Anda di halaman 1dari 35

MAKALAH

KEWIRAUSAHAAN DAN PEMASARAN FARMASI

“Perencanaan Bisnis”

Dosen Pengampu : Erniza Pratiwi, M.Farm, Apt

DISUSUN OLEH :

1. Adla nur shofa (1500004)


2. Desy jayanti (1500009)
3. Khoyrin azizah (1500016)
4. Nisa Fitriana (1500023)
5. Nurul Ikbal (1500026)
6. Sintia Nanda Meilani (1500033)
7. Sri Eka Ravitha (1500034)

PROGRAM STUDI D-III FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU

PEKANBARU

2017
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur hanya kepada Allah SWT,karena atas kemudahan
dan kekuatan uang diberikan-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah
tentang“Perencanaan Bisnis” ini,banyak kendala dan kesulitan yang ditemui,baik
dalam hal referensi yang dibutuhkan maupun dalam pembuatan makalah ini dan
Alhamdulillah semuanya telah terlewati.

Seiring dengan selesainya Makalah tentang “Perencanaan Bisnis” ini,


penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah memberikan kami
judul makalah tentang “Perencanaan Bisnis” ini serta semua pihak yang telah
membantu penyelesaian makalah ini yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

penulis menyadari bahwa makalah ini tidak sepenuhnya sempurna,oleh


karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini di kemudian
hari.Akhir kata, penulis berharap makalah ini bisa menjadi bahan referensi bagi
rekan-rekan semua.

Pekanbaru, Oktober 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1

1.1. Latar Belakang .................................................................................. 1

BAB II LANDASAN TEOR .......................................................................I3

2.1. Tinjauan Pustaka .............................................................................. 3

2.1.1. Blush On ................................................................................... 3

2.1.2. Jenis-jenis/ Macam-macam Blus On ........................................ 3

2.1.3. Face Setting Spray .................................................................... 7

2.1.4. foundation................................................................................. 8

2.1.5. Step-step Pemilihan Foundation Yang Cocok Untuk Kulit ..... 8

3.1. Memilih Bidang Usaha .................................................................. 13

3.1.1. Secara Umum Dan Khusus .................................................... 13

3.1.2. Alasan Pribadi ........................................................................ 13

3.1.3. Estimasi (Perkiraan) ............................................................... 13

3.2. Studi Kelayakan ............................................................................ 14

3.3. Kondisi Lokal ................................................................................. 16

3.4. Kapan Memulai .............................................................................. 16

3.5. Membuat Kebijakan ....................................................................... 17

3.6. Rencana Pemasaran........................................................................ 18

3.6.1. Perkiraan Penjualan ............................................................... 18

3.6.2. Kondisi Pasar.......................................................................... 18

3.6.3. Teknik Penjualan ................................................................... 18

3.6.4. Harga ...................................................................................... 18

ii
3.6.5. Sekmen Pasar ........................................................................ 18

3.6.6. Rencana .................................................................................. 18

3.6.7. Price ........................................................................................ 18

3.6.8. Rencana Produksi ................................................................... 20

3.6.9. Informasi Kapasitas Produksi Maksimal Dalam Sehari ......... 24

3.6.10. Rencana Keuangan dan Anggaran ...................................... 25

BAB III PENUTUP .................................................................................... 30

3.1. Kesimpulan ................................................................................... 30

3.2. Saran .............................................................................................. 30

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 31

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka


kebutuhan hidup manusia kian berkembang pula. Tidak hanya kebutuhan akan
sandang, papan, pangan, pendidikan dan kesehatan saja. Kebutuhan akan
mempercantik diri pun kini menjadi prioritas utama dalam menunjang
penampilan sehari-hari. Salah satu cara untuk mengubah penampilan atau
mempercantik diri yaitu dengan menggunakan kosmetika.

Keinginan untuk mempercantik diri secara berlebihan, salah pengertian


akan kegunaan kosmetik, menyebabkan seseorang berbuat kesalahan dalam
memilih dan menggunakan kosmetik tanpa memperhatikan kondisi kulit dan
pengaruh lingkungan. Hasil yang didapatkan tidak membuat kulit menjadi sehat
dan cantik, tetapi malah terjadi berbagai kelainan kulit yang disebabkan oleh
penggunaan kosmetika tersebut. Gaya hidup yang kini terjadi pada masyarakat
baik masyarakat kota maupun desa, tidak hanya dikalangan anak remaja tetapi
juga dikalangan orang dewasa. Hal tersebut membuat para produsen kosmetik
berlomba-lomba mempromosikan produknya, salah satunya melalui iklan.

Berdasarkan pengamatan sekilas, sekarang ini ibu-ibu cenderung memiliki


masalah dengan kulit, terutama kulit wajah yaitu timbulnya hiperpigmentasi atau
noda hitam. Hiperpigmentasi timbul karena adanya berbagai sebab antara lain
faktor usia, perawatan yang salah, paparan sinar matahari secara langsung, dan
kesalahan penggunaan kosmetik. Adanya kecenderungan untuk mengkonsumsi
kosmetika pemutih pada masyarakat membuat produsen kosmetika bersaing
dalam memproduksi dan mempromosikan produk kosmetika pemutih.

