Anda di halaman 1dari 9

RMK

KONSEP DASAR AUDIT INTERNAL DAN
STANDAR UNTUK PRAKTIK PROFESIONAL AUDIT INTERNAL
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Audit Internal

Oleh:
Kurnia Kusuma Wijayanti
175020304111002 (CZ)

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
Malang
2018

Memeriksa dan mengevaluasi. SEC mempersyaratkan sertifikasi laporan keuangan oleh auditor independent. Dibentuk. lingkup pekerjaan audit internal berkaitan dengan seluruh bagian organisasi. peran aktif auditor internal untuk mencari fakta dan evaluasi e. f. Sejarah dan Latar Belakang Audit Internal Tahun 1930an:  Tahun 1934 Securities and Exchange Commission (SEC) dibentuk dan mengubah tujuan dan teknik audit eksternal pasca depresi ekonomi AS dan dunia. Definisi praktik audit internal menurut IIA: Audit internal adalah fungsi penilaian independen yang dibentuk dalam sebuah organisasi untuk memeriksa dan mengevaluasi aktivitas-aktivitasnya sendiri sebagai jasa kepada organisasi. Keahlian auditor internal mencakup kemampuan untuk mengerti keterhubungan atas berbagai macam pengendalian dan integrasi terbaik yang dapat dilakukan dalam keseluruhan sistem pengendalian internal. Istilah penting dalam definisi audit internal oleh IIA: a. Auditor internal mengikuti standar professional Institute of Auditor internals (IIA). . lingkup audit internal berlaku pada seluruh aktivitas perusahaan modern. Penilaian (appraisal). Independen. Jasa. oleh pegawai perusahaan tersebut bukan oleh pihak luar. CHAPTER 1 KONSEP DASAR AUDIT INTERNAL Audit internal merupakan bidang audit yang lebih luas. bebas dari batasan yang dapat membatasi lingkup dan efektivitas review atau temuan dan kesimpulan audit internal b. Kata kunci audit internal: a. diperlukan evaluasi yang dihasilkan dari kesimpulan audit internal c. Aktivitasnya sendiri. Kepada organisasi. b. audit internal bertujuan untuk membantu dan memberikan asistensi g. Auditing  Secara sempit : pemeriksaan atas akurasi aritmatik atau keberadaan fisik atas suatu catatan akuntansi  Secara luas : pemeriksaan secara hati-hati dan penilaian pada level organisasi tertinggi. Audit internal merupakan suatu bentuk pengendalian dalam sebuah perusahaan yang menjalankan fungsinya dengan mengukur dan mengevaluasi efektifivitas pengendalian lainnya. Auditor internal melakukan review dan penilaian operasi internal perusahaan secara independent. Internal Mendefinisikan pekerjaan yang dilakukan di dalam sebuah perusahaan. audit internal merupakan fungsi formal dan definitive dalam perusahaan modern d.

akurasi pencatatan transaksi keuangan. Pada level yang lebih kompleks. auditor internal menilai aktivitas pengendalian secara keseluruhan dan mulai merambah ke area non finansial dalam perusahaan. Brink melanjutkan thesis yang merupakan ide pembentukan audit internal modern hingga thesis tersebut dipublikasikan sebagai Modern Internal Auditing. Fungsi audit internal paling primitif atau self-assessment dapat ditemukan ketika seseorang memeriksa pekerjaannya sendiri untuk menilai hasilnya dan menemukan cara yang lebih baik untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. IIA dibentuk oleh para auditor internal sebagai sarana untuk membagi pengalaman dan memperoleh pengetahuan. Titik fokus manajemen pada mulanya adalah untuk melindungi aset. Pendelegasian tersebut membuat aktivitas audit internal menjadi sebuah bagian yang formal dan eksplisit. Seiring perkembangan waktu. Pasca perang dunia ke-II: Victor Z. fungsi penilaian tersebut didelegasikan pada orang atau bagian tertentu. dorongan lingkungan menciptakan kebutuhan atas perlindungan akan bahaya industrial. Dibandingkan hanya melaporkan pengecualian akuntansi. fungsi auditor internal pada mulanya tidak jauh berbeda dengan auditor eksternal. auditor internal memulai jenis jasa yang baru yang lebih berorientasi pada pengembangan tanggung jawab manajemen. Pembentukan kerangka konseptual pengendalian internal COSO dan SOx meningkatkan kebutuhan akan jasa audit internal. kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan. dan standar etika. seperti dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu. dukungan atas program pengendalian kualitas.  Titik fokus auditor internal pada awalnya mirip dengan auditor eksternal yaitu memeriksa catatan akuntansi dan mendeteksi kesalahan keuangan dan kejanggalan. Tahun 1940an: Tahun 1942 IIA dibentuk dengan New York sebagai pusat keanggotaan pertama. Selain itu. .

