Anda di halaman 1dari 6

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No.

1, (2015) ISSN 2337-3539 (2301-9271 Printed) D-21

Studi Water Balance Air Tanah di Kecamatan


Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur
Riztri Bonita dan Mas Agus Mardyanto
Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
e-mail: mardyanto@enviro.its.ac.id

Abstrak— Kebutuhan air yang meningkat satunya dalam pemenuhan kebutuhan dengan pemanfaatan air
menyebabkan orang yang menggunakan air sungai sebagai air tanah. Seperti halnya Kabupaten Pasuruan yang pada tahun
baku beralih menggunakan air tanah yang mudah didapat dan 2014 ini masih memiliki 87 sumur dalam. Pemanfaatan air
dengan kualitasnya yang lebih baik, sehingga banyak dilakukan tanah pada wilayah Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan
penggalian atau pengeboran sumur. Banyaknya penggunaan air
dari tahun ke tahun selalu meningkat karena berada pada
tanah membuat muka air tanah menjadi semakin dalam dan
timbul beberapa masalah akibat penyalahgunaan air tanah pada wilayah industri namun jumlah sumur pantau relatif sedikit.
wilayah Kabupaten Pasuruan.Pada Kecamatan Kejayan Hal ini dikhawatirkan terjadi ketidakseimbangan antara
cenderung didominasi oleh kawasan industri serta permukiman pemasukan dan pengeluaran air tanah akibat kurangnya
yang mayoritas menggunakan air tanah dalam produksinya.Oleh kontrol kebijakan dalam pengelolaan sumber daya air tanah.
karena itu, tugas akhir ini akan meneliti potensi air tanah baik
untuk mengidentifikasi air yang masuk (in) dan air yang keluar Menurut data Kementrian Energi Sumber Daya
(out) di Kecamatan Kejayan,Kabupaten Pasuruan, Provinsi Mineral (KESDM) [2] hampir 70% kebutuhan air
Jawa Timur dan mengevaluasi keseimbangan air tanah dengan bersih masih mengandalkan air tanah, pada sektor industri
menggunakan metode neraca air menurut metode Thornthwaite
bahkan 90% kebutuhan airnya masih harus dipenuhi dari air
& Mather serta Metode Ffolliot.Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa setiap tahunnya nilai hasil perhitungan tanah. Ketergantungan ini terkait dengan kurangnya
neraca air tidak mengalami defisit hingga tahun 2023. Serta infrastruktur yang disediakan oleh pemerintah. Faktor lain
melakukan upaya untuk menjaga kuantitas air secara terpadu yang mempengaruhi kelangkaan air tanah adalah kondisi
pada wilayah tangkapan air atau sungai pada wilayah penelitian. daerah resapan air tanah. Umumnya, tanah diisi kembali dari
curah hujan, sungai, dan campur tangan manusia. Seperti
Kata Kunci— Air tanah, Neraca Air , Siklus Hidrologi. pengisian buatan mengisi ulang (mengimbuh) dengan adanya
sumur resapan.

