Anda di halaman 1dari 74

breeder

Panduan
Manajemen
Breeder

cobb-vantress.com
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

PENDAHULUAN
Komitmen Cobb untuk memperbaiki genetik kelompok produk kami terus menerus untuk
meningkatkan potensi performance di semua bidang produksi broiler dan breeder broiler. Namun,
untuk mencapai potensi genetik dan produksi flok secara konsisten, pengelola flok harus memiliki
program manajemen yang baik. Keberhasilan breeder broiler Cobb di seluruh dunia telah
memberikan banyak pengalaman pemeliharaan dalam berbagai macam situasi, seperti iklim panas
dan iklim dingin, kandang tertutup dan kandang terbuka. Panduan Manajemen Breeder ini
dirancang untuk membantu Anda dalam mengembangkan program manajemen Anda.

Manajemen tidak hanya harus memenuhi kebutuhan dasar ternak tetapi juga harus terbiasa untuk
memanfaatkan potensi breed sepenuhnya. Sebagian pedoman mungkin perlu disesuaikan secara
lokal sesuai dengan pengalaman atau infrastruktur anda sendiri, Technical Service lokal Cobb dan
tim World Technical Support akan membantu menyesuaikan rekomendasi dengan operasi Anda.

Panduan Manajemen Breeder Cobb ini menyoroti faktor-faktor kritis yang paling mungkin
mempengaruhi performance flok dan sebagai bagian dari layanan informasi teknis kami, yang
mencakup Panduan Manajemen Hatchery dan Manajemen Broiler Cobb, Buletin Teknis dan
berbagai macam diagram performance. Rekomendasi kami didasarkan pada pengetahuan ilmiah
saat ini dan pengalaman praktik kami di seluruh dunia. Anda harus memahami peraturan setempat,
yang mungkin dapat mempengaruhi praktik manajemen yang akan Anda terapkan.

Panduan Manajemen Breeder Cobb ini dimaksudkan sebagai acuan dan melengkapi keterampilan
Anda dalam mengelola flok Anda sendiri sehingga Anda dapat menerapkan pengetahuan dan
pertimbangan Anda untuk mencapai hasil yang maksimal secara konsisten dengan kelompok
produk Cobb ini.

COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

DAFTAR ISI
Halaman
1. Manajemen Anak ayam 1-4
1.1 Persiapan Kedatangan Anak ayam 1
1.2 Perencanaan Laying anak ayam 1
1.3 Pencahayaan 3
1.4 Potong paruh 3
2. Tahap Pertumbuhan 5-12
2.1 Tahap Brooding (1-14 hari) 5
2.2 Tahap Rearing 8
2.3 Persiapan untuk tahap Laying 11
2.4 Kenaikan Berat Badan Betina dari 16-20 Minggu 12
3. Manajemen Pakan 13-15
3.1 Periode Rearing 13
3.2 Metode Pemberian pakan Alternatif 14
4. Manajemen Program Pencahayaan 16-19
4.1 Kandang Rearing Dark-out (Kandang dibuat gelap dengan penutup tirai hitam) 16
4.2 Rearing Dark-out sampai Produksi Dark-out 16
4.3 Rearing Dark-out sampai Produksi kandang open dengan Pencahayaan
Siang Alami (Natural Daylight) 18
4.4 Rearing kandang open ke produksi kandang open 19
5. Manajemen Air 20-21
6. Pengendalian Berat Badan dan Penimbangan Anak ayam 22-24
6.1 Analisis Berat Anak ayam 23
7. Menjaga Uniformity yang Baik 25-26
7.1 Faktor-faktor umum penyebab Masalah Ketidakseragaman Berat Badan 25
7.2 Grading 26
7.3 Penyelesaian Masalah Pengendalian Berat Badan 26
8. Transfer dari kandang rearing ke kandang Produksi 31
9. Periode Produksi 32-43
9.1 Kandang dan Peralatan 32
9.2 Manajemen Pakan Betina dari Stimulasi Pencahayaan hingga Puncak produksi 35
9.3 Peningkatan Berat Badan yang Diperlukan Dari awal produksi hingga Puncak produksi 40
9.4 Pasca Pemberian pakan Puncak/Pengurangan Pakan 41
9.5 Pertumbuhan Bulu Betina Selama Produksi 43

COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

DAFTAR ISI
Halaman
10. Manajemen Jantan 44-52
10.1 Rearing 44
10.2 Tren Berat dan Pemberian pakan Jantan Selama Produksi 47
10.3 Spiking 49
10.4 Intra-Spiking 52
11. Rekaman (Catatan) 53
12. Penimbangan Telur 54
13. Penanganan Telur 55-57
13.1 Koleksi Telur 55
13.2 Grading Telur 56
13.3 Kebersihan Telur 56
13.4 Penyimpanan Telur 56
14. Biosekuriti di farm 58-64
14.1 Jadwal Disinfeksi farm breeder 59
14.2 Fumigasi (Pengasapan) 60
14.3 Metode Fumigasi 61
14.4 Pengendalian Salmonella dan Mikoplasma 62
14.5 Vaksinasi 62
14.6 Pengobatan 63
14.7 Air 63
14.8 Pengendalian Tikus 64
15. Informasi Umum 65-66
16. Daftar Kontak farm breeder 67
17. Catatan 68-69

COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

1. MANAJEMEN ANAK AYAM


1.1 PERSIAPAN KEDATANGAN ANAK AYAM
Kunci keberhasilan Rearing terletak pada program manajemen yang efektif yang dimulai jauh
sebelum anak ayam tiba di lokasi.
• Ketika mengimpor DOC breeder dari negara lain disarankan bahwa Anda memiliki personil
terlatih, yang memahami kebiasaan, peraturan setempat, dan prosedur dokumentasi yang
diperlukan, untuk memastikan izin dari bea cukai secepat mungkin.
• Transportasi anak ayam dari bandara harus menggunakan kendaraan yang dalam keadaan
bersih, disanitasi, berventilasi baik, dan berpengendali suhu. Setiap upaya harus dilakukan
untuk mengkoordinasikan jadwal transportasi sehingga pada saat kedatangan, anak ayam umur
sehari telah memperoleh izin bea cukai dan diangkut ke farm, dan ditempatkan ke dalam
kandang secepat mungkin.
• Tempatkan anak ayam di farm single age (usia sama). Pastikan kandang brooding diisolasi
dengan baik dari ayam yang lebih tua. Tempatkan anak ayam dengan program all-in, all-out
dengan program biosekuriti kandang yang baik. Pekerja kandang harus bekerja hanya di
kandang brooding.
• Fasilitas kandang rearing harus dalam keadaan bersih dan bebas patogen, termasuk sanitasi
saluran air minum, sebelum anak ayam tiba. Prosedur pembersihan dan kebersihan dijelaskan
kemudian dalam panduan ini. Ingat bahwa biosekuriti farm harus dijaga setiap saat dan bahwa
peraturan biosekuriti berlaku 365 hari dalam setahun, termasuk periode ketika kandang kosong.
• Farm breeder harus aman. Kendaraan yang masuk farm harus terlebih dahulu melaksanakan
prosedur pembersihan yang disetujui. Hanya pengunjung dan personil berwenang yang boleh
memasuki tempat dan mereka harus diminta untuk mengikuti prosedur biosekuriti yang benar,
termasuk mandi dan mengenakan pakaian pelindung yang disediakan. Pintu kandang ayam
harus tetap tertutup dan terkunci saat tidak digunakan.

1.2 PERENCANAAN LAYING ANAK AYAM


Kepadatan jumlah anak ayam (stocking density) harus mempertimbangkan kondisi iklim
lingkungan atau lokal. Ingat bahwa ayam jantan akan lebih berat secara signifikan daripada ayam
betina dan harus diberikan floor space tambahan untuk membantu memastikan mereka mencapai
target berat badan.
• Ukuran flok dapat bervariasi untuk setiap laying. Sebelum mengatur lokasi untuk laying DOC,
pastikan jumlah DOC yang akan diterima dengan pemasok.
• Tutup seluruh lantai dengan material litter untuk mencegah kehilangan panas. Ratakan litter
(serutan kayu) dengan menyapu dan menekan dengan kuat. Litter yang tidak merata
menciptakan suhu lantai tidak rata, menyebabkan flok berkerumun di tempat tertentu atau di
bawah peralatan. Hal ini dapat membatasi akses ke pakan dan air pada periode penting
perkembangan.
• Beri ventilasi kandang untuk memastikan semua gas buang dari desinfeksi dan pemanasan
dikeluarkan sebelum anak ayam tiba. Gas formaldehida dapat langsung menciptakan masalah
uniformity dan menghambat laju pertumbuhan awal dan mengakibatkan lebih banyak kematian.

COBB 1
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

• Mulailah pra-pemanasan kandang sebelum anak ayam tiba, bergantung pada kondisi iklim dan
kandang. Ini akan memastikan lantai hangat dan suhu udara tepat ketika anak ayam
ditempatkan. Lakukan pemeriksaan teratur untuk memastikan bahwa semua brooder bekerja
dengan benar.
• Pastikan minimum ventilasi diterapkan sejak sehari sebelum anak ayam tiba. Jangan
mengorbankan kualitas udara demi mendapatkan panas. Pada minggu pertama, kadar CO²
tidak boleh melebihi 3000ppm. Setelah itu, kadar CO² maksimal tidak boleh melebihi 2000ppm.
• Berikan 2 tempat minum (drinker) tambahan untuk setiap 100 anak ayam dan posisi drinker
dekat pakan.
• Peralatan feeder tidak boleh ditempatkan langsung di bawah atau terlalu dekat dengan brooder
dan pakan harus didistribusikan sebelum anak ayam tiba.
• Berikan satu nampan feeder untuk setiap 75 ekor anak ayam. Pastikan bahwa pakan tambahan
tetap segar. Jangan biarkan anak ayam mengkonsumsi pakan basi. Pilihan lain yang digunakan
saat ini adalah untuk menempatkan total pakan sebanyak 40 g/ekor di atas kertas seluas 50%
dari area brooding, selama 3 hari pertama. Tergantung pada bahan kertas yang digunakan, ini
dapat bertahan lebih lama. Kami tidak menyarankan penggunaan koran bekas atau jenis lain
dari kertas yang digunakan kembali karena risiko terkait bio-sekuriti dan kualitas bahan.
• Jika penggunaan area brooding hanya setengah area kandang, atau bahkan lebih kecil,
kepadatan(stocking density) maksimal untuk anak ayam di area brooding harus 70 ekor/m².
Banyak yang mempraktekkan parsial brooding, tempatkan 40 ekor/m² di hari pertama dan
kemudian area brooding dilebarkan sampai kandang penuh pada usai 7 hingga 14 hari.
Seberapa cepat pelebaran brooder tergantung pada kondisi lingkungan di kandang.

Tabel di bawah ini adalah contoh bagaimana cara mengelola kepadatan anak ayam dengan parsial
brooding sesuai perkembangan usia anak ayam tersebut.

Usia (hari) Ayam/m²


1-3 50-70
4-6 40-60
7-9 30-50
10-12 20-40
13-15 10-30
16-19 20
Laying DOC Parent Stock pada 100% kertas dengan trough
>20 10 dan nipple drinker. Cup di bawah nipple diisi dulu dengan air
untuk memudahkan konsumsi air pada saat kedatangan.

• Jika memungkinkan, buatlah beberapa pen sehingga anak ayam dari Parent yang berumur
sama dapat dipelihara bersama-sama. Hal ini selanjutnya akan meningkatkan uniformity flock.
• Atur pencahayaan agar anak ayam tetap dekat dengan sumber panas. Berikan intensitas 25
hingga 60 lux (2,5-6 fc (feetcandles)) di minggu pertama untuk memudahkan anak ayam
mencari pakan dan air.

2 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

1.3 PENCAHAYAAN
Pencahayaan harus dilakukan terus menerus selama 48 jam pertama setelah laying anak ayam.
Intensitas pencahayaan harus semaksimal mungkin di kandang, tetapi minimal sebesar 25 lux
(2,5 fc), untuk memastikan anak ayam menemukan pakan dan air. Jika Anda menggunakan lampu
LED maka gunakan LED lux meter untuk memperoleh pembacaan intensitas pencahayaan yang
akurat.

Semua kandang rearing Parent Stock seharusnya kedap pencahayaan. Untuk rincian program
pencahayaan lihat Bagian 4. Program Manajemen Pencahayaan.

1.4 POTONG PARUH


Potong paruh dapat dilakukan di hatchery pada usia sehari atau antara usia 4 dan 5 hari di farm.
Potong paruh di usia 4-5 hari lebih disukai tetapi membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

Paruh anak ayam akan terus tumbuh sesuai usia anak ayam dan harus dijaga dalam kondisi yang
baik sehingga anak ayam dapat makan dan minum secara normal. Oleh karena itu, jika diizinkan
oleh peraturan pemerintah, mungkin perlu untuk sedikit menghilangkan ujung paruh ayam.
Prosedur ini biasanya dilakukan di hatchery dengan peralatan yang dirancang khusus oleh personil
terlatih, dan dipantau secara teratur untuk pengendalian kualitas. Di berbagai tahap selama
kehidupan anak ayam, manajer farm harus menilai kondisi kesehatan anak ayam dan bentuk
paruh. Misalnya, paruh elang dapat mengakibatkan masalah terhadap kemampuan anak ayam
untuk minum dan juga dapat berdampak negatif terhadap efisiensi kawin jantan. Jika diperlukan,
ujung paruh anak ayam dapat diperbaiki secara individual untuk memperoleh bentuk paruh ideal
saat ayam breeder dewasa.

Selain itu, potong paruh memiliki manfaat untuk mencegah agresif pecking. Pecking (saling
mematuk) merupakan bagian normal perilaku anak ayam dan mungkin dapat digunakan flock
untuk membangun hirarki. Mematuk bulu dengan lembut dan mematuk objek-objek lain di kandang
dianggap perilaku normal anak ayam. Namun, pecking bulu yang keras atau agresif dapat
menyebabkan trauma kulit dan dapat menyebabkan kanibalisme dan kematian. Potong paruh
dapat bermanfaat untuk mencegah pecking yang mengakibatkan luka-luka dalam flok, terutama
jika anak ayam dibesarkan di kandang terbuka atau situasi di mana intensitas pencahayaan tidak
dapat dikendalikan. Jika perilaku kanibalisme terlihat lebih sering dalam flok Anda maka periksa
manajemen Anda dan tingkat protein dalam pakan. Jumlah protein yang tidak mencukupi
meningkatkan perilaku anak ayam sangat agresif.

Betina
Periksa paruh betina dengan ketat pada usia 16 hingga 18 minggu untuk memastikan bahwa paruh
mereka tidak tumbuh berlebihan yang dapat menyebabkan cedera pada pasangan flok mereka.
Anak ayam dengan paruh tumbuh berlebih, paruh sendok, paruh beo atau bentuk kelainan paruh
lain dapat menghalangi mereka makan atau minum dengan benar maka harus diperbaiki. Saat
terbaik untuk melakukan ini adalah selama vaksinasi individual dari usia 16 hingga 18 minggu.
Dalam situasi di mana banyak ayam yang mengalami kelainan paruh, perbaikan ulang paruh dapat
dilakukan pada usia 16 minggu, memberikan anak ayam lebih banyak waktu untuk pulih dalam
penyesuaian hingga usia 20 minggu.

COBB 3
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Jantan
Sangat penting bahwa potong paruh jantan dilakukan dengan presisi untuk menjaga uniformity
dan memaksimalkan fertility.

Potong ujung paruh berkaratin saja.

Amati paruh jantan dengan ketat pada usia 16-18 minggu dan perbaiki paruh anak ayam yang
menunjukkan paruh tumbuh berlebih atau kelainan paruh.

Potong paruh jantan juga mengurangi risiko cidera pada betina selama perkawinan di kandang
breeder dan membantu jantan kawin lebih efektif.

4 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

2. TAHAP PERTUMBUHAN
Kurva Perkembangan Fisiologis betina Cobb
Fleshing

Fleshing
Fat deposits

Fleshing 100% Frame development


Start development testes / ovaries

Start hormonal process

Frame development >90% Fleshing


Start puberty
Frame development 78%
0-8 weeks
Accelerated growth
Immunity
Controlled +34%
Maintenance growth
period

Sangat penting untuk memahami kurva berat badan dalam periode rearing yang dapat dibagi
menjadi 4 tahap. Yang pertama adalah 0-8 minggu, di mana ukuran rangka dan uniformity yang
penting ditentukan untuk sebagian besar kehidupan flok. Tahap kedua adalah usia 8-12 minggu
di mana pertumbuhan ayam harus dikontrol dengan program pemberian pakan yang dikendalikan
dengan hati-hati untuk mencegah mereka menjadi kelebihan berat badan dan kelebihan fleshing.
Tahap ketiga adalah usia 12-16 minggu saat pubertas dimulai. Flok harus mulai dengan perlahan-
lahan peningkatan fleshing dan kondisi lain secara keseluruhan. Tahap keempat adalah usia 16-
20 minggu saat flok perlu mempercepat laju pertumbuhan guna mempersiapkan perkembangan
seksual dan mencapai uniformity dan fleshing yang sesuai. Menjelang usia 20 minggu, cadangan
lemak perut seharusnya telah berkembang sendiri dari berat badan.

2.1 TAHAP BROODING (1-14 HARI)


14 hari pertama adalah salah satu waktu terpenting kehidupan anak ayam. Ingat empat dasar:
Kualitas Pakan, Air, Suhu dan Udara. Pentingnya periode brooding tidaklah berlebihan. 14 hari
pertama kehidupan anak ayam menentukan preseden performance yang baik. Upaya maksimal
pada awal tahap brooding akan terbayarkan pada performance akhir flok.
• Pakan dan air segar harus sudah tersedia saat anak ayam yang tiba di kandang Rearing. Suhu
air harus antara 15°C - 25°C (59°F - 77°F).
• Pembilasan/flushing saluran air minum harus sudah diselesaikan beberapa jam sebelum anak
ayam tiba sehingga mereka memiliki air segar. Pada minggu pertama, flushing teratur dapat
dilaksanakan untuk meningkatkan asupan air dan pakan dan membatasi penumpukan biofilm.

COBB 5
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

• Brooder dan pemanas harus diperiksa secara teratur untuk memastikan bahwa mereka bekerja
dengan benar. Periksa juga sudut pemanas infrared untuk memastikan arah panas sesuai
dengan yang anda inginkan.
• Drinker tambahan direkomendasikan dari usia sehari hingga usia 3 - 5 hari. Gunakan drinker
mini atau chick founts, bukan nampan air terbuka. Ini akan membantu menghindari terjadinya
masalah dengan infeksi kaki dan kualitas air. Jangan meletakkan drinker langsung di bawah
brooder.
• Semua box DOC harus ditempatkan di kandang dengan jumlah box menyesuaikan masing-
masing brooder sebelum anak ayam dilepaskan. Ratakan anak ayam di seluruh are brooding.
Jangan menumpuk semua box di dalam kandang atau menaruh box memenuhi area brooding.
Mempertahankan anak ayam terlalu lama di dalam box pada kandang yang telah dipanaskan
akan mengakibatkan stres panas. Lepaskan ayam dari box sesegera mungkin setelah distribusi
ke kandang. Berat tujuh hari adalah indikator keseluruhan yang sangat baik tentang bagaimana
keberhasilan manajemen perParentan telah dilakukan. Dampak stres awal mungkin tidak
terlihat hingga beberapa lama kemudian (pertumbuhan bulu sayap) dan dapat berpengaruh
negatif terhadap performance reproduksi flok. Penyebab utama untuk kenaikan berat badan
awal yang tidak cukup adalah kurangnya konsumsi pakan. Pakan dalam bentuk small crumble
yang berkualitas baik atau micro pellet diperlukan untuk mendapatkan asupan pakan yang tepat
di minggu pertama. Jumlah pakan dan feeder space yang tidak mencukupi akan mempengaruhi
konsumsi pakan, berat dan uniformity anak ayam. Penting bahwa asupan protein awal biasanya
akan mempengaruhi berat empat minggu, uniformity flok, dan pada akhirnya produksi telur.
Penting juga bahwa asupan air yang baik dapat menjadi pendorong utama untuk asupan pakan
yang baik. Air adalah nutrisi yang sangat penting dan sering diabaikan.
• Periksa anak ayam dua jam setelah laying. Pastikan mereka merasa nyaman terhadap suhu
serta minum dan makan.
• Pemeriksaan tembolok (crop assesement) berguna untuk menilai seberapa efektif ayam telah
menemukan pakan dan air. Pilih 100 anak ayam secara acak dan raba tembolok dengan lembut
6 hingga 8 jam setelah laying, atau keesokan harinya jika distribusi di hari sebelumnya.
Tembolok harus lembut dan lentur. Jika tembolok keras, itu adalah indikasi anak ayam belum
menemukan jumlah air yang cukup. Jika tembolok bengkak dan penuh dengan air, artinya anak
ayam belum menemukan cukup pakan. Minimal 95% dari tembolok anak ayam harus penuh
dan lentur saat pemeriksaan.
• Untuk informasi lebih lanjut lihat buku pandan teknis kami mengenai Optimum Brooding
Development.

