Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 4

METALURGI LAS

Agy Randhiko

NPM : 1706990306

Program Magister Teknik

Departemen Teknik Metalurgi Dan Material

UNIVERSITAS INDONESIA

2018

Agy Randhiko - 1706990306


1. Paduan lithium diketahui memiliki masalah porositas hidrogen yang parah
karena hidrasi oksida dan pembentukan hidrida pada permukaan benda kerja.
Jika Anda melakukan GMAW dari paduan ini menggunakan kabel Al-Li,
dapatkah Anda menghindari porositas? Jika ya, bagaimana caranya?

Kita dapat menghindari porositas dalam Lithium yang disebabkan oleh hidrogen karena
hidrasi oksida dan pembentukan hidrida pada permukaan benda kerja. Dalam
mengurangi kemungkinan terjadinya porositas dalam paduan yang disebabkan oleh
hidrogen Lithium ada beberapa metode seperti milling atau thermo vacuum dan
melakukan degassed (dalam bentuk hidrida / Hydride oxide) pada paduan Lithium.
Jika kita akan melakukan GMAW menggunakan kawat Al-Li, ada beberapa perawatan
yang bertujuan untuk mencegah pembentukan hidrogen yang mengarah ke cacat
porositas, seperti:
 Lakukan persiapan pada permukaan. Permukaan paduan Al-Li sudah di-scrapp,
milled, atau bahkan thermovacuum degassed untuk menghilangkan hidrogen yang
ada dalam bentuk hidrida atau oksida terhidrasi.
 Lakukan penambahan Freon (CCl2F2) dan CO2 ke gas pelindung untuk mengurangi
hidrogen dalam padauan lasan.
 Lakukan Pengadukan Magnetik di area kawah las, gunanya untuk membantu
gelembung-gelembung hidrogen keluar sehingga dapat mengurangi porositas
hidrogen pada daerah las.

2. Apakah Anda lebih suka menggunakan oksidasi atau mereduksi flame dalam
pengelasan gas baja karbon tinggi? Jelaskan mengapa atau mengapa tidak.

Saya lebih suka Mengurangi Flame atau Carburizing Flame dalam pengelasan gas yang
diapplikasikan pada material jenis baja karbon tinggi karena Karburasi Flame tidak
mengoksidasi material metal yang kita bakar yang diciptakan oleh metode Carburizing
Flame yang terbentuk dengan mencampur gas Acetylene dan gas Oksigen atau praktis
dengan Oxy-acetylene Mixture. Di bawah ini adalah perbandingan antara Oxidizing
Carburizing Flame ke Flame dalam hal suhu dan juga rasio Acetylene:
Karburasi Flame akan cenderung menghilangkan kandungan oksigen dari oksida besi.
Dan juga Carburizing Flame cocok untuk aplikasi pengelasan dengan baja karbon
tinggi dan logam lain yang tidak menyerap atom karbon.

Agy Randhiko - 1706990306


Di bawah ini adalah perbandingan antara Oxidizing, Carburizing dan Neutral Flame
dalam hal suhu dan juga rasio Asetilena:

Gambar 1. Pengelasan gas baja karbon tinggi

Neutral flame adalah nyala api di mana jumlah oksigen cukup tepat untuk pembakaran,
dan baik oksidasi maupun reduksi tidak terjadi. Api dengan keseimbangan oksigen
yang baik berwarna biru jernih.

Oxidizing Flame adalah api yang dihasilkan dengan jumlah oksigen yang berlebihan.
Ketika jumlah oksigen meningkat, api memendek, warnanya menjadi gelap, dan itu
mendesis dan mengaum. Dengan beberapa pengecualian (misalnya, penyolderan
platinum dalam perhiasan), nyala pengoksidasi biasanya tidak diinginkan untuk
pengelasan dan penyolderan, karena seperti namanya, itu mengoksidasi permukaan
logam. Prinsip yang sama penting dalam menembak tembikar - (Mengurangi atmosfer).

Agy Randhiko - 1706990306


Carburizing or Reducing Flame adalah nyala api dengan oksigen rendah. Ia memiliki
warna kuning atau kekuningan karena karbon atau hidrokarbon yang mengikat (atau
mengurangi) oksigen yang terkandung dalam bahan yang diproses dengan api. Api
reduksi juga disebut nyala karburasi, karena cenderung memasukkan karbon ke dalam
logam cair.

3. (a) Apakah penurunan kecepatan pengelasan akan membantu mengurangi


porositas las pada GTAW dari aluminium jika sumber hidrogen berada di
permukaan benda kerja?

Menurunkan kecepatan pengelasan akan meningkatkan kemungkinan terjadinya


porosity, sebaliknya meningkatkan kecepatan pengelasan akan mengurangi
pembentukan porosity atau cacat karena terperangkapnya gas dalam kolam las sebelum
terjadinya pemadatan.

