Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Ecodemica, Vol. 2 No.

1 April 2018

Analisa Rasio Laporan Keuangan Untuk Menilai


Kinerja Perusahaan PT Kino Indonesia Tbk
Denny Erica

AMIK BSI Jakarta, denny.dea@bsi.ac.id

ABSTRAK
PT Kino Indonesia Tbk awalnya dibangun pada tahun 1999 dengan hanya satu pabrik dan
58 karyawan. Salah satu perusahaan yang telah menghasilkan lebih dari 400 jenis produk
yang meliputi produk tubuh, makanan, minuman, dan obat-obatan. PT Kino Indonesia
Tbk pada tahun 2014 telah menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia yang
memiliki 4 pabrik dengan 3.234 karyawan, tentu saja memiliki laporan keuangan internal
dan eksternal. Dalam hal ini perusahaan dapat menggunakan analisis rasio terhadap
laporan keuangan. Sedangkan untuk metode data yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan metode observasi dan studi pustaka terkait data keuangan PT Kino
Indonesia Tbk, untuk kemudian dianalisis dengan menghitung rasio aritmatika yang dapat
ditafsirkan dalam hubungan ekonomi yang berkaitan dengan kinerja perusahaan. Hasil
analisis laporan keuangan menggunakan pengukuran Rasio Likuiditas, Rasio Leverage,
Rasio Aktivitas, Rasio Profitabilitas, dan perusahaan memiliki kemampuan yang cukup
untuk mengambil tindakan dalam menjamin dan melunasi hutang kepada kreditur, dan
untuk hasil analisis rasio keuangan usaha lainnya dapat dilakukan. dijadikan patokan bagi
investor dalam menginvestasikan dana ke perusahaan.
Kata kunci: kinerja perusahaan, analisis.

ABSTRACT
PT Kino Indonesia Tbk was originally built in 1999 with only one factory and 58
employees. One company that has produced more than 400 types of products which
include body products, food, beverages, and pharmaceuticals. PT Kino Indonesia Tbk in
2014 has become one of the big companies in Indonesia which has 4 factories with 3,234
employees,, of course have financial statements that should always be analyzed
periodically from period to period that can be used as very basic information useful for
company internal and external. In this case the company can use ratio analysis to the
financial statements. While for data method used in this research use observation method
and library study related to financial data of PT Kino Indonesia Tbk, to then be analyzed
by calculating arithmetic ratio which can be interpreted in economic relation related to
company performance. The result of financial statement analysis using measurement of
Liquidity Ratio, Leverage Ratio, Activity Ratio, Profitability Ratio, and it can be said that
the company's financial condition is good enough, and the company has enough
capability to take action in guaranteeing and repaying the debt to the creditor, and for
other business from financial ratio analysis results can be used as a benchmark for
investors in investing funds to the company.
Keywords: company performance, analysis.

Naskah diterima : 07 Desember 2017 , Naskah dipublikasikan : 15 April 2018

PENDAHULUAN pengambilan keputusan. Laporan


Laporan keuangan disiapkan oleh setiap keuangan merupakan produk akhir dari
perusahaan untuk dapat memberikan serangkaian proses pencatatan dan
informasi yang berguna bagi para pemakai pengikhtisaran data transaksi bisnis,
laporan, terutama untuk dijadikan sebagai dimana seorang akuntan diharapkan
dasar pertimbangan dalam proses mampu untuk mengorganisir seluruh data