6 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Brooder
• Tempatkan anak ayam tidak boleh lebih dari 70 ekor/m².
• Brooder harus dinyalakan selama 24 hingga 48 jam sebelum anak ayam tiba, pertahankan
suhu sebesar 29 hingga 32°C (85 hingga 90°F) pada 5 cm di dalam litter di tepi brooder. Dalam
iklim dingin, dan tanpa isolasi lantai, kemungkinan diharuskan untuk meningkatkan periode pre-
heating antara 48 dan 72 jam. Itu semua bergantung pada suhu lantai beton. Amati tingkah
laku anak ayam dan sesuaikan untuk kenyamanan mereka, tetapi hati-hati jangan terlalu panas.
Perpindahan panas sangat dipengaruhi oleh kelembaban relatif udara. Jika udara kering
dengan RH% rendah maka perpindahan panasnya lebih rendah, setting suhu yang lebih tinggi
diperlukan, seperti yang digambarkan dalam tabel di bawah ini.

% RH 80 70 60 50 40 30

Suhu °C 30 31 32 33 34 35

Suhu °F 86 88 90 91 93 95

• Diagram di bawah menggambarkan bagaimana cara mengamati anak ayam dan menyesuaikan
suhu perParentan.

Yang Benar Terlalu banyak aliran


Anak ayam angin
terus bergerak Anak ayam berisik
Tersebar berkerumun bersama
merata. menjauhi aliran angin.

Terlalu Dingin Terlalu Panas


Anak ayam berisik, Anak ayam
berkerumun mengantuk,
bersama di bawah tersebar di sekitar
brooder. tepi lingkaran.

COBB 7
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Tipe sistem pemanas


Kebanyakan sistem pemanas menggunakan teknologi pemanas infrared untuk memanaskan
permukaan atau objek (anak ayam).
Brooding stoves – paling tradisional, juga dikenal sebagai pancake brooder
Infrared brooders – berbagai ukuran di industri
Infrared tube heaters – biasanya ditempatkan di ketinggian di bawah langit-langit kandang yang
mencakup sebagian besar luas lantai dengan pemanas jenis radiasi infrared
Space heaters – Menghasilkan panas dari unit pembakaran gas yang ditempatkan sekitar 4-6
unit per kandang dan sebaiknya dikombinasi dengan kipas putar

Suhu Lingkungan dan Lokasi Laying (Brooding)


berdasarkan 60% RH @ usia sehari di kandang

Usia (hari) Suhu °C (°F)


1-3 32 (90)
4-7 30 (86)
8-15 29 (84)
16-18 28 (82)
19-21 28-26 (79)
22-24 26-24 (75)
25-27 24-22 (72)
>28 21-20 (68)
Temperatures without any airdrafts

2.2 TAHAP REARING


Tujuan utama dalam tahap Rearing kehidupan ayam adalah pengendalian berat badan dan
fleshing. Penting bahwa ayam dihandling sesering mungkin dan diberi skor fleshing di seluruh
tahap ini. Semakin banyak anak ayam yang dipegang/di check fleshing-nya pada usia yang
berbeda, semakin baik kondisi anak ayam yang akan dipahami. Kondisi ayam pada stimulasi
pencahayaan pertama sangat penting, dan satu-satunya cara untuk mencapai hasil yang
diinginkan adalah dengan pengendalian berat badan dan perabaan fleshing yang tepat.

Skor Fleshing dari 1 hingga 5:


1. Tingkat fleshing yang sangat kurang dan ayam yang sangat kurus.
2. Bentuk dada ideal pada usia 12 minggu dan kondisi fleshing terendah ayam di keseluruhan
kehidupan mereka.
3. Bentuk fleshing dada selama persiapan awal bertelur (16 hingga 25 minggu).
4. Bentuk fleshing dada selama persiapan bertelur (19 hingga 25 minggu).
5. otot dada terlalu besar.

8 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Panduan lemak Pelvis dan Fleshing untuk stimulasi pencahayaan pertama pada
usia 147 hari

Lemak Pelvis dan Fleshing yang dibutuhkan


Fleshing (1 hingga 5)
Minggu Lemak Pelvis
2 3 4
12 70% 30% - -
16 40% 60% 0% 0%
19 <10% 60% 30% >65%
20 <5% 60% 35% >85%
21 - 60% 40% >90%

Catatan: Terdapat juga tabel dengan parameter untuk flok yang distimulasi pencahayaan pada
usia 22 minggu (154 hari) atau yang lebih. Jika Anda membutuhkan guide ini mintalah pada Cobb
Technical Representatif anda.

Tabel di atas menunjukkan fleshing yang harus dicapai oleh betina pada usia yang berbeda mulai
dari usia 12 minggu. Pubertas dimulai pada usia 12 minggu dan betina harus mencapai target
fleshing pada usia tersebut sehingga target fleshing pada usia 16 minggu untuk kemudian
mencapai target fleshing pada usia 19 hingga 20, dan 21 minggu. Tabel ini hanyalah sebuah
panduan, tetapi menunjukkan pentingnya mengevaluasi pullet pada usia awal (12 minggu) dan
menentukan apakah flok tersebut mencapai target dari awal. Evaluasi fleshing dapat dilakukan
bersamaan saat penimbangan ayam di usia tersebut. Fleshing juga bisa dilakukan secara terpisah
dengan cepat, dilakukan oleh group teknik management (supervisor atau manager) secara
bersama-sama pada pullet dengan usia yang berbeda-beda sehingga setiap orang memiliki
pengertian yang sama mengenai fleshing dan lemak pelvis (lemak vena).

Pada tabel di atas, sebagian besar betina pada usia 12 minggu memiliki skor fleshing 2.
Presentase ini harus terus menurun setelah usia ini dan menjadi nol (tidak ada lagi yang skor
fleshing 2) pada saat stimulasi pencahayaan (ideal). Betina dengan skor fleshing 2 biasanya tidak
memiliki deposit lemak pelvis atau lemak vena. Maka akan ideal jika pada saat stimulasi
pencahayaan 100% dari betina menunjukkan skor fleshing 3 dengan lemak pelvis. Hal itu
bagaimanapun sulit untuk tercapai. Jika kita memiliki terlalu banyak betina di kategori skor fleshing
3 biasanya kita akan masih memiliki betina di kategori skor fleshing 2, dan itu bukan hal yang baik.
Untuk alasan tersebut bagian betina setelah usia 16 minggu bergerak secara bertahap dari fleshing
# 3 ke # 4. Biasanya pada awal stimulasi pencahayaan rasio adalah sekitar 60% # 3 dan 40% #
4. Kemudian saat produksi cenderung 50% # 3 dan 50% # 4. Jika pada saat puncak produksi lebih
dari 60% betina memilik skor fleshing 4, hal itu biasanya menunjukkan kondisi betina yang
kelebihan berat badan disebabkan kenaikan pakan berlebihan saat menuju puncak produksi atau
terlalu banyak pakan pada saat usia tersebut.

COBB 9
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Pengamatan: Ketika ayam disekat untuk evaluasi/vaksinasi/grading/dll, kepadatan dalam sekat


harus memadai 'hanya satu lapis ayam (tidak menumpuk)' sehingga stres diminimalkan dan tidak
ada anak ayam yang terluka selama proses tersebut. Penggunaan wire mesh sebagai sekat akan
memungkinkan aliran udara yang baik untuk ayam.

Pencapaian target fleshing awal (usia 12 dan 16 minggu) akan membuat lebih mudah dalam
mencapai tingkat deposit lemak pelvis (vena) atau lemak abdomen yang cukup yang dibutuhkan
saat stimulasi pencahayaan pertama kali.
Lemak badan ini adalah komponen kunci dalam stimulasi pencahayaan untuk mencapai:

• Sinkronisasi seksual betina yang baik


• Puncak produksi dan persistensi yang tinggi
• Hatchability awal yang tinggi, dan kualitas dan vitalitas ayam yang baik
• Mengurangi mortalitas betina saat menuju puncak produksi

Oleh karena itu di Cobb kita mempersiapkan pullet sebelum stimulasi pencahayaan, dan bukan
mengkondisikan pullet tersebut setelah stimulasi pencahayaan yang bisa menyebabkan banyak
masalah fisiologis.

Syarat-syarat untuk menentukan kesiapan ayam untuk stimulasi pencahayaan:


• Betina membutuhkan berat badan antara 2300 dan 2500 g
• > 95% dari Parent ayam harus memiliki skor fleshing # 3 atau # 4.
• > 90% dari Parent ayam dengan lemak pelvis yang sesuai (Anda harus meraba tulang pelvis
yang membulat dan lekukan tulang luarnya telah terisi jaringan lemak. Bisa juga dapat
menggunakan lemak vena untuk menentukan deposit lemak sub-kutan . Namun ini lebih sering
digunakan setelah usia 25 minggu ketika ayam memasuki masa produksi dan tulang pinggul
tidak mencerminkan dengan baik berapa banyak deposit lemak dalam rongga perut).
• Stimulasi pencahayaan harus antara usia 147 dan 154 hari.
• Setelah stimulasi pencahayaan, naikkan pakan secara perlahan (+2 hingga +3g/ minggu)
hingga awal produksi.

Peningkatan lemak vena menunjukkan cadangan lemak badan yang baik untuk stimulasi
pencahayaan
10 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

2.3 PERSIAPAN TAHAP LAYING


Ini adalah tahap dalam kehidupan ayam ketika kenaikan berat badan konsisten diperlukan.
Tujuannya adalah untuk memberikan cadangan fleshing dan lemak yang cukup pada ayam
sepanjang sisa hidupnya. Sangat penting untuk memahami hal-hal berikut:
• Menempatkan kenaikan pakan yang benar sesuai dengan tahap pertumbuhannya
• Memastikan usia dan kondisi yang benar pada stimulasi pencahayaan
• Mempertahankan ukuran frame yang konsisten
• Membentuk cadangan fleshing dan lemak yang memadai
• Mencegah kegagalan atau penurunan pada tahap kenaikan berat badan

Ingat bahwa lebih baik menunda stimulasi pencahayaan jika Anda merasa ayam tidak dalam
kondisi yang tepat (komposisi fisiknya). Cara terbaik untuk mencapai produksi telur yang baik pada
flock breeder adalah dengan mengembangkan program pemberian pakan dan berat badan yang
sesuai, untuk mempersiapkan pullet merespon stimulasi pencahayaan dengan seragam. Respon
ayam betina terhadap stimulasi pencahayaan didasarkan pada kondisi (komposisi fisik) dan berat
badan ayam. Sangat penting untuk tidak memaksakan simulasi pencahayaan terhadap flock jika
ayam masih berada di bawah berat standar (underweight). Untuk menentukan berat badan rata-
rata saat memulai stimulasi pencahayaan, lihat pada suplemen manajemen breeder yang relevan.
Minimal sebesar 70% dari flok (70% uniformity flok) harus berada dalam +/- 10% dari berat badan
rata-rata. Ayam harus mencapai berat badan rata-rata (sesuai target breed/strain) untuk
memastikan respons yang tepat terhadap stimulasi pencahayaan awal. Jika berat badan rata-rata
atau uniformity berada di bawah rekomendasi, usahakan menunda stimulasi pencahayaan awal.

Lemak yang cukup menutupi tulang pinggul Tidak ada cadangan lemak di ujung luar tulang
sebelum dipindahkan/transfer pinggul sebelum stimulasi pencahayaan

COBB 11
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

2.4 KENAIKAN BERAT BADAN BETINA DARI 16-20 MINGGU


Sangat penting bagi betina untuk mencapai kenaikan berat badan yang cukup antara usia 16 dan
20 minggu untuk memaksimalkan puncak produksi telur dan mempertahankan persistensi setelah
puncak produksi.

Komposisi tubuh betina saat pencahayaan sama pentingnya dengan berat badan ayam. Artinya
bahwa betina harus memiliki cadangan lemak dan fleshing yang cukup pada saat ino. Ayam
biasanya mudah mencapai fleshing antara usia 16 dan 20 minggu, namun tidak mudah dalam
pembentukan cadangan lemak.

Untuk mencapai deposit lemak yang cukup, kenaikan berat badan betina harus cukup betina dalam
periode penting 16 hingga 20 minggu ini. Manajemen yang baik menargetkan 34% peningkatan
berat badan betina selama periode usia 16 minggu (112 hari) hingga 20 minggu (140 hari).
Peningkatan berat badan ini adalah untuk meningkatkan persiapan betina untuk stimulasi
pencahayaan. Dalam beberapa situasi di mana kondisi betina (penumpukan lemak pinggul dan
fleshing) terlambat maka memungkinkan untuk meningkatkan kenaikan berat badan hingga 38%,
dan bahkan 40%. situasi ini perlu dibahas dengan Cobb Technical Representatif Anda.

Sebagai kesimpulan umum, simulasi pencahayaan untuk breeder Cobb tidak hanya bergantung
usia, tetapi ditentukan oleh 4 parameter: Usia, Berat Badan, % kondisi fleshing dan kondisi deposit
lemak pelvis (vena). Uniformity frame, fleshing, lemak pelvis dan berat badan sangat menentukan
uniformity seksual flock, untuk mencapai performance puncak produksi dan persistensi lebih dari
80%.

12 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

3. MANAJEMEN PAKAN
3.1 PERIODE REARING
Betina diberi pakan secara ad libitum untuk minggu pertama dan kemudian asupan mereka
dikendalikan untuk memastikan mereka tidak melebihi berat target pada usia 4 minggu. Parent
stock betina dan jantan harus mencapai standar berat badan setiap minggu selama 4 minggu
pertama untuk mendapatkan uniformity dan memiliki perkembangan frame yang tepat. Pakan
diberikan secara ad libitum (biasanya 22-25g/hari) untuk minggu pertama dan kemudian
dikendalikan sehingga betina dan jantan tidak melebihi target pada usia 4 minggu. Jika jantan
tidak mencapai berat badan target selama 4 minggu pertama, stimulasi pakan yang lebih kuat
direkomendasikan. Untuk hasil terbaik, jantan harus dipelihara terpisah dari betina sampai usia
20 hingga 21 minggu.
• Sediakan satu feeder tray per 75 DOC. Pastikan bahwa pakan tambahan tetap segar. Jangan
biarkan anak ayam mengkonsumsi pakan basi.
• Untuk jantan dan betina, pemberian pakan minggu pertama dibutuhkan feeder space 4,0 cm
per ekor di trough feeder atau 45 ekor per pan (pan feeder). Kenaikan feeder space harus
dilakukan secara bertahap selama Rearing dan didasarkan pada usia anak ayam dan jumlah
pakan yang didistribusikan, sehingga pakan menutup seluruh trough feeder. Dalam sebuah
kandang dengan 4 loop chain feeder, 2 loop akan digunakan hingga usia 5 minggu, 3 loop
hingga usia 11 minggu dan loop ke-4 dari usia 12-20 minggu. Setelah usia 12 minggu feeder
space trough minimum adalah 15,0 cm (6 in) per betina dan 20 hingga 22 cm (7,9-8,7 in) per
jantan. Jika pan feeder digunakan, memungkinkan untuk 11,5 cm (4,5 in) per anak ayam atau
hitung jumlah lubang (hole) pada feeder dan kemudian dikurangi 2 hole. Contoh: 16 hole pada
pan feeder oval biasanya dihitung untuk 14 anak ayam.
• Pakan harus didistribusikan ke semua ayam di seluruh kandang dalam waktu kurang dari 3
menit. Metode murah untuk meningkatkan distribusi pakan harus dipertimbangkan. Misalnya,
hopper tambahan dapat ditambahkan ke sistem untuk meningkatkan titik distribusi pakan.
Pilihan lain adalah penggunaan jalur tambahan feeder (pada chain feeder atau tambahan lajur
pada pan feeder), yang akan menambah lebih banyak ruang sehingga semua ayam dapat
makan pada waktu yang sama. Metode lain juga bisa dipertimbangkan; baik mendistribusi
pakan pertama saat gelap (dark feeding), maupun "signal light" feeding. Salah satu metode ini
akan membuat flock tetap tenang saat makan, memberikan distribusi pakan yang lebih baik,
mempertahankan distribusi ayam merata di seluruh kandang, sehingga mengurangi
penumpukan dan uniformity flok menjadi lebih baik. Mematikan lampu sebelum dan selama
distribusi pakan juga akan melatih kebiasaan ayam untuk menunggu pemberian pakan setelah
sinyal ini. Hasilnya, saat kita memasuki kandang dengan lampu menyala tidak akan memicu
pergerakan ayam dan menjaga ayam tetap tenang dan mengurangi stres.
• Kenaikan pakan mingguan harus didasarkan pada target berat badan, dan pada tahap-tahap
akhir rearing, kondisi ayam (fleshing, fat deposit, body conformation) harus menjadi
pertimbangan dalam menentukan jumlah pakan yang diberikan.

COBB 13
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

3.2 METODE PEMBERIAN PAKAN ALTERNATIVE


Anak ayam harus diberi makan harian. Namun, mungkin ada situasi di mana lebih baik untuk
mengadopsi program pemberian pakan alternatif, terutama jika distribusi pakan yang baik sulit
dicapai dengan pemberian pakan sehari-hari dan dengan waktu habis pakan cepat. Ada 4 program
pemberian pakan alternatif yang biasanya digunakan:
1. 6/1 - berarti 6 hari dengan pakan dan 1 tanpa pakan.
2. 5/2 - berarti 5 hari pakan dan 2 hari tanpa pakan. Untuk 3 hari anak ayam yang diberi pakan
dan diikuti dengan 1 hari tanpa pakan; maka Anda memiliki 2 hari pemberian pakan diikuti
dengan 1 hari tanpa pakan untuk menyelesaikan 7 hari seminggu.
3. 4/3 - berarti 4 hari per minggu dengan pakan dan 3 hari tanpa pakan.
4. Skip a day - berarti anak ayam diberi pakan selang sehari (penjelasan lebih lanjut ada di bawah
ini).

Pemberian pakan Skip a day


Program ini menggunakan jumlah pakan mingguan yang sama sebagai rekomendasi harian.
Namun, dari 21 atau 28 hari hingga anak ayam berusia 140 hari, berikan jatah pakan 2 hari dalam
satu hari, dengan menyediakan scratch feed pada hari berikutnya. Pemberian pakan sistem skip
a day dapat menguntungkan ketika memberikan sedikit jumlah pakan dengan pakan high density,
atau ketika feeding space terbatas. Ini akan memberikan waktu makan yang lebih lama dan
memungkinkan ayam yang makan lambat mendapat kesempatan makan dengan tepat.

Contoh: minggu 8 - 9 (program line betina)

Jatah pakan harian betina Jatah pakan harian betina


= 53 g/ekor/hari = 11,68 lbs/100/ekor

Minggu 106 g/ekor Minggu 23,36 lbs/100 ekor


Senin Tidak ada pakan/scratch feeding Senin Tidak ada pakan/scratch feeding
Selasa 106 g/ekor Selasa 23,36 lbs/100 ekor
Rabu Tidak ada pakan/scratch feeding Rabu Tidak ada pakan/scratch feeding
Kamis 106 g/ekor Kamis 23,36 lbs/100 ekor
Jumat Tidak ada pakan/scratch feeding Jumat Tidak ada pakan/scratch feeding
Sabtu 106 g/ekor Sabtu 23,36 lbs/100 ekor

Sebaiknya ketika menggunakan program pemberian pakan skip-a-day jatah pakan yang diberikan
jangan pernah melebihi "jumlah pakan maksimal" setiap saat . Misalnya, jika jumlah pakan skip-
a-day mendekati 34 lbs/100 = 154 g/ekor (17 lbs/100 = 77 g/ekor) flok harus dipantau secara
cermat untuk tanda-tanda "feed impaction" dan pertimbangkan untuk beralih ke program 4-3 atau
5-2.

14 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Pemberian pakan Lima Hari / Seminggu (Pakan 5-2)


Program ini adalah perpaduan antara program harian dan skip-a-day sehingga ayam diberi makan
pada hari yang sama setiap minggu selama periode rearing. Program ini mengurangi secara
signifikan jumlah pakan maksimal yang disajikan ke anak ayam pada satu hari dibandingkan
dengan skip-a-day. Biasanya program ini digunakan pada bagian akhir periode rearing, terutama
jika "feed impaction" menjadi masalah pada hari makan.

Contoh: minggu 8 – 9

Jatah pakan harian betina = 53 g Jatah pakan harian betina


Jatah pakan mingguan betina = 11,68 lbs/100 ekor
= 53 g x 7 = 371 g ÷ 5 hari makan = 74 g/ekor. Jatah pakan mingguan betina
= 11,68 lbs x 7 = 81,76 lbs ÷ 5 hari makan
= 16,35 lbs /100 ekor.

Minggu 74 g/ekor Minggu 16,35 lbs/100 ekor


Senin 74 g/ekor Senin 16,35 lbs/100 ekor
Selasa 74 g/ekor Selasa 16,35 lbs/100 ekor
Rabu Tidak ada pakan/Scratch feeding Rabu Tidak ada pakan/Scratch feeding
Kamis 74 g/ekor Kamis 16,35 lbs/100 ekor
Jumat 74 g/ekor Jumat 16,35 lbs/100 ekor
Sabtu Tidak ada pakan/Scratch feeding Sabtu Tidak ada pakan/Scratch feeding

Pengamatan pada program pemberian pakan: Banyak perusahaan di dunia menggunakan daily
feeding hingga saat habis pakan dibawah 4 jam (usia 21 hari), setelah itu 6/1 diperkenalkan untuk
selama 1 minggu dan setelah usia 4 minggu dimulai program 5/2 hingga sekitar usia 18-19 minggu.
Setelah 19 minggu ayam kembali ke daily feeding. Memungkinkan untuk melanjutkan program
5/2 atau 6/1 hingga minggu stimulasi pencahayaan jika jumlah pakan sangat rendah atau bentuk
pakan pelet yang mengurangi waktu habis pakan di bawah 30 menit. Waktu habis pakan yang
cepat ini akan merugikan uniformity dan membuat anak ayam tidak nyaman. Pemeriksaan
tembolok segera setelah waktu habis pakan dapat memberikan indikasi yang jelas apakah asupan
pakan seragam. Maksimal 2% ayam yang memiliki jumlah pakan sedikit pada tembolok.

