Anda di halaman 1dari 17

INSTRUMEN PASAR UANG;

COMMERCIAL PAPER DAN FASILITAS SIMPANAN BI

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Pasar Uang dan Pasar Modal

Dosen: H.Dudung Handiwijaya,SE.MM

Disusun Oleh:

1. Winda Wahyuni 1662201196


2. Gebi Indrianti 1662201226
3. Luisky Imelda Sujana 1662201364
4. Elfira Nurul Huda 1662201477

Kelas: 5 Shift 2

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

2017
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT, sholawat dan salam semoga tetap
tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena atas rahmat dan
karunianya kami dapat menyelesaikan tugas tentang “Instrumen Pasar Uang;
Commercial Paper dan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia.” Tugas ini dibuat
untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pasar Uang dan Pasar Modal.

Sehubung dengan selesainya tugas ini, kami yakin bahwa tanpa adanya
bantuan dari semua pihak, tugas ini tidak akan terwujud.

Kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan,baik


kedalaman materi maupun pembahasannya. Hal ini tidak lepas dari keterbatasan
kemampuan kami dalam menyelesaikan tugas ini. Namun demikian, kesadaran
akan keterbatasan inilah yang memberikan dorongan bagi kami untuk
menyelesaikan tugas ini. Akhirnya kami memohon kritikan dan saran yang
konstruktif demi perbaikan tugas selanjutnya di waktu yang akan datang.

Kami berharap semoga tugas makalah Pasar Uang dan Pasar Modal ini
dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Tangerang, 24 September 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR...............................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................4
1. 1 Latar Belakang..........................................................................................4
1. 2 Rumusan Masalah.....................................................................................4
1. 3 Tujuan........................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................5
2.1 Commercial Papper...................................................................................5
2.2 Ciri-ciri Commercial Paper.......................................................................6
2.3 Pihak-pihak yang terkait dalam transaksi CP............................................7
2.4 Penerbitan surat berharga komersial.........................................................8
2.5 Kelebihan Commercial Paper bagi penerbit dan investor antara lain :.....8
2.6 Peranan Bank dalam Perdagangan Commercial Paper.............................9
2.7 Fasilitas Simpanan Bank Indonesia.........................................................12
2.8 Karakteristik, Prinsip dan Persyaratan FASBI........................................13
BAB III PENUTUP...............................................................................................15
3.1 Kesimpulan.................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................16

3
BAB 1
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Pasar uang (Money Market) adalah suatu wadah tempat pertemuan antara
pemilik dana (Funder) dengan calon konsumen (Consumer) baik bertemu
langsung maupun melalui perantara (Broker) atas transaksi permintaan atau
penawaran (Demand/Supply) terhadap sejumlah dana atau surat-surat
berharga jangka pendek umumnya dibawah 270 hari.

Pemilihan dana oleh investor di dalam pasar uang tentu dengan berbagai
pertimbangan. Surat-surat berharga yang ditawarkan di pasar uang inilah
yang kita sebut dengan Instrumen Pasar Uang. Instrumen atau surat-surat
berharga yang diperjualbelikan dalam pasar uang jenisnya cukup bervariasi
termasuk surat-surat berharga yang diterbitkan oleh badan-badan usaha
swasta dan negara serta lembaga-lembaga pemerintah.

1. 2 Rumusan Masalah

1. Apa itu Instrumen pasar uang Commercial Paper?

2. Apa itu Instrumen pasar uang Fasilitas Simpanan Bank Indonesia?

1. 3 Tujuan

1. Agar mahasiswa/i dapat mendeskrpsikan mengenai Instrumen pasar uang


Commercial Paper.

2. Agar mahasiswa/i dapat mendeskripsikan mengenai Instrumen pasar uang


Fasilitas Simpanan Bank Indonesia.