Kosmetik berasal dari bahasa Inggris Cosmetic yang artinya “ alat


kecantikan wanita”. Dalam bahasa Arab modern diistilahkan dengan Alatuj
tajmiil, atau sarana mempercantik diri.Definisi lebih rincinya menurut badan
BPOM ( Badan Pangan, Obat dan Makanan ), Departemen Kesehatan,
Kosmetika adalah panduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar
badan (Epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin luar ) gigi dan ronggga

1
mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik , mengubah penampilan
supaya tetap dalam keadaan baik. Bahan–bahan yang dapat membahayakan
tubuh manusia Menurut BPOM dan Depkes, ada sejumlah bahan berbahaya
yang sering disalah gunakan ditambahkan pada kosmetika yaitu : Bukti terbaru
dipaparkan BPOM, menurut penjelasan kepala BPOM, Husniah Rubiana
Thamrin Akib, pihaknya menemukanya ada sekitar 27 merek kosmetik yang
mengandung bahan yang dilarang digunakan untuk kosmetik ,Bahan berbahaya
tersebut yaitu:Merkury (Hg), Hidroquinon, Zat warna RhodaminB dan Merak
K3.Temuan ini hasil pengawasan BPOM yang di lakukan dari tahun 2005
hingga kini. Dari bahan-bahan kimia tersebut tidak bisa digunakan atau
dicampur dengan kosmetik kuteks apabila digunakan dalam jangka waktu lama
dapat berakibat fatal bagi si penggunanya.

2
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka


2.1.1. Blush On

Kosmetik riasan (dekoratif atau make-up) diperlukan untuk merias dan


menutup cacat pada kulit sehingga menghasilkan penampilan yang lebih
menarik serta menimbulkan efek psikologis yang baik, seperti percaya diri (self
confident). Dalam kosmetik riasan, peran zat warna dan pewangi sangat besar
(Tranggono, 2007). Salah satu kosmetik riasan yang banyak digunakan adalah
pewarna pipi.

Pewarna pipi adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai


pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata
rias wajah. Pewarna pipi dapat digunakan langsung dengan melekatkan pada
kulit pipi, tetapi dalam banyak hal lebih baik digunakan setelah sediaan alas
rias, baik sebelum maupun sesudah menggunakan bedak. Pewarna pipi dibuat
dalam berbagai corak warna yang bervariasi mulai dari warna merah jambu
hingga merah tua. Pewarna pipi konvensional lazim mengandung pigmen
merah atau merah kecoklatan dengan kadar tinggi (Ditjen POM, 1985).

Fungsi dari pemerah pipi ini yaitu untuk memberikan rona segar pada
pipi dan untuk memperjelas keindahan struktur wajah yang terfokus pada
tonjolan tulang pipi. Pemerah pipi juga berperan untuk menyatukan nuansa
warna rias wajah secara keseluruhan. Karena itulah pemerah pipi seringkali
dibaurkan secara tipis pada seluruh wajah sebagai sentuhan terakhir (finishing)
(Tranggono, 2007).

2.1.2. Jenis-Jenis/Macam-Macam Blush On

Jenis kulit menjadi salah satu pertimbangan ketika akan mernbeli atau
menggunakan perona pipi. Hendaknya ketahui terlebih dahulu jenis kulit
wajah, termasuk yang berjenis kulit berminyak, normal atau kering sebelum
memilih jenis blush on yang tersedia. Ada beberapa jenis perona pipi atau
blush on yang ada saat ini:

3
1. Padat

Merupakan perona pipi yang paling urnum dikenal. Digunakan dengan


bantuanblush brush/kuas pada bagian pipi. Serbuk warna perona pipi yang
dipadatkan ini akanmenghasilkan warna yang sangat nyata. Jenis ini dapat
dipakai untuk semua jenis kulit, terutarnauntuk yang memiliki kulit berminyak
karena akan mengurangi minyak yang ada selama dipakai. Dalarn
penggunaannya, blush on ini tidak boleh diaplikasikan terlalu tebal karena
dapat menyebabkan tampakan cakey (Tranggono, 2007).

Gambar 1. Blush on padat

2. Krim

Bentuknya tidak sepadat blush on padat dan mernilild tekstur lebih basah.
Karena tekstur inilah, maka warna yang dihasilkan dapat lebih menyatu alarni
dengan warna kulit wajah. Jenis ini kurang cocok digunakan seseorang yang
berjenis kulit berminyak karena dapat mernbuat wajah terlihat lebih basah atau
berrninyak. Namun dernikian, cream blush ini sangat cocok digunakan pada
daerah zona T wajah berrninyak dan memberikan kilau natural. Cara
pengaplikasiannya adalah dengan menggunakan jari. Dibandingkan dengan
yang powder, anhydrous cream rouges memiliki keuntungan dapat
membentuk lapisan tipis yang rata di permukaan kulit sehingga tampak lebih
alami dari pada loosepowder. Krim ini juga bersifat menolak air, sehingga
resiko lunturnya rouge karena perspirasi terhindari. (Tranggono, 2007)