(a) (b)
Gambar 2. (a) Diagram hubungan kecepatan pendinginan terhadap diameter porositas.
(b) Diagram hubungan antara jumlah poros dengan kecepatan pengelasan

Dari diagram di atas menunjukkan bahwa dengan peningkatan kecepatan pengelasan


akan mempercepat proses pemadatan yang juga berarti waktu yang singkat yang
dibutuhkan untuk membentuk porositas di daerah las setelah pembekuan.

Agy Randhiko - 1706990306


(b) Bagaimana jika sumber hidrogen ada dalam gas pelindung? Jelaskan
mengapa atau mengapa tidak. Mengapa tidak.

Jika sumber gas hidrogen terperangkap atau malah terkandung dalam pelindung gas,
maka hal yang harus dilakukan adalah menambahkan Freon (CCl2F2) pada pelindung
gas, dengan harapan sisa hidrogen dapat dikurangi jumlahnya. Atau gas CO2 juga dapat
ditambahkan ke gas pelindung, yang dapat mengurangi kandungan hidrogen, seperti
yang ditunjukkan pada diagram berikut.

Gambar 3. Diagram hubungan diffusible hydrogen terhadap gas pelindung

4. Ketika pengelasan berbingkai baja atau saat melakukan GMAW baja karbon
menggunakan CO2 sebagai gas pelindung, elektroda yang mengandung Mn atau
Si digunakan untuk mencegah porositas gas. Jelaskan mengapa.

Dalam hal pengelasan rimmed steel material atau juga disebut baja karbon rendah
relatif lunak dibandingkan dengan jenis baja lainnya dan juga sangat mudah dilakukan
bending. Rimmed steel juga telah di-deoxidizer untuk menghilangkan unsur oksigen
yang tersisa. Jadi ketika dilas, jenis baja ini menggunakan gas pelindung CO2 dan
kawat las / filler logam yang mengandung unsur Mn dan Si (setidaknya sekitar 0,05%
berat). Dengan penambahan elemen ini diharapkan porositas tidak terbentuk oleh
mekanisme gas yang terperangkap dapat mengalir keluar melalui slag yang terbentuk
selama pengelasan yang dilakukan.

Agy Randhiko - 1706990306


5. Baja tahan karat Austenitic biasanya mengandung kadar karbon yang sangat
rendah, sekitar atau di bawah 0,05% berat. Ketika mengelas baja tahan karat
menggunakan CO2 sebagai gas pelindung atau elektroda yang dilapisi yang
mengandung CaCO3 yang melimpah, logam las sering cenderung meng-karburasi.
Jelaskan mengapa dan tunjukkan cara menghindari masalahnya.

Selama pengelasan, baja tahan karat dapat terpapar panas antara 800 sampai 1600 F.
pengelasan yang dilakukan apakah menggunakan metode oxyacetylene, atom hidrogen,
atau dengan listrik. Ketika baja tahan karat dikenakan temperatur antara 800 samapi
1600 F, karbon bermigrasi keluar dari gas atau elektroda pelindung dan bergabung
dengan baja karbon yang lebih rentan terhadap karburisasi karena ada lebih banyak
karbon yang tersedia untuk digabungkan dengan kromium.
Biasanya untuk mencegah terjadinya karburasi digunakan gas pelindung CO2 dan
kawat las yang telah tertutup dengan kandungan CaCO3. Hal ini dikarenakan dengan
tingginya kandungan CO2 akan mengakibatkan terjadinya oksidasi unsur C, Cr, Mn,
dan Si yang berlebihan pada daerah kawah las. Ditambah lagi dengan kawat las yang
mengandung CaCO3 akan membentuk CaO dan CO2 saat pengelasan berlangsung,
dimana kita tahu apabila terjadi karburisasi akan menggetaskan material las.
Dampaknya juga berlanjut, dengan semakin kerasnya material, masukan panaspun akan
meningkat (karena semakin tingginya kekerasan material, maka membutuhkan
masukan panas yang tinggi juga). Dan temperatur yang meningkat itu akan
menyebabkan sensititasi dengan penyebab pembentukan unsur karbida yang berujung
pada korosi batas butir. Dibawah ilustrasinya:

Gambar 4. Ilustrasi terjadinya korosi batas butir

Agy Randhiko - 1706990306


Untuk mencegah hal ini terjadi, pembatasan kandungan CO2 dalam gas pelindung
(Argon) harus dilakukan. Selain itu, metode lain yang dapat digunakan untuk mencegah
terjadinya pembentukan karbida pada bahan baja γ ‐ stainless, antara lain:
 Kecepatan pendinginan harus ditingkatkan setelah melewati suhu 540-870 ° C.
 Membutuhkan penambahan stabilisator seperti Columbium / Tantalum / Titanium
Alloy.
 Perlakuan panas solusi yang diberikan untuk melarutkan karbida setelah pengelasan
dilakukan.

6. Diketahui bahwa pengelasan GMAW dari aluminium yang dibuat dalam posisi
overhead cenderung memiliki tingkat porositas yang secara signifikan lebih tinggi
daripada yang dibuat dalam posisi datar. Jelaskan mengapa.

Karena pada posisi overhead gaya magnet dan tegangan permukaan akan menyebabkan
transfer logam, ditambah gaya gravitasi terhadap transfer logam yang terjadi.