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Commercial Papper

Commercial Paper tidak diatur dalam KUHD dan tidak pula di luar
KUHD. Commercial Paper adalah surat sanggup, tetapi tidak sepenuhya sama
dengan Surat Sanggup yang diatur dalam KUHD. Oleh karena itu, untuk
kepastian hukum Commercial Paper memerlukan pengaturan tersendiri melalui
Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 28/52/Kep/Dir tentang Persyaratan
Penerbitan dan Perdagangan Surat Berharga Komersial (Commercial Paper)
melalui Bank Umum Indonesia, tanggal 11 Agustus 1995, selanjutnya disingkat
SK No. 28/52 Tahun 1995. Surat keputusan tersebut diberi penjelasan melalui
Surat Edaran Bank Indonesia No. 28/49/UPG tanggal 11 Agustus 1995,
selanjutnya disingkat SEBI No. 28/49 Tahun 1995.

Berdasarkan pengaturan tersebut, maka dikenal dua jenis aturan hukum


mengenai Surat Sanggup, yaitu KUHD yang mengatur Surat Sanggup dan SK
No.28/52 Tahun 1995 yang mengatur Commercial Paper yang juga adalah Surat
Sanggup. Kedua aturan hukum tersebut berlaku, tetapi di satu sisi KUHD berlaku
sebagai aturan umum (lex generalis) dan sisi lain SK No. 28/52 Tahun 1995
berlaku sebagai aturan khusus (lex specialis).

Menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 28/52/KEP/DIR


ini,Commercial Paper adalah surat sanggup tanpa jaminan yang diterbitkan
perusahaan bukan bank atau perusahaan efek, berjangka waktu pendek dan
diperdagangkan dengan sistem diskonto.

Commercial Paper merupakan surat berharga berjangka waktu pendek dengan


tempo 2 sampai 270 hari atau kurang dari satu tahun, yang dikeluarkan oleh bank,
perusahaan atau peminjam lain kepada investor untuk memenuhi kebutuhan
pembiayaan yang cepat bagi si penerbit. Sebagai imbalannya investor akan
memperoleh bayaran diskonto yaitu selisih nilai harga nominal dengan harga

5
penjualan karena harga penjualan Commercial Paper tersebut di bawah harga
nominalnya.

Surat berharga komersial atau Commercial paper adalah sekuritas dalam


pasar uang yang diterbitkan oleh bank berkapitalisasi besar serta perusahaan.
Biasanya instrumen ini tidak digunakan sebagai investasi jangka panjang
melainkan hanya sebagai pembelian inventaris atau untuk pengelolaan modal
kerja. Dimana biasanya pula instrumen ini dibeli oleh lembaga keuangan karena
nilai nominalnya terlalu besar bagi investor perorangan, dan termasuk dalam
kategori investasi yang sangat aman sehingga imbal hasil dari surat berharga
komersial ini juga rendah. Ada empat macam bentuk dasar dari surat berharga
komersial ini yaitu :

1. Surat sanggup bayar

2. Cek

3. Deposito

4. Wesel aksep (Bank draft)

2.2 Ciri-ciri Commercial Paper menurut Surat Keputusan Direksi Bank


Indonesia yang dituangkan dalam Surat Edaran No.28/49/UPG antara
lain :
1. Merupakan janji untuk membayar tanpa syarat.

2. Merupakan surat berharga yang tergolong ke dalam surat sanggup.


3. Berjangka waktu pendek yaitu tidak melebihi 9 bulan.
4. Umumnya diperjual belikan dalam bentuk discount.
5. Tidak mempunyai jaminan hutang
6. Umumnya dikeluarkan oleh perusahaan yang sudah punya nama
ataupun Perusahaan yang telah dirating bagus oleh perusahaan peringkat.
7. Merupakan instrumen pasar uang, sungguhpun dapat dikembangkan untuk
menjadi instrumen pasar modal.