ISSN: 2355-0295, E-ISSN: 2528-2255 12


Jurnal Ecodemica, Vol. 2 No. 1 April 2018

akuntansi hingga dapat menggunakan analisa rasio laporan


menginterpretasikan serta menganalisis keuangan. (PT Kino Indonesia Tbk)
laporan keuangan perusahaan, Selain itu Pada dasarnya hasil dari analisis laporan
laporan keuangan pada dasarnya adalah keuangan yang dilakukan oleh pihak
hasil dari proses akuntansi yang dapat manajemen perusahaan dapat memberikan
digunakan sebagai alat untuk beberapa informasi tentang kelemahan dan
mengkomunikasikan data keuangan atau kekuatan yang dimiliki perusahaan dengan
aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak melihat hasil perbandingan rasio keuangan,
yang berkepentingan. Pihak-pihak yang seperti menghitung Rasio Likuiditas
berkepentingan terhadap posisi keuangan (Liquidity Ratio) untuk melihat
maupun perkembangan perusahaan, yaitu kemampuan perusahaan dalam memenuhi
pihak internal seperti manajemen kewajiban jangka pendek, Rasio
perusahaan dan karyawan, dan pihak Solvabilitas (Leverage Ratio) untuk
eksternal seperti pemegang saham, mengukur sejauh mana aktiva perusahaan
kreditor, pemerintah, dan masyarakat. dibiayai dengan utang, Rasio Aktivitas
(Hery, 2012) (Activity Ratio) untuk mengukur tingkat
Laporan keuangan pada perusahaan juga efisiensi pemanfaatan sumber daya
memiliki suatu fungsi yang sangat penting perusahaan, Rasio Profitabilitas
dalam pasar modal, dimana laporan (Profitability Ratio) untuk menilai
keuangan merupakan suatu informasi yang kemampuan perusahaan dalam mencari
dapat menggambarkan kinerja perusahaan. keuntungan atau laba dalam suatu periode
Selain itu laporan keuangan selalu tertentu. Secara garis besar informasi yang
melaporkan aktivitas perusahaan dalam terkait dengan adanya kelemahan dan
suatu periode tertentu. Aktivitas yang kekuatan tersebut telah menggambarkan
sudah dilakukan dituangkan dalam nilai situasi dan kondisi dari kinerja manajemen
mata uang, baik dalam mata uang rupiah di dalam mengelola keuangan perusahaan.
maupun dalam mata uang asing. (Erica, (Erica, 2017)
2016)
Tujuan utama dari sebuah entitas adalah KAJIAN LITERATUR
meningkatkan nilai entitas tersebut. Analisa rasio merupakan salah satu alat
Peningkatan nilai suatu entitas harus analisis keuangan yang paling banyak
dibarengi dengan meningkatnya penjualan. digunakan, dimana dalam perhitungan
Dan semua hal tersebut dapat direfleksikan rasio ini menggunakan perhitungan
dalam suatu laporan. Laporan yang aritmatika sederhana yang dapat
menggambarkan perekembangan finansial diintreprestasikan, dimana setiap
perusahaan dari suatu periode tertentu. perhitungan rasio akan jauh lebih
Laporan tersebut biasa disebut dengan bermanfaat jika dibandingkan dengan hasil
laporan keuangan (Pongoh, 2013) perhitungan rasio tahun sebelumnya.
PT Kino Indonesia Tbk, pada walnya (Hery, 2012)
dibangun pada Tahun 1999 dengan hanya Analisa Rasio Keuangan merupakan
satu pabrik dan 58 karyawan. Sampai proses analisis dan penilaian yang
dengan Tahun 2014 PT Kino Indonesia membantu dalam menjawab pertanyaan
Tbk berhasil memiliki 4 pabrik dengan yang sudah sewajarnya diajukan, jadi itu
jumlah karyawan 3.234 jiwa yang merupakan alat untuk mencapai tujuan.
memproduksi lebih dari 400 jenis produk (Hery, 2014)
yang meliputi produk tubuh, makanan, Definisi Rasio Keuangan
minuman, dan obat-obatan, tentunya Setiap tutup periode di akhir bulan
memiliki laporan keuangan yang harus biasanya pihak Divisi Keuangan (The
selalu dianalisa secara berurutan dari satu Accounting Division) perusahaan selalu
periode ke periode berikutnya untuk dapat menyiapkan dan menyusun Laporan
dijadikan sebagai dasar informasi yang Keuangan (Financial Statement) yang
dapat berguna baik itu oleh pihak internal terdiri dari Laporan Neraca (Balance
ataupun pihak eksternal perusahaan, dan Sheet), Laporan Laba Rugi (Income
dalam hal ini, perusahaan dapat Statement), Laporan Arus Kas (Cash Flow