Ketika program pemberian pakan 5/2, 4/3 atau skip a day digunakan, rubahlah program dengan
jumlah pemberian pakan yang lebih tinggi ke jumlah volume pemberian pakan yang lebih rendah
pada hari pemberian pakan jika terjadi crop impaction atau kesesakan pakan di tembolok (anak
ayam makan terlalu banyak dan menunjukkan tembolok sangat keras dan mengembang dan
mengalami masalah dengan pernapasan). Pemberian air 15 hingga 30 menit sebelum distribusi
pakan dapat membantu mengurangi masalah ini; Namun program pencahayaan perlu disesuaikan
bagi anak ayam agar minum dengan benar. Yang terbaik adalah segera alihkan dari program skip
a day ke program 4/3 atau 5/2 ketika crop impaction terjadi dan periksa apakah proses distribusi
pakan OK.

COBB 15
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

4. MANAJEMEN PROGRAM PENCAHAYAAN


Respons ayam terhadap pencahayaan cukup kompleks. Paragraf berikut memberikan saran dasar
tentang program pencahayaan yang terbukti untuk Cobb. Kondisi setempat dan jenis kandang
mungkin memerlukan penggunaan program pencahayaan yang dimodifikasi, yang harus
didiskusikan dengan Cobb Technical Representatif anda.

Parent Breeder Broiler akan mulai bertelur dalam merespons peningkatan lamanya siang atau
intensitas pencahayaan ketika dilakukan pada waktu yang tepat. Respons Parent ayam terhadap
stimulasi pencahayaan didasarkan pada kondisi, berat badan dan usia mereka. Di kandang
berpengendali pencahayaan (closed house), tunda stimulasi pencahayaan jika flok masih berisi
sejumlah besar ayam yang kurang berkembang. Tergantung pada profil berat badan yang
digunakan, stimulasi pencahayaan pertama bisa antara usia 21 dan 23 minggu. Ketika
memindahkan ayam dari Rearing dark-out ke kandang terbuka (kandang tunnel tirai transparan),
kondisi berat dan badan (fleshing dan lemak) harus benar pada saat transfer.

Rekomendasi berikut untuk program pencahayaan diberikan untuk 3 situasi:


• Rearing dark-out ke produksi dark-out.
• Rearing dark-out ke produksi kandang terbuka.
• Rearing kandang terbuka ke produksi kandang terbuka.

4.1 KANDANG REARING DARK-OUT


Parent harus dipelihara dalam kandang kedap pencahayaan. Ini berarti bahwa kandang harus
gelap gulita ketika lampu mati. Ini akan menghindari ayam mempersepsikan waktu yang berbeda
dari tahun dan uniformity seksual yang lebih baik akan diperoleh pada awal produksi.

Kandang terbuka dapat diubah ke Rearing dark-out dengan menghilangkan semua bidang yang
memungkinkan kebocoran pencahayaan menggunakan tirai penutup yang efektif. Kemudian harus
disediakan kapasitas kipas yang cukup agar memungkinkan ventilasi yang benar. Kipas dan inlet
juga harus ditutupi dengan lightrap yang memadai, dan tentu saja kandang harus ditutup dengan
baik sehingga minimal, transisi dan tunnel ventilasi akan bekerja dengan baik.

4.2 REARING DARK-OUT KE PRODUKSI DARK-OUT


Kandang dark-out harus memberikan pengendalian pencahayaan secara total.
• Dimulai dari anak ayam dengan 24 jam pencahayaan berkurang menjadi delapan jam pada
usia dua hingga tiga minggu. Usia di mana lama hari 8 jam tercapai akan tergantung pada
waktu konsumsi pakan dan perkembangan BW dalam mencapai berat target. Umumnya, lama
hari (pencahayaan) 8 jam dapat dimulai ketika anak ayam mengkonsumsi jumlah pakan
terbatas harian mereka selama 4 jam atau kurang.
• Lama pencahayaan tetap pada 8 jam hingga usia 21-22 minggu (147-154 hari) ketika stimulasi
pencahayaan dimulai.

Penyesuaian dapat didiskusikan dengan Cobb Technical Representatif Anda. Penting untuk tidak
menstimulasi flok yang masih berisi sejumlah besar anak ayam dengan berat badan kurang.

16 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Program pencahayaan yang direkomendasikan untuk flok yang beralih dari Rearing
dark-out ke kandang produksi dark-out

Intensitas Intensitas
Usia Usia Pencahayaan
pencahayaan pencahayaan
(minggu) (hari) (jam)
(lux) (foot candle)
2-21 hingga 146 8 5 hingga 7 0,5 hingga 0,7
21 147 12 >50 <100 >5 <10
22 154 13 >50 <100 >5 <10
23 161 14 >50 <100 >5 <10
25 175 >14 >50 <100 >5 <10

Pengamatan:
1. Program pencahayaan harus mulai dari minimal usia 147 hari dengan 154 hari adalah usia
yang seringkali paling direkomendasikan, terutama untuk betina Cobb slow feathering.
Beberapa perusahaan bahkan dapat mulai dari usia 161 hari tetapi yang sering dilakukan ketika
betina tidak dalam kondisi fleshing dan lemak pinggul yang tepat.
2. Saat ini betina kami kelihatannya tampak lebih baik ketika pencahayaan dirangsang pada usia
147 hari atau lebih lama. Jika stimulasi pencahayaan terlalu dini, masalah terjadi dengan
kanibalisme, prolapse, double yolk, egg peritonitis dan produksi dan persistensi puncak lebih
rendah. Pertumbuhan bulu juga terkena dampak negatif akibat stimulasi pencahayaan dini.
3. Durasi pencahayaan maksimal tergantung pada kondisi setempat.
4. Banyak flok saat ini memiliki performance yang sangat baik dengan hanya 14 jam total
pencahayaan selama masa produksi.

Program pencahayaan yang direkomendasikan dalam 3 minggu pertama untuk flok yang
dipelihara dalam kandang dark-out
Intensitas Intensitas
Usia Usia Pencahayaan
pencahayaan pencahayaan
(minggu) (hari) (jam)
(lux) (foot candle)
Pencahayaan
Pencahayaan
Berkurang dari 24 maksimal 0-2 hari
maksimal 0-2 hari
Usia sehari jam saat sehari 1 (> 20 lux)
1-3 (> 2 fc) berkurang
hingga 21 hingga 8 jam berkurang hingga
hingga 2.0 fc
selama 14- 21 hari 20 lux selama 7
selama 7 hari
hari

COBB 17
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

4.3 REARING DARK-OUT KE PRODUKSI KANDANG TERBUKA


Dimulai dari anak ayam dengan 24 jam pencahayaan berkurang menjadi delapan jam pada usia
dua hingga tiga minggu. Usia di mana lama pencahayaan 8 jam tercapai akan tergantung pada
waktu konsumsi pakan. Umumnya, lama pencahayaan 8 atau 9 jam dapat dimulai ketika anak
ayam mengkonsumsi jumlah pakan terbatas harian mereka selama 4 jam atau kurang.

Lama pencahayaan tetap pada 8 atau 9 jam hingga usia 21-22 minggu (147-154 hari) ketika
program peningkatan lama pencahayaan (stimulasi cahaya) harus diikuti. (9 jam pencahayaan
dalam Rearing digunakan ketika anak ayam sedang dipindahkan ke kandang produksi samping
terbuka di musim panas ketika durasi pencahayaan alami lebih lama dari 13 jam). Pilihan lain
adalah untuk stimulasi pencahayaan Parent ayam di kandang Rearing antara usia 147 dan 154
hari dari 8 jam hingga 12 jam pada pencahayaan buatan, dan kemudian memindahkan ke
pencahayaan alami pada usia 154 hari. Ini akan menghindari stimulasi berlebihan. Tampaknya
tidak selalu memungkinkan untuk menerapkan program ini berdasarkan waktu jeda (down time)
antara flok.

Intensitas pencahayaan selama periode produksi harus antara minimal 50, dan maksimal 100 lux
(5-10 foot candle). Hal ini berkaitan dengan pencahayaan buatan tambahan. Pencahayaan harus
seragam di seluruh kandang dengan maksimal 20% variasi dibandingkan dengan intensitas
pencahayaan di bawah lampu.

Program pencahayaan yang direkomendasikan untuk flok yang beralih dari Rearing dark-
out ke kandang produksi tirai transparan atau samping terbuka

Intensitas Intensitas
Usia Usia Pencahayaan
pencahayaan pencahayaan
(minggu) (hari) (jam)
(lux) (foot candle)
2-21 hingga 146 8 5 hingga 7 0,5 hingga 0,7
21 147 12 >50 <100 >5 <10
23 161 13 >50 <100 >5 <10
25 175 14 >50 <100 >5 <10
27 189 >14 >50 <100 >5 <10

Durasi pencahayaan maksimal bergantung pada kondisi garis lintang yang menentukan
jam maksimal pencahayaan alami. Flok yang dipindahkan di musim gugur kemungkinan
dapat menerima maksimal 14 jam total pencahayaan, tetapi flok menjumpai musim panas
akan perlu menyesuaikan pencahayaan maksimal dengan jam maksimal pencahayaan
alami. Betina harus tidak boleh mengalami penurunan durasi pencahayaan alami selama
masa produksi.

18 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

4.4 REARING KANDANG TERBUKA KE PRODUKSI KANDANG TERBUKA


Kami sarankan agar Parent tidak dipelihara di kandang terbuka. Namun, diakui bahwa sistem
produksi ini digunakan di bagian-bagian tertentu dunia dan bekerja dengan baik jika variasi pada
lama kandang terbuka kecil. Untuk alasan ini masih banyak operasi di sekitar khatulistiwa yang
mengelola jenis Rearing ini dengan cukup berhasil.

Di kandang berjendela dan samping terbuka, kondisi lama siang setempat mengharuskan program
khusus diadopsi untuk setiap flok seperti yang disepakati dengan technical service representative.
Panduan berikut ini berlaku untuk semua program tersebut.

Selama periode Rearing ayam dapat tetap pada pencahayaan alami di semua musim hingga
stimulus pencahayaan buatan diberikan. Program yang akan diterapkan ditentukan oleh lama hari
alami selama 140 hari. Ketika lama hari memanjang, berikan pencahayaan tambahan di awal dan
akhir periode pencahayaan siang alami untuk memastikan bahwa lama hari yang dimaksud
tercapai.

Pencahayaan tambahan selama periode ini harus sebesar 80 hingga 100 lux (8-10 foot candle)
untuk memastikan bahwa anak ayam mendapatkan cukup rangsangan.

Program yang direkomendasikan untuk kandang samping terbuka sesuai dengan lama
siang alami selama usia 140 hari (20 minggu)

Program pencahayaan
Jam lama siang alami selama 140 hari
147 hari 154 hari 161 hari
15 15 17 17
14 16 17 17
13 15 16 16
12 14 14 16
11 14 14 16
10 13 14 15
9 12 13 14

COBB 19
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

5. MANAJEMEN AIR
Penting untuk memberikan akses mudah ke air segar, bersih sehingga asupan pakan dan
pertumbuhan dijaga.
• Sistem minum utama dapat berupa bell drinker atau nipple drinker. Bell drinker harus dipasang
pada kapasitas satu per 80 ekor. Nipple drinker harus dipasang pada kisaran 8-10 ekor per
nipple. Anak ayam tidak boleh menempuh lebih dari 3 m (10 kaki) untuk mengakses air.
• Drinker tambahan harus disediakan pada kapasitas 2 per 100 ekor dari umur sehari hingga 7
hari. Pastikan bahwa anak ayam memiliki akses ke sistem minum utama sejak hari pertama.
• Nipple drinker memiliki sistem distribusi air yang lebih higienis. Penggunaan Nipple drinker
harus disesuaikan sesuai rekomendasi pabrikan.
• Bell drinker harus dicuci semuanya setidaknya harian. Ember dan sikat yang digunakan untuk
pembersihan harus didesinfeksi dengan klorin atau amonium kuaterner sanitizer.
• Flushing saluran air minum beberapa kali sehari dalam beberapa hari pertama (Minggu) agar
air dingin dan segar tersedia untuk menstimulasi lebih banyak konsumsi pakan.
• Gunakan desinfektan, seperti klorin, di dalam air untuk memastikan bahwa tidak ada kandungan
bakteri dalam air minum. Suhu kandang yang tinggi akan memanaskan air dan meningkatkan
pertumbuhan bakteri dengan cepat.
• Tangki tandon air harus memiliki tutup untuk menghindari kontaminasi dari bakteri di udara dll
• Dari 4 minggu dan seterusnya, ketinggian bell drinker harus disesuaikan dengan ketinggian
punggung anak ayam. Penyesuaian harus dibuat sesering mungkin untuk mencegah litter
basah.
• Selain itu, penting untuk diingat bahwa anak ayam akan mengkonsumsi lebih banyak air dalam
2-3 jam setelah makan. Jika penggunaan air tidak diamati selama waktu ini, ada kemungkinan
saluran air terbatasi/tidak terjangkau, menghalangi anak ayam minum dalam jumlah yang
cukup.

HARI 1 MINGGU 1 HARI 2 MINGGU 4


MINGGU 1 MINGGU 2 MINGGU 4 & LEBIH TUA

atau lebih

8in/15cm

4in/10cm 4in/10cm
2in/5cm 2in/5cm
2in/5cm
1in/2.5cm

Tekanan Tekanan Tekanan Tekanan


kolom kolom kolom kolom

20 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Laju aliran nipple dalam 4 minggu pertama, dan selanjutnya

Usia Kapasitas nipple per menit

0-7 hari 30 ml

7-14 hari 42 ml

14-21 hari 49 ml

21-28 hari 56 ml

>28 hari 60 ml

Konsumsi air harian (diambil dari pembacaan meter sebelum makan - satu-satunya waktu yang
tepat untuk merekam) dapat memberikan peringatan dini mengenai masalah nutrisi, penyakit atau
suhu kandang pada waktunya untuk mengambil tindakan perbaikan. Ayam biasanya minum antara
1,8 dan 2,0 kali asupan pakan harian pada 21°C (70°F) dalam kondisi kandang tertutup. Dalam
kondisi kandang terbuka, atau tirai transparan konsumsi air minum sebanyak 2 dan 2,5 kali asupan
pakan mereka terutama selama produksi. Konsumsi air lebih dari 2,0 kali pakan dapat terjadi pada
suhu yang terlalu tinggi (di atas 30°C (86°F)). Konsumsi yang tinggi juga dapat menunjukkan
kesalahan dalam perumusan pakan, kebocoran sistem drinker, atau intoksikasi seperti kadar
garam yang tinggi.

Contoh Perhitungan Konsumsi Air: Pada 60 g pakan per hari per ekor, konsumsi air adalah
sekitar 1,8 x 60 = 108 g. Karena 1 kg air = 1 liter, ini adalah 0,108 liter per ekor.

Contoh Perhitungan Konsumsi Air: Pada 13,2 lbs pakan/100 ekor per hari, konsumsi air adalah
sekitar 1,8 x 13,2 lb/100 = 23,8 lbs air per 100 ekor. Karena 1 galon air = 8,33 pound, artinya 2,86
galon air per 100 ekor.

COBB 21
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

6. PENGENDALIAN BERAT BADAN DAN PENIMBANGAN ANAK AYAM


Tujuan pengendalian berat badan adalah untuk memelihara semua anak ayam mencapai berat
target sesuai usia dengan uniformity yang baik. Target berat badan bisa dicapai dengan
mengendalikan pemberian pakan. Jumlah pakan selama periode Rearing didasarkan pada berat
badan dan maintainance, sedangkan pada periode laying didasarkan pada dua faktor ini ditambah
dengan produksi telur dan berat telur.

Jumlah pakan hanya dapat ditentukan jika berat badan diukur secara akurat setiap minggu.

Untuk mengukur berat badan, timbang antara 60 dan 100 ekor per kandang setiap minggu atau
1% hingga 2% dengan minimal 50 anak ayam untuk mewakili dari populasi. Pada 7 dan 14 hari
timbang sampel keseluruhan anak ayam, atau 10 anak ayam ditimbang bersama dalam ember.
Setelah itu, timbang anak ayam secara individual pada waktu dan hari yang sama setiap minggu.
Pastikan penimbangan anak ayam diambil pada "off day" atau sebelum makan jika pemberian
makan harian digunakan.

Ikuti prosedur sederhana untuk memastikan akurasi:


1. Timbangan yang digunakan untuk mengukur berat badan harus memiliki kapasitas 5 kg (11,02
lb) dan akurat hingga +/- 20 g (0,04 lb). Periksa secara teratur bahwa timbangan dikalibrasi
dengan benar. Akan menguntungkan jika menggunakan timbangan elektronik dengan fasilitas
cetak (print out).
2. Kumpulkan sampel anak ayam yang baik di sekat dan dengan preferensi mengambil sampel
di tengah kandang. Jika tempat pengambilan sampel luas gunakan 3 titik di kandang (depan,
tengah dan belakang kandang).
3. Timbang masing-masing anak ayam di sekat, termasuk anak ayam kecil (sisihkan sexing
error selama operasi ini). Catat berat badan menggunakan grafik berikut.
4. Hitung berat rata-rata semua anak ayam yang ditimbang.
5. Tulis berat badan rata-rata pada grafik yang sesuai.
6. Tentukan jumlah pakan untuk hari-hari berikutnya.
7. Selama Rearing, jumlah pakan harus dipertahankan atau ditingkatkan. Hanya situasi darurat
yang memerlukan penurunan jumlah pakan.
8. Setelah puncak produksi telur, jumlah pakan biasanya dikurangi untuk mengendalikan berat
badan dewasa dan memastikan persistensi produksi dan fertilitas telur. Metode pengurangan
pakan yang tepat dapat bervariasi dari flok satu dengan flok lainnya, dan harus didiskusikan
dengan Cobb Technical Representatif Anda.

22 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

6.1 ANALISIS BERAT ANAK AYAM


Berikut ini adalah contoh dari grafik rekaman berat badan lengkap.

Contoh Grafik Pencatatan Berat Badan


Jumlah
g lb Anak
Ayam
460 1.01
480 1.06
500 1.10 x 1
520 1.15 x x x 3
-10%-> 540 1.19 x x x x x 5
560 1.23 x x x x x x x x x x x x x x x 15
Av.-> 580 1.28 x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x 20
Target 600 1.32 x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x 23
620 1.37 x x x x x x x x x x x x x x x x x 17
+10%-> 640 1.41 x x x x x x x x x x 10
660 1.46 x x x x 4
680 1.50 x x 2
700 1.54
720 1.59

Tanggal __/__/__
Usia 35 days
Referensi Pen/Kandang -
Jumlah anak ayam / Pen -
Jumlah sampel 100
Beart target (g) (lb) (600) (1,32)
Berat rata-rata (g) (lb) (595) (1,31)
Koefisien variasi (CV) 6,0
Percentase dalam +/- 10% dari Berat rata-rata 90%

Berat badan harus dianalisis dengan cara berikut

Rata-rata Berat Anak ayam yang dijadikan sampel


Menggunakan grafik di atas:
Total berat 100 anak ayam = 59.500 g atau 131 lb
berat rata-rata per anak ayam = 595 g atau 1,31 lb

COBB 23
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Koefisien variasi atau Coefficient of Variation(CV)


Variasi dapat dinyatakan dalam segi berat badan anak ayam rata-rata, standar deviasi dari berat
badan dan koefisien variasi berat badan. Dalam flok yang normal sekitar 95% dari individu anak
ayam akan masuk dalam kisaran +/- dua standar deviasi di kedua sisi berat badan rata-rata.
Koefisien variasi adalah ukuran perbandingan variasi yang mengizinkan perubahan variasi selama
pertumbuhan flok yang dipantau. Koefisien variasi adalah standar deviasi yang dinyatakan sebagai
persentase nilai rata-rata (mean).

Standar deviasi adalah ukuran seberapa lebar nilai-nilai yang disebarkan di sekitar nilai rata-rata
(mean).

(Standar deviasi (g)/berat badan rata-rata (g))*100=CV (%)

Tabel berikut memberikan perkiraan uniformity flok (% di dalam +/- 10%) jika dalam bentuk CV
(%).

Uniformity % CV (%)
95 5
90 6
85 7
79 8
73 9
68 10
64 11
58 12
56 13
52 14
50 15
47 16

24 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

7. MEMPERTAHANKAN UNIFORMITY YANG BAIK


Flok breeder yang seragam akan mudah dikelola dan akan menghasilkan lebih banyak anak ayam
per induk betina yang dikandangkan (DOC/Hen Housed) daripada flok yang tidak seragam.
Uniformity yang baik merupakan hasil dari perhatian mendetail.

