Anda di halaman 1dari 15

1.

PERHATIAN PADA MANAJEMEN INFORMASI

Dalam sebuah perusahaan para manajer harus memberi perhatian yang semakin besar pada
pengembangan teknologi informasi, yang tentunya akan semakin menunjang bagi kemajuan
perusahaan. Pertama, kegiatan bisnis telah menjadi semakin rumit sehingga membutuhkan alat
bantu pengelolaan management yang akurat. Kedua, komputer telah telah mencapai kemampuan
yang semakin baik. Berikut ini akan dijelaskan mengenai beberapa keadaan yang menyebabkan
perhatian pada manajemen informasi semakin meningkat.

a. Kompleksitas Kegiatan Bisnis yang Meningkat

Bisnis memang selalu kompleks, tetapi sekarang ini lebih kompleks daripada sebelumnya.
Semua perusahaan terkena pengaruh ekonomi internasional da bersaing dalam pasar
internasional, teknologi bisnis menjadi semakin kompleks, batas waktu untuk bertindak
semakin singkat, dan terdapat pula kendala-kendala sosial.

b. Pengaruh Ekonomi Internasional

Perusahaan-perusahaan besar maupun kecil semua terkena pengaruh ekonomi yang dapat
bersumber dari bagian dunia mana pun. Pengaruh tersebut dapat terdapat pada nilai relatif
mata uang dari setiap negara. Para pembeli melakukan pembelian di negara-negara dimana
mata uang mereka memiliki nilai paling besar. Sebagai contoh, saat Mexico mendevaluasi
peso pada akhir 1980-an, banyak turis Amerika Serikat yang memutuskan untuk berlibur
di Mexico daripada di tempat lain, seperti Hawaii.

c. Persaingan Dunia

Perusahaan-perusahaan tidak lagi bersaing dalam wilayah geografisnya sendiri.


Sebaliknya, persaingan terjadi pada skala dunia. Dampak dari persaingan ini dapat terlihat
pada impor dari luar negeri. Keputusan General Motors pada akhir 1991 untuk menutup
banyak pabriknya menunjukkan bahwa industri raksasa pun tidak terhindar dampak
persaingan, yang dapat berasal dari bagian dunia mana pun.

d. Kompleksitas Teknologi yang Meningkat

Setiap hari kita melihat berbagai contoh teknologi dalam bisnis, misalnya barcode
scanner di pasar swalayan, sistem pemesanan penerbangan yang berbasis

1
komputer, automated teller machine, dan closed circuit television (CCTV) di gedung-
gedung. Juga terdapat banyak teknologi di belakang layar, yang tidak kita lihat, misalnya
robot-robot pabrik dan peralatan otomatis penanganan dan penyimpanan barang dagangan.
Perusahaan-perusahaan melakukan investasi pada teknologi ini supaya mereka dapat
melaksanakan operasi yang diperlukan. Bayangkan apa yang terjadi jika Federal Express,
perusahaan mail order L.L. Bean, atau AT&T tidak dapat lagi menggunakan komputer
mereka.

e. Batas Waktu yang Singkat

Semua tahap operasi bisnis sekarang ini dilaksanakan secara lebih cepat daripada
sebelumnya. Para wiraniaga melakukan dalam beberapa detik, perintah penjualan dikirim
secara elektronik dari satu komputer ke komputer lain, dan pabrik membuat jadwal
pengiriman material agar tiba tepat pada waktunya (just in time).

f. Kendala-kendala Sosial

Anehnya, tidak semua tekanan mendukung produksi, sebagian malah mendorong non-
produksi. Hal ini nyata pada produk dan jasa yang tidak diinginkan masyarakat.
Keputusan-keputusan bisnis harus didasarkan pada faktor-faktor ekonomis, tetapi
keuntungan dan biaya sosial harus juga dipertimbangkan. Perluasan pabrik, produk baru,
tem[at penjualan baru, dan tindakan-tindakan serupa semuanya harus dipertimbangkan
dampaknya terhadap lingkungan. Setiap pengaruh ini memberi kontribusi pada
kompleksitas bisnis.

