Anda di halaman 1dari 4

Keragaman Sosial Budaya sebagai Modal Dasar Pembangunan Nasional

Bangsa Indonesia memiliki keragaman sosial budaya dalam bentuk perbedaan suku bangsa,
bahasa, budaya, dan agama. Interaksi masyarakat yang terjadi tidak lepas dari pengaruh
perbedaan sosial budaya masyarakat Indonesia. Untuk mendukung keragaman sosial budaya
sebagai modal pembangunan nasional, maka harus tercipta interaksi yang selaras dalam
keberagaman sosial budaya. Bangsa Indonesia harus senantiasa menjalin interaksi positif yang
mengarah pada kerjasama untuk mencapai tujuan bersama, yakni tujuan pembangunan
masyarakat Indonesia.

Perbedaan tersebut harus dikelola dengan baik, sehingga mendorong tujuan


pembangunan nasional. Berbagai lembaga berperan penting dalam mengelola perbedaan
kondisi sosial budaya bangsa Indonesia. Lembaga keluarga, budaya, agama, dan politik memiliki
fungsi dan peran penting dalam mengelola perbedaan tersebut. Pengelolaan keragaman sosial
budaya yang tepat akan membantu percepatan pembangunan nasional.

Secara kodrat manusia selalu membutuhkan manusia lain. Karena itulah manusia akan
selalu melakukan interaksi dengan manusia lain. Dalam kegiatan berinteraksi tersebut
terdapat interaksi yang mendukung pembangunan nasional. Selain itu juga terdapat interaksi
yang menghambat pembangunan nasional.

Sifat-Sifat Interaksi Sosial Budaya dalam Kehidupan Masyarakat

Jenis interaksi manusia di masyarakat :


1. Interaksi antar individu
Contoh : Kegiatan permainan catur, ayah sedang menasehati anak, dan sebagainya
2. Interaksi antara individu dengan kelompok
Contoh : Guru mengajar murid-murid, kyai sedang memberikan ceramah
3. Interaksi kelompok dengan kelompok..
Contoh : Pertandingan antar tim sepak bola, diskusi antar kelompok di dalam kelas,

Mengapa manusia perlu berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidup serta untuk
mencapai tujuan tertentu.

Sifat-sifat Interaksi :

• Bersifat Asosiatif
interaksi sosial yang mengarah dalam bentuk kerjasama sebagai sebuah proses yang terjadi
saling pengertian dan kerjasama timbal balik antara orang perorangan atau kelompok satu
dengan yang lainnya, dimana proses ini menghasilkan pencapaian tujuan-tujuan bersama.
Seperti :
o Kerjasama yaitu bentuk utama dari proses interaksi sosial karena pada dasarnya
interaksi sosial yang dilakukan oleh seseorang bertujuan untuk memenuhi
kepentingan atau kebutuhan bersama.
o Akomodasi yaitu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antar individu dan antar
kelompok untuk meredakan pertentangan. Contohnya misalnya masalah rebutan
kepemilikan lahan yang diselesaikan di pengadilan. Hasil pengadilan tidak selalu
membuat puas kedua belah pihak. Tetapi sebagai masyarakat taat hukum
sepantasnya kita selalu menghormati keputusan pengadilan.
o Asimilasi yaitu proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga masing-masing pihak
merasakan adanya kebudayaan tunggal sebagai milik bersama. Asimilasi merupakan
proses sosial yang ditandai adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan yang
terdapat antara beberapa orang atau kelompok.Misalnya perkawinan antara orang
dari suku Jawa dan suku Minangkabau.
o Akulturasi yaitu proses sosial yang timbul akibat suatu kebudayaan menerima unsur-
unsur dari suatu kebudayaan asing tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian
kebudayaan sendiri. Contohnya : menara Masjid Kudus mirip bangunan candi atau
bangunan Bale Kul Kul yang terdapat di Pura Taman Ayun Bali. Bangunan Menara
Masjid Kudus membuktikan kepada generasi masa sekarang bahwa nenek moyang
Indonesia sangat menyukai toleransi.

• Bersifat Disasosiatif
Yaitu interaksi sosial yang mengarah ke bentuk perpecahan atau merenggangkan
solidaritas.
o Persaingan (competition). Persaingan merupakan perjuangan yang dilakukan
perorangan atau kelompok sosial tertentu agar memperoleh kemenangan atau hasil
secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik. Persaingan
menjadi motivasi positif bagi individu untuk meraih kesuksesan. Misalnya :
pertandingan olahraga, menjadi bintang kelas, kontes kecantikan.

o Konflik (Conflict) interaksi sosial akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan
yang mendasar, sehingga menimbulkan jarak yang terbatas di antara mereka yang
berkonflik. Mereka berkonflik umumnya disebabkan oleh sesuatu yang tidak wajar
bahkan saling menjatuhkan.

Pola Interaksi manusia dengan lingkungan budaya dapat dilihat dari pola interaksinya yaitu
intern dan ekstern.