7.1 FAKTOR-FAKTOR UMUM PENYEBAB MASALAH KETIDAKSERAGAMAN BERAT BADAN


• Adanya gas formaldehida pada laying anak ayam
• Pencampuran anak ayam dari kelompok usia induk yang berbeda saat placement
• Potong paruh, jika tidak dilakukan dengan standar tinggi
• Suhu ekstrim
• Distribusi pakan yang buruk
• Jumlah pakan yang tidak tepat
• Spesifikasi pakan yang tidak tepat
• Ukuran pelet variabel atau tidak tepat
• Kepadatan terlalu tinggi (over stocking)
• Pasokan air tidak mencukupi
• Energi pakan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
• Kurangnya pencahayaan pada waktu makan
• Ketinggian feeder tidak tepat
• Waktu pemberian pakan tidak teratur
• Penghitungan jumlah ayam per pen yang tidak benar
• Infeksi Penyakit atau parasit
• Waktu habis pakan yang cepat (kurang dari 30 menit)
• Feeder space yang tidak tepat

COBB 25
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

7.2 GRADING
Grading berat badan membantu menjaga uniformity flok jika dilakukan dengan benar. Betina dapat
digrading pada usia yang berbeda. Ketika ada tenaga kerja yang cukup, melakukan grading
pertama pada usia 7 hingga 10 hari sangat efektif dalam memperoleh uniformity flok yang baik di
awal. Grading dapat dilakukan lagi pada usia 4, 8 dan 16 minggu. Di pasar tertentu, seperti Amerika
Latin, sering melakukan grading karena tujuan uniformity sangat tinggi (> 85%). Di pasar lain,
seperti di Amerika Utara, dan Eropa, tidak memiliki tenaga kerja untuk melakukan beberapa
grading karena tingginya biaya tenaga kerja. Di pasar ini, tanpa grading atau grading terbatas
sering dipraktekkan pada Parent Stock. Jika hanya 1 grading yang dapat dilakukan, usia terbaik
adalah antara usia 23 dan 28 hari. Pisahkan 20 - 25% anak ayam ringan dan menempatkan
mereka dalam kandang terpisah, di mana mereka dapat diberi makan sesuai dengan kebutuhan
mereka. Di pasar di mana beberapa grading dapat dilakukan, sangat penting untuk memiliki kriteria
manajemen dasar yang tepat, yatu: feeder space cukup, distribusi pakan yang cepat (dalam gelap),
penyebaran ayam yang baik di seluruh kandang, dan ketersediaan air minum yang cukup dengan
tekanan air yang benar. Jantan mengikuti konsep grading sama seperti betina.

7.3 PENYELESAIAN MASALAH PENGENDALIAN BERAT BADAN


Ada kemungkinan ketika flok tidak pada target berat badan. Setiap tindakan perbaikan yang
diambil pada flok ini harus dilakukan dengan jangka panjang daripada tujuan jangka pendek.
Penyesuaian terhadap tingkat pertumbuhan flok harus memastikan bahwa betina masih akan
mencapai kenaikan berat dan kondisi badan yang diperlukan untuk memungkinkan mereka
mencapai kedewasaan seksual.

Contoh berikut menggambarkan cara di mana tindakan perbaikan harus diambil dalam empat
situasi yang berbeda:

26 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Berat badan diluar target pada minggu ke-lima

Masalah Ayam underweight 100 g (0,25 lb) atau kurang.


Tindakan Atur ulang berat badan target secara bertahap untuk
mencapai target standar pada usia 63 hari (9 minggu).
Masalah Ayam underweight lebih dari 100 g (0,25 lb).
Tindakan Atur ulang berat badan target secara bertahap untuk
mencapai target standar pada usia 84 hari (12 minggu).
Masalah Ayam overweight 100 g (0,25 lb) atau kurang.
Tindakan Atur ulang berat badan target secara bertahap untuk
mencapai target standar pada usia 49 hari (7 minggu).
Masalah Ayam overweight lebih dari 100 g (0,25 lb) atau kurang.
Tindakan Atur ulang berat badan target secara bertahap untuk
mencapai target standar pada usia 70 hari (10 minggu).

COBB 27
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Target berat badan kurang pada flok dalam 10 minggu

Masalah Ayam underweight 100 g (0,25 lb)


Tindakan Atur ulang berat badan target secara bertahap
untuk mencapai target standar pada usia 133 hari
(19 minggu).
Masalah Ayam overweight 100 g (0,25 lb)
Tindakan Atur ulang berat badan target sejajar dengan berat
target standar selama 21 minggu. Berat badan
harus kembali ke standar pada usia 25 minggu.

28 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Target berat badan kurang pada flok dalam 15 minggu

Masalah Ayam underweight 100 g (0,25 lb).


Tindakan Atur ulang berat badan target secara bertahap
untuk mencapai target standar pada usia 133-
140 hari (19-20 minggu).
Masalah Ayam overweight 100 g (0,25 lb) atau kurang.
Tindakan Atur ulang berat badan target sejajar dengan
berat target standar selama 22 minggu. Berat
badan harus kembali ke standar pada usia 26
minggu.

COBB 29
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Target berat badan kurang pada flok dalam 20 minggu

Masalah Ayam underweight 100 g (0,25 lb).


Tindakan Tunda stimulasi pencahayaan selama 1 minggu.
Atur ulang berat badan target sejajar dengan berat
target standar hingga 5% produksi harian,
selanjutnya berat badan akan naik dalam
merespons peningkatan pakan untuk produksi.
Masalah Anak ayam overweight 100 g (0,25 lb).
Tindakan Atur ulang berat badan target sejajar dengan berat
target standar seterusnya.

30 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

8. TRANSFER FLOK DARI FARM REARING KE PRODUKSI


Usia untuk memindahkan flok ke farm produksi ditentukan terutama oleh fasilitas yang tersedia,
berat badan dan program pencahayaan. Transfer dapat menjadi waktu yang sangat stres bagi
ayam dan setiap usaha harus diambil untuk memastikan bahwa transfer dilakukan dengan lancar.
Rencanakan pekerjaan secara detail dan cek ayam dengan hati-hati.

Sebelum memindahkan, manajer Rearing dan Laying harus bertemu untuk membahas flok.
Salinan catatan/recording Rearing harus dipindahkan bersama dengan flok ke farm laying.
Recording ini harus mencakup rincian tantangan penyakit, berat badan, skoring fleshing dan lemak
pelvis (vena), program pencahayaan, intensitas pencahayaan, jumlah pakan, waktu makan, obat-
obatan, program vaksinasi, jumlah ayam yang dipindah, konsumsi air dan informasi terkait lainnya
untuk membantu manajer farm produksi selama periode laying.

Kadang perlu memberikan pakan tambahan beberapa hari sebelum dan/atau setelah ayam
dipindahkan. Jumlah pakan tambahan dan waktu ketika pakan diberikan akan tergantung pada
musim dan jarak yang ditempuh. Pada hari perjalanan pastikan anak ayam kosong (tidak ada
pakan) dengan tujuan menghilangkan Kematian saat Kedatangan (Dead-On-Arrivals) dan
mengurangi box ayam yang kotor. Hal ini juga mengurangi stres. Penting untuk memastikan bahwa
anak ayam tidak kehilangan berat badan, kondisi atau uniformity sebagai akibat dari transfer.
Mereka harus menemukan pakan dan air dengan cepat ketika mereka mencapai kandang laying.

Poin-poin berikut ini harus dipertimbangkan ketika merencanakan prosedur transfer:


• Kandang laying harus siap untuk menerima flok, dengan feeder, drinker, dan nest box
beroperasi penuh, satu minggu sebelum tanggal transfer yang direncanakan.
• Pada awal hari pastikan jumlah keranjang ayam bersih mencukupi untuk memindahkan seluruh
flok.
• Seleksi akhir dan transfer jantan harus dilakukan 2 hingga 3 hari sebelum transfer betina.
• Betina harus diamati secara cermat dan yang nyata-nyata cacat disisihkan sebelum transfer
ke kandang laying.
• Pindahkan ayam di malam hari atau di pagi hari.
• Saat mengeluarkan ayam dari keranjang, tempatkan mereka langsung pada slats.
• Setelah transfer amati ayam dengan ketat, cek tembolok mereka, untuk memastikan bahwa
mereka semua dapat menemukan pakan dan air.

Berjalanlah di seluruh area dalam kandang sesering mungkin untuk mendorong ayam agar naik
ke area slat. tinggi slat yang direkomendasikan adalah 45 cm (sekitar 18 inci) dari permukaan litter
ke slat.

COBB 31
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

9. PERIODE PRODUKSI
9.1 PERSYARATAN KANDANG DAN PERALATAN
• Sistem ventilasi harus mampu mencapai suhu yang diinginkan di berbagai kondisi iklim. Di iklim
dingin, harus ada volume kipas ventilasi minimal setidaknya satu pertukaran udara setiap 8
menit, dan kipas buang harus menyala selama 1 menit setiap 5 menit, atau menyala selama 2
menit setiap 10 menit. Jika suhu di dalam kandang melebihi titik pengaturan suhu, maka sistem
ventilasi maksimal harus memberikan volume kipas sama dengan satu pertukaran udara setiap
5 menit hingga suhu turun di bawah titik pengaturan.
• Ketika anak ayam makan, mereka akan menghasilkan lebih banyak panas metabolik dan
karena itu akan memerlukan lebih banyak pendinginan. Peningkatan pendinginan selama waktu
makan akan mengakibatkan asupan pakan dan daya hidup meningkat.
• Feeder space minimal 15 cm (6 inci per ekor untuk chain feeder dan 12 betina per pan bundar
dan 14 betina per pan oval untuk memastikan pakan tersebut dapat didistribusikan dalam waktu
kurang dari 3 menit.
• Untuk Parent Stock lebih disarankan menggunakan Nipple Drinker dan harus dipasang dengan
kapasitas 8 hingga 10 ekor/nipple. Bell drinker harus dipasang pada kapasitas 60 hingga 70
ekor per drinker. Jalur drinker harus diposisikan cukup dekat dengan sistem nest box untuk
mendorong penggunaan nest box.
• Sistem nest box manual harus disediakan untuk 4 ekor per hole. Berikan 5 ekor per hole di
nest box mekanik individual.

Set up kandang dengan community nest box mekanik:


Di seluruh dunia ada kecenderungan untuk mekanisasi koleksi telur. Koleksi telur di kandang dapat
dilakukan otomatis dengan nest box individu atau komunal. Sistem nest box mekanik individu lebih
umum dengan pengaturan kandang seperti di Amerika Serikat dengan 2/3 area slat dan 1/3 area
litter (scratch) di tengah kandang. Dalam pengaturan ini ada 1 jalur nest box mekanik pada masing-
masing slat, sehingga total ada 2 jalur nest box per kandang. Keunggulan konsep ini adalah
persentase floor atau slat egg yang rendah. Namun, kepadatan betina (floor space) dibatasi
maksimal 5,5 betina/m².

Sistem nest box komunal adalah pilihan lain untuk koleksi telur mekanik. Dalam desain ini, hanya
ada 1 jalur nest box otomatis yang ditempatkan di bagian tengah kandang dengan slat memanjang
keluar dari kedua sisi nest box. Namun demikian, masalah yang sangat penting dalam pengaturan
kandang yang perlu dicek adalah untuk menghindari masalah floor egg. Floor egg adalah titik
lemah untuk sistem nest box ini, tetapi kepadatan betina yang lebih tinggi dapat dijaga untuk
mengurangi biaya hatching egg dan mengembalikan biaya investasi yang lebih tinggi.

Kondisi untuk pengaturan nest box komunal kandang yang tepat:


• Rasio 60% luas lantai, 40% luas slat.
• Dengan kandang lebar 12 m (40 kaki), lebar slat sekitar 2 m (6,5 kaki) dari depan nest
box di kedua sisi.
• Dengan kandang lebar 13 atau 14 m (44-46 kaki), lebar slat sekitar 2,5 m (8,1 kaki) dari
depan nest box di kedua sisi.

32 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

• Terapkan kemiringan slat sebesar 7 derajat dengan slats kayu dan 8 derajat dengan slat plastik
• Salah satu jalur feeder betina harus berada pada slat.
• Bila lebar slat 2 m (6,5 kaki), tempatkan jalur air di depan nest box dan kemudian pasang
1 jalur pakan betina lebih jauh pada slat. Jarak dari step-up slat ke feeder pertama harus
minimal 50 cm (20 in).
• Bila lebar slat 2,5 m (8,2 kaki), maka memungkinkan untuk memiliki dua jalur pakan
betina diatas slat (satu lingkaran penuh) jika lebar kandang 14-15 m (46-49 kaki).
• Jangan pernah menaruh jalur air di area litter. Jarak yang direkomendasikan dari nest box
adalah: nest box ke jalur air, 60-70 cm (2 kaki); jalur air ke jalur feeder, 60-70 cm (2 kaki).
• Lampu harus ditempatkan di luar daerah slat (di atas area litter) sehingga mereka tidak
memberikan bayangan slats di area litter.
• Area litter harus memiliki intensitas pencahayaan yang cukup (min. 50 hingga maks. 100
lux), dengan distribusi pencahayaan seragam.
• Atur penempatan lampu sehingga intensitas cahaya dibelakang nest box sekitar 2 hingga
4 lux.
• Tidak boleh ada lampu tambahan di dalam atau langsung di atas nest box.
• Ventilasi: Tidak boleh ada udara melalui nest box dan menyebabkan aliran udara (penting
ketika menggunakan ventilasi silang).
• Di iklim tropis atau panas, sistem pendingin kandang yang baik diperlukan untuk
menghindari suhu terlalu tinggi dalam nest box, agar ayam tidak menempatkan telur di
luar sistem nest box.

Apabila menggunakan nest box komunal mekanis, panduan berikut direkomendasikan: Ada 2 jenis
nest box dalam penggunaan umum; kedalaman 40-41 cm (16 in), atau kedalaman 45-46 cm (18
in), dengan panjang 240 cm (94,5 in). Setiap unit nest box memiliki 4 lubang masuk, 2 di setiap
sisi. Gunakan rekomendasi produsen untuk betina per lubang nest box, atau menggunakan jumlah
di bawah ini sebagai panduan umum. Pastikan untuk membeli sistem nest box yang memberikan
persentase floor/slat egg terendah. Selalu gunakan dimensi nest box yang lebih besar dan
tinggalkan jenis nest box kecil. Dalam penjelasan di bawah ini kami hanya membahas nest box
kedalaman horisontal 45 hingga 46 cm (18 in).
• Dengan nest box kedalaman horisontal 45-46 cm (18 in) hitung ± 200 betina per unit nest box
(4 lubang), atau 50 betina per lubang, atau 83 betina per m (3,3 kaki) panjang kandang (41
betina pada setiap sisi nest box per 1 m (3,3 kaki) panjang kandang). Sistem nest box lebih
dalam ini dapat digunakan dengan kandang yang lebih lebar. Perhitungan di atas adalah
konservatif dan berdasarkan jenis nest box yang dipilih, mungkin ada rekomendasi yang
berbeda. Dalam kondisi yang baik dan jenis nest box yang tepat, hingga 240 betina per unit
nest box telah diterapkan dengan hasil yang baik.
• Pengamatan Penting: Diskusikan dengan perwakilan Cobb anda mengenai kepadatan ayam
yang terbaik dalam situasi anda, dan system pakan dan nest box apa yang paling sesuai. Salah
satu masalah yang sering terjadi dengan konstruksi kandang baru adalah bahwa perusahaan
integrasi lebih banyak mendengarkan sales produsen equipment dan diterapkan ke dalam
sistem baru tanpa pernah konsultasi ke supplier broiler breedernya (Cobb). Jika Anda
menempatkan ayam Cobb di fasilitas baru mintalah pertimbangan kami mengenai pengaturan
kandang Anda. Pada akhirnya Cobb tahu apa yang terbaik untuk ayam kami dalam rearing dan
produksi.

COBB 33
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Pengaturan kandang dengan nest box komunal:

Setengah kandang dengan lebar 12 m (40 kaki)


Feeder
jantan
Rantai feeder betina

Konfigurasi dengan hanya 1 jalur feeder pada slat. Ada 3 putaran rantai feeder atau 6 jalur
yang memberikan potensi kepadatan 6,7 betina/m² (1,60 kaki² / anak ayam) dengan ruang
feeder 15 cm. Jarak antar titik nipple 20 cm (7,87 in).

Setengah kandang dengan lebar 14 m (46 kaki)


dengan 3 putaran feeder
Feeder
jantan
Rantai feeder betina

Penjelasan: ketinggian slat 40 hingga maksimal 45 cm (18 in).


Kemiringan 7-8 ° pada slat.
Sebaiknya menggunakan slat kayu ketika daerah slat yang lebih luas digunakan.
Konfigurasi ini akan memberikan ruang untuk 5,7 ♀♀/m² (1,89 kaki²/anak ayam) dengan ruang feeder
15 cm.
Dengan 14 cm ruang feeder kepadatan dapat meningkat menjadi 6,1 ♀♀/m² (1,76 kaki²/anak ayam).

Terdapat konfigurasi-konfigurasi lainnya, salah satunya dengan 4 putaran feeder dengan kandang
lebar 14 m (46 kaki) yang memungkinkan satu kandang untuk lebih banyak betina/jantan.
Tanyakan ke Cobb Technical Representatif Anda untuk informasi lebih lanjut jika anda tertarik.
Kepadatan yang lebih tinggi hanya direkomendasikan dalam iklim dingin (sedang) dan/atau
dengan kondisi lingkungan yang terkendali dengan baik.

34 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

9.2 MANAJEMEN PAKAN BETINA DARI STIMULASI PENCAHAYAAN HINGGA PUNCAK PRODUKSI
Dari momen stimulasi pencahayaan atau moment of light stimulation (MOL) ke puncak produksi
adalah salah satu periode paling penting dalam kehidupan flok breeder dari sisi nutrisi. Setelah
stimulasi pencahayaan betina akan membagi nutrisi yang tersedia untuk pemeliharaan,
pertumbuhan dan perkembangan sistem reproduksi. Program manajemen yang dirancang dengan
baik dapat mempengaruhi bagaimana pembagian nutrisi ini berlangsung.

Pakan saat stimulasi pencahayaan sampai awal produksi menyesuaikan dengan berat badan.
Ketika stimulasi pencahayaan diberikan pada kondisi badan yang tepat, periode ini biasanya
membutuhkan sedikit peningkatan pakan (2 hingga 3 g/ekor/minggu atau 0,44 hingga 0,66 lb/100
ekor/minggu).

Program pemberian pakan konservatif dari stimulasi pencahayaan sampai saat awal produksi juga
akan mengurangi:
• % double yolk.
• Masalah puncak produksi rendah sebesar 2 hingga 4%.
• Floor egg, terutama dengan sistem nest box komunal.
• Egg Peritonitis menuju puncak produksi (dan juga angka kematian spiking akibat prolapse,
SDS, serangan jantung, dan hati berlemak).
• Ayam culling usia 22 hingga 30 minggu.
• Masalah yang terkait dengan persistensi produksi.
• Kesulitan pengaturan pakan flock menjelang dan setelah puncak produksi.
• Jumlah flok yang kurang efisien.

Tren Kematian Mingguan


Perbandingan tren kematian mingguan dari program pemberian pakan agresif dan konservatif,
setelah stimulasi pencahayaan, menunjukkan bahwa angka kematian yang lebih besar terlihat
ketika program pemberian pakan agresif, seperti yang digunakan pada tabel di bawah ini.

Konservatif Agresif
Periode produksi Gram per Pound per Gram per Pound per
anak 100 anak anak 100 anak
ayam/hari ayam/hari ayam/hari ayam/hari
Stimulasi pencahayaan (pada
105 23,1 105 23,1
21 minggu)
Pada 5% produksi harian 115 25,4 125 27,6
Pada puncak produksi 160 35,3 165 36,4
Pada asupan kcal puncak
445 - 465 kcal 455-475 kcal
produksi

Amati dan pegang ayam, periksa tembolok mereka untuk memastikan bahwa mereka makan dan
minum. Periksa fleshing mereka untuk memantau kondisi mereka. Timbang betina setiap minggu,
mengambil sampel antara 60 dan 100 anak ayam per kandang atau 1% hingga 2% dari populasi.
Hitung berat badan rata-rata dan uniformity flok.

COBB 35
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Lanjutkan pemberian pakan untuk berat badan hingga 5% produksi, setelah itu, peningkatan pakan
harus sesuai dengan produksi telur harian. Ketika flok mencapai 5% produksi harian, program
pemberian pakan dikembangkan mengarah ke pencapaian produks. Dalam informasi berikut akan
dijelaskan bagaimana pakan dibagi-bagi antara produksi awal dan puncak.

Asupan pakan puncak harus dicapai pada 75% produksi telur per hari per ayam (hen day). Jumlah
pakan maksimal akan tergantung pada nilai energi dan bentuk pakan, tetapi untuk semua tujuan
praktis akan berada di antara 435 dan 470 kcal. Berikut adalah 3 contoh yang menunjukkan kapan
harus menggunakan jumlah maksimal tertentu kcal berdasarkan kondisi kandang dan kepadatan
pakan (tingkat kcal).
• Contoh 1) Gunakan 435 hingga 445 kcal dengan pakan pelet, atau crumble, dan dengan
kandang closed house.
• Contoh 2) Gunakan 445 hingga 455 kcal dengan pakan mash dengan kandang closed house.
• Contoh 3) Gunakan 460 hingga 470 kcal di kandang terbuka, berdasarkan waktu tahun.