g. Kemampuan Komputer yang Semakin Baik

Dalam hal ukuran dan kecepatannya, komputer-komputer tahun 1950-an dan 1960-an
tampak seperti dinosaurus dari Jurassic Park. Komputer-komputer ini ditempatkan dalam
ruangan besar, dan hanya boleh disentuh oleh para spesialis komputer perusahaan. Para
pemakai tidak pernah berhubungan langsung dengan perangkat keras, tetapi pengaturan ini
dirasa cocok oleh para pemakai. Umumnya, pemakai tidak tahu cara menggunakan
komputer dan takut untuk belajar.
Para pemakai komputer sekarang, sebaliknya, sangat mungkin memiliki terminal keyboard
atau komputer mikro di ruangan mereka. Banyak komputer mikro yang dihubungkan

2
dengan komputer-komputer lain dalam suatu jaringan. Bukan hanya komputer yang
tersedia, para pemakai pun tahu cara menggunakannya. Para pemakai sekarang tidak
memandang komputer sebagai sesuatu yang istimewa tetapi sebagai bagian peralatan
kantor yang dibutuhkan, seperti halnya meja, telepon, atau mesin fotokopi.

2. PARA PEMAKAI INFORMASI

Pada awalnya, pemakai output komputer pada perusahaan adalah pegawai administrasi di
bagian akuntansi, yang komputernya melaksanakan aplikasi seperti pembayaran gaji pegawai,
pengelolaan persedian (inventory control), dan penagihan. Sebagian informasi juga disediakan
bagi para manajer, tetapi hanya sebagai output tambahan dari aplikasi akuntansi. Gagasan untuk
menggunakan komputer sebagai sistem informasi manajemen

Sistem informasi manajemen merupakan suatu terobaosan besar, karena menyadari bahwa
para manajer memerlukan informasi untuk pemecahan masalah. Ketika perusahaan-perusahaan
menjangkau konsep sistem informasi manajemen, mereka mulai mengembangkan berbagai
aplikasi yang secara khusus diarahkan untuk mendukung manajen. Namun, bukan hanya
manajemen yang memperoleh manfaat dari penerapan sistem informasi manajemen. Nonmanajer
dan staf ahli juga menggunakan outputnya. Selain itu juga dimanfaatkan oleh para pemakai yang
berada di luar perusahaan, yaitu para pelanggan akan menerima faktur dan laporan transaksinya,
para pemegang saham akan menerima cek deviden, dan pemerintah akan menerima laporan pajak.
Dengan demikian secara ringkas para pengguna dan pelaku sistem informasi meliputi :

a) Manajer
b) Non-manajer
c) Orang dan unit organisasi yang ada dalam organisasi dan lingkungannya.

Dalam pembahasan pada materi sistem informasi manajemen, yang akan dibahas lebih lanjut
adalah para pelaku dan pemakai dari kelompok manajer. Keberadaan manajer bisa kita saksikan
ada di mana-mana diberbagai tingkat dan dalam berbagai bidang fungsional pada perusahaan.

Manajer Dijumpai pada Semua Jenjang, sesuai dengan tingkatan manajemen,

yaitu:

a. Tingkat Perencanaan Strategis (Strategic planning level)

3
Merupakan manajer pucak organisasi. Mereka mempunyai pengaruh atas keputusan-
keputusan yang diambil pada seluruh organisasi selama beberapa tahun mendatang. Istilah
lain yang digunakan yakni eksekutif.

b. Tingkat Pengendalian Manajemen (Management control level)

Merupakan manajer tingkat menengah, yang memiliki tanggung jawab untuk merubah
rencana menjadi tindakan dan memastikan agar tujuannya tercapai.

c. Tingkat Pengendalian Operasional (Operational conrol level)

Merupakan manajer tingkat bawah, yang bertangung jawab menyelesaikan rencana-


rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer ditingkat yang lebih tinggi.

Tingkat manajemen dapat mempengaruhi sumber informasi dan bentuk penyajian informasi.
Komponen sumber informasi dikategorikan dalam dua kelompok besar yaitu dari lingkungan dan
internal. Sedangkan bentuk penyajian informasi juga dibagi atas dua kelompok besar yakni
penyajian secara ringkas dan rinci.

3. MANAJER DAN SISTEM

A. Manajer
Manajer dapat ditemukan dimana-mana, tetapi perlu disadari bahwa mereka ada di berbagai
tingkat dan dalam berbagai area bisnis di dalam perusahaan. Tugas seorang manjer adalah
mengelola sumber daya agar dapat digunakan dengan cara yang paling efektif.
Jenis-Jenis Utama Sumber Daya Sumber daya yang harus dikelola oleh manajer :
1. Manusia
2. Material
3. Mesin (termasuk fasilitas dan energi)
4. Uang
5. Informasi (termasuk data)
Manusia, material, mesin dan uang (memiliki wujud) adalah sumber daya fisik. Sedangkan
informasi dan data termasuk kedalam istilah sumber daya konseptual. Para manajer mengguanakan
sumber daya konseptual untuk mengelola sumer daya fisik.

