Anda di halaman 1dari 20

Nomor Dokumen : FM-KUR-02.

07
SMK NEGERI 1 JETIS
Revisi : 00
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Tanggal terbit : 1 Juli 2017
(RPP)
Kompetensi Keahlian : Teknik Pengelasan
Mata Pelajaran : Teknologi Mekanik
Kelas/Semester : X / Genap (2)
Alokasi Waktu : 6 Jam Pelajaran x 40 menit
Pertemuan Ke- : 21 dan 25
Kompetansi Dasar : Teknik Penanganan Material

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam
bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1. 3.6. Menerapkan teknik 3.6.1. Mengamati penjelasan teknik
penanganan material. mengangkat material dengan alat angkat
dan alat angkut sesuai dengan Standar
Operasional Prosedur (SOP).
2. 4.6. Melaksanakan teknik 4.6.1. Mengkategorikan data dan menentukan
penanganan material. hubungannya, selanjutnyanya
disimpulkan dengan urutan dari yang
sederhana sampai pada yang lebih
kompleks terkait denganteknik
mengangkat material dengan alat angkat
dan alat angkut sesuai dengan Standar
Operasional Prosedur (SOP).
C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu :
a. Menjelaskan jenis – jenis dan fungsi alat angkat / alat angkut.
b. Menjelaskan prosedur penanganan material.
c. Menjelaskan cara penyimpanan material.
d. Menerapkan dan melaksanakan penyimpanan material.
e. Menerapkan dan melaksanakan teknik mengangkat material dengan alat angkat
dan alat angkut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

D. Materi Pembelajaran

JENIS DAN FUNGSI ALAT ANGKAT / ALAT ANGKUT


Metode Mengangkat Material
Tiga metode yang biasa digunakan mengangkat material :
1. Block and Tackle – ini memerlukan metode pemindahan tambahan. Sebuah troli
yang berjalan diatas adalah perlu untuk membawa material ke bangku kerja.
2. Operasi secara manual, alat angkut hidrolik bergerak – ini memberikan
kemudahan mengangkat material dari truk dan dapat dengan mudah disetir ke
bangku kerja.
3. Forklift troley or truck – digunakan ketika material ditempatkan palet kayu.
Material harus diletakkan pada palet sehingga material tidak bergerak ketika
diangkat

Definisi Penanganan Material


Definisi dari penanganan material adalah seni dan ilmu pengetahuan dari
perpindahan, penyimpanan, perlindungan dan pengawasan material atau suatu
penanganan material dalam jumlah yang tepat dari material yang sesuai, dalam
kondisi yang baik, pada tempat yang cocok, pada waktu yang tepat, pada posisi yang
benar, dalam urutan yang sesuai, dengan biaya yang murah dan menggunakan
metode yang benar.
Aktivitas penanganan material di industri biasanya dilakukan dengan
menggunakan alat/mesin atau menggunakan tenaga manusia.

Peralatan penanganan material diklasifikasikan ke dalam empat tipe utama,


yaitu:
 Conveyor (ban berjalan),
 Crane (derek), dan hoist (kerekan),
 Trucks (alat angkut/kereta),
 Elevator.
 Conveyor (ban berjalan)
Conveyor adalah salah satu jenis alat angkut yang berfungsi untuk
mengangkut material ataupun produk dengan jalur yang tetap dalam perusahaan.
Conveyor digunakan untuk memindahkan material secara kontinyu dengan
jalur yang tetap.
 Melewati jalur yang tetap (fixed path)
 Perpindahan secara kontinyu.
 Sebagian besar menggunakan daya untuk memindahkan lintasannya, ada
yang menggunakan gaya gravitasi.
Jenis-Jenisnya :
a. Belt Conveyor

Belt Conveyor umum digunakan dalam industri.


 Material diletakkan dipermukaan belt dan diangkut sepanjang lintasan
belt.
 Belt : kuat dan tidak terputus (loop yang kontinyu).
 Belt dilengkapi dengan frame
 Biasa digunakan : industri pertambangan, metalurgi dan batu bara,
material besar / material dalam kemasan.