Pastikan untuk memiliki bahan pakan berkualitas yang digunakan untuk flok yang menuju puncak
produksi untuk memastikan bahwa Anda memiliki tingkat energi dan protein yang diperlukan. Ayam
yang menuju puncak lebih rentan terhadap stres. Bahan-bahan berkualitas baik sangat penting
untuk memberikan dukungan kepada ayam, dan untuk memperoleh keturunan berkualitas.

Beberapa perusahaan memberikan pakan puncak pada 65% sementara yang lain melakukannya
pada > 80% produksi harian ini. Penting bagi setiap perusahaan untuk mengevaluasi kenaikan
berat badan ke puncak untuk melihat apakah pemberian pakan berlebihan terjadi. Pemberian
pakan maksimal pada produksi 65% bekerja dengan baik jika berat badan menuju dan setelah
puncak terkendali.

Ayam seharus mampu mempertahankan puncak produksi dengan 24 hingga 25 g protein per hari,
1.000 mg available lysine, dan 900 mg availavle methionine + cysteine. Variasi pada suhu kandang
memiliki dampak pada jumlah pakan yang ayam butuhkan. Suhu kandang idealnya harus berada
antara 21°C (70°F) dan 22°C (72°F). Pemberian pakan harus disesuaikan sesuai suhu di luar
kisaran ini.

36 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

The table below is an example on how feeding needs to be done from the start of production to
peak production, giving the maximum feed amount at 75% daily production.

Pakan dalam g dengan pakan mesh pada


suhu kandang 21-22°C (70-72°F) Peningkatan
Produksi Peningkatan
Kcal/
% 2900 2800 2700 2650 pakan
hari/♀
Kcal/kg Kcal/kg Kcal/kg Kcal/kg
5 111 115 119 122 3 322
15 114 118 122 125 3 330
25 117 121 125 128 3 339
35 123 127 132 134 6 356
45 130 135 140 143 8 378
55 140 145 150 153 10 406
65 150 155 161 164 10 434
75 157 163 169 172 hingga Maks. 455
Tabel ini merupakan rata-rata kondisi yang kami lihat di seluruh dunia dan didasarkan pada pakan
mesh dan dengan kisaran suhu pada theurmal neutral zone untuk ayam (suhu antara 21°C dan
22°C (70-72°F)). Amati:
1) Bahwa jumlah pakan pada 5% produksi harian bergantung pada tingkat kcal dalam pakan.
2) Rata-rata sebagian besar perusahaan di seluruh dunia bekerja dengan tingkat energi yang
mendekati hingga 2800 kcal dalam pakan produksi. Untuk alasan ini jumlah pakan rata-rata
pada awal produksi (5%) adalah sekitar 115 g (25,3 lb/100) di seluruh dunia.
3) Dengan 2800 kcal pada rata-rata 45% produksi harian jumlah pakan rata-rata harus pada
kisaran 135 g (29,7 lb/100) dan jangan pernah pada kisaran 145 g (31,9 lb/100) yang akan
menghasilkan pakan berlebihan betina dan menjadi sangat kelebihan berat badan pada puncak
produksi dalam kebanyakan kasus.
4) Untuk menghindari pemberian pakan berlebihan pada betina sampai puncak produksi maka
penambahan pakan dilakukan setiap 3 hari dan jangan harian yang akan mengakibatkan ayam
kelebihan berat badan pada puncak produksi dan setelahnya.
5) Pada suhu kandang yang lebih tinggi (negara-negara tropis) jumlah pakan maksimal lebih
rendah dan dalam kisaran 435-445 kcal.
6) Di daerah pegunungan di mana suhu lebih rendah, permintaan kcal untuk produksi yang baik
dapat lebih tinggi dari 470 kcal, terutama di kandang tirai samping terbuka.
7) Seperti dapat dilihat, ada banyak kondisi berbeda dan tidak mungkin untuk mengungkapkan
kebutuhan energi hanya dalam tabel sederhana. Untuk alasan tersebut diskusikan jumlah
pakan maksimal dengan Cobb Technical Representatif Anda.

Cara lain untuk pemberian pakan dari 5% ke puncak produksi adalah dengan menggunakan
templat MS Excel dan dengan menggunakan peningkatan pakan pada tabel di atas, berdasarkan
pada produksi harian. Jika berminat, mintalah tabel ini dari Cobb Technical Representatif. Pada
halaman berikutnya adalah contoh dengan 115 g (25,3 lb/100) pada 5% produksi harian dan
menunjukkan bagaimana peningkatan pakan berubah berdasarkan tingkat produksi.

COBB 37
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Feed per hen based upon % production

Prod % g pakan Prod % g pakan Prod % g pakan Prod % g pakan Prod % g pakan
5 115 21 118 37 127 53 135 69 155
6 115 22 118 38 127 54 135 70 155
7 115 23 118 39 127 55 145 71 155
8 115 24 118 40 127 56 145 72 155
9 115 25 121 41 127 57 145 73 155
10 115 26 121 42 127 58 145 74 155
11 115 27 121 43 127 59 145 75 163
12 115 28 121 44 127 60 145 76 163
13 115 29 121 45 135 61 145 77 163
14 115 30 121 46 135 62 145 78 163
15 118 31 121 47 135 63 145 79 163
16 118 32 121 48 135 64 145 80 163
17 118 33 121 49 135 65 155 81 163
18 118 34 121 50 135 66 155 82 163
19 118 35 127 51 135 67 155 83 163
20 118 36 127 52 135 68 155 84 163

Cara menggunakan tabel ini:


1) Isilah jumlah pakan yang flok konsumsi pada 5% produksi harian. Tabel kemudian akan
menyesuaikan secara otomatis seluruh program pemberian pakan berdasarkan pada produksi
harian hingga pakan puncak pada 75% produksi harian.
2) Tabel menunjukkan 163 g pakan maksimal tetapi jika jumlah pakan yang diberikan di puncak
lebih tinggi atau lebih rendah untuk operasi Anda, cukup pasang jumlah pakan maksimal Anda
dalam kolom di belakang 75%. Kemudian tabel baik untuk berlanjut.
3) Peningkatan pakan dilakukan setiap 3 hari.
4) 3 hari setelah peningkatan pakan lihat pada % produksi harian dan apakah tabel menunjuk
pada jumlah pakan yang tepat.
5) Jumlah pakan tertentu yang ditunjukkan oleh tabel tersebut harus digunakan untuk 3 hari
berikutnya.
6) Pada 75% produksi harian jumlah pakan maksimal diberikan.
7) Penundaan jumlah pakan maksimal tidak akan selalu menghambat puncak produksi, tetapi
dapat mempengaruhi kualitas anak ayam pada 4 hingga 6 penetasan pertama karena under
feeding betina, dengan kurangnya nutrisi yang disimpan pada telur tetas pertama. Untuk alasan
ini tingkat protein tidak boleh terlalu rendah dalam pakan produksi tahap -1.

38 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

• Harap hubungi Cobb Technical Service Representatif untuk mendapatkan informasi lebih lanjut
tentang pemberian pakan puncak, pengurangan pakan dan masalah yang terkait.
• Untuk memastikan performance yang konsisten, jangan mengubah formulasi pakan. Periksa
kualitas setiap pengiriman pakan dan segera laporkan segera jika ada masalah. Simpan sampel
pakan (1 hingga 2 kg) (2-4 lb), dari pakan yang sama yang dimakan ayam di farm untuk
memungkinkan pengujian jika ada masalah produksi. Sampel harus disimpan di tempat yang
dingin dan gelap.
• Metode yang akurat dalam penimbangan pakan sangat penting. Sistem penimbangan harus
diperiksa mingguan dan harus dikalibrasi secara teratur.
• Hitung jumlah pakan berdasarkan jumlah aktual ayam, bukan jumlah ayam yang dikandangkan.
• Waktu yang dibutuhkan oleh flok untuk mengkonsumsi seluruh pemberian pakan biasanya
selama 2,5 hingga 3 jam pada puncak produksi dengan pakan mash dan 1,5 hingga 2 jam
dengan pakan pelet atau crumble. Jika waktu yang dibutuhkan untuk memakan pakan berubah
tiba-tiba, kemungkinan merupakan indikasi masalah yang memerlukan penyelidikan segera.
• Pakan pelet dalam produksi tidak direkomendasikan bagi breeder Cobb. Cleanup time pakan
akan menjadi sangat cepat sehingga distribusi pakan yang tepat menjadi tantangan dan dapat
mempengaruhi performance ayam. Betina menjadi lebih nervous dan scratching (mencakar-
cakar), kemungkinan luka terbuka pada paha dapat menjadi masalah juga. Jika pakan
berbentuk pelet, buat small crumble untuk periode produksi.
• Sangat direkomendasikan agar Anda menggunakan spesifikasi nutrisi Cobb yang telah
dirancang khusus untuk ayam betina dan jantan Cobb.
• Pakan breeder tahap kedua mengandung asam lemak esensial yang lebih rendah dan kadar
kalsium yang lebih tinggi yang bermanfaat pada usia sekitar 40 minggu.
• Pakan scratch/(tebar) atau bentuk pelet kecil dapat bermanfaat untuk mempertahankan
fertilitas. Pakan ini harus diberikan di akhir sore maksimal 0,5kg (1 lb) per 100 ekor dan jumlah
ini dapat dikurangkan dari jumlah pakan yang diberikan di pagi hari.
• Hindari pakan terbuang. Periksa kemungkinan terjadinya keausan through (talang pakan) dan
pakan tumpah pada bak feeder (hopper). Tingkat pakan dalam bak harus diatur ke kedalaman
sepertiga. Periksa setiap hari lidah hopper (slide) untuk memastikan ketinggiannya tepat. Salah
satu pilihan adalah dengan menggunakan chain feeder dengan kedalaman corner yang
memungkinkan tingkat pakan lebih tinggi di through. Bukaan inlet dan outlet hopper untuk pakan
perlu disesuaikan juga.
• Pemberian pakan dapat dilakukan secara otomatis tanpa ada orang yang mengawasi, tetapi
peralatan harus dalam kondisi baik dengan relatif sedikit masalah. Jika peralatan pakan telah
tua dan sering terjadi masalah dengan distribusi pakan, sebaiknya putar pakan hanya dilakukan
jika ada petugas/staf yang mengawasi. Perbaikan terbaik adalah mengganti peralatan lama.
Jangan memberi pakan split (manual) selain pakan scratch (tebar). Terus putar feeding system
hingga jatah pakan harian telah didistribusikan merata dengan chain feeder. Dengan pan feeder
Anda dapat menggunakan konsep yang sama berdasarkan pada seberapa cepat ayam
mengkonsumsi pakan, yang dapat sangat cepat dengan penggunaan crumble atau pelet.
Sistem pan feeder pada umumnya bekerja lebih baik dengan pakan pelet dan/atau crumble.
• Wadah curah (silo) harus dikosongkan saat pergantian jenis pakan dan setidaknya sebulan
sekali selama produksi untuk menjaga kualitas pakan yang baik.

COBB 39
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

9.3 PENINGKATAN BERAT BADAN YANG DIPERLUKAN DARI AWAL HINGGA PUNCAK PRODUKSI
Parameter ini penting untuk mengevaluasi guna memastikan bahwa program pemberian pakan
sudah benar dari awal hingga puncak produksi. Pemberian pakan berlebihan atau pemberian
pakan kurang akan mempengaruhi puncak produksi atau persistensi produksi dan untuk alasan
tersebut periode ini harus dikelola secara lebih detail.

Puncak produksi ditentukan oleh uniformity, berat badan dan program pemberian pakan pada
periode Rearing. Sebuah tolok ukur yang baik adalah dengan mengukur berat badan betina dari
awal laying hingga usia pada puncak produksi telur. Awal laying dapat didefinisikan sebagai berat
mingguan yang diambil antara produksi rata-rata 0,5% dan 3,0%. Maka harus ada peningkatan
16% hingga 18% berat badan betina dari awal produksi sampai puncak. Untuk flok FF cenderung
peningkatannya 16% dan untuk flok SF lebih ke arah peningkatan 18%. Jika peningkatan berat
badan kurang dari 16% maka kemungkinan pakan puncak dibutuhkan untuk dipertahankan sedikit
lebih lama. Kenaikan berat badan lebih dari 18% hingga 20% menunjukkan bahwa ayam
mendapatkan lebih banyak nutrisi dari yang mereka butuhkan untuk mempertahankan produksi,
dan pengurangan pakan dapat segera dilakukan.

Aturan peningkatan berat badan 16% hingga 18% ini digunakan ketika berat badan betina antara
2800 dan 3100 g (6,2 dan 6,8 lb) dengan produksi mingguan rata-rata 0,5% hingga 3%. Jika
produksi pada minggu pertama melebihi 3%, berat badan rata-rata dapat dihitung pada minggu
sebelumnya. Jika flok memulai produksi dengan berat badan lebih rendah dari 2800 g (6.2 lb),
ayam membutuhkan lebih dari 18% peningkatan berat badan ke puncak agar memiliki cadangan
lemak yang cukup untuk mempertahankan persistensi produksi. Jika flok memulai produksi dengan
berat badan lebih tinggi dari 3100 g (6,8 lb) maka flok dapat perform dengan baik dengan
peningkatan berat badan lebih rendah dari 18%, karena betina telah mengumpulkan jumlah
cadangan lemak yang cukup.

40 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Analysis of 3 flock situations:

Flok 1 Flok 2 Flok 3


Peningatan
Peningkatan Berat Peningkatan Berat
Usia Berat Badan Pakan (g) Prod %
Badan tidak cukup Badan terlalu tinggi
18%
24 2900 115 2 2900 2900
25 3000 (+100) 118 20 2950 (+50) 3100 (+200)
26 3100 (+100) 128 44 3010 (+60) 3300 (+200)
27 3200 (+100) 140 65
Kelebihan pakan
28 3300 (+100) 152 79 Pakan harus
telah diberikan 2-3
ditingkatkan lebih
29 3380 (+17%) 160 86 minggu
cepat untuk
sebelumnya.
30 3440 160 86 memberikan
Sesuaikan pada
dukungan lebih
31 3480 159 86 flok yang lebih
banyak kcal
muda
Perilaku flok normal

Seperti dapat dilihat dari tabel di atas data paling penting yang dibutuhkan untuk mengikuti
performance flok adalah usia, berat badan, jumlah pakan dan % produksi dengan dikombinasikan
dengan waktu kenaikan/simulasi cahaya pertama. Perlu diingat bahwa standar yang diterbitkan
hanya sebagai panduan. Seorang teknisi poultry dapat menghitung dari saat awal produksi
berapakah berat badan yang seharusnya saat berada di puncak produksi dan kemudian
menambahkan 300 g hingga 400 g (0,66-0,88 lb) untuk mendapatkan target berat badan akhir
betina pada usia 65 minggu. Dalam hal ini teknisi poultry dapat menentukan berat badan standar
masing-masing flok untuk periode produksi jika diperlukan. Program penimbangan optimal betina
dan jantan dilakukan untuk mendapatkan berat mingguan hingga usia 35 minggu, dan kemudian
setiap 2 minggu antara usia 35 dan 50 minggu, dan kemudian setiap 4 minggu hingga akhir flok
tersebut.

9.4 PASCA PEMBERIAN PAKAN PUNCAK/PENGURANGAN PAKAN


Betina membawa beberapa gen untuk performance broiler yang sangat baik yang terlihat pada
keturunannya. Betina dapat dengan mudah menjadi kelebihan berat badan dan over-fleshing,
yang menyebabkan masalah dengan persistensi produksi telur dan fertilitas pada tahap akhir
hidupnya, dan berpotensi mengakibatkan peningkatan floor egg karena kesulitan dalam
mengakses nest box. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam memberi makan flok setelah
puncak produksi tercapai. Umumnya, puncak produksi didefinisikan sebagai titik persentase
produksi rata-rata selama lima hari sebelum produksi mulai menurun. Pada waktu tersebut,
pengurangan jumlah pakan harian adalah penting untuk menjaga performance betina yang baik.

COBB 41
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Ada 2 situasi yang dijumpai di lapangan:


• Pemberian pakan berlebihan di puncak, turunkan 5 g (1,1 lb/100 anak ayam) dalam periode
2 minggu dan kemudian lanjutkan penurunan lebih lambat pada 1 g (0,22 lb/100)/minggu hingga
usia 40 minggu, kemudian lebih lambat lagi (1 g ( 0,22 lb/100) setiap 2 hingga 3 minggu).
– Total penurunan pakan = 10%-15%.
• Pemberian pakan dengan energi yang sudah benar di puncak, turunkan 1 g (0,22 lb/100) per
minggu setelah mempertahankan pakan selama 2 hingga 3 minggu di tingkat maksimal.
Turunkan pakan 1 g (0,22 lb/100)/minggu hingga 40 minggu dan kemudian turunkan pakan
lebih lambat (1 g (0,22 lb/100) setiap 2 hingga 3 minggu).
– Total penurunan pakan = 7% hingga 10% (tetapi bisa juga lebih rendah).

Pengamatan: Performance flok hari-hari ini sangat baik (87 hingga 91% puncak produksi) dan
direkomendasikan untuk mempertahankan pakan puncak selama 1 atau 2 minggu lebih lama,
atau untuk setiap 2% produksi di atas 87%, tambahkan 1 g (0,22 lb/100) pakan untuk membantu
mempertahankan performance produksi yang tinggi. Biasanya flok ini tidak cenderung menjadi
kelebihan berat badan karena betina mengubah pakan menjadi output Egg mass yang tinggi.

PERINGATAN!
Beberapa item harus dipertimbangkan ketika menentukan jadwal penurunan pakan:

Secara periodik handling/peganglah ayam betina, bersama dengan penimbangan, diperlukan


untuk mengetahui perubahan halus dalam komposisi badan, kondisi dan body reserves
(cadangan) betina.

• Egg Mass. Egg mass ditentukan dengan mengalikan produksi harian (dalam persen) dengan
berat rata-rata telur. (Lihat Bagian 12, Penimbangan Telur). Meskipun flok dapat melewati
puncak produksi, ukuran telur mungkin dapat meningkat, dan ayam betina akan memerlukan
nutrisi yang tepat untuk mempertahankan produksi.
• Cleanup time. Cleanup time pakan dari 1,5 (crumble) hingga 3 jam (mash) dianggap normal.
Suatu flok yang mengkonsumsi jatah pakan harian kurang dari waktu tersebut mungkin tidak
menerima nutrisi yang dibutuhkan, dan kemungkinan lapar. Penurunan pakan dapat
mempengaruhi buruknya produksi dalam flok yang seperti itu. Sebaliknya, jika ayam menerima
terlalu banyak pakan, waktu konsumsi pakan dapat melewati 3,5-4,0 jam. Ayam dapat menjadi
kelebihan berat badan dan tidak seragam. Penurunan pakan lebih cepat akan diperlukan dalam
kasus ini. Cleanup time lama dapat menyebabkan makan selektif, ayam hanya mengambil
partikel kasar dan menyisakan pakan yang lembut dalam pan atau trough, akibatnya betina
tidak hanya akan kehilangan uniformity tetapi juga performance (jumlah telur & fertilitas betina).

CATATAN: Banyak hal yang dapat mempengaruhi cleanup time pakan, termasuk:
1. Bentuk fisik pakan (pelet/crumble/mash)
2. Bahan baku pakan
3. Fluktuasi suhu tinggi dan panas/dingin
4. Sistem air minum (nipple atau bak terbuka)
5. Sistem pemberian pakan dan kecepatan distribusi pakan
6. Pertimbangan kemungkinan adanya penyakit

42 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

9.5 PERTUMBUHAN BULU BETINA SELAMA PRODUKSI


Betina yang memiliki kualitas bulu dan penutup yang baik dalam produksi sangat penting untuk
menjaga tingkat persistensi produksi dan fertilitas yang tinggi. Di bawah ini Anda akan menemukan
beberapa alasan utama mengapa betina akan kehilangan bulu lebih cepat:
1. Betina yang keluar dari periode rearing dengan pertumbuhan bulu yang tidak memadai karena
masalah manajemen atau spesifikasi protein (asam amino) yang terlalu rendah pada pakan
grower pullet.
2. Feeder space yang tidak cukup pada usia 20 s/d 27 minggu ketika cleanup time pakan sangat
cepat.
3. Distribusi ayam buruk atau tidak merata di seluruh kandang pada saat pemberian pakan.
Kepadatan berlebih (desak-desakan) betina di bagian kandang yang biasanya dekat dengan
hopper, yang juga dapat menyebabkan kerusakan paha.
4. Kondisi yang tidak cukup (cadangan lemak) pada momen stimulasi pencahayaan. Betina dapat
mengalami lebih banyak kehilangan bulu se-awal saat puncak produksi.
5. Grill pembatasan pakan yang terlalu ketat (<45 mm) yang mempengaruhi betina lebih berat
setelah usia 40 minggu. Betina tersebut tidak dapat makan dengan benar lagi, penurunan
produksi dan sering berganti bulu. Telinga akan membengkak dan seharusnya tidak bingung
dengan sindrom kepala bengkak atau pneumovirus.
6. Selama perkawinan dengan jantan tanpa menimbulkan kematian lebih tinggi pada betina.
7. Setiap feed passage, flushing atau diare yang menurunkan penyerapan nutrisi.
8. Enteritis kronis dalam duodenum tidak dapat dilihat dengan mata.

