Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MORBILI

KELOMPOK 3

Disusun Oleh :
1. FENTI NUR W
2. AGASTI MERCU S
3. AL FARISI
4. SYAMSUL ARIFIN

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PEMKAB JOMBANG
2015/2016

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Morbili


Sub pokok bahasan : Pengenalan morbili
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
Tempat : Ruang Poli Anak RSUD Jombang
Hari/tanggal : Sabtu, 22 November 2015
Alokasi Waktu : 11:00- 11:30 (30 menit)
Media/ Sarana : Leaflet
Metode : Ceramah dan Tanya Jawab
Penyaji : Kelompok 3

A. TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga pasien
mampu mengetahui cara-cara pencegahan morbili, serta tanda dan gejala
morbili sehingga dapat diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari.
2. TUJUAN KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit pasien mampu :
1) Mengetahui pengertian morbili
2) Mengetahui etiologi morbili
3) Mengetahui menifestasi klinis morbili
4) Mengetahui penanganan morbili

B. MATERI
1. Pengertian morbili
2. Etiologi morbili
3. Menifestasi klinis morbili
4. Pencegahan morbili

2
C. SETTING TEMPAT
Penyuluhan dilakukan diruang Poli Anak RSUD Jombang

1 2 Keterangan:
1. Penyuluh
5 2. Moderator
3. Obserserver
4. Fasilitator
3 4 5. Sasaran

D. KEGIATAN PENYULUHAN
Tahap Waktu Kegiatan Perawat Kegiatan Klien Metode Media
Pendahuluan 5 menit 1. Memberi salam 1. Menjawab Ceramah -
2. Memperkenalkan diri salam dan
3. Menjelaskan tujuan 2. Mendengarkan Tanya
penyuluhan dan pokok dan Jawab
materi yang akan memperhatikan
disampaikan 3. Menjawab
4. Menggali pengetahuan pertanyaan
pasien tentang morbili
Penyajian 15menit Menjelaskan materi: Mendengarkan Ceramah Leaflet
1. Pengertian morbili dan dan
2. Etiologi morbili memperhatikan Tanya
3. Menifestasi klinis Jawab
morbili
4. Pencegahan morbili
Diskusi 5menit Memberikan kesempatan Mengajukan Tanya -
kepada peserta untuk pertanyaan Jawab
bertanya dan
mengungkapkan
kesulitannya

3
Penutup 5 menit 1. Memberikan umpan 1. Memberikan Ceramah -
balik (cara merespon jawaban
materi yang 2. Memberikan
diberikan) salam
2. Kesimpulan dan saran
3. Penutupan acara

E. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
- Kesiapan materi
- Kesiapan SAP
- Kesiapan media : leaflet dan fotocopy materi
- Peserta hadir ditempat penyuluhan
- Penyelenggaraan dilaksanakan diruang Poli Anak Rumah Sakit
Umum Daerah Jombang
- Pengorganisasian penyelenggara penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
- Fase dimulai sesuai jadwal yang ditentukan
- Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
- Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
- Suasana penyuluhan tertib
- Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan

4
LAMPIRAN

MORBILI

DEFINISI

Morbili adalah penyakit virus akut, menular yang ditandai dengan 3


stadium, yaitu stadium prodormal ( kataral ), stadium erupsi dan stadium
konvalisensi, yang dimanifestasikan dengan demam, konjungtivitis dan bercak
koplik.Morbili adalah penyakit anak menular yang lazim biasanya ditandai
dengan gejala-gejala utama ringan, ruam demam, scarlet, pembesaran serta nyeri
limpa nadi. Morbili merupakan penyakit akut yang mudah sekali menular dan
sering terjadi komplikasi yang serius.

