Anda di halaman 1dari 19

Teknik Menagkap Ide Perspektif

dan Menulis Kreatif Pendidikan


Berbagai Jenis Teks Bacaan Karakter

KAMAJAYA ALKATUUK
Jadi Pengantar: Ide=identitas
Penulis? Teknik Menagkap Ide
dan Menulis Kreatif
Krisis Penulis Berbagai Jenis Teks Wacana

Ragangan
1 Filosofis Menulis: Mengapa Kita Menulis
2 Menangkap ide

3 Menulis Kreatif Teks Bacaan


4 Khalayak sasaran Tulisan (Komunitas/usia)

5 Masa depan menulis/tulisan

1.Anekdot
2. Biografi,
Menangkap diri sendiri=)
3. Naskah,
menjadi diri sendiri!!!
4. Cerita sejarah
Filosofi
Menulis
MENGAPA HARUS MENULIS (1)
Mendahului ide

o l i t i cs o f W r i t in g
Section III The P t U s : J o ur na l i stic
i l e nce s W ill Hu r
S
“Jika” kita diam Chapter 10 O ur C A SANFORD
K A N D R E BE C
OVE
ELEANOR M. N
berarti akan e p M y B ody C l e an, To B r ea t he,
1 To Ke
Chapter 1
menyakiti hati To Giv e M y M i nd R e st 125
I PARMASAD
SENDIRI ? SASH A KAM IN

I D o n’t W r i t e 159
Chapter 14 Why
A
ERME C. MAUL
Mengapa Harus Menulis (2)

Menulis
untuk
I Parisipatif =) Peran Sosial

Melalui menulis
II Individual: terapetic /membangun diri
ide Kaidah
Ide menyediakan bahan bakar bagi individu dan
organisasin, masyarakat atau negara untuk
menciptakan nilai dan keberhasilan.
Daya ide
Kekuatan ide dapat melebihi kekuatan material: potensial
uang, benteng. Berhasil?

Satu ide sederhana dapat menjadi katalis untuk


memindahkan gunung, pasar, meraih Besar Dampak
kemerdekaan;
menginspirasi masyarakat serta rekan kerja dan
karyawan, dan menangkap hati dan imajinasi
Unik “Beda”
pemirsa.
IDE: berlimpah juga “gratis”
Utile et dulce

Setiap orang (PENULIS) dinilai dari idenya

Sumber: Masa lalu atau Masa kini

Atau kreasi dari keduanya


SUMBER IDE

I KESEJARAHAN

II KEPRIBADIAN

III PERCAKAPAN

IV TEMPAT

V KEJADIAN
MENULIS TEKS WACANA KRATIF

Acuan teknis/formal Teks Bacaan


Ruang Lingkup Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
SMP/SMA/MA
meliputi 15 jenis teks, yaitu: (1) teks anekdot, (2)
teks eksposisi, (3) teks laporan hasil observasi, (4)
teks prosedur komplek, (5) teks negosiasi, (6) teks
cerita pendek, (7) teks pantun, (8) teks cerita
ulang, (9) teks eksplanasi kompleks, (10) teks film/
drama, (11) teks cerita sejarah, (12) teks berita, (13)
teks iklan, (14) teks editorial/opini, dan (15) teks
novel.

DASAR ORIENTASI: managemen karakter !!!

BEBERAPA TEKS PILIHAN


I. Teks Anekdot
Cerita singkat lucu dan menghibur. Teks Anekdot dapat berupa peristiwa menarik,
konyol dan jadi musuh bersama; melainkan juga berisi tentang ungkapan suatu
kebenaran umum.
Abstraksi : Pembukaan/gambaran
umum
Orientasi : Latar belakang peristiwa
Krisis : Masalah
Pengemis & Manager Reaksi : Penyelesaian masalah
Manager : Pak, cape ya abis ngemis? Laper ya pak..? Koda : Kesimpulan
Pengemis : Biasa aja tuh, hari ini saya udah makan 3x koq
Manager : Loh..? uangnya cuman buat makan bapak doank? Anak dan istri di rumah makan apa?
Pengemis : Kayak org susah aja..! Td pagi saya sekeluarga abis ngerayain ultah anak saya yg kelima di
Mc. Donald bareng guru2 & tmn2 sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya barusan BBM saya, mrk lg
makan di Pizza HUT tau!
Manager sampai kebingungan dan berkata : “Emank bapak ngemis 1 hari dapet brp..?”
Pengemis : Nih ya.. Saya kasi tau..!! Saya ngemis dari jam 07.00-17.00. Lampu merah atau hijau
waktunya 60 detik. Setiap 60 detik paling nggak saya bisa dapet Rp 2.000. 1 jam = 60 kali lampu merah
Hijau, berarti 60 x 2.000 = 120.000 /jam 1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam. 9 jam x
120.000 = 1.080.000/hari. 1 bulan saya kerja 26 hari.26 hari x 1.080.000 = 28.080.000/bulan
Manager sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu
Pengemis berkata : Emang mas jadi manager, gaji per bulannya brp..? Dorongan untuk bertukar anekdot adalah
sangat tertanam dalam diri manusia
Manager : 6.000.000 sepanjang peradaban. Sejak masih hidup di
Pengemis : Ijasah..? gua sampai dengan saat ini: baik di bulan
atau di bunker. Manusia adl makhluk
Manager : S-2 anekdotalis.
(Anekdot dari sumber Anonim; sabariman152.wordpress.com)
Anekdot: humor, kritik, dan pendapat yang terkesan tegas, nyata,
namun tetap menggelitik dan menghibur.

