Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TEKNIK DISTRAKSI dan RELAKSASI

KELOMPOK 3

Disusun Oleh :
1. FENTI NUR W
2. AGASTI MERCU S
3. AL FARISI
4. SYAMSUL ARIFIN

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PEMKAB JOMBANG
2015/2016

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Teknik distraksi dan relaksasi


Sub pokok bahasan : Pengenalan teknik distraksi dan relaksasi
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
Tempat : Ruang Kemuning RSUD Jombang
Hari/tanggal : Sabtu, 31 Oktober 2015
Alokasi Waktu : 09:00- 09:30 (30 menit)
Media/ Sarana : Leaflet
Metode : Ceramah dan Tanya Jawab
Penyaji : Kelompok 3

A. TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga
pasien mampu mengetahui tentang teknik distraksi dan relaksasi, serta cara
melaksanakan teknik distraksi dan relaksasi sehingga dapat diaplikasikan
kedalam kehidupan sehari-hari.
2. TUJUAN KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit pasien mampu :
1) Mengetahui pengertian nyeri
2) Mengetahui pengertian teknik distraksi dan relaksasi
3) Mengetahui menifestasi klinis nyeri
4) Mengetahui penatalaksanaan teknik distraksi dan relaksasi

B. MATERI
1) Pengertian nyeri
2) Pengertian teknik distraksi dan relaksasi
3) Menifestasi klinis nyeri
4) Penatalaksanaan teknik distraksi dan relaksasi

2
C. SETTING TEMPAT
Penyuluhan dilakukan diruang Kemuning RSUD Jombang

1 2 Keterangan:
1. Penyuluh
5 2. Moderator
3. Obserserver
4. Fasilitator
3 4 5. Sasaran

D. KEGIATAN PENYULUHAN
Tahap Waktu Kegiatan Perawat Kegiatan Klien Metode Media
Pendahuluan 5 menit 1. Memberi salam 1. Menjawab Ceramah -
2. Memperkenalkan diri salam dan
3. Menjelaskan tujuan 2. Mendengarkan Tanya
penyuluhan dan pokok dan Jawab
materi yang akan memperhatikan
disampaikan 3. Menjawab
4. Menggali pengetahuan pertanyaan
pasien tentang teknik
distraksi dan relaksasi
Penyajian 15 menit Menjelaskan materi: Mendengarkan Ceramah Leaflet
1. Pengertian nyeri dan dan
2. Pengertian teknik memperhatikan Tanya
distraksi dan relaksasi Jawab
3. Menifestasi klinis
nyeri
4. Penatalaksanaan
teknik distraksi dan
relaksasi

3
Diskusi 5 menit Memberikan kesempatan Mengajukan Tanya -
kepada peserta untuk pertanyaan Jawab
bertanya dan
mengungkapkan
kesulitannya
Penutup 5 menit 1. Memberikan umpan 1. Memberikan Ceramah -
balik (cara merespon jawaban
materi yang 2. Memberikan
diberikan) salam
2. Kesimpulan dan saran
3. Penutupan acara

E. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
- Kesiapan materi
- Kesiapan SAP
- Kesiapan media : leaflet dan fotocopy materi
- Peserta hadir ditempat penyuluhan
- Penyelenggaraan dilaksanakan diruang Kemuning Rumah Sakit
Umum Daerah Jombang
- Pengorganisasian penyelenggara penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
- Fase dimulai sesuai jadwal yang ditentukan
- Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
- Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
- Suasana penyuluhan tertib
- Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan

4
LAMPIRAN

TEKNIK DISTRAKSI dan RELAKSASI pada NYERI

DEFINISI NYERI

Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan


akibat dari kerusakan jaringan. Nyeri adalah alasan seseorang untuk mencari
bantuan perawatan kesehatan. Nyeri terjadi bersama banyak proses penyakit atau
bersamaan dengan pemeriksaan diagnostic atau pengobatan.

DISTRAKSI dan RELAKSASI

Teknik distraksi merupakan metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara


mengalihkan perhatian pasien pada hal- hal lain sehingga pasien akan lupa
terhadap nyeri yang dialaminya.
Teknik relaksasi adalah teknik tarik nafas dalam metode ini efektif terutama
pada pasien yang mengalami nyeri kronis. Ada tiga hal yang utama yang
diperlukan dalam relaksasi yaitu posisi yang tepat, pikiran istirahat, lingkungan
yang tenang dan berikan pososi senyaman mungkin.

