Anda di halaman 1dari 27

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN


POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
JAKARTA

Makalah Sistem Informasi Akuntansi Pemerintah


MODUL KOMITMEN APLIKASI SAKTI

TUGAS KELOMPOK
Disusun oleh:
KELOMPOK 2
KELAS 9-1 D-IV AKUNTANSI ALIH PROGRAM
No. Urut Daftar
No Nama Mahasiswa
Hadir
1 Fendy Ardiansyah Alfan

2 I Wayan Mardana

3 Luhur Febriansyah

4 Muhammad Hasbiy

Untuk memenuhi tugas mata kuliah


Sistem Informasi Akuntansi Pemerintah
Program Diploma IV Keuangan
Spesialisasi Akuntansi Alih Program
Semester IX Tahun 2018-2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................................... i


A. PENDAHULUAN ............................................................................................................ 1
1. Definisi dan Ruang Lingkup ........................................................................................ 1
2. Fungsi Utama ............................................................................................................. 1
3. Hubungan Modul Komitmen dengan Modul Lain ........................................................ 1
4. Alur Proses yang Diawali dari Modul Komitmen ......................................................... 2
B. MANAJEMEN SUPPLIER .............................................................................................. 3
C. MANAJEMEN KOMITMEN ............................................................................................ 7
D. PEREKAMAN BAST .................................................................................................... 13
E. PETUNJUK TEKNIS .................................................................................................... 14

i
A. PENDAHULUAN
1. Definisi dan Ruang Lingkup
Modul Komitmen adalah modul yang memuat informasi mengenai
kebutuhan dana dan alokasi dana yang ada, yang berfungsi sebagai perencanaan
kas agar tidak terjadi cash miss match. Ruang lingkup modul komitmen terbagi
menjadi dua, yaitu manajemen supplier dan manajemen kontrak. Manajemen
supplier bertujuan untuk mengelola data-data detail terkait supplier baik itu supplier
berupa satker, pihak ketiga, pengguna dana, lender, dan pegawai; untuk
digunakan sebagai arah tujuan pembayaran, meningkatkan validitas data supplier,
evaluasi kinerja supplier, rekonsiliasi dengan data customer maupun dalam rangka
memenuhi kebutuhan laporan manajerial terkait supplier. Sedangkan modul
komitmen (kontrak) bertujuan untuk melakukan perencanaan kas atas dasar
perkiraan arus kas yang menyertai pelunasan sebuah komitmen.

2. Fungsi Utama
Fungsi utama Manajemen Supplier antara lain:
 Perekaman data supplier (termasuk mengunggah data pegawai)
 Pembuatan ADK supplier;
 Mengunggah/merekam NRS.
Fungsi utama manajemen kontrak antara lain:
 Perekaman data kontrak;
 Pembuatan ADK kontrak;
 Mengunggah/merekam CAN;
 Perekaman BAST;
 Perekaman BAST Non-kontraktual;
 Monitoring kontrak (kartu pengawasan kontrak).

3. Hubungan Modul Komitmen dengan Modul Lain


Hubungan antara modul komitmen dengan modul lain dalam aplikasi
SAKTI disajikan pada gambar 1. Interaksi antara modul komitmen dengan modul
lainnya dijabarkan sebagai berikut:
 Interaksi modul komitmen dengan modul aset tetap/persediaan diawali dengan
pemberian informasi kontrak dan BAST dari modul aset tetap/persediaan.
Informasi kontrak tersebut menjadi dasar bagi operator modul aset
tetap/persediaan dalam melakukan administrasi pencatatan aset
tetap/persediaan yang dilakukan pengadaan oleh pemerintah;
 Interaksi antara modul komitmen dengan modul pembayaran diawali dengan
pemberian informasi terkait supplier, kontrak dan BAST sebagai dasar dalam
melakukan proses pembayaran kegiatan pengadaan barang dan/atau jasa.
Pembayaran atas tagihan supplier baru dapat dilaksanakan ketika supplier
telah memenuhi persyaratan-persyaratan administrasi tertentu;
 Interaksi antara modul komitmen dengan modul GLP diawali dengan
pemberian peta jurnal dari modul GLP. Berdasarkan peta jurnal tersebut,
operator modul komitmen membuat jurnal akuntansi atas pengadaan barang
dan/atau jasa;

1
Gambar 1
Hubungan Modul Komitmen dengan Modul Lain

 Interaksi antara modul komitmen dengan modul anggaran diawali dengan


pemberian data pagu anggaran suatu Satker. Administrasi komitmen Satker
dilaksanakan dengan mengacu pada pagu anggaran tersebut. Ketika Satker
melakukan proses pengadaan barang dan/atau jasa melalui kontrak, rencana
penggunaan anggaran Satker tersebut akan diterima oleh modul
penganggaran yang kemudian akan mengunci anggaran Satker untuk
menjaga agar pengadaan dapat dibayar;
 Interaksi antara modul komitmen dengan aplikasi GPP dilakukan secara satu
arah dengan pemberian data pegawai dan data gaji yang selanjutnya diproses
pembayaran dengan modul pembayaran.