4
Gambar 2. Blush On krim

3. Liquid / cair

Liquid blush sangat mirip konsistensinya dengan cream blush, hanya saja
liquid blush sedikit lebih encer. Jenis ini hanya boleh diaplikasikan di daerah
pipi dan cocok untuk kulit normal dan kering. Preparat ini terdiri dari larutan
warna dengan bahan pelarut air atau hidroalkohol. Zat-zat warna yang dipilih
harus sangat harmonis dengan kulit. Tetapi sebaiknya tidak digunakan
banyak-banyak karena dapat menghambat pengeringan rouge di kulit
(Tranggono, 2007).

Gambar 3. Blush On Liquid / cair

5
4. Gel

Berbentuk gel dan warna yang dihasilkan tidak terlalu nyata sehingga
cocok untuk pernakaian sehari-hari atau bila ingin diaplikasikan dan danan
yang natural. Perona pipi gel ini cocok untuk kulit kering (Tranggono, 2007).

Gambar 4. Blush On Gel

5. Balls

Menyerupai bola-bola kecil. Cara menggunakannya adalah dengan


menggunakan kuas yang diputar-putar di atas bola-bola tersebut. Serbuk yang
menempel pada kuas kemudian dapat disapukan pada pipi. Dapat digunakan
untuk semua jenis kulit.

Gambar 5. Blush On Balls

6
6. Stick

Bentuk stik ini seperti lipstick dan cocok untuk semua jenis kulit. Cara
pemakaiannya adalah dengan mengaplikasikannya secara lurus pada pipi,
kemudian diratakan dengan jari.

Gambar 6. Blush On Stick

2.1.3. Face Setting Spray

Setting spray adalah produk spray yang digunakan sebagai topcoat


makeup, serta bermanfaat untuk membuat make up lebih tahan lama.
Fungsinya mirip seperti primer, hanya saja kalau primer digunakan sebagai
dasar riasan, dan berbentuk krim atau gel. Setting spray berwarna bening dan
tidak akan mengubah warna dan tekstur make up kita.Hampir semua setting
spray cocok untuk semua jenis kulit. Kalau kamu memiliki kulit yang kering,
hindari setting spray yang mengandung alkohol karena akan membuat kulitmu
semakin kering.

Seperti halnya hair spray untuk rambutmu, setting spray juga


disemprotkan di akhir tahap riasan. Aplikasikan BB cream, foundation, eye
shadow, maskara, lipstik, dan lain sebagainya seperti biasanya. Setelah itu,
tahan setting spray di depan wajahmu, dan semprotkan beberapa kali. Jangan
sampai mengusapnya, biarkan kering dengan sendirinya.

7
Gambar 7. Face spray

2.1.4. Foundation

Foundation adalah salah satu perlengkapan dasar make-up. Fungsi


foundation adalah untuk menyamarkan atau menutupi bagian wajah yang
kurang sempurna, seperti bekas jerawat, kulit yang kurang halus, atau warna
kulit yang tidak rata/sama. Pengaplikasian foundation yang kurang tepat dapat
menyebabkan tampilan kita bukannya bertambah cantik, tapi semakin kacau
bahkan kadang terlihat seperti memakai topeng.

2.1.5. Step- Step Pemilihan Foundation Yang Cocok Untuk Kulit

Step 1 – Kenali Jenis Kulitmu

Langkah pertama dalam memilih foundation adalah dengan


mengenali jenis kulit kita: kering, normal, kombiinasi, atau berminyak
karena ini menentukan jenis foundation apa yang cocok. Berikut ini adalah
jenis foundation dan penggunaannya:

1. Oil-based foundation. Foundation ini tepat digunakan bagi Anda yang


memiliki kulit kering. Sebelum menggunakan, kocok terlebih dahulu agar
semua formulanya larut dengan sempurna.

8
Gambar 8. Oil-based foundation

2. Matte foundation. Foundation ini sangat cocok untuk kulit berminyak


karena tidak mengandung minyak dan mengontrol kilap di wajah. Namun
ingat, matte foundation juga cepat kering. Oleh karena itu jangan pernah
mengaplikasikan foundation jenis ini terlalu tebal.

Gambar 9. Matte foundation

3. Liquid foundation. Liquid foundation terdiri atas dua jenis: berbahan


dasar air, dan berbahan dasar minyak. Foundation berbahan dasar air
cocok untuk kulit berminyak dan sensitif. Sementara yang berbahan dasar
minyak cocok untuk kulit kering atau yang mengalami dehidrasi.

9
Gambar 10. Liquid foundation

4. Stick. Foundation ini cocok untuk kulit kering dan normal. Selain awet di
wajah, alas bedak stick dapat juga digunakan sebagai penutup noda hitam
pada wajah dan flek bekas jerawat.