Kelebihan :
 Menurunkan biaya produksi (untuk pemindahan)
 Pemindahan yang kontinyu dalam jumlah yang tetap sesuai dengan
keinginan.
 Dapat beroperasi secara mendatar maupun miring (sudut maksimum
sampai 18°)
 Kapasitas tinggi dan dapat diatur

Kekurangan :
 Jaraknya telah ditentukan.
 Biaya relatif mahal.
 Sudut inklinasi terbatas
b. Roll Conveyor

 Sering juga digunakan di industri selain belt conveyor


 Lintasan geraknya tersusun dari tabung-tabung yang tegak lurus
terhadap arah geraknya

c. Chain Conveyor

Terbuat dari rantai yang berupa 1 rantai atau lebih dan dioperaikan secara
paralel.
 Prinsip kerjanya hampir sama dengan belt conveyor
 Rantainya tidak terputus dan bergerak kontinyu
 Cocok untuk conveyor yang membutuhkan penanganan material pada
temperatur tinggi dll

d. Screw Conveyor

 Sesuai untuk mengangkut bahan padat berbentuk halus atau bubur


 Screw mengelilingi sumbu (mirip sekrup) , mendorong material.
 Selama transportasi juga terjadi pengecilan ukuran bahan.
 Pemasangan alat biasanya miring (bantu pengaliran bahan) dan ukuran
tidak terlalu panjang
 Dapat digunakan untuk mengangkut secara horisontal, sudut tertentu
atau vertikal.
 Terbatas, karena material yang dapat dipindahkan tidak banyak.
 Tidak dapat digunakan untuk bongkahan besar mudah hancur (easily-
crushed), abrasive, dan material mudah menempel (sticking materials).
 Beban berlebih akan mengakibatkan kemacetan (bottleneck) dekat
intermediate bearing, merusak poros, dan screw berhenti

Keuntungan dan Kerugian Conveyor sebagai peralatan pemindah bahan yaitu,


Keuntungan :
 Kapasitas tinggi sehingga memungkinkan untuk memindahkan material
dalam jumlah besar.
 Kecepatan dapat disesuaikan.
 Penanganan dapat digabungkan dengan aktivitas lainnya seperti proses dan
inspeksi.
 Serba guna dan dapat ditaruh di atas lantai maupun di atas operator.
 Bahan dapat disimpan sementara antar stasiun kerja.
 Pengiriman/pengangkutan bahan secara otomatis dan tidak memerlukan
bantuan beberapa operator.
 Tidak memerlukan gang.
Kerugian :
 Mengikuti jalur yang tetap sehingga pengangkutan terbatas pada area
tersebut.
 Kerusakan pada salah satu bagian conveyor akan menghentikan aliran
proses.
 Conveyor ada pada tempat yang tetap, sehingga akan mengganggu gerakan
peralatan bermesin lainnya.

 Crane (derek), dan hoist (kerekan)


Crane (derek) dan Hoist (kerekan) adalah peralatan di atas yang
digunakan untuk memindahkan beban secara terputus-putus dengan area
terbatas.
Keuntungan penggunaan crane pada proses pengangkat material adalah:
 Dimungkinkan untuk mengangkat dan memindahkan benda.
 Keterkaitan dengan lantai kerja/produksi sangat kecil.
 Lantai kerja yang berguna untuk kerja dapat dihemat dengan memasang
peralatan handling berupa cranes.
Crane
 Merupakan peralatan/mesin yang dipergunakan untuk memindahkan barang
dari satu tempat ke tempat lain (mengangkat, memindahkan dan
menurunkan.
 Crane lebih fleksibel dibandingkan conveyor ataupun elevator karena tempat
pemindahan bisa berubah-ubah
Keuntungan crane :
o Crane mampu mengangkat material yang jauh diatas kemampuan
manusia dan hewan
o Keterkaitan dengan lantai kerja sangat kecil 3. Dapat menghemat lantai
kerja
Kerugian crane :
o Membutuhkan biaya yang besar apabila menggunakan cranes
o Aliran penanganan material terbatas pada area cranes
o Crane hanya bergerak pada arah garis lurus dan tidak dapat dibuat
berputar/belok.
o Pemakaian tidak dapat maksimal sesuai yang diinginkan karena crane
hanya digunakan untuk periode waktu yang pendek setiap hari kerja.

