Anda di halaman 1dari 15

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMA Negeri 3 Unggulan Palembang


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI / Genap
Materi Pokok : Titrasi Asam Basa
Alokasi Waktu : 8 JP x 45 menit (4 x pertemuan)

A. KOMPETENSI INTI
Kompetensi Sikap : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya, serta menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

KI-3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah

KI-4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara
efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

KD3 KD4
3.13 Menganalisis data hasil berbagai jenis 4.13 Menyimpulkan hasil analisis data
titrasi asam-basa percobaan titrasi asam-basa

IPK IPK
3.13.1 Menganalisis cara melakukan titrasi asam-basa, 4.13.1 Melakukan percobaan titrasi asam-
dapat melalui media (video) basa dan melaporkan hasil percobaan.
3.13.2 Memahami penjelasan titik akhir dan titik 4.13.2 Menyimpulkan hasil analisis data
ekivalen titrasi asam-basa. percobaan titrasi asam-basa
3.13.3 Merancang percobaan titrasi asam-basa dan
melaporkan hasil percobaan.
3.13.4 Menghitung dan menentukan titik ekivalen titrasi,
membuat kurva titrasi serta memilih indikator yang tepat.
3.13.5 Menentukan konsentasi pentiter atau zat yang
dititrasi

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui model pembelajaran discovery learning dengan menggali informasi dari berbagai sumber
belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi, diharapkan siswa terlibat aktif selama proses
belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan
bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik,
dan menganalisis data hasil berbagai jenis titrasi asam-basa serta menyimpulkan hasil analisis
data percobaan titrasi asam-basa.
D. MATERI PEMBELAJARAN

o Fakta

 Rasa Asam
 Konsentrasi asam cuka

o Konsep

 Titrasi asam basa


 Titran dan Titrat
 Titik ekuivalen
 Indikator
 Larutan asam-basa

o Prinsip

 Teori asam-basa
 Volume titran yang digunakan

o Prosedur

 Langkah-langkah dalam titrasi asam basa.

E. METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Model : Discovery learning
3. Metode : Diskusi , tanya jawab, dan penugasan

F. MEDIA/ALAT/BAHAN
1. White board dan spidol
2. Laptop
3. LCD
4. LKPD

G. SUMBER BELAJAR

 Watoni, AH. 2014. KIMIA untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu-
Ilmu Alam. Bandung : Yrama Widya
 Internet
H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama

No Tahap Kegiatan Estimasi


Waktu
1 Pendahuluan  Guru mengucapkan salam, melihat kondisi ruang 10’
kelas
 Salah satu siswa memimpin doa untuk
menciptakan suasana religius di dalam kelas
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
(religius)
 Menyanyikan lagu wajib nasional
 Guru mengabsen siswa
 Guru menanya pelajaran sebelumnya
 Guru menyampaikan kompentesi dasar dan tujuan
materi yang akan di pelajari
 Guru menyampaikan cakupan materi yang akan di
sampaikan
2 Inti  Stimulus 60’
Peserta didik diberikan rangsangan untuk
memusatkan pada materi seperti membaca buku
yang berhubungan dengan pengantar mengenai
prinsip pentingnya titrasi asam basa, penyiapan
larutan, pengenceran, dan pencampuran (literasi),
lalu guru memberikan stimulus berupa tayangan
gambar (disiplin)

 Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk
menanyakan tentang gambar yang ditayangkan
(rasa ingin tahu)

 Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan
dari membaca literatur (literasi) tentang pengantar
mengenai prinsip pentingnya titrasi asam basa,
penyiapan larutan, pengenceran, prosedur
pengenceran dan pencampuran.

 Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan ajar (literasi),
mengerjakan soal yang berkaitan dengan pengantar
mengenai pengantar mengenai prinsip pentingnya
titrasi asam basa, penyiapan larutan, pengenceran,
prosedur pengenceran dan pencampuran. (HOTS)

 Pembuktian
Peserta didik melakukan pemeriksaan untuk
membuktikan benar atau tidaknya jawaban
mengenai pengantar mengenai pengantar mengenai
prinsip pentingnya titrasi asam basa, penyiapan
larutan, pengenceran, prosedur pengenceran dan
pencampuran. (komunikasi)

 Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru menyimpulkan
tentang pengantar mengenai prinsip pentingnya
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
titrasi asam basa, penyiapan larutan, pengenceran,
dan pencampuran.
3 Penutup  Pendidik menanyakan kembali kepada peserta 20’
didik tentang kejelasan materi yang telah dipelajari.
 Evaluasi
 Pendidik memberikan pesan untuk mempelajari
materi yang akan dipelajari pada pertemuan
selanjutnya yaitu stoikiometri reaksi netralisasi,
dan titrimetri
 Berdoa dan memberi salam

Pertemuan Ke-dua

No Tahap Kegiatan Estimasi


Waktu
1 Pendahuluan  Guru mengucapkan salam, melihat kondisi ruang 10’
kelas
 Salah satu siswa memimpin doa untuk
menciptakan suasana religius di dalam kelas
(religius)
 Menyanyikan lagu wajib nasional
 Guru mengabsen siswa
 Guru menanya pelajaran sebelumnya
 Guru menyampaikan kompentesi dasar dan tujuan
materi yang akan di pelajari
 Guru menyampaikan cakupan materi yang akan di
sampaikan
2 Inti  Memberi stimulus 60’
Peserta didik diberikan rangsangan untuk
memusatkan pada materi seperti membaca buku
yang berhubungan dengan stoikiometri reaksi
netralisasi, dan titrimetri (literasi), lalu guru
memberikan stimulus berupa tayangan gambar
(disiplin)

Titrimetri
 Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk
menanyakan tentang gambar yang ditayangkan
(rasa ingin tahu)

 Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
dari membaca literatur (literasi) tentang
stoikiometri reaksi netralisasi, dan titrimetric yaitu
syarat-syarat analisis titrimetri, prosedur titrasi,
penghitungan titrasi, titrasi asam kuat dengan basa
kuat, titrasi basa kuat dengan asam kuat, titrasi
asam lemah dengan basa kuat, dan titrasi basa
lemah dengan asam kuat.

 Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan ajar (literasi),
mengerjakan soal tentang stoikiometri reaksi
netralisasi, dan titrimetric yaitu syarat-syarat
analisis titrimetri, prosedur titrasi, penghitungan
titrasi, titrasi asam kuat dengan basa kuat, titrasi
basa kuat dengan asam kuat, titrasi asam lemah
dengan basa kuat, dan titrasi basa lemah dengan
asam kuat. (HOTS)

 Pembuktian
Peserta didik melakukan pemeriksaan untuk
membuktikan benar atau tidaknya jawaban
mengenai stoikiometri reaksi netralisasi, dan
titrimetric yaitu syarat-syarat analisis titrimetri,
prosedur titrasi, penghitungan titrasi, titrasi asam
kuat dengan basa kuat, titrasi basa kuat dengan
asam kuat, titrasi asam lemah dengan basa kuat,
dan titrasi basa lemah dengan asam kuat.

 Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru menyimpulkan
tentang stoikiometri reaksi netralisasi, dan
titrimetri
3 Penutup  Pendidik menanyakan kembali kepada peserta 20’
didik tentang kejelasan materi yang telah dipelajari.
 Evaluasi
Pendidik memberikan pesan untuk mempelajari
materi yang akan dipelajari pada pertemuan
selanjutnya yaitu kurva titrasi asam basa dan
indikator titrasi asam basa
 Berdoa dan memberi salam