Gambar 10. Stick Foundation

10
Step 2 – Memilih Warna Foundation

Selanjutnya memilih warna foundation. Memilih warna foundation


yang tepat untuk warna kulit Anda sangat penting.

1. Pilih beberapa warna, Bersihkan wajah dan biarkan wajah Anda tanpa
make up, kemudian pilih sepasang warna foundation yang senada
dengan warna kulit Anda. Beberapa make up artist percaya bahwa
warna kuning untuk foundation akan membuat semua jenis warna kulit
menjadi tampak lebih lembut dan natural.
2. Test pada kulit, Cobalah sedikit di sekitar rahang Anda, jangan di
sekitar tangan maupun pergelangan tangan, ini berlawanan dengan
anggapan banyak orang. Dengan mencobanya anda dapat memastikan
secara langsung warna dasar yang cocok dengan wajah dan leher Anda,
hal itu akan menghindari kesan make up yang seperti topeng nantinya.
3. Cermati dengan seksama, Apabila memungkinkan cobalah berdiri
dekat pintu atau sisi ruangan yang memiliki pencahayaan natural. Hal
ini berguna untuk melihat apakah warna foundation telah menyatu
dengan kulit dengan sempurna.

Step 3 – Cara Mengaplikasikan Foundation

1. Foundation Cair. Ada dua cara mengaplikasikan foundation jenis ini,


dengan kuas atau dengan jari. Jika anda menggunakan kuas,
sebelumnya taruh sedikit foundation di punggung tangan, lalu dengan
kuas sapukan ke wajah dengan arah ke bawah. Jika anda menggunakan
jari tangan, maka bubuhkan foundation kira-kira seukuran kacang tanah
di kening, kedua pipi, hidung, dan dagu anda. Ingat jangan terlalu
banyak. Jika sudah, ratakan foundation mulai dari bagian dalam wajah
keluar. Jangan terbalik. Hindari alis anda, tapi jangan lupakan kelopak
mata, dan bagian bawah hidung. Perhatikan baik-baik di sekitar garis
rambut anda, jangan sampai tidak rata.
2. Foundation padat. Aplikasikan dengan menggunakan sponge yang
sudah dibasahi sedikit air terlebih dahulu. Gunakan di seluruh wajah
dan leher, atau pada area tertentu yang diinginkan. Gunakan spons

11
mulai dari tengah terus hingga ke pinggir. Tips: cuci secara berkala
sponge dengan menggunakan air hangat dan sabun yang lembut, untuk
menghindari timbulnya bakteri pada sponge.
3. Foundation Stick. Foundation jenis ini sangat mudah diaplikasikan.
Tinggal oleskan saja secara merata ke seluruh bagian wajah, selesai.
Very simple

12
BAB III

PERENCANAAN BISNIS

3.1. Memilih bidang usaha


3.1.1. Secara Umum dan Khusus

Melihat maraknya penggunaan kosmetik pada era globalisasi sekarang,


terutama khususnya pada kaum wanita. Yaitu untuk menunjang penampilan
dan gaya para wanita sekarang tidak bisa lepas dari yang namanya kosmetik,
dari situ kami mulai berfikir untuk membuat sebuah inovasi baru didalam
bidang kosmetik. Ide yang akan kami kembangkan adalah membuat inovasi
dari bedak tabur dan pewarna makanan, kami akan membuat inovasi yaitu
Blush on, Foundation dan spray. Kami berfikir untuk mengembangkan ide itu
karena pada zaman sekarang ini banyak oknum-oknum yang menggunakan
bahan-bahan berbahaya yang tidak aman untuk tubuh dan oknum-oknum
tersebut tidak bisa bertanggung jawab dengan keamaan produk yang mereka
pasarkan.

3.1.2. Alasan Pribadi

Alasan pribadi dari perusahaan membuat inovasi baru ini adalah


membuat produk yang aman dipakai dan tidak berbahaya untuk wanita yang
menggunakannya dan tidak berbahaya bagi tubuh yang menggunakannya.
Kami ingin para wanita-wanita tidak hanya pandai bergaya tetapi tidak
memperhatikan produk yang mereka pakai, apakah itu baik atau tidak untuk
tubuh karena ada oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan
pewarna yang tidak aman untuk tubuh yang dimasukkan kedalam
kosmetik.Maka sebab itulah alasan pribadi dari perusahaan kami membuat
Blush on dan Foundation dari bahan baku bedak tabur dan spray dari bahan
face tonic ini adalah agar wanita-wanita bisa tetap bergaya tetapi juga
memperhatikan keamanan dari produk kosmetik yang mereka pakai.

3.1.3. Estimasi (perkiraan)

Perkiraan penjualan dari produk yang ada yaitu setengah dari hasil
produksi karena target pasar yang di tuju adalah mahasiswi mahasiswi yang

13
selalu menggunakan kosmetik sehari harinya, jadi pasar yang akan di tuju
sudah strategis dan di perkirakan kosmetik akan laku terjual, maka usaha ini
kami rancang untuk 6 bulan ke depan, dan apabila usaha sudah berkembang
dengan pesat kami akan membuka toko tetap untuk penjualan produk ini.

