Anda di halaman 1dari 9

Nama : Riris Novia Azemi (160342606286

)

Sinta Dwi Wulansari (160342606221)

Kelas : G/2016

KONTROL GENETIK PADA PEMBELAHAN SEL: ONKOGEN DAN
PROTOONKOGEN

Pada sel eukariotik memiliki kontrol pembelahan yang lebih kompleks jika
dibandingkan dengan sel prokariotik. Hal ini dikarenakan terdapat proses-proses yang lebih
kompleks dimana tidak hanya ada pengaturan duplikasi kromosom dan sitokenesis, tetapi
juga terdapat siklus sel yang mengatur pembelahan mitosis.

REGULASI SIKLUS SEL MITOSIS PADA EUKARIOTA
Pada sel yang sedang berkembang, membran sel dan sebagian besar komponen yang
ada di sitosol akan mengalami peningkatan dalam hal ukuran dan kuantitas. Ketika sel
mencapai masa kritis maka sel akan mengalami pembelahan dan menghasilkan dua progeni
yang berukuran lebih kecil. Pada kondisi yang sesuai, sel-sel ini akan mengalami
pertumbuhan dan akan membelah. Dalam pembelahan sel ada 2 hal yang penting yaitu pada
proses tersebut materi genetik harus digandakan dan dua salinan dari materi genetik akan
diturunkan pada keturunannya. Semua sel memiliki siklus sel yang berfungsi untuk
mengkoordinasi berbagai aktivitas sel melalui berbagai mekanisme. Jadi, ada pengaturan
tersendiri untuk sel dapat memulai replikasi DNA, dan waktu sel untuk memulai kondensasi
kromosom saat mitosis.
Siklus pembelahan sel dapat dipelajari pada Sacharomycess cerevisae dan
pembelahan embrio pada Xenopus laevis. Dalam proses tersebut menunjukkan ada 2 proses
yang dapat membuat sebuah sel dapat melanjutkan ke tahap siklus sel selanjutnya. Tahap
pertama, yaitu tahap awal yang terjadi di dekat akhir fase G1. Pada tahap awal, sel akan
memulai sintesis DNA dalam waktu yang singkat pada awal fase S pada siklus sel.
Sedangkan pada tahap kedua, sel akan melanjutkan prosesnya melalui adanya kondensasi
pada kromosom dan pemisahan kromatid saat terjadi mitosis, dan hal ini terjadi pada awal
fase M pada siklus sel.
Sebuah faktor mitosis yang disebut MPF telah ditemukan pertama kali pada Xenopus.
Ketika MPF disuntikkan ke oosit Xenopus, maka MPF akan merangsang oosit untuk
memasuki fase M. Hal ini dikarenakan di dalam MPF ternyata mengandung dua komponen
yang sangat penting yaitu (1) Adanya protein yang disebut siklin yang mengalami siklus
sintesis dan akumulasi selama G1 dan G serta degradasi selama fase M. (2) Adanya pp34

Studi mengenai pembelahan sel yang abnormal dapat diamati pada sel kanker SEL-SEL KANKER: KEHILANGAN KONTROLPEMBELAHAN SEL Kanker merupakan golongan penyakit yang diakibatkan adanya pertumbuhan dan pembelahan sel yang tidak terkendali. antar sel dan sinyal lingkungan. Pembelahan sel pada hewan dikendalikan oleh suatu kontrol genetik. Dalam hal ini ada kanker atau tumor ganas dan kanker atau tumor jinak. dalam mekanisme pertumbuhan sel ada beberapa faktor yang mendorong atau menghambat pertumbuhan dan pembagian jenis sel tertentu. Hal ini dikarenakan adanya komunikasi antar sel yang memiliki peran utama dalam mengatur regulasi komunikasi antar sel. baik kemampuan untuk membagi sama sekali atau ketidakmampuan untuk berhenti membelah. protoonkogen memiliki mekanisme tertentu untuk mengontrol pembelahan sel. Pada fungsi sel yang normal. Hal ini dikarenakan adanya mutasi pada suatu gen atau urutan –urutan baru pada proses rekombinasi. Setiap jaringan yang ada di dalam organ dan setiap organ yang ada di dalam tubuh organisme harus tumbuh dengan ukuran yang tepat. Akan tetapi saat ini telah ditemukan adanya virus gen yang disebut dengan oksogen yang dapat menyebabkan hilangnya kontrol pembelahan sel secara normal. Jadi. ada gen tertentu yang mengatur proses pembelahan sel dalam menanggapi respon intraseluler. Pombe dan CDC28 gen S.dimana pp merupakan phosphoprotein yang merupakan sebuah protein yang memiliki gugus fosfat pada rantai samping asam amino tertentu. PP34 ini merupakan produk dari gen Cdc2S. Selain itu juga terdapat suatu protookogen pada sel normal yang dapat berubah menjadi onkogen selular tumor. Gen pengatur ini juga dapat dipengaruhi oleh mutasi. Adanya mutasi dapat menghilangkan fungsi gen regulator sehingga dapat menyebabkan pembelahan sel yang abnormal. Adanya pp34 ini akan terlibat dalam awal fase M.000 bobot molekul). Pembelahan sel berada di bawah kontrol genetik. Semua pertumbuhan yang ada di dalam tubuh harus dikoordinasikan secara benar sehingga dalam proses pembelahan sel harus dikontrol secara tepat dan harus mengikuti peraturan oleh adanya sinyal-sinyal tertentu dalam suatu organ ataupun jaringan. Dalam suatu sistem jaringan non-sirkulasi. cerevisiae. dan memiliki berat molekul sebesar 34. KOMUNIKASIANTAR SELPADA EUKARIOTAMULTISELULER Mekanisme regulasi pembelahan sel dan pertumbuhan sel pada eukariota multiseluler sangat kompleks. Pada kanker atau tumor ganas adalah . Jadi. pertumbuhan sel yang tidak terkendali tersebut akan menghasilkan tumor.

