Anda di halaman 1dari 2

Yuliati, Perspektif Kemaritiman di Indonesia dan Kawasan Asia Tenggara Lainnya 53

Rempah-rempah Asia Tenggara rendah daripada yang diproduksi di sepanjang


seperti lada, jahe, kayu manis, gula, cengkeh pantai Malabar India namun harganya lebih
khususnya pala sangat terkenal di Eropa murah dan tersedia bagi saudagar Cina.
pada abad ke-12, dan menjadi obat bagi Kerajaan-kerajaan Jawa bagian timur yang
segala jenis penyakit. Rempah-rempah ini mengontrol pemasaran ulang remah-rempah
digunakan pula sebagai bumbu daging dalam dari kepulauan bagian timur mengangkat
pola diet Eropa. Bahkan pada abad ke-13 perdagangan ini.
Barat memerlukan lebih besar kuota rempah Pada abd ke-13, pantai tenggara
Asia Tenggara, dan Jawa pun menjadi Sumatra menjadi akses utama barang-barang
sinonim dengan hal ini. Selama masa itu, dari Laut Jawa, yang kemudian perannya
perdagangan di pesisir Jawa dilakukan dalam diganti oleh pelabuhan di Jawa, sementara
dua jenis, perdagangan dengan Barat dan pelabuhan di Jawa menjadi penting pada abad
Timur (terutama dengan India dan Cina) ketiga belas, pusat-pusat di pantai timur
dalam hal rempah-rempah dan barang Sumatra menjadi sekunder dalam hal
mewah, dan perdagangan ekspor-import perdagangan.
beras (beras juga menjadi barang dagangan
penting bagi Ayutthaya) ke Maluku dan Simpulan
pulau-pulau lain di bagian timur dan barat Sejarah kemaritiman Asia Tenggara
yang ditukar dengan rempah-rempah dan sebelum kedatangan bangsa Barat
tekstil. menunjukkan situasi pemerintahan penguasa
Pulau Jawa berhasil sebagai pribumi dengan seluruh kekhasan yang
penghubung perdagangan rempah diusungnya. Perdamaian dan konflik
internasional karena saling ketegantungan mewarnai timbul dan tenggelamnya
antara Jawa dan pulau-pulau lain di bagian kekuasaan yang berada di kawasan Asia
timur. Barang-barang dari Jawa dibawa ke Tenggara daratan dan Asia Tenggara
Eropa melalui laut dari Cina pada akhir abad maritim. Perniagaan rempah mendominasi
ke-13 kemudian ditukar dengan produk komoditi dagang di kawasan ini. Studi
mereka di jalur perniagaan antarpulau. Daftar maritim di kawasan ini memberi “kemudi”
barang dagangan Jawa termasuk kayu sapan sekaligus “kompas” untuk memahami
dan berlian dari Kalimantan, kayu sandal perkembangan yang terjadi di Asia Tenggara
putih (sandalwood) dari Timor, pala dari yang telah berlangsung selama ratusan tahun
Banda dan Maluku, dan lada dari pelabuhan lalu. Melalui perspektif maritim, sejarah
pantai timur dan utara Sumatra. Asia Tenggara memiliki kisah yang berbeda
Cina mengimpor rempah-rempah dari dari yang selama ini difahami, sekaligus
Jawa dalam jalur besar pada abad ke-12. memberi gambaran lain tentang arti penting
Konsumsi Cina untuk lada asal Jawa sangat sebuah kawasan yang menyangkut lautan
penting, Mutu lada Asia Tenggara lebih dalam historiografi sejarah maritim.

Catatan:
1
Bambang Cipto, Hubungan Internasional di Asia Tenggara, (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar,2010), hal. 11.Lihat juga D.G.E. Hall, Sejarah Asia Tenggara, (Surabaya, Usaha
Nasional,1988).
2
F.X. Sutopo, China Sejarah Singkat, (Yogyakarta: Garasi, 2009), hal. 76-78.
54 SEJARAH DAN BUDAYA, Tahun Ketujuh, Nomor 2, Desember 2013

DAFTAR RUJUKAN Nasional Indonesia II. Edisi


Pemutakhiran. Jakarta: Balai Pustaka.
Breazeale, Kennon (ed.). 1999. From Japan Reid, Anthony. 2011. Asia Tenggara Dalam
to Arabia: Ayuthhaya’s Maritime Kurun Niaga. Jilid 1 dan 2. Terj. R.Z.
Relations with Asia. Bangkok: The Leirissa dan P. Soemitra. Jakarta:
Toundation for the Promotion of Yayasan Obor Indonesia.
Social Sciences and Humanities
Textbooks Project. van Leur, J.C. dan Verhoeven, F.R.J 1974.
Teori Mahan dan Sejarah Kepulauan
Chaudhuri, K.N. 1985. Maritime and Indonesia. Jakarta: Bhratara.
Civilization in the Indian Ocean: An
Economic History from the Rise of Sutherland, Heather. 2003. “Southeast Asian
Islam to 1750. Cambridge: Cambridge History and the Mediterranean
University Press. Analogy”. Journal of Southeast Asian
Studies 34, (1), Februari, hal. 1-20.
Hall, D.G.E. 1988. Sejarah Asia
Tenggara.Terj. Soewarsha, I.P. dan Sutopo, F.X. 2009. China. Sejarah
Habib Mustopho. Surabaya: Usaha Singkat.Yogyakarta: Garasi.
Nasional.
Tagliacozzo, Eric. 2002. “Smuggling in
Hall, Kenneth R. 1985. Maritime Trade and Southeast Asia: History and its
State Development in Early Southeast Contemporary Vectors in an
Asia. Honolulu: University of Hawai Unbounded Region,. Critical Asian
Press. Studies, 34 (2), hal. 193-220.

Kathirithamby-Wells, J dan Villiers, John. ______________. 2005. “The Lit


(eds). 1990. The Southeast Asian Port Achipelago: Coast Lighting and the
and Polity: Rise and Demise. Imperial Optic in Insular Southeast
Singapore: Singapore University Press. Asia, 1860-1910. Technology and
Culture. Vol 46, April. hal. 306-328.
Lapian, Adrian Bernard. 2008. Pelayaran Zuhdi, Susanto.2006. “Perspektif Tanah-Air
dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 Dalam Sejarah Indonesia”. Pidato
dan 17. Jakarta: Komunitas Bambu. Pengukuhan Guru Besar Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Indonesia. Jakarta:
Poesponegoro, Marwati Djoened, dan Fakultas Ilmu Budaya.
Notosusanto, Nugroho. 2009. Sejarah