6
2.3 Pihak-pihak yang terkait dalam transaksi CP

1. Penerbit (issuers) adalah perusahaan yang membutuhkan dana dan


menerbitkan CP (debitur).
2. Pengatur penerbitan (arranger) adalah Bank yang meng-arrange penerbitan
CP dan melakukan pejualan CP kepada para investor.
3. Agen Penerbit (issuing agent) adalah bank atau perusahaan efek yang
berdasarkan perjanjian tertulis dengan calon penerbit melakukan
pengabsahan CP.
4. Agen Pembayar (paying Agent) adalah Bank yang berdasarkan perjanjian
tertulis dengan calon penerbit CP melakukan pembayaran sejak CP
tersebut jatuh tempo.
5. Investor adalah pemilik dana yang membeli CP yang diterbitkan.

Terkait dengan dokumen CP


1. Tanggal penerbitan adalah tanggal CP diterbitkan sebagaimana tertulis
pada bilyet CP.
2. Tanggal jatuh tempo adalah tanggal jatuh tempo CP sebagaimana tertulis
pada bilyet CP.
3. Nominal CP adalah jumlah nilai CP sebagaimana tertulis pada bilyet CP.
4. Harga Pembelian adalah dana yang harus dibayar oleh Investor yang
terdiri atas harga penjualan CP setelah diperhitungkan atas pajak
penghasilan bunganya.
5. Harga penjualan adalah dana yang harus diterima oleh Penerbit dari CP
yang diterbitkannya setelah diperhitungkan dengan bunga diskonto.
6. Note Purchase Agreement adalah perjanjian jual-beli CP antara Penerbit
dengan Investor.

7
2.4 Penerbitan surat berharga komersial

Terdapat dua cara penerbitan surat berharga yaitu :

1. Penerbitan secara langsung kepada investor jangka panjang seperti lembaga


keuangan.
Penerbitan langsung ini biasanya dilakukan oleh lembaga keuangan yang
memiliki kebutuhan tetap atas pinjaman dalam jumlah besar yan g memilih
melakukan penerbitan langsung yang lebih ekonomis dibandingkan
menggunakan pialang investasi . Di Amerika perusahaan yang melakukan
penerbitan surat berharga komersial secara langsung ini dapat menghemat 3
basis poin ( 1 basis poin = 1/10000%) setahunnya. Diluar Amerika imbalan
jasa pialang investasi ini lebih murah.

2. Penerbitan secara tidak langsung yaitu dijual kepada pialang dan


pialang tersebutlah yang memperdagangkannya di pasar uang.
Bursa perdagangan surat berharga komersial ini melibatkan perusahaan-
perusahaan pialang yang besar dan anak perusahaan bank dimana banyak
diantaranya juga merupakan pialang pada pasar keuangan Amerika (US
Treasury Securities)

2.5 Kelebihan Commercial Paper bagi penerbit dan investor antara lain :
 Bagi Penerbit:
a) Tingkat bunga Commercial Paper lebih rendah daripada prime rate, yaitu
tingkat bunga kredit yang dikenakan perbankan kepada nasabah utamanya,
sehingga biaya dana akan menjadi lebih murah.
b) Tidak perlu menyediakan jaminan.
c) Penerbitannya relatif lebih mudah karena pada prinsipnya hanya melibatkan
penerbit dan investor.
d) Jangka waktu jatuh temponya lebih fleksibel, dapat diperpanjang atas
persetujuan investor.

8
 Bagi Investor:
a) Commercial Paper menawarkan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan
misalnya Sertifikat Deposito, Treasury Bills.
b) Dapat dijual kembali (didiskontokan) tanpa perlu menunggu jatuh
temponya.
c) Tingkat keamanannya relatif tinggi karena penerbit Commercial Paper
umumnya perusahaan dengan rating yang tinggi.

Kelemahan Commercial Paper dilihat dari kepentingan investor dan


penerbit antara lain:

 Bagi investor, Commercial Paper merupakan instrumen yang tidak disertai


dengan jaminan. Kemungkinan penerbit melakukan rekayasa laporan keuangan
untuk memperlihatkan keadaan likuiditas dan kemampuan perolehan labanya.

 Bagi perusahaan penerbit, Commercial Paper merupakan sumber dana jangka


pendek sehingga perusahaan kurang leluasa untuk dijadikan sebagai modal
investasi.

