Anda di halaman 1dari 38

EGA JULIA FAJARSARI, ST.

, MT
• Pada pembuatan timbunan tanah untuk jalan raya, dam tanah,
dan banyak struktur teknik lainnya, tanah yang lepas
(renggang) haruslah dipadatkan untuk meningkatkan berat
volumenya. Pemadatan tersebut berfungsi untuk meningkatkan
kekuatan tanah, sehingga dengan demikian meningkatkan daya
dukung pondasi di atasnya. Pemadatan juga dapat mengurangi
besarnya penurunan tanah yang tidak diinginkan dan
meningkatkan kemantapan lereng timbunan (embankment).
Tujuan secara umum :

 Menaikkan Daya dukung & Kuat Geser


 Menaikkan Modulus
 Mengurangi Kompressibilitas
 Mengontrol stabilitas volume (shringking & swelling)
 Mengurangi kerentanan terhadap liquifaksi
 Memperbaiki kualitas material untuk bahan konstruksi
 Memperkecil pengaruh lingkungan
Teknik perbaikan tanah yang umum digunakan :

 Perbaikan secara mekanis


• Pemberian gaya mekanis dari luar untuk sementara misalnya pemadatan
 Perbaikan secara hidrolis
• Pengurangan tekanan air pori misalnya preloading; dewatering dan
vertical drains
 Perbaikan secara fisik & kimiawi
• Pemberian campuran bahan kimia, grouting
 Dengan inklusi & pengekangan
• Geosintetis, angkur, dll.
• Jenis & Tingkat Perbaikan yang diinginkan
• Jenis & struktur tanah, serta kondisi aliran air tanah
• Biaya
• Ketersediaan peralatan & material
• Waktu konstruksi
• Kemungkinan kerusakan struktur disekitarnya
• Ketahanan material yang digunakan
Tujuan secara umum : Strategi :
 Menaikkan Daya dukung &  Spesifikasi kondisi
Kuat Geser pemadatan (kadar air,
 Mengurangi density, tebal lapisan)
Kompressibilitas  Pemilitan peralatan
 Mengurangi permeabilitas pemadatan
 Mengontrol stabilitas  Metode pemadatan
volume (shringking &  Kontrol kualitas (jenis dan
swelling) jumlah pengujian)
 Mengurangi kerentanan
terhadap liquifaksi
 Memperpanjang durabilitas
Pemadatan Dangkal:
1. Roller (mesin Penggilas)
- Smooth wheel roller, cocok untuk meratakan permukaan tanah
dasar dgn tekanan rendah
- Pneumatic Tire Roller, dapat digunakan pd pemadatan dgn
tekanan dan “kneading” (remasan)
- Sheep foot roller, cocok untuk lempung dan tanah berlanau
2. Rammer
3. Vibrator, roller yang digetarkan
- Vibrator roller, cocok utk tanah berbutir
- Smooth drum vibrator, cocok untuk tanah granuler yang sedikit
mengandung lempung atau lanau
- Vibrator pneumatic, cocok untuk tanah granuler yg lebih tebal
Smooth wheel roller Pneumatic Tire Roller

Sheep foot roller


Vibrator roller

Rammer

Smooth drum vibrator


Pemadatan Dalam :
1. Peledakan = Pemadatan tanah cara ledakan (Blasting) adalah
cara yang ekonomis untuk pemadatan lapisan pasir renggang
yang cukup tebal (dalam). Peledakan akan menghasilkan
gelombang getar tekan dan geser yang akan meruntuhkan susunan
partikel tanah asli dan membentuk susunan yang lebih padat.
2. Dynamic Compaction = dengan cara menjatuhkan beban ketanah
dengan cara berulang-ulang. Pounder/beban yang dijatuhkan
pada ketinggian yang sudah ditetapkan akan memberikan impact
energy (energy benturan). Energi benturan ini menciptakan
getaran dan mengatur ulang partikel-partikel tanah yang ada dan
mendorong keluar gas dan air terkandung didalam partikel
didalam tanah asal. Hal ini dapat meningkatkan kepadatan tanah
lunak.
3. Vibroflotation
Vibrocompaction adalah cara yang menggunakan alat penggetar
(menghasilkan getaran) yang dilakukan dengan cara memasukkan alat
tersebut ke dalam tanah yang renggang sampai pada kedalaman
lapisan tanah terbawah yang ingin dipadatkan. Seringkali dengan
adanya cara vibro ini diperlukan tambahan material pengisi untuk
tempat-tempat/space yang kosong akibat adanya pemadatan tanah
arah ke samping.
Ada 2 metode, Wet Method dan dry method
Prinsip kerja Wet method:
a.Alat diturunkan kedalam tanah sambil disemprot dengan air bertekanan tinggi
b.Semprotan air mengakibatkan kondisi “cair” pada tanah shg memungkinkan unit
penggetar untuk masuk lebih dalam.
c. Material berbutir dituangkan dari atas lubang. Air dialirkan dari atas sehingga dapat
membawa material ke dasar lubang.
d.Unit penggetar kemudian diangkat secara bertahap
Untuk Dry method air diganti dengan udara
4. Compaction Grouting
Grouting merupakan suatu metode atau teknik yang dilakukan
untuk memperbaiki keadaan bawah tanah dengan cara
memasukkan bahan yang masih dalam keadaan cair, dengan
cara tekanan, sehingga bahan tersebut akan mengisi semua
retakan-retakan dan lubang-lubang yang ada di bawah
permukaan tanah, kemudian setelah beberapa saat bahan
tersebut akan mengeras, dan menjadi satu kesatuan dengan
tanah yang ada sehingga kestabilan suatu permukaan tanah
akan tetap terjaga.
Dynamic Compaction
Vibroflotation
Peledakan
Compaction
Grouting
• Kuat Geser : Untuk mencapai kuat geser yang lebih besar, maka pemadatan
perlu dilakukan pada dry of optimum.