COBB 43
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

10. MANAJEMEN JANTAN


Kunci untuk mendapatkan daya tetas yang baik dari breeder broiler saat ini adalah untuk
mengembangkan program manajemen dan pemberian pakan agar perkembangan sistem
reproduksi jantan sesuai, sambil mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan otot dada.
Profil pertumbuhan jantan adalah faktor paling penting yang berkorelasi dengan fertilitas flok.
Jantan harus ditimbang setidaknya setiap minggu dari usia satu hingga 30 minggu dan setidaknya
setiap dua minggu setelah itu.

10.1 REARING
Awal yang baik dalam Rearing jantan sangat penting untuk uniformity berat badan dan
perkembangan tulang dan organ yang baik, yang berkorelasi dengan fertilitas jantan kemudian
hari. Penting untuk jantan mencapai target berat badan sesuai standar. Untuk hasil terbaik, jantan
harus dipelihara secara terpisah dari betina hingga mixing pada sekitar usia 20 minggu. Dalam
kandang brown out atau dark out, intensitas dan durasi pencahayaan yang cukup (minimal 25 lux)
harus tersedia untuk memastikan bahwa jumlah pakan yang dikonsumsi sesuai selama periode
4-minggu pertama.
Perkembangan berat badan dalam 8 hingga 12 minggu pertama, menentukan sebagian besar dari
ukuran tulang di kemudian hari. Jantan yang lebih berat akan mengembangkan ukuran tulang
terbesar, sehingga berat jantan perlu dijaga mendekati berat badan standar dari usia 4-16 minggu.
Salah satu cara untuk melakukan ini adalah memisahkan jantan terberat pada usia 3 hingga 4
minggu, dengan grading visual, dan kemudian mengendalikan berat badan jantan di periode
rearing dan mengembalikan BW (Berat Badan) jantan ke standar pada usia 8 minggu.
Uji Standar 8 minggu - pegang semua jantan dan keluarkan jantan yang secara visual jelas
berkelainan (fenotip); yaitu, jari kaki bengkok dan melengkung, kelainan tulang belakang, kelainan
mata dan paruh.

Situasi di lapangan yang memberikan hasil positif

Jantan padat dengan Jantan besar dengan Jantan besar dengan


pengendalian berat pengendalian berat badan pengendalian berat badan
badan ketat baik dalam produksi kurang baik dalam produksi

Ukuran grill lebar 46 Ukuran grill lebar 46 mm Menggunakan pakan jantan


mm lebar x tinggi 60 lebar x tinggi 60 mm (1,81 x 12-13% protein agar memiliki
mm (1,81 x 2,36 in) 2,36 in) otot dada berbentuk “V”

Hasil: Hasil: Hasil:


Fertilitas persisteni Fertilitas Fertilitas cukup
sangat baik persisteni sangat baik dengan persistensi

44 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Sekarang ini, Uniformity semakin penting juga konformasi dari jantan, tidak hanya untuk
mendapatkan distribusi jumlah betina per jantan yang seragam dalam produksi, tetapi juga untuk
mengendalikan ukuran jantan. Dengan penggunaan slats dalam produksi, jantan padat,
mendekatai berat standar Cobb, akan menghasilkan masalah kaki yang lebih sedikit dan
menghasilkan fertilitas keseluruhan yang baik. Pada kandang liter, jantan yang cenderung lebih
besar dapat digunakan selama otot dada tidak terlalu besar, dimana dapat menciptakan masalah
stabilitas dan fertilitas.
Setelah usia 16 minggu, terus rangsang jantan dengan pakan untuk menjaga berat badan dan
perkembangan testis. Stres yang berat atau penurunan berat badan, atau bahkan stagnasi
pertumbuhan dari usia 16-22 minggu, akan mengakibatkan testis jantan kurang berkembang dan
kurang seragam dan penetasan awal rendah. Hal ini juga dapat mengakibatkan fertilitas rendah
selama periode produksi.
Ketika memindahkan dari kandang Rearing ke produksi pertimbangkan hal-hal berikut:
• Pada kandang close, memindahkan jantan ke kandang produksi 2 hingga 3 hari lebih awal
daripada betina merupakan praktik yang baik. Ini akan membantu melatih jantan untuk terbiasa
dengan sistem feeder mereka, sehingga pencurian pakan berkurang dan pengendalian berat
badan lebih baik.
• Pada kandang close, pilih jantan Anda sehingga tersisa rasio jantan/betina 7% hingga 9%
setelah transfer, dan 9% hingga 10% untuk kandang open; dan bergantung pada sinkronisasi
seksual, jenis jantan yang digunakan dan kondisi kandang. Pilih jantan yang sehat saja tanpa
cacat tulang yang jelas.
• Jaga populasi ayam berbobot sedang dengan mengeluarkan jantan yang memiliki berat badan
kurang dan yang sangat berat. (Yang berat dapat menjadi ideal untuk spiking jika diperlukan).
• Rasio mating yang direkomendasikan adalah 7,5% hingga 9% (pada kandang slat, dimana
jantan cenderung lebih teritorial dan dapat menunjukan beberapa agresivitas) hingga 10%
(pada kandang open) sebelum 23 minggu. Penyisihan jantan yang buruk, sangat besar; atau
yang bermasalah dengan paruh, tulang atau kaki, harus dilakukan secara berkala. Jatah pakan
jantan yang buruk akan dimakan oleh jantan lain sehingga menjadi kelebihan berat badan.
• Usahakan memasangkan jantan yang lebih berat dengan betina yang lebih berat; dan jantan
ringan dengan betina ringan. Pastikan sinkronisasi yang tepat dalam hal kematangan seksual
antara jantan dan betina; dan perbedaan berat badan yang sesuai. Ini membantu penerimaan
betina dan efisiensi perkawinan.

Apa perbedaan dalam nilai rata-rata (mean) BW (Berat badan)?


Minggu BW Betina BW Jantan % Perbedaan % Fertilitas % Penetasan
20 2250 2725 21%
25 3105 3485 12% 90% 80%
30 3570 3970 11% 96% 88%
40 3770 4240 12% 97% 90%
50 3915 4460 14% 96% 89%
60 4015 4685 17% 92% 80%

Selama 10 tahun terakhir, standar berat badan jantan telah menurun jauh, dan meningkatkan
fertilitas dan daya tetas. Tabel di atas adalah contoh, pada usia yang berbeda, atas perbedaan
berat badan yang ideal antara jantan dan betina. Tabel tersebut juga menyertakan perkiraan tingkat
fertilitas dan daya tetas ketika nilai-nilai ini dicapai.

COBB 45
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Dengan jantan utama 11% -12% lebih berat dari betina akan memberikan banyak kelebihan
seperti:
• Angka kematian dan culling karena masalah kaki, jari atau kaki bengkak (bumblefeet)
berkurang.
• Mating lebih singkat dan mudah, serta menjaga bulu punggung betina.
• Betina lebih mudah menerima mating, sehingga tingkat fertilitas lebih tinggi.
• Lebih mudah untuk spike, dan perbedaan berat badan antara jantan utama dan jantan spiking
lebih kecil.

Skor Fleshing pada Jantan Cobb

Fleshing minimum yang diperlukan pada jantan


(>95% dengan sayap yang kuat)
4 minggu fleshing 3-4
12 minggu fleshing 2
16 minggu fleshing 2-3
20 minggu fleshing 2,5-3
25-60 minggu fleshing 2,5-3

Idealnya adalah menjaga fleshing jantan antara 2,5 dan 3 selama masa produksi; dan beberapa
ekor dengan fleshing 4 pada masa akhir. Jantan dengan fleshing 2 harus memiliki kekuatan sayap
yang baik. Jika mereka tidak menunjukkan kekuatan sayap yang baik, berarti jantan berkondisi
buruk dan harus diberikan pakan lebih agar mendapatkan fleshing #3. Melakukan fleshing pada
jantan setiap minggu bersamaan dengan penimbangan mingguan adalah praktik yang baik, dan
evaluasi apakah kondisi jantan sedang bertahan, memburuk atau meningkat.

Gambar kiri adalah contoh yang baik seperti apa skor fleshing 2,5 hingga 3 terlihat selama periode
produksi (tulang keel masih dapat terlihat dan jantan tidak kelebihan otot (overfleshed)). Bagian
bawah dada kemerahan menunjukkan jantan dengan libido yang baik dan pola mating yang sangat
aktif.
Gambar kanan menunjukan gambaran yang baik seperti apa warna jengger, pial harusnya terlihat;
dan seperti apa seputar mata seharusnya terlihat bila jantan aktif secara seksual. Ini adalah salah
satu tanda pertama yang kita harapkan untuk dilihat saat memasuki kandang ayam.
46 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

10.2 TREN PEMBERIAN PAKAN DAN BOBOT JANTAN SELAMA PRODUKSI


Salah satu tantangan bagi manajer farm dan sistem pemberian pakan yang dipilih adalah
bagaimana mendistribusikan sejumlah kecil pakan per ekor jantan seseragam mungkin; sementara
menjaga agar semua jantan memiliki pertumbuhan dan tingkat aktivitas yang seragam.
Gunakan 20 cm (7,8 in) ruang feeder dengan sistem chain/jalur, 8 jantan per pan feeder bundar
dan 10 jantan untuk pan feeder oval. Ketinggian sistem feeder penting agar semua jantan dapat
makan dengan nyaman. Secara umum, atur ketinggian mendekati tinggi bagian atas tembolok
jantan. Tongkat yang dipasangkan pada feeder jantan dapat membantu untuk mengatur ketinggian
yang telah ditentukan, saat feeder diturunkan setiap harinya, sehingga semua jantan dapat
mengakses pan feeder tanpa terganggu oleh betina. Ada banyak alat-alat lain, semacam saklar
yang akan teraktifkan bila feeder diturunkan, untuk mencapai ketinggian yang telah ditentukan.
Sangat disarankan untuk menerapkan pemberian pakan terpisah antara jantan-betina (Separate
Sex Feeding (SSF)) pada masa produksi. SSF yang tepat adalah dimana jantan tidak dapat
mencapai tempat pakan betina dan sebaliknya. Pada umumnya pengaturan ini mencakup
penggunaan alat pembatas yang ditempatkan pada feeder betina (grill, batang pipa, plat atau
papan kayu); dan jalur pan, bak atau feeder tabung untuk jantan. Grill pembatas harus memberikan
batasan vertikal (60 mm) (2,36 in) dan horisontal (46 mm) (1,81 in) (lihat gambar Feeder Betina
dibawah). Pada sistem dengan plat pembatas atau batang pipa maka batasan vertikal harus 50-
55 mm (1,96-2,16 in).

Beberapa Metode pembatasan pada jalur feeder betina.


Metode Grill di sebelah kiri dan batang pipa di sebelah kanan.

Sama pentingnya untuk mencegah betina mencuri pakan dari feeder jantan. Jaga feeder jantan
pada ketinggian dimana jantan harus sedikit meregangkan leher untuk makan sehingga betina
tidak dapat mencapainya. Feeder jantan harus selalu stabil dan tidak berayun. Ketinggian harus
disesuaikan sesering mungkin dengan mengamati perilaku makan setidaknya seminggu sekali
hingga usia 30 minggu.
Sangat direkomendasikan untuk tidak memotong jengger ayam jantan. Jengger yang penuh atau
dipotong sedikit, membantu membatasi jantan pada masa awal produksi. Namun, pembatasan
belum sepenuhnya dimulai hingga jengger sudah sepenuhnya berkembang (usia 26-27 minggu).
Ini sangat penting untuk diperhitungkan.

COBB 47
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Pelatihan adalah kunci untuk keberhasilan pemberian pakan terpisah antara jantan betina. Jantan
harus cepat mengenal dan menggunakan feeder mereka. Pilihan terbaik adalah menggunakan
jenis feeder jantan yang sama dalam Rearing dan produksi. Pilihan lainnya termasuk:
• Menggunakan feeder pemikat di kandang Rearing. Contohnya, jika semula jantan diberi
makan dengan rantai dan mereka akan diberikan dengan pan produksi kemudiannya,
tempatkanlah beberapa pan pemikat di kandang Rearing dan isikan pakan secara manual.
Dengan demikian Jantan akan kemudian belajar mengenal pan sebagai feeder.
• Transfer jantan beberapa hari sebelumnya (2-5 hari) sehingga mereka terlatih secara
khusus untuk makan dari feeder baru mereka sebelum betina tiba ke kandang produksi.
• Memulai feeder jantan terlebih dahulu.
Untuk jantan, yang terbaik adalah memberikan peningkatan pakan sedikit (3 hingga 4 g/minggu
atau 0,66-0,88 lb/100/minggu) sejak dari transfer (usia 20 minggu) hingga berat dewasa (30
minggu). Kuncinya adalah untuk memantau berat mingguan dan menyesuaikan pakan dengan
tepat. Ada kemungkinan bahwa pakan harus tetap konstan selama beberapa minggu semasa
masih terjadi pencurian (pakan) dari feeder betina. Jika jantan makan terlalu banyak setelah
transfer, hasilnya akan berlanjut pada pertumbuhan berat badan jantan yang menjadikan jantan
lebih berat sehingga akan membutuhkan lebih banyak energi untuk mempertahankan berat badan
dan dapat menjadi sangat kelebihan berat dalam usia 50 minggu.
Jantan dewasa (usia 35-50 minggu) dapat tetap sangat aktif dan dengan kondisi baik dengan
370¬380 Kcal/jantan sehari dan 17-18 g protein kasar/jantan/hari (untuk pakan crumble
perhitungkan sekitar 5 g (1,1 lb/100) lebih sedikit, daripada pakan mash). Jantan yang aktif secara
seksual tidak akan mudah mengalami kelebihan berat badan.
Setelah 30 minggu alokasi pakan harus diubah sesuai dengan tren berat badan. Idealnya pakan
berjumlah kecil harus diberikan sebelum 28-30 minggu untuk memungkinkan sedikit kenaikan
berat badan sepanjang periode produksi untuk mempertahankan kenaikan berat badan yang
sesuai dan menjaga agar jantan tetap terangsang dan aktif (1-2 g/minggu atau 0,22-
0,44lb/100/minggu setiap 3-4 minggu). Peningkatan pakan ini sangat penting dalam kandang slat,
terutama setelah usia 40 minggu.
Pastikan bahwa pertumbuhan positif terus berlangsung selama 4 minggu pertama setelah stimulasi
pencahayaan, ketika perkembangan testis berlangsung.
Standar Cobb untuk berat badan jantan dirancang agar jantan berbobot ringan pada awal produksi
(tidak lebih dari 4 kg (8,8 lb) pada 30 minggu) dan memiliki pertumbuhan positif yang konsisten
maksimal sebesar 25 g (0,06 lb) per minggu dari 30 minggu hingga afkir (sekitar 4,7 kg (10,3 lb)
pada 60 minggu).
Data lapangan menunjukkan bahwa penetasan terburuk datang dari jantan yang:
• Tumbuh terlalu besar hingga usia 30 minggu (4400 g) (9,7 lb) dan tidak cukup selanjutnya
karena tidak cukup pakan. Dari sebagian besar flok-flok ini, sebagian jantannya kondisinya
sedang menurun.
• Tumbuh terlalu besar hingga usia 30 minggu dan kemudian terus berlebih mengarah ke
5.0 kg (11 lb) pada usia 50 minggu.
• Tumbuh normal hingga usia 30 minggu dan kemudian tidak menerima pakan yang cukup
sehingga banyak jantan yang kehilangan kondisi dan jengger dan warna pial.

48 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

• Jantan tidak boleh kehilangan berat badan dalam produksi. KEHILANGAN SEDIKIT BERAT
BADAN AKAN LANGSUNG MENURUNKAN KUALITAS SPERMA.
• Sebaiknya berat jantan tidak melebihi 4,7 kg (10,3 lbs) atau efisiensi mating akan mulai
menurun, karena mereka tidak mampu menyelesaikan mating mereka. Bila jantan terlalu berat
maka mereka akan menjadi lebih tidak seimbang dan mengakibatkan mating lebih tidak efisien.
• Mengevaluasi bentuk dada jantan dengan tangan adalah cara yang baik untuk memperkirakan
kondisi badan. Pertahankan bentuk dada V selama mungkin. Otot dada dan kulit harus padat
secara konsisten.
• Pemberian pakan terpisah antara jantan-betina (SSF) memungkinkan penggunaan jatah
khusus jantan. Diet pakan jantan umum digunakan dalam industri, dan ini didukung oleh hasil
penelitian dan hasil lapangan yang mendukung bahwa diet jantan meningkatkan fertilitas.
Dengan menurunkan kadar protein hingga 12-13% dengan 2700 kcal tingkat energi dan 0,42%
lisin tersedia, pertumbuhan berat badan dan otot dada jantan terkendali sementara memberikan
energi yang cukup kepada jantan untuk mempertahankan aktivitas dan tingkat fertilitas yang
tinggi. Dengan adanya diet khusus untuk jantan, sistem pemberian pakan terpisah menjadi
lebih penting lagi agar betina tidak makan dari tempat pakan jantan.
• Bila tidak spiking, jantan utama yang ada menjadi jauh lebih penting karena tidak ada
penggantinya. Selama periode produksi upayakan seleksi jantan setiap minggu untuk
menyingkirkan jantan yang tidak mampu mating. Hal ini untuk menjaga kualitas jantan utama
di kandang atau pen. Hasil terbaik dicapai dari seleksi yang dilakukan pada usia 25, 35, 45 dan
55 minggu. Jantan yang jelas buruk kondisinya (ayam yang terluka dan lemah gerak, dll) harus
disingkirkan setiap harinya.

10.3 SPIKING
Spiking adalah penambahan jantan breeder broiler muda ke dalam flok yang lebih tua untuk
mengkompensasi penurunan fertilitas yang biasanya terjadi setelah usia 45 minggu. Ini mungkin
disebabkan oleh menurunnya minat jantan utama untuk mating (alami diatas usia 35-40 minggu),
penurunan kualitas sperma (alami diatas 55 minggu), efisiensi mating lebih rendah (manajemen
lemah yang mengakibatkan fisik jantan memburuk dalam hal berat, kaki dan kelainan kaki, dll),
dan angka kematian jantan berlebihan sehingga jantan berkurang dibanding betina.
Catatan penting:
• Jantan yang lebih dipindahkan ke kandang/farm terpisah saat transfer dan ditahan hingga
saatnya dipindahkan ke beberapa flok yang lebih tua. Atau, jantan-jantan tersebut dipindahkan
ke flok lain dan ditahan di pen terpisah hingga digunakan untuk spike flok tersebut.
• Spike paling sedikit 20% jantan tambahan ke flok yang ada. Dengan catatan, jantan utama
telah diseleksi menjadi hingga 6,5 - 7%. Program ini adalah untuk mencegah rasio jantan yang
berlebihan dan perilaku jantan yang agresif.
• Jantan spike harus berkualitas baik dan bebas dari cacat fisik. Jantan harus minimal usia 25
minggu dengan berat minimal 4,0 kg (8,8 lb) dan matang secara seksual.

COBB 49
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

• Singkirkan jantan utama yang buruk secara teratur sehingga hanya jantan utama yang
berkualitas tinggi yang tersisa dalam flok dan sehingga tercapai rasio jantan terhadap betina
yang ideal. Lalu tambahkan jantan spike untuk meningkatkan rasio ke tingkat semula sehingga
tidak perlu menyingkirkan secara besar-besaran.
• Ketika penambahan jantan dilakukan lebih awal (usia 30-32 minggu) akan ada kesempatan
untuk memulai dengan jantan yang lebih sedikit (6 hingga 7% pada usia 21-22 minggu) dan
menambah jantan tambahan seperlunya dari waktu ke waktu, untuk meningkatkan hingga 8,5
hingga 10% (sesuai dengan kondisi kandang setempat dan perilaku "agresif" jantan). Hal ini
akan meningkatkan penerimaan betina dan pencampuran jantan-betina.
• Peningkatan pakan setelah spiking (2 hingga 3 g/anak ayam/hari) (0,44-0,66 lbs/100) dapat
bermanfaat karena spiking meningkatkan aktivitas perkawinan jantan secara signifikan
(setidaknya selama 4 minggu jantan utama yang lebih tua akan melakukan mating seperti
jantan yang berusia 30-minggu).
• Hasil yang lebih baik dapat diperoleh jika spiking dilakukan sebelum 40 minggu. Siapkan
program sebelumnya. Jangan tunggu fertilitas menurun.
• Spiking satu kali sepanjang umur flok biasanya sudah cukup. Flok yang di-spike dua kali dengan
interval 8 hingga 10 minggu juga menunjukkan hasil yang baik, namun itu sangat tergantung
pada kualitas jantan utama.
• Spiking biasanya tidak ekonomis diatas usia 55 minggu.

Bagaimana cara spike:


Pilihan 1 - Tambahkan ke masing-masing kandang minimal 20% jantan muda baru yang
setidaknya berusia 25 minggu, dengan berat badan sekitar 4,0 kg (8,8 lb).
Pilihan 2 - Keluarkan semua jantan utama yang baik dari satu kandang, atau pen semua, lalu
interspike ke kandang/pen lain di farm. Kandang yang tidak memiliki jantan akan
menerima jantan spike. Prosedur ini akan menghindari persaingan antara jantan utama
dan jantan spike, dan merupakan cara yang sangat efektif untuk mempertahankan dan
memanfaatkan jantan spike secara maksimal (metode yang direkomendasikan).
Pilihan 3 - Program ketiga berkaitan dengan penggunaan jantan lebih berat pada flok PS muda.
Jantan yang lebih berat dikeluarkan dari flok pada usia 26 minggu. Jantan terebut telah
tahu dimana harus makan dan minum dan bagaimana mating. Menempatkan jantan
ini bersama jantan utama di kedalam flok atau kedalam kandang yang jantan utamanya
telah dikeluarkan biasanya bekerja dengan sangat baik. Program ini umum khususnya
untuk farm yang memiliki 100% liter lantai, dan di mana % jantan yang lebih tinggi
dapat dipertahankan hingga usia 26 minggu (10% -11%) tanpa memicu jantan menjadi
agresif.