I. PENDAHULUAN Sehingga dari setiap kondisi eksisting yang dijabarkan ini


butuh adanya upaya pengendalian pembangunan secara dini
A ir tanah merupakan komponen penting dalam siklus
hidrologi dari sumberdaya air di daerah aliran sungai.
Berbeda dengan air permukaan yang tidak mempunyai
dengan mempehatikan aspek lingkungan air tanah yang
berdasarkan atas asas pemanfaatan, keseimbangan, dan
kelestarian sumberdaya air tanah, sehingga peranan air tanah
kapasitas penyimpanan dikarenakan air mengalir dengan dalam menunjang kegiatan pembangunan terus berlanjut untuk
cepat, air tanah mengalir lambat dan mempunyai kapasitas generasi sekarang dan mendatang. Maka dalam tugas akhir ini
penyimpanan yang besar [1]. akan diteliti adakah keseimbangan air tanah pada Kecamatan
Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.
Menurut kondisi eksisting di Kabupaten Pasuruan
peningkatan jumlah penduduk dan perubahan tata guna yang
terjadi akan berimbas pada peningkatan akan kebutuhan air II. METODE PENELITIAN
dan berkurangnya wilayah konservasi air sehingga
mengakibatkan pengurangan ketersediaan air baik dari segi
kuantitas maupun kualitasnya. Ketersediaan air tanah Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Kejayan,
merupakan salah satu faktor pendukung dan penentu bagi Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Pada penelelitian
pengembangan suatu wilayah. Pada beberapa tahun terakhir kali ini digunakan metode analisa deskriptif bedasarkan
ini Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya telah mengalami penilaian aspek teknis dan aspek lingkungan.
kemajuan pembangunan yang meningkat pesat, terutama pada
A. Aspek Teknis
sektor industri, pariwisata, perdagangan dan pertanian.
Pembahasan yang dilakukan ialah menghitung neraca air
Ketergantungan industri pada air tanah merupakan tanah dengan menggunakan metode Thornwaite & Mather
salah satu kendala yang dihadapi dalam pengelolaan air tanah. serta metode Ffolliot.
Pengambilan air tanah di Kabupaten Pasuruan untuk berbagai
sektor pembangunan cenderung terus meningkat. Salah
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN 2337-3539 (2301-9271 Printed) D-22

B. Aspek Lingkungan serta irigasi persawahan). Persamaan yang dapat digunakan


Pembahasan yang dilakukan meliputi upaya konservasi air untuk menghitung neraca air adalah sebagai berikut:
tanah pada wilayah penelitian . Q ketersediaan- Q kebutuhan = s
Keterangan:
Pada penelitian ini dilakukan proses pengumpulan data Qketersediaan=debit ketersediaan air tanah
berupa data primer dan sekunder. Selanjutnya dilakukan tahap Qkebutuhan =debit kebutuhan air tanah
persiapan meliputi perijinan, studi pustaka awal, survey awal Untuk mengetahui jumlah air yang meresap dalam tanah
lokasi, serta identifikasi masalah. Perijinan dilakukan untuk ditentukan dengan perhitungan potensi air tanah dengan
memudahkan peneliti dalam memperoleh data primer dan pendekatan empiris dengan persamaan dari Ffolliot ( 1980):
sekunder. Hasil penelitian sejenis akan digunakan sebagai R= (P-ET). Ai.(1-Cro)
pembanding terhadap metoda serta hasil yang didapatkan. Keterangan:
Survey awal dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting
secara umum lokasi penelitian. Identifikasi masalah R = Volume air yang meresap ke dalam tanah (m3)
merupakan penentuan masalah-masalah yang terjadi di lokasi P =Curah hujan (mm)
penelitian. ET=Evapotranspirasi (mm/th)
Ai = Luas Lahan (m2)
Observasi lapangan pada wilayah penelitian serta Cro=Koefisien limpasan permukaan
melakukan survey pada Kecamatan Kejayan untuk keperluan
mengetahui pemakaian air tanah pada akuifer bebas yaitu Pada perhitungan neraca air ini mempunyai batas lingkup
keperluan domestik. Sedangkan data pemakaian akuifer bebas yaitu hanya pada akuifer bebas (unconfined).Pada Gambar 1
lainya didapatkan melalui data sekunder yaitu izin pemakaian dibawah ini akan menggambarkan bahwa perhitungan air yang
penggunaan air tanah melalui Kementrian ESDM (Energi dan masuk (recharge) ialah infiltrasi yang berasal dari air hujan
Sumber Daya Mineral). Data yang relevan pula terkait dengan serta air irigasi sedangkan apabila sedang musim kemarau
penelitian yaitu data hidrologi oleh BMKG (Badan infiltrasi yang masuk hanya berasal dari air irigasi,kemudian
Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika) [3]. untuk perhitungan yang keluar didapatkan oleh perhitungan
evapotranspirasi serta debit air yang diambil oleh industri
yang memiliki izin SIPA (Surat Izin Pengambilan/Penggunaan
Air Bawah Tanah) dan asumsi pengambilan air tanah oleh
III. HASIL PENELITIAN masyarakat kecamatan Kejayan yang memang belum dilayani
A. Potensi Air Tanah di Kecamatan Kejayan, Kabupaten oleh PDAM Kabupaten Pasuruan dan dipertegas dengan
Pasuruan adanya data primer yaitu berupa kuisoner bagi masyarakat
kejayan.
Penilaian potensi air tanah di wilayah CAT Kabupaten
Pasuruan ditentukan oleh kondisi geologi, morfologi dan
kondisi hidrogeologi setempat. Akuifer yang dikaji pada
kecamatan kejayan ini merupakan kelompok akuifer bebas
dikarenakan terdapat penyebaran yang luas [4]. Hal ini telah
dipastikan setelah dilakukan pencocokan dengan peta
hidrogeologi dimana tipe akuifer yang tedapat pada kecamatan
Kejayan ialah akuifer terbuka yang produktif.

B. Water Balance
Water balance (keseimbangan air) adalah suatu
analisa yang menggambarkan pemanfaatan sumber daya air
suatu daerah tinjauan yang didasarkan pada perbandingan
Gambar 1. Ilustrasi Perhitungan Neraca Air
antara kebutuhan dan ketersediaan air.Pembukaan lahan untuk
pembangunan infrastruktur dan permukiman yang tidak
terkendali secara tidak langsung berdampak terhadap
timbulnya masalah banjir dan berkurangnya daerah resapan.
Untuk dapat mengetahui keseimbangan air di
Kabupaten Pasuruan, perlu diperhitungkan beberapa faktor
yang berhubungan dengan pola pemanfaatan kebutuhan air
tanah oleh industri yang memiliki izin SIPA (Surat Izin
Pengambilan/Penggunaan Air Bawah Tanah) serta domestik.
Faktor-faktor yang digunakan dalam perhitungan dan
analisis neraca air adalah ketersediaan air dari aliran air tanah
( ketersediaan air tanah) dan kebutuhan air dari tiap daerah
layanan (kebutuhan air tanah sendiri untuk industri,domestik
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN 2337-3539 (2301-9271 Printed) D-23

Tabel 1. Perhitungan Rata-Rata Curah Hujan/Bulan[5]. Tabel 3. Total Debit Penggunaan Air Tanah
Q domestik Total
No Tahun (A) Q industri (B) (A+B)/TAHUN
Bulan Rata-Rata Curah Hujan/bulan
Januari 197,67 1 2008 19.975.920 1.620.600 21.596.520
Februari 233,33 2 2009 20.185.540 1.620.600 21.806.140
Maret 204,33 3 2010 20.390.355 1.620.600 22.010.955
April 215,00 4 2011 20.580.721 3.276.240 23.856.961
Mei 155,00
5 2012 20.704.721 5.212.930 25.917.651
Juni 61,33
6 2013 21.035.617 8.703.060 29.738.677
Juli 9,67
Agustus 0,00 7 2014 21.367.338 12.219.470 33.586.808
September 0,00 8 2015 21.507.772 12.219.470 33.727.242
Oktober 10,00 9 2016 21.717.559 12.219.470 33.937.029
November 198,33 10 2017 21.836.857 12.219.470 34.056.327
Desember 229,00
11 2018 21.933.716 12.219.470 34.153.186
Jumlah(mm/tahun): 1513,67
12 2019 22.054.129 16.100.880 38.155.009
13 2020 22.186.758 16.100.880 38.287.638
Tabel 1 menunjukkan bahwa terjadi musim kemarau pada 14 2021 22.378.364 16.100.880 38.479.244
saat bulan Juni hingga Oktober.Sedangkan untuk perhitungan 15 2022 22.699.839 16.100.880 38.800.719
rata-rata suhu didapatkan sejak tahun 2011 hingga 2013[3],
16 2023 22.823.791 20.529.790 43.353.581
sehingga didapatkan nilai rata-rata suhu sebesar 21,81oC.
Selanjutnya ialah untuk mendapatkan koefisien limpahan (run
off) menggunakan acuan pada penelitian Devina pada Tahun Selanjutnya dengan menggunakan metode
Thornthwaite dan Mather diperhitungkan suhu, indeks panas
2008 [6]. Koefisien limpasan yang digunakan adalah luasan
dalam sehingga mampu menemukan nilai evapotransporasi
sawah, tegalan, hutan, bangunan dan pekarangan serta lahan
potensial (mm/bulan).Kemudian dengan metode Ffolliot akan
lainnya. Pada tabel 2 dibawah ini terdapat perhitungan Cro mendapatkan nilai infiltrasi m/bulan. Untuk mendapatkan
gabungan. neraca air setiap bulan atau tahunnya yaitu nilai infiltrasi
Tabel 2. Perhitungan Cro Gabungan
dikurangi oleh total debit penggunaan air tanah oleh domestik
∑(Cr
serta industri. Sehingga dapat mengidentifikasi peride dimana
Jenis Luasan o.A)/
Penggunaan Nilai Wilayah Atot terjadi kekurangan air (defisit) atau tidak defisit.
No. Lahan Cro (A) (Cro.A) al Maka contoh perhitungan pada tahun 2014 ialah
sebagai berikut:
1 Sawah 0,5 41360000 20680000 1. Mengisi kolom evapotranspirasi potensial(PET) dengan
Bangunan dan
2 pekarangan 0,65 9750000 6337500 metode Thornthwaite dan Mather dengan menggunakan
unsur iklim suhu rata-rata. Formulanya adalah sebagai
3 Tegalan 0,54 21380000 11545200
berikut:
4 Hutan negara 0,5 1820000 910000 Karena Ta < 26.5 oC
5 Lainnya 0,35 4840000 1694000
Jumlah: 79150000 41166700 0,52

Perhitungan debit penggunaan air tanah yang digunakan


oleh industri serta domestik dilakukan perhitungan total
pemakaian air tanah pada wilayah penelitian. Untuk domestik
didapatkan data penggunaaan air (L/orang/hari) didapatkan Dimana :
dari hasil wawancara lalu akan diproyeksikan dikarenakan PET = evapotranspirasi potensial (cm/bulan)
setiap tahun diasumsikan kebutuhan air akan meningkat. Ta = suhu udara rata-rata (oC)=21,81
Perhitungan industri sendiri didapatkan dengan data SIPA N = jumlah hari dalam sebulan=30
(Surat Izin Pengambilan Air Tanah) [7] sejak tahun 2008-2014 L = panjang hari aktual=24 jam
maka akan didapatkan nilai penggunaan air tanah oleh industri I = akumulasi indeks panas dalam
hingga tahun 2023 pada tabel 3. setahun, diperoleh dengan rumus :
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN 2337-3539 (2301-9271 Printed) D-24

Tabel 4. Hasil Perhitungan s Pada Tahun 2014.