Standar IIA Terkini: Perubahan yang Terjadi Standar IIA diubah secara berkala tergantung kebutuhan bisnis dan tugas seorang auditor internal saat ini. Oleh karena itu. seperti bank atau dari perusahaan yang memberikan jasa auditor internal. harus mengikuti aturan standar profesi tersebut. Latar belakang tersebut dapat memunculkan beberapa perbedaan standar profesi dari profesi-profesi lainnya. INTERNAL AUDITING PROFESSIONAL PRACTICE STANDARDS Auditor internal bekerja pada ruang lingkup yang luas serta bertugas untuk mengaudit beberapa kegiatan operasional dan area finansial. IIA standar merupakan acuan bagi auditor internal. Standar ini berisi hal hal apa yang harus dilakukan oleh auditor internal dan menjadi sifat dasar bagi auditor internal. dan telah direvisi di tahun 2004 serta telah diklarifikasi. Saat IIA membuat beberapa aturan umum yang dibuat secara luas. CHAPTER 8 STANDAR UNTUK PRAKTIK PROFESIONAL AUDIT INTERNAL Setiap profesi memiliki standar kinerja yang ditetapkan secara umum untuk menilai profesionalitas pelakunya. standar IIA dijadikan pedoman dalam penyelesaian konflik. Perubahan besar yang terjadi dalam standar memperbolehkan auditor membantu review dan penilaian atas pengendalian internal (SOx Section 404 internal controls assessment). IIA. sebagai organisasi Internal Audit membuat standar yang digunakan sebagai praktik dasar bagi seorang auditor internal. Karena tugasnya yang beraneka ragam. karena ada kendala mengenai siapa yang mengawasi kinerja auditor . sebagai bagian dari IIA. Auditor internal dapat berasal dari profesi lainnya. Standar IIA yang sekarang lebih spesifik dan realistis agar fungsi auditor internal dapat diwujudkan dengan lebih efektif dan efisien. Standar IIA tertua (2004) memuat beberapa detail yang hampir tidak masuk akal. Namun mereka tetap harus mematuhi aturan standar profesi berdasarkan IIA. Disaat terjadi konflik. tetapi standar IIA tertua justru terlalu spesifik. Tapi larangan tersebut tidak dihiraukan beberapa tahun terakhir ini. Standar IIA didesain untuk:  Menggambarkan prinsip-prinsip dasar untuk praktik audit internal  Menyediakan Kerangka kerja dalam menjalani aktivitas sebagai auditor internal  Menetapkan tolak ukur pengukuran kinerja auditor internal  Membantu mengembangkan proses dan operasional organisasi Latar Belakang Standar IIA Standar ini ditentukan IIA’s professional standards committee berdasarkan atas kinerja professional beserta pendapat yang diterima dari anggota IIA dan anggota lainnya. Standar yang paling awal melarang auditor internal menjadi seorang konsultan. Perubahan dalam IIA standar 2004 yang telah direvisi memperbolehkan seorang IIA bertindak sebagai konsultan dan juga sebagai auditor. Semua auditor internal saat ini. komite audit dan manajemen senior berharap auditor internal menjalankan tugasnya dengan kompeten dan konsisten. Pada tahun 2007.

