Anda di halaman 1dari 2

1.

Konsep realita
2. 9 kesalahan pengamatan
3. Pendekatan hi :
-realism-> Realisme memiliki beberapa asumsi utama. Realisme berasumsi bahwa negara-
bangsa adalah aktor geografis yang bersatu dalam sistem internasional anarkis tanpa lembaga
apapun di atasnya yang mengatur interaksi antarnegara karena tidak ada pemerintahan dunia.
Realisme juga berasumsi bahwa negara berdaulat adalah aktor utama dalam hubungan
internasional, bukan organisasi antarpemerintah (IGO), lembaga swadaya masyarakat (NGO),
atau perusahaan multinasional (MNC). Negara bertindak sebagai aktor otonom rasional yang
mengutamakan kepentingan nasionalnya untuk mempertahankan dan menjamin keamanannya
sendiri, kedaulatan, dan kelangsungan hidupnya. Realisme berpendapat bahwa untuk mencapai
kepentingannya, negara akan berusaha mengumpulkan sumber daya, dan hubungan
antarnegara ditentukan oleh tingkat relatif kekuasaannya. Tingkat kekuasaan tersebut
menentukan kemampuan militer, ekonomi, dan politik negara tersebut.
-neorealism -> pengembangan realisme yang dipaparkan oleh Kenneth Waltz dalam Theory of
International Politics. Ini merupakan satu aliran dari neorealisme. Joseph Grieco telah
menggabungkan pemikiran neorealis dengan pemikiran realis yang lebih tradisional. Aliran teori
ini kadang disebut "realisme modern".[15] Neorealisme Waltz menyatakan bahwa dampak
struktural harus dipertimbangkan ketika menilai perilaku suatu negara. Struktur didefinisikan
sebagai prinsip penata sistem internasional yang bersifat anarkis dan pemerataan kemampuan
di segala unit negara. Waltz juga menolak pengutamaan kekuasaan militer tradisional oleh
realisme tradisional. Ia justru menganggap kekuasaan sebagai gabungan kemampuan sebuah
negara.
-liberalisme -> Liberalisme menyatakan bahwa pilihan negara, bukan kemampuan negara,
adalah penentu perilaku negara yang paling utama. Tidak seperti realisme, teori bahwa negara
adallah pelaku tunggal, liberalisme juga menyertakan kemajemukan perilaku negara. Karena itu,
pilihan setiap negara berbeda-beda tergantung faktor kebudayaan, sistem ekonomi, atau
bentuk pemerintahan. Liberalisme juga berpendapat bahwa interaksi antarnegara tidak terbatas
pada politik/keamanan (politik tinggi), tetapi juga ekonomi/budaya (politik rendah) lewat
perusahaan, organisasi, atau perorangan. Alih-alih sistem internasional yang anarkis, ada banyak
kesempatan kerja sama dan makna kekuasaan yang lebih luas, misalnya modal budaya (e.g.,
pengaruh film terhadap popularitas kebudayaan suatu negara yang kemudian menciptakan
pasar ekspor ke seluruh dunia). Prinsip liberalisme lainnya adalah keunggulan absolut dapat
dibentuk melalui kerja sama dan interdependensi, dna perdamaian pun dapat diciptakan.
-konstruktivism -> mempelajari bagaimana pemikiran menentukan struktur internasional,
bagaimana struktur menentukan kepentingan dan identitas negara, dan bagaimana negara dan
non-negara menyusun kembali struktur ini.
-marxisme -> paradigma strukturalis yang menolak pandangan konflik negara atau kerja sama
versi realis/liberal dan berfokus pada aspek ekonomi dan materialnya. Pendekatan Marxis
mengambil sikap materialisme sejarah dan berasumsi bahwa masalah ekonomi merupakan
masalah yang paling utama. Pendekatan Marxis menjadikan kenaikan kelas sosial sebagai fokus
studinya. Kaum Marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terpadu yang
berusaha mengejar akumulasi modal. Subdisiplin HI Marxis adalah studi keamanan kritis.
Pendekatan Gramscian bergantung pada pemikiran Antonio Gramsci yang menyangkut

dan budaya strategis. tingkatan individu berfokus pada seorang individu. seperti kondisi politik internasional. Pendekatan Marxis juga menjadi inspirasi para teoriwan kritis seperti Robert W. karena tingkatan ini adalah yang paling luar. -individu -> Seperti namanya. hukum dan norma internasional. Hal ini karena kita telah menyoroti aspek yang spesifik dari suatu permasalahan. -Sistem Internasional -> Sistem internasional merujuk pada kondisi di berbagai dimensi kehidupan di tingkat internasional. contohnya adalah tipe pemerintahan (demokrasi / authoritarian). organisasi internasional. dan gaya kepemimpinan. aliansi antar negara. menggunakan tingkatan analisa dalam Hubungan Internasional sehingga argumen Anda langsung mengarah pada satu aspek yang spesifik. Fokusnya meliputi aspek-aspek seperti kepribadian. tiga tingkatan berikut merupakan versi yang paling inti. sistem ekonomi (kapitalis / sosialis). Tingkat analisa : suatu penggolongan tingkatan dalam melihat suatu fenomena. Cox yang berpendapat bahwa "Teori selalu untuk orang tertentu dan tujuan tertentu". cara pandang terhadap dunia. Anda bisa menganalogikannya sebagai kulit. multi-national corporation. partai politik. Menggunakan tingkatan analisa sebagai titik awal argumen kita akan membuat argumen kita lebih tajam. -Domestik -> Tingkat domestik merujuk pada kondisi di berbagai dimensi kehidupan dalam suatu negara. kelempok kepentingan. kondisi ekonomi internasional. -teori hijau -> 4. hegemoni kapitalisme. kepentingan nasional. .