3.2. Studi Kelayakan


1. Aspek ekonomi

Mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau mempunyai tingkat


perekonomian menengah keatas. Dari produk kosmetik yang dibuat akan laku
dipasaran yang kami tuju karena aspek ekonomi yang mendukung dan harga
nya juga terjangkau

2. Aspek pasar dan pemasaran

Produk ini memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat bersaing dengan
kosmetik dipasaran. kosmetik ini memiliki keunggulan yaitu terbuat dari
bahan yang aman dan nyaman dipasaran.

3. Aspek keuangan

Kebutuhan dana yang diperlukan tidak terlalu banyak dan dapat ditutupi
dengan cara mengumpulkan modal dari masing-masing anggota. Karena usaha
yang dilakukan merupakan usaha dalam usaha kecil yang tidak membutuhkan
dana yang besar.

4. Aspek teknis

Dalam membuat produk ini diperlukan bahan dasar bedak tabur,


moisturizer,pewarna makanan dan facetoner yang akan diproduksi sebanyak
28 buah perhari setiap produk kosmetik yang dibuat. Kosmetik yang dibuat
yaitu foundation, blush on dan spay muka dengan cara yang sederhana yaitu
dengan mencampurkan bahan-bahan dasar dan di aduk rata.

Lokasi usaha yang dilakukan berbasis homemade tetapi promosi yang


dilakukan secara online mengingat usaha yang dilakukan adalah usaha baru
sehingga harus mencari pelanggan terlebih dahulu. Apabila sudah mempunyai
pelanggan maka dapat dilakukan usaha yang lebih besar lagi.

14
Kosmetik ini telah di coba oleh kami sendiri selama seminggu dan tidak
membuat wajah menjadi kering.

5. Aspek manajemen

Usaha ini adalah usaha yang dilakukan bersama dengan mengumpulkan


modal bersama agar tidak terlalu beresiko apabila usaha yang dijalankan
mengalami hambatan. Bentuk usaha dan organisasi usaha sudah dirasa efisien
karena keuntungan yang didapat dibagi rata untuk pemilik modal. Usaha
dalam skala kecil kami rasa tidak memerlukan tim manajemen, jadi yang
mengelola semua usaha adalah semua karyawan. Karyawan yang dimiliki juga
sudah memenuhi kebutuhan dalam melakukan produksi.

6. Aspek pasar dan pemasaran

Saat ini, maraknya penggunaan kosmetik oleh kaum wanita membuat


produk ini memiliki pasar yang menjanjikan Kebutuhan dan keinginan
konsumen akan kosmetik membuat produk menjadi lebih diminat,jika
kebutuhan dan keinginan konsumen terpenuhi, berarti peluang pasar bisnis
terbuka dan layak bila dilihat dari kebutuhan/ keinginan konsumen.

Berdasarkan segmentasi pasarnya produk-prodak ini dapat dipakai oleh


remaja hingga dewasa karna prodak ini berupa 1 paket yang terdiri dari
foundation, blush on dan spay muka , yang sangat digemari oleh kaun wanita.

Banyaknya konsumen yang dapat diraih tergantung dari tingkat promosi


yang kami lakukan, oleh karena itu kami merencanakan promosi produk yang
semenarik mungkin agar memperoleh banyak konsumen dan usaha dapat
bertahan dalam jangka waktu yang lama.

7. Aspek ekonomi sosial

Produk yang kami buat dibandroll dengan harga yang murah sehingga
dapat membantu masyarakat untuk berhemat terutama bagi golongan
mahasiswa yang sebagian besar memiliki uang jajan ysng terbatas.

15
8. Aspek produksi

Aspek lingkungan Usaha yang dilakukan ramah lingkungan, artinya tidak


merusak lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia yang dapat
merusak lingkungan. Selain itu, kami juga memanfaatkan wadah
plastik.Tenaga kerja : terdiri dari 7 orang yang masing masing kerjanya sudah
dijabarkan Bahan baku dan bahan penolong : bahan baku yang digunakan
untuk foundation yaitu bedak tabur dan moisturizer, bahan baku yang
digunakan untuk blush on yaitu bedak tabur dan pewarna makan dan bahan
baku spray muka adalah face toner, air mawar,dan aqua wadah yang
digunakan adalah wadah botol semprot plastik dan pot plastik dan peralatan :
menggunakan peralatan yang sederhana karena merupakan usaha yang
berbasis homemade

Volume operasi : Skala kecil - menengah

Lokasi operasi : Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

3.3. Kondisi Lokal (Sumber Daya Manusia, Bahan Baku tersedia)

Produk yang kami jual dapat bersaing dipasaran karena produk yang
dibuat menggunakan bahan baku yang natural dan tidak berbahaya sehingga
diperkirakan masyarakat akan tertarik dengan produk yang dibuat karena
masyarakat saat ini lebih memilih sesuatu yang natural atau tidak berbahaya
Selain itu desain yang digunakan untuk produk ini juga menarik.

