Anda di halaman 1dari 10

ARTIKEL PEMETAAN THEODOLITE

PRAKTIK KULIAH LAPANGAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

PEMETAAN TERESTIS WILAYAH DESA CANDI DENGAN MENGGUNAKAN
THEODOLITE
Terrestrial Mapping Of Candi Village Area by Using Theodolite
Alfiyatus Salimah 1), Anna Majida A.1), Azkia Hanifah1), Kurniawan Sidik P.1),
Rindi Antika Sari1),Rian Apriyanto 1), Syafira Aulia N.1), Tisyan Fadhel P.1), dan
Drs. Suhardjo M.Pd 2)
1)Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Jakarta
2)Dosen Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Jakarta
E-mail : geografiunj16@gmail.com

Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah

Abstract :

A map is a depiction of the Earth's surface on a plane of a certain scale
through a projection system. The mapping team is divided into Theodolitee Team and
GPS Team. Theodolitee is in charge of mapping the deep polygons. Theodolitee is a
tool used to measure horizontal angles and vertical angles. This tool is to measure the
existing road in the Candi Village, Bandungan, Semarang. Theodolite use can not be
separated from the GPS and waterpass. GPS (Global Positioning System) is used to
accurately display latitude, longitude and time data, because GPS uses satellite help.
While the waterpass is used to facilitate the Theodolitee position to be flat, flat and
perpendicular to the center of the earth.
Keywords : Map, Theodolitee, GPS, Waterpass

Abstrak :

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala
tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Tim pemetaan dibagi menjadi yaitu Tim
Theodolitee dan Tim GPS. Theodolitee bertugas memetakan poligon dalam.
Theodolitee merupakan alat yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal dan
sudut vertikal. Alat ini untuk mengukur jalan yang ada di Desa Candi, Bandungan,
Semarang. Penggunaan Theodolite tidak lepas dari adanya GPS dan waterpass.
GPS (Global Positioning System) digunakan untuk menampilkan data lintang, bujur,
dan waktu secara akurat, karena GPS menggunakan bantuan satelit. Sedangkan
waterpass digunakan untuk mempermudah memposisikan Theodolitee agar datar,
rata dan tegak lurus terhadap titik pusat bumi.

Kata Kunci : Peta, Theodolitee, GPS, Waterpass

Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. danau dan sebagainya. Peta bisa disajikan dengan berbagai cara yang berbeda. memungkinkan untuk terjadi perubahan wilayah pada suatu tempat oleh karena itu. Salah satu produk dari geografi teknik adalah peta. Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan skala tertentu. tim pemetaan dirasa perlu untuk mengkaji wilayah Desa Candi dengan Pemetaan Terestis menggunakan Theodolite.ARTIKEL PEMETAAN THEODOLITE PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Pendahuluan Geografi merupakan ilmu yang mempelajari persamaan. Untuk mempelajari konteks keruangan tentunya geografi harus memiliki teknik dan cara-cara yang akurat agar hasilnya tepat daan berdaya guna serta dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia. Peta dapat memberikan banyak data seperti topografi suatu wilayah. Istilah peta berasal dari bahasa Yunanni mappa yang berarti taplak atau kain pentup meja. mulai dari peta konvensional yang tercetak higga peta digital yang tampil dilayar komputer. Keadaan Bumi yang bersifat dinamis dan selalu berkembang. Ilmu yang mempelajari sebuah peta disebut kartografi. Oleh sebab itu. tempat wisata. Pengertian peta menurut para ahli sebagai berikut : Menurut ICA (International Cartographic Association). dalam ilmu geografi juga dikenal dengan ilmu teknik sebagai salah satu cabang ilmu geografi yang berdiri seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi. dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungam dalam konteks keruangan (Hasil seminar lokakarya. ketinggian suatu tempat. masjid. lokasi-lokasi penting yang bersifat umum seperti balai desa. Kajian Pustaka Pengertian Peta Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengam skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. 1988). Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran atau seluruh bagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi .

wilayah dan nama yang dikemukakan dalam istilah : liputan. Adapun unsur- unsur dari peta tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Peta adalah gambaran konvensional dari kenampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas. Jadi pengertian peta secara umum adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. ukuran. digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu. Berdasarkan fungsi tersebut maka sebuah peta hendaknya dilengkapi dengan berbagai macam komponen atau unsur kelengkapan yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam membaca atau menggunakan peta. ciri. Garis Tepi (Border) 3. Judul Peta 2. Orientasi 4.J Mounkhous dan H. Legenda . yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan. ketebalan simbul dan lain-lain. dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.R Wilkinson.ARTIKEL PEMETAAN THEODOLITE PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa. Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL 2005). Skala Peta 5. Menurut Aryono Prihandito (1988). Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan. garis. Menurut Erwin Raisz (1948). pola. Peta ialah suatu perakitan terpadu atau suatu sintesa dari empat kelompok infomasi yaitu titik. Menurut F. Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu. bentuk. Batasan tersebut di atas langsung menunjuk ke pada segi teknik penetapan simbul dan analisis keruangan aspek persebaran data dalam jenis dan besaran serta penamaan geografiknya (toponimy). Peta merupakan alat bantu dalam menyajikan suatu informasi keruangan. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi atau tiga dimensi dari suatu ruang. merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.

Alat ini banyak digunakan sebagai piranti pemetaan pada survey geologi dan geodesi. Setelah itu baru bisa terbaca untuk menentukan jarak atau ketinggian suatu benda yang dilihat dari Theodolitee. lintang. Lattering 8. bujur. Sedangkan waterpass digunakan untuk mempermudah memposisikan Theodolitee agar datar. Komponen Theodolitee . posisi pengamat (bujur. Simbol Peta 7.ARTIKEL PEMETAAN THEODOLITE PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 6. Penggunaan Theodolite tidak lepas dari adanya GPS dan waterpass. Skala Theodolitee merupakan alat yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal (Horizontal Angel = HA) dan sudut vertikal (Vertikal Angel = VA). Dengan berpedoman pada posisi dan pergerakan benda-benda langit dan bantuan satelit-satelit GPS. lalu ke lensa pembalik (jika ada) dan terakhir ke lensa focus. cahaya akan terlihat di mata bersamaan dengan diafragma. Cahaya akan masuk melalui lensa objektif. Setelah masuk ke lensa focus. ketinggian) dapat ditentukan dengan akurasi sangat tinggi. Warna Peta 10. GPS (Global Positioning System) digunakan untuk menampilkan data lintang. dan waktu secara akurat. Sinar cahaya masuk melalui line of collimation. Dalam peralatan GPS. Biasanya yang memiliki lensa pembalik adalah Theodolitee dengan sistem digital. karena GPS menggunakan bantuan satelit. lensa focus dan lensa pembalik. Prinsip Kerja Theodolite Pada Theodolitee terdapat 2 lensa atau 3 lensa yakni lensa objektif. Theodolite dapat menunjukan suatu posisi hingga satu detik busur (1/3600°). rata dan tegak lurus terhadap titik pusat bumi. Alat ini dilengkapi dengan teropong yang mempunyai pembesaran lensa yang bervariasi. Sumber Data dan Tahun Pembuatan 9.

Sekrup pengatur menit dan detik 11. terdiri dari : 1. Sekrup pengunci sudut vertical 10. Kecamatan Candisari. Sekrup pengatur sudut horizontal dan vertical 12. Teropong / Teleskop 2. Sekrup Okuler dan Objektif 4. Sekrup pengunci pesawat dengan statif Bagian Bawah terdiri dari : 1. Sekrup Gerak Vertikal 5. Provinsi Jawa Tengah. . Sekrup repitisi 4. Ekonomi dan Pemetaan Tahun 2018 diperuntukan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi. Nivo kotak 8. Universitas Negeri Jakarta angkatan 2016. Nivo tabung 3. Sekrup repitisi 16. Kabupaten Semarang. Tiga sekrup penyetel nivo kotak 15.ARTIKEL PEMETAAN THEODOLITE PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Secara umum. Bagian Bawah terdiri dari : 13. Teropong bacaan sudut vertical dan horizontal 7. Sekrup pengunci teropong 9. konstruksi Theodolite terbagi atas dua bagian yaitu bagian atas dan bawah dengan perincian sebagai berikut : Bagian atas. Fakultas Imu Sosial. Statif / Trifoot 2. Sekrup pengunci pesawat dengan statif METODOLOGI KERJA Waktu dan Lokasi PKL Kegiatan Praktik Kuliah Lapangan Sosial. Tiga sekrup penyetel nivo kotak 3. yang dilaksanakan pada : tanggal : 17-21 April 2017 tempat Kajian : Desa Candi. Sekrup gerak horizontal 6. Statif /Trifoot 14.

