Anda di halaman 1dari 4

1.

Definisi Tumbuh Kembang Anak

Pertumbuhan merupakan pertambahan jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh
yang secara kuantitatif yang dapat di ukur sedangkan perkembangan ialah pertambahan
sempurnanya fungsi alat tubuh yang di dapat di capai melalui tumbuh kematangan dan
belajar (Wong, 2000).

Pertumbuhan ialah suatu peningkatan ukuran fisik, keseluruhan atau sebagian yang dapat
di ukur minsalnya dalam grafik pertumbuhan tinggi, berat badan dan diameter pada lingkaran
kulit sedangkan perkembangan adalah adalah suatu rangkaian peningkatan keterampilan dan
kapasitas untuk berfungsi minsalnya perkembangan kognisi dan sosioemosional (Suryadi,
dkk, 2006).

Pertumbuhan ialah suatu nilai atau bertambahnya berat badan dan bertambahnya tinggi
badan sesuai dengan bertambahnya usia sedangkan perkembangan adalah suatu nilai dari
peningkatan kemampuan intelektual (kecerdasan) dan sosialnya (S Kurniati, 1996).

Pertumbuhan dan perkembangan anak ialah suatu proses yang berkesinambungan mulai
dari lahir sampai dewasa.

2. Prinsip Tumbuh Kembang

Secara umum pertumbuhan dan perkembangan memiliki beberapa prinsip dalam


prosesnya. Prinsip tersebut dapat menentukan ciri atau pola dari pertumbuhan dan
perkembangan setiap anak. Prinsip tersebut antara lain :
a. Proses pertumbuhan dan perkembangan sangat bergantung pada aspek kematangan
susunan saraf pada manusia di mana semakin sempurna atau kompleks kematakan
saraf maka semakin sempurna pula proses pertumbuhan dan perkembangan
masyarakat yang terjadi mulai dari proses konsepsi sampai dengan dewasa.
b. Proses pertumbuhan dan perkembangan setiap individu adalah sama, yaitu mencapai
proses kematangan, meskipun dalam proses pencapaian tersebut tidak memiliki
kecepatan yang sama antara individu yang satu dengan yang lain.
c. Proses pertumbuhan dan perkembangan memiliki pola khas yang dapat terjadi mulai
dari kepala sehingga ke seluruh bagian tubuh atau juga mulai dari kemampuan yang
sederhana hingga mencapai kemampuan yang lebih kompleks sampai mencapai
kesempurnaan dari tahap pertumbuhan dan perkembangan (Narendra, 2002).

3. Pola Pertumbuhan dan Perkembangan


pola pertumbuhan dan perkembangan ialah peristiwa yang terjadi selama proses
pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang dapat mengalami percepatan maupun
perlambatan yang saling berhubungan antara satu organ yang lain. Dalam peristiwa
tersebut akan mengalami perubahan pola pertumbuhan dan perkembangan, diantaranya
sebagai berikut.
a. Pola pertumbuhan fisik terarah
Pola ini memiliki dua prinsip atau hukum perkembangan, yaitu prinsip cephalocaudal
dan prinsip froksimodistal.
1) Cephalocaudal atau head to tail direction (dari arah kepala kemudian ke kaki).
Pola pertumbuhan dan perkembangan ini dimulai dari kepala yang dimulai
dengan perubahan ukuran kepala yang lebih besar, kemudian berkembangan
kemampuan untuk menggerakan lebih cepat dengan menggelengkan kepala dan di
lanjutkan ke bagian ekstermitas bawah lengan tangan dan kaki. Hal tersebut
merupakan pola searah dalam pertumbuhan dan perkembangan.
2) Froksimodistal atau near for direction. Pola ini di mulai dengan menggerakan
anggota gerak yang paling dekat dengan pusat atau sumbu tengah kemudian
menggerakan anggota yang lebih jauh atau kearah bagian tepi seperti
menggerakan bahu terlebih dahulu lalu jari-jari. Hal tersebut juga dapat di lihat
pada perkembangan berbagi organ yang di tengah seperti jantung, paru,
pencernaan dan yang lain akan lebih dahulu mencapai kematangan.
b. Pola Perkembangan dari Umum ke Khusus
Pola ini dikenal dengan nama pola mass to specific atau to complex. Pola
pertumbuhan dan perkembangan ini dapat di mulai dengan menggerakan daerah yang
lebih umum (sederhana) dahulu baru kemudian ke daerah yang lebih kompleks
(khusus), seperti melambaikan tangan kemudian baru memainkan jarinya atau
menggerakan lengan atas, bahwa telapak tangan sebelum menggerakan jari tangan
atau menggerakan badan atau tumbuhnya sebelum mempergunakan kedua tangan
tangkainya unuk menyangga, melangkah, dan atau mampu berjalan.
c. Pola Perkembangan Berlangsung dalam Tahapan Perkembangan
Pola ini mencerminkan cirri khusus dalam setiap tahapan perkembangan yang dapat
digunakan untuk mendeteksi perkembangan selanjutnya, seperti seorang anak pada
usia empat tahun mengalami kesulitan dalam berbicara atau mengemukakan sesuatu,
atau terbatas dalam terbendaharaan kata maka dapat di ramalkan akan mengalami
kelambaan pada seluruh askep perkembangan. Pada pola ini tahapan perkembangan
di bagi menjadi lima bagian yang tentunya memiliki prinsip atau ciri khusus dalam
setiap perkembangannya :
1) Masa pralahir, terjadi pertumbuhn yang sangat cepat pada alat dan jaringan
tubuh,
2) Masa neonates, terjadi proses penyesuain dengan kehidupan diluar rahim dan
hampir sedikit aspek pertumbuhan fisik dalam pertumbuhan
3) Masa bayi, terjadi perkembangan sesuai dengan lingkungan yang
mempengaruhinya serta memiliki kemampuan untuk melindungi dan menghindar
dari hal yang mengancam dirinya .
4) Masa anak, terjadi perkembangan yang cepat dalam aspek sifat, sikanp, minat, dan
cara penyesuain dengan lingkungan, dalam hal ini dalam lingkungan sebaya.
5) Masa remaja, terjadi perubahan ke arah dewasa sehingga kematangan ditandai
dengan tanda-tanda pubertas.
d. Pola perkembangan dipengaruhi oleh kematangan dan latihan (belajar)
Proses kemtangan dan belajar selalu mempengaruhi perubahan dalam perkembanhgan
anak. Terdapat saat yang siap untuk menerima sesuatu darai luar untuk mencapai
proses kematangan. Kematangan yang dicapainya dapat disempurnakan melalui
rangsagan yang tepat, masa itulah dikatakan sebagai masa kritis yang harus
dirangsang agar mengalami pencapaian perkembangan melalui proses belajar.

