Anda di halaman 1dari 15

PENERAPAN ASAS BLACK PADA SUHU DAN KALOR

(Laporan Fisika Pertanian)

Oleh
1. Annisa Elvaretta Insani 1714131003
2. Shintia Febri Iwanda 1754131006
3. M. Ashari Dwi Kurniawan R 1714131025
4. Ihktiar Rusyidin Faqih 1714131046
5. Medi Muhdani 1714131066

LABORATORIM EX PETERNAKAN
JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017
LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Penerapan Asas Black Pada Suhu dan Kalor


Hari/tanggal : Kamis, 19 Oktober 2017
Tempat : Laboratorium Ex. Peternakan
Nama : 1. Annisa Elvaretta Insani
2. Shintia Febri Iwanda
3. M. Ashari Dwi Kurniawan R
4. Ihktiar Rusyidin Faqih
5. Medi Muhdani
NPM : 1. 1714131003
2. 1754131006
3. 1714131025
4. 1714131046
5. 1714131066
Jurusan : Agribisnis
Fakultas : Pertanian
Kelompok :4

Bandar Lampung, 12 Oktober 2017


Mengetahui
Asisten Dosen

Sasongko Aji Bowo


NPM: 1414071091
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ketika 2 benda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan, kalor akan
mengalir dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah.
kalor adalah energi yang dapat berpindah. Apabila benda‐benda yang
bersentuhan berada dalam sistem yang tertutup, maka energi akan berpindah
seluruhnya dari benda yang memiliki suhu tinggi menuju benda yang bersuhu
rendah. Sebaliknya apabila benda yang bersentuhan tidak berada dalam sistem
tertutup, maka tidak semua energi dari benda bersuhu tinggi berpindah menuju
benda yang bersuhu rendah. Menurut azas black, jumlah kalor yang
dilepaskan oleh benda yang bersuhu lebihtinggi kepada benda yangbersuhu
lebih rendah sama dengan jumlah kalor yang diserap oleh benda yangbersuhu
yang lebih tinggi tersebut.

Apabila benda‐benda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhandan


benda‐benda tersebut berada dalam sistem tertutup, maka ketika
mencapaisuhu yang sama, energi yang diterima oleh benda yangmemiliki suhu
yang lebih rendah = energi yang dilepaskan oleh benda yang bersuhu tinggi.
Karenaenergi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu = kalor, maka
kita bisamengatakan bahwa dalam sistem tertutup, kalor yang dilepaskan =
kalor yang diterima.
1.2 Tujuan Praktikum

Adapun tujuan praktikum Penerapan Asas Black Pada Suhu dan Kalor adalah
1. Mengenal dan mengetahui tentang suhu dan kalor
2. Mengenal dan mengetahui tentang asas black
3. Mampu menentukan hasil pengukuran suhu dan kalor dengan asas black
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Suhu dan Kalor

2.1.1 Suhu

Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan
alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung
menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi
maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid
(Esvandiari, 2007).

2.1.2 Kalor

Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang
menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. Kalor
berbeda dengan suhu, karena suhu adalah ukuran dalam satuan derajat panas.
Kalor merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun
dilepaskan oleh suatu benda (Esvandiari, 2007).

Dari sisi sejarah kalor merupakan asal kata caloric ditemukan oleh ahli kimia
perancis yang bernama Antonnie laurent lavoiser (1743 - 1794). Kalor
memiliki satuan Kalori (kal) dan Kilokalori (Kkal). 1 Kal sama dengan jumlah
panas yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 gram air naik 1 derajat celcius
(Bambang, 2007).
2.2 Asas Black

Asas Black adalah suatu prinsip dalam termodinamika yang dikemukakan


oleh Joseph Black. Asas ini menjabarkan:
 Jika dua buah benda yang berbeda yang suhunya dicampurkan, benda
yang panas memberi kalor pada benda yang dingin sehingga suhu akhirnya
sama
 Jumlah kalor yang diserap benda dingin sama dengan jumlah kalor yang
dilepas benda panas
 Benda yang didinginkan melepas kalor yang sama besar dengan kalor
yang diserap bila dipanaskan (Bambang, 2007).