SEMBOYAN KARTINI DAN PERJUANGAN KORUPSI


Contoh
Tepat pada tanggal 21 April yang ditandai dengan hari kartini, sekumpulan ibu-ibu membicarakan
tentang perjuangan Kartini dan perjuangan masa kini. Raden Ajeng Kartini adalah salah seorang
pahlawan dalam hal emansipasi perempuan yang memiliki semboyan dalam bukunya “Habis Gelap
Terbitlah Terang”. Ibu Dora mengatakan bahwa semboyan Kartini tersebut masih diperjuangkan
hingga sekarang. Ibu-ibu lain pada bingung dan berpikir.
Bu Mince: “Bu Dewi, sekarang kan wanita memiliki kesetaraan hak. Jadi saya rasa semboyan itu cocok
saat Kartini masih hidup saja bu”.
Bu Dora : “Jangan salah pikir bu, semboyan Kartini masih digunakan hingga zaman modern saat ini
lho”.
Bu Deisy: “Lho apa contohnya bu?”.
Bu Dora: “Begini ibu-ibu. Mari kita bandingkan korupsi pada masa orde baru, dimana korupsi yang
dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau dalam istilah keadaan gelap. Lalu bandingkan dengan cara
korupsi zaman sekarang, korupsi dilakukan dimana-mana dan secara terang-terangan dan tak punya
malu. Sama persisi seperti semboyan ibu kita Kartini Habis Gelap Terbitlah Terang”
Bu Mince: “Oh jadi, jika masa lalu Kartini berjuang untuk wanita. Masa sekarang perjuangan untuk
terang-terangan korupsi ya bu”. (http://ruangseni.com/4-contoh-teks-anekdot-korupsi-lucu/).
Jenis Beberapa Jenis Anekdot dan bentuk
❖ Anekdot identitas
1. Hukum,
❖ 1. Jenis kelamin
2. Pendidikan (moral),
3. Ekonomi, ❖ 2. Etnis
4. Politik ❖ 3. Bangsa
5. Identitas
❖ 4. Kleas sosial

Bentuk Lisan dan tulisan

Abstraksi : Pembukaan/gambaran umum


Orientasi : Latar belakang peristiwa
Krisis : Masalah Komposisi
Reaksi : Penyelesaian masalah
Koda : Kesimpulan
II.Teks Cerita Ulang: Oto -Biografi
Fungsi Memahami diri sejati (Oto)

Estafet / Menegaskan Komitmen Diri


kreasi nilai

Klarifikasi Diri ?

Mengidentifikasi diri (Bio)

Memahami Peran Tokoh


Antar
generasi/
pribadi Meneladani Tokoh Anutan
Cara Menulis Teks Biografi Lanjutan
KH Dewantara

I. Menjawab Panggilan (Ide)


a. Tahap
Persiapan II. Riset: 1. Wawancara,
2. Observasi

b. Tahap III. Membuat Ragangan


Inkubasi
IV. Menulis
c. Tahap
Iluminasi
V. Melengkapi : 1. Konfirmasi;
d. Tahap 2. Verifikasi
Verifikasi
VI. Draft VII. Final
III. Menulis Naskah/Skenario
Penulis menunaikan
Fungsi
Si tou timou tumou tou
Manusia hidup untuk menghidupkan/
memanusiakan orang lain

Mengejawantahkan Ide Menghadirkan


“relasi” kehidupan (kembali) /baru

Penulis niscaya memahami Kepribadian

Penulis niscaya memahami masyarakat

Sadar waktu, ruang, dan sarana


IV. Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah: teks yang menjelaskan dan
menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang
menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang
mempunyai nilai sejarah.

Jenis – Jenis Teks Sejarah


Sejarah Fiksi: Roman, Novel, cerpen, legenda.

Sejarah Non-Fiksi: Cerita Perjalanan, Catatan Sejarah.

Literasi sejarah, melalui literasi sastra (cerita)


Sumber
Tokoh
daerah ?
IV. Rujukan Menulis:
Multi Sumber

Menulis untuk film, bukan semata dari


tulisan melainkan dari “film” juga.

Mendekatkan Subjek tentang (Film)


dengan Subjek (film) itu sendiri

Teks naskah berposisi sebagai media

Pengorganisasian jadi lintas tempat:


daerah, negara dgn fasilitas teknologi internet
Perspektif Teknologi

V. Masa Depan Menulis Teks

Literasi
Multiliterasi, multimodal, hiperteks
baru

Rekomendasi:
“Pengajar, pembelajar, dan karyawan “harus
Belajar- menggabungkan literasi teknologi, literasi informasi, media
mengajar kreativitas, dan kompetensi sosial dan tanggung jawab ke
menulis dalam pendekatan kami untuk belajar dan ke dalam
kehidupan sehari-hari kita.
Sekian
Plus