No Bulan R Q △s

Maka: 1 Januari 7.176.605 2.798.901 4.377.705


2 Februari 8.531.653 2.798.901 5.732.753
3 Maret 7.429.885 2.798.901 4.630.985
4 April 7.835.133 2.798.901 5.036.233
5 Mei 5.555.613 2.798.901 2.756.713
6 Juni 1.997.029 2.798.901 -801.871
7 Juli 34.109 2.798.901 -2.764.791
Didapatkan sehingga PET= 8,76 mm/bulan= 0,00877 8 Agustus -333.147 2.798.901 -3.132.047
m/bulan.
9 September -333.147 2.798.901 -3.132.047
2. Diketahui: Debit Air Tanah yang keluar pada Kecamatan
Kejayan , Kabupaten Pasuruan selama pada tahun 2014 10 Oktober 46.773 2.798.901 -2.752.127
sebesar: 11 Nopember 7.201.933 2.798.901 4.403.033
Perhitungan pada tahun 2014 ini dibahas dengan
12 Desember 8.367.021 2.798.901 5.568.121
perhitungan disetiap bulannya dengan asumsi evapotranspirasi
potensial yang sama setiap bulannya, tetapi dengan curah
hujan yang berbeda. Jumlah 53.509.462 33.586.808 1.660.221
Contoh perhitungan pada bulan Januari:
P =197,6667(mm/tahun)= 0,19767 m/bulan Sehingga pada gambar 2 dibawah ini merupakan
PET =8,76 (mm/bulan )= 0,00877 m/bulan grafik besarnya nilai s pada tahun 2014 dan pada grafik ini
Ai =79.150.000 m2(luas wilayah kejayan) pula dapat mengidentifikasi periode dimana terjadi defisit dan
Cro =1- 0,52= 0,48 (koefisien limpahan gabungan) tidak defisit. Pada tahun 2014 ini terdapat beberapa bulan
yang mengalami kekurangan air yaitu pada bulan Juni hingga
Perhitungan Water Balance pada Tahun 2014: Oktober diasumsikan pada bulan-bulan ini terjadi musim
Volume air yang meresap ke dalam tanah atau infiltrasi (R):
R(air hujan)= (P-ET). Ai.(1-Cro)
= (0,19767 m/bulan-0,00877 m/bulan)* 79.150.000 m2
*(0,48)
= 7.176.604 m3/bulan
R(air irigasi)= x Cro sawah

= x 0,5
= 0,818433
Sehingga jumlah R: R(air hujan) + R (air irigasi) = 7.176.604
m3/bulan
Jika debit air tanah yang dibutuhkan industri pada air tanah
di kecamatan Kejayan,Kabupaten Pasuruan adalah sebesar
2.798.901 (m3/bulan). Maka neraca air tanah pada Industri di
Kabupaten Pasuruan khususnya Kecamatan Kejayan pada kemarau sehingga mengalami kekurangan air.
bulan Januari pada tahun 2014 ialah: Gambar 4. Grafik s Pada Tahun 2014
s = R - Q kebutuhan
=7.176.604 m3/bulan -2.798.901 (m3/bulan) Pada perhitungan tahun 2015-2023 didapatkan hasil yang
=4.377.705 (m3/bulan) sama yaitu akan mengalami defisit pada bulan Juni hingga
Langkah untuk perhitungan bulan selanjutnya hanyalah Oktober sehingga pada tabel 5 akan dijabarkan nilai
berbeda pada nilai curah hujan disetiap bulannya yang nilai perhitungan s keseluruhan sejak tahun 2008-2023 dan
curah hujannya didapatkan pada Tabel 4 Sehingga pada tahun dengan diperjelas oleh grafik s pada gambar 5 dibawah ini.
2014 didapatkan hasil perhitungan total s pada tabel 4 Sehingga didapatkan hasil evaluasi perhitungan neraca air
berikut dibawah ini. pada tahun 2008-2023 masih tidak defisit atau surplus dan
pada akuifer bebas yang ditinjau pada penelitian ini masih
mampu memenuhi kebutuhan air tanah pada Kecamatan
Kejayan sendiri hingga tahun 2023, walaupun masih terdapat
bulan-bulan yang mengalami kekurangan air dikarenakan saat
musim kemarau maka dari itu diperlukan adanya upaya
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN 2337-3539 (2301-9271 Printed) D-25

menjaga kuantitas air agar tidak terjadi kekurangan air pada tersebar tidak merata dan tidak tak terbatas dan kerusakannya
bulan-bulan tertentu disetiap tahunnya. Dapat digambarkan dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya
pada grafik yang terdapat di gambar 5 dibawah ini serta sulit dilakukan. Oleh karena itu kebijakan pengelolaan sumber
dengan adanya data tabel 5. daya air menekankan pada penggunaan air permukaan terlebih
dahulu sebelum memanfaatkan air tanah.

Telaah pengelolaan air tanah dilakukan berdasarkan


pada kebijakan dan peraturan yang sudah ada, sehingga
menghasilkan suatu konsep pengelolaan air tanah yang
menjamin ketersediaannya dan pendayagunaannya secara
berkelanjutan [8], yakni salah satunya pengelolaan sumber
daya air berdasarkan UU No.7/2004 [9] dengan pertimbangan
mengadakan pengelolaan sumber daya air terpadu yang
dimodifikasi oleh Kodoatie dan Sjarief pada tahun 2005.

Gambar 5. Grafik s 2008-2023

Tabel 5. Hasil Perhitungan △S Tahun 2008-2023

P PE A R Q out NERACA
TAHUN Cro Keterangan
mm/tahun mm/tahun km2 m3/tahun m3/tahun m3/tahun
2008 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 21.596.520 31.912.942 Surplus Gambar 6. Pengelolaan Secara Terpadu Menurut Kodoatie dan
Sjarief
2009 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 21.806.140 31.703.322 Surplus
2010 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 22.010.955 31.498.507 Surplus
Pada gambar aspek pengelolaan sumber daya air diatas ini
2011 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 23.856.961 29.652.501 Surplus terdapat beberapa aspek yang dapat dipenuhi pada wilayah
2012 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 25.917.651 27.591.811 Surplus studi yaitu:
2013 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 29.738.677 23.770.785 Surplus 1. Perlindungan dan Pelestarian
2014 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 33.586.808 19.922.654 Surplus Perlindungan dan pelestarian sumber air ditujukan
2015 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 33.727.242 19.782.220 Surplus untuk melindungi dan melestarikan sumber air
2016 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 33.937.029 19.572.433 Surplus beserta lingkungan keberadaanya terhadap kerusakan
2017 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 34.056.327 19.453.135 Surplus
atau gangguan yang disebabkan oleh daya
alam,termasuk kekeringan dan yang disebabkan oleh
2018 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 34.153.186 19.356.276 Surplus
tindakan manusia. Upaya perlindungan dan
2019 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 38.155.009 15.354.453 Surplus pelestarian air dapat dijadikan dasar dalam
2020 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 37.823.237 15.686.225 Surplus penatagunaan lahan dan dilakukan melalui:
2021 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 38.013.028 15.496.434 Surplus a. Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air
2022 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 38.332.681 15.176.781 Surplus dan daerah tangkapan air.
2023 1513,6667 8,77 79,15 0,52 53.509.462 42.883.714 10.625.748 Surplus b. Pemanfaatan sebagian sumber air dengan
perizinan yang jelas serta tegas.
c. Rehabilitasi lahan dan hutan.
C. Aspek Lingkungan 2. Pengawetan Air
Pada aspek lingkungan yang akan dikaji adalah upaya Pengawetan air ditujukan untuk memelihara
konservasi air tanah. Dengan menggunakan strategi ketersediaan air atau kuantitas air sesuai dengan
pengelolaan air tanah. Pengelolaan air tanah sendiri fungsi serta manfaat yaitu dengan cara:
merupakan bagian dari pengelolaan sumber daya air. Kegiatan a. Menyimpan air yang erlebih saat hujsn untuk
pengelolaan air tanah meliputi kegiatan perencanaan, dapat dimanfaatkan pada waktu yang diperlukan.
pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, konservasi, b. Menghemat air dengan pemakaian yang efisien
pengendalian daya rusak dan pendayagunaan. Air tanah
dan efektif.
merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya
c. Mengendalikan penggunaan air tanah.
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN 2337-3539 (2301-9271 Printed) D-26

3. Pengembangan Sumber Daya Air IV. KESIMPULAN/RINGKASAN


Pengembangan SDA meliputi: Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu
a. Air permukaan pada sungai, danau, telaga dan potensi sumber daya air tanah pada wilayah penelitian ini
mata air. Pengembangan air permukaan menjadi tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan
dilaksanakan dengan memperhatikan karateristik penggunaan air tanah hingga tahun 2023.Perhitungan
dan fungsi sumber air yang bersangkutan. neraca air menggunakan metode Thornwaite serta metode
Ffoliot menunjukan bahwa tidak terjadi defisit. Pada tiap
b. Air tanah pada CAT. Air tanah merupakan salah
tahunnya hingga tahun 2023. Serta upaya yang
satu sumber daya air yang keberadaanya dilakukan untuk menjaga kuantitas air tanah adalah
terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dengan melakukan pengelolaan air secara terpadu pada
dampak yang luas serta pemulihannya sulit wilayah tangkapan air atau sungai pada wilayah
dilakukan. Pengembangan air tanah pada penelitian.
cekungan air tanah dilakukan secara terpadu
dalam pengembangan sumber daya air pada UCAPAN TERIMA KASIH
wilayah sungai dengan upaya pencegahan Penulis mengucapkan terimakasih kepada Instansi
terhadap kerusakan air tanah. BMKG,Dinas ESDM Povinsi Jawa Timur serta pada para
c. Pengembangan fungsi dan manfaat air hujan pihak yang telah membantu.
dilaksanakan dengan mengembangkan teknologi
modifikasi cuaca. Yang dimaksud dengan DAFTAR PUSTAKA
modifikasi cuaca adalah upaya dengan cara
[1] Pemerintah Repuplik Indonesia,2004,Undang-Undang Republik
memanfaatkan parameter cuaca dan kondisi Indonesia Nomor 7 Tentang Sumber Daya Air,Jakarta.
iklim untuk tujuan meminimalkan bencana alam [2] Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika,2014, Informasi Iklim.
akibat cuaca dan iklim seperti [3] Dinas Pertambangan dan Pengairan Kabupaten Pasuruan. 2013. Laporan
Potensi Air Tanah.
kekeringan,kebakaran hutan dan banjir.
[4] Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan, 2014.Pasuruan Dalam
4. Pengusahaan Sumber Daya Air Angka.
Pengusahaan dapat berbentuk,penggunaan air pada [5] http://groundwater.sdsu.edu/ [Online, accesed 7 Agustus2014]
suatu lokasi tertentu sesuai persyaratan yang [6] Arifani, D, 2008 . Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap
Keseimbangan Tata Air Di Kawasan Bandung Utara,Final
ditentukan dalam perizinan. Serta Pemerintah Daerah
Project,ITB,Bandung
mengatur dan menetapkan alokasi penggunaan [http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-
sumber daya air serta wajib melakukan pengawasan gdl-devinaarif-33616&newlang=english&newtheme=grayDEVINA]
mutu pelayanan. [7] Kodoatie, J. R., dkk., 2002, Pengelolaan Sumber Daya Air Dalam
Otonomi Daerah, Andi, Yogyakarta.
5. Pengendalian Daya Rusak Air
[8] Ridha,M,2014. Analisa Aliran air Tanah dengan Menggunakan Ground
Dilakukan secara menyeluruh yang mencakup Water Modelling System Teknik Pengairan:Universitas
pencegahan, penganggulangan dan pemulihan serta Brawijaya,Malang [http://pengairan.ub.ac.id/pendidikan-
diselenggrakan dengan melibatkan masyarakat, tetapi 2/pendidikan/jurnal-mahasiswa/]
[9] Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pasuruan 2009-2029
tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah daerah .
6. Sistem Informasi Sumber Daya Air
Pemerintah daerah menyelenggarakan pengelolaan
sistem informasi sumber daya air sesuai dengan
kewenanganya yang dikelola oleh berbagai institusi.
Jaringan informasi sumber daya air harus dapat
diakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan
dalam bidang sumber daya air.
7. Pemberdayaan masyarakat
Pemerintah daerah menyelenggarakan pemberdayaan
pada pemilik kepentingan (stakeholders dibidang
sumber daya air) dan kelembagaan sumber daya air
secara sistematis untuk peningkatan pengelolaan
sumber daya air. Pemberdayaan diselenggrakan
dalam bentuk pendidikan dan pelatihan, penelitian
dan pengembangan serta pendampingan.