Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan di Sekolah Dasar adalah Pendidikan tingkat paling dasar yang
diselenggarakan untuk memberikan dasar pengetahuan, sikap dan ketarmpilan bagi siswa.
Sedolah Dasar merupakan jenjang Pendidikan yang paling penting keberadaannya karena
proses dimulainya seseorang dalam menempuh dunia Pendidikan diawali dari jenjang sekolah
dasar. Sekolah Dasar merupakan jenjang Pendidikan yang membekali atau memberikan dasar-
dasar serta menyiapkan peserta didik untuk mengikuti Pendidikan pada jenjang berikutnya.
Mengingat sangat penting nya Sekolah Dasar maka diperlukan system pembelajaran dan
sertifikasi guru yang sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 19
Tahun 2005 dalam proses pemebelajaran siswa. Ini erat kaitannya dengan hasil belajar siswa
yang dapat diukur dari pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran teori ataupun praktek
yang telah diberikan oleh guru.
Pelaksanaan Pembelajaran juga harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan
kognitif anak. Teori yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif anak dikembangkan
oleh Piaget. Hal ini berarti siswa belajar dengan menemukan sendiri pengetahuan yang
diajarkan serta mengemukakan materi yang telah di dapat dengan Bahasa mereka sendiri.
Disini peran guru tidak hanya sebagai penyampai informasi kepada siswa tetapi juga
memfasilitasi siswa agar lebih dapat mengeksplorasi pengetahuan yang telah mereka miliki.
Pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan
bangsa yang maju, dan sejahtera. Keberadaan guru yang bermutu merupakan syarat mutlak
hadirnya system dan praktek Pendidikan yang berkualitas. Sejumlah negara, misalnya
Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat berusaha mengembangkan kebijakan
yang mendorong keberadaan guru yang berkualitas.

1.2 Tujuan
1. Untuk Mengetahui Tujuan Sekolah Dasar
2. Untuk Mengetahui Karakteristik Siswa Sekolah Dasar
3. Untuk Mengetahui Standar Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar

1.3 Manfaat
1. Agar memahami Tujuan sekolah dasar
2. agar memahami karakteristik siswa sekolah dasar
3. agar memahami standar kompetensi lulusan sekolah dasar

1
BAB II
ISI BUKU
2.1 IDENTITAS BUKU UTAMA I
Judul Buku : Keterampilan Dasar Pendidikan SD
Pengarang : DR. Naeklan Simbolon, M.Pd , Dra. Eva Betty Simanjuntak,
M.Pd , Drs. Robenhart Tamba, M.Pd
Jenis Buku : DIKTAT
Tempat Terbit : Medan
Jumlah Halaman : 114 Halaman
2.2 RINGKASAN BUKU UTAMA (BAB 1 “Pendidikan Dasar di Indonesia’’)
Pengertian Pendidikan Dasar
Pendidikan merupakan usaha manusia untuk memanusiakan manusia itu
sendiri, yaitu untuk membudayakan manusia. Pendidikan adalah suatu proses interaksi
manusiawi antara pendidik dengan subjek didik untuk mencapai tujuan Pendidikan.
Pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk
memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan. Dari beberapa
pengertian Pendidikan dapat disimpulakn bahwa Pendidikan adalah pimpinan yang
diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak dalam pertumbuhannya
menggunakan system yang terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pemebelajaran atau pelatihan agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya
secara aktif sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan agar berguna bagi diri sendiri dan bagi
masyarakat.
Jadi, Pendidikan Dasar adalah Pendidikan Umum yang diselenggarakan selama 6 tahun
untuk mengembangkan sikap dan kemampuan peserta didik serta memberikan
pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat
serta mempersipakan peserta didik yang melandasi jenjang Pendidikan menengah.
Tujuan Pendidikan Dasar
Tujuan Khusus Pendidikan sekolah dasar yaitu agar lulusan :
a. Bidang Pengetahuan
 Memiliki Pengetahuan dasar Fungsional tentang agama yang dianutnya,
prinsip-prinsip dasar matematika, UUD 1945, gejala dan peristiwa yang
terjadi disekitarnya.
 Memiliki pengetahuan dasar tentang kesejahteraan tentang keluarga,
kependudukan, dan kesehatan.
 Memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai bidang pekerjaan yang
terdapat di masyarakat sekitarnya.

