Anda di halaman 1dari 4

Tabel 1 Update 2016 dari rekomendasi ASAS-EULAR untuk pengelolaan axSpA

Prinsip-prinsip Menyeluruh LoE GoR LoA (0 – 10)


1 axSpA adalah penyakit yang berpotensi berat 9.9 (0.31)
dengan manifestasi beragam, biasanya 100% ≥8
memerlukan pengelolaan multidisiplin yang
dikoordinasikan oleh ahli reumatologi
2 Tujuan utama mengobati pasien dengan axSpA 9.8 (0.47)
adalah untuk memaksimalkan kualitas hidup yang 100% ≥8
berhubungan dengan kesehatan melalui kontrol
gejala dan peradangan, pencegahan kerusakan
struktural progresif, pemeliharaan/normalisasi
fungsi dan partisipasi sosial
3 Pengelolaan yang optimal pasien dengan axSpA 9.8 (0.45)
membutuhkan kombinasi modalitas pengobatan 100% ≥8
non-farmakologis dan farmakologis
4 Pengobatan axSpA harus ditujukan untuk 9.5 (0.91)
perawatan terbaik dan harus didasarkan pada 100% ≥8
keputusan bersama antara pasien dan ahli
reumatologi
5 axSpA menyebabkan tingginya biaya individu, 9.3 (1.17)
medis dan sosial, yang semuanya harus 97% ≥8
dipertimbangkan dalam pengelolaannya oleh ahli
reumatologi
Rekomendasi
1 Pengobatan pasien dengan axSpA harus bersifat 5 D 9.7 (0.65)
individual sesuai dengan tanda-tanda dan gejala 100% ≥8
penyakit saat ini (manifestasi aksial, perifer,
ekstra-artikular) dan karakteristik pasien termasuk
komorbiditas dan faktor psikososial
2 Pemantauan penyakit pasien dengan axSpA harus 5 D 9.6 (0.78)
mencakup hasil yang dilaporkan pasien, temuan 100% ≥8
klinis, pemeriksaan laboratorium dan pencitraan,
semua dengan instrumen yang sesuai dan relevan
dengan presentasi klinis. Frekuensi pemantauan
harus diputuskan secara individual tergantung
gejala, keparahan dan pengobatan
3 Pengobatan harus berjalan sesuai dengan target 5 D 8.9 (1.45)
pengobatan yang telah ditentukan 93% ≥8
4 Pasien harus diedukasi* mengenai axSpA dan 2* 5‡ B* D‡ 9.6 (0.78)
dianjurkan untuk berolahraga* secara teratur dan A† 100% ≥8
berhenti merokok‡; terapi fisik† harus
dipertimbangkan
5 Pasien yang menderita karena nyeri dan kekakuan 1a A 9.4 (0.94)
sebaiknya menggunakan NSAID sebagai obat lini 100% ≥8
pertama hingga dosis maksimum,
mempertimbangkan risiko dan manfaat. Untuk
pasien yang memberikan respon baik dengan
penggunaan NSAIDs penggunaan secara kontinyu
lebih disukai jika timbul gejala sebaliknya
6 Analgesik, seperti parasetamol dan obat-obatan 5 D 8.8 (0.94)
(seperti) opioid, mungkin dipertimbangkan untuk 100% ≥8
nyeri sisa setelah pengobatan yang
direkomendasikan sebelumnya gagal,
dikontraindikasikan, dan / atau kurang ditoleransi
7 Injeksi glukokortikoid* yang diarahkan lokal pada 2* 5‡ B* D‡ 9.4 (0.78)
peradangan muskuloskeletal, dapat 100% ≥8
dipertimbangkan. Pasien dengan penyakit aksial
sebaiknya tidak menerima pengobatan jangka
panjang dengan glukokortikoid sistemik‡
8 Pasien dengan penyakit aksial murni sebaiknya 1a A 9.2 (0.78)
tidak diobati dengan csDMARDs§; sulfasalazin† 100% ≥8
dapat dipertimbangkan pada pasien dengan artritis
perifer
9 bDMARDs harus dipertimbangkan pada pasien 1a A 9.6 (1.09)
dengan aktivitas penyakit yang tetap tinggi (TNFi); 93% ≥8
meskipun mendapatkan pengobatan konvensional 1b (IL-
(gambar 1); pada praktek saat ini mulai dengan 17i)
terapi TNFi
10 Jika terapi TNFi gagal, mengganti terapi dengan 2* 1b** B* A** 9.6 (0.95)
TNFi* atau IL-17i** lain harus dipertimbangkan 97% ≥8
11 Jika pasien mengalami remisi berkelanjutan, 2 B 9.1 (1.57)
pengurangan bDMARD dapat dipertimbangkan 97% ≥8
12 Artroplasti panggul total harus dipertimbangkan 4 C 9.4 (0.82)
pada pasien dengan nyeri refrakter atau kecacatan 100% ≥8
dan bukti radiografi kerusakan struktural, tidak
tergantung usia; osteotomi korektif tulang
belakang di pusat-pusat khusus dapat
dipertimbangkan pada pasien dengan deformitas
cacat berat
13 Jika terjadi perubahan yang signifikan dalam 5 D 9.9 (0.31)
perjalanan penyakit, menyebabkan selain 97% ≥8
peradangan, seperti fraktur tulang belakang, harus
dipertimbangkan dan evaluasi yang tepat,
termasuk pencitraan, harus dilakukan
§1a (sulfasalazin; metotreksat); 1b (leflunomide); 4 csDMARD lainnya.
axSpA, axial spondyloarthritis; bDMARD, biological disease-modifying antirheumatic drug;
csDMARD, conventional synthetic disease-modifying antirheumatic drug; GoR, grade of
recommendation; IL-17i, interleukin-17 inhibitor; LoA, level of agreement; LoE, level of evidence;
NSAIDs, non-steroidal anti-inflammatory drugs; TNFi, tumour necrosis factor inhibitor.
REKOMENDASI ASAS-EULAR 2016 UNTUK
PENGELOLAAN SPONDILOARTRITIS AKSIAL