50 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Hasil yang diharapkan:


• Respon fertilitas puncak dicapai sekitar 2-3 minggu pasca-spiking. Umumnya, spiking
menghasilkan peningkatan 2-3% pada daya tetas keseluruhan.
• Spiking menstimulasi aktivitas mating secara signifikan pada jantan utama. Stimulasi ini
berlangsung sekitar 6 hingga 8 minggu.
• Keagresifan jantan dan gangguan pada mating biasanya meningkat selama 2 minggu setelah
memasukan jantan muda. Angka kematian jantan dapat meningkatkan sedikit tetapi tidak
dramatis jika jantan sudah siap bersaing saat dicampurkan.
• Spiking tidak menyelesaikan masalah yang sudah ada (Jantan utama kelebihan berat badan,
pencampuran yang buruk, dll)
• Ada bahaya jika tidak merawat jantan utama dengan sesuai, dimana mereka adalah yang lebih
penting.
• Tidak mudah menjaga jantan cadangan agar tetap dalam kondisi baik. Semakin lama mereka
tanpa betina pasca 23 minggu, akan semakin menurun kondisi mereka. Pastikan pen jantan
longgar (3 jantan/² (3,5 kaki2/jantan)), dan memiliki banyak drinker, feeder dan tempat
bersembunyi.
• Mempertahankan seluruh jantan awal bersama betina muda hingga spiking dapat
menyebabkan masalah penerimaan betina yang mendalam, karena flok betina akan memiliki
terlalu banyak jantan saat aktivitas mating tertinggi. Anda harus dapat mencermati apa yang
dapat dilakukan sesuai dengan kondisi.
• Resiko Biosekuriti adalah alasan utama bagi beberapa untuk tidak melakukan spiking.

Spiking dengan mempertimbangkan Biosekuriti


• Jantan harus berasal dari sumber flok yang sama.
• Sumber flok harus diuji secara serologis, 5 hingga 7 hari sebelum transfer.
• Uji terhadap Mikoplasma dan penyakit lainnya dimana memungkinkan: AI, TRT dan Salmonella
lingkungan. Juga uji terhadap parasit eksternal (cacing, tungau..) dan tanda-tanda penyakit
yang jelas (fowl cholera).
• Tunda spiking bila terdapat indikasi atau hasil positif.
• Rencanakan waktu dan jalur transfer untuk meminimalkan kontak dengan unggas lainnya.
Gunakan kendaraan tertutup bila memungkinkan.

COBB 51
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

10.4 INTRA-SPIKING
• Intra-spiking secara sederhana berarti menukarkan 25-30% jantan utama antar kandang dari
farm yang sama, tanpa memasukkan jantan muda, untuk memberikan stimulus mating yang
serupa dengan yang dihasilkan spiking.
• Seperti spiking, intra-spiking memberikan hasil yang lebih baik bila dilakukan lebih awal pada
usia (<45 minggu). Intra¬spiking pada usia 40 dan 48 minggu dapat menghasilkan hasil yang
lebih baik.
• Aktifitas perkawinan meningkat secara signifikan setelah intra-spiking. Efek dapat berlangsung
antara 6 dan 8 minggu. Salah satu keuntungan adalah bahwa dengan intra-spiking jantan yang
ditukar sudah terlatih dalam perkawinan dan biasanya memiliki berat badan dan kedewasaan
yang sama seperti jantan yang ada, meningkatkan peluang mereka untuk bersaing secara
sukses.
• Intra-spiking meningkatkan agresi jantan selama dua minggu setelah pencampuran. Umumnya
tidak akan ada masalah dengan angka kematian jantan atau betina.
• Daya Tetas tidak naik secara dramatis setelah intra-spiking. Namun, persistensi daya tetas
akan membaik dan dengan prosedur intra-spiking ganda keseluruhan daya tetas flok dapat
meningkatkan antara 1 dan 1,5%
• Intra-spiking tidak memakan banyak biaya, mudah dipraktikkan dan yang paling penting, jarang
menimbulkan risiko biosekuriti.
Daya tetas (%)

Non-Spiked (84,5%)
Intra-Spiked pada 40/48 minggu (85,8%)
Spiked pada 40 minggu (87,4%)

Usia (Minggu)

Intra-Spiking
Tren penetasan yang dapat diraih dari flok non-spike, yang di-spike pada usia 40 minggu, atau di-
Intra-spike pada usia 40 & 48 minggu. (Menunjukkan daya tetas kumulatif hingga usia 60 minggu
pada setiap kasusnya).

52 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

11. PENCATATAN DATA


Menyimpan catatan lengkap dan akurat merupakan bagian penting dalam mengelola Parent Stok
Cobb. Contohnya, pemberian pakan selama produksi didasari pada tingkat laying (rate-of-lay),
berat telur dan berat badan flok. Pencatatan data-data ini harus akurat dan terkini dalam membuat
keputusan manajemen yang benar dan untuk mencapai produksi yang baik.

Keputusan harian oleh manajemen didasari dari catatan data utama sebagai berikut.

REARING
Harian Mingguan
Total kematian Berat badan
Afkir Uniformity
Pakan
Suhu
Konsumsi air
Lama Penghabisan Pakan

PRODUCTION
Harian Mingguan
Total kematian Berat badan
Afkir Uniformity
Pakan
Suhu
Konsumsi air
Lama Penghabisan Pakan
Berat telur
Jumlah telur tetas
Telur Lantai
Fertilitas

Harap hubungi Cobb Technical Representative Anda untuk salinan grafik/tabel untuk membantu
dalam mengumpulkan dan mencatatkan data.

COBB 53
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

12. PENIMBANGAN TELUR


Ada banyak keuntungan dalam menimbang sampel telur setiap hari untuk menentukan tren berat
telur. Analisis tren ini adalah panduan yang bermanfaat untuk performance flok dan akan
memberikan indikasi awal untuk masalah-masalah.

Berat telur yang ditunjukkan dalam tabel dapat diraih dari flok Parent normal dimana rekomendasi
kami untuk berat badan, tingkat pakan dan spesifikasi pakan telah diikuti.

Segera timbang setidaknya 90 butir telur setelah koleksi telur kedua, pada sekitar pertengahan
pagi. Pastikan untuk mengecualikan telur yang double-yolk, bentuk tidak normal, sangat kecil dan
retak. Berat telur harian, bila di-plot pada grafik, akan memberikan indikasi akan potensi masalah
yang harus segera diselidiki.

Berat telur kurang


• Pemberian pakan kurang
• Tingkat energi atau protein rendah pada pakan
• Pasokan air tidak cukup
• Penyakit
• Suhu kandang ekstrim
• Berat ayam kurang
• performa produksi tinggi

Berat telur berlebihan


• Pemberian pakan berlebihan
• Tingkat energi atau protein tinggi pada pakan
• Berat ayam berlebihan
• Performa produksi rendah

Ukuran telur sebagian ditentukan oleh berat badan betina pada fotostimulasi, perkembangan
antara usia 21 dan 25 minggu, dan sejauh mana betina mengalami kelebihan berat badan setelah
puncak produksi. Pencahayaan yang tertunda akan memberikan telur yang lebih besar pada awal
hingga sepanjang hidup flok tersebut. Usahakan untuk mempertahankan berat telur rata-rata di
bawah 70 g (2,47 ons) selama mungkin. Telur yang lebih dari 70 g (2,47 ons) cenderung menetas
lebih buruk dan dapat sangat mempengaruhi daya tetas rata-rata flok. Kemungkinan besar ini
alasan atas lebih cepatnya penetasan menurun setelah usia 50 minggu.

Silahkan baca Suplemen Manajemen Breeder untuk standar berat telur untuk masing-masing
produk (Cobb 500, Cobb-Avian 48 dan Cobb 700).

54 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

13. PENANGANAN TELUR


13.1 KOLEKSI TELUR
Daya tetas dan kualitas ayam yang maksimal hanya dapat dicapai ketika telur diberikan kondisi
optimal dari laying hingga pengaturan di inkubatornya. Ingat bahwa telur yang telah dibuahi
mengandung banyak sel-sel kehidupan (40.000-50.000). Setelah ditelurkan, sebaik-baiknya
potensi penetasan hanya dapat dipertahankan, bukan ditingkatkan. Jika salah ditangani, potensi
penetasan akan cepat menurun.
• Nest box manual harus dijaga terawat dengan serbuk bersih. Setiap kotoran, telur pecah dan
bahan kotor harus dihilangkan segera dari nest box dan diganti dengan bahan nest box bersih
segar. Pada tahap awal betina akan cenderung mencakar serbuk keluar, tetapi mereka akan
segera kehilangan kebiasaan jika nest box tidak sedang diisi berlebihan.
• Sering berjalan di dalam kandang saat awal produksi adalah teknik manajemen yang baik untuk
meminimalkan floor egg.
• Berjalan di dalam kandanag akan mengganggu ayam yang mencari lokasi bertelur di litter atau
di sudut-sudut kandang dan mendorong mereka untuk menggunakan nest box.
• Kumpulkan telur setidaknya empat kali sehari dan selama periode puncak produksi koleksi
enam kali direkomendasikan.
• Suhu telur dalam nest box, terutama saat cuaca panas, mungkin sama dengan yang di dalam
inkubator. Oleh karena itu telur harus dikumpulkan secara teratur dan didinginkan di suhu
penyimpanan untuk mencegah pra-inkubasi dan perkembangan embrio. Hal ini akan
mengurangi jumlah kuman mati lebih awal dan meningkatkan daya tetas.
• Koleksi telur dari nest box mekanik harus diatur waktunya untuk menghindari risiko pra-inkubasi.
Sebagian besar waktu, pagi hari digunakan untuk mengumpulkan sebagian besar hatching
egg, dan sore hari dihabiskan penanganan kandang dan manajemen ayam, serta
perbaikan/Rearing.
• Penggunaan floor egg akan menurunkan daya tetas dan menyebabkan risiko kebersihan. Saat
tidak ada situasi tertentu masukkan floor egg ke dalam nest box. Mereka harus dikumpulkan
dan dikemas secara terpisah dari telur nest box dan diidentifikasi dengan jelas. Jika floor egg
harus diinkubasi, direkomendasikan bahwa telur tersebut diatur dan ditetaskan pada mesin
terpisah.
• Cuci tangan sebelum dan sesudah koleksi telur, dan sebelum dan setelah memegang floor
egg.
• Cegah retak rambut dengan menangani telur secara hati-hati setiap saat. Telur harus
dikumpulkan dalam nampan plastik atau fiber. Nampan telur harus ditumpuk dan dilakukan 3
tingkatan tinggi. Jangan menggunakan keranjang atau ember karena mereka mengakibatkan
lebih banyak telur menjadi retak dan terkontaminasi.
• Telur yang dikumpulkan menggunakan sistem conveyor mekanik tidak boleh ditumpuk di atas
meja koleksi telur. Operasikan sistem pada kecepatan yang memungkinkan pengumpul telur
bekerja dengan nyaman.
• Di nest box manual, ketika Anda mengambil telur berulang kali sepanjang hari, tutup nest box
bawah sebelum koleksi telur terakhir dan biarkan nest box atas terbuka. Pada koleksi telur
terakhir, tutup nest box atas dan ini akan membantu menjaga kondisi kebersihan nest box.
Dengan nest box komunal otomatis, buka nest box 1 jam sebelum lampu menyala dan tutup
nest box 1 jam sebelum lampu padam.

COBB 55
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

13.2 GRADING TELUR


Grading telur harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan telur tetas. Pindahkan
dan buang telur yang tidak cocok untuk penetasan. Yaitu:
• Kotor sebagaimana didefinisikan oleh kebijakan perusahaan
• Retak
• Kecil – bergantung pada kebijakan breeder
• Sangat besar atau double yolk
• Cangkang buruk
• Terlalu cacat (berbentuk aneh)

Telur afkir harus disimpan jauh dari telur tetas.

Penting untuk menempatkan telur tetas dengan hati-hati ke dalam tray setter atau angkut dengan
ujung kecil (runcing) menghadap ke bawah.

Ruang penanganan telur harus tetap bersih dan rapi.

Bantalan nest box (nest pad) di nest box otomatis harus tetap bersih terutama dengan flok yang
lebih tua. Ini adalah praktik yang baik untuk membersihkan bantalan nest box pada usia 40 minggu.
Hal ini sangat penting bahwa nest box individu dan komunal ditutup pada malam hari sehingga
ayam tidak akan tidur di nest box dan mengotori bantalan nest box.

Jaga pengendalian kutu dengan baik di penyimpanan telur. Ruang penanganan telur adalah tahap
pertama pendinginan telur dan itu adalah keuntungan untuk menjaganya tetap dingin – lebih dingin
daripada kandang laying, tetapi lebih hangat daripada penyimpanan telur.

13.3 KEBERSIHAN TELUR


Telur yang diambil bersih dari nest box atau sabuk memiliki semua potensi untuk menghasilkan
anak ayam yang berkualitas baik, terutama yang berasal dari sistem nest box komunal. Dalam
kondisi tertentu, dapat bermanfaat untuk membersihkan telur tetas. Formaldehida atau
paraformaldehida adalah produk yang paling umum digunakan, namun, ada produk alternatif
seperti asam perasetat. Hindari membasahi telur tetas dengan pembersih cair. Hanya dalam
kondisi kelembaban rendah prosedur ini akan menjadi alat yang dapat diterima untuk mengurangi
kontaminasi.

Tidak ada produk yang akan menjadi efektif kecuali konsentrasi kimia yang benar, suhu dan
kelembaban dijaga. Ingat bahwa telur yang kotor akan mengurangi efektivitas sanitasi yang lebih
cepat daripada telur bersih.

13.4 PENYIMPANAN TELUR


Telur harus dibiarkan mendingin secara bertahap pada suhu penyimpanan telur farm (lihat Kisaran
Suhu optimal berikut untuk grafik Penyimpanan Telur) sebelum menempatkan telur ke
penyimpanan telur. Simpan telur di ruang terpisah yang dapat dipertahankan setiap saat sesuai
dengan grafik. Kelembaban relatif 75% harus dipertahankan setiap saat.
Untuk penyimpanan telur jangka panjang, lihat Panduan Manajemen Breeder Cobb.

56 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Simpan catatan suhu maksimal dan minimal dan kelembaban relatif di penyimpanan telur. Baca
termometer tiga kali sehari, di pagi hari, tengah hari dan di malam hari, pada waktu yang sama
harian dan tuliskan data pada grafik.
Kondensasi akan terbentuk ketika telur dingin dipindahkan ke dalam lingkungan kelembaban tinggi
lebih hangat. Hal ini sering diabaikan ketika telur sedang diangkut dari farm ke tempat penetasan
dan dapat dicegah dengan menggunakan kendaraan telur berpengendali suhu untuk mengangkut
telur dari farm ke tempat penetasan.

Kisaran Suhu optimal untuk Penyimpanan Telur

Hari Penyimpanan

Hal Penting dalam Penyimpanan Telur


Telur harus dikumpulkan dari farm dan diangkut ke tempat penetasan setidaknya dua kali
seminggu. Ada tiga tempat penyimpanan: ruang telur di farm, pengangkutan, dan ruang telur di
tempat penetasan. Ini penting untuk mencocokkan kondisi di masing-masing situasi tersebut
semaksimal mungkin untuk menghindari perubahan suhu yang tajam dan kelembaban, yang dapat
menyebabkan kondensasi (keringat) pada telur, atau telur menjadi terlalu dingin atau panas.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa telur harus didinginkan secara bertahap dari titik laying
(tempat bertelur) ke ruang penyimpanan telur di tempat penetasan, yang harus menjadi titik
terdingin untuk telur. Dari titik tersebut, telur harus dihangatkan hingga suhu inkubasi dengan pre-
warming sebelum di-setting di inkubator. Perubahan suhu ini harus terjadi dengan pola stabil
menurun dari laying hingga titik terdingin, lalu dengan pola stabil meningkat dari penyimpanan
telur hingga ke inkubator. Fluktuasi suhu selama waktu penyimpanan telur akan
menyebabkan angka kematian embrio awal lebih tinggi dan anak ayam berkualitas
buruk.

COBB 57
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

14. BIOSEKURITI DI FARM


Biosekuriti yang baik harus mencakup semua operasi yang dilakukan oleh pemelihara flok breeder
(breeding stock). Prosedur untuk mencegah pengenalan dan penyebaran penyakit atau
kontaminasi harus diletakkan di tempat untuk produksi pakan, operasi farm, pembenihan, Rearing
umum dan personil. Kerusakan di satu tempat akan membahayakan program biosekuriti secara
keseluruhan.

Paragraf berikut menguraikan langkah-langkah biosekuriti yang harus dilaksanakan di tingkat farm.
• Semua personil harus memahami pentingnya mengikuti program biosekuriti.
• Pilih lokasi terisolasi ketika mengembangkan fasilitas farm Parent baru.
• Farm harus berisi flok usia tunggal (sama). Sebagai aturan umum, jarak antara flok dari usia
berbeda harus tidak kurang dari 600 (2000 kaki). Ketika laying usia tunggal (sama) tidak
memungkinkan, dan pemelihara harus memasukkan flok dari usia yang berbeda, selalu bekerja
pada anak ayam termuda terlebih dahulu.
• Setiap farm harus memiliki pagar perimeter untuk mencegah masuknya orang, kendaraan dan
hewan yang tidak berkepentingan. Hanya personil penting yang harus masuk ke farm.
• Semua kandang harus memiliki lantai beton.
• Kendaraan distribusi pakan tidak boleh masuk ke farm, tetapi harus mengisi keranjang pakan
dari luar pagar perimeter. Setiap kendaraan yang harus masuk farm harus dicuci dan
didesinfeksi di pintu gerbang dan di bagian dalam kabin harus diasapi dengan disinfektan.
• Semua pekerja farm dan personil lain yang perlu masuk ke farm harus mandi dan berganti
seragam bersih dan sepatu boot farm. Karena fasilitas mandi dapat menjadi risiko biosekuriti,
penting bahwa mereka tetap bersih dan didesinfeksi dan dirancang dengan pemisahan antara
zona "bersih" dan "kotor".
• Boot, seragam dan pakaian kerja harus diberi kode warna untuk membantu mengendalikan
pergerakan personil di dalam kelompok usia atau farm.
• Tidak boleh ada unggas, flok atau hewan peliharaan domestik lainnya dapat dibiarkan masuk
ke farm Parent.
• Semua bangunan harus kedap terhadap hama dan ayam liar.
• Program pengendalian hama harus dilakukan setiap saat. Ini penting untuk menjaga lingkungan
yang bersih, bebas sampah. Putar batang pakan secara teratur untuk mencegah resistensi
pengembangan hama. Setiap pakan yang tumpah harus segera dibersihkan. (Lihat bagian
14.8).
• Direkomendasikan bahwa anak ayam yang mati dibuang dengan membakar bangkai di farm.
• Simpan catatan semua pengunjung.

58 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

14.1 JADWAL DISINFEKSI FARM BREEDER


• Semua peralatan dan kelengkapan yang dapat dilepas harus dibawa keluar dari bangunan dan
direndam dalam air bersih dalam tangki atau kolam. Setelah perendaman menyeluruh,
peralatan dan kelengkapan harus dibersihkan dengan alat bilas bertekanan (washer pressure).
Setelah semua kotoran telah dihilangkan, mereka harus direndam dalam larutan disinfektan
pada pengenceran yang tepat sesuai dengan yang direkomendasikan oleh produsen. Gunakan
disinfektan yang disetujui secara resmi.
• Setelah melepas peralatan, sikat atau hilangkan debu.
• Lepas litter dari lokasi di pengangkutan tertutup.
• Cuci permukaan kandang dengan deterjen dengan menggunakan alat semprot bertekanan
(pressure-wash), berikan perhatian khusus pada inlet udara, poros kipas dan lantai beton.
• Gunakan alat bilas bertekanan (washer pressure) di bagian luar poros kipas dan inlet udara.
Disarankan untuk mencuci debu yang menumpuk di atap dan di selokan.
• Pada akhir setiap flok, kumpulkan sisa-sisa pakan pada bin pakan dan keluarkan dari lokasi.
Kemudian bin harus dibersihkan secara menyeluruh dan difumigasi dengan metode yang paling
tepat, sesuai dengan usia dan rancangan bin tersebut. Pastikan bahwa bin pakan benar-benar
kering sebelum diisi ulang.
• Ketika interior bersih, tambahkan disinfektan ke air dan bilas bertekanan seluruh kandang.
Sekali lagi, disarankan untuk mensterilkan area atap di sekitar poros kipas dan selokan.
• Tiriskan seluruh sistem air di kandang dan siram pipa beberapa kali untuk menghilangkan
kotoran yang mungkin menghalangi katup. Akhirnya, siram seluruh sistem dengan larutan
pembersih. Pastikan bahwa setiap bekas disinfektan dihilangkan karena dapat mengganggu
penggunaan vaksin hidup di masa depan.
• Ketika lantai kering, semprot lantai dan dinding samping dengan disinfektan yang disetujui.
Disarankan untuk menyemprot seluas 6 m (20 kaki) di sekitar kandang dengan larutan
disinfektan.
• Ketika interior kandang kering, masukkan litter dan pasang peralatan. Kemudian tutup dan
hangatkan kandang hingga 21°C (70°F) dan lakukan fumigasi/pengasapan dengan gas
formaldehida (lihat rincian pada fumigasi yang ditunjukkan pada halaman 60-61). Prosedur ini
harus dilakukan setidaknya 48 jam sebelum pemasukan anak ayam.
• Setelah 24 jam, netralisirkan gas dan kemudian buka inlet kandang dan beri penghawaan
sepenuhnya.
• Sertakan ruang telur, penyimpanan pakan dan ruang ganti ke dalam prosedur pembersihan
dan desinfektan.
• Dalam beberapa kasus mungkin diperlukan untuk menangani kandang dengan insektisida. Ikuti
petunjuk pabrik dan terapkan jadwal desinfeksi sebagaiama direkomendasikan.