Pertemuan Ke-tiga

No Tahap Kegiatan Estimasi


Waktu
1 Pendahuluan  Guru mengucapkan salam, melihat kondisi ruang 10’
kelas
 Salah satu siswa memimpin doa untuk
menciptakan suasana religius di dalam kelas
(religius)
 Menyanyikan lagu wajib nasional
 Guru mengabsen siswa
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
 Guru menanya pelajaran sebelumnya
 Guru menyampaikan kompentesi dasar dan tujuan
materi yang akan di pelajari
 Guru menyampaikan cakupan materi yang akan di
sampaikan
2 Inti  Memberi stimulus 60’
Peserta didik diberikan rangsangan untuk
memusatkan pada materi seperti membaca buku
yang berhubungan dengan kurva titrasi asam basa
dan indikator titrasi asam basa (literasi), lalu guru
memberikan stimulus berupa tayangan gambar
(disiplin)

 Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk
menanyakan tentang gambar yang ditayangkan
(rasa ingin tahu)

 Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan
dari membaca literatur (literasi) tentang kurva
titrasi asam basa yaitu kurva titrasi asam kuat
dengan basa kuat, penghitungan pH larutan, kurva
titrasi asam kuat dengan asam kuat, kurva titrasi
asam lemah monoprotik dengan basa kuat, kurva
titrasi basa lemah monoprotik dengan asam lemah,
titrasi asam poliprotik dengan basa kuat, serta
indikator titrasi asam basa yaitu prinsip kerja
indikator asam basa, dan jenis-jenis indikator asam
basa.

 Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan ajar (literasi),
mengerjakan soal yang berkaitan dengan kurva
titrasi asam basa yaitu kurva titrasi asam kuat
dengan basa kuat, penghitungan pH larutan, kurva
titrasi asam kuat dengan asam kuat, kurva titrasi
asam lemah monoprotik dengan basa kuat, kurva
titrasi basa lemah monoprotik dengan asam lemah,
titrasi asam poliprotik dengan basa kuat, serta
indikator titrasi asam basa yaitu prinsip kerja
indikator asam basa, dan jenis-jenis indikator asam
basa.

 Pembuktian
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Peserta didik melakukan pemeriksaan untuk
membuktikan benar atau tidaknya jawaban
mengenai kurva titrasi asam basa yaitu kurva titrasi
asam kuat dengan basa kuat, penghitungan pH
larutan, kurva titrasi asam kuat dengan asam kuat,
kurva titrasi asam lemah monoprotik dengan basa
kuat, kurva titrasi basa lemah monoprotik dengan
asam lemah, titrasi asam poliprotik dengan basa
kuat, serta indikator titrasi asam basa yaitu prinsip
kerja indikator asam basa, dan jenis-jenis indikator
asam basa.

 Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru menyimpulkan
tentang kurva titrasi asam basa dan indikator titrasi
asam basa
3 Penutup  Pendidik menanyakan kembali kepada peserta 20’
didik tentang kejelasan materi yang telah dipelajari.
 Evaluasi
 Pendidik memberikan pesan untuk mempelajari
materi yang akan dipelajari pada pertemuan
selanjutnya yaitu penentuan titik ekivalen: metode
geometri, dan penerapan titrasi netralisasi
 Berdoa dan memberi salam

Pertemuan Ke-empat

No Tahap Kegiatan Estimasi


Waktu
1 Pendahuluan  Guru mengucapkan salam, melihat kondisi ruang 10’
kelas
 Salah satu siswa memimpin doa untuk
menciptakan suasana religius di dalam kelas
(religius)
 Menyanyikan lagu wajib nasional
 Guru mengabsen siswa
 Guru menanya pelajaran sebelumnya
 Guru menyampaikan kompentesi dasar dan tujuan
materi yang akan di pelajari
 Guru menyampaikan cakupan materi yang akan di
sampaikan
2 Inti  Memberi stimulus 60’
 Peserta didik diberikan rangsangan untuk
memusatkan pada materi seperti membaca buku
yang berhubungan dengan penentuan titik
ekivalen: metode geometri, dan penerapan titrasi
netralisasi (literasi), lalu guru memberikan stimulus
berupa tayangan gambar (disiplin)
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu

 Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk
menanyakan tentang gambar yang ditayangkan
(rasa ingin tahu)

 Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan
dari membaca literatur (literasi) tentang
penentuan titik ekivalen: metode geometri, dan
penerapan titrasi netralisasi yaitu analisis unsur,
dan penentuan zat-zat anorganik

 Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan ajar (literasi),
mengerjakan soal yang berkaitan dengan
penentuan titik ekivalen: metode geometri, dan
penerapan titrasi netralisasi yaitu analisis unsur,
dan penentuan zat-zat anorganik

 Pembuktian
Peserta didik melakukan pemeriksaan untuk
membuktikan benar atau tidaknya jawaban
mengenai penentuan titik ekivalen: metode
geometri, dan penerapan titrasi netralisasi yaitu
analisis unsur, dan penentuan zat-zat anorganik

 Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru menyimpulkan
tentang penentuan titik ekivalen: metode geometri,
dan penerapan titrasi netralisasi.
3 Penutup  Pendidik menanyakan kembali kepada peserta 20’
didik tentang kejelasan materi yang telah dipelajari.
 Evaluasi
 Pendidik memberikan pesan untuk mempelajari
materi yang akan dipelajari pada pertemuan
selanjutnya yaitu sistem koloid
 Berdoa dan memberi salam
I. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan
c. Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek

2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : Lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : Penilaian laporan

3. Instrumen Penilaian (terlampir)


4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau
tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 2 kali (sesuai peraturan akademik sekolah) dan
apabila setelah 2 kali tes remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan
dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
5. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan
sebagai berikut:
 Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum) diberikan materi masih
dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
 Siwa yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi melebihi cakupan KD
dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

Palembang, Oktober 2017

Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

Dra. Hj. Rusdiana , M.Si Sumarnie, S.Pd., M.Pd


NIP 1958031985032003 NIP 196709152007012006
Lampiran 1
BAHAN AJAR
TITRASI ASAM BASA
1. Pengertian Stoikiometri
Dalam ilmu kimia stoikiometri (kadang disebut stoikiometri reaksi untuk membedakannya
dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari
reaktan dan produk dalam reaksi kimia( persamaan kimia). Kata ini berasal dari bahasa YUNANI
stoikheion (elemen) dan metriā (ukuran). Stoikiometri didasarkan pada hukum-hukum dasar kimia,
yaitu hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, dan hukum perbandingan berganda.

2. Pengertian Titrasi Asam Basa


Salah satu aplikasi stoikiometri larutan adalah titrasi. Titrasi merupakan suatu metode yang
bertujuan untuk menentukan banyaknya suatu larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui agar
tepat habis bereaksi dengan sejumlah larutan yang dianalisis atau ingin diketahui kadarnya atau
konsentrasinya. Suatu zat yang akan ditentukan konsentrasinya disebut sebagai “titran” dan biasanya
diletakkan di dalam labu Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai
“titer” atau “titrat” dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Baik titer maupun titran biasanya berupa
larutan.
Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai
contoh bila melibatkan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa atau aside alkalimetri,
titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi
yang melibatkan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya.

3. Prinsip Titrasi Asam basa


Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Kadar larutan asam
ditentukan dengan menggunakan larutan basa atau sebaliknya. Titrant ditambahkan titer tetes demi
tetes sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis
bereaksi) yang biasanya ditandai dengan berubahnya warna indikator. Keadaan ini disebut sebagai “titik
ekuivalen”, yaitu titik dimana konsentrasi asam sama dengan konsentrasi basa atau titik dimana jumlah
basa yang ditambahkan sama dengan jumlah asam yang dinetralkan : [H+] = [OH-]. Sedangkan keadaan
dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna indikator disebut sebagai “titik akhir
titrasi”. Titik akhir titrasi ini mendekati titik ekuivalen, tapi biasanya titik akhir titrasi melewati titik
ekuivalen. Oleh karena itu, titik akhir titrasi sering disebut juga sebagai titik ekuivalen.
Pada saat titik ekuivalen ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian catat volume titer yang
diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titran, volume
dan konsentrasi titer maka bisa dihitung konsentrasi titran tersebut.