ISSN: 2355-0295, E-ISSN: 2549-8932 13


Jurnal Ecodemica, Vol. 2 No. 1 April 2018

Statement), Laporan Perubahan Modal suatu penilaian terhadap kemampuan


(Capital Statement), dan Laporan tersebut manajemen di dalam memberdayakan
diserahkan kepada pimpinan perusahaan. semua sumber daya perusahaan yang
Namun demikian selain Laporan dimiliki secara lebih efektif. Karena pada
Keuangan (Financial Statement) ada hal dasarnya tujuan utama dari Analisis
lain yang penting dan perlu untuk disajikan Laporan Keuangan (Financial Statement
dalam penyampaian laporan keuangan Analysis) adalah sebagai berikut: (1)
yaitu mengenai Analisis Laporan Sebagai alat barometer untuk melakukan
Keuangan (Financial Statement Analysis). forecasting atau memproyeksikan posisi
Menurut James, Rasio Keuangan keuangan dimasa yang akan dating; (2)
(Financial Ratio) merupakan indeks yang Mereview kondisi perusahaan saat ini,
menghubungkan dua angka akuntansi dan permasalahan dalam manajemen,
diperoleh dengan membagi satu angka operasional maupun, keuangan; (3) Alat
dengan angka lainnya. Rasio keuangan ukur untuk melakukan efisiensi di semua
digunakan untuk mengevaluasi kondisi departemen perusahaan. (Erica, 2016)
keuangan dan kinerja perusahaan. Dari Selain itu hasil dari analisis laporan
hasil rasio keuangan ini akan terlihat keuangan yang dilakukan oleh pihak
kondisi kesehatan perusahaan yang manajemen perusahaan dapat memberikan
bersangkutan. (Kasmir, 2011) beberapa informasi yang terkait tentang
Rasio Keuangan (Financial Ratio) kelemahan dan kekuatan yang dimiliki
merupakan suatu gambaran dari hubungan oleh perusahaan, seperti seberapa besar
atau perimbangan (mathematical asset perusahaan yang dapat dijadikan
relationship) antara suatu jumlah tertentu sebagai penjamin terhadap hutang-
dengan jumlah yang lain. Dan dengan hutangnya dan seberapa besar kemampuan
menggunakan alat analisa berupa rasio ini perusahaan di dalam membayar hutang-
akan dapat menjelaskan atau memberi hutangnya. Sehingga jika suatu saat
gambaran kepada penganalisa tentang baik perusahaan mengalami krisis keuangan
atau buruknya keadaan atau posisi dan defisit terhadap anggaran sebagai
keuangan suatu perusahaan terutama suatu kelemahan perusahaan maka pihak
apabila angka rasio tersebut dibandingkan manajemen dapat mengukur seberapa
dengan angka rasio pembanding yang besar perusahan dapat melakukan
digunakan sebagai standard dalam rasio penjaminan terhadap hutang-hutangnya
keuangan. (Munawir, 2014) dan pembayaran terhadap hutang-
Analisa Rasio keuangan (Financial Ratio hutangnya, selain itu pihak manajemen
Analysis) merupakan kegiatan perusahaan juga dapat mengambil
membandingkan angka-angka yang ada keputusan dengan cepat untuk melakukan
dalam laporan keuangan dengan cara perbaikan dan pemangkasan terhadap
membagi satu angka dengan angka biaya-biaya yang dianggap memberatkan
lainnya, maka perbandingannya dapat perusahaan, sehingga keuangan perusahaan
dilakukan antara satu komponen dengan dapat kembali stabil. Sedangkan apabila
komponen lainnya dalam satu laporan pihak manajemen perusahaan
keuangan atau antar komponen yang ada mendapatkan informasi yang terkait
diantara laporan keuangan tersebut dalam dengan kondisi keuangan yang cukup baik
bentuk angka-angka pada suatu periode maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai
tertentu. suatu kekuatan yang dimiliki oleh
Hasil dari Analisa Rasio Keuangan perusahaan untuk dapat menarik para
(Financial Ratio Analysis) ini dapat investor agar dapat menginvestasikan
digunakan oleh pihak manajemen dananya ke perusahaan. Maka secara garis
perusahaan untuk menilai kinerjanya besarnya informasi yang terkait dengan
dalam suatu periode, apakah pihak adanya kelemahan dan kekuatan tersebut
manajemen perusahaan telah mencapai bisa dikatakan telah cukup
target yang telah ditetapkan atau menggambarkan mengenai situasi dan
sebaliknya, dan selain itu juga hasil dari kondisi dari kinerja manajemen
rasio keuangan ini dapat dijadikan sebagai perusahaan di dalam mengelola keuangan.