Bentuk interaksi intern merupakan bentuk interaksi yang terjadi karena adanya proses belajar
kebudayaan oleh warga masyarakat yang bersangkutan. Interaksi ini meliputi beberapa proses,
yaitu: internalisasi (internalization), sosialisasi (socialization), dan enkulturasi (enculturation).
Bentuk interaksi ekstern yaitu interaksi budaya antara suatu kelompok masyarakat dengan
kelompok masyarakat lain yang memiliki nilai-nilai kebudayaan yang berbeda. Beberapa proses
interaksi ekstern yaitu akulturasi (acculturation) dan asimilasi (assimilation) yang timbul dari
adanya proses penyebaran kebudayaan secara geografi, terbawa oleh perpindahan masyarakat
dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Proses penyebaran budaya ini disebut sebagai difusi
(diffution).

Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan

Masyarakat Indonesia yang bertempat tinggal menyebar di berbagai wilayah Indonesia


memiliki karakteristik yang berbeda baik dalam aspek seni, budaya, politik, dan sebagainya. Hal
ini menyebabkan bangsa Indonesia memiliki khazanah budaya berbeda beda seperti dalam
bahasa, adat istiadat, pakaian, teknologi, dan sebagainya. Perbedaan tersebut harus
dimanfaatkan dengan baik karena keragaman sosial budaya merupakan modal sosial atau
modal masyarakat yang penting dalam pembangunan nasional.

Setiap suku bangsa memiliki keahlian, teknologi, dan kebudayaan bawaan yang
diturunkan oleh nenek moyang yang dapat menjadi ciri khas dan keunggulan dari suku bangsa
tersebut. Keragaman budaya daerah dapat dikenali melalui bentuk-bentuk pakaian adat, lagu
daerah, tarian daerah, rumah adat, alat musik, seni pertunjukan, upacara adat, dan lain-lain.
Jika potensi tersebut dikelola dengan baik maka akan menjadi nilai tambah secara ekonomi bagi
bangsa Indonesia.

Fungsi dan peran keragaman budaya dalam pembangunan nasional adalah sebagai berikut:

a. Sebagai daya tarik bangsa asing


Indonesia adalah salah satu tujuan wisata dari berbagai negara. Salah satu daya tarik
wisatawan mancanegara adalah kekayaan budaya bangsa Indonesia. Contohnya :
Kebudayaan yang masih berkembang di Bali merupakan salah satu daya tarik wisatawan
berkunjung ke Bali. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Bali, membantu kegiatan
perekonomian masyarakat Bali. Berbagai barang dan jasa diperjualkan di kota pelajar
tersebut. Ratusan hotel, rumah makan, biro perjalanan, produksi cindera mata, seni
kerajinan, dan sebagainya tumbuh subur di Bali.

b. Mengembangkan kebudayaan nasional


Kebudayaan nasional merupakan suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar
warga suatu negara, dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan, serta
memberikan identitas terhadap warga. Kebudayaan nasional merupakan suatu karya yang
dibanggakan yang memiliki kekhasan bangsa Indonesia dan menciptakan jati diri dan
identitas bangsa Indonesia yang kuat. Misalnya : Batik adalah hasil dari budaya lokal.
Beberapa daerah di Indonesia dapat menciptakan batik dengan corak khas yang berbeda-
beda. Batik kemudian diangkat menjadi salah satu pakaian nasional. Dengan demikian
budaya lokal menjadi budaya nasional.

c. Tertanamnya sikap toleransi


Kekayaan budaya bangsa Indonesia, memberikan pendidikan positif dalam penanaman
sikap toleransi masyarakat Indonesia. Keragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia,
semakin menambah kesadaran masyarakat bahwa pada hakekatnya manusia memiliki
perbedaan

d. Saling melengkapi hasil budaya


Keanekaragaman budaya di Indonesia, justru memberikan kesempatan untuk saling mengisi
antar kebudayaan, Sebagai contoh masyarakat Indonesia di berbagai daerah memiliki
berbagai corak seni bangunan, lukis, kain, dan sebagainya. Kekayaan corak seni tersebut
apabila berinteraksi akan menghasilkan inovasi budaya baru yang sangat berharga.

e. Mendorong inovasi kebudayaan


Inovasi kebudayaan merupakan pembaharuan kebudayaan untuk menjadi lebih baik.
Bentuk-bentuk inovasi kebudayaan dapat terjadi karena akulturasi dan asimilasi. Dengan
ada proses tersebut maka tercipta karya yang kreatif, misalnya : menara masjid Kudus dan
Bale Kulkul Taman Ayun Bali sebagai akulturasi Hindu Buddha dan Islam

Bangsa Indonesia harus mengelola dengan baik keragaman sosial dan budaya sebagai aset
pembangunan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :

• Lembaga keluarga menanamkan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi


• Lembaga agama dapat melakukan pemberdayaan masyarakat seperti meningkatkan
keterampilan umat serta menahan diri dari perpecahan
• Pemerintah menyelenggarakan pentas tersebut dalam upaya mengembangkan budaya-
budaya daerah, sekaligus sebagai promosi pariwisata yang sangat menarik.
• Lembaga ekonomi dapat memanfaatkan potensi daerah yang unik sehingga menciptakan
produk barang dan jasa yang berkualitas, menarik dan bernilai jual.
• Lembaga pendidikan dapat mentransformasi budaya daerah dan melestarikan nilai-nilai
kebuadayaan dengan mengajarkan bahasa daerah, tari tradisional, membatik, dsb.
• Lembaga adat berperan dalam mewariskan dan mengembangkan budaya secara turun
temurun.
• Pemerintah dapat mendukung perlindungan dan pelestarian warisan budaya melalui
undang-undang, misalnya menetapkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 5 tahun
1992 tentang benda cagar budaya.