Jenis – Jenisnya :
a. Mobile Crane
Crane yang terpasang pada platform yang bergerak
contoh :
b. Fixed Crane
Crane yang di bangun pada landasan yang tetap
contoh :

 Trucks (alat angkut/kereta),


Trucks yang digerakkan tangan atau mesin dapat memindahkan material
dengan berbagai macam jalur yang ada.
Yang termasuk dalam kelompok truck, antara lain :
 forklift trucks,
 fork trucks,
 trailer trains,
 automated guided vehicles (AGV), dan sebagainya.

Keuntungan dan Kerugian truck sebagai peralatan angkut, yaitu :


Keuntungan :
 Perpindahan tidak menggunakan jalur yang tetap, oleh sebab itu dapat
digunakan di mana-mana selama ruangan dapat untuk dimasuki trucks.
 Mampu untuk loading, unloading dan mengangkat kecuali memindahkan
material.
 Karena gerakannya tidak terbatas, memungkinkan untuk melayani tempat
yang berbeda.
Kerugian :
 Tidak mampu menangani beban yang berat.
 Mempunyai kapasitas yang terbatas setiap pengangkutan.
 Memerlukan gang
 Sebagian besar trucks harus dijalankan oleh operator
 Trucks tidak bisa melakukan tugas ganda.

 Elevator.
Untuk memindahkan suatu material dalam jumlah banyak dari suatu
tempat ke tempat lain secara vertikal, biasanya secara kontinyu.
Jenis-jenisnya :
Bucket Elevator

Magnetic Elevator
Hydrolic Elevator
Mechanic Elevator
Positioning Elevator
PROSEDUR PENANGANAN & PENYIMPANAN MATERIAL
Pertimbangan Perancangan Sistem Penanganan Material
Karakteristik Material
 Sifat fisik
 Ukuran
 Berat
 Bentuk
 Kondisi
 Resiko Keamanan

Tingkat Aliran Material


 Jumlah aliran rendah dan jarak perpindahan relative pendek, maka digunakan
handtruck.
 Jumlah aliran rendah dan jarak perpindahan sedikit lebih jauh, maka digunakan
AGV.
 Jumlah aliran sangat tinggi, maka digunakan conveyor.
 Jumlah aliran sangat tinggi dan jarak perpindahan sedikit lebih jauh, maka
digunakan AGV Train.

Tugas – Tugas Dari Bagian Penanganan Material Antara Lain :


 Mengadakan penyelidikan dan analisis untuk dapat menentukan bagaimana
kegiatan penanganan material dilakukan sehingga dapat lebih efisien.
 Merencanakan, mengadakan pengujian/pengetesan dari perkembangan alat-alat
penanganan material yang baru.
 Memberikan nasihat-nasihat/rekomendasi mengenai perbaikanperbaikan yang
perlu dilakukan dalam cara-cara pemindahan bahan (penanganan material) dan
dalam pemasangan perlengkapan atau peralatan handling yang baru.
 Mengikuti pelaksanaan dan membuat laporan mengenai pemasangan
perlengkapan atau peralatan handling yang baru tersebut.

Prosedur Penanganan Material


Perencanaan Penanganan Bahan
Di dalam perencanaan materials handling beberapa unsur perlu di perhatikan :
1. Sifat obyek yang diangkut produk macam/jenisnya berat, ringan, cair padat,
besar, kecil , dan seterusnya. Ini mementukan sekaligus pemilihan alat
penanganan material.
2. Jalur pengangkutan dari mana keman bahan dipindah-pindahkan relatif dekat
atau jauh.
3. Keadaan ruangan yang tersedia keadaaan ruang cukup luas atau sempit atapnya
tinggi atau rendah
4. Karakteristik karakteristik bangunan bentuk gedung datar atau bertingkat.
5. Dana yang tersedia untuk pembelian /penyewaan alat alat penanganan material.
6. Kapasitas peralatan penanganan yang di perlukan.

Organisasi Penanganan Bahan


Urusan pengendalian bahan sebaiknya dispesialiskan,paling tidak di bawah
bagian logistik. Seksi penanganan material merupakan seksi yang melayani
kebutuhan lainya ,terutama bagian produksi sehingga dapat meminimumkan biaya.
Keuntungan yang di peroleh dari pedoman ini adalah :
a. Menekan biaya pengendalian bahan-bahan
b. Memperlancar perpindahan bahan bahan
c. Pemanfaatan luas ruang secara maksimal
d. Mengurangi kerusakan bahan
e. Mengurangi waktu memindah dan membongkar bahan-bahan.