2.6 Peranan Bank dalam Perdagangan Commercial Paper

Peranan bank dalam perdagangan Commercial Paper dapat dikatakan


cukup unik karena pada hakekatnya perdagangan Commercial Paper mendorong
proses disintermediasi bagi bank itu sendiri. Namun bank juga menerima fee dari
kegiatannya dalam perdagangan Commercial Paper sehingga hal ini telah juga
mencerminkan kerangka kerja bank dalam memaksimumkan pendapatannya yang
berasal dari pendapatan non bunga. Agar bank dapat aktif dalam
perdagangan Commercial Paper pada umumnya bank tersebut harus mempunyai
reputasi yang sangat baik di pasar.

9
Alternatif posisi BANK dalam transaksi CP

1. Bank sebagai Investor : Alternatif ini bermanfaat bagi Bank pada masa Bank
mengalami surplus likuiditas jangka pendek sehingga CP yang ditawarkan di
pasar dapat dijadikan alternatif instrumen investasi.

2. Bank sebagai Arranger : Alternatif ini bermanfaat bagi Bank dalam mengatasi
permasalahan Legal Lending Limit (LLL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR)
serta untuk meningkatkan fee based income.

3. Bank sebagai Paying Agent : Alternatif ini bermanfaat bagi Bank untuk
meningkatkan fee based income, yang diperhitungkan berupa persentase dari
nilai rupiah yang harus dibayarkan dari CP yang jatuh tempo.

4. Bank sebagai Issuing Agent : Alternatif ini bermanfaat bagi Bank untuk
meningkatkan fee based income, yang diperhitungkan atas dasar persentase
dari nilai CP yang diterbitkan.

5. Bank sebagai Selling Agent : Alternatif ini bermanfaat bagi Bank untuk
meningkatkan fee based income, atas dasar persentase dari nilai CP yang
berhasil dipasarkan.

Keuntungan Pembayaran dengan Commercial Paper

Bagi unit usaha tujuan penerbitan Commercial Paper adalah sebagai


alternatif sumber pembiayaan ekstern berjangka pendek yang dapat diperoleh
relatif lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan sumber pembiayaan jangka
pendek lainnya. Tujuan ini merupakan premis dasar untuk memilih Commercial
Paper sebagai sumber pembiayaan. Dalam hal ini tentu unit usaha yang
menerbitkan Commercial Paper harus dapat mempertimbangkan apakah
kebutuhan pembiayaan bersifat jangka pendek atau jangka panjang.
Penerbitan Commercial Paper biasanya mempunyai pilihan diantara sejumlah

10
sumber dana, baik dana jangka pendek maupun jangka menengah. Pilihan akan
jatuh dalam Commercial Paper karena penyelenggarannya relatif murah,
instrumennya relatif lebih fleksibel daripada instrumen lain (biasanya diterbitkan
secara terus menerus sehingga dengan tanggal jatuh tempo yang berbeda-
beda Commercial Paper yang terdahulu dapat dibayar dengan dana Commercial
Paper yang diterbitkan kemudian), tidak terikat pada jaminan dan likuiditas
perekonomian nasional yang ketat yang ditandai dengan sulitnya mendapat
fasilitas kredit serta tingginya tingkat suku bunga.

Kendala yang Dihadapi dalam Perkembangan Commersial Paper di


Indonesia

Kendala dalam perkembangan Commercial Paper adalah belum adanya


pasar sekunder Commercial Paper.Hal ini menyebabkan bank-bank mengalami
kesulitan untuk memasarkan dan menjual kembali Commercial Paperyang telah
mereka miliki.