f. d. Untuk membuat water position berada ditengah putar sekrup bulat sampai water position bergerak yang terdapat di bawah Theodolite untuk menurunkan atau meninggikan posisi Theodolite agar berada pada posisi yang datar. Kalibrasi Theodolite dengan melihat kelurusan dan kedataran posisi Theodolite atau bisa mengecek posisi ketegakan pada water position dan pastikan water position berada pada posisi tengah lingkaran. Tentukan titik rambu ukur pada muka belakang dan depan pada Theodolite. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari di lapangan yang bertempat di Desa Candi. e. i. Arahkan muka Theodolite ke arah utara menggunkan kompas. Berdirikan Theodolite pada posisi datar. .ARTIKEL PEMETAAN THEODOLITE PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Kelompok kajian pemetaan dibagi menjadi dua kelompok besar. Dengan perincian satu kelompok untuk pemetaan Theodolite dan satu kelompok lainnya untuk pemetaan dengan GPS. h. Jika Theodolite dengan kompas sudah sama arahnya (ke arah utara) tekan tombol “power” pada Theodolite untuk mengaktifkan Theodolite. Jawa Tengah. kompas dan alat penunjang lainnya. Putar lensa untuk melihat ketinggian dan otomatis akan terlihat tulisan VA sesuai dengan ketinggian tempat Theodolite berada. Sedangkan Tim GPS mengumpulkan data poligon terluar dengan menyusuri batas desa serta dusun. b. rambu ukur. Standar Operasional Prosedur Pemetaan Thedolite A. Persiapkan satu set Theodolite. c. Pembagian kerja antara tim pemetaan ialah Tim Theodolite bertugas memetakan poligon dalam. titik rambu ukur depan dan belakang harus terlihat dari titik awal pengukuran (titik letak Theodolite). Tentukan titik awal pengukuran. Tahapan Awal (Persiapan Alat) a. Setelah diaktifkan akan terlihat tulisan HA : 0º 0’ 0” menandakan bahwa arah Theodolite sudah tepat ke arah utara dan sama dengan kompas. meteran. Semarang. g.

b. d. Misalnya tinggi pengukur 170 cm. c. Langkah selanjutnya adalah mencatat angka horizon dan vertikal di Theodolite dan di catat di buku ukur oleh tim pencatat. Setelah mendapatkan angka selisih kalikan dua lalu beritahu angka kepada tim pencatat yang nantinya angka tersebut akan di tulis di buku ukur. tinggi Theodolite 165 cm.ARTIKEL PEMETAAN THEODOLITE PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA j. dan benang tengah yang menjadi titik tembak pada rambu adalah 16. Kemudian. Jika benang tengah sudah terlihat tepat pada nomor pada rambu yang telah ditetapkan temukan benang atas yang terdapat di atas benang tengah. Pembahasan Kondisi Geografis Lokasi Pemetaan PKL Desa Candi merupakan salah satu desa penghasil bunga potong dan bunga tabur yang ada di Indonesia. Setelah dilakukan pencatatan. h. catat dan hitung dalam buku ukur dan buku koordinat. Terdapat beberapa lokasi wisata yang dapat kita kunjungi. . e. g. Desa ini terletak di kaki Gunung Ungaran. Tahapan Kedua (Persiapan Membidik) a. kemudian dilakukan perhitungan dan pengolahan data hingga menghasilkan titik koordinat Theodolite untuk selanjutnya di gambar menjadi sebuah peta. f. B. Arahkan lensa ke arah rambu ukur untuk membidik benang tengah yang menjadi sasaran utama dalam pembidikan. Komunikasikan kepada orang yang memegang rambu untuk berdiri tegak agar benang tengah pada rambu ukur tepat sesuai dengan tingginya. Setelah itu. selisihkan angka antara benang atas atau benang bawah dengan benang tengah yang nantinya angka tersebut akan digunakan untuk perhitungan. Semarang. Jawa Tengah yang memiliki potensi besar untuk dijadikan daerah wisata yang menarik. Ukur tinggi pengukur Theodolite untuk menyesuaikan tinggi Theodolite (tinggi Theodolite harus kurang dari tinggi pengukur atau setinggi dada pengukur agar pengukur tidak terlalu tegak dalam membidik benang tembak pada rambu ukur) dan menentukan benang tengah penembak Theodolite.