ISSN: 2355-0295, E-ISSN: 2528-2255 14


Jurnal Ecodemica, Vol. 2 No. 1 April 2018

Kasmir menyatakan bahwa dalam Weston menyatakan bahwa bentuk-bentuk


praktiknya analisis rasio keuangan suatu Analisa Rasio Keuangan (Financial Ratio
perusahaan dapat digolongkan menjadi Analysis) adalah sebagai berikut :
tiga, yaitu: 1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
1. Rasio Neraca (Balance Sheet Ratio), 2. Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio)
yaitu membandingkan angka-angka 3. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
yang hanya bersumber dari neraca. 4. Rasio Profitabilitas (Profitability
2. Rasio Laporan Laba Rugi (Income Ratio)
Statement Ratio), yaitu 5. Rasio Pertumbuhan (Growth Ratio)
membandingkan angka-angka yang 6. Rasio Penilaian (Valuation Ratio).
hanya bersumber dari laporan laba (Kasmir, 2011)
rugi. James menyatakan bahwa bentuk-bentuk
3. Rasio antar laporan, yaitu rasio keuangan adalah sebagai berikut :
membandingkan angka-angka dari 1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
dua sumber (data campuran), baik 2. Rasio Pengungkit (Leverage Ratio)
yang ada di neraca maupun di laporan 3. Rasio Pencakupan (Coverage Ratio)
laba rugi. (Kasmir, 2011) 4. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
Dari pernyataan Kasmir yang tersebut di 5. Rasio Profitabilitas (Profitability
atas dapat disimpulkan bahwa ada 2 (dua) Ratio).
unsur laporan keuangan (Financial (Kasmir, 2011)
Statement) dan 1 (satu) unsur data Penjabaran bentuk-bentuk rasio menurut
campuran dari keduanya yang perlu untuk Weston, yaitu:
dianalisa lebih lanjut, yaitu: laporan Laba 1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rugi (Income Statement), Neraca (Balance Merupakan rasio yang
Sheet) dan Antar Laporan (data campuran menggambarkan kemampuan
dari kedua laporan). perusahaan dalam memenuhi
Teknik analisis laporan keuangan kewajiban jangka pendek.
digunakan untuk menentukan dan Jenis-jenis rasio likuiditas:
mengukur hubungan antara pos-pos yang  Rasio Lancar (Current Ratio)
ada dalam laporan sehingga dapat  Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio)
diketahui perubahan-perubahan dari  Rasio Kas (Cash Ratio)
masing-masing pos tersebut bila  Rasio Perputaran Kas (Cash
diperbandingkan dengan laporan dari Turnover Ratio)
masing-masing pos tersebut bila  Rasio Persediaan untuk Modal
diperbandingkan dengan laporan dari Kerja Bersih (Inventory to Net
beberapa periode untuk satu perusahaan Working Capital)
tertentu atau diperbandingkan dengan alat (Kasmir, 2011)
pembanding lainnya. (Sunyoto, 2013) 2. Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio)
Bentuk-Bentuk Rasio Keuangan Merupakan rasio yang digunakan
Penilaian dari kinerja keuangan (Financial untuk mengukur sejauh mana aktiva
Performance) pada suatu perusahaan dapat perusahaan dibiayai dengan utang.
dilakukan dengan cara menggunakan Jenis-jenis rasio solvabilitas:
beberapa metode penghitungan rasio  Rasio Hutang Terhadap Harta
keuangan terhadap Laporan Keuangan (Debt to Asset Ratio)
(Financial Statement) perusahaan, dimana  Rasio Hutang Terhadap Modal
pada masing-masing rasio keuangan (Debt to Equity Ratio)
tersebut memiliki tujuan, kegunaan, dan
 Rasio Hutang Jangka Panjang
arti tertentu yang dapat diinterprestasikan
Terhadap Modal (Long Term Debt
oleh pihak manajemen perusahaan yang
to Equity Ratio)
dapat dipergunakan didalam melakukan
pengambilan keputusan dan menentukan  Tangible Assets Debt Coverage
serta menetapkan kebijakan perusahaan.  Current Liabilities to Net Worth
 Times Interest Earned
 Fixed Charge Coverage