• Kompresibilitas : pada stress level yang kecil tanah lempung yang dipadatkan
pada kondisi wet of optimum akan lebih kompresibel. Sebaliknya pada level
stress yang lebih tinggi terjadi sebaliknya.

• Swelling : tanah yang dikompaksi dry of optimum akan mengalami swell


lebih besar dibandingkan jika dipadatkan pada wet of optimum.

• Permeabilitas : permeabilitas tanah akan lebih besar jika dipadatkan pada


kondisi dry of optimum.
• Pemadatan Dangkal: Density & kadar air dengan sand cone, Dynamic
Cone Penetration, Cone Penetrometer, Plate Bearing
• Pemadatan Dalam: DCPT, SPT, PMT, DMT, Shear wave velocity (Down hole)
Metode yang digunakan

 Preloading tanpa drainase vertikal


 Preloading dengan drainase vertikal
 Dewatering
 Metode elektrokinetik
• Preloading
 Mempercepat penurunan dengan cara menambahkan beban sebelum
pelaksanaan konstruksi dengan tujuan untuk menaikkan kuat geser tanah
• Drainase Vertikal
 Mempercepat proses Konsolidasi (primer) dengan cara memperpendek
aliran air keluar dari pori-pori tanah
• Dewatering
 Mempercepat penurunan dengan cara menurunkan muka air tanah (ingat
prinsip bouyancy dimana penurunan muka air tanah = peningkatan
beban) dengan tujuan menaikkan kuat geser tanah
• Metode Elektrokinetik
 Mengurangi kadar air sehingga kuat geser meningkat dan kompresibilitas
menurun seiring dengan berkurangnya volume pori tanah
Prinsip Kerja Preloading : Prinsip Kerja Drainase Vertikal :
 Memberikan beban  Drainase vertikal
(surcharge) sebelum mempercepat penurunan tapi
pekerjaan konstruksi tidak mengurangi penurunan
Surcharge dihilangkan akhir
setelah -- misalnya - tercapai
90% konsolidasi
 Beban konstruksi akan
menimbulkan penurunan
yang relatif kecil
 Kuat geser meningkat
sebanding dengan besarnya
preloading (Uji TX CU)
Prinsip kerja kombinasi preloading dan vertical drain

1. Akibat penempatan timbunan preloading, tekanan air pori tanah


meningkat.
2. Kelebihan tekanan air pori tanah akan terdipasi (terlepaskan) dengan
mengalirkan ke arah horisontal radial menuju vertical drain.
Selanjutnya air akan mengalir ke arah vertikal melewati vertikal drain.
3. Setelah mencapa atas air akan menglalir secara horisontal menuju
parit.
4. Proses keluarnya air dari pori-pori tanah disebut konsolidasi dan slama
proses konsolidasi, tanah mangalami penurunan konsolidasi.
5. Setelah konsolidasi selesai tanah menjadi lebih stabil dan tidak
mengalami penurunan.
6. Dalam teori, besar penurunan konsolidasi adalah sama, hanya laju
penurunan bisa dibuar lebih cepat
Jarak masing-masing
drainase vertikal harus
ditentukan berdasarkan Drainase Vertikal
waktu dan derajat
konsolidasi yang
direncanakan Lapisan lempung lunak