KLASIFIKASI

Seara garis besar penyakit campak bisa dibagi menjadi tiga fase, yaitu:
a. Fase pertama disebut masa inkubasi yang berlangsung sekitar 10-12 hari. Pada
fase ini, anak sudah mulai terkena infeksi tapi pada dirinya belum tampak
gejala apa pun. Bercak-bercak merah yang merupakan ciri khas campak belum
keluar.
b. Fase kedua (fase prodormal) barulah timbul gejala yang mirip penyakit flu,
seperti batuk, pilek, dan demam. Mata tampak kemerah-merahan dan berair.
Bila melihat sesuatu, mata akan silau (photo phobia). Di sebelah dalam mulut
muncul bintik-bintik putih yang akan bertahan 3-4 hari. Terkadang anak juga
mengalami diare. Satu-dua hari kemudian timbul demam tinggi yang turun
naik, berkisar 38-40,50c.
c. Fase ketiga ditandai dengan keluarnya bercak merah seiring dengan demam
tinggi yang terjadi. Namun, bercak tak langsung muncul di seluruh tubuh,
melainkan bertahap dan merambat. Bermula dari belakang kuping, leher, dada,
muka, tangan dan kaki. Warnanya pun khas; merah dengan ukuran yang tidak
terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil.Bercak-bercak merah ini dalam bahasa
kedokterannya disebut makulopapuler. Biasanya bercak memenuhi seluruh
tubuh dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, ini pun tergantung pada daya

5
tahan tubuh masing-masing anak. Bila daya tahan tubuhnya baik maka bercak
merahnya tak terlalu menyebar dan tak terlalu penuh. Umumnya jika bercak
merahnya sudah keluar, demam akan turun dengan sendirinya. Bercak merah
pun makin lama menjadi kehitaman dan bersisik (hiperpigmentasi), lalu rontok
atau sembuh dengan sendirinya. Periode ini merupakan masa penyembuhan
yang butuh waktu sampai 2 minggu.

ETIOLOGI

Penyakit morbili sebetulnya tidak berakibat fatal apabila menyerang anak-


anak yang sehat dan bergizi baik. Tetapi apabila anak tersebut menderita kurang
gizi atau sedang tidak sehat, maka morbili merupakan penyakit yang berakibat
fatal karena Anak-anak yang bergizi kurang dan terserang morbili, biasanya akan
diikuti dengan keadaan yang disebut kwashiorkor.

MANIFESTASI KLINIS

Yang patut diwaspadai, penularan penyakit campak berlangsung sangat


cepat melalui perantara udara atau semburan ludah (droplet) yang terisap lewat
hidung atau mulut. Penularan terjadi pada masa fase kedua hingga 1-2 hari setelah
bercak merah timbul. Sayangnya, masih ada anggapan yang salah dalam
masyarakat akan penyakit campak. Misalnya, bila satu anggota keluarga terkena
campak, maka anggota keluarga lain sengaja ditulari agar sekalian repot.
Alasannya, bukankah campak hanya terjadi sekali seumur hidup? Jadi kalau
waktu kecil sudah pernah campak, setelah itu akan aman selamanya. Ini jelas
pendapat yang tidak benar karena penyakit bukanlah untuk ditularkan. Apalagi
dampak campak cukup berbahaya.

Anggapan lain yang patut diluruskan, yaitu bahwa bercak merah pada
campak harus keluar semua karena kalau tidak malah akan membahayakan
penderita. Yang benar, justru jumlah bercak menandakan ringan-beratnya campak.
Semakin banyak jumlahnya berarti semakin berat penyakitnya. Dokter justru akan
mengusahakan agar campak pada anak tidak menjadi semakin parah atau bercak
merahnya tidak sampai muncul di sekujur tubuh.

6
Selain itu, masih banyak orang tua yang memperlakukan anak campak
secara salah. Salah satunya, anak tidak dimandikan. Dikhawatirkan, keringat yang
melekat pada tubuh anak menimbulkan rasa lengket dan gatal yang
mendorongnya menggaruk kulit dengan tangan yang tidak bersih sehingga terjadi
infeksi berupa bisul-bisul kecil bernanah. Sebaliknya, dengan mandi anak akan
merasa nyaman.

PENATALAKSANAAN

Pengobatan campak dilakukan dengan mengobati gejala yang timbul.


