Anda di halaman 1dari 7

PENGAUDITAN II

EKA 446 CP

TUGAS

“TUJUAN AUDIT SIKLUS PEMROSESAN TRANSAKSI PENERIMAAN DAN


PENGELUARAN”

DISUSUN OLEH:

1607531037 Ni Wayan Nataliantari (06)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018

1
SOAL:

1. Jelaskan tujuan audit siklus pemrosesan transaksi penerimaan.


2. Jelaskan tujuan audit siklus pemrosesan transaksi pengeluaran.

JAWAB:

1. Tujuan Audit Siklus Pemrosesan Transaksi Penerimaan

Tujuan audit untuk siklus penerimaan berkaitan dengan perolehan bukti kompeten yang
memcukupi tentang setiap asersi laporan keuangan yang signifikan saldo dan transaksi siklus
pendapatan. Untuk mencapai setiap tujuan audit spesifik ini, auditor dapat menggunakan
bebagai bagian dari perencanaan audit dan metodologi pengujian audit, disamping itu aplikasi
metodologi ini untuk siklus pendapatan juga diarahkan pada tujuan audit spesifikasi yang telah
diberi nomor urut (C1,…EO2,…EO1,…V4,…dan seterusnya) dalam Gambaran 1 seperti
dibawah ini akan dijelaskan lebih lanjut, pencapaian tujuan audit di atas.

Gambar 1 Tujuan Audit Spesifikasi Untuk Siklus Pendapatan

Kelompok
Kategori Transaksi Tujuan Audit Spesifikasi
Asersi atau
Saldo

2
Eksistensi Transaksi Catatan transaksi penjualan menggambarkan barang-barang
atau kejadian yang dikirmkan atau jasa-jasa yang diberikan selama periode
kejadian berjalan (EO1)
Catatan transaksi penerimaan kas menggambarkan kas yang
diterima selama periode berjalan (EC2).
Catatan penyesuaian penjualan selama periode berjalan
menggambarkan diskon yang telah diorientasi, retur dan
pengurangan harga, serta piutang tak tertagih (EO3)
Piutang usaha menggambarkan jumlah tagihan kepada
pelanggan yang ada pada tanggal neraca (EO4).
Saldo Seluruh penjualan (C1), Penerimaan, Kas (C2), dan
penyesuaian penjualan (C3), yang dilakukan selama periode
berjalan telah dicatat.
Transaksi Piutang usah; termasuk seluruh klaim kepada pelanggan pada
Kelengkapan tanggal neraca (C4)
Perusahaan mempunyai hak atas piutang (RO1) dan kas (RO2)
yang dihasilkan dari transaksi siklus pendapatan yang dicatat
Saldo Piutang usaha pada tanggal neraca menggambarkan klaim
resmi perusahaan kepada pelanggan untuk membayar (RO3)
Transaksi Seluruh penjualan (VA1) dan penerimaan kas (VA2) serta
Hak dan penyesuaian penjualan (VA3)) telah dinilai dengan
Kewajiban menggunakan GAAP dan dijurnal, diikhtisarkan, serta
Saldo diposting secara tepat.
Piutang usaha menggambarkan klaim kotor perusahaan kepada
Transaksi pelanggan pada tanggal neraca dan sesuai dengan jumlah pada
buku pembantu piutang usaha (VA4)
Penilaian atau Penyisihan untuk piutang tak tertagih menggambarkan
alokasi estimasi yang layak atas perbedaan antara piutang kotor dan
nilai bersih yang dapat direalisasihkan (VA5)
Saldo Perincian penjualan (PD1), penerimaan kas (PD2), dan
Penjualan (PD3), mendukung penyajiannya dalam laporan

3
keuangan termasuk klasifikasi serta pengungkapan yang
terkait.
Piutang usaha (PD4) telah diidentifikasi dan diklasifikasikan
dengan benar dalam laporan keuangan.
Pengungkapan yang tepat telah dibuat atas piutang usaha yang
telah disetujui atau digadaikan (PD5).
Transaksi

Penyajian dan
Pengungkapan
Saldo

2. Tujuan Audit Siklus Pengeluaran

Manajemen akan menetapkan asersi implisit atau eksplisit tentang transaksi dan saldo
siklus pengeluaran dalam laporan keuangan perusahaan. Asersi-asersi ini mendefinisikan tujuan
audit spesifik dari program audit siklus pengeluaran. Kebanyakan audit atas siklus pengeluaran
mencakup tujuan-tujuan utama tersebut, tetapi tidak dimaksudkan untuk membahas semua
situasi yang dihadapi klien. Untuk mencapai tujuan audit spesifik tersebut, auditor
menggunakan bagian dari metode perencanaan dan pengujian audit.

Gambar 2 Tujuan Audit Spesifik untuk Siklus Pengeluaran

4
Kelompok
Transaksi
Kategori Tujuan Audit Spesifik
Atau Saldo
Asersi

Eksistensi atau Transaksi Mencatat pembelian barang, jasa, dan aktiva produktif yang
Kejadian diterima selama periode berjalan (EO1).

Mencatat transaksi pengeluaran kas yang dilakukan selama


Saldo
periode berjalan kepada pemasok dan kreditor (E02).

Mencatat hutang usaha yang mencerminkan jumlah hutang


perusahaan per tanggal neraca (E03).

Kelengkapan Transaksi Semua pembelian (Cl) dan pengeluaran kas (C2) yang
dilakukan selama periode beijalan telah dicatat.

Hutang usaha meliputi semua jumlah yang temtang kepada


Saldo
pemasok barang dan jasa per tanggal neraca (C3).

Hak dan Transaksi Perusahaan bertanggung jawab atas hutang yang berasal dan
Kewajiban pencatatan transaksi pembelian (Ri).

Hutang usaha merupakan kewajiban perusahaan per

tanggal neraca (R2).


Saldo

Penilaian atau Transaksi Semua transaksi pembelian (VAI) dan pengeluaran kas (VA2)
Alokasi telah dinilai dengan menggunakan GAAP dan

dijurnal, diikhtisarkan, serta diposting dengan benar.

Hutang usaha dinyatakan dalam jumlah yang benar (VA3).


Saldo beban yang berkaitan telah sesuai dengan GAAP
Saldo (VA4).

5
Penyajian dan Transaksi Rincian pembelian (PD1) dan pengeluaran kas (PD2)
Pengungkapan mendukung penyajiannya dalam laporan keuangan termasuk
kiasifikasi dan pengungkapannya yang berkaitan.

Hutang usaha (PD3) dan beban terkait (PD4) telah


diidentifikasi dan dikiasifikasikan dengan benar dalam

Saldo laporan keuangan.

Pengungkapan yang memadai yang telah dibuat berkaitan


dengan komitmen, kewajiban kontinjen, dan penjaminan serta
hutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa (PD5).

6
DAFTAR REFERENSI

[1] Arens, Alvin A; Randal J. Elder, Mark S. Beasley dan Amir Abadi Yusuf,2009, Auditing and
Assurance Services, An Integrated Approach, An Indonesian Adaption, Prentice Hall
International Edition Inc., Englewood Cliffs, New Jersey.
[2] Dexsuar. 2013. Audit Siklus Pendapatan

http://dexsuar.wordpress.com/2013/07/audit-siklus-pendapatan.html. Diakses pada


tanggal 7 Oktober 2018

[3] Dexsuar. 2013. Audit Siklus Pengeluaran

https://dexsuar.wordpress.com/2013/10/08/audit-siklus-pengeluaran/. Diakses pada


tanggal 7 Oktober 2018