TUMOR. Pada genom virus Rous sarcoma mengandung 4 gen yaitu: a. yang mengkode selubung protein virus. Ketika virus Rous sarcoma menginfeksi sel. yang mengkode protein kapsid virion. Siklus hidup dari virus Rous sarcoma Salah satu contoh dari retrovirus adalah virus Rous sarcoma yang menginduksi kanker pada sel ayam. yang mengkode transkrispi balik c. Dalam peristiwa ini retrovirus akan mengkode enzim yang spesifik yang disebut dengan reverse transkriptase yang dapat mengkatalisis sintesis urutan DNA homolog dengan menggunakan molekul RNA sebagai template. Dalam keadaan yang terintegrasi ini. . Geg gag. sel inang akan melakukan proses transkripsi dan translasi seperti gen-gen normal yang ada pada sel inang. b. Gen pol.INDUKSI VIRUS: VIRUS ONKOGEN Adanya informasi mengenai onkogen diperoleh dari hasil studi pada virus tumor RNA dan retrovirus. Namun adanya retrovirus ini informasi genetik menjadi dari RNA ke DNA pada saat transkipsi.sel-sel yang dapat berpisah dan bermigrasi ke bagian tubuh yang lain sehingga nantinya akan menyebabkan adanya tumor sekunder. Gen env. Pada retrovirus menyimpan informasi genetik dalam bentuk genom RNA tunggal dan kemudian dapat diubah menjadi bentuk DNA homolog yang memiliki double strain setelah virus berhasil menginduksi sel inang. SV40 dan adenovirus juga mengandung onkogen yang mampu menginduksi pertumbuhan sel yang tidak terkendali. tidak lama kemudian genom RNA akan direplikasi ke dalam bentuk DNA selama transkripsi balik dan DNA virus akan diintegrasikan ke dalam DNA kromosom pada sel inang. Pada genom virus tumor DNA seperti polyomavirus. Hal ini berbeda dengan kanker atau tumor jinak yang tidak dapat bermetastasis. Tumor atau kanker ganas akan mengalami metastasis. Namun dalam onkogen virus DNA ini telah terbukti lebih sulit untuk dipelajari dari pada retrovirus karena tumor menginduksi sifat virus DNA ini tidak mudah dibedakan dari efek yang disebabkan oleh replikasi kromosom virus dan ekspresi gen virus lainnya yang mengakibatkan kematian sel inang yang terinfeksi. Dengan demikian disini terjadi pembalikan informasi genetik yang biasanya dari DNA ke RNA.