4
Tingkatan-tingkatan Manajer
1. Tingkat perencanaan strategi (strategic planning level)
Manajer pada puncak hierarki organisasi, seperti direktur dan para wakil direktur, sering
disebut berada pada level ini. Istilah ini menunjukkan pengaruh yang ditimbulkan
keputusan-keputusan tersebut pada seluruh organisasi selama beberapa tahun yang akan
datang.
2. Tingkat pengendalian manajen (management control level)
Manajer tingkat menengah mencakup manajer wilayah, direktur produk dan kepala
divisi.Tingkat mereka dinamakan tingkat pengendalian manajemen oleh mereka yang
menyadari bahwa adalah taggung jawab mereka mengubah rencana menjadi tindakan dan
memastikan agar tujuan tercapai.
3. Tingkat pengendalian operasional (operational control level)
Manajer tingkat bawah mencakup kepala departemen, pengawas (supervisor), dan
pemimpin proyek, yang bertanggung jawab menyelesaikan rwncana-rencana yag telah
ditetapkan oleh para manajer di tingkat yang lebih tinggi. Tingkat ini disebut tingkat
oengendalian opersional karena disinilah operasi perusahaan berlangsung.

Area Bisnis
Disamping berbagai tingkat organisasi tersebut, manajer terdapat dalam berbagai area bisnis
perusahaan, tempat berbagai sumber daya dipisahkan menurut pekerjaan yang dilakukan. Tiga area
bisnis yang tradisional adalah pemasaran, manufaktur dan keuangan. Belakangan ini, dua area
tambahan menjadi semakin penting, yaitu sumber daya manusia dan jasa informasi. Istilah jasa
informasi (information service) digunakan untuk menggambarkan unit organisasi perusahaan,
yang bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya informasi perusahaan. IS juga digunakan,
tetapi dapat juga berarti information system (sistem informasi). Kita sering melihat singkatan IT
yang berarti information technology (teknologi informasi). Kita menggunakan istilah sumber daya
informasi untuk menjelaskan sumber daya seperti peralatan komputer, program, dan data yang
tidak hanya berlokasi di unit jasa informasi tetapi juga di seluruh perusahaan.

5
Fungsi-Fungsi Manajemen
Pada awal abad ini, sekitar tahun 1914, seorang ahli teori manajemen berkebangsaan Prancis,
Henri Fayol, menyatakan bahwa manajer melakukan lima fungsi-fungsi manajemen yang utama,
yaitu :
1. Merencanakan (plan), apa yang akan mereka lakukan
2. Mengorganisasikan (organize), untuk mencapai rencana yang sudah ada
3. Menyusun staff (staff), organisasi mereka dengan sumber daya yang diperlukan
4. Mengarahkan (direct), untuk melaksanakan rencana
5. Mengendalikan (control), menjaga sumber daya agar tetap beroperasi secara optimal

Keahlian Manajemen
Seorang manajer yang berhasil harus memiliki banyak keahian, tetaoi ada dua yang mendasar yaitu
komunikasi dan pemecahan masalah.
1. Keahlian komunikasi, manajer mengirimkan informasi dalam bentuk lisan atau tertulis.
2. Keahlian pemecahan masalah, manajer diharuskan bisa memberikan solusi bagi maslah
yang sedang terjadi

B. Sistem
Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk
mencapai suatu tujuan. Suatu organisasi seperti perusahaan atau suatu area bisnis cocok dengan
definisi ini. Tidak semua sistem memilkiki kombinsi elemen-elemen yang sama, tetapi suatu
susunan dasar diperlihatkan dalam Gambar 1.1. Sumber daya input diubah menjadi sumber daya
output. Sumber daya mengalir dari sumber daya input, melalui transformasi, ke elemen output.
Suatu mekanisme pengendalian memantau proses transformasi untuk meyakinkahn bahwa sistem
tersebut memenuhi tujuannya. Mekanisme pengendalian ini dihubungkan pada arus sumber daya
dengan memakai suatu lingkaran umpan balik (feedback loop) yang mendapatkan informasi dari
output sistem dan menyediakan informasi informasi bagi mekanisme pengendalian. Mekanisme
pengendalia membandingkan sinyal-sinyal umpan balik dengan tujuan, dan mengarahkan sinyal
pada elemen input jika sistem operasi memang perlu berubah. Berikut ini adalah beberapa jenis-
jenis dari sistem:

