Anda di halaman 1dari 3

MATA KULIAH : ILMU NEGARA

OLEH : ASEP SAFAAT

NPM : 110110140310

DOSEN : ABI MA’RUF RADJAB S.H, M.H

NEGARA HUKUM FORMIL / NEGARA PENJAGA MALAM


(NACHTWACHTERSTAAT)

Konsep tentang Negara hukum sudah ada semenjak berkembangnya tentang pemikiran cita
Negara hukum itu sendiri.secara embrionik, gagasan negara hukum telah dikemukakan oleh
plato, ketika ia mengemukakan konsep Nomoi. Dalam nomoi plato mengemukakan bahwa
peneyelenggaran negara yang baik ialah berdasarkan pada pengaturan ( hukum ) yang baik.
Gagasan ini kemudian dikembangkan oleh aristoteles dalam karya monumentalnya yakni
poitica. Menurutnya suatu negara yang baik ialah negara yang diperintahkan dengan konstitusi
dan berkedaulatan hukum

Pandangan negara hukum yang dikonsepkan pada abad ke-19 ini disebut sebagai konsep negara
hukum kuno. Seorang filosof yang sangat terkenal dalam mengungkap konsep negara hukum
kuno ini adalah Imanuel Kant. Ia seorang filosof yang berasal dari Jerman. Dalam
pandangannya, konsep negara hukum kuno ini disebut negara penjaga malam
(nachtwakersstaat/nachtwachtersstaat).

Negara hukum formil ini atau Negara penjaga malam ini disebut juga dengan Negara
kesejahteraan klasik ( classic welfare state ) atau yang disebut juga sebagai Negara penjaga
malam. Negara dalam tipikal seperti ini hanya bertugas untuk menjaga tata – tertib masyarakat
saja berdasarkan azas laissez faire, laissez aller. keberadaan Negara hanya berfungsi untuk
menjaga ketertiban dan keamanan umum serta menjaga keselamatan Negara dari serangan
Negara lain. Pada intinya negara hanya bersifat statis dalam wilayah kekuasaannya yakni hanya
sebatas bagaimana menciptakan dan menjaga keamanan negara. Konkritnya contoh kecil yang
dapat dikemukakan adalah siskamling, disini negara fungsinya sama dengan siskamling yakni
menjaga keamanan lingkungannya dalam konteks negara yang dijaga adalah keamanan
negara.Pada tipe Negara seperti ini, Negara tidak ikut campur untuk menyejahterakan
masyarakat bahkan negara dilarang sekeras – kerasnya mencampuri bidang ekonomi dan
penghidupan sosial lainnya.tugas – tugas dari Negara ini adalah :
a. Melindungi warga dan wilayah dari serangan luar ( pertahanan )
b. Melindungi bangsa dan wilayah terhadap kerusuhan dari dalam ( pembentukan dan
pemiliharaan hukum )
c. Penagihan uang pajak dan pengelolaan sumber dana tersebut untuk kepentingan
pembiayaan tugas – tugas negara

Negara dalam pandangan ini adalah negara yang memiliki ruang gerak sempit. Negara
mengurus hal-hal sedikit sedangkan yang banyak terutama dalam kepentingan ekonomi
diserahkan pada warga secara liberal. Negara hanya mempunyai tugas pasif, yaitu baru
bertindak apabila hak-hak warga negara dilanggar atau ketertiban keamanan umum terancam.
Negara hanya membatasi ruang geraknya dan bersifat pasif terhadap kepentingan rakyat negara.
Negara tidak campur tangan secara banyak terhadap urusan dan kepentingan warga negara. Urusan
ekonomi diserahkan pada warga dengan dalil Laissez faire, laissez aler yang berarti bahwa warga
dibiarkan mengurus kepentingan ekonominya sendiri maka dengan sendirinya perekonomian negara
akan sehat.

Maenurut SHALT seorang sarjana Denmark maka negara hukum formil itu harus memenuhi 4 unsur :

a. Harus adanya jaminan terhadap hak – hak asasi


b. Adanya pemisahan kekuasaan
c. Pemerintah didasarkan pada UU
d. Harus ada peradilan administrasi

Dari konsep ini dampak positif yang diperoleh adalah :

1. Dapat melindungi hak-hak asasi warga negaranya dengan cara membatasi dan
mengawasi gerak langkah dan kekuasaan negara dengan/melalui undang-undang.
2. Menciptakan keamanan negara.

Sedangkan dampak negatif yang diperoleh adalah :

1. Negara tidak boleh mengurusi urusan pribadi rakyatnya, negara hanya boleh bertindak
apabila ada serangan dari luar.
2. Negara sangat dibatasi ruang geraknya oleh UU yang disetujui oleh rakyat. Jadi Negara
tidak dapat melakukan sesuatu/tindakan tanpa terlebih dahulu ditentukan dalam UU.

Negara hukum formil dikecam banyak pihak karena mengakibatkan kesenjangan Ekonomi
Yang amat mencolok terutama setelah Perang Dunia Kedua. Gagasan bahwa pemerintah
dilarang campur tangan dalam urusan warga baik dalam bidang ekonomi dan sosial lambat laun
berubah menjadi gagasan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat dan
karenanya harus aktif mengatur kehidupan ekonomi dan sosial (Mirriam Budiarjo,1997).
Untuk itu pemerintah tidak boleh pasif atau berlaku seperti penjaga malam melainkan harus
aktif melakukan upaya-upaya membangun kesejahteraan rakyat.

Konsep negara hukum ini mengalami kegagalan, Karena terdapat prinsip staatsonthouding
atau pembatasan peranan negara dan pemerintah dalam bidang politik yang bertumpu pada
dalil “ the least government is the best government”, dan karena terdapat prinsip “ laissez faire,
laissez aller” dalam bidang ekonomi yang melarang negara dan pemerintah mencampuri
kehidupan ekonomi masyarkat. Pendeknya “ the state should intervene as little as possible at
people’s lives and business” dan akhirnya konsep negara ini malah menyengsarakan warganya.
Dengan kata lain konsep negara malam telah gagal dalam implementasinya.kegagalan
implementasi ini kemudian menempatkan pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab
mengatur kesejahteraan masyarkatnya atau disebut negara kesejahteraan ( welfare state ),
dengan kata lain konsep welfare state merupakan bentuk peralihan dari negara hukum formil

Referensi Buku :

Pengantar Hukum Administrasi Negara karya E. Utrecht

Memahami Ilmu Negara dan Teori Negara karya karya I Gde Pantja Astawa dan Suprin Na’a

Hukum Administrasi Negara karya Ridwan HR

Ilmu Negara karya Abu Daud Busroh