Bunyi Asas Black adalah sebagai berikut:


“Pada pencampuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepas zat yang suhunya
lebih tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima zat yang suhunya
lebih rendah”
Secara umum rumus Asas Black adalah

Qlepas = Qterima
Keterangan:
Qlepas adalah jumlah kalor yang dilepas oleh zat
Qterima adalah jumlah kalor yang diterima oleh zat
dan rumus berikut adalah penjabaran dari rumus diatas :
(M1XC1)(T1-Ta)=(M2XC2)(Ta-T2)

Keterangan :
M1 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
C1 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
T1 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
Ta = Temperatur akhir pencampuran kedua benda
M2 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
C2 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
T2 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
III. METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan

Pada praktikum Penerapan Asas Black Pada Suhu dan Kalor menggunakan alat
dan bahan sebagai berikut.
1. Air Jernih
2. Termometer
3. Gelas Ukur
4. Kaki tiga penyangga
5. Bunsen

3.2 Prosedur Kerja

Pada praktikum Penerapan Asas Black Pada Suhu dan Kalor, prosedur kerja
yang digunakan sebagai berikut.
1. Siapkan air dingin sebanyak 2 liter dan ukur suhunya
2. Masukan air tersebut pada bak water batch
3. Didihkan air menggunakan water batch
4. Setel suhu air sampai suhu 58 °C
5. Ukur suhu air tiap 2 (lima menit sekali) menggunakan termometer sampai
suhu air mencapai 58 °C
6. Di tempat terpisah, siapkan air dingin sebanyak 100 mL dan ukur suhunya
7. Setelah suhu air mencapai 58 °C, ambil sebanyak 200 mL
8. Campurkan air bersuhu 58 °C pada air dingin.
9. Aduk campuran air tersebut dan ukurlah suhunya
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Adapun hasil dari praktikum Penerapan Asas Black Pada Suhu dan Kalor
diperoleh hasil sebagai berikut

Waktu (menit) Suhu (oC) Kalor (Joule)

0 23 0

2 38 12600

4 47 7560

6 58 9240
4.2 Pembahasan
4.2.1 Hasil Data

Dari data pengamatan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa besarnya kalor
dipengaruhi oleh massa zat (m), kalor jenis (c), dan perubahan suhu ( t).

Oleh karena massa zat yang digunakan sama yaitu air dengan massa 0,2 kg
dan kalor jenis 4200 J/kgoC, maka pada praktikum kali ini satu-satunya faktor
yang mempengaruhi perubahan kalor adalah perubahan suhu ( t). Sehingga
jumlah nilai kalor yang dihasilkan berbeda-beda tergantung pada perubahan
suhu yang terjadi.

Jika pada praktikum pertama hanya mengamati perubahan kalor dari satu
objek, maka pada praktikum kedua ada dua objek yang diamati, yang pertama
objek air pada pengamatan satu dan yang kedua yaitu air dingin.

Praktikum kedua ini membuktikan apakah Asas Black yang berbunyi “kalor
yang diterima oleh suatu benda, sama dengan kalor yang dilepas lain” benar
terbukti. Pada praktikum kedua metodologi sama dengan praktikum pertama,
hanya saja air pada percobaan pertama dicampurkan dengan air dingin
bermassa 0,1 kg dan diperoleh suhu campuran 50oC. Untuk itu kami menguji
kebenaran data tersebut menggunakan rumus Asas Black yang akan dibahas
pada bagian lampiran.

Namun hasil yang didapatkan pada praktikum berbeda dengan hasil pada
perhitungan menggunakan rumus Asas Black. Hal ini dikarenakan kurangnya
ketelitian pengamat dalam mengamati tingkat perubahan suhu campuran
antara air dalam water batch dan air dingin.

Meskipun begitu, Asas Black tetap berlaku dalam percobaan kali ini, yaitu

1. Jika dua benda bercampur, benda yang panas akan memberikan kalornya
kepada benda yang dingin. Akibatnya suhu kedua benda menjadi sama
(Mikrajuddin, 2004).

Hal ini terlihat pada Tc (suhu campuran), pada perhitungan didapatkan


hasil bahwa Tc adalah sama yaitu 46,5oC.

2. Kalor yang diserap oleh benda yang dingin sama dengan kalor yang
dilepaskan oleh benda yang panas (Mikrajuddin, 2004).

