Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ridhal Fauzan

NIM : 155060201111048
Metodologi Penelitian

Terminologi Anodizing

Aluminium merupakan salah satu logam yang terdapat paling banyak di bumi,
penggunaanya pun meluas, mulai dari industri otomotif sampai kesehatan. Sifat–sifat
penting yang menyebabkan aluminium banyak dipakai adalah ringan, tahan korosi,
penghantar listrik dan panas yang baik. Dalam keadaan murni aluminium sangat lunak,
ductile dan tidak begitu kuat. Aluminium murni memiliki kekuatan tegangan 49 MPa
dan 700 Mpa. Aluminium memiliki warna perak mengkilap, warnanya berubah
menjadi kelabu muda akibat pembentukan oksida apabila diletakkan di udara. Oksida
ini sangat ulet dan tahan api. Dalam keadaan murni, temperatur leleh aluminium
660°C, untuk temperatur lebur paduannya antara 520°C sampai 660°C. Juga tidak baik
untuk penuangan dan sukar di-machining. Karenanya aluminium murni jarang sekali
dipakai. Untuk memperbaiki keadaan ini ke dalam aluminium sering ditambahkan
tembaga, mangan, magnesium silisium atau seng yaitu untuk mendapatkan kenaikan
kekuatan dan kekerasan serta beberapa kebaikan lainnya.

Alumunium murni memiliki ketahanan terhadap korosi yang rendah dibanding
aluminium paduan. Korosi merupakan penurunaan kualitas yang disebabkan oleh
reaksi kimia bahan logam dengan unsur-unsur lain yang terdapat di alam. Korosi yang
terjadi pada logam tidak dapat dihindari, tetapi hanya dapat dicegah dan dikendalikan
sehingga struktur atau komponen mempunyai masa pakai yang lebih lama. Korosi pada
aluminium terjadi karena adanya unsur lain dalam aluminium seperti magnesium,
silikon, besi, dan tembaga baik yang berasal dari hasil pengolahan yang kurang
sempurna maupun yang sengaja di tambahkan untuk maksud – maksud tertentu. Untuk
mengatasi masalah tersebut dilakukan berbagai macam proses pelapisan logam seperti
anodizing untuk meningkatkan ketebalan lapisan oksida pada suatu logam.

Anodizing merupakan proses pembentukan lapisan oksida pada logam dengan cara
bereaksikan atau mengkorosikan suatu logam terutama aluminium dengan oksigen
(O2) yang diambil dari larutan elektrolit yang digunakan sebagai media, sehingga
terbentuk lapisan oksida. Proses ini juga disebut sebagai anodic oxidation yang
prinsipnya hampir sama dengan proses pelapisan dengan cara listrik (elektroplatting),
tetapi bedanya logam yang akan dioksidasi ditempatkan sebagai anoda didalam larutan
elektrolit. Perbedaan lain larutan elektrolit yang digunakan bersifat asam dengan
penyearah arus (DC) bertipe dan ampere tinggi. Proses utama, dalam oksidasi anoda
alumunium memerlukan larutan asam sulfat, asam kromat atau campuran asam sulfat
dan asam oksalat. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kekerasan permukaan,
ketahanan aus ataupun sifat mekanis pada logam. Proses anodizing dipengaruhi
beberapa faktor seperti suhu, kerapatan arus, temperatur, voltase, waktu proses dan
lain-lain, sehingga untuk menghasilkan produk yang diinginkan, beberapa faktor
tersebut harus dikendalikan.

korosi tidak hanya berada dalam cakupan reaksi elektrokimia namun juga dalam reaksi metalurgi yang memungkinkan logam mengalami degradasi kualitas. Elektrolit : media mengalirnya electron dari anoda ke katoda . Korosi hanya dapat terjadi apabila terdapat keempat variabel berikut: Katoda : tempat terjadinya reaksi reduksi atau tempat menerimanya elektron.Korosi pada aluminium terjadi karena adanya unsur lain dalam aluminium. 2001]. Definisi dari korosi adalah perusakan atau penurunan mutu dari material akibat bereaksi dengan lingkungan (MARS G. korosi dapat didefinisikan sebagai degradasi atau penurunan kualitas suatu material akibat interaksi antara material tersebut dengan lingkungannya.1987). korosi merupakan degradasi material akibat adanya interaksi antara logam dengan lingkungan yang menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi dan reduksi (reaksi elektrokimia). Dalam ruang lingkup berbasis logam. untuk itu pengerjaan secara kimia atau dengan proses anodic oxidation (proses anodizing) diusahakan untuk mendapatkan lapisan oksida yang lebih tebal dan berfungsi sebagai lapisan pelindung. FONTANA. Korosi merupakan proses alam yang pasti terjadi karena pada dasarnya suatu logam ingin kembali menjadi bentuk asalnya yaitu berupa oksida (produk korosi)/ karat. dalam hal ini adalah interaksi secara kimiawi. [Sanders. Proses anodisasi adalah proses pembentukan lapisan oksida pada logam dengan cara mereaksikan atau mengkorosikan suatu logam terutama aluminium dengan oksigen. sehingga terbentuk lapisan oksida. Secara terminologi. Anoda : tempat terjadinya reaksi oksidasi atau tempat hilangnya elektron. Walaupun demikian. diambil dari larutan elektrolit yang digunakan sebagai media. secara faktor metalurgi.