Model Instalasi Drainase Vertikal dan pembebanan bertahap

Jarak drainase vertikal

Tampak atas pola-pola pemasangan Drainase Vertikal


(a) Pola bujursangkar re0,564 S; (b) Pola segitiga dengan re0,525 S
• Dewatering (pekerjaan pengeringan) adalah pekerjaan sipil
yang bertujuan untuk dapat mengendalikan air (air
tanah/permukaan) agar tidak mengganggu/menghambat
proses pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi, terutama
untuk pelaksanaan bagian struktur yang berada dalam tanah
dan di bawah muka air tanah.
• Menjaga agar dasar galian tetap kering. Untuk mencapai
tujuan tersebut biasanya air tanah diturunkan elevasinya 0,5 –
1 m dibawah dasar galian
• Mencegah erosi buluh. Pada galian tanah pasir (terutama pasir
halus dibawah muka air tanah) rembesan air kedalam galian
dapat mengakibatkan tergerusnya tanah pasir akibat aliran
air
• Mencaga gaya uplift terhadap bangunan sebelum mencapai
bobot tertentu. Pada bangunan-bangunan yang memiliki
basement, maka pada saat bobot bangunan masih lebih kecil
daripada gaya uplift dari tekanan air, dewatering harus tetap
dijalankan hingga bobot mati dari bangunan melebihi gaya
uplift tersebut.
• Mencegah rembesan
• Memperbaiki kestabilan tanah
• Mencegah pengembungan tanah
• Memperbaiki karakteristik dan kompaksi tanah terutama dasar
• Pengeringan lubang galian
• Mengurangi tekanan lateral
 Pemberian potensial listrik pada tanah jenuh air sehingga terjadi aliran air
ke katoda. Aliran air ini setara dengan proses konsolidasi yang
menyebabkan menurunnya kadar air sehingga kuat geser meningkat dan
kompressibilitas menurun.
 Efek samping dari proses ini adalah perubahan komposisi psiko-kimia dari
tanah yang ,mempunyai pengaruh baik bagi peningkatan kuat geser.
Prinsip dasar : Jenis Perbaikan yang dilakukan :
• Mengubah komposisi fisik dan • Penambahan Admixture (di
kimiawi tanah dengan permukaan dan pada
menambahkan admixture kedalaman tertentu
sehingga terjadi peningkatan • Penggunaan Grouting
kepadatan dan kohesi serta • Metode Thermal (Heating &
modulus kekakuan tanah Freezing)
terhadap pembebanan
• Penggunaan Admixtrure
 Dilakukan pada tanah permukaan (misalnya timbunan jalan raya,
oprit jembatan, lantai gudang, open storage, perkuatan lereng,
mengurangi erosi dll.
 Deep mixing dilakukan dengan membuat kolom kolom dalam tanah
yang diisi dengan admixture
• Perbaikan dengan Grouting
 Grouting adalah menyintikkan suatu bahan kimia pada suatu lokasi
dalam tanah yang merupakan perlemahan. Umumnya grouting
digunakan pada daerah terbatas (pada sebaian dari struktur) untuk
memperkuat
• Metode Thermal
 Ground freezing merupakan metode yang cocok untuk semua jenis
tanah namun jarang digunakan karena mahal
 Semen & kapur memberikan hasil yang paling baik karena reaksi
yang terjadi adalah hidrasi dan penggumpalan untuk jangka pendek
serta sementasi dan karbonasi pada jangka panjang. Namun
stabilisasi dengan kapur terbukti meberikan durabilitas yang lebih
rendah dari pada pemakaian semen

 Fly ash dan Abu sekam padi juga digunakan, namun reaksi/ikatan
kimiawi dengan tanah lemah, sehingga peningkatan kekuatan hanya
didapatkan dari pengisian pori-pori tanah karena ukuran partikelnya
yang kecil dan ringan. Pengisian pori-pori ini berakibat peningkatan
kerapatan dan kuat geser tanah.

 Bahan lain yang juga pernah digunakan adalah Terak baja, bitumen
dan Tar serta beberapa macam bahan kimia lainnya,
Prinsip Kerja :
Tanah hanya memiliki kekuatan terhadap tekanan
Kuat geser tanah didapat dari gesekan antar butiran tanah
akibat beban vertikal/normal
Pada saat butiran tanah saling bergerak untuk memobisasi
kekuatannya, terjadi deformasi elastik dan deformasi geser
tanah yang dapat dilihat sebagai regangan (baik tekan
maupun tarik).
Bila pada tanah dipasang perkuatan, maka gesekan antar
tanah dan perkuatan akan menimbulkan ikatan diantara
keduanya dan berfungsi menahan tarikan yang terjadi dalam
tanah
Komposit material yang dibentuk oleh reinforcement dan tanah butiran yang
berinteraksi melalui gaya gesekan yang terjadi pada kedua material akibat
gravitasi dan memberikan tahanan tarik kepada tanah untuk menahan beban-
beban yang bekerja (gaya luar + gaya gravitasi)

Inklusi berfungsi meningkatkan permeabilitas,


menaikkana kuat geser, menurunkan kompresibilitas

Syarat : Inklusi tidak mengandung bahan kimia yang


korosif atau sebaliknya tanah juga tidak korosif
Bahan yang digunakan :
• Perkuatan insitu dengan: soil nailings dan
angkur (baja, beton, geosintetis)

Aplikasi umumnya untuk perkuatan lereng dan


tembok penahan tanah