yang mengkode ikatan membran protein kinase. Skematik prototip pada transmembran yang berasosiasi dengan aktivitas protein tirosin kinase. Produk Protoonkogen : kunci regulator pada divisi sel Protein c-src merupakan 533 asam amino yang panjang. mereka 18 pasangan nukleotida tunggal yang berbeda antara urutan koding dari v-src dan c-src menghasilkan perubahan 8 asam amino pada produk protein. d. Dari hasil studi menunjukkan bahwa retrovirus yang berbeda akan menyebabkan kanker yang sering membawa onkogen yang saling terkait. Gen scr onkogen. Protein c-src dan produk dari beberapa protoonkogen juga memiliki aktivitas kinase protein tirosin spesifik. Mekanisme tindakan produk gen c-ras dan produk protoonkogene yang berfungsi sebagai aktivator transkripsi berbeda dari produk protoonkogen. Akan tetapi ada juga onkogen retrovirus yang belum berhasil ditemukan. Reseptor ini berperan penting dalam transduksi sinyal dari permukaan sel . Perbedaan utama antara kedua protein terjadi pada ujung terakhir COOH. Gambar 1. Secara total termasuk onkogen virus DNA seluler terdapat 40 gen yang berbeda dan termasuk ke dalam onkogen. Keragaman Onkogen Retrovirus Pada saat ini terdapat 20 onkogen retrovirus yang sudah berhasil ditemukan. Gen scr ini berperan dalam menyebabkan kanker karena adanya salah satu delesi dari gen virus yang menginfeksi dan bereplikasi. dimana 12 asam amino terakhir dari protein v-src diganti oleh 19 asam amino lengkap yang berbeda pada ujung terakhir dari protein c-src. Selain itu. sedangkan protein v-src merupakan 526 asam amino yang panjang.

. Faktor transkripsi pjun dan pfos berinteraksi dengan squence ikatan consensus TGACTCA di elemen pengontrol promoter/enhancer. Asal Mutasi Onkogen Selular ras Ketika onkogen dari sel kanker manusia diklon dan ditandai. Produk protoonkogen c-fos telah terbukti membentuk kompleks yang ketat dengan produk gen c-jun. Interaksi ini sudah banyak dikaji dan dapat dipahami dengan penjelasan gambar 6 secara skematik. mereka sering menjadi turunan dari onkogen protoonkogen c-ras. pjun dan pfos Sebagai Aktivator Transkripsi Gen Produk protoonkogen ada dua. Namun mekanisme detail mengenai transmisi sinyal ini belum banyak diketahui. yang diidentifikasi pertama sebagai sebuah faktor nuklear untuk transkripsi diinduksi oleh komponen pendorong tumor tertentu. yaitu c-jun dan c-fos mengaktifkan transkripsi gen tertentu. Ketiga protoonkogen ras selular ini telah terbukti mengalami mutasi terhadap turunan onkogenik yang dapat dideteksi memalui percobaan transfeksi dengan menggunakan DNA genom dari tumor spontan atau karsinogenik. Translokasi Breakpoin pada Lokus Protoonkogen Lokasi kromosomal dari beberapa protoonkogen selular manusia telah ditentukan. c-jun dan c-fos.menuju nucleus. korelasi mencolok terlihat antara lokasi dan titik pemaparan kromosom translokasi dan kekurangan pada jenis sel kanker tertentu. baru-baru ini terbukti identik dengan protein yang sebelumnya telah terbukti menjadi komponen kompleks nuklear yang mengktifkan transkripsi gene spesifik. Interaksi pjun dan pfos selama transkripsi Produk dua onkogen. Gambar 2.produk c-jun sekarang diketahui menjadi faktor transkripsi AP-1.

Gambar 3. Aktivasi Protoonkogen Ilmuwan telah mengetahui dari satu dekade bahwa virus tumor RNA terdiri dari dua jenis virus yang berbeda : (1) virus transformasi akut seperti virus rous sarkoma yang membawa onkogen seperti v-src dan (2) virus transformasi lambat yang tidak membawa onkogen dan transformasi induksi sel ke keadaan neoplastik hanya setelah periode laten diperpanjang. Long terminal repeats (LTRs) provirus terdiri dari elemen enhancer/promoter kuat yang dapat meningkatkan level transkripsi gen tertentu secara berlebih. . Proses aktivasi penyisipan protoonkogen dengan provirus RNA tumor dapat dilihat pada gen c-myc pada limfomas sel B ayam. Diagram proses aktivasi inseresi protoonkogen oleh provirus RNA tumor. Aktivasi menggunakan genom provirus pada virus leukosis aves yang terletak dekat lokus c-myc. Simbol untuk berbagai protoonkogen berasal dari nama retrovirus yang membawa onkogen virus homolog. Gambar 4. Lokasi kromosom 15 protoonkogen manusia dan pemecahannya yang diamati dalam translokasi ditrmuksn secara konsisten dikaitkan dengan jenis kanker tertentu.