tahan korosi. Hanya sayangnya mutu logam akan menurun akibat adanya keausan yang disebabkan karena gesekan. Korosi sendiri umumnya terjadi pada benda-benda logam seperti besi. keras. tangguh dan ulet suatu bahan dasar perlu dipertimbangkan dalam suatu aplikasi. Chromizing atau pemberian lapisan krom merupakan metode yang banyak digunakan dalam industri guna mendapatkan permukaan logam yang keras. piston ring. namun korosi juga mengakibatkan kerugian dari segi penampilan. Sifat aus. dies and molds. sock adsorber.Metallic path : penghubung antara anoda dan katoda yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari katoda ke anoda. dan kerajinan.xH2O. cylinder liner. Dalam perkaratan senyawa baru yang dimaksud ialah zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori. Maka perlu dilakukan tahap penyelesaian (finishing) untuk mengurangi kerugian-keugian yang diakibatkan aus. Bumper pada mobil misalnya. Korosi ini menjadi beban dalam industri. Finishing juga berfungsi dekoratif. kontruksi. Nama lain korosi disebut juga dengan karatan. Korosi sangat sering kita dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Finishing diperlukan bagi logam-logam yang mudah mengalami korosi. Dewasa ini perkembangan teknologi rekayasa pelapisan listrik (elektroplating) telah banyak memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap laju pertumbuhan industri dalam skala besar hingga indutri dalam skala kecil. Korosi adalah reaksi antara logam dengan zat-zat disekitarnya misalnya udara dan air sehingga menimbulkan senyawa baru. Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3. Korosi merupakan penurunan mutu logam yang diakibatkan karena reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. tetapi juga agar tetap mengkilap selama dipakai. Tidak hanya menurunkan daya guna dari logam. Baja merupakan salah satu logam yang banyak digunakan oleh masyarakat dan industri. tidak hanya dikehendaki awet. Berikut adalah sebagian elemen pada mesin yang mengalami gesekan dan saling kontak dengan komponen yang lain: brake piston. Dengan adanya gesekan yang terjadi pada kedua komponen yang saling kontak akan mengakibatkan keausan.salah satu cara yang dipakai adalah dengan memberi lapisan pada permukaan logam untuk mendapatkan lapisan yang tebal dengan permukaan yang keras. misalnya pada bidang otomotif. Pelapisan logam adalah salah satu cara finishing logam yang banyak dipakai agar terhindar dari korosi. hydraulic rot. Metode ini dipilih karena lebih mudah diaplikasikan pada baja dengan kadar karbon rendah dan pengerjaannya juga lebih mudah dibandingkan . misalnya baja yang termasuk murah dan kuat sehingga efektif.

Maka untuk mendapatkan ketebalan dan kekerasan yang paling baik.tegangan. . konsentrasi larutan.metode-metode yang lain. Cara yang umum digunakan untuk pelapisan adalah pelapisan secara listrik (elektroplating) yaitu proses pelapisan logam maupun non logam secara elektrolisis melalui penggunaan arus searah (DC) dan larutan kimia (elektrolit) yang berfungsi sebagai penyuplaion-ion logam untuk membentuk lapisan logam pada katoda. perlu dilakukan penelitian lebih lanjut lagi agar nantinya proses pelapisan krom keras yang akan diterapkan pada baja karbon rendah tipe AISI 1026 dengan pengaruh arus dan waktu terhadap kekerasan didapat hasil hasil yang lebih baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dari hasil pelapisan kromium diantaranya adalah temperatur. rapat arus dan waktu pelapisan.