ISI STANDAR IIA Versi terkini dari standar terdiri dari standar atribut. dan Tanggung Jawab Tujuan. Perubahan signifikan yang ditinjau kembali dari semua standar dimana terdapat kata ‘seorang auditor internal harus’ diubah menjadi ‘seorang auditor internal wajib’. maka dibuatlah peraturan yang baru yang ditambahakan pada peraturan penilaian eksternal 1312. wewenang. dan Standar. dan tanggung jawab dari Aktivitas Audit Internal harus didefinisikan secara formal dalam Piagam Audit Internal. Kode Etik. should be discussed by the CAE [chief audit executive] with the Board. Wewenang. independent reviewer or review team from outside the organization. The potential need for more frequent external assessments as well as the qualifications and independence of the external reviewer or review team. Standar Atribut Standar 1000 – Tujuan. dan Tanggung Jawab 1000 – Tujuan. Kepala Eksekutif Audit harus secara berkala meninjau Piagam Audit Internal dan menyampaikannya kepada manajemen senior dan Dewan untuk persetujuan. Such discussions should also consider the size.internal. . Seluruh auditor internal harus waspada terhadap kualitas review dan para CAE harus memperhatikan auditor internalnya agar mereka memenuhi syarat yang berlaku dan menyusun review periodik. including any potential conflict of interest. 2009 New Internal Audit Standards Standar ini resmi dirilis pada Jauari 2009. Standar implementasi berlaku pada jenis perikatan tertentu dan dibedakan secara lebih jauh antara standar asurans dan aktivitas konsultansi. Perubahan tersebut merupakan perubahan yang signifikan dalam standar auditor internal. baik sebagai IA maupun sebagai konsultan internal atau bagi yang mengatus semua fungsi internal audit. External assessments should be conducted at least once every five years by a qualified. Standar kinerja mendeskripsikan sifat aktivitas audit internal dan menyediakan kriteria kualitas dalam kinerja yang dapat dievaluasi atas jasa tersebut. complexity and industry of the organization in relation to the experience of the reviewer or review team. Perubahan IIA berupa perubahan dari ‘harus’ menjadi ‘wajib’ mungkin merupakan salah satu perubahan yang paling signifikan dalam prakteknya bagi seorang internal audit sejak peraturan ini ditemukan oleh Victor Brink. Wewenang. 2 peraturan review berupa detail syarat bagi reviewer termasuk eksternal review tim harus terdiri dari individu yang kompeten dalam menjalaknkan tugas sebagai seorang auditor internal dan penilaian eksternal. konsisten dengan Definisi Internal Audit. Standar-standar tersebut merupakan kumpulan peraturan bagi semua aktivitas seorang auditor internal. standar kinerja dan standar implementasi. IIA mempublikasikan apa yang disebut dengan peraturan konsultasi pada semua standar termasuk perubahannya untuk melaksanakan review eksternal. Standar atribut merujuk kepada karakteristik perusahaan dan pihak yang menjalankan aktivitas audit internal. Dan peraturan terbaru tersebut sudah secara resmi diteteapkan.

dan auditor internal harus bersikap objektif dalam melaksanakan pekerjaan mereka. dan kompetensi lainnya melalui pengembangan profesional berkelanjutan. Kecermatan profesional tidak berarti kesempurnaan. . Standar 1220 – Kecermatan Profesional 1220 – Kecermatan Profesional Auditor Internal harus menerapkan kecermatan dan keterampilan yang diharapkan dari seorang auditor yang cukup berhati-hati dan kompeten. Sifat dari pengungkapan akan tergantung pada gangguan tersebut. rincian gangguan harus diungkapkan kepada pihak-pihak yang tepat. keterampilan. Standar 1200 – Keahlian dan Kecermatan Profesional 1200 – Keahlian dan Kecermatan Profesional Penugasan harus dilakukan dengan keahlian dan kecermatan profesional. Aktivitas Audit Internal secara kolektif harus memiliki atau mendapatkan pengetahuan.Standar 1100 – Independensi dan Objektivitas 1100 – Independensi dan Objektivitas Aktivitas Audit Internal harus independen. keterampilan. Standar 1130 – Gangguan terhadap Independensi atau Objektivitas 1130 – Gangguan terhadap Independensi atau Objektivitas Jika independensi atau objektivitas terganggu baik secara kenyataan ataupun secara penampilan. dan kompetensi lain yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawabnya. Standar 1110 – Independensi Organisasi 1110 – Independensi Organisasi Audit internal harus memenuhi syarat independensi organisasi. 1210 – Keahlian Auditor internal harus memiliki pengetahuan. dan kompetensi lain yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawabnya. Standar 1230 – Pengembangan Profesional Berkelanjutan 1230 – Pengembangan Profesional Berkelanjutan Auditor internal harus meningkatkan pengetahuan. dan menghindari konflik kepentingan. Standar 1300 – Program Pemastian Kualitas dan Peningkatan 1300 – Program Pemastian Kualitas dan Peningkatan Kepala Eksekutif Audit harus mengembangkan dan memelihara program pemastian kualitas dan peningkatan yang mencakup semua aspek dari Aktivitas Audit Internal. keterampilan. tidak bias. Standar 1120 – Objektivitas Individual 1120 – Objektivitas Individual Auditor internal harus memiliki sikap yang tidak memihak.