Bank umum dapat membeli Commercial Paper untuk nasabah maupun


untuk kepentingan sendiri dari pasar perdana. Yang dimaksud dengan pasar
perdana adalah pembelian Commercial Paper langsung pada saat penerbitannya
(langsung dari penerbit). Sedagkan pasar sekunder adalah pembelian atau
penjualan Commercial Paper yang sudah melampaui tangan pemilik pertama.
Meskipun pasar sekunder secara riil belum ada potensi untuk
mengembangkan , pasar sekunder Commercial Paper sudah lama ada hanya saja
penjualnya yang tidak ada karena mereka yang pertama membeli Commercial
Paper tidak mau menjual, padahal pembelinya ada.

Kurangnya rambu-rambu turut menggoda perusahaan untuk tancap gas


menuju pasar uang. Pembelinya memang kebanyakan pemodal asing kendati tidak
sedikit pula nilai Commercial Paper yang dipegang oleh perusahaan domestik.
Dalam kaitan inilah Bank Indonesia menancapkan rambu-rambu untuk membatasi
kemungkinan munculnya dampak buruk dari perkembangan Commercial
Paper yang demikian pesat. Commercial Paper pada prinsipnya tidak lain dari
surat berharga yang pengaturannya sudah lama ada di dalam KUHD, khususnya

11
surat berharga yang dimaksudkan adalah surat sanggup. Karena itu ketentuan
KUHD yang mengatur tentang surat sanggup (Pasal 174 - 177 KUHD) berlaku
untuk Commercial Paper secara mutatis mutandis. Dalam hal pengalihan
suatu Commercial Paper berlaku sistem pengalihan hutang yang terdapat dalam
KUHD, yaitu yang disebut dengan sistem endosemen blanko (Pasal 112 KUHD)
kecuali untuk Commercial Paper yang digolongkan kedalam promes atas tunjuk
yang tentunya boleh juga diterbitkan atas tunjuk.

Ketentuan Bank Indonesia yang membatasi, memperketat dan melarang


bank bertindak sebagai pengatur, agen pembayar, atau pemodal Commercial
Paper pada perusahaan satu group akan mengurangi kebebasan bank atau
penerbit Commercial Paper.

Apapun ketentuan Bank Indonesia yang sudah cukup jelas ini sangatlah
tidak berarti jika tidak diketahui secara luas, terutama oleh kalangan investor
karena dengan demikian suatu resiko tertipu tetap saja terbuka lebar. Oleh karena
itu diperlukan suatu kampanye besar-besaran tentang persyaratan Commercial
Paper dan tentunya para penerbit Commercial Paper terutama yang sudah
memperoleh peringkat di PT. Pefindo. Kampanye perlu pula dilakukan PT.
Pefindo menyangkut arti dari setiap peringkat investasi yang diberikan
pada Commercial Paper dan nama penerbit yang dinyatakan gagal memperoleh
peringkt karena ketidakmampuannya untuk membayar kreditCommercial
Paper pada saat jatuh tempo.

2.7 Fasilitas Simpanan Bank Indonesia

FASBI (Fasilitas Simpanan Bank Indonesia dalam Rupiah) adalah fasilitas


yang diberikan Bank Indonesia kepada Bank untuk menempatkan dananya di Bank
Indonesia dalam rangka Operasi Pasar Terbuka (OPT).

Operasi Pasar Terbuka yang selanjutnya disebut dengan OPT adalah kegiatan
transaksi di pasar uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan Bank dan pihak
lain dalam rangka pengendalian moneter.

12
2.8 Karakteristik, Prinsip dan Persyaratan FASBI

Karakteristik

1. Jangka waktu FASBI maksimum 7 hari terhitung dari tanggal


penyelesaian transaksi sampai tanggal jatuh tempo.

2. Nilai Diskonto dan Nilai Tunai transaksi dihitung berdasarkan nilai


diskonto murni (true discount) sebagai berikut:

Nilai Diskonto = Nilai Nominal - Nilai Tunai

NT = (N x 360) / {360 + (r x t )}.

NT = Nilai Tunai

N = Nilai nominal

r = Tingkat diskonto

t = Jangka waktu

3. Bank Indonesia tidak menerbitkan warkat (Bukti Kepemilikan)


dalam FASBI
melainkan bukti pendebetan atau pengkreditan pada rekening giro berupa
confirmation advice pada sistem BI–RTGS sebagai bukti transaksi yang
bersangkutan.