Ciri ciri pertumbuhan dan perkembangan anak


Dalam peristiwa pertumbuhan dan perkembangan anak memiliki berbagai cirikhas
yang membedakan komponen satu dengan komponen lainnya. Pertumbuhan memiliki
cirri cirri sebagai berikut
1. Dalam pertumbuhan akan terjadi perubahan ukuran dalam hal bertambahnya
ukuran fisik, seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan,
lingkar badan dan lain lain
2. Dalam pertumbuhan dapat terjadi perubahan proporsi yang dapat terlihat pada
proporsi fisik atau organ manusia yang muncul mulai dari masa konsepsi hingga
dewasa
3. Pada pertumbuhan dan perkembanggan terjadi hilangnya cirri cirri lama yang ada
selama masa pertumbuhan, sepeti hilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu,
atau hilangnya reflex reflex tertentu.
4. Dalam pertumbuhan terdapat cirri baru yang secara perlahan mengikuti proses
kematangan, seperti adanya rambut pada daerah aksila, pubis, dan atau dada.

Perkembangan memiliki cirri cirri sebagai berikut


1. Perkembangan selalu melibatkan proses pertumbuhan yang diikuti dari perubahan
fungsi, seperti perkembangan sistem reproduksi akan diikuti perubahan pada fungsi
alat kelamin.
2. Perkembangan memiliki pola yang konstan dengan hukum tetap, yaitu perkembangan
dapat terjadi dari daerah kepala menuju kearah kaudal atau dari bagian proksimal
kebagian distal.
3. Perkembangan memiliki tahapan yang berurutan mulai dari kemampuan melakukan
hal yang sederhana menuju kemampuan melakukan hal yang sempurna.
4. Perkembangan setiap individu memiliki kecepatan pencapaian perkembangan yang
berbeda.
5. Perkembangan dapat menentukan pertumbuhan tahap selanjutnya, di mana tahapan
perkembangan harus di lewati tahap demi tahap (Narendra, 2002).
Prinsip tumbuh kembang
Terdapat suatu pola tertentu dan dapat diramalkan dalam tumbuh-kembang, yaitu
berkesinabungan, teratur, dan progresif. Pola-pola ini dikenal sebagai prinsip-prinsip
tumbuh kembang yang merupakan dasar dan universal pada semua manusia.

Prinsip-prinsip atau pola-pola tumbuh-kembang pada anak, antara lain:


a. Pola yang terarah (Directional)
Dalam tumbuh kembang dengan pola yang terarah ini, terdapat dua prinsip yaitu:
1. Pola sefalokaudal atau head to tail direction (dari arah kepala ke kaki), dimana
tumbuh kembang bayi atau anak dimulai dari kepala, selanjutnya
mengembangkan kemampuan untuk bergerak lebih cepat dengan
menggelengkan kepala dan kemudian kebagian anggota gerak lengan, tangan
dan kaki. Dengan kata lain, pola sefalokaudal adalah pertumbuhan dan
perkembangan yang dimulai dari arah kepala bergerak ke bagian ekstermitas.
Pola ini terlihat jelas pada bayi baru lahir dimana proporsi kepala lebih besar
dari pada ekstermitas.
2. Pola proksimal-distal atau near to far direction (dari yang paling dekat ke yang
jauh), di mana tumbuh kembang bayi atau anak dimulai dengan menggerakan
anggota gerak yang paling dekat dengan sumbu tengah, selanjutnya
menggerakan anggota gerak yang lebih jauh atau ke bagian tepi.
(Wong,1995). Dengan kata lain, pola Proksimal-distal adalah pola
pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi dari proksimal kea rah distal.
Contohnya: Bayi dapat bergulign terlebih dahulu sebelum dapat memegang
obyek dengan jari jari tanganya.
b. Pola dari umum ke khusus
Dalam prinsip tumbuh kembang ini, pila tumbuh-kembang dimulai dengan
menggerakan anggota badan yang lebih umum, selanjutnya menggerakan anggota
badan yang lebih kompleks. (Wong, 1995)

3.