yaitu Standar yang menjelaskan sifat dari kegiatan audit internal dan sebagai kriteria evaluasi kinerja. Kepala Eksekutif Audit harus mengungkapkan ketidaksesuaian dan dampaknya kepada manajemen senior dan Dewan. Standar 1320 – Pelaporan Program Pemastian Kualitas dan Peningkatan 1320 – Pelaporan Program Pemastian Kualitas dan Peningkatan Kepala Eksekutif Audit harus menyampaikan hasil program pemastian mutu dan peningkatan kepada manajemen senior dan Dewan.Program Kerja Penugasan 2300 – Pelaksanaan Penugasan 2310 – Mengidentifikasi Informasi . Kode Etik. Standar 1322 – Pengungkapan Ketidaksesuaian 1322 – Pengungkapan Ketidaksesuaian Ketika ketidaksesuaian dengan Definisi Audit Internal. Standar Kinerja Audit Internal Standar Kinerja.Standar 1310 – Persyaratan Program Pemastian Kualitas dan Peningkatan 1310 – Persyaratan Program Pemastian Kualitas dan Peningkatan Program pemastian kualitas dan peningkatan harus mencakup penilaian internal dan eksternal. Butir-butirnya adalah sebagai berikut: 2000 – Mengelola Aktivitas Audit Internal 2010 – Perencanaan 2020 – Komunikasi dan Persetujuan 2030 – Manajemen Sumber Daya 2040 – Kebijakan dan Prosedur 2050 – Koordinasi 2060 – Pelaporan kepada Manajemen Senior dan Dewan 2100 – Sifat Kerja 2110 – Tata Kelola 2120 – Manajemen Risiko 2130 – Pengendalian 2200 – Perencanaan Penugasan 2201 – Pertimbangan Perencanaan 2210 – Tujuan Penugasan 2220 – Lingkup penugasan 2230 – Alokasi Sumber Daya Penugasan 2240 -. atau Standar berpengaruh terhadap keseluruhan lingkup atau pelaksanaan aktivitas audit internal. Standar 1321 – Penggunaan Frasa “sesuai dengan Standar Internasional untuk Praktik Profesional Audit Internal” 1321 – Penggunaan frasa “sesuai dengan Standar Internasional untuk Praktik Profesional Audit Internal” Kepala Eksekutif Audit diperbolehkan menyatakan bahwa Aktivitas Audit Internal sesuai dengan Standar Internasional untuk Praktik Profesional Audit Internal hanya jika hasil program pemastian kualitas dan peningkatan mendukung pernyataan ini.

