Anda di halaman 1dari 2

WATERPROOFING AREA LANTAI DAN DINDING BASEMENT

Alasan memakai waterproofing integral pada konstruksi basement


Untuk konstruksi basement umumnya diperlukan jenis waterproofing yang dapat mengatasi persoalan sebagai berikut :
1. Ruang kerja yang terbatas, sehingga tidak memungkinkan apabila dikerjakan dengan sistem waterproofing membrane atau
yang lainnya.
2. Pelaksanaan kerja yang lebih praktis dan cepat sehingga dapat mempercepat schedule keseluruhan proyek juga
meniadakan pemakaian screed pelindung jika dibandingkan dengan waterproofing membrane.
3. Mengatasi kesulitan dalam hal kerumitan pelaksanaan konstruksi dengan detail / joint - joint pondasi ke lantai, pertemuan
pada sudut sudut lantai maupun dinding.
4. Bersifat kedap air dan dapat melindungi basement terhadap kebocoran dan resapan air.
Usulan sistem waterproofing
Berdasarkan kondisi seperti tersebut di atas maka kami mengajukan jenis waterproofing integral system single component
Conplast WP421.
Keuntungan pemakaian material ini selain hal tersebut di atas adalah :
1. Tidak mengandung chloride, sehingga tidak menyebabkan korosi di dalam beton.
2. Membuat beton menjadi kedap air. Dibuktikan dengan pengujian laboratorium berdasarkan Standard Pengujian Beton
Kedap
Air : DIN 1048 dimana beton diuji dengan tekanan air mencapai 7 atm (setara tekanan air kedalaman 70m).
3. Tidak menurunkan kekuatan compressive strength beton dibandingkan beton biasa pada kondisi workability yang sama.
4. Pelaksanaan pengecoran beton menjadi lebih mudah dan praktis karena campuran beton bersifat lebih plastis.
5. Kontrol kualitas campuran beton yang mudah, stabil dan seragam karena pencampuran bahan waterproofing dilakukan di
lokasi
pekerjaan. Dibandingkan sistem 2 component yang mencampur 2 bahan yang terpisah di batching plant dan di lokasi, akan
menimbulkan kesulitan dalam kontrol slump beton, keseragaman kualitas, dan menimbulkan kesalahpahaman dengan pihak
batching plant maupun readymix beton.
4. Bersifat integral, bukan membrane, coating, ataupun lapisan film. Jadi beton secara keseluruhan bersifat waterproof.
Persyaratan Teknis Integral Waterproofing
Untuk mendapatkan beton yang bersifat kedap air, selain penambahan material Conplast WP421 ini juga diperlukan rancangan
campuran beton yang menunjang kerja dari bahan waterproofing tersebut.
Adapun rancangan campuran beton tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Kandungan semen dalam beton minimum 350 kg / m3.
2. Water cement (W/C) ratio < 0.45.
3. Slump beton pada saat tiba di proyek 6-10 cm apabila beton dikirim dari batching plant yang letaknya di luar proyek, atau
slump 14
- 20 cm setelah dicampur Conplast WP421, apabila batching plant ada di lokasi proyek.
4. Slump setelah ditambah Conplast WP421 adalah 14 -20 cm.
constructive solutions
5. Apabila terjadi penurunan slump menjadi < 14 cm, dapat ditambahkan lagi Conplast WP421 sehingga tercapai slump 14 - 20
cm
kembali.
6. Setiap ada construction joint dan pemberhentian pengecoran harus diaplikasikan bonding agent yang dapat merekatkan
sambungan beton lama dengan baru secara sempurna, sehingga terhidar dari kebocoran pada sambungan , yaitu Nitobond EP
Slowset.
Metode Pelaksanaan Integral Waterproofing
1. Waktu pelaksanaan diupayakan agar dikerjakan pada saat arus lalu lintas lancar sehingga pengecorannya tidak terputus,
apabila
batching plant berada di luar proyek.
