Anda di halaman 1dari 7

PANDUAN EVALUASI KINERJA STAF MEDIS

RSU MEDIKA LESTARI


TAHUN 2018

RUMAH SAKIT UMUM MEDIKA LESTARI


TAHUN 2018
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM MEDIKA LESTARI
Nomor :445/077/Kps.RA/2016

TENTANG
PEMBERLAKUAN PANDUAN EVALUASI KERJA STAF MEDIS
RUMAH SAKIT UMUM MEDIKA LESTARI

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM MEDIKA LESTARI

a. Menimbang : a. Bahwa rumah sakit harus menjaga kualitas pelayanan terhadap


pasien. Salah satu factor krusial keselamatan pasien adalah
kewenangan staf klinis (dokter) untuk melakukan tindakan medis.
Demi menjaga keselamatan pasien dari tindakan medis yang
dilakukan oleh dokter, rumah sakit perlu mengambil langkah-langkah
untuk mempertahankan kinerja dokter melalui sebuah penilaian
kinerja terhadap dokter.
b. Bahwa untuk memastikan kualitas asuhan medis yang diberikan oleh
staf klinis maka diperlukan panduan evaluasi kinerja profesi yang
berkesinambungan (on going professional practice evaluation),
maupun evaluasi kinerja profesi yang terfokus (focused professional
practice evaluation).
c. Bahwa maksud tersebut diatas ditetapkan kebijakan tentang evaluasi
kinerja staf klinis di RSU Medika Lestari
b. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang kesehatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan
Lebaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
2. Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072);
3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6);
4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 tentang
Pedoman StandarPelayanan);
: Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila
dikemudian hari ternyata ada kekeliruan dalam penetapannya, akan
diadakan perubahan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Majenang
PadaTanggal : 17 Juni 2016

DIREKTUR
RSU MEDIKA LESTARI

drg. Hj. Dewi Marhenny, MM


NIP.19590716 198703 2 005

Lampiran : Keputusan Direktur RSU Medika


Lestari Tentang Pemberlakukan
Panduan Evaluasi Kinerja Staf
Medis.
Nomor : 445/077/Kps.RA/2016
Tanggal. : 17 Juni 2016

BAB I
DEFINISI

A. LatarBelakang
Rumah sakit adalah lembaga yang memberikan pelayanan klinik dengan badan
dan jiwa manusia sebagai sasaran kegiatannya, maka mutu pelayanan medic menjadi
indicator penting untuk menilai baik buruknya pelayanan rumah sakit.Oleh Karena itu,
untuk mewujudkan suatu pelayanan medis yang bermutu sangat diperlukan adanya tata
pengaturan yang baik terhadap kegiatan pelayanan medis yang dilakukan oleh para dokter,
perawat dan tenaga klinik lainnya.
Sebagaimana system governance di bidang manajemen, pada saat ini telah
dikembangkan system governance di bidang klinik dengan menggunakan istilah clinical
governance, yaitu suatu kerangka kerja yang bertujuan untuk menjamin agar pelayanan
kesehatan dapat terselenggara dengan baik berdasarkan standar pelayanan yang tinggi
serta dilakukan pada lingkungan kerja yang memiliki tingkat profesionalisme tinggi.
Dalam konsep ini setiap petugas yang terlibat dalam pelayanan klinik harus
memahami dan menerapkan prosedur-prosedur yang dapat mencegah terjadinya resiko
akibat penatalaksanaan medic. Kepuasan pasien merupakan hal yang sangat penting dalam
menilai mutu pelayanan kesehatan. Ada dua fakto rutama yang mempengaruhi mutu
pelayanan kesehatan, yaitu pelayanan yang diharapkan (expected services), dan pelayanan
yang dirasakan (perceived services). Jika diharapkan terlampui maka pelayanan tersebut
dirasakan sebagai mutu pelayanan yang ideal dan sangat memuaskan. Jika diharapkan
sesuai dengan pelayanan yang diterima maka mutu pelayanannya memuaskan, dan jika
harapannya tidak terpenuhi pada pelayanan yang diterima maka mutu pelayanan tersebut
dianggap kurang memuaskan.
Penilaian mutu pelayanan kesehatan dapat ditinjau dari beberapa sisi, yaitu sisi
pemakai jasa pelayanan kesehatan dan penyelenggaraan kesehatan. Dari sisi pemakai,
pelayanan kesehatan yang bermutu adalah suatu pelayanan kesehatan yang dapat
memenuhi kebutuhan, diselenggarakan dengan cara yang sopan dan santun, tepat waktu,
tanggap dan waktu menyembuhkan keluhan serta mencegah berkembang atau meluasnya
penyakit.
Sumber daya manusia yang mempunyai peran paling utama dalam meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan adalah tenaga profesi medis. Oleh karena itu pihak manajemen
rumah sakit tentunya mengharapkan tenaga medis yang bekerja dilingkungan harus
mempunyai mutu pelayanan kesehatan yang baik, bertanggungjawab dan berdisiplin
tinggi. Sebagai upaya untuk mencapai tujuan dimaksud, maka komite medic dalam
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan tenaga medis serta melakukan pemantauan
dan pembinaan.
BerdasarkanUndang-undang Rumah Sakit pasal 29 tentang kewajiban rumah sakit
bahwa setiap rumah sakit wajib member pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti
diskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar
pelayanan rumah sakit, dan membuat, melaksanakan, dan menjaga standar mutu
pelayanan kesehatan di rumah sakit sebagai acuan dalam melayani pasien. Berdasarkan
Undang-undang rumah sakit pasal 46 rumah sakit bertanggungjawab secara hokum
terhadap semua kerugian yang ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan di rumah sakit. Untuk dapat melaksanakannya maka RSU Medika Lestari
melakukan evaluasi secara terus menerus terhadap semua setiap staf medis yang bekerja
di RSU Medika Lestari sebagai acuan untuk meningkatkan pelayanan dan mengurangi
dampak tuntutan dari pasien.