6
a. Sistem Lingkaran Terbukan dan Lingkaran Tertutup
Tidak semua sistem dapat mengatur operasinya sendiri. Suatu sistem tanpa elemen
mekanisme pengendalian, lingkran umpan balik, dan tujuan disebut sistem lingkaran
terbuka (open-loop system). Sedangkanlingkaran tertutup (closed-loop system)
adalah suatu sistem dengan tiga elemen pengendalian (tujuan, mekanisme pengendalian,
dan lingkaran umpan balik).
b. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup
Sistem terbuka (open system) adalah suatu sistem yang dihubungkan dengan
lingkungannya melalui arus sumber daya. Sebuah sistem pemanas, contohnya,
mendapatkan inputnya dari perusahaan listrik, dan meyediakan panasnya bagi gedung atau
ruangan yanag dipanasinya.Dengan menggunakan logika yang sama, suatu sistem yang
tidak dihubungkan dengan lingkungannya dalah sistem tertutup (closed system). Sistem
tertutup hanya terdapat dalam situasi laboratorium yang dikontrol ketat.
c. Sistem Fisik dan Sistem Konseptual
Komputer adalah suatu sistem fisik, tetapi data dan informasi yang diSistem
Informasi Manajemenpan di dalamnya dapat dipandangsebagai sistem konseptual. Data
dan informasi mewakili satu atau lebih sistem fisik. Sebagai contoh, jika penyimpanan
komputer menunjukan bahwa ada 70 perkaks di dalam gudang, inspeksi di gudang harus
mengungkapkan 70 perkakas itu.
d. Pentingnya Suatu Pandangan Sistem
Suatu pandangan sistem (sistem review) melihat operasi bisnis sebagai sistem-
sistem yang melekat dalam suatu lingkaran yang lebih luas. Ini adalah suatu cara pandang
yang abstrak, tetapi bernilai potensial bagi manajer. Pandangan sistem ini :
1. Mencegah manajer tersesat dalam kerumitan struktur organisasi dan rincian
pekerjaan,
2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik,
3. Menekankan pentingnya kerja sama semua bagian dalam organisasi,
4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungannya,

7
Memberikan penilaian yang tinggi pada informasi upan balik yang hanya dapat dicapai dengan
cara sistem lingkaran tertutup.

4. DATA VERSUS INFORMASI

Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi (the description and
events that we face). Sementara data bisnis (business data) didefinisikan sebagai deskripsi
organisasi tentang suatu (resource) dan kejadian (transactions) yang terjadi (business data is an
organization's description of thing (resource) and event (transactions) that is face. Definisi data
yang lain adalah data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan
kesatuan nyata. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat,
benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi. Untuk pengambilan keputusan bagi manajemen,
maka faktor-faktor tersebut harus diolah lebih lanjut untuk menjadi suatu informasi.

Sesudah diolah, akan dapat diperoleh informasi, antara lain mengenai :

a. Laporan pengeluaran barang dalam satu hari, yang berfungsi untuk menentukan barang
mana saja yang perlu diorder kembali
b. Laporan pembelian yang terjadi disetiap cabang/unit, yang berfungsi untuk menetukan
barang apa saja yang menjadi prioritas produksi di unit produksi.

Dalam menganalisis dan merencanakan perancangan suatu sistem harus mengerti terlebih
dahulu komponen-komponen yang ada dalam sistem tersebut. Darimana data dan informasi
tersebut diperoleh dan kemana hasil pengolahan data dan informasi tersebut diperlukan. Gordon .
B Davis (1985) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang
lebih berarti dan berguna bagi penerimanya untuk mengambil keputusan masa kini maupun yang
akan datang. Informasi mempunyai ciri benar atau salah, baru, tambahan dan korektif. Raymond
McLeod (1995) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang
lebih berarti bagi penerimanya. Alat pengolah informasi dapat meliputi elemen komputer, elemen
non komputer atau kombinasinya.