4. Cara Mengetahui Titik Ekuivalen


Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam basa, antara lain:
1. Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan, kemudian membuat
plot antara pH dengan volume titran untuk memperoleh kurva titrasi. Titik tengah dari kurva titrasi
tersebut adalah “titik ekuivalen”.
2. Memakai indikator asam basa. Indikator ditambahkan dua hingga tiga tetes (sedikit mungkin)
pada titran sebelum proses titrasi dilakukan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen
terjadi, pada saat inilah titrasi dihentikan. Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah
indikator yang perubahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Biasanya cara ini paling sering digunakan
karena dalam pengamatan, tidak diperlukan alat tambahan, dan sangat praktis, walaupun tidak
seakurat dengan pH meter.

5. Rumus Umum Titrasi


Pada saat titik ekuivalen maka mol-ekuivalen asam akan sama dengan mol-ekuivalen basa, maka hal ini
dapat ditulis sebagai berikut:
Molasam = Molbasa
Nasam . Masam = Vbasa . Nbasa
(n x M asam) x V asam = (n x M basa) x V basa

Keterangan:
N = Normalitas
M = Kemolaran
V = Volume (mL atau L)
n = Jumlah ion H+(pada asam) atau OH- (pada basa)

6. Indikator Asam Basa


Untuk menentukan asam basa suatu larutan maka salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan
menggunakan indicator. Berikut ini adalah beberapa indicator untuk menentukan sifat larutan tersebut:

NAMA pH RANGE WARNA TIPE(SIFAT)


Biru timol 1,2-2,8 merah – kuning asam
Kuning metil 2,9-4,0 merah – kuning basa
Jingga metil 3,1 – 4,4 merah – jingga basa
Hijau 3,8-5,4 kuning – biru asam
bromkresol
Merah metil 4,2-6,3 merah – kuning basa
Ungu 5,2-6,8 kuning – ungu asam
bromkresol
Biru bromtimol 6,2-7,6 kuning – biru asam
Merah fenol 6,8-8,4 kuning – merah asam
Ungu kresol 7,9-9,2 kuning – ungu asam
Fenolftalein 8,3-10,0 t.b. – merah asam
Timolftalein 9,3-10,5 t.b. – biru asam
Kuning alizarin 10,0-12,0 kuning – ungu basa
Lampiran 2
Penilaian

INTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri 3 Unggulan Palembang


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester : XI / Semester 2
Mata Pelajaran : Kimia

WAKT KEJADIAN/ BUTIR POS/ TINDAK


NO NAMA
U PERILAKU SIKAP NEG LANJUT
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Palembang, Oktober 2017


Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

Dra. Hj. Rusdiana , M.Si Sumarnie, S.Pd.,M.Pd


NIP 1958031985032003 NIP 196709152007012006
INSTRUMEN TES TERTULIS

1. Apa yang dimaksud dengan titran dan titrat?


2. Sebutkan prinsip dasar dan manfaat dari titrasi!
3. Sebutkan langkah-langkah dalam melakukan titrasi asam basa!
4. Tentukan indikator yang dipakai pada penetralan
a. asam kuat oleh basa kuat
b. asam lemah oleh basa lemah
c. basa lemah oleh asam kuat
5. Sebanyak 10 mL larutan HCl dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M menggunakan indikator fenolftalein.
Jika perubahan warna indikator menjadi merah muda diperlukan 12,5 mL larutan penitrasi, maka
tentukan molaritas larutan HCl tersebut.
6. Untuk mengetahui % asam cuka dilakukan dengan titrasi 2 mL larutan asam cuka dan memerlukan 35
mL larutan NaOH 0,1 M. Massa jenis larutan 950 g/L! Tentukan molaritas asam cuka dan berapa % kadar
asam cuka tersebut?
Lembar Kerja Siswa