ISSN: 2355-0295, E-ISSN: 2549-8932 15


Jurnal Ecodemica, Vol. 2 No. 1 April 2018

3. Rasio Aktivitas (Activity Ratio) akuratnya dari hasil yang hendak dicapai
Merupakan rasio yang digunakan oleh perusahaan sebagai penentu pihak
untuk mengukur tingkat efisiensi manajemen didalam menentukan alokasi
pemanfaatan sumber daya perusahaan. anggaran dan prediksi keuntungan di tahun
Jenis-jenis rasio aktivitas: berikutnya. Kemudian, hasil perhitungan
 Perputaran Piutang (Receivable tersebut, dianalisis dan diinterpretasikan
Turn over) sehingga diketahui posisi keuangan yang
 Hari Rata-Rata Penagihan Piutang sesungguhnya. Kesemuanya ini harus
(Days of Receivable) dilakukan secara teliti, mendalam, dan
 Perputaran Persediaan (Inventory jujur.
Turn over) Tujuan dan manfaat dari analisa laporan
 Hari Rata-Rata Penagihan keuangan, adalah:
Persediaan (Days of Inventory) 1. Untuk mengetahui posisi keuangan
 Perputaran Modal Kerja (Working perusahaan dalam satu periode
Capital Turn over) tertentu, baik harta, kewajiban, modal,
 Perputaran Aktiva Tetap (Fixed maupun hasil usaha yang telah dicapai
Assets Turn over) untuk beberapa periode.
 Perputaran Aktiva (Assets Turn 2. Untuk mengetahui kelemahan-
over) kelemahan apa saja yang menjadi
4. Rasio Profitabilitas (Profitability kekurangan perusahaan.
3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan
Ratio)
yang dimiliki.
Merupakan rasio untuk menilai
kemampuan perusahaan dalam 4. Untuk mengetahui langkah-langkah
mencari keuntungan atau laba dalam perbaikan apa saja yang perlu
suatu periode tertentu. dilakukan ke depan yang berkaitan
Jenis-jenis rasio profitabilitas: dengan posisi keuangan perusahaan
saat ini.
 Profit Margin on Sales
5. Untuk melakukan penilaian kinerja
 Return on Investment (ROI) manajemen ke depan apakah perlu
 Return on Equity (ROE) penyegaran atau tidak karena sudah
 Earning per Share of Common dianggap berhasil atau gagal.
Stock 6. Dapat juga digunakan sebagai
5. Rasio Pertumbuhan (Growth Ratio) pembanding dengan perusahaan
Merupakan rasio yang sejenis tentang hasil yang dicapai.
menggambarkan kemampuan (Kasmir, 2011)
perusahaan dalam mempertahankan Dari beberapa manfaat yang disampaikan
posisi ekonominya di tengah oleh Kasmir tersebut di atas, dapat
pertumbuhan perekonomian dan disimpulkan bahwa analisis dari macam-
sektor usahanya. macam rasio keuangan berikut
6. Rasio Penilaian (Valuation Ratio) intreprestasinya dapat memberikan kepada
Merupakan rasio yang memberikan pihak manajemen perusahaan suatu
ukuran dari kemampuan manajemen informasi tentang kondisi dan prestasi dari
menciptakan nilai pasar usahanya di kinerja perusahaan kepada para investor
atas biaya investasi. dan kreditur. Selain itu dengan analisa
Tujuan dan Manfaat Analisa Laporan rasio keuangan pihak manajemen
Keuangan perusahaan dapat membuat suatu laporan
Analisis laporan keungan perlu dilakukan keuangan proyeksi sebagai bentuk target
secara cermat dan teliti terkait dengan data pencapaian.
keuangan dengan menggunakan metode
dan teknik analisis yang tepat sehingga METODE PENELITIAN
hasil yang diharapkan benar-benar tepat Penelitian ini pada dasarnya untuk
pula. Kesalahan dalam memasukkan data menjelaskan bagaimanakah keadaan dan
angka keuangan atau rumus dari analisa kondisi keuangan PT. Kino Indonesia Tbk
keuangan maka akan berakibat pada tidak pada Bulan September Tahun 2016 dengan