2. Untuk mendapatkan hasil pengecoran yang baik disarankan setiap pengecoran harus menggunakan pompa beton.
3. Di bidang lantai basement diupayakan semaksimal mungkin agar dihindari adanya stopcor atau cold joint
4. Sebelum pelaksanaan pengecoran, Tim Aplicator akan mengadakan pengecekan di lapangan dan diskusi dengan kontraktor
mengenai pekerjaaan dan sistem kerja pengecoran.
5. Sesuai dengan usulan mix disain maka initial slump sebelum ditambahkan Conplast WP421 adalah 8 ±2 cm. Apabila slump
tidak
memenuhi syarat, truck mixer ditolak.
6. Tim Aplivator akan menambahkan Conplast WP421 ini sebanyak 1,5 - 2 liter/m3 sehingga final slump menjadi 14-20 cm.
Pastikan
adukan sbeton sudah cukup merata sebelum dilakukan pengecekan slump. Semua penambahan additive akan dicatat dan
dilakukan oleh Tim Aplicator.
7. Tim Aplicator membantu melakukan pengecekan slump awal dan slump akhir pada 5 truk pertama untuk mengetahui
konsistensi
slump
8. Tim Aplicator akan mempersiapkan cadangan Conplast WP421 sesuai dengan kebutuhan lapangan.
9. Tidak boleh ada penambahan air ke dalam beton oleh pihak manapun sejak truckmixer keluar dari batching plant sampai tiba
di
lokasi proyek.
10. Apabila ada penurunan slump dapat ditambahkan kembali Conplast WP421 dengan maksimum pemakaian 4 liter / m 3.
11. Selama pengecoran integral waterproofing belum berakhir seluruh sistem dewatering harus terus menerus berlangsung.
12. Pelaksanaan pengecoran secara baik termasuk mechanical vibrator, bekisting yang tidak bocor, tebal selimut beton yang
cukup,
masa pemeliharaan (curing beton) yang cukup harus selalu dikerjakan setiap saat.
Aplikasi material Nitobond EP Slowset
1. Lakukan pengecoran yang baik pada area stop cor/cold joint dengan bekisting yang kedap dan kuat, serta vibrator yang cukup
untuk menghasilkan beton yang padat.
2. Sediakan ruang kerja yang cukup untuk perataan permukaan beton yang akan dipasang epoxy bonding agent waktu beton
akan
dicor.
3. Aduk material Nitobond EP Slowset antara part A dan Part B sesuai aturan pabrik.
4. Kuaskan pada permukaan beton akan disambung secara merata.
constructive solutions
TRIALMIX INTEGRAL WATERPROOFING
Sebelum pelaksanaan pengecoran sebaiknya dilakukan trialmix terlebih dahulu. Hal ini untuk mendapatkan formulasi yang tepat
sesuai dengan kondisi beton yang ada.
Prosedur pelaksanaan trialmix adalah sebagai berikut:
1. Batchingplant mempersiapkan beton sesuai dengan spesifikasi yang disebutkan diatas sebanyak minimal 2 m3 didalam truk
mixer
2. Lakukan pengujian slump awal. Hasil yang disyaratkan 8 ± 2 cm
3. Setelah memenuhi syarat, masukkan Conplast WP421 ke dalam truck mixer sebanyak 1,5 ltr/m3
4. Mixer di aduk selama 3-5 menit samapai beton homogeny
5. Lakukan pengujian slump kembali. Hasil yang disyaratkan 18 ± 2 cm.
6. Apabila hasil slump yang didapat belum mencapai 18 ± 2 cm, lakukan kembali penambahan Conplast WP421 sebanyak 0,5
ltr/m3.
7. Mixer diaduk selama 3-5 menit sampai beton homogen
8. Lakukan kembali pengujian slump.
9. Setelah memenuhi syarat, buat benda uji kubus sebanyak 3 buah untuk pengujian Permeabilitas dan 3 buah silinder diameter
3inc tinggi 15cm sebanyak 3 buah untuk pengujian Absorbtion.
10. Benda uji dapat dibuka setelah berumur 24 jam dan kemudian lakukan perawatandengan curing dalam air
11. Untuk test Permeabilitas pengujian dilakukan berdasarkan standard DIN1048 (Prosedur terlampir)
12. Untuk test absorption pengujian dilakukan berdasarkan standard BS1881 (Prosedur terlampir)