4. FASBI tidak dapat diperdagangkan, tidak dapat di agunkan.dan


tidak dapat dicairkan sebelum jatuh tempo. (1);(8).(Sumber: Bank
Indonesia).

Prinsip dan Persyaratan

1. Bank Indonesia dapat menyediakan FASBI setiap saat apabila dianggap


perlu.

2. Tingkat diskonto FASBI ditetapkan oleh Bank Indonesia.

13
3. Pihak yang dapat bertransaksi dalam FASBI adalah Bank untuk kepentingan
sendiri dan pihak lain (Bank), dan Pialang untuk kepentingan Bank.

4. Bank dan Pialang mengajukan transaksi FASBI kepada Bank Indonesia


melalui sarana Automatic Bidding System (ABS).

5. Penyelesaian transaksi FASBI dilaksanakan pada hari transaksi (same-day


settlement).

6. Bank wajib memiliki saldo yang mencukupi pada Rekening Giro


untuk penyelesaian transaksi FASBI dengan ketentuan:

a. Bank yang mengajukan penawaran langsung bertanggung jawab


terbatas pada jumlah FASBI untuk kepentingan sendiri; dan Bank
yang mengajukan penawaran melalui Bank lain atau Pialang

b. bertanggung jawab atas jumlah FASBI yang diajukan untuk


kepentingan Bank yang bersangkutan.

7. Pejabat yang berwenang (authorized dealer) yang telah mendapatkan


User Unique Identification (UUID) pada transaksi lelang SBI
dapat mengikuti FASBI. Dalam hal belum terdapat pejabat dimaksud,
Bank dan Pialang wajib menyampaikan sebanyak-banyaknya 3 (tiga)
nama pejabat yang berwenang dan UUID kepada Bagian Operasi
Pasar Uang, Direktorat Pengelolaan Moneter (OPU-DPM), Bank
Indonesia, Jl. MH Thamrin No 2Jakarta 10110.

14
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Eksistensi Commercial Paper dipilih sebagai suatu alternatif sumber


untuk memperoleh dana pembiayaan tambahan dalam perusahaan karena
jangka waktu Commercial Paper yang fleksibel. Perusahaan dapat
menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan. Dengan kata lain,
perusahaan mempunyai kesempatan untuk mengatur strategi waktu
investasinya. Selain itu juga, perdagangan Commercial Paper mendorong
prosesdisintermediasi bagi bank itu sendiri.

Bagi unit usaha tujuan penerbitan Commercial Paper adalah sebagai


alternatif sumber pembiayaan ekstern berjangka pendek yang dapat diperoleh
relatif lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan sumber pembiayaan
jangka pendek lainnya. Namun, ada beberapa kendala mengenai belum
adanya pasar sekunder Commercial Paper.Hal ini menyebabkan bank-bank
mengalami kesulitan untuk memasarkan dan menjual kembali Commercial
Paperserta Ketentuan Bank Indonesia yang membatasi, memperketat dan
melarang bank bertindak sebagai pengatur, agen pembayar, atau
pemodal Commercial Paper.

FASBI (Fasilitas Simpanan Bank Indonesia dalam Rupiah) adalah


fasilitas yang diberikan Bank Indonesia kepada Bank untuk menempatkan
dananya di Bank Indonesia dalam rangka Operasi Pasar Terbuka (OPT).

15
DAFTAR PUSTAKA

http://prayitnobambang.blogspot.com/2011/11/comercial-paper.html
https://kasusperbankan.wordpress.com/2009/06/09/sekilas-tentang-commercial-
paper/
http://www.fidia-2010.mhs.narotama.ac.id/files/2012/11/Fidia-Rahmawati-
01110043-.docx
http://istilahbank.blogspot.com/2009/06/berdasarkan-katakalimat-dimulai-
dengan_2255.html

16
17