ISSN: 2355-0295, E-ISSN: 2528-2255 16


Jurnal Ecodemica, Vol. 2 No. 1 April 2018

menggunakan rumus perhitungan rasio Tax 41.556


dari masing-masing data akun dilaporan Profit for the period 184.655
Period Attributable 184.642
keuangan perusahaan. Penelitian ini
Comprehensive Income 178.748
didesain dengan menggunakan 2 (dua) Comprehensive Attributable 178.735
metode di dalam melakukan pengumpulan Sumber : (Bursa Efek Indonesia)
datanya, yaitu: metode observasi dan
metode studi literatur yang terkait dengan Grafik Total Assets dan Liabilities Bulan
data keuangan perusahaan PT. Kino September Tahun 2016
Indonesia Tbk untuk kemudian dilakukan
suatu proses analisa dengan prosedur
terkait dengan analisa rasio keuangan
menggunakan penghitungan aritmatika
yang dapat diinterpretasikan ke dalam
hubungan ekonomis yang terkait dengan
kinerja dari PT. Kino Indonesia Tbk.

PEMBAHASAN
Laporan Neraca PT. Kino Indonesia
Tbk, bulan September Tahun 2016
Sumber : (Bursa Efek Indonesia)
Tabel 1 : Balance Sheet Gambar 1 : Grafik Total Assets dan
PT Kino Indonesia Tbk Liabilities PT Kino Indonesia Tbk
Balance Sheet (Million Rp September 2016
except Par Value) Grafik Total Equity Bulan September
Tahun 2016
Cash & Cash Equivalents 488.190
Receivables 894.781
Inventories 453.824
Current Assets 2.047.641
Fixed Assets 1.183.051
Other Assets 70.194
Total Assets 3.414.051

Current Liabilities 1.372.498


Long Term Liabilities 117.982
Total Liabilities 1.490.480

Authorized Capital 480.000


Paid up Capital 142.857
Sumber : (Bursa Efek Indonesia)
Paid up Capital (Shares) 1.429 Gambar 2 : Grafik Total Equity
Par Value 0 PT Kino Indonesia Tbk
Retained Earnings 599.708
Total Equity 1.923.570 Total Revenues Bulan September Tahun
Sumber : (Bursa Efek Indonesia) 2016

Laporan Laba Rugi PT Kino Indonesia


Tbk, bulan September Tahun 2016

Tabel 2 : Income Statements


PT Niko Indonesia Tbk
Income Statements (Million Rp September
except Par Value) 2016
Total Revenues 2.700.168
Cost of Revenues 1.597.771
Gross Profit 1.102.397
Expenses (Income) 876.186 Sumber : (Bursa Efek Indonesia)
Operating Profit 226.211 Gambar 3 : Grafik Total Revenues
Income before Tax 226.221 PT Kino Indonesia Tbk