Sumber informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan kejadian-kejadian
dan kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Informasi
diperoleh setelah data-data mentah diproses atau diolah. Menurut John Burch dan Gary Grudnitski,

8
agar informasi dihasilkan lebih berharga, maka informasi harus memenuhi kriteria sebagao berikut
:

a. Informasi harus akurat, sehingga mendukung pihak manajemen dalam mengambil


keputusan.
b. Informasi harus relevan, benar-benar terasa manfaatnya bagi yang membutuhkan.
c. Informasi harus tepat waktu, sehingga tidak ada keterlambatan pada saat dibutuhkan.

Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan


keputusan tentang suatu keadaan. Informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi
umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. informasi digunakan tidak hanya oleh satu orang
pihak di dalam organisasi. Nilai sebuah informasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya
untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif
dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut.

5. PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (CBIS)


Penerapan komputer dalam bidang bisnis akan terus berkembang sesuai dengan
perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Pada awalnya aplikasi akuntansi berbasis
komputer disebut dengan pengolahan data elektronik atau EDP yang kemudian disingkat menjadi
DP dan berkembang menjadi SIA. Kemudian konsep penggunaan komputer sebagai sistem
informasi manajemen (Sistem Informasi Manajemen) dipromosikan oleh pembuat komputer yang
diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Oleh karena banyaknya
kekurangan pada konsep ini, maka dibentuk konsep baru disebut sistem pendukung keputusan
(DSS) yang berfokus pada pemecahan masalah dan pengambilan keputusan manajer. Pada saat
DSS berkembang, muncul OA yang bertujuan untuk memudahkan komunikasi dan meningkatkan
produktivitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik.
Kemudian aplikasi lain seperti AI dan ES berkembang yang berfokus pada konsultasi yang mana
aplikasi ini menyediakan informasi untuk pemecahan masalah yang dikenal dengan sistem
informasi berbasis komputer atau CBIS. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah tahapan
perkembangan sistem informasi berbasis komputer yaitu :
1. Fokus awal pada Data (electronic data processing – EDP)
Pada fase ini penggunaan komputer terbatas hanya pada aplikasi akuntansi, dimana
didukung dengan munculnya punched card dan keydriven bookkeeping machines dan

9
perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya. Aplikasi yang
digunakan sistem informasi akuntasi (SIA).

2. Fokus baru pada Informasi (management information sistem – MIS)


Seiring dengan diperkenalkannya generasi baru pada tahun 1964 yaitu alat penghitung
yang mana memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan
untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang
berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk
menghasilkan informasi manajemen.

3. Fokus Revisi pada Pengambilan Keputusan (Decision support sistem – DSS)


Merupakan hal yang berbeda dengan konsep sistem informasi manajemen. DSS adalah
sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus
dipecahkan serta diambil keputusannya oleh manajer.

4. Fokus sekarang pada Komunikasi (office automation – AO)


Pada waktu DSS berkembang, perhatian perusahaan juga difokuskan pada otomatisasi
kantor (office automation/OA) yang mana dapat memudahkan komunikasi dan
meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan
alat elektronik. OA telah berkembang meliputiberagam aplikasi seperti konferensi jarak
jauh (teleconference), voice mail, e-mail (surat elektronik), electronic calendaring,
facSistem Informasi Manajemenile transmission, dan desktop publishing. Istilah lain dalam
menggunakan semua aplikasi AO dinamakan dengan kantor virtual (virtual office).

5. Fokus potensial pada Konsultasi (artificial intelligence/expert sistem – AI/ES)


Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama
seperti manusia, sehingga memunculkan pembuatan suatu aplikasi yang dinamakan
kecerdasan buatan (artificial intelligence/IA). Sistem pakar adalah suatu sistem yang
berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan
segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah
dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems)

