waktu)  Baterai dapat dikatakan kapasitasnya masih baik (kuat) bilamana dalam pengujian pengosongan dengan cara tersebut diatas dalam waktu 2.5 jam tegangan baterai telah mencapai 105 volt.ELEKTRIK RELAY PROTEKSI  Waktu pengujian adalah 2. sebaliknya dinyatakan kapasitasnya telah menurun (telah lemah) bilamana dalam waktu kurang dari 2.5 jam tegangan baterai belum mencapai 105 volt. karena air raksa mempunyai sifat penghantar. dan hal ini akan mengakibatkan rusaknya sel baterai 23 Management Trainee | PT PJB Services .  Pada pengukuran suhu elektrolit jangan menggunakan thermometer biasa (mercury) pergunakanlah spirit thermometer (thermometer berisi alkohol).5 jam atau hentikanlah percobaan tersebut bilamana tegangan baterai telah turun mencapai 105 volt untuk baterai dengan sistem tegangan nominalnya 125 volt.