ISSN: 2355-0295, E-ISSN: 2549-8932 17


Jurnal Ecodemica, Vol. 2 No. 1 April 2018

Profit For The Period Artinya tingkat kecukupan modal


kerja perusahaan yang dibutuhkan
untuk membayar tagihan (utang) dan
biaya-biaya yang berkaitan dengan
penjualan sebesar 3,99%
 Inventory to Net Working Capital =
Inventory : (Current Assets –
Current Liabilities) = 453.824 :
675.143 = 0,67
Artinya perbandingan antara
persediaan dan modal kerja
perusahaan sebesar 0,67%
2. Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio)
Sumber : (Bursa Efek Indonesia)  Debt to Asset Ratio = Total Debt :
Gambar : Grafik Profit For The Period Total Assets = 1.490.480 :
PT Kino Indonesia Tbk 3.414.051 = 0,44 (44%)
Artinya besarnya aktiva perusahaan
Analisa Rasio Keuangan Bulan yang dibiayai oleh utang adalah
September Tahun 2016 Pada PT. Kino sebesar 31%
Indonesia Tbk  Debt to Equity Ratio = Total Debt :
1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio) Equity = 1.490.480 : 1.923.570 =
 Current Ratio = Current Assets : 0,77 (77%)
Current Liabilities = 2.047.641 : Artinya besarnya modal yang dapat
1.372.498 = 1,4919 (149,19) dijadikan sebagai jaminan utang
Artinya setiap Rp. 1,00 hutang adalah sebesar 77%
lancar dijamin atau di tanggung oleh  Long Term Debt to Equity Ratio =
aktiva lancar sebesar Rp. 149,19 Long Term Debt : Equity = 117.982
atau dengan kata lain semakin tinggi : 1.923.570 = 0,06 (6%)
rasio berarti semakin terjamin Artinya besarnya modal yang dapat
hutang-hutang perusahaan kepada dijadikan sebagai jaminan utang
kreditur. adalah sebesar 6%
 Quick Ratio = (Current Assets - 3. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
Inventory) : Current Liabilities =  Inventory Turnover = Sales :
(2.047.641 – 453.824) : 1.372.498 = Inventory = 2.700.168 : 453.824 =
1,1613 (116,13) 5,95 atau 6 kali
Artinya setiap Rp. 1,00 hutang Artinya perputaran persediaan dalam
lancar dijamin oleh aktiva lancar satu periode sebanyak 6 kali
selain persediaan (inventory) sebesar  Days of Inventory = Jumlah hari
Rp. 116,13 dalam 1 tahun : Inventory Turnover
 Cash Ratio = Cash or Cash = 365 : 5,95 = 61,34 atau 61 hari
Equivalents : Current Liabilities = Artinya jumlah hari untuk rata-rata
488.190 : 1.372.498 = 0,3557 persediaan tersimpan dalam gudang
(35,57) sebanyak 61 hari
Artinya setiap Rp. 1,00 hutang  Working Capital Turnover = Net
lancar di jamin oleh kas dan surat- Sales : Current Assets = 2.700.168 :
surat beharga sebesar 0,3557 atau 2.047.641 = 1,32 atau 1 kali
35,57% Artinya perputaran modal kerja
 Cash Turnover Ratio = Net Sales : dalam satu periode sebanyak 1 kali
(Current Assets – Current  Fixed Assets Turnover = Sales :
Liabilities) = 2.700.168 : (2.047.641 Total Fixed Assets = 2.700.168 :
– 1.372.498) = 2.700.168 : 675.143 1.183.051 = 2,28 atau 2 kali
= 3,99 Artinya perputaran aktiva tetap
dalam satu periode sebanyak 2 kali