3.4. Kapan memulai

Kami memulai usaha PL Kosmetik pada tanggal 5 Oktober 2017 di


Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau dengan sasaran mahasiswi/dosen di Sekolah
Tinggi Ilmu Farmasi Riau dengan melakukan promosi melalui media sosial
seperti broadcasting bbm, line, facebook, instagram dll. Setelah produk mulai
dikenal oleh khalayak ramai, kami akan memulai promosi diluar Sekolah Tinggi
Ilmu Farmasi Riau dengan menggunakan testimoni yang dilakukan terhadap
pengguna kosmetik di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau agar produk yang
dibuat menjadi lebih berkembang dan setelah berkembang, jumlah produk yang

16
di produksi akan dibuat lebih banyak untuk memenuhi pesanan kosmetik yang
ada.

3.5. Membuat kebijaksanaan


 Nama perusahaan : PL.
 Nama Produk : Prettychos
 Alamat Perusahaan : Jl.Kamboja, kost Kaputren
 Struktur Organisasi

Pemimpin : Nurul Ikbal

Wakil Pemimpin : Sri Eka Ravitha

Administrasi : Sintia Nanda Meilani

Editing : Adla Nur Shofa

Tim Produksi : Desy Jayanti , Khoyrin Azizah dan Nisa Fitriana

 Modal yang digunakan adalah bagi hasil, setiap karyawan


menginvestasikan dana untuk modal usaha dan kemudian untung yang
dihasilkan dari produk yang terjual dibagi rata sesuai dengan perjanjian
yang telah disetujui setiap karyawan di awal.
 Uraian tugas staf

No. Nama Uraian Tugas Posisi Diperusahaan

1 Nurul Ikbal Marketing Ketua

2 Sri Eka Ravitha Marketing Wakil

3 Adla Nur Shofa Marketing Editing

4 Nisa Fitriana Produksi Tim Produksi

5 Desy Jayanti Produksi Tim Produksi

6 Khoyrin Azizah Produksi Tim Produksi

7 Sintia Nanda Meilani Administrasi Bendahara

17
 Badan Hukum : Telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan setempat
 Asuransi : tidak menggunakan asuransi
 SDM : karyawan yang bekerja hanyalah karyawan yang
telah menanamkan modal pada usaha yang dibuat.

3.6. Rencana pemasaran


3.6.1. Perkiraan penjualan

Perkiraan penjualan dipasaran adalah 70% dari hasil produksi karena


pasar yang dituju adalah pasar yang menjanjikan, ditambah lagi promosi
produk dilakukan secara online dalam lingkungan yang sebagiar besar adalah
wanita yaitu di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau dan kampus lainnya.

3.6.2. kondisi pasar

kondisi pasar yang kami targetkan adalah pada lingkungan kampus


sekolah tinggi ilmu farmasi riau, yang dimana mayoritas mahasiswa yang
berkuliah disana adalah perempuan.

3.6.3. Teknik penjualan

Penjualan dilakukan secara online

3.6.4. Harga

Rp 78.750,- / pct

3.6.5. Sekmen pasar

Sasaran khusus : remaja hingga dewasa

3.6.6. Rencana

Promosi yang akan kami lakukan secara online melalui bbm, promosi
line, WA, dan social media lainnya.

3.6.7. Price

Target yang kami tuju adalah mahasiswi-mahasiswi yang kuliah di


kampus STIFAR (sekolah tinggi ilmu farmasi riau) karena setelah di amati

18
mahasiswi STIFAR sebagian besar menggunakan kosmetik yang bermacam-
macam

3.6.8. Rencana produksi

Prosedur Kerja dan Waktu Pembuatan disetiap Tahap Pekerjaan

1. Pembuatan Blush on

No. Prosedur Kerja Waktu Pembuatan

1.

Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan


yaitu bedak tabur, pewarna makanan, aqua,
mangkok ,pipet tetes ,spatel dan wadah yang
akan digunakan.

2.

Masukan bedak tabur kedalam mangkok yang


telah disediakan, sebanyak 2 sendok makan.

19
3.

Setelah itu masukan pewarna makanan


sebanyak 2 ml sedikit demi sedikit

4. 1 menit

Aduk bahan hingga


tercampur rata ,lalu
tambahkan 2,5 ml aqua
lalu aduk kembali .

5. 5 menit

Masukan kedalam wadah lalu diratakan hingga


benar-benar rata.

6. Setelah selesai diratakan kedalam wadah, lalu 1-2 jam


di diamkan sambil di kering anginkan hingga
benar-benar kering.

7. Blush on siap dipasarkan dan digunakan.

20
2. Pembuatan Foundation

No Prosedur Kerja Waktu Pembuatan

1.

Siapkan semua alat dan bahan yang akan


digunakan yaitu bedak tabur,wadah foundation,
moisturizer.

2.

Kemudian masukkan
moisturizer kedalam
mangkok yang telah
disediakan.

3. setelah moisterizer
dimasukan, masukan
kemabali bedak tabur
kedalam mangkok yang
berisi moisturizer

4 setelah itu aduk semua 2 menit


bahan dalam mangkok
hingga semua bahan
tercampur rata .