Gambar 5. Beberapa posisi pada pengelasan

Umumnya pengelasan posisi overhead menggunakan arus yang rendah, secara otomatis
terjadi juga ukuran tetesan yang kecil. Biasanya laju pengelasan dalam posisi overhead
sangat cepat sehingga penahanan juga lebih cepat, juga untuk memastikan bahwa
kawah lasnya tidak mengenai welder. Dengan pembekuan cepat yang terjadi, logikanya
gas yang terperangkap belum keluar tetapi pembekuan telah terjadi, sehingga
menciptakan porositas. Kemungkinan hal ini terjadi dalam posisi datar dapat dikatakan
sangat kecil, atau setidaknya lebih kecil dari kemungkinan posisi overhead.

Agy Randhiko - 1706990306


7. GTAW besi murni dengan Ar-5% H2 sebagai gas pelindung menunjukkan bahwa
kandungan hidrogen logam las meningkat dengan meningkatnya masukan panas
per satuan panjang lasan. Jelaskan mengapa.

Pada dasarnya jenis logam besi murni yang tidak memiliki kandungan karbon tidak
dapat dilakukan pengelasan dengan metode GTAW (dengan gas pelindung Argon-5%
Hidrogen), jadi pengelasan dengan gas pelindung Ar- 5%H2 harus memiliki kandungan
karbon yang cukup tinggi. Dengan menggunakan gas pelindung tersebut kandungan
Hidrogen terlarut dalam besi murni akan meningkat yang mana berbanding lurus
dengan masukan panasnya juga. Pada percobaan Gedeon, SA, et al (1987) dengan
meningkatnya kandungan Hidrogen maka semakin banyak pula Hidrogen yang harus
dilarutkan, dimana untuk melarutkan Hidrogen dalam ppm yang tinggi dibutuhkan
panas yang tinggi juga (masukan panasnya pun harus ditingkatkan), dapat dilihat pada
grafik dibawah :

Gambar 6. Diagram Hydrogen solubility vs Absorption reaction temperaturre (K)

8. Pengadukan elektromagnetik diketahui untuk mengurangi porositas hidrogen


dalam lasan aluminium. Jelaskan mengapa.

Sebelumnya dapat kita ilustrasikan pada casting aluminium proses yang terjadinya pada
pengelasan aluminium, pada proses pengecoran dengan memberikan getaran /
pengadukan elektromagnetik dengan frekuensi tertentu di dalam suatu struktur yang
mengalami pembekuanakan terjadi efek yang diberikan dari pengadukan elektromagnet

Agy Randhiko - 1706990306


tersebut seperti grain columnar atau equiaxed menjadi lebih baik / lebih halus dan
penyusutan porositas atau rongga di sepanjang centerline yang disebabkan oleh zona
kristal yang mengalami deliminasi dan juga butir equiaxed yang membesar. Ini
didukung oleh penelitian Taghavi, dkk juga menyimpulkan bahwa pemberian getaran
(kisaran 10-50 Hz) akan mengurangi porositas. Dalam penelitiannya dengan frekuensi
yang lebih tinggi dari kepadatan aluminium akan lebih tinggi yang menunjukkan bahwa
porositas dalam spesimen berkurang:

Gambar 7. Hubungan Reynolds number dengan waktu vibrasi

9. Sebuah kontainer baja dilas oleh SAW dengan kawat pengisi yang mengandung
1,38% Mn dan 0,05% Si dan fluks yang mengandung 11,22% SiO2 dan 1,15%
MnO. Apakah ujung elektroda mengandung Mn diharapkan lebih besar atau
lebih kecil dari kawat mengandung Mn dan mengapa? Bagaimana dengan konten
Si?

Kandungan Mn pada ujung elektroda seharusnya harus lebih besar dari kawat yang
mengandung Mn, hal ini karena kandungan Mangan dalam kawat elektrodaa las tinggi
atau rendah MnO dalam fluks dapat memicu kehilangan Mn melalui reaksi termokimia
pada ujung elektroda las. Solusinya adalah melibatkan lebih banyak kandungan oksida
dalam fluks dan dalam proses yang datang dari ujung elektroda ke material las dalam
bentuk tetesan, oksida logam yang lebih mulia juga akan mengurangi kandungan Mn
melalui reaksi termokimia.

Agy Randhiko - 1706990306


Gambar 8. Diagram jumlah Kandungan Mn (%) pada kawat, ujung elektroda dan
tetesan

Untuk kandungan silikonnya, ujung elektroda cenderung lebih besar daripada di kawat.
Dimana pada kawat pertama hanya memiliki kandungan silikon yang rendah, dan
ketika fluks mengandung kandungan tinggi Silicon Oxide dan Silicon pickup
menyebabkan fenomena termokimia untuk reaksi termokimia. Karena itu, sebaiknya
konsentrasi silikon di ujung elektroda ditingkatkan.

Gambar 9. Diagram jumlah kandungan Si (%) pada kawat, ujung elektroda dan tetesan

Agy Randhiko - 1706990306