Kode Etik Auditor Internal IIA 1. Integritas Auditor internal: a. Kompetensi Auditor internal: a. atau perbuatan yang mendiskreditkan profesi auditor internal atau organisasi. Tidak terlibat dalam aktivitas atau hubungan yang mengurangi atau berpotensi mengurangi ketidakbiasan penilaian auditor. kecermatan dan tanggung jawab. Harus melaksanakan pekerjaannya dengan kejujuran. Harus menghormati dan berkontribusi terhadap legitimasi dan tujuan etis dari organisasi. Harus menaati hukum dan melakukan pengungkapan sesuai hukum dan aturan profesi. c. Harus mengungkapkan seluruh fakta material yang mereka ketahui. . Keterlibatan semcam ini meliputi aktivitas atau hubungan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dari organisasi. Objektivitas Auditor internal: a. 2. Dilarang terlibat dalam aktivitas ilegal.2320 – Analisis dan Evaluasi 2330 – Pendokumentasian Informasi 2340 – Supervisi Penugasan 2400 – Mengomunikasikan Hasil 2410 – Kriteria untuk Berkomunikasi 2420 – Kualitas Komunikasi 2421 – Kesalahan dan Kelalaian 2430 – Penggunaan Frasa “Dilaksanakan sesuai dengan Standar Internasional Praktik Profesional Audit Internal “ 2431 – Pengungkapan Ketidaksesuaian 2440 – Diseminasi Hasil 2500 – Memantau Kemajuan 2600 – Resolusi Penerimaan Manajemen Senior atas Risiko KODE ETIK: IIA DAN ISACA Tujuan kode etik IIA adalah untuk meningkatkan budaya etis dalam profesi audit internal.1. objektivitas. 3. Tidak menggunakan informasi untuk keuntungan pribadi atau dengan cara yang bertentangan dengan hukum atau mengancam tujuan legitimasi dan etis organisasi 4. c. Tidak menerima segala hal yang dapat mengurangi atau berpotensi mengurangi penilaian profesionalnya. Berhati-hati dalam penggunaan dan proteksi terhadap informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas. d. kemampuan. dan pengalamannya dikuasainya. b. Kerahasiaan Auditor internal: a. 3. Hanya terlibat dalam jasa yang pengetahuan. yang jika tidak diungkapkan dapat mengganggu aktivitas pelaporan yang sedang direviu.2. Kode etik IIA dirilis pada tahun 2000 dan berdasarkan kepada prinsip-prinsip audit internal yaitu integritas. 3. kerahasiaan dan kompetensi. b. b.

dan tidak terlibat dalam tindakan-tindakan yang merugikan profesi. dan mendorong kesesuaian dengan. Melakukan tugas-tugas mereka secara sungguh-sungguh (due diligence) dan profesional. setinggi-tingginya. Kode Etik ISACA The Information Systems Audit and Control Association (ISACA) mengeluarkan kode etik professional (Code of Professional Ethics) untuk dijadikan panduan perilaku bagi para personal maupun professional anggota asosiasi dan atau para penyandang sertifikasi. Memenuhi kebutuhan para stakeholders dengan secara jujur dan memenuhi aturan/hokum. yaitu: Anggota dan para penyandang sertifikasi ISACA. b. c. Harus melaksanakan jasa pengauditan internal sesuai Standards for the Professional Practice of Internal Auditing. Memberitahu para pihak yang berkompeten mengenai hasil kerja yang dilakukan. 2. akan mendapatkan tindakan indisipliner . prosedur dan pengendalian sistem informasi yang tepat. harus: 1. standar. sambil menjaga tindakan dan perilaku. Tetap menjaga privasi dan kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan tugas-tugas mereka. Gagal dalam memenuhi Kode Etik Profesional ini akan berakibat dilakukannya investigasi terhadap perilaku anggota dan pemegang sertifikasi dan. 5. Mendukung penerapan. 6. Harus meningkatkan kemampuan dan efektivitas dan kualitas jasa yang diberikan. 4. Tetap menjaga kompetensi di bidang masing-masing dan bersedia hanya melakukan kegiatan tersebut. kecuali hal itu diminta oleh pihak yang berwajib (legal authority). 7. memberitahu semua fakta nyata kepada mereka. Mendukung edukasi professional kepada para stakeholder dalam upaya meningkatkan pemahaman mereka mengenai keamanan dan pengendalian sistem informasi. Informasi semacam itu tak boleh digunakan untuk keuntungan pribadi atau diberikan kepada pihak yang tidak berkompeten. sesuai dengan standar-standar professional dan praktik terbaik (best practices). yang dapat mereka harapkan untuk diselesaikan dengan kompetensi profesional. 3.