Demam yang terjadi akan ditangani dengan obat penurun demam. Jika anak
mengalami diare maka diberi obat untuk mengatasi diarenya. Batuk akan diatasi
dengan mengobati batuknya. Dokter pun akan menyiapkan obat antikejang bila
anak punya bakat kejang.Intinya, segala gejala yang muncul harus diobati karena
jika tidak, maka campak bisa berbahaya. Dampaknya bisa bermacam-macam,
bahkan bisa terjadi komplikasi. Perlu diketahui, penyakit campak dikategorikan
sebagai penyakit campak ringan dan yang berat. Disebut ringan, bila setelah 1-2
hari pengobatan, gejala-gejala yang timbul membaik. Disebut berat bila
pengobatan yang diberikan sudah tak mempan karena mungkin sudah ada
komplikasi.

Komplikasi dapat terjadi karena virus campak menyebar melalui aliran


darah ke jaringan tubuh lainnya. Yang paling sering menimbulkan kematian pada
anak adalah kompilkasi radang paru-paru (broncho pneumonia) dan radang otak
(ensefalitis). Komplikasi ini bisa terjadi cepat selama berlangsung penyakitnya.
Gejala ensefalitis yaitu kejang satu kali atau berulang, kesadaran anak menurun,
dan panasnya susah turun karena sudah terjadi infeksi “tumpangan” yang sampai
ke otak. Lain halnya, komplikasi radang paru-paru ditandai dengan batuk
berdahak, pilek, dan sesak napas. Jadi, kematian yang ditimbulkan biasanya bukan
karena penyakit campak itu sendiri, melainkan karena komplikasi. Umumnya
campak yang berat terjadi pada anak yang kurang gizi.

7
PENCEGAHAN

 Bila campaknya ringan, anak cukup dirawat di rumah. Kalau campaknya


berat atau sampai terjadi komplikasi maka harus dirawat di rumah sakit.
 Anak campak perlu dirawat di tempat tersendiri agar tidak menularkan
penyakitnya kepada yang lain. Apalagi bila ada bayi di rumah yang belum
mendapat imunisasi campak.
 Beri penderita asupan makanan bergizi seimbang dan cukup untuk
meningkatkan daya tahan tubuhnya. Makanannya harus mudah dicerna,
karena anak campak rentan terjangkit infeksi lain, seperti radang
tenggorokan, flu, atau lainnya. Masa rentan ini masih berlangsung sebulan
setelah sembuh karena daya tahan tubuh penderita yang masih lemah.
 Lakukan pengobatan yang tepat dengan berkonsultasi pada dokter.
 Jaga kebersihan tubuh anak dengan tetap memandikannya.
 Anak perlu beristirahat yang cukup.
Campak pada anak perlu dicegah dengan imunisasi. Apalagi campak
banyak menyerang anak usia balita. Seharusnya, vaksin campak tak memiliki efek
samping, tapi karena vaksin dibuat dari virus yang dilemahkan, maka bisa saja
satu dari sekian juta virusnya menimbulkan efek samping. Umpamanya, setelah
diimunisasi campak, anak jadi panas atau diare.Sebenarnya bayi mendapatkan
antibodi dari ibunya melalui plasenta saat hamil. Namun, antibodi dari ibu pada
tubuh bayi itu akan semakin menurun pada usia kesembilan bulan. Lantaran itu,
pemberian imunisasi campak dilakukan di usia tersebut. Kemudian, karena tubuh
bayi di bawah 9 bulan belum bisa membentuk kekebalan tubuh dengan baik maka
pemberian vaksinasi campak diulang di usia 15 bulan dengan imunisasi MMR
(Measles, Mumps and Rubella). Dengan vaksinasi ini diharapkan bilapun anak
terkena campak, maka dampaknya tidak sampai berat atau fatal karena tubuh
sudah memiliki antibodinya.Hanya saja, karena saat ini terdapat kecurigaan bahwa
bahan pengawet pada vaksin MMR dapat memicu autisme, akhirnya pemberian
imunisasi campak tidak diulang. kekhawatiran itu tidak perlu ada lagi jika anak
sudah mencapai usia tiga tahun dan mengalami proses tumbuh kembang yang
normal.