Mata Pelajaran : KIMIA


Nama :
Kelas/Program :
Kelompok :
1. Judul
Penentuan Konsentrasi HCl dengan Titrasi
2. Tujuan
3.1 Menentukan titik ekivalen pada titrasi
3.2 Menentukan konsentrasi HCl dengan cara titrasi asam-basa
3. Petunjuk :
Lembar kerja ketika selesai percobaan, ditinggalkan diatas meja masing-masing setelah dicopy untuk
dijadikan data pada saat pembuatan laporan. Laporan akan dikumpul pada pertemuan selanjutnya.
4. Konsep Dasar
Reaksi penetralan asam-basa dapat digunakan untuk menentukan kadar (konsentrasi) berbagai
jenis larutan, khususnya yang terkait dengan reaksi asam-basa. Kadar larutan asam ditentukan dengan
menggunakan larutan basa yang telah diketahui kadarnya. Demikian pula sebaliknya, kadar larutan basa
ditentukan dengan mengunakan larutan asam yang diketahui kadarnya. Proses penentuan kadar larutan
dengan cara ini disebut titrasi asam-basa.
Titrasi dilakukan untuk menetapkan molaritas suatu larutan dengan menggunakan larutan lain
yang telah diketahui molaritasnya. Larutan peniter itu kita sebut larutan standar. Ketepatan (akurasi)
dari konsentrasi larutan yang dititer, salah satunya bergantung pada kepastian molaritas dari larutan
peniter. Jika molaritas larutan peniter tidak pasti, maka molaritas larutan yang dititer pastilah tidak
akurat.
Pada percobaan ini, kita akan menentukan molaritas HCl dengan larutan NaOH 0,1 M. Untuk itu,
sejumlah larutan HCl ditempatkan dalam erlenmeyer, kemudian ditetesi dengan NaOH 0,1 M (dalam
buret) sehingga keduanya ekuivalen (tepat habis bereaksi). Titik ekuivalen dapat diketahui dengan
bantuan indikator. Titrasi (penetesan) dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan
warna. Saat indikator menunjukkan perubahan warna disebut titik akhir titrasi.
5. Prosedur Kerja
1. Buatlah larutan NaOH 0,1 M sebanyak 100 mL.
2. Isi buret dengan larutan NaOH 0,1 M hingga garis 0 mL.
3. Masukkan 10 mL larutan HCl yang tersedia ke dalam erlenmeyer, kemudian tetesi dengan
indikator PP sebanyak 3 tetes.
4. Tetesi larutan HCl dengan larutan NaOH. Penetesan harus dilakukan secara hati-hati dan labu
erlenmeyer terus–menerus digoncangkan. Penetesan dihentikan saat terjadi perubahan warna
yang tetap, yaitu menjadi merah muda.
5. Hitung volume NaOH 0,1 M yang digunakan.
6. Ulangi prosedur di atas hingga diperoleh tiga data yang hampir sama.
7. Tentukan volume rata-rata larutan NaOH 0,1 M yang digunakan.
8. Tentukan molaritas larutan HCl tersebut.
6. Lembar Pengamatan
Lengkapilah hasil pengamatan dibawah ini:
Percobaan Volume HCl Volume NaOH 0,1 M (mL)
(mL)
1 10 mL
2 10 mL
3 10 mL
Rata-rata 10 mL
7. Pertanyaan
1. Sebutkan prinsip dasar dari titrasi asam-basa!
2. Apa kegunaan dari PP (fenolftalein)?
3. Warna apakah yang terlihat pada titrat saat titik ekivalen? Mengapa demikian?
4. Bagaimana cara menentukan konsentrasi HCl? Jelaskan!
8. Kesimpulan
……………………………………………..……………………………………………..………………………………………
……..……………………………………………..……………………………………………..………………………………
……………..……………………………………………..……………………………………………..………………………
……………………..…………………………………………………………………………………………………………...