Anda di halaman 1dari 3

Goodwill

Dalam sebagian besar kombinasi bisnis, perusahaan membeli mencatat goodwill.


Goodwill diukur sebagai selisih antara biaya perolehan dan nilai wajar aset neto (aset
dikurangi liabilitas) yang dibeli. Goodwill merupakan aset yang paling tidak berwujud dari
aset tak berwujud lainnya karena goodwill hanya dapat diidentifikasi pada bisnis secara
keseluruhan. Satu-satunya agar goodwill itu dapat dijual adalah dengan menjual bisnis secara
keseluruhan.

Mencatat Goodwill

1. Goodwill yang dihasilkan secara internal

Goodwill yang dihasilkan secara internal tidak boleh dikapitalisasi. Pengukuran


komponen goodwill sangat kompleks dan menghubungkan setiap biaya dengan manfaat masa
depan yang tidak dapat diestimasi secara rasional. Manfaat masa depan dari goodwill tidak
memiliki hubungan dengan biaya yang dikeluarkan dalam pengembangan goodwill tersebut.
Goodwill dapat muncul tanpa biaya khusus dalam pengembangannya. Sehingga karena tidak
adanya transaksi objektif dengan pihak luar yang telah dilakukan, maka subjektivitas bahkan
misrepresentasi dapat terjadi.

2. Goodwill yang dibeli

Goodwill hanya dicatat jika keseluruhan perusahaan dibeli. Karena goodwill merupakan
suatu penilaian yang bersifat going concern dan tidak dapat dipisahkan dari perusahaan
secara keseluruhan. Untuk mencatat goodwill, nilai pasar wajar dari aset berwujud bersih dan
aset tak berwujud yang dapat diidentifikasi, dibandingkan dengan nilai harga beli perusahaan
yang diperoleh. Perbedaannya dianggap sebagai Goodwill. Jadi, goodwill adalah nilai sisa
kelebihan biaya atas nilai wajar aset bersih yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi.

Penghapusan Goodwill

Perusahaan yang mengakui goodwill dalam sebuah penggabungan usaha,


menganggapnya mempunyai umur yang tidak terbatas. Oleh karena itu, perusahaan tidak
boleh mengamortisasinya. Goodwill adalah aset tak berwujud yang paling besar dari neraca
suatu perusahaan dan komunitas investasi ingin mengetahui jumlah yang diinvestasikan pada
goodwill tersebut. Sehingga perusahaan harus menyesuaikan nilai tercatatnya ketika goodwill
mengalami penurunan nilai. Nilai goodwill pada akhirnya akan habis, sehingga perusahaan
harus mencatat goodwill ke dalam biaya selama periode yang terpengaruh. Amortisasi
goodwill akan membandingkan beban dengan pendapatan dengan lebih baik.

Pembelian Tawar Menawar

Pembelian tawar menawar (Bargain Purchase) adalah muncul ketika nilai pasar wajar
aset yang diperoleh lebih tinggi daripada harga beli aset yang terkait. Situasi ini timbul
sebagai hasil dari ketidaksempurnaan sebuah pasar. Dalam hal ini, penjual lebih baik menjual
aset tersebut secara individu daripada secara keseluruhan. Akan tetapi, situasi ini dapat terjadi
jika harga beli lebih rendah daripada nilai aset bersih yang dapat diidentifikasi. Jumlah
kelebihan ini dicatat sebagai keuntungan oleh pihak pembeli

PENURUNAN NILAI ASET TAK BERWUJUD

Aset tak berwujud turun nilainya ketika perusahaan tidak dapat memulihkan jumlah
tercatat aset melalui penggunaan atau dengan penjualan aset. Jumlah yang tercatat dari aset
tak berwujud tidak dapat dipulihkan. Oleh karena itu, perusahaan harus menghapusnya.
Penghapusan tersebut menyebabkan penurunan nilai. Beberapa situasi penurunan nilai
terhadap aset tak berwujud adalah sebagai berikut :

a. Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud dengan Umur Manfaat yang Terbatas

Peraturan umum yang berlaku untuk penurunan nilai property, pabrik, dan peralatan juga
berlaku untuk aset tak berwujud dengan umur manfaat yang terbatas. Property, pabrik, dan
peralatan yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dianggap menurun nilainya apabila
kejadian atau perubahan situasi menunjukkan bahwa jumlah tercatat atau nilai buku aset tidak
dapat dipulihkan.

Pengujian kemampuan pemulihan dilakukan agar perusahaan dapat mengestimasi arus


kas masa depan yang diharapkan akan diperoleh dari penggunaan aset dan disposisi akhirnya.
Jika jumlah arus kas bersih yang diharapkan di masa depan lebih rendah dari nilai buku aset,
maka kerugian penurunan nilai akan diukur dan diakui. Kemudian, perusahaan menggunakan
pengujian nilai wajar. Pengujian ini mengukur kerugian penurunan nilai dengan
membandingkan nilai wajar aset dengan nilai bukunya. Kerugian penurunan nilai
(impairment loss) merupakan jumlah di mana nilai buku aset kurang dari nilai wajar aset
yang menurun nilainya. Kerugian pada aset tak berwujud dengan umur terbatas dilaporkan
sebagai bagian dari laba operasi yang berlangsung terus-menerus. Ayat jurnalnya muncul
pada beban dan kerugian lain-lain.

b. Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud dengan Umur Manfaat yang Tidak Terbatas
Selain Goodwill

Aset tak berwujud dengan umur manfaat tak terbatas selain goodwill harus diuji
penurunan nilainya. Pengujian penurunan nilai untuk aset dengan umur manfaat tidak terbatas
selain goodwill ini adalah pengujian nilai wajar. Pengujian nilai wajar akan membandingkan
nilai wajar aset tak berwujud dengan jumlah yang tercatat. Jika nilai wajar dari aset yang tak
berwujud lebih kecil daripada jumlah yang tercatat, maka penurunan nilainya diakui.
Perusahaan memakai pengujian satu tahap ini karena banyak aset dengan umur manfaat tidak
terbatas dengan mudah lolos uji pemulihan. Oleh karena itu, pengujian pemulihan tidak
digunakan.

c. Penurunan Nilai Goodwill

Perusahaan harus menguji goodwill setidaknya setiap tahun. Namun, karena goodwill
menghasilkan arus kas hanya dalam kombinasi dengan aset lainnya, uji penurunan nilai
dilakukan berdasarkan unit penghasil kas dimana goodwill ditetapkan. Aturan penurunan
nilai untuk goodwill adalah proses dua tahap. Pertama, perusahaan harus membandingkan
nilai wajar unit yang dilaporkan terhadap jumlah yang tercatat, termasuk goodwill. Jika nilai
wajar unit yang dilaporkan melebihi jumlah yang tercatat, maka penurunan nilai goodwill
tidak dipertimbangkan. Namun, jika nilai wajar lebih kecil daripada jumlah yang tercatat aset
bersihnya, maka perusahaan harus melakukan langkah kedua untuk menentukan penurunan
nilai yang mungkin terjadi. Pada tahap kedua ini, perusahaan menentapkan nilai wajar
goodwill dan membandingkannya dengan jumlah yang tercatat.