Anda di halaman 1dari 5
PERSIAPAN TANAM KELAPA SAWIT Uyun Erma Malika, S.TP, M.P
PERSIAPAN TANAM
KELAPA SAWIT
Uyun Erma Malika, S.TP, M.P

Kesesuaian Iklim untuk Kelapa Sawit

Uraian Norma Keterangan Suhu: Tumbuh baik dengan selang suhu -Rata-rata 18 – 32 o C
Uraian
Norma
Keterangan
Suhu:
Tumbuh baik dengan selang suhu
-Rata-rata
18
– 32 o C
tersebut. Di atas atau di bawah selang
-Optimum
24
– 28 o C
suhu tersebut, produktivitas akan lebih
rendah karena rendahnya proses
asimilasi, gagalnya perkembangan bunga
dan pematangan buah.
Kelembaban
> 75%
Kelembaban udara yang rendah
relatif (RH)
memperlambat pertumbuhan dan
pembentukan bunga,sedang pada
kelembaban yang tinggi, tanaman rawan
terhadap serangan penyakit
Land Clearing (Pembukaan Lahan) • Merupakan kegiatan fisik awal terhadap area pertanaman kelapa sawit. •
Land Clearing
(Pembukaan Lahan)
• Merupakan kegiatan fisik awal terhadap area
pertanaman kelapa sawit.
• Bergantung dari jenis vegetasi, topografi,
saranan, dan prasarana pendukung.
• Menentukan kuantitas perolehan produksi
kelapa sawit.

10/3/2016

Ekologi Kelapa Sawit • Tanaman daerah tropis, ketinggian 0 – 500 dpl • Curah hujan
Ekologi Kelapa Sawit
• Tanaman daerah tropis, ketinggian
0 – 500 dpl
• Curah hujan 2.000 – 2.500 mm
per tahun
• Lama penyinaran matahari
5 – 7 jam per hari
• Suhu optimum 22 – 32 o C
• Keasaman tanah (pH) 4 – 6,5

Lanjutan Tabel Kesesuaian Iklim

Uraian Norma Keterangan Rata-rata 2.000 – Data curah hujan bulanan dan Curah Hujan 2.500 mm
Uraian
Norma
Keterangan
Rata-rata
2.000 –
Data curah hujan bulanan dan
Curah Hujan
2.500 mm
jumlah hari hujan sangat penting karena
Tahunan
berhubungan dengan sifat tanaman
(dengan
yang berbuah sepanjang tahun.
penyebaran
merata)
Intensitas
Cahaya
5 – 7
jam/hari
Kawasan dengan curah hujan
yang terlalu tinggi, akan
mengurangi intensitas cahaya,
sehingga produktivitas kelapa
sawit akan rendah.
Jenis Lahan Padang Semak Belukar Alang-alang Hutan Primer dan Sekunder Areal Konversi Areal Replanting
Jenis Lahan
Padang
Semak Belukar
Alang-alang
Hutan Primer
dan Sekunder
Areal Konversi
Areal Replanting
Hutan Primer dan Sekunder • Hutan Primer – Lahan yang belum pernah dikelola, kerapatan pohon
Hutan Primer dan Sekunder
• Hutan Primer
– Lahan yang belum pernah
dikelola, kerapatan pohon masih
tinggi (25-100 pohon/hektare),
jenis pohon berdiameter >60 cm.
• Hutan Sekunder
– Memiliki jumlah pohon besar yang
lebih sedikit dibandingkan hutan
primer.
Padang Alang-alang • Merupakan bekas areal perkebunan yang telah lama ditinggalkan. • Fisiknya hampir 100%
Padang Alang-alang
• Merupakan bekas areal
perkebunan yang telah
lama ditinggalkan.
• Fisiknya hampir 100%
alang-alang
• Perlu pengolahan tanah
dan pemupukan.
Areal Replanting • Merupakan lahan yang digunakan untuk peremajaan kelapa sawit yang sudah tidak ekonomis
Areal Replanting
• Merupakan lahan yang digunakan untuk
peremajaan kelapa sawit yang sudah tidak
ekonomis lagi.

10/3/2016

Semak Belukar • Terdapat banyak pohon yang berdiameter kecil (semak) dan bercampur ilalang. • Tingkat
Semak Belukar
• Terdapat banyak pohon yang berdiameter kecil
(semak) dan bercampur ilalang.
• Tingkat kesuburan lahan cenderung kurang
subur.
Areal Konversi • Area yang ditanami suatu tanaman dan diganti menjadi kelapa sawit. • Perlu
Areal Konversi
• Area yang ditanami suatu
tanaman dan diganti menjadi
kelapa sawit.
• Perlu dikaji kesesuaian
persyaratan agronomi antara
tanaman sebelumnya dengan
kelapa sawit.
Sistem Pembukaan Lahan Manual Mekanis Kimia • Menggunakan tenaga manusia & alat sederhana • Menggunakan
Sistem Pembukaan Lahan
Manual
Mekanis
Kimia
• Menggunakan
tenaga manusia
& alat sederhana
• Menggunakan
• Menggunakan
alat-alat
proses
pertanian, ex:
peracunan/pe-
• traktor,
Membutuhkan
SDM sangat
banyak
buldoser.
nyemprotan dg
bahan kimia.
• Digunakan pada
areal rata
(kemiringan 0-
8%)
• Kurang efektif
untuk daerah dg
curah hujan
tinggi.
Survei Lapangan  Untuk memperoleh gambaran detail lokasi yang akan dijadikan kebun kelapa sawit. 
Survei Lapangan  Untuk memperoleh gambaran detail lokasi yang akan dijadikan kebun kelapa sawit. 
Survei Lapangan  Untuk memperoleh gambaran detail lokasi yang akan dijadikan kebun kelapa sawit. 
Survei Lapangan  Untuk memperoleh gambaran detail lokasi yang akan dijadikan kebun kelapa sawit. 

Survei Lapangan

Untuk memperoleh gambaran detail lokasi yang akan dijadikan kebun kelapa sawit.

Meliputi:

Penentuan klasifikasi hutan (primer; sekunder)

Penggambaran topografi lahan

Pemetaan letak sungai, rawa, kampung, dsb.

Memeriksa lokasi sumber air.

Mengambil contoh tanah dan air untuk dianalisis.

Arah Penumbangan & Arah Tumbang Kayu
Arah Penumbangan & Arah Tumbang Kayu

10/3/2016

Tahapan Pembukaan Lahan Survei Lapangan Menebas dan Menebang Rumpuk Jalur Mekanis (RJM) Pembuatan Jalan Pembuatan
Tahapan Pembukaan Lahan
Survei Lapangan
Menebas dan Menebang
Rumpuk Jalur Mekanis (RJM)
Pembuatan Jalan
Pembuatan Parit
Menebas dan Menebang  Tinggi tebasan di atas tanah harus diukur berdasarkan diameter pohon. 
Menebas dan Menebang
 Tinggi tebasan di atas tanah harus diukur berdasarkan
diameter pohon.
 Hasil tumbangan tidak dibenarkan melintang di atas jalur
air dan jalan.
 Penebangan harus dilakukan secara tuntas, sehingga tidak
ada pohon setengah tumbang ataupun pohon yang
ditumbuhi oleh tanaman menjalar.

Rumpuk Jalur Mekanis (RJM)

Cabang dan ranting yang dipotong dirumpuk memanjang arah Utara-Selatan (agar mendapat

cahaya matahari maksimalcepat kering). Jarak

antar rumpukan 50-100 m

Secara periodik harus dikontrol dari gulma dan sumber hama seperti tikus dan oryctes serta penyakit seperti Ganoderma

Alat yang digunakan : Traktor dan Gergaji

Pembuatan Jalan

Jalan Utama (main road)

Jalan induk yang menghubungkan antar afdeling dan dengan pabrik (+ 8 m).

Jalan Transpor (submain road)

Jalan primer, jalan afdeling, jalan produksi yang menghubungkan jalan utama dg jalan koleksi (+ 6m).

Jalan Koleksi (collecting road)

Jalan yang terletak di blok-blok penanaman, berfungsi sbg tempat pengumpulan hasil (+ 4 m)

Jalan Kontrol

Jalan di dalam kebun yg berfungsi sbg sarana mengontrol kegiatan di kebun (2 3 m).

Pembuatan Parit Jenis Parit Ukuran Primer Lebar atas: 125-150 cm Lebar bawah: 80-100 cm Kedalaman:

Pembuatan Parit

Jenis Parit

Ukuran

Primer

Lebar atas: 125-150 cm

Lebar bawah: 80-100 cm Kedalaman: 80-100 cm

Sekunder

Lebar atas: 100-125 cm Lebar bawah: 70-80 cm Kedalaman: 70-80 cm

Tertier

Lebih kecil dari parit sekunder

Kuarter

Lebih kecil dari parit terstier

Tindakan Konservasi Lahan Berdasarkan Kemiringan Tanah

Kemiringan Tindakan Kurang dari 5 o Tidak perlu konservasi 5 o – 8 o Benteng
Kemiringan
Tindakan
Kurang dari 5 o
Tidak perlu konservasi
5 o – 8 o
Benteng dan rorak
8 o – 12 o
Teras individu (tapak kuda)
12 o – 30 o
Teras bersambung (kontur)
Lebih dari 30 o
Direkomendasikan untuk tidak dibuka

10/3/2016

Tampak Jalan Perkebunan Kelapa Sawit
Tampak Jalan Perkebunan Kelapa Sawit
Tujuan Konservasi Lahan:  Memudahkan pemeliharaan kelapa sawit shg panen lebih efektif.  Meminimalkan erosi
Tujuan Konservasi Lahan:
 Memudahkan pemeliharaan kelapa
sawit shg panen lebih efektif.
 Meminimalkan erosi dan aliran
permukaan.
 Meningkatkan infiltrasi air dan
mempertahankan kelembapan
tanah.
 Mengupayakan agar tanaman
memperoleh cahaya yang cukup.

Benteng & Rorak

Benteng & Rorak  Benteng merupakan tanah bekas galian yang ditimbun.  Rorak merupakan lubang penampungan
Benteng & Rorak  Benteng merupakan tanah bekas galian yang ditimbun.  Rorak merupakan lubang penampungan

Benteng merupakan tanah bekas galian yang ditimbun.

Rorak merupakan lubang penampungan atau peresapan air, dibuat di bidang olah atau saluran resapan.

Pembuatannya dilakukan di tanah yg agak miring dengan lebar alas 60 cm, lebar atas 40 cm, dan tinggi 30 cm.

Teras Individu (Tapak Kuda)

Teras Individu (Tapak Kuda)  Berfungsi untuk mengurangi erosi dan menahan hilangnya topsoil yang banyak mengandung

Berfungsi untuk mengurangi erosi dan menahan hilangnya topsoil yang banyak mengandung unsur hara.

Dibuat dg cara menggali dan menimbun tanah lereng sehingga menjadi rata dan agak datar.

mengandung unsur hara.  Dibuat dg cara menggali dan menimbun tanah lereng sehingga menjadi rata dan

Perhitungan Waktu Pembukaan Lahan

Survei (mengukur areal) : 1 bulan

 

Babat atau imas

: 2-3 bulan

Menumbang : 2-3 bulan

Dilakukan saat musim kering dan penanaman kelapa sawit tepat pada musim hujan.
Dilakukan saat
musim kering dan
penanaman kelapa
sawit tepat pada
musim hujan.

Merumpuk

: 1-2 bulan

Membersihkan areal

: 2-3 bulan

Pemberantasan ilalang

: 2-3 bulan

Jalan & saluran air

: 2-3 bulan

Penanaman kacangan

: 1-2 bulan

Memancang : 2 bulan

Teras, benteng, rorak

: 2-3 bulan

Membuat lahan tanam

: 2 bulan

Menanam kelapa sawit

: 2 bulan

10/3/2016

Teras Bersambung (Kontur)

Teras Bersambung (Kontur)  Prosedur pembuatan teras bersambung sama seperti teras individu.  Bedanya antar pohon

Prosedur pembuatan teras bersambung sama seperti teras individu.

pembuatan teras bersambung sama seperti teras individu.  Bedanya antar pohon dibuat juga teras yang jika

Bedanya antar pohon dibuat juga teras yang jika dihubungkan menjadi jalan rawat atau jalan panel.

teras individu.  Bedanya antar pohon dibuat juga teras yang jika dihubungkan menjadi jalan rawat atau