B. LatarBelakang
Evaluasi kinerja terhadap staf medis bertujuan untuk :
1. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
2. Bahan pertimbangan untuk penerbitan penugasan klinis ulang (reaapointment).
3. Sebagai panduan bagi masing-masing ketua KSM (Kelompok Staf Medis) untuk
melakukan penilaian kompetensi dokter.
4. Melindungi pasien serta staf klinis yang bersangkutan, atas tindakan yang dilakukan.

C. Pengertian
1. Merupakan suatu proses pengumpulan data, menganalisis informasi terhadap setiap
kinerja staf medis yang dilaksanakan berdasarkan data yang komprehensif untuk
menilai pencapaian program dan mendeteksi serta menyelesaikan masalah yang
dihadapi. Dalam melaksanakan evaluasi kinerja staf medis diperlukan suatu metode
dan proses penilaian dan pelaksanaan tugas seseorang atau kelompok orang atau unit-
unit kerja yang sesuai dengan standar kinerja dan tujuan rumah sakit.
2. Proses evaluasi yang terus menerus terhadap praktisi professional dilakukan secara
obejektif dan berbasis bukti. Hasil proses review bias tidak ada perubahan dalam
tanggungjawab staf medis fungsional, perluasan tanggungjawab, pembatasan
tanggungjawab, masa konseling dan pengawasan atau kegiatan yang lainnya. Setiap
waktu sepanjang tahun, bila bukti yang dapat dipertanayakan kurangnya peningkatan
kinerja, ada review dan kegiatan sesuail ainnya yang diambil. Hasil review, tindakan
yang diambil dan setiap dampak atas kewenangan di dokumentasikan dalam file
kredensial staf medis fungsional atau file lainnya.
3. Ada evaluasi terus menerus terhadap kualitas dan keamanan asuhan klinis yang
diberikan oleh setiap staf medis fungsional diperlukan untuk meningkatkan mutu
pelayanan masing-masing staf medis dan mengurangi kesalahan dalam pelayanan
medis yang akan dilaksanakan.
BAB III
PENUTUP

Proses evaluasi staf medis adalah merupakan suatu proses pengumpulan data,
menganalisi sinformasit erhadap kinerja staf medis yang dilaksanakan berdasarkan data yang
komprehensif untuk menila ipencapaian program dan mendeteksi serta menyelesaikan
masalah yang dihadapi. Adanya proses evaluasi terus menerus diharapkan tercapainya
pelayanan medis yang bermutu dan berdayasaing.
Demikian proses evaluasi staf medis di RSU Medika Lestari Dengan segala daya dan
upaya yang optimal, semoga proses evaluasi dapat dilaksanakan sebaikmungkin.

DIREKTUR
RSU MEDIKA LESTARI

drg. Hj.Dewi Marhenny, MM


NIP.19590716 198703 2 005