21
5 setelah itu masukan
kedalam wadah yang telah
disediakan.

6 Foundation siap dipasarkan dan digunakan

3.Pembuatan Spray Muka

No Prosedur Kerja Waktu Pembuatan

1 masukan face toner kedalam


wadah yang telah disediakan
sebanyak 16 ml

2. Lalu masukan lagi air


bengkuang kedalam wadah
yang telah berisi face touner
sebanyak 16 ml .

3. setelah itu masukkan aqua


kedalam wadah sebanyak 16
ml.

22
4. setelah semua selesai di 1 menit
tambahkan, kocok botol
sehingga bahan tercampur
merata.

5. Spray muka siap di pasarkan dan digunakan

Nama pekerja dan jenis pekerjaan yang dilakukan pada setiap- langkah produksi

Nurul Ikbal : membuat kemasan untuk produk yang akan dibuat.

Adla Nur Shofa : pembuatan label kemasan untuk mempercantik produk


yang dibuat agar lebih menarik konsumen dan membuat
konsumen ingin membeli paket kosmetik tersebut

Sri Eka Ravitha Dan Nisa Fitriana: membeli bahan-bahan dan mempersiapkan
bahan baku.

Dessy jayanti, Khoyrin Azizah dan Sintia Nanda Meilani: membuat 1 paket
kosmetik (foundation, blush on dan spray muka) dengan menggunakan bahan
baku yang sudah ditentukan dan disebutkan diatas.

Alat yang digunakan (kegunaan alat)

No Nama Alat Kegunaan

1 Sendok Untuk mengaduk sediaan

2 Mangkuk Wadah/Tempat

3 Spatel Untuk meratakan sediaan

4 Wadah Untuk tempat sediaan

5 Pipet Tetes Untuk menakar air (berapa tetes)

6 Sendok Takar Untuk menakar (berapa ml)

23
Cara perawatan dan pemeliharaan alat

No Nama Alat Cara Perawatan

1 Mangkuk Dicuci hingga bersih setelah pemakaian dan


disimpan ditempat yang kering dan bersih.

2 Sendok Dicuci hingga bersih setelah pemakaian dan


disimpan ditempat yang kering dan bersih.

3 Pipet Tetes Dicuci hingga bersih setelah pemakaian dan di


keringkan dengan tissu

4 Spatel Dicuci hingga bersih setelah pemakaian dan di


keringkan dengan kain lap

5 Sendok Takar Dicuci hingga bersih setelah pemakaian dan di


keringkan dengan tissue

Bahan/material yang dibutuhkan dan dimana mendapatkannya

No Nama Bahan Tempat Mendapatkan

1 Face Tonic Swalayan

2 Bedak Baby Kids Swalayan

3 Pewarna Makanan Swalayan

4 Moisturizer Swalayan

5 Air Swalayan

6 Bedak Viva Tabur Apotek

7 Wadah/tempat Amora

3.6.9. Informasi kapasitas produksi maksimal dalam sehari

Kapasitas produksi yang dapat perusahaan produksi dalam sehari


adalah 28 produk.

24
3.6.10. Rencana keuangan dan anggaran

Sumber Pendanaan

Uraian Jumlah

Modal sendiri Rp. 2.500.000

Pinjaman -

TOTAL Rp.2.500.000

Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi (1 Tahun)

Uraian Banyaknya Harga/Unit Jumlah

(1) (2) (3=1x2)

Tanah - - -

Bangunan 1 Rp. 6.000.000 Rp.6.000.000

Marketing plan (paket Rp.300.000 Rp.300.000


internet)

Total Rp.6.300.000

Kebutuhan Pembiayaan/Modal Kerja Untuk Foundation,Blush on dan spray muka


(1 produks)

Uraian Banyaknya Harga/Unit Jumlah

(1) (2) (3=1 x 2)

Bedak tabur Baby kids 1/20pcs Rp.4.800 Rp 240

Bedak tabur viva 1 Rp.2.500 Rp.2.500

Pewarna makanan 1/15pcs Rp.3.700 Rp. 247

Face Toner 1/6pcs Rp.5000 Rp.834

Air Bengkoang 1/6pcs Rp.5000 Rp.834

25
Air aqua galon 1/100 Rp.5000 Rp.50

Brash 1 Rp.10.000 Rp.10.000

Wadah 1 Rp.19.500 Rp.19.500

Moisturizer 5 Rp. 3800 Rp.19000

Total Rp.53.205,-

Kebutuhan Pembiayaan/Modal Kerja Untuk Foundation,Blush on dan spray muka


(28 pcs/perhari)

Uraian Banyaknya Harga/Unit Jumlah

(1) (2) (3=1 x 2)