4. Alur Proses yang Diawali dari Modul Komitmen


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, modul komitmen memiliki dua
ruang lingkup, yaitu manajemen supplier dan manajemen komitmen. Dengan kata
lain, modul komitmen mengelola (merekam, mengubah, dan menghapus) data
supplier dan data kontrak Satker. Alur proses yang diawali dari modul komitmen
disajikan pada gambar 2. Dalam suatu proses pengadaan kontraktual maupun
non-kontraktual (dengan menggunakan Surat Perjanjian Kerja atau SPK), hal yang
paling awal dilakukan adalah merekam data supplier penyedia barang dan/atau
jasa. Setelah itu, operator modul komitmen melakukan perekaman informasi
kontrak pengadaan.
Ketika pengadaan barang telah selesai, Pejabat Pengadaan Barang atau Jasa
(PPBJ) dan PPK membuat BAST sebagai bukti barang atau jasa telah diterima.
BAST dan dokumen-dokumen pengadaan kontrak direkam dalam aplikasi. Setelah
informasi supplier dan dokumen kontrak direkam dalam aplikasi, operator
kemudian menerbitkan Surat Perintah Pembayaran (SPP) yang dilanjutkan
dengan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). Kemudian, data-data kontrak

2
yang sudah memuat informasi supplier dalam bentuk ADK diserahkan kepada
KPPN bersamaan dengan SPM untuk permintaan pembayaran. Informasi
mengenai aset yang dilakukan pengadaan direkam ke dalam aplikasi setelah
BAST diterima.
Gambar 2
Alur Proses Perekaman Supplier Hingga Pembayaran

B. MANAJEMEN SUPPLIER
Manajemen supplier merupakan mengelola data penerima pembayaran, untuk
kemudian didaftarkan ke SPAN. Supplier adalah pihak yang berhak menerima
pembayaran/yang menjadi tujuan pembayaran dana yang bersumber dari APBN.
Pembagian fungsi user manajemen supplier dalam Satker disajikan pada tabel 1.
Berdasarkan tabel 1 dapat dipahami bahwa terdapat pemisahan fungsi otorisasi
antara pihak yang merekam data supplier dengan pihak yang mengotorisasi data
supplier satker dalam SPAN. Beberapa Satker dalam satu wilayah yang sama
mungkin menggunakan jasa atau membeli barang dari supplier yang sama. Namun,
karena belum pernah melakukan pengadaan melalui supplier tersebut, masing-masing
Satker akan mendaftarkan supplier tersebut. Fungsi approver terletak di KPPN agar
tidak terjadi duplikasi data supplier pada SPAN. Sebagai bentuk pengendalian
preventif yang dilaksanakan KPPN, sebelum mendaftarkan supplier, Satker harus
mengecek terlebih dahulu data supplier yang sudah terdaftar di OMSPAN.

Tabel 1
Pembagian Fungsi User Manajemen Supplier
Operator PPK Approver
1. Merekam data supplier (termasuk 1. Menyetujui pendaftaran supplier;
mengunggah data pegawai) 2. Membuat ADK supplier.
2. Mencetak resume supplier;
3. Mengunggah/merekam NRS (Nomor
Registrasi Supplier).

3
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, supplier Satker tidak hanya penyedia
barang dan/atau jasa di luar pemerintahan saja, pegawai yang menerima gaji juga
merupakan supplier Satker. Berdasarkan jumlah penerimanya, supplier Satker dapat
diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu satu penerima dan banyak (lebih dari satu)
penerima. Kategori supplier berdasarkan jumlah penerimanya disajikan pada tabel 2.
Tabel 2
Pembagian Supplier Berdasarkan Jumlah Penerima
Jumlah Penerima
Pembayaran
Kode Tipe Supplier Keterangan
Satu Banyak
Penerima Penerima
1 Satker Untuk jenis pembayaran
yang sifat nya
berhubungan dengan
satker, misal:
√ pembayaran
UP/TUP/GUP, atau
pembayaran ke
bendahara satker.
Kode satker (mandatory).
2 Penyedia Barang Untuk jenis pembayaran
dan/atau Jasa ke pihak ketiga yang
berlaku secara umum
√ dengan 1 penerima dan
1 nomor rekening bank
penerima.
Contoh: PT. ABC.
3 Pegawai Untuk jenis pembayaran
yang berkaitan dengan
pegawai satker dan
langsung ke masing-
masing rekening

penerima. Contoh:
pembayaran gaji, honor,
dll. Kode satker dan NIP
masing-masing pegawai
(mandatory).
4 BA 999 selain Sama seperti kode 2,
penerusan pinjaman namun tipe ini khusus

dan transfer untuk digunakan pada
BA 999.
5 Transfer daerah Untuk jenis pembayaran
yang berkaitan dengan
bagi hasil ke daerah.