2
b. Bidang Keterampilan
 Menguasai cara-cara belajar yang baik
 Terampil menggunakan Bahasa Indonesia lisan dan tulisan
 Mampu memecahkan masalah sederhana secara sistematis dengan
menggunakan prinsip ilmu pengetahuan yang telah diketahuinya.
 Memiliki keterampilan berolahraga
 Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian
c. Bidang nilai dan sikap
 Menerima dan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945
 Mencintai sesame manusia, bangsa dan lingkungan masyarakat sekitarnya
 Memiliki rasa tanggungjawab
 Percaya diri
 Memiliki sikap hemat dan produktif
 Memiliki inisiatif, daya kreatif, sikap kritis, rasional, dan objektif
Landasan-Landasan Pendidikan Dasar
a. Landasan Filosofis Pendidikan di Indonesia
Landasan Filosofis Pendidikan di Indonesia berlandaskan Pancasila dan
diarah untuk membentuk manusia Indonesia yang ber-Pancasila. Pancasila
adalah pandangan hidup bangsa Indonesia atau falsafah Negara Republik
Indonesia.
b. Landasan Psikologis Pendidikan
Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan
kepada murid, maka proses dan hasil belajar yang diharapkan tidak akan
tercapai sebagaimana mestinya.
c. Landasan Sosial Budaya
Interaksi anatar Guru dengan murid disekolah berlangsung dalam suatu
proses yang disebut proses kegiatan sosial. Kegiatan belajar-mengajar pada
dasarnya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat dimana kegiatan
tersebut berlangsung di sekolah. Proses belajar mengajar di sekolah mendapat
pengaruh dari institusi lain di luarnya, seperti teman sebaya, keluarga dan
masyarakat dalam arti yang luas. Sekolah berfungsi sebagai pewarisan,
pemeliharaan dan pembaharuan kebudayaan dari generasi terdahulu kepada
generasi sekarang dan penerus.
d. Landasan Hukum
Guru lebih siap menerima penyesuaian-penyesuaian yang perlu
dilakukan dan kemungkinan dapat diadakan inovasi dalam bidang
Pendidikan. Penyelenggaraan Pendidikan memerlukan landasan Hukum agar
penyusunan kebijaksanaan, pemerintah tidak hanya membatasi diri
berkenaan dengan kehidupan bangsa dan bernegara secara umum.

3
Latar Belakang dan Arah Pendidikan Dasar
Pendidikan yang gagal dalam menghasilkan lulusan yang kompeten akan
membuat mereka tidak mampu bekerja secara efesien dan efektif serta tidak ]memiliki
daya saing. Dunia semakin sempit rasanya, karena kejadian dimanapun dan kapanpun
dapat diakses secara cepat dari manapun. Pendidikan dewasa ini merupakan era baru
yaitu era yang lebih dahsyat yakni era INDUSTRI KREATIF. Pendidikan tidak
berkorelasi secara langsung dengan masa depan yang lebih. Untuk kasus Indonesia,
masih ada factor lain yang harus diperhatikan.
Kurikulum Sekolah Dasar
Kurikulum sebagai rencana pelajaran yang berisikan sejumlah mata pelajaran
yang harus ditempuh atau diselesaikan murid guna mencapai suatu tingkatan atau
ijazah. Struktur Kurikulum menggambarkan konseptulisasi konten kurikulum dalam
bentuk mata pelajaran, posisi mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi mata
pelajaran dalam satu semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan
beban belajar per minggu untuk setiap siswa.
Jenis-Jenis Sekolah Dasar
a. Sekolah Dasar Konvensional/Reguler, merupakan sekolah dasar yang
menyelenggarakan Pendidikan dengan system guru kelas dan pembelajaran
tatap muka antara siswa dengan guru dalam hari dan jam-jam pelajaran
efektif yang telah ditetapkan.
b. Sekolah Dasar Proyek, sekolah dasar ini proses pembelajarannya
menggunakan system modul, yang dapat dipelajari sendiri oleh siswa.
c. SD Pamong, melayani Pendidikan dasar bagi anak-anak yang bersekolah
maupun yang belumm dapat bersekolah karena alasan- alasan tertentu.
d. SD Kecil, merupakan sekolah yang diselenggarakan di tempat permukaan
terpencil yang sulit dicapai karena adanya hambatan geografis.
Karakteristik Pendidikan Dasar di Indonesia
Ada beberapa karakteristik anak usia di sekolah dasar yang perlu diketahui para
guru, seorang guru harus dapat menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan
keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui
karakteristik siswanya. Implikasi Pendidikan dapat juga bertolak dari kebutuhan
peserta didik. Anak sekolah dasar memiliki kecenderungan dalam belajar, yang
memiliki 3 ciri yaitu :
 Senang bermain
 Senang bergerak
 Senang bekerja dalam kelompok
 Senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung
Aplikasi Pemenuhan Kebetuhan Siswa di Sekolah
 Pemenuhan kebutuhan Fisiologis

4
 Pemenuhan kebutuhan rasa aman
 Pemenuhan kebetuhan kasih sayang
 Pemenuhan kebutuhan harga diri
Seorang guru harus dapat menerapkan suatu metode pembelajaran yang sesuai
dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang guru mengetahui
karakteristik siswanya.
Cara Belajar Anak
Guru disekolah harus memiliki kemampuan meramu metode, model, maupun
strategi pembelajaran di sekolah dasar. Adapun Cara belajar anak di sekolah dasar itu
memiliki 3 ciri dalam Panduan Lengkap KTSP (2008: 252-253), yaitu :
 Konkret
 Integratif
 Hierarkis
2.3 IDENTITAS BUKU PEMBANDING II

Judul Buku : Teori Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar


Pengarang : Drs. Ahmad Susanto, M.Pd
Penerbit : Kencana
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : 310 Halaman
2.4 RINGKASAN BUKU PEMBANDING (BAB 3 “PENDIDIKAN TINGKAT SD”)
Tujuan Sekolah Dasar
Tujuan Sekolah Dasar Menurut Mirasa dkk (2005) adalah sebagai proses
pengembangan kemampuan yang paling mendasar bagi setiap siswa, dimana setiap
siswa belajar secara efektif karena adanya dorongan dalam diri dan adanya suasana
yang memberikan kemudahan bagi perkembangan dirinya secara optimal.

5
Standar Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar
Standar Kompetensi lulusan (SKL) SD/MI tahun 2012 meliputi iman-taqwa,
belajar berinovasi, seni dan budaya, terampilan hidup dan karir dan wawasan.

6
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 BUKU UTAMA BAB I
Kelebihan Buku Utama BAB I
Untuk Pembahasan BAB I terdapat materi yang sangat terperinci didalam nya. Seperti
sudah dijelaskan di bab ini pengertian,tujuan, landasan, karakteristik, jenis-jenis, serta
cara belajar anak dalam Pendidikan anak sekolah dasar. Terdapat rangkuman kata-kata
yang memungkinkan penulis mengerti tentang materi yang disampaikan.
Kekurangan Buku Utama BAB I
1. Dalam penulisan buku ini terlalu banyak materi yang di ulang-ulang dan itu-itu saja
intinya
2. Bahasa dan kalimat yang digunakan dalam buku tersebut lumayan susah untuk
dimengerti dan dicerna, kata-katanya tidak begitu mudah untuk dipahami sehingga
harus lebih serius dan berkonsentrasi saat membacanya.
3.2 BUKU PEMBANDING BAB III
Kelebihan Buku Pembanding BAB III
Buku ini sangatlah bagus, baik dari segi cover buku, layout dan ketatabahasaan yang
sudah mengikuti selera pembaca, jika ditinjau dari segi materi juga sudah sangat bagus
karena pada setiap bab nya penulis sudah memaparkan maksud dan tujuan dari membaca
setiap poin dari setiap bab nyadan setiap ahkir bab penulis juga memberikan rangkuman
dari keseluruhan babnya sehingga pembaca langsung dapat mengingat kembali materi
yang sudah kurang dikuasinya mengenai Teori Belajar dan Pembelajaran Anak Sekolah
Dasar.
Kekurangan Buku Pembanding BAB III
Buku ini tidak dilengkapi dengan cara dan praktek dari setiap bab agar tujuan dan
maksud dari pelajaran bab itu dapat terealisasi , buku ini juga tidak dilengkapi dengan
contoh soal, sebagai latihan agar pembacadapat menguji pemahamannya setelah
membaca materi dari setiap babnya.

7
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari apa yang saya ringkas dan apa yang saya rangkum, bahwa urusan utama Pendidikan
adalah manusia. Pembahasan tentang Pendidikan anak sekolah dasar juga tidak ada
habis-habisnya. Pendidikan juga suatu konsumsi yang saat ini banyak di geluti oleh
masyarakat Indonesia. Kedua buku ini bisa saling melengkapi satu sama lain, karena dari
masing-masing buku memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berdasarkan
kelebihan dan kekurangan buku di atas, dapat kita ketahui bahwa buku Utama lebih baik
digunakan di dalam proses pembelajaran, sebab buku ini penjelasan materi mengenai
pembelajaran SD lebih lengkap dan terperinci, karena mengupas tuntas semua materi
dan juga membahasnya satu per satu sehingga pembaca dapat memilah-milah satu per
satu dari materi tersebut.

4.2 Saran
Untuk lebih memahami mengenai materi Keterampilan Pendidikan Sekolah Dasar,
sebaiknya menggunakan lebih banyak buku sehingga kita dapat lebih mendalami lagi
ilmu dan wawasan mengenaiKetrampilan dan Teori Pembelajaran Anak SD.

8
DAFTAR PUSTAKA

1. Keterampilan Dasar Pendidikan SD


2. Susanto Ahmad. 2014. Teori Belajar dan Pembelajaran Sekolah Dasar: Kencana

Anda mungkin juga menyukai