Kabupaten Semarang. Berikut adalah rincian beberapa data mengenai profil Desa Ungaran : 1. Letak Wilayah Desa Desa Candi merupakan bagian dari Kecamatan Bandungan.50 Ha  Hutan Negara : 470 Ha 4. Candi Gedong Songo dan masih banyak lagi. Dengan luas wilayah 1.90 Ha  Tanah Ladang : 262. Penggunaan lahan Pennggunaan lahan terbesar ialah disektor pertanian sehingga sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani atau buruh tani. Kabupaten Semarang.50 Ha 3.59 Ha  Bangunan/ Perkarangan : 70 Ha  Kuburan : 3.082.90 ha  Tegalan : 449.  Tanah sawah : 137.39 Ha  Tanah bangunan/pekarangan : 70 Ha  Lain-lain : 2. Luas Wilayah Desa Desa Candi merupakan bagian dari Kecamatan Bandungan. Secara Administrasi Desa Candi terletak dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:  Sebelah Utara : Gunung Ungaran  Sebelah Selatan : Desa Banyukuning  Sebelah Timur : Desa Kenteng  Sebelah Barat : Desa Jubelan 2.50 Ha  Sekolah : 1. Taman Bunga Celosia. Penggunaan tanah sawah menurut jenis pengairan dengan pencirian sebagai berikut: .05 Ha  Lain-lain : 2.29 Ha dengan kondisi tanah dataran tinggi pegunungan dengan rincian sebagai berikut:  Tanah sawah : 137.ARTIKEL PEMETAAN THEODOLITE PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA seperti Curug Tujuh Bidadari.

kemudian dilanjutkan . Pemetaan yang dilakukan selama tiga hari telah menghasilkan bentuk medan jalan Desa Candi.ARTIKEL PEMETAAN THEODOLITE PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA  Irigasi teknis : . tim kami telah memetakan panjang jalan utama antar desa.Ha  Setengah teknis : .10 Ha 5.Ha  Irigasi sederhana : 108 Ha  Tadah hujan : 29. Kependudukan Jumlah penduduk tahun 2013 berjumlah 6582 jiwa terdiri dari:  Laki-laki : 3447 jiwa  Perempuan : 3135 jiwa Data Peta Desa Candi Kesimpulan Dari hasil pemetaan terestrial. Dimulai dari balai desa Candi dilanjutkan sampai batas desa sebelah barat dan pindah ke batas desa sebelah timur.

Ilmu Ukur Tanah 2 Tentang Theodolit. Kartografi.id/upload/131568303/pendidikan/Kartografi+Dasar. Kartografi Dasar. . (2012). April). (2015. N. (2010). M. pdf Safru.html?m=1 K.uny. & Subroto.sanggapratama. (2014). Sejarah Desa Cisantana Cigugur Kuningan Jawa Barat. 2017.Endro Sariyono. from http://www.communitydeveloper. Bandung: ITB. Kartografi. 2017.. Islamic Community Developmeny.ac.com/2010/07/teodolit.wordpress.pdf (diunduh) Soendjojo. (2010). from https://www. from http://www. 2017.ARTIKEL PEMETAAN THEODOLITE PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA kembali pada objek wisata Gedong songo sampai pertigaan tempat parkiran bus. A. I..staffnew.id/2015/04/sejarah-desa- cisantana-cigugur-kuningan. Sebagai hasil dari pemetaan yang kami lakukan dengan Theodolit Nikon NE-103 kami tidak menemui perbedaan yang berarti pada peta lama dan terkini dari desa Candi. H. Retrieved Mei Selasa 02. & Riqqi.files. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional. U. Retrieved Mei 04. Daftar Pustaka Indradi. T.blogspot. Retrieved Mei 02 Selasa.co.