Faktor – Faktor Penanganan Material Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam


Penyusunan Peralatan Pabrik (Plant Lay Out)
Bahan plant lay out dan penanganan material seharusnya berjalan bersamaan.
Oleh karena itu, plant lay out yang dibuat haruslah mencerminkan banyaknya
kebutuhan atas kegiatan penanganan material dari suatu tingkat proses ke tingkat
proses berikutnya.
Faktor-faktor penanganan material yang perlu dipertimbangkan dalam plant lay
out yang baru ialah :
1. Disediakannya gang-gang kecil atau ruang gerak (aisles) yang cukup lebar untuk
menempatkan dengan aman jenis-jenis peralatan yang mekanis, dan dapat
menampung muatan yang terbesar yang dihadapkan serta cukup bagi tempat
bergerak orang-orang yang berjalan sejajar.
2. Menyediakan tempat atau ruangan yang cukup untuk berjalannya pekerjaan,
sehingga dapat dihindarinya rehandling sebelum pengolahan dilakukan.
3. Menyimpan barang agar supaya barang tersebut tetap dalam keadaan yang baik
untuk dikerjakan.
4. Jangan sekali-kali meletakkan bahan-bahan lepas di atas lantai, kecuali bila tidak
dapat dihindarkan sama sekali, karena hal ini membutuhkan pekerjaan dengan
tangan untuk mengangkut dan membongkar bahan-bahan tersebut setiap kali
dipindahkan.
5. Meniadakan kamar-kamar penyimpanan yang terpencil dan dipagari di mana
mungkin, kecuali kalau :
(1) bahan-bahan harus disimpan secara teliti sekali.
(2) bahan-bahan mudah hilang, rusak atau dicuri.
(3) bahan-bahan tidak segera dapat diperoleh, karena waktu pengiriman bahan-
bahan tersebut lama.
Kamar penyimpanan yang dipagari membutuhkan sistem pemindahan yang
khusus baik untuk penerimaan maupun pengeluaran barang, dan biasanya
administrasinya khusus pula ;
a. Mengadakan suatu sistem pemindahan barang-barang sisa atau scrap dari
bahan-bahan bekas yang dibuang.
b. Merencanakan pos-pos pengawasan sebagai suatu bagian dari arus pekerjaan.
c. Menghindarkan semua gerakan yang menyilang (zig-zag) yang melalui arus yang
berlaku umum (general line of flow).
d. Merencanakan pekerjaan-pekerjaan pengepakan pada akhir aliran atau arus
pekerjaan untuk menghindarkan pekerjaan pengepakan dan pengangkutan
kembali.
e. Dalam merencanakan tempat-tempat penerimaan dan pengiriman barang,
kekuatan lantai harus dibuat sedemikian rupa, sehingga memudahkan masuknya
kendaraan pengangkut/pemindah bahan.
f. Apabila bahan tidak membutuhkan perlindungan terhadap udara, sebaiknya
memakai tempat penyimpanan lapangan untuk menghemat tempat penyimpanan
yang ada di dalam ruangan. Penyimpanan di lapangan harus direncanakan
sehingga bahan-bahan dapat diangkut dalam unit loads dengan truk dan katrol
dan dengan tenaga kerja yang seminimum mungkin.

E. Model / Metode Pembelajaran


Model pembelajaran Cooperative Learning dengan pendekatan scientific.

F. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan DeskripsiKegiatan
Waktu
Pendahuluan a. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan pisik 10 menit
untuk mengikuti proses pembelajaran
b. Memberi motivasi mengajukan pertanyaan terkait
dengan materi yang telah dipelajari dengan
materi yang akan dipelajari
c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang
akan dicapai.
d. Menyampaikan ruang lingkup materi dan
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan
peserta didik untuk menyelesaikan masalah.
Inti Mengamati : 200 menit
Mengamati dan melaksanakan teknik penanganan
material melalui pengamatan di bengkel atau
simulasi.

Menanya :
Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan
mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri
tentang teknik penanganan material

Mengeksplorasi :
Mengumpulkan data yang dipertanyakan dan
menentukan sumber (melalui benda konkrit,
dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab
pertanyaan yang diajukan tentang teknik
penanganan material

Mengasosiasi :
Mengkategorikan data dan menentukan
hubungannya, selanjutnya disimpulkan dengan
urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih
kompleks terkait dengan teknik penanganan
material

Mengkomunikasikan :
Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang teknik
penanganan material melalui media lisan dan
tulisan.
Penutup Dalam kegiatan penutup guru bersama peserta didik 30 menit
baik secara individual maupun kelompok
melakukan:
a. Rangkuman atau kesimpulan
b. Memberikan umpan balik terhadap proses
dan hasil pembelajaran
c. Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam
bentuk pemberian tugas, remidial, dan
pengayaan baik individual maupun
kelompok, dan
d. Mengimformasikan rencana pembelajaran
untuk pertemuan berikutnya
G. Alat / Media / Sumber Pembelajaran
1. Buku K13 Teknik Industri Penanganan Material X-2
2. Slide Power Point
3. Ruang Praktek / Bengkel Teknik Pengelasan
4. Internet
5. http://elearning-stmhabibi.net atau http://elearning-stmhabibi.net/moodle

H. Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Sikap
2. Penilaian Pengetahuan
3. Penilaian Keterampilan

I. Prosedur Penilaian
No Aspek Yang Dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1 Sikap Pengamatan Selama pembelajaran
a. Terlibat aktif dalam berlangsung
pembelajaran teknik
penanganan material
b. Bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.
c. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.
2 Pengetahuan Pengamatan Penyelesaian tugas
a. Menjelaskan jenis – jenis dan dan secara individu
fungsi alat angkat / alat angkut tes tulis
b. Menjelaskan prosedur
penanganan material.
c. Menjelaskan prosedur
penyimpanan material.
3 Keterampilan Pengamatan Penyelesaian tugas
a. Menerapkan dan dan secara individu
melaksanakan penyimpanan tes tulis
material. Tugas
b. Menerapkan dan
melaksanakan teknik
mengangkat material dengan
alat angkat dan alat angkut
sesuai Standar Operasional
Prosedur (SOP).
J. Instrumen Penilaian Hasil Belajar
Tes tertulis
1) Jelaskan definisi dari penanganan material !
2) Sebutkan tiga metode yang biasa digunakan dalam mengangkat material ?
3) Sebutkan empat klasifikasi tipe peralatan penanganan material !
4) Sebutkan jenis – jenis conveyor !
5) Jelaskan keuntungan penggunaan crane pada proses pengangkat material ?
6) Jelaskan keuntungan dan kerugian truck sebagai peralatan angkut !
7) Sebutkan kegunaan dari elevator ?
8) Sebutkan pertimbangan perancangan sistem penanganan material dilihat dari segi
karakteristik material !
9) Sebutkan keuntungan – keuntungan yang diperoleh dari adanya organisasi
penanganan bahan (bagian logistik) !
10) Sebutkan faktor – faktor penanganan material yang perlu dipertimbangkan dalam
penyusunan peralatan pabrik (plant lay out) !

Kunci jawaban
Butir
Uraian Skor
Soal
1 Definisi dari penanganan material adalah seni dan ilmu pengetahuan 10
dari perpindahan, penyimpanan, perlindungan dan pengawasan
material atau suatu penanganan material dalam jumlah yang tepat
dari material yang sesuai, dalam kondisi yang baik, pada tempat yang
cocok, pada waktu yang tepat, pada posisi yang benar, dalam urutan
yang sesuai, dengan biaya yang murah dan menggunakan metode
yang benar.
2 Tiga metode yang biasa digunakan mengangkat material : 10
1. Block and Tackle
2. Operasi secara manual, alat angkut hidrolik bergerak
3. Forklift troley or truck
3 Empat klasifikasi tipe peralatan penanganan material 10
 Conveyor (ban berjalan),
 Crane (derek), dan hoist (kerekan),
 Trucks (alat angkut/kereta),
 Elevator.
4 Jenis- jenis conveyor : 10
a. Belt Conveyor
b. Roll Conveyor
c. Chain Conveyor
d. Screw Conveyor
5 Keuntungan penggunaan crane pada proses pengangkat material 10
adalah:
 Dimungkinkan untuk mengangkat dan memindahkan benda.
 Keterkaitan dengan lantai kerja/produksi sangat kecil.
 Lantai kerja yang berguna untuk kerja dapat dihemat dengan
memasang peralatan handling berupa cranes.
6 Keuntungan dan Kerugian truck sebagai peralatan angkut, yaitu : 10
Keuntungan :
 Perpindahan tidak menggunakan jalur yang tetap, oleh sebab itu
dapat digunakan di mana-mana selama ruangan dapat untuk
dimasuki trucks.
 Mampu untuk loading, unloading dan mengangkat kecuali
memindahkan material.
 Karena gerakannya tidak terbatas, memungkinkan untuk melayani
tempat yang berbeda.
Kerugian :
 Tidak mampu menangani beban yang berat.
 Mempunyai kapasitas yang terbatas setiap pengangkutan.
 Memerlukan gang
 Sebagian besar trucks harus dijalankan oleh operator
Trucks tidak bisa melakukan tugas ganda
7 Kegunaan elevator yaitu untuk memindahkan suatu material dalam 10
jumlah banyak dari suatu tempat ke tempat lain secara vertikal,
biasanya secara kontinyu.

8 Pertimbangan perancangan sistem penanganan material dilihat dari 10


segi karakteristik material, yaitu :
 Sifat fisik
 Ukuran
 Berat
 Bentuk
 Kondisi
 Resiko Keamanan
9 Keuntungan yang di peroleh dari pedoman ini adalah : 10
a. Menekan biaya pengendalian bahan-bahan
b. Memperlancar perpindahan bahan bahan
c. Pemanfaatan luas ruang secara maksimal
d. Mengurangi kerusakan bahan
e. Mengurangi waktu memindah dan membongkar bahan-bahan
10 Faktor-faktor penanganan material yang perlu dipertimbangkan dalam 10
plant lay out ialah :
1. Disediakannya gang-gang kecil atau ruang gerak (aisles) yang
cukup lebar
2. Menyediakan tempat atau ruangan yang cukup untuk berjalannya
pekerjaan
3. Menyimpan barang agar supaya barang tersebut tetap dalam
keadaan yang baik untuk dikerjakan
4. Jangan sekali-kali meletakkan bahan-bahan lepas di atas lantai,
kecuali bila tidak dapat dihindarkan sama sekali
5. Meniadakan kamar-kamar penyimpanan yang terpencil dan
dipagari di mana mungkin

Mojokerto, 14 juli 2017


Mengetahui,
Ka. SMK Negeri 1 Jetis Guru Mata Pelajaran

Drs. L A D I, M.M, Drs. SOPAN SLAMET, M.Pd.


NIP. 19650915 198903 1 013 NIP. 19631012 200012 1 002
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP
Mata Pelajaran : Teknologi Mekanik
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Waktu Pengamatan : Kamis, 4 Januari 2018

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran Teknologi Mekanik


1. Kurang baik jika menunjukkan tidak aktif sama sekali / sama sekali tidak ambil
bagian dalam pembelajaran

2. Baik jika menunjukkan aktif / ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi
belum ajeg / konsisten

3. Sangat baik jika menunjukkan aktif / sudah ambil bagian dalam menyelesaikan
tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg / konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.

2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.

3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan


kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.

1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkansudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap
proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan
ajeg/konsisten.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan

Sikap
No Nama Siswa
Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Keterangan :
KB : Kurang baik
B : Baik
SB : Sangat baik
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Mata Pelajaran : Teknologi Mekanik
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Waktu Pengamatan : Kamis, 4 Januari 2018

Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang


relevan yang berkaitan dengan nilai fungsi di berbagai macam peralatan Teknologi
Mekanik`

1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Teknik Penanganan
Material.

2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Teknik
Penanganan Material.

3. Sangat terampil, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip


dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Teknik
Penanganan Material.

Bubuhkan tanda √pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan
No Nama Siswa
strategi pemecahan masalah
KT T ST
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Keterangan:
KT : Kurang terampil
T : Terampil
ST : Sangat terampil

Anda mungkin juga menyukai