ISSN: 2355-0295, E-ISSN: 2528-2255 18


Jurnal Ecodemica, Vol. 2 No. 1 April 2018

 Total Assets Turnover = Sales : hutangnya kepada pihak kreditur, dan


Total Assets = 2.700.168 : 3.414.051 untuk manfaat lainnya dari hasil analisa
= 0,79 atau 1 kali rasio keuangan ini juga dapat dijadikan
Artinya perputaran Total Aktiva sebagai tolak ukur bagi para investor
dalam satu periode sebanyak 1 kali didalam menginvestasikan dananya ke PT.
4. Rasio Profitabilitas (Profitability Kino Indonesia Tbk, dikarenakan pada
Ratio) Tahun 2016 ini keadaan dan kondisi
 Profit Margin on Sales = Gross keuangan perusahaan masih dalam
keadaan cukup baik.
Profit : Sales = 1.102.397 : Sebaiknya melakukan perhitungan dua
2.700.168 = 0,4083 (40,83%) rasio lagi selain dari Analisa Rasio
Artinya margin laba atas penjualan Likuiditas (Liquidity Ratio), Analisa Rasio
sebesar 40,83% Solvabilitas (Leverage Ratio), Analisa
 Net Profit Margin = Earning After Rasio Aktivitas (Activity Ratio), Analisa
Interest and Tax : Sales = 184.655 : Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio),
yaitu : Analisa Rasio Pertumbuhan
2.700.168 = 0,0684 (6,84%)
(Growth Ratio) untuk mengukur
Artinya pendapatan bersih kemampuan perusahaan dalam
perusahaan atas penjualan sebesar mempertahankan posisi ekonominya di
6,84% tengah pertumbuhan perekonomian dan
 Return on Investment (ROI) = sektor usahanya, dan Analisa Rasio
Earning After Interest and Tax : Penilaian (Valuation Ratio) yang
memberikan ukuran dari kemampuan
Total Assets = 184.655 : 3.414.051 =
manajemen di dalam menciptakan nilai
0,0541 (5,41%) pasar usahanya di atas biaya investasi.
Artinya rasio yang menunjukkan
hasil atas jumlah aktiva yang REFERENSI
digunakan dalam perusahaan atau Bursa Efek Indonesia. 2017. Ringkasan
hasil pengembalian investasi sebesar Kinerja Perusahaan Tercatat, Diambil
5,41% dari:
http://www.idx.co.id/StaticData/Listed
 Return on Equity (ROE) = Earning Companies/PerformanceSummary/KI
After Interest and Tax : Equity = NO.pdf
184.655 : 1.923.570 = 0,0960 Erica. 2016. Analisa Rasio Laporan
(9,60%) Keuangan Untuk Menilai Kinerja
Artinya hasil pengembalian ekuitas Perusahaan PT Astra Agro Lestari
atau rentabilitas modal sendiri Tbk. Jurnal Moneter, Vol. III No. 2,
Hal. 136-142
sebesar 9,60%.
Erica. 2017. Analisa Rasio Laporan
Keuangan Untuk Menilai Kinerja
PENUTUP Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk
Berdasarkan pada hasil dari perhitungan (Persero). Jurnal Perspektif, Vol. XV
Analisa Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio), No. 2, Hal. 89-94
Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio), Hery. 2012. Analisis Laporan Keuangan,
Analisa Rasio Aktivitas (Activity Ratio), Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Analisa Rasio Profitabilitas (Profitability Hery. 2014. Analisis Laporan Keuangan,
Ratio), maka dapat dikatakan kondisi Penerbit Bumi Aksara, Jakarta
keuangan PT. Kino Indonesia Tbk pada Kasmir. 2011. Analisis Laporan Keuangan,
Tahun 2016 masih dalam keadaan cukup Penerbit Raja Grafindo Persada,
baik dan dampak manfaatnya bagi Jakarta
perusahaan pada tahun tersebut masih Munawir. 2014. Analisis Laporan
memiliki cukup kemampuan untuk Keuangan, Penerbit Liberty,
melakukan suatu tindakan didalam Yogyakarta.
penjaminan dan pembayaran hutang-

ISSN: 2355-0295, E-ISSN: 2549-8932 19


Jurnal Ecodemica, Vol. 2 No. 1 April 2018

Pongoh. 2013. Analisa Laporan Keuangan


Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT.
Bumi Resources Tbk. Jurnal EMBA,
Vol 1 No. 3, Hal. 669-679
Sunyoto. 2013. Analisis Laporan
Keuangan Untuk Bisnis, Penerbit
CAPS, Yogyakarta.
PT Kino Indonesia Tbk. 2017. Ringkasan
Profil our Group PT Kino Indonesia,
Diambil dari:
http://www.kino.co.id/company/our-
group/

BIODATA PENULIS
Denny Erica, SE, MM, Dosen AMIK
Bina Sarana Informatika (BSI). Pendidikan
S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas
Mercu Buana pada Tahun 1999, dan
melanjutkan pendidikan Akta IV di
Universitas Negeri Jakarta pada Tahun
2003, selanjutnya Pendidikan S2 Magister
Manajemen di Universitas Mercu Buana
pada Tahun 2011. Pada Tahun 2016 saya
lulus Sertifikasi Dosen.

ISSN: 2355-0295, E-ISSN: 2528-2255 20