10
6. ORGANISASI JASA INFORMASI

Jasa Informasi adalah area fungsional utama perusahaan. Para Spesialis Informasi diorganisasikan
didalam jasa informasi dapat berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Perusahaan yang
pertama menggunakan komputer akan menggunakan para spesialis informasi untuk
mengembangkan dan memelihara sistem berbasis komputer. Ada lima golongan utama spesialis
informasi:
1. Analis sistem : bekerjasama dengan pemakai yang mengembangkan sistem baru dan
memperbaiki sistem yang ada. Analisis sistem adalah pakar dalam mendefinisikan
masalah dan menyiapkan dokumentasi tertulis mengenai cara komputer membantu
pemecahan masalah.
2. Pengelola database : bekerjasama dengan pemakai dan analis sistem menciptakan
database yang berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi bagi pemakai.
3. Spesialis jaringan : bekerjasama dengan analis sistem dan pemakai membentuk
jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumber daya komputer yang
tersebar. Spesialis jaringan menggabungkan keahlian bidang komputer dan
telekomunikasi.
4. Programmer : menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem untuk
membuat kode instruksi yang menghasilkan informasi
5. Operator : menangani peralatan komputer berskala besar seperti mainframe dan
komputer mini. Operator bertugas memantau layar komputer, mengganti ukuran-
ukuran kertas di printer , mengelola perpustakaan tape dan disk storage serta melakukan
tugas-tugas lainnya.

7. KECENDERUNGAN MENUJU END USER COMPUTING ATAU EUC

End-User Computing adalah salah satu metode pengembangan sistem berbasis komputer
yang dilakukan oleh pemakai sendiri (user). Pada akhir 1970-an, di dunia bisnis mulai tumbuh
kecenderungan pengelolaan perusahaan atau bisnis dengan penggunaan sistem komputer yang
ditandai dengan meningkatnya minat pemakai dalam mengembangkan aplikasi komputer mereka
sendiri, yaitu end-user computing atau EUC. EUC berkembang karena didukung oleh:

(1) Meningkatnya pengetahuan tentang komputer;

11
(2) Para spesialis informasi memiliki lebih banyak pekerjaan daripada yang dapat mereka
tangani yang mana hal tersebut tidak sebanding dengan sumberdaya yang ada;
(3) Pasar yang dibanjiri oleh komputer mikro atau perangkat keras yang harganya semakin
murah;
(4) Terciptanya perangkat lunak siap pakai yang menawarkan kemudahan penggunaan
sistem berbasis komputer. Para spesialis informasi tetap dibutuhkan dalam
pengembangan sistem yang dilakukan bersama-sam dengan pemakai.

8. MENCAPAI DAN MENGELOLA SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER


(CBIS)

Seiring dengan berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus hidup dan mengatur
para spesialis informasi yang terlibat. Ketika manajer memilih untuk memanfaatkan dukungan
para spesialis informasi, kedua pihak bekerjasama untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan
masalah, mengidentifikasi dan mengevaluasi solusi alternative, memilih solusi terbaik, merakit
perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai, membuat basis data, dan menjaga kemutakhiran
sistem. Setelah perencanaan, manajer akan mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem
tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan.

Dalam beberapa aspek, tiap subsistem dari CBIS menyerupai suatu organisme hidup yakni lahir,
bertumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusioner ini disebut siklus
kehidupan sistem (sistem life cycle –SLC), dan terdiri dari tahap-tahap sebagai berikut:

1. Perencanaan
2. Analisis
3. Rancangan
4. Penerapan
5. Penggunaan

12
DAFTAR REFERENSI

Raymond McLeod, Jr, 2011, Managenent Information System, 8 th Edition, New Jersey:
Prentice-Hall

Wikariani. 2016. Manajer dan Sistem.

http://wikariani14212.blogspot.co.id/2016/09/manajer-dan-sistem_58.html. Diakses pada


tanggal 9 Februari 2018

Prahastayudha, Oggy. 2012. Pengantar Sistem Informasi Berbasis Komputer


.https://oggyprahastayudha.wordpress.com/2012/10/14/pengantar-sistem-informasi-
berbasis-komputer/. Diakses pada tanggal 10 Februari 2018

Syarif, Waliyuddin. 2015. Kecenderungan Menuju End User Cumpoting.

http://waliyuddinsyarif17.blogspot.co.id/2015/06/kecendrungan-menuju-end-user
computing.html?m=1. Diakses pada tanggal 10 Februari 2018

Suhariyanto, Toto. 2014. Evolusi Sistem Informasi.

https://totosuhariyanto.blogspot.co.id/2014/04/evolusi-sistem-informasi.html?m=1.
Diakses pada tanggal 10 Februari 2018

13
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SAP 1
“Pengertian Manajemen Informasi”

OLEH

KELOMPOK 6
Gayatri Sukma Perthiwi (1607531028 / 11)

14
Ni Wayan Nataliantari (1607531037 / 12)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI REGULER


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018

15