Anda di halaman 1dari 12

RESUME SIMULASI PLTU DAN HE HYSYS

Nama : Bayu Ravik Nugraha


NIM : 161411069
Kelas : 3C – Teknik Kimia
Mata Kuliah : Aplikasi Komputer TK 2
A. Persiapan
 Buka aplikasi Aspen HYSYS, setelah muncul tampilan seperti gambar di bawah
ini lalu klik new.

 Klik Component List pada tab all item , pilih Pure Component lalu masukan
komponen : Carbon, H2 , Sulfur (S-Rhombic), Nitrogen, Oksigen, CO, CO2 , H2O
, NO2
 Mengatur model termodinamika dengan klik ‘Fluid Packages’ dan pilih ‘Peng-
Robinson’ pada kolom Property Package Selection
B. Simulasi
Setelah mengatur component dan fluid package lalu klik simulation untuk memulai
menyusun flowsheet.
 Klik Simulation lalu akan muncul tampilan flowsheet pada flowcase
 Klik menu Home lalu pilih Unit Set untuk mengatur satuan yang akan
digunakan
 Pilih satuan SI lalu pada display unit atur satuan
Temperatur (C), Pressure ( Mpag ), Mass flow (ton/h ), Mass Heating Value
(kcal.kg), Power (MW)

1) Membuat Matrial Stream Feed coal


 Pilih material steam pada palette lalu pindahkan pada flowsheet case
Kemudian klik 2 kali pada material steam
 Klik menu worksheet
condition :
isi Stream name : ‘FeedCoal’, Temperatur 400C, Pressure 0,1 Mpag, dan mass
flow 19 ton/h
Composition :
Carbon : 0,41; H2 : 0,01; S_Rhombic : 0,0015; N2 : 0,043; O2 : 0,16 dan H2O
: 0,36 (dalam Mass Fraction)
 Klik kanan pada material steam lalu klik show tabel
2) Membuat Matrial Stream Udara
 Pilih material steam pada palette lalu pindahkan pada flowsheet case
Kemudian klik 2 kali pada material steam
 Klik menu worksheet
Condition :
isi Stream Name : ‘Udara’, temperatur 2000C, pressure 0,1 Mpag
Composition : Nitrogen : 0,79 dan Oksigen : 0,21 Dalam Mole Fraction
 Klik kanan pada material steam lalu klik show tabel
3) Excess of air
 Pilih Cn(A) atau set pada palette lalu pindahkan pada flowsheet case
 Kemudian klik 2 kali pada Set
 Connections
Name : Excess
Target Variabel > Object : udara > Variabel : Molar Flow
Source > Object : feed coal
 Parameter
Multiplier : 1,2
 Oke
4) Column Gibss Reactor
 Klik column gibss reactor pada pallete lalu pindahkan pada flowsheetcase
kemudian pada tab flowsheet/modify kemudian klik size untuk mengatur ukuran
 Klik 2 kali pada Column Gibss Reactor kemudian
 Pada connection isi :
stream name : Burner
vapour outlet : Heat
liquid outlet : Ash

5) Membuat SpreadSheet
 Klik SpreadSheet pada pallete lalu pindahkan pada flowsheetcase kemudian
pada tab flowsheet/modify kemudian klik size untuk mengatur ukuran
 Klik 2 kali pada Spreadsheet kemudian klik pada menu spreadsheet lalu akan
muncul tabel seperti pada Ms.excel
 Pada isi kolom A isi dengan
Coal , Hv,MW,Efisiensi,dan nilai MW
 Kemudian pada kolom B klik kanan lalu import Variabel yang di butuhkan
Coal : Object feed coal > Variable mass flow
Hv : Object Feed coal > Variable mass lower Heating Value
Pada MW masukan rumus =b1*b2*4.2/3600 = 88,99
Pada efisiensi masukan 0,69
Pada nilai MW masukan rumus : =b3*b4
6) Material Stream BFW
 Pilih material steam pada palette lalu pindahkan pada flowsheet case
 Kemudian klik 2 kali pada material steam
Klik menu worksheet
 condition :
isi Stream name : ‘BFW’ , temperatur 2200C, Pressure 16 Mpag dan Mass
flow 94 ton/h
 Composition :
H2O : 1
 Klik kanan pada material steam lalu klik show tabel

7) Membuat Separator

 Klik Separator pada pallete lalu pindahkan pada flowsheetcase kemudian pada
tab flowsheet/modify kemudian klik size untuk mengatur ukuran
 Klik 2 kali pada separator kemudian isi
Stream Name : Heater
Vapour Outlet : SHSToTurbin Energi : TrueHeat
Liquid Outlet : Residu Inlet : BFW
8) Membuat Turbin 1
 Klik turbin/expander pada pallete lalu pindahkan pada flowsheetcase
kemudian pada tab flowsheet/modify kemudian klik size untuk mengatur
ukuran
 Klik 2 kali pada Turbin kemudian isi
Stream Name : Turbine
Inlet : SHSToTurbin Energi : Power
outlet : To2ndTurbin
 Pada menu Worksheet ubah Tekanan pada To second turbin menjadi 4 bar
9) Membuat Heater
 Klik Heaterr pada pallete lalu pindahkan pada flowsheetcase kemudian pada
tab flowsheet/modify kemudian klik size untuk mengatur ukuran
 Klik 2 kali pada Heater kemudian isi
Stream Name : E-100
Inlet : To2nd Turbin Energi : EEco
Outlet : EcoOut
 Pada parameter ubah delta P menjadi 50 KPa
 Pada menu Worksheet ubah Temperatur pada EcoOut menjadi 530 C

10) Membuat Turbin 2


 Klik turbin/expander pada pallete lalu pindahkan pada flowsheetcase
kemudian pada tab flowsheet/modify kemudian klik size untuk mengatur
ukuran
 Klik 2 kali pada Turbin kemudian isi
Stream Name : K-101
Inlet : EcoOut Energi : Power2
Outlet : to Condenser
 Pada menu Worksheet hapus Tekanan pada 2ndTurOut
11) Membuat Pump
 Klik turbin/expander pada pallete lalu pindahkan pada flowsheetcase
kemudian pada tab flowsheet/modify kemudian klik size untuk mengatur
ukuran
 Sebelumnya Drag Stream untuk SW dan atur komposisi H2O : 1
 Klik 2 kali pada pump kemudian isi
Stream Name : Pompa SW
Inlet : SW Energi : WP
Outlet : SW to Condenser
 Pada menu Worksheet ubah Tekanan pada SW to Condenser menjadi 4 bar
(0.3 Mpag)
12) Membuat Heat Exchanger
 Klik HeatExchanger pada pallete lalu pindahkan pada flowsheetcase kemudian
pada tab flowsheet/modify kemudian klik size untuk mengatur ukuran
 Klik 2 kali pada HE kemudian isi sesuai dengan gambar berikut.

13) Membuat spreadsheet


 Klik SpreadSheet pada pallete lalu pindahkan pada flowsheetcase kemudian
pada tab flowsheet/modify kemudian klik size untuk mengatur ukuran
 Klik 2 kali pada Spreadsheet kemudian klik pada menu spreadsheet lalu akan
muncul tabel seperti pada Ms.excel
 Pada isi kolom A isi dengan
Fstd Fact , Vsts Vact
 Kemudian pada kolom B klik kanan lalu import Variabel yang di butuhkan
Fstd : 10000
Fact : 10000
Pada kolom B3 masukan rumus =b2 lalu export variavle – sw – flow
Pada kolom b5 masukan rumus =(b2/b1)^0.2*(d1/d2)^0.3*b4
Pada kolom b7 masukan rumus = =b5/1000 export variable – to kondenser –
pressure
 Pada kolom C masukan V std dan Vact
Vstd : 29
Vact : 29
Pada kolom d3 masukan rumus = d2 lalu export variable – SC - Temp
 Pada keluaran codenser show table lalu pada variable temp ubah menjadi 400C

Untuk mengetahui berapa umur tube jika terjadi kerusakan dan masih bisa digunakan
hingga berapa tahun dan pada kondisi seperti apa maka dibuat spreadsheet seperti gambar di
bawah ini
HASIL