Bedak tabur Baby kids 1 Rp.4.800 Rp.4.800

Bedak tabur viva 14 Rp.2.500 Rp.35.000

Pewarna makanan 1 Rp.3.700 Rp.3.700

Face Toner 4 Rp.5000 Rp.20.000

Air Bengkoang 4 Rp.5000 Rp.20.000

Air aqua galon 1 Rp.5000 Rp.5000

Brash 28 Rp.280.000 Rp.280.000

Wadah 28 Rp.19.500 Rp.546.000

moisturizer 140 Rp. 3800 Rp. 380.800

Total Rp1.447.500,-

Kebutuhan Pembiayaan/Modal Kerja Untuk Foundation,Blush on dan spray muka


(840/perbulan)

Uraian Banyaknya Harga/Unit Jumlah

(1) (2) (3=1 x 2)

26
Bedak tabur Baby kids 840 Rp.4.800 Rp.4.032.000

Bedak tabur viva 420 Rp.2.500 Rp.1.125.000

Pewarna makanan 420 Rp.3.700 Rp.1.554.000

Face Toner 150 Rp.5000 Rp.750.000

Air Bengkoang 150 Rp.5000 Rp.750.000

Air aqua galon 2 Rp.5000 Rp.10.000

Brash 840 Rp.10.000 Rp.8.400.000

Wadah 840 Rp.19.500 Rp.16.380.000

moisturizer 4200 Rp. 3800 Rp. 15.960.000

Total Rp48.961.000,-

Kebutuhan Pembiayaan/Modal Kerja Untuk Foundation,Blush on dan spray muka


(10.080/tahun)

Uraian Banyaknya Harga/Unit Jumlah

(1) (2) (3=1 x 2)

Bedak tabur Baby kids 10080 Rp.4.800 Rp.48.384.000

Bedak tabur viva 5040 Rp.2.500 Rp.12.600.000

Pewarna makanan 5040 Rp.3.700 Rp.18.648.000

Face Toner 1800 Rp.5000 Rp.90.000.000

Air Bengkoang 1800 Rp.5000 Rp.90.000.000

Air aqua gallon 100 Rp.5000 Rp.500.000

Brash 10080 Rp.10.000 Rp.100.800.000

Wadah 10080 Rp.19.500 Rp.196.560.000

Moisturizer 50400 Rp. 3800 Rp. 191.520.000

27
Total Rp749.012.000,-

Analisa Biaya Tetap (perbulan)

Uraian Banyaknya Harga/unit Jumlah

(1) (2) (3=1x2)

Gaji 7 Rp.100.000 Rp.700.000

biaya Produk 840 Rp. 48.961.000 Rp. 48.961.000

Total Rp. 49.661.000

Total Biaya Keseluruhan Usaha dalam 1 Tahun

No Uraian Biaya

1 Bangunan Rp. 6.000.000

2 Paket internet Rp. 300.000

3 Gaji Rp. 8.400.000/7org

4 Biaya produksi Rp. 749.012.000

5 Listrik Rp. 500.000

6 Air Rp.500.000

7 Biaya tak terduga Rp. 1.200.000

Total Rp. 758.352.000,-

Jadi total biaya yang diprlukan adalah sebesar Rp. 758.352.000,- untuk produksi
1 tahun sebanyak 10.080 paket kosmetik (foundation, blash on , dan spray muka)

Modal 1 produk = Rp 758.352.000,- / 10.080 produk

= Rp 75233.33 ~ Rp 75.000

Keuntungan penjualan/produk 5% = Rp 75.000 X 5% = Rp. 3.750,-

28
Penjualan 1 produk = Rp. 75.000 + Rp. 3.750,-

= Rp 78.750

Jadi harga jual untuk 1 paket kosmetik adalah Rp 78.750/pcs

Keuntungan 10.080 pcs/ tahun = Rp 78.750/pcs x 10.080 produk

= Rp 793.800.000

= Rp 793.800.000 - Rp. 758.352.000

= Rp 35.448.000,-

29
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan


bahwa sesuai dengan makalah “Perencanaan Bisnis” penulis menyimpulkan
bahwa untuk memulai suatu usaha / bisnis harus melalui perencanaan yang
matang meliputi bentuk usaha, merk yang digunakan, modal, tempat, serta aspek
aspek lain yang diperlukan dalam memulai suatu usaha agar usaha yang
dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan dapat mengatasi halangan-halangan
yang nantinya terjadi pada usaha yang diakukan nantinya.

3.2. Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya


penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas
dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung
jawabkan.

30
DAFTAR PUSTAKA

Ditjen POM. 1985. Formularium Kosmetik Indonesia. Jakarta: Departemen


Kesehatan Republik Indonesia

Eddy, Tano & Dipl. Chem. Eng. 2005. Teknik Membuat Kosmetik dan Tip
Kecantikan. Jakarta: PT Rineka Cipta dan PT. Bina Adi Aksara.

Latifah Fatma, Retno Iswari Tranggono. 2007. Ilmu Pengetahuan Kosmetik.


Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hasanah,U. (2010). Jurnal Pemeriksaan zat warna rhodamin B pada Kosmetik


Jenis Pemerah Pipi yang Dijual di Pusat Pasar Kota Medan. Universitas
Sumatera Utara

Nurhayati, Ifa. 2016. Pembuatan Blush-On dari Buah Naga.

31