Singkatnya pernyataan ini dikenal dengan rumus Qlepas = Qterima yang


digunakan pada praktikum kali ini.
4.2.2 Kenapa Terjadi Perubahan Suhu

Kalor adalah energi yang berpindah karena adanya perubahan suhu.


Dengan kata lain setiap ada perbedaan suhu antara dua benda maka akan
terjadi perpindahan kalor. Perpindahan kalor umumnya lebih mudah
diamati jika terjadi kontak langsung antara dua benda yang berbeda suhu,
seperti pada praktikum kedua (Mikrajuddin, 2004).

Suhu air yang semula panas menjadi lebih dingin menunjukkan bahwa
kalor yang dimiliki air panas berkurang. Suhu air yang semula dingin
menjadi lebih panas menunjukkan bahwa kalor yang dimiliki air dingin
bertambah. Karena kalor tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan , maka
pertambahan kalor yang dimiliki air dingin semata-mata berasal dari kalor
air panas dalam water batch. Dengan kata lain, pada saat dicampur, air
panas melepaskan sebagian kalornya sehingga suhunya turun dan air
dingin menerima kalor yang dilepaskan sehingga suhunya naik.

Kami mengamati bahwa benda yang melepas atau menerima kalor


umumnya mengalami perubahan suhu. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa kalor merupakan faktor yang mempengaruhi
terjadinya perubahan suhu.

4.2.3 Kalor Jenis

Jumlah kalor Q yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu benda bermassa m


dari T1 ke T2 sebanding dengan perubahan suhu T = T2-T1. Ketika
memanaskan air untuk membuat teh, tentu diperlukan kalor dua kali lebih
banyak untuk dua cangkir dibandingkan untuk satu cangkir dengan
interval suhu yang sama. Jadi, jumlah kalor yang berbanding lurus dengan
masa benda m. Jumlah kalor yang dibutuhkan juga bergantug pada sifat
bahan.

Secara matematis jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu


benda bermassa m sebesar T adalah

Q=mc T

Dengan c menunjukkan besaran yang nilainya bergantung pada sifat bahan


dan disebut sebagai kalor jenis dengan satuan J/kgoC atau J/kgK. Kalor
jenis adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat
sebesar 1oC atau 1 K. Sebenarnya harga c bergantung pada suhu dan
tekanan, tetapi untuk perubahan suhu yang tidak terlalu besar, harga c
dianggap konstan (Bambang, 2007).
V. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari praktikum Penerapan Asas Black Pada Suhu dan Kalor
adalah

1. Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda
dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer.
Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang
menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya.
2. Asas Black adalah suatu prinsip dalam termodinamika yang dikemukakan
oleh Joseph Black. Asas ini menyatakan “Pada pencampuran dua zat,
banyaknya kalor yang dilepas zat yang suhunya lebih tinggi sama dengan
banyaknya kalor yang diterima zat yang suhunya lebih rendah”.
3. Dengan menggunakan Asas Black diperoleh hasil bahwa Tc adalah sama
yaitu 46,5oC.
DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Mikrajuddin. 2004. IPA Fisika SMP dan MTs untuk Kelas VII. Jakarta.
Esis
Esvandiari. 2007. Kumpulan Lengkap Rumus Fisika SMA. Depok. Puspa Swara.
Ruswanto, Bambang. 2007. Asas-Asas Fisika 1B. Jakarta. Yudhistira.
LAMPIRAN
PERHITUNGAN

Diketahui:
Air pada water batch
1. T1 = 58oc
2. m1 = 0,2 kg
3. c1 = 4200 j/kgoc
4. T1 = (58-Tc) oC
Air dingin
1. To = oC
2. m2 = 0,1 kg
3. c2 = 4200 J/kgoC
4. T2 = (Tc-23) oC

Maka:

Qlepas = Qterima

m1 c1 T1 = m2 c2 T2

0,2 kg . 4200 J/kgoC . (58-Tc) oC = 0,1 kg . 4200 J/kgoC . (Tc-23) oC


0,2 (58-Tc) = 0,1 (Tc-23)
2 (58-Tc) = (Tc-23)
116 – 2Tc = Tc – 23
3Tc = 139
Tc = 46,3oC