MANIFESTASI KLINIS NYERI

Tanda dan gejala nyeri ada bermacam- macam perilaku yang tercermin dari
pasien, namun beberapa hal yang sering terjadi misalnya:
Secara umum yang mengalami nyeri akan mendapatkan respon psikologis berupa:
SUARA
1. Menangis
2. Merintih
3. Menarik/ menghembuskan nafas
EKSPRESI WAJAH
1. Meringis
2. Menggigit lidah, mengatupkan gigi
3. Tertutup rapat/ membuka mata atau mulut
4. Menggigit bibir

5
PERGERAKAN TUBUH
1. Kegelisahan
2. Mondar mandir
3. Gerakan menggosok atau berirama dibagian yang terasa nyeri
4. Bergerak melindungi area nyeri
5. Otot tegang
INTERAKSI SOSIAL
1. Menghindari percakapan dan kontak sosial
2. Berfokus aktivitas untuk mengurangi nyeri
3. Disorientasi waktu

PENATALAKSANAAN TEKNIK DISTRAKSI dan RELAKSASI

Prosedur teknik distraksi berdasarkan jenisnya, antara lain :


a. Distraksi visual
Melihat pertandingan, menonton televisi, membaca koran, melihat
pemandangan, dan gambar (Prasetyo, 2010).
b. Distraksi pendengaran
Mendengarkan musik yang disukai, suara burung, atau gemercik air.
Klien dianjurkan untuk memilih musik yang disukai dan musik yang tenang,
seperti musik klasik. Klien diminta untuk berkosentrasi pada lirik dan irama
lagu. Klien juga diperbolehkan untuk menggerakkan tubuh mengikuti irama
lagu, seperti bergoyang, mengetukkan jari atau kaki (Tamsuri, 2007).
c. Distraksi pernafasan
Cara pertama, yaitu bernafas ritmik. Anjurkan klien untuk memandang
fokus pada satu objek atau memejamkan mata, lalu lakukan inhalasi perlahan
melalui hidung dengan hitungan satu sampai empat (dalam hati), kemudian
menghembuskan nafas melalui mulut secara perlahan dengan menghitung satu
sampai empat (dalam hati). Anjurkan klien untuk berkosentrasi pada sensasi
pernafasan dan terhadap gambar yang memberi ketenangan, lanjutkan teknik
ini hingga terbentuk pola pernafasan ritmik. Cara kedua, yaitu bernafas ritmik
dan massase, instruksikan klien untuk melakukan pernafasan ritmik dan pada
saat yang bersamaan lakukan massase pada bagian yang nyeri.

6
d. Distraksi intelektual
Distraksi intelektual dapat dilakukan dengan mengisi teka-teki silang,
bermain kartu, melakukan kegemaran (ditempat tidur), seperti mengumpulkan
perangko atau menulis cerita. Pada anak-anak dapat pula digunakan teknik
menghitung benda atau barang yang ada di sekeliling.
e. Teknik sentuhan
Distraksi dengan memberikan sentuhan pada lengan, mengusap, atau
menepuk-nepuk tubuh klien. Teknik sentuhan dapat dilakukan sebagai
tindakan pengalihan atau distraksi. Tindakan ini dapat mengaktifkan saraf
lainnya untuk menerima respons atau teknik gateway control. Teknik ini
memungkinkan impuls yang berasal dari saraf yang menerima input sakit atau
nyeri tidak sampai ke medula spinalis sehingga otak tidak menangkap respons
sakit atau nyeri tersebut. Impuls yang berasal dari input saraf nyeri tersebut
diblok oleh input dari saraf yang menerima rangsang sentuhan karena saraf
yang menerima sentuhan lebih besar dari saraf nyeri (Widyastuti, 2010).

Priharjo (2003) menyatakan bahwa adapun langkah-langkah teknik relaksasi nafas


dalam adalah sebagai berikut :
a. Usahakan rileks dan tenang.
b. Menarik nafas yang dalam melalui hidung dengan hitungan 1,2,3, kemudian
tahan sekitar 5-10 detik.
c. Hembuskan nafas melalui mulut secara perlahan-lahan.
d. Menarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskannya lagi melalui mulut
secara perlahan-lahan.
e. Anjurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang.
f. Ulangi sampai 15 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 5 kali.