Protoonkogen dan onkogen terlibat dalam proses terjadinya kanker pada manusia. KANKER SEBAGAI PRODUK AKHIR PROSES MULTISTEP Kanker merupakan produk akhir dari berbagai macam proses. Skema Amplifikasi gen Mekanisme amplifikasi gen dapat dilihat pada gen reductase dihydrofolate pada protozoa Leishmania tropica dalam seleksi terhadap obat methotrexat. . Sebenarnya methotrexat secara khusus menghambat enzim dihydrofolat reduktase yang merupakan sebuah enzim peting dalam biosintesis perkusor DNA. Banyak fakta menunjukkan bahwa onkogen tertentu memiliki efek kerjasama pada saat mengawali transformasi neoplastic. Selain itu.Aplifikasi Protoonkogen dalam Sel Kanker Gambar 5. onkogen yang beda memiliki peran masing-masuing yang berbeda pula pada beberapa tipe sel. A.

Sebagai contoh. diantaranya : (1) Geg gag. (4) Gen scr onkogen. yang mengkode transkrispi balik. Gen apa saja yang terkandung pada genom virus Rous sarcoma? Jawab : Pada genom virus Rous sarcoma mengandung 4 gen. . (2) Gen pol. Apa produk dari Onkogen dalam peranannya sebagai Regulator Pembelahan Sel ? Jawab : Oncogen dianggap sebagai penyebab pertumbuhan sel tak terkontrol yang mengakibatkan tumor. Virus-virus sarcoma simian membawa gen v-sis yang menyebabkan sarcoma-sarcoma ketika disuntikkan pada kera.RQA Riris Novia Azemi (160342606286) 1. produk onkogen v-sis dari virus sarcoma simian berkaitan erat untuk sebuah hormon pertumbuhan polipeptida yang disebut platelet-derived growth factor (PDGF). PDGF diproduksi oleh sel- sel platelet sesuai dengan namanya. Pada kasus lain. produk onkogen mungkin berubah atau protein mutan yang memicu pembelahan sel-sel yang pada normalnya tidak membelah dibawah kondisi hidup. yang mengkode ikatan membran protein kinase. 2. produk-produk onkogen adalah protein sederhana yang memainkan peran utama dalam stimulasi pembelahan sel dalam satu atau banyak tipe sel. Pada beberapa kasus. sebuah kekuatan yang mengantisipasi bahwa produk dari gen-gen ini akan berreaksi oleh stimulasi pembelahan sel dalam beberapa cara. yang mengkode protein kapsid virion. mereka juga mentransformasi pertumbuhan fibroblas dalam kultur untuk sebuah neoplastik atau wujud tumor. yang mengkode selubung protein virus. produk enkogen menstimulasi pembelahan sel yang abnormal dengan cara overproduksi. (3) Gen env. Gen scr ini berperan dalam menyebabkan kanker karena adanya salah satu delesi dari gen virus yang menginfeksi dan bereplikasi. Salah satu retrovirus yang menginduksi kanker pada sel ayam adalah virus Rous sarcoma. ia meningkatkan penyembuhan luka dengan menstimulasi pertumbuhan sel-sel pada daerah yang terluka. Jadi kesimpulannya.dengan mensintesis jumlah yang sangat banyak dari jumlah sel normal.

RQA Sinta Dwi Wulansari (160342606221) 3. Bagaimana cara mengidentifikasi Gen-gen dengan rangkaian DNA yang sangat mirip dengan onkogen retroviral dan yang mengkode protein dengan properti yang mirip telah diidentifikasi dalam genom hewan tingkat tinggi termasuk manusia oleh penggunaan dua pendekatan eksperimen nyata ? Jawab : (1) Pendekatan pertama meliputi pencarian rangkaian DNA seluler akan hibridisasi silang dengan onkogen virus hewan. (2) pendekatan kedua meliputi pencarian langsung gen penyebab kanker dalam genom sel kanker oleh eksperimen transfeksi . (2) protoonkogen yang mengkodekan protein pengikat GTP dengan aktivitas GTP. . 4. (3) protoonkogen yang mengkodekan protein kinase. Apa saja macam-macam protoonkogen tersebut? Jawab : Protoonkogen diklasifikasikan menjadi 3 jenis. eksperimen dimana di dalam DNA sel-sel tumor terisolasi dan meluas ke kultur sel jaringan normal untuk melihat jika itu akan mengubah banyak sel tersebut untuk menjadi keadaan kanker. Di dalam tubuh manusia. ditemukan sekelompok gen yang disebut dengan protoonkogen denganbanyak variasi. yaitu: (1) protoonkogen yang mengkodekan faktor pertumbuhan dan reseptor faktor pertumbuhan.