COBB 59
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Ingat
• Kebersihan adalah polis asuransi Anda.
• Tidak ada disinfektan mencukupi dirinya sendiri. Semua bahan sampah harus dibuang sebelum
menerapkan desinfektan.
• Tidak mungkin untuk mensterilkan kandang tetapi mungkin untuk mengurangi jumlah patogen
ke tingkat yang tidak signifikan.
• Jaga kebijakan pengendalian hama secara ketat.
• Jaga pintu menutup setiap saat untuk mencegah pemasukan kembali hama dan kontaminan
lainnya.

Disinfeksi: Langkah demi Langkah


• Kosongkan kandang dari semua unggas
• Bersihkan semua bahan organik dan membuang jauh dari lokasi
• Pindahkan semua peralatan portabel untuk pembersihan dan desinfeksi di luar bangunan
• Cuci semua permukaan dalam dengan deterjen ekstra kuat, di bawah tekanan jika
memungkinkan
• Terapkan desinfektan dengan aktivitas jaminan terhadap virus dan bakteri yang dapat
menginfeksi unggas
• Gunakan insektisida dan rodentisida apabila vektor tersebut terdapat penyakit
• Lakukan fumigasi (pengasapan) dengan formaldehida - bahan aktif
• Ganti peralatan, tempatkan litter dan sebaiknya lakukan fumigasi lagi sebelum kandang
diisi ayam kembali

14.2 FUMIGASI (PENGASAPAN)


Formaldehida telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai fumigan yang efektif. Keadaan
lingkungan pada saat fumigasi sangat penting untuk efisiensinya, dan ini adalah poin yang harus
diikuti:
1. Meningkatkan kelembaban relatif hingga 70-80%.
2. Memanaskan kandang hingga 21°C (70°F) karena gas formaldehida memiliki koefisien suhu
tinggi.
3. Cuci semua permukaan atau tempatkan pan air di kandang, sehingga meningkatkan
kelembaban relatif dan mendapatkan manfaat maksimal dari tindakan gas formaldehida dan
kondensasinya ke dalam bentuk berpolimer.
4. Kandang harus disegel dan dibiarkan dingin selama 24 jam setelah fumigasi, sehingga
meningkatkan kondensasi yang seragam.

60 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

14.3 METODE FUMIGASI


Formalin dan kalium permanganat
Metode ini menghasilkan reaksi kimia keras yang menghasilkan panas cukup besar dan
melepaskan gas formaldehida. Gunakan 1 liter formalin per 25m³ (40 fl oz/1000 kaki³) dalam rasio
tiga bagian formalin untuk dua bagian kalium permanganat. Karena reaksi kimia keras, jangan
pernah menggunakan lebih dari 1,2 liter (2 pint) formalin dalam satu wadah. wadah harus memiliki
sisi dalam (setidaknya 3 kali kedalaman bahan kimia, dengan diameter sama dengan ketinggian)
untuk mencegah campuran gelembung ke atas. Formalin harus ditempatkan pada beton atau
logam, dan bukan pada serbuk atau bahan mudah terbakar lainnya.

Praktiknya, pertama hitung kapasitas kubik kandang, misalnya 55 m x 10 m x 3,1 m = 1705 m³


(60.210 kaki³)

Maka akan memerlukan


• 68,2 liter (2.400 fl oz atau 120 pint) formalin
• 60 wadah
• 45,36 kg (100 lb) kalium permanganat

Tempatkan 760 g (27 oz) kalium permanganat dalam setiap wadah, sebaiknya dengan dua
operator untuk keselamatan. Mulai dari ujung laying kandang secepat mungkin 1,2 liter (2 pint)
formalin ke dalam setiap wadah. Operator harus mengenakan respirator di seluruh prosedur.

Pemanasan Paraformaldehida Padat


Ini mungkin metode paling nyaman dalam memproduksi gas formaldehida. Butiran
paraformaldehida dipanaskan hingga suhu 218°C (425°F); umumnya 1 kg butiran akan cukup
untuk 300m³ (1 lb butiran untuk 5000 kaki³). Jika alat pemanas dilengkapi dengan saklar waktu,
sistem dapat otomatis sepenuhnya. Selalu ikuti instruksi dari pabrikan.

Uap formalin
Campuran bagian air dan formalin sama yang tersebar sebagai aerosol adalah metode yang
sangat efisien. Gunakan 28 ml formalin per 25 m³ dicampur dengan 28 ml air, atau 5 fl oz formalin
per 1000 kaki³ dicampur dengan 5 fl oz air. Ini harus dihasilkan sebagai aerosol menggunakan
peralatan yang diperlukan. Di setiap kandang mungkin perlu menggunakan lebih dari satu
generator atau menggunakan semacam sistem dengan mencabut generator dan mengisi ulang.
Ada beberapa perusahaan yang menyediakan layanan tersebut untuk industri unggas.

HATI HATI – Larutan formalin dan gas formaldehida keduanya merupakan zat
berbahaya bagi kehidupan manusia dan hewan. Operator harus dilengkapi dengan
dan memakai pakaian pelindung, respirator, perisai mata dan sarung tangan yang
tepat dan harus menyadari perundang-undangan terkini terhadap produk ini.

COBB 61
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

14.4 PENGENDALIAN SALMONELLA DAN MIKOPLASMA


Semua breeder Cobb berasal dari flok yang secara konsisten telah diuji negatif (bebas) terhadap
M. gallisepticum, M. synoviae, S. gallinarum, S. pullorum, S. enteritidis, S. thyphimurium. Untuk
mempertahankan status negatif (bebas), berikut adalah aturan penting:
• Semua kandang harus memiliki lantai beton untuk memastikan pembersihan dan desinfeksi
yang efektif.
• Hanya personil farm yang memiliki akses rutin ke flok. Personil farm hanya boleh mengunjungi
flok yang menjadi tanggung jawabnya dan tidak boleh mengunjungi unggas lain di luar farm,
termasuk pertunjukan, pekan raya atau pameran unggas apapun.
• Semua personil harus mandi dan berganti pakaian diantara kunjungan ke unit yang berbeda di
dalam farm. Jika flok ditemukan terduga atau positif, flok harus ditempatkan dalam karantina
yang ketat, dan dikunjungi terakhir. Set sepatu yang berbeda harus dipakai di setiap kandang.
• Pakaian dan sepatu boot bersih harus disediakan bagi supervisor dan pengunjung flok.
• Baskom cuci tangan, sabun atau pembersih dengan tisu, dan celup kaki dengan disinfektan
dan sikat pembersih alas kaki harus disediakan di pintu masuk setiap kandang.
• Jaga semua kandang terkunci untuk mencegah masuknya orang yang tidak berwenang.
• Karena manusia dapat membawa beberapa spesies Salmonella ke unggas, setiap orang yang
menderita sakit perut harus segera melaporkan hal ini kepada manajemen sebelum mulai
bekerja dengan unggas atau pakan unggas.

14.5 VAKSINASI
Tujuan utama program vaksinasi adalah untuk mencegah kerugian akibat penyakit tertentu.
Metode yang biasa dilakukan adalah dengan memberikan kekebalan/imunitas dengan pemaparan
ke agen penyakit yang patogenisitasnya lebih rendah dari strain penyakit di lapangan. Penjadwalan
program vaksinasi harus sedemikian rupa sehingga memungkinkan terjadinya reaksi pada usia
tertentu dalam kehidupan flok yang akan menyebabkan kerugian ekonomi paling kecil. Vaksinasi
diperlukan ayam, sehingga berikan perhatian khusus pada flok untuk membantu mengurangi stres
tersebut.

Tidak praktis untuk merekomendasikan program vaksinasi tertentu untuk unggas di seluruh wilayah
dunia. Konsultasikan dengan dokter hewan unggas setempat untuk program yang sesuai dengan
tantangan penyakit dan ketersediaan vaksin di wilayah geografis Anda.
• Vaksin hanya ayam yang sehat.
• Minimalkan stres setelah vaksinasi dengan menangani flok secara hati-hati.
• Baca label dan ikuti petunjuk produsen untuk pelarutan, pengenceran dan pemberian vaksin.
• Lemari pendingin vaksin harus berada di tempat yang bersih dan aman.
• Jangan gunakan vaksin kadaluarsa.
• Jaga vaksin tetap dingin sesuai suhu yang direkomendasikan produsen, hindari panas dan
paparan sinar matahari langsung.
• Gunakan pengaturan dosis penuh dan jangan mengencerkan vaksin.
• Jangan menyimpan botol terbuka untuk digunakan di kemudian hari.

62 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

• Semua wadah vaksin yang dibuka dan digunakan harus dibuang dengan cara yang benar
berikut setiap vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus yang tidak disengaja.
• Kocok vaksin dengan baik sebelum pemberian vaksin dan secara teratur selama operasi.
• Ganti jarum setiap 500 dosis untuk memastikan bahwa jarum tetap tajam.
• Salah satu anggota tim vaksinasi harus bertanggung jawab untuk mengawasi prosedur guna
memeriksa bahwa vaksin diberikan dengan benar. Setiap anak ayam yang tidak menerima
dosis penuh harus divaksinasi ulang.
• Jumlah dosis yang diberikan pada akhir hari harus diperiksa terhadap jumlah dosis yang dibawa
ke farm.
• Satu orang yang memenuhi syarat harus bertanggung jawab untuk membersihkan dan
mensterilkan peralatan pada akhir vaksinasi harian.
• Untuk menentukan kualitas pemberian vaksin, flok harus dipantau pasca vaksinasi terhadap
luka leher, kepala memutar dan angka kematian atau kerusakan kaki, tergantung dimana vaksin
diberikan.
• Pertimbangkan penggunaan vaksin bakteri inguinal dan vaksin kill, terutama dalam program
vaksinasi yang sangat padat, untuk menghindari otot dada ayam dan mengurangi stres.
vaksinasi inguinal juga telah menunjukkan titer yang lebih tinggi dan CV yang lebih rendah
karena penerapan vaksin yang lebih efisien.
• Pantau status kesehatan dan antibodi flok secara rutin.

14.6 PENGOBATAN
Pencegahan adalah metode yang jauh lebih ekonomis dan terbaik terhadap pengendalian
penyakit. Pencegahan dicapai dengan pelaksanaan program biosekuriti yang efektif, termasuk
vaksinasi yang tepat. Namun, penyakit dapat menembus pencegahan-pencegahan ini dan ketika
penyakit itu melakukannya, penting untuk mendapatkan bantuan yang tepat secepat mungkin.

Obat-obatan dan antibiotik tidak hanya mahal, tetapi dapat juga merubah sifat dari suatu penyakit,
sehingga mencegah diagnosis yang benar. Penggunaan obat dan waktu pengobatan yang tepat
adalah sangat penting dalam memerangi masalah penyakit.

Pemilihan obat atau antibiotik yang lebih disukai untuk beberapa penyakit mungkin berbahaya jika
digunakan untuk pengobatan lainnya. Untuk penyakit tertentu mungkin tidak ada pengobatan yang
efektif atau mungkin tidak layak secara ekonomis untuk pengobatan. Oleh karena itu, selalu
kirimkan 6 hingga 8 anak ayam yang menunjukkan gejala khusus ke laboratorium, sehingga uji
sensitivitas dapat dilakukan untuk mengidentifikasi obat yang efektif terhadap zat penyakit yang
terlibat.

14.7 AIR
Air harus dijaga tetap bersih, dingin dan bebas dari patogen. Total materi padat yang terlarut dalam
air tidak boleh melebihi 3.000 ppm. Direkomendasikan bahwa garam kalsium dan magnesium
(kekerasan) harus kurang dari 20 ppm dan kadar garam kurang dari 1.000 ppm.

Klorinasi dapat digunakan untuk membersihkan pasokan air. Klorin membantu untuk
mengendalikan bakteri dan juga membantu mencegah lendir dan lumut di saluran air. Tingkat
klorin yang direkomendasikan pada titik drinker adalah 3-5 ppm. Analisa air, dengan interval tiga
bulan, adalah praktik yang baik untuk menentukan apakah perawatan dibutuhkan.

COBB 63
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

14.8 PENGENDALIAN TIKUS


Tikus diketahui dapat menyebarkan penyakit ke manusia dan hewan. Mereka dapat menjadi vektor
untuk salmonella, kolera, dan banyak zat menular lainnya. Selain itu, mereka dapat merusak
isolasi, tirai, selang, dan kabel listrik, serta menimbulkan kematian dan cedera pada ayam. Tikus
dapat masuk melalui hampir semua lubang pada dinding, lubang sekitar pipa, celah-celah di pintu,
dll. Tikus kecil dapat menghimpit melalui ruang sekecil 20 mm (sekitar 3/4 in) dan yang besar
dapat masuk melalui ruang sekecil 35 mm (sekitar 11⁄2 in). Jika kepala tikus dapat melewati lubang,
badannya akan dapat melewati lubang tersebut pula.

Program pengendalian tikus yang efektif melibatkan beberapa langkah yang membatasi tempat
naungan, pakan dan air. Tindakan yang perlu diambil adalah sebagai berikut:
• Minimalkan tempat persembunyian, dengan menyingkirkan semua sampah dari sekeliling
bangunan.
• Semua tumbuhan harus terus dipangkas.
• Membuat pintu masuk ke bangunan sebisa mungkin kedap terhadap tikus.
• Buang bangkai ayam dengan baik dan lekas.
• Jaga tumpahan pakan seminimal mungkin. Segera bersihkan tumpahan pakan.
• Jaga kebersihan tempat penyimpanan pakan dan simpan pakan dengan benar. Letakkan pakan
kantung diatas palet menjauhi lantai.
• Pertahankan tempat racun hewan pengerat permanen berisikan racun hama yang segar
sepanjang tahun.
• Rotasikan penggunaan racun hewan pengerat yang berbeda secara reguler.
• Gunakan perangkap dimana dapat diterapkan.
• Pertimbangkan pemasangan lembaran logam sekeliling kandang atau unit sebagai penghalang
masuknya hewan pengerat.

64 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

15. INFORMASI UMUM


1 mm = 0,0394 in 3.5 anak ayam/m2 = 3.08 kaki2/anak ayam
1 cm = 10 mm = 0,3937 in 4.0 anak ayam/m2 = 2.69 kaki2/anak ayam
1m = 100 cm = 1,0936 yd = 3,2808 kaki 4.5 anak ayam/m2 = 2.41 kaki2/anak ayam
1 km = 1000 m = 0,6215 miles 5.0 anak ayam/m2 = 2.15 kaki2/anak ayam
1 in = 2,54 cm 5.5 anak ayam/m2 = 1.96 kaki2/anak ayam
1 kaki = 30,48 cm 6.0 anak ayam/m2 = 1.82 kaki2/anak ayam
1 yd = 0,9144 m
6.5 anak ayam/m2 = 1.67 kaki2/anak ayam
1 mile = 1,609 km
7.0 anak ayam/m2 = 1.54 kaki2/anak ayam
1g = 0,002205 lb = 0,0353 oz 7.5 anak ayam/m2 = 1.43 kaki2/anak ayam
1 kg = 2,2046 lb 8.0 anak ayam/m2 = 1.35 kaki2/anak ayam
1 ton = 1000 kg = 0.9842 ton panjang (Inggris) 8.5 anak ayam/m2 = 1.27 kaki2/anak ayam
= 1.1023 ton pendek (AS) 9.0 anak ayam/m2 = 1.20 kaki2/anak ayam
1 ton panjang = 2240 lb = 1,016 ton = 1016,05 kg
9.5 anak ayam/m2 = 1.13 kaki2/anak ayam
1 ton pendek = 2000 lb = 0,9072 ton = 907,185 kg
10.0 anak ayam/m2 = 1.08 kaki2/anak ayam
1 oz = 28,35 g
10.5 anak ayam/m2 = 1.02 kaki2/anak ayam
1 lb = 0,4536 kg = 453,5924 g
11.0 anak ayam/m2 = 0.98 kaki2/anak ayam
1 cm2 = 0,155 in2 11.5 anak ayam/m2 = 0.94 kaki2/anak ayam
1 m2 = 1,196 yd2 12.0 anak ayam/m2 = 0.90 kaki2/anak ayam
= 10,7639 kaki2 12.5 anak ayam/m2 = 0.86 kaki2/anak ayam
1 in2 = 6,4516 cm2
13.0 anak ayam/m2 = 0.83 kaki2/anak ayam
1 kaki2 = 0,0929 m2
13.5 anak ayam/m2 = 0.80 kaki2/anak ayam
1 yd2 = 0,8363 m2
14.0 anak ayam/m2 = 0.77 kaki2/anak ayam
1 liter = 0,22 Imp gal 14.5 anak ayam/m2 = 0.74 kaki2/anak ayam
= 0,2624 US gal 15.0 anak ayam/m2 = 0.71 kaki2/anak ayam
1 pt (Imp) = 0,5682 liter 15.5 anak ayam/m2 = 0.69 kaki2/anak ayam
1 pt (AS) = 0,4732 liter 16.0 anak ayam/m2 = 0.67 kaki2/anak ayam
1 qt (Imp) = 1,1365 liter
16.5 anak ayam/m2 = 0.65 kaki2/anak ayam
1 qt (AS) = 0,9463 liter
17.0 anak ayam/m2 = 0.63 kaki2/anak ayam
1 gal (Imp) = 4,54596 liter
17.5 anak ayam/m2 = 0.61 kaki2/anak ayam
1 gal (AS) = 3,7853 liter
18.0 anak ayam/m2 = 0.60 kaki2/anak ayam
1 m3/kg/h = 16,016 kaki3/lb/h 18.5 anak ayam/m2 = 0.58 kaki2/anak ayam
1 kaki3/lb/h = 0,0624 m3/kg/h 19.0 anak ayam/m2 = 0.57 kaki2/anak ayam
1 m3/h = 0,5886 cfm
19.5 anak ayam/m2 = 0.55 kaki2/anak ayam
1 m/sec = 196,85 kaki/min
20.0 anak ayam/m2 = 0.54 kaki2/anak ayam
1 kcal = 3,97 BTU
20.5 anak ayam/m2 = 0.52 kaki2/anak ayam
1000 kcal = 4,184 MJ
1 kcal/m3 = 0,1123 BTU/kaki3 21.0 anak ayam/m2 = 0.51 kaki2/anak ayam
1 kcal/kg = 1,8 BTU/lb 21.5 anak ayam/m2 = 0.50 kaki2/anak ayam
1 kaki candle = 10 lux 22.0 anak ayam/m2 = 0.49 kaki2/anak ayam

COBB 65
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

Suhu Tabel konversi Harian/Mingguan


°C °F Hari Minggu Hari Minggu
35 95.00 0 0 231 33
34 93.20 7 1 238 34
33 91.40 14 2 245 35
32 89.60 21 3 252 36
31 87.80 28 4 259 37
30 86.00 35 5 266 38
29 84.20 42 6 273 39
28 82.40 49 7 280 40
27 80.60 56 8 287 41
26 78.80 63 9 294 42
25 77.00 70 10 301 43
24 75.20 77 11 308 44
23 73.40 84 12 315 45
22 71.60 91 13 322 46
21 69.80 98 14 329 47
20 68.00 105 15 336 48
19 66.20 112 16 343 49
18 64.40 119 17 350 50
17 62.60 126 18 357 51
16 60.80 133 19 364 52
15 59.00 140 20 371 53
14 57.20 147 21 378 54
13 55.40 154 22 385 55
12 53.60 161 23 392 56
11 51.80 168 24 399 57
10 50.00 175 25 406 58
9 48.20 182 26 413 59
8 46.40 189 27 420 60
7 44.60 196 28 427 61
6 42.80 203 29 434 62
5 41.00 210 30 441 63
4 39.20 217 31 448 64
3 37.40 224 32
2 35.60
1 33.80
0 32.00
-1 30.20
-2 28.40
-3 26.60
-4 24.80
-5 23.00

66 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

16. DAFTAR KONTAK FARM BREEDER


Nama Nomor Telepon
Manajer Flok Breeder
Feed Mill
Manajer Hatchery
Pemasok Peralatan
Layanan Listrik
Layanan Gas
Layanan Air
Perwakilan Cobb

COBB 67
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

17. CATATAN

68 COBB
Panduan Manajemen Pembibitan COBB

CATATAN

COBB 69
cobb-vantress.com

L-1010-04 (IND)
June 2016