Fase I
Diagnosis klinis axSpA
Pertimbangkan Semua pasien
pada semua pasien
Jika simtomatik

Terapi fisik Edukasi


Mulai pemberian obat Olahraga teratur
antiinflamasi non Berhenti merokok
steroid dengan dosis
Setidaknya maksimum yang
2 program dapat ditoleransi

Gagal fase I:
lanjutkan ke Respon Evaluasi dalam Respon Lanjutkan
fase II kurang 2-4 minggu cukup

Fase II
Kurangnya efikasi dan /
atau toksisitas pada fase I

Sebagian besar gejala perifer ASDAS ≥2.1 atau Penyakit aksial murni
BASDAI ≥4
Dan opini ahli
reumatologi positif

Pertimbangkan injeksi Mulai pemberian


glukokortikoid lokal Jika kontraindikasi atau kurangnya efikasi bDMARD: praktik
Pertimbangkan saat ini terapi TNFi
sulfasalazin

Gagal fase II: Evaluasi setelah ΔASDAS ≥1.1


ΔASDAS <1.1 Lanjutkan
lanjutkan ke 12 minggu ΔBASDAI ≥2*
ΔBASDAI <2*
fase III
Fase III
Kurangnya efikasi dan /
atau toksisitas pada fase II

ASDAS ≥2.1, atau


BASDAI ≥4
Dan opini ahli
reumatologi positif

Ganti obat dengan


penghambat TNF
atau penghambat IL-
17 lainnya

ΔASDAS <1.1 Evaluasi setelah ΔASDAS ≥1.1 Lanjutkan


ΔBASDAI <2* 12 minggu ΔBASDAI ≥2*

Gambar 3 Algoritma berdasarkan rekomendasi ASAS-EULAR untuk pengelolaan


spondiloartritis aksial. ASDAS, Ankylosing Spondylitis Disease Activity Score; BASDAI, Bath
Ankylosing Spondylitis Disease Activity Index; bDMARD, biological disease-modifying
antirheumatic drug; TNFi, tumor necrosis factor inhibitor; IL17-inhibitor, interleukin-17
inhibitor. *Baik BASDAI atau ASDAS, namun hasil yang sama tiap pasien.