Contoh: pembayaran
bagi hasil PBB, DAU, dll.
Kode Lokasi(mandatory).

4
Jumlah Penerima
Pembayaran
Kode Tipe Supplier Keterangan
Satu Banyak
Penerima Penerima
6 Penerusan pinjaman Untuk jenis pembayaran
yang berkaitan dengan
penerusan pinjaman atau
supplier yang
mempunyai rekening
penerima dari pihak ke
tiga lebih dari satu.
√ Contoh: pembayaran ke
pemda Prov. Jawa Barat,
dimana Pemda Jabar
mempunyai banyak
perikatan kontrak dengan
pihak ketiga. NPWP
pada detail bank
(mandatory).
7 Lain-lain Untuk penerima
pembayaran dengan
jenis pembayaran

pengembalian
pendapatan,
pengembalian pajak dll.
Berdasarkan klasifikasi jumlah penerima, rincian informasi yang dibutuhkan
untuk proses perekaman data supplier dengan penerima tunggal berbeda dengan
penerima lebih dari satu. Jenis informasi yang dibutuhkan untuk perekaman data
supplier dibagi menjadi empat, yaitu: 1) Header supplier; 2) Site supplier; 3) Bank
supplier; dan 4) Informasi rekening tambahan. Header supplier merupakan informasi
pokok terkait supplier seperti jenis supplier, nama supplier, NPWP, dan kode Satker
(khusus untuk kode 1 dan 3). Site supplier atau dikenal juga sebagai Supplier address
merupakan informasi mengenai lokasi supplier seperti alamat, tipe supplier, kode pos,
dll. Sedangkan bank supplier merupakan informasi mengenai rekening bank supplier
untuk tujuan pembayaran tagihan yang dapat berupa nomor rekening, nama pemilik
rekening, kode dan nama bank, mata uang, kode swift (untuk bank asing) dll.
Informasi yang dibutuhkan dalam perekaman data supplier berbeda antara
supplier dengan satu penerima dan supplier dengan penerima lebih dari satu.
Perbedaan tersebut disajikan dalam tabel 3. Informasi yang dicetak berwarna merah
merupakan informasi yang bersifat sebagai primary key. Pada praktiknya, banyak
Satker yang melakukan kesalahan dalam merekam informasi bank supplier,
khususnya dalam pengisian nama. Apabila nama penerima rekening tidak diisi,
pengajuan pendaftaran supplier akan ditolak oleh approver. Begitu juga dalam hal
terdapat perbedaan antara nama pemilik rekening di ADK yang dihasilkan dari aplikasi
SAS dengan nama yang tercantum dalam buku rekening bank. Kode swift hanya
digunakan khusus untuk negara bagi bank yang berasal dari luar negeri.

5
Tabel 3
Jenis Informasi yang Dibutuhkan Untuk Rekam Data Supplier
Informasi yang dibutuhkan:
Jenis Informasi Penerima Tunggal Penerima Banyak
(Kode 1, 2, 4, dan 7) (Kode 3, 5, dan 6)
Header Supplier 1. Nomor Register Nomor Register Supplier
Supplier (NRS); 2. Nama (NRS); 2. Nama Supplier;
Supplier; 3. NPWP; 4. 3. NPWP.
Kode Satker.
Site Supplier 1. Nama Site; 2. Tipe 1. Nama Site; 2. Tipe
Supplier; 3. Alamat; 4. Supplier; 3. Alamat; 4.
Kabupaten; 5. Provinsi; 6. Kabupaten; 5. Provinsi; 6.
Kode Pos; 7. Negara; 8. Kode Pos; 7. Negara; 8.
Nomor Telepon dan Nomor Telepon dan
Alamat Email; 9. Kode Alamat Email; 9. Kode
KPPN. KPPN.
Bank Supplier 1. Negara Bank; 2. Nama 1. Negara Bank; 2. Nama
Bank; 3. Kode Bank; 4. Bank; 3. Kode Bank; 4.
Nomor Rekening; 5. Nomor Rekening; 5.
Nama Cabang Bank; 6. Nama Cabang Bank; 6.
Nama Pemilik Rekening; Nama Pemilik Rekening;
7. Mata Uang; 8. Kode 7. Mata Uang; 8. Kode
SWIFT. SWIFT; 9. Kode IBAN
Informasi rekening - 1. Nama
tambahan Pegawai/Pemerintah
Daerah/Pengguna Dana;
2. NPWP; 3. NIP; 4.
Lokasi; 5. Alamat; 6.
Kabupaten/kota; 7.
Provinsi; 8. Kode Pos; 9.
Negara.
Struktur data supplier pada aplikasi SPAN dapat dijabarkan sebagai berikut:
Terdapat supplier header berisikan nama supplier, kode supplier, dan NPWP yang
bersifat nasional. Lalu terpecah kedalam banyak supplier alamat pada masing-masing
daerah dengan pembeda berupa kode KPPN. Dari supplier alamat tersebut,
dikorespondensikan dengan pihak-pihak terkait (bank-bank yang ada, pegawai,
penerus pinjaman.
Secara umum, alur pendaftaran supplier dijabarkan sebagai berikut:
 Operator komitmen satker merekam data supplier dengan informasi tertentu
(Nama, Alamat, NPWP, dsb)
 Setelah direkam, hasil rekaman masuk ke bagian approver (umumnya login
dipegang PPK). Lalu terbentuk ADK Supplier
 Approver mengupload ADK Supplier kedalam SPAN.ADK tersebut diterima oleh
KPPN
 KPPN memberikan notifikasi email persetujuan atau penolakan atas supplier
tersebut (NRS). Jika diterima maka data supplier tersebut sudah masuk dalam
databse SPAN. Selanjutnya ADK NRS dapat dipergunakan oleh satker.

6
 Proses pendaftaran supplier selesai
Gambar 3
Alur Proses Pendaftaran Supplier di SPAN

Selain berfungsi untuk mendaftarkan supplier, pada modul ini setiap satker dimungkinkan
untuk dapat memperbaharui data supplier, menggabungkan supplier (dapat dilakukan oleh
tim PDR SPAN), serta meng-incactive-kan supplier. Namun fungsi inactive masih belum dapat
diaktifkan di aplikasi SAKTI.
Tidak ada sistem yang langsung sempurna dalam sekali pembentukan. Begitu pula
dengan implementasi aplikasi SAKTI terkait submodul manajemen supplier. Berikut
kesalahan yang masih ditemui dalam pengimpelementasian submodul manajemen supplier:
1. Kegagalan import Supplier karena kode POS tidak ada dalam referensi
2. Data supplier pegawai tidak muncul setelah upload ADK KOM yang bersumber dari
aplikasi GPP
3. Penolakan pendaftaran Supplier pada SPAN “nama ADK tidak sama dengan nama
supplier”
4. Penolakan pembayaran Honor, uang makan ke masing masing penerima (SPM
banyak penerima 237) yang menggunakan supplier pegawai (tipe 3) menampilkan NIP
yang berbeda dengan yang didaftarkan baik di aplikasi SAKTI ataupun SPAN
5. Ubah Supplier (BCSU) tidak bisa melakukan perubahan data supplier sekaligus untuk
beberapa data dalam satu header dan supplier address yang sama
6. Retur SP2D karena kesalahan / inactiv Nomor rekening di Bank
7. Perubahan nomenklatur Satker, sehingga terjadi penolakan SPM dengan alasan “
terdapat perbedaan nama penerima antara aplikasi SPAN dan data yang ada di ADK”
8. Tidak bisa mengetahui kapan supplier tersebut disetujui oleh KPPN dan mendapatkan
NRS atas ADK yang dikirim ke KPPN

C. MANAJEMEN KOMITMEN
Manajemen Kontrak merupakan kegiatan mengelola data-data detail kontrak
(perikatan dengan pihak ketiga), untuk kemudian didaftarkan ke SPAN. Dalam rangka
pelaksanaan DIPA secara kontraktual, Satker harus mendaftarkan data kontrak
kepada KPPN. Data Kontrak yang didaftarkan ke KPPN meliputi: a. Data Kontrak yang
belum dicatat dalam SPAN dan Perubahan Data Kontrak yang telah dicatat dalam

7
SPAN. Data Kontrak yang disampaikan / didaftarkan ke KPPN merupakan Data
Kontrak yang pembayarannya akan dilakukan melalui mekanisme pembayaran
langsung (mekanisme LS). Data Kontrak tersebut, digunakan oleh KPPN untuk
menguji kesesuaian tagihan yang tercantum pada SPM, meliputi pihak yang berhak
menerima pembayaran, nilai pembayaran dan jadwal pembayaran. Adapun
kebenaran Data Kontrak yang didaftarkan ke KPPN menjadi tanggung jawab PPK.
Pelaksanaan Manajemen Kontrak memiliki dua tujuan utama:
1. Untuk mengelola tindakan-tindakan awal yang menimbulkan kewajiban negara
dalam rangka disiplin anggaran (ketaatan terhadap batas pengeluaran),
2. Untuk mendukung terwujudnya perencanaan kas yang berorientasi ke depan
(forward cash planning).
Berdasarkan rentang waktu pelaksanaannya kontrak dibedakan menjadi tiga
tipe yaitu:
1. Annual Year Contract (KontrakTahunan) yaitu kontrak yang mempunyai
rentang waktu pelaksanaan antara tanggal mulai kontrak dan tanggal selesai
kontrak dalam satu tahun anggaran yang sama.
2. Multi Years Contract (Kontrak Tahun Jamak) yaitu kontrak yang rentang waktu
pelaksanaan antara tanggal mulai kontrak dan tanggal selesai kontrak berbeda
tahun anggaran, dan dilakukan release kontrak pada tiap tahunnya
3. Release Multi Years Contract (Komitmen Tahunan Kontrak Tahun Jamak)
yaitu pembuatan komitmen tahunan atas kontrak jangka panjang tertentu
dengan mengacu pada alokasi dalam DIPA untuk pekerjaan dalam kontrak
dimaksud.
Secara umum terdapat dua user role yang terkait dalam manajemen kontrak
yaitu operator dan approver. Operator bertugas merekam data kontrak, mencetak
resume kontak, upload/Rekam CAN (Commitment Application Number), merekam
Berita Acara Serah Terima (BAST), monitoring Kartu Pengawasan (Karwas) Kontrak.
Sedangkan Approver bertugas untuk membuat ADK Kontrak / RFC (Request
ForCommitment), mencetak Resume Kontrak dan monitoring Karwas Kontrak
Struktur data kontrak terdiri dari beberapa bagian yaitu:
a. Header Kontrak
Memuat informasi umum terkait identitas rekanan (suplier) sekurang kurangnya
nama dan NPWP, dan data kontrak (misalnya jangka waktu, tanggal kontrak
dan lain sebagainya). Parameter utama sebagai CAN adalah Nomor Kontrak +
Mata Uang
b. Line Kontrak (Baris)
Digunakan untuk mencatat perbedaan parameter untuk elemen data kontrak
terkait: Sumber Dana, Cara Penarikan, dan Akun
c. Jadwal Pembayaran
Digunakan untuk mencatat nilai dan waktu dari rencana angsuran
d. Distribusi
Digunakan untuk mencatat detail Bagan Akun Standar (BAS)/ Chart of Account
(COA) yang dibebani

8
Tabel 4
Sifat-Sifat Informasi pada Modul Komitment

Ketentuan dalam pembentukan struktur data kontrak adalah sebagai berikut:


 Apabila kontrak hanya membebani 1 kombinasi COA maka, cukup 1 contract
line
 Apabila kontrak membebani lebih dari 1 kombinasi COA, maka harus berbeda
contract line / rencana pembayaran (lebih dari satu)
 Dari tiap Contract line bisa terdiri dari beberapa termin / Jadwal pembayaran /
payment Schedule
 Tiap termin hanya membabani 1 distribusi COA

9
 Total nominal Contract Line harus kurang dari atau sama dengan total nilai
kontrak
 Total nominal termin harus kurang dari atau sama dengan nilai nominal
Contract Line
Berikut ini adalah contoh simulasi struktur data kontrak dengan variasi pada
distribusi COA dan metode pembayaran.

Fungsi-fungsi pengelolaan data kontrak pada Modul Komitmen meliputi:


a. Registrasi Data Kontrak
Pendaftaran Kontrak Baru dan penerbitan Nomor Register Kontrak, dan
Kontrak yang pernah berstatus “Cancel”
b. Addendum Data Kontrak
Addendum atas salah satu elemen data kontrak, baik karena dilakukan
addendum terhadap kontrak, maupun dalam rangka perbaikan data.
c. “Cancel” Kontrak

10
Pembatalan atas (sisa) kontrak yang sebelumnya telah terjadi pembayaran
atas sebagian nilai kontrak
d. “Close” Kontrak
Perubahan status kontrak yang mana tidak dapat digunakan lagi sebagai dasar
pembayaran. Misalnya karena nilai kontrak outstanding sudah nihil dan/ atