Anda di halaman 1dari 1

EDO SAPUTRA

05021181621023
Opini Teknik Irigasi Drainase (TID)
1. Mengapa kita kekurangan beras, yang katanya kita surplus beras tapi kenyataannya
pemerintah malah impor beras. Apakah ada hubungannya dengan irigasi yang belum
mampu mendukung menjadi swasembada pangan?

Jawaban : Seharusnya indonesia tidak akan pernah kekurangan beras, karena indonesia
merupakan negara agraris yang berpotensi pada bidang pertaniannya.
Contohnya swasembada pangan, tapi kenapa kita malah kekurangan beras?
Menurut saya jawabannya ada pada kurangnya lembaga serta tenaga ahli yang
berkecimpung dibidang pertanian ini, dimana hasilnya bisa berkualitas dan
melimpah sehingga dapat dieksport ke negara-negara padat penduduk. Peran
pemerintah menurut saya hanya mengalokasikan dana, pendistribusian beras
lewat bulog serta memprediksi banyak atau tidaknya beras yang beredar
dimasyarakat dan lain sebagainya, peran petani hanya menanam, memupuk
atau merawat, memanen serta menjual hasil panen padi ke tengkulak/pengepul.
Bisa juga faktor dari para tengkulak/pengepul ini yang bisa saja memainkan
menaik turunkan harga beras dari hasil penjualan oleh petani. Mungkin itu
salah satu alasan yang mungkin saja membuat para petani beras enggan lagi
menanam beras/sedikit yang masih mengelola lahan persawahan.

Selain itu banyak areal persawahan sudah beralih fungsi, karena pada masa
orde baru muncul yang namanya revolusi hijau dimana pada masa tersebut
indonesia menjadi negara swasembada pangan khususnya beras. Disebabkan
salah satu dampak revolusi hijau diantaranya penggunaan input luar seperti
pestisida, pupuk kimia dan lainnya yang menyebabkan pencemaran lingkungan
serta efek jangka panjang dari penggunaan input luar terhadap tubuh manusia.
Maka dari itu kualitas padi atau beras menjadi menurun, sehingga alasan
tersebut yang membuat pemerintah mengambil tindakan atau kebijakan impor
beras dari vietnam dan thailand sebagai bentuk mengatasi problema tersebut
serta menstok beras melalui bulog agar menstabilkan pasokan beras
dimasyarakat tetap terjaga.

Menurut saya alasan pemerintah mengekspor beras, karena dari tahun ke tahun
jumlah penduduk indonesia semakin bertumbuh pesat atau semakin
bertambahnya populasi. Sebab bertambahnya populasi tidak di iringi dengan
banyaknya beras yang dihasilkan oleh para petani, maka dari itu pemerintah
mengekspor beras agar tidak terjadi gejolak harga di daerah-daerah. Memang
selalu ada pro dan kontra dari kebijakan pemerintah mengekspor beras, tetapi
secara tidak langsung itu sedikit memukul para petani.

Sebenarnya masalah ini tidak ada hubungannya dengan irigasi, karena ya jelas
irigasi pada areal persawahan memang sangat baik untuk menunjang
keberlangsungan pada proses tanam padi. Karena pada umumnya sistem irigasi
di indonesia mekanismenya sudah baik dari zaman dulu sampai zaman
sekarang. Tinggal di kitanya saja yang mampu mengelola dan mengembangkan
irigasi menjadi lebih baik lagi.

Mungkin itu saja opini atau pendapat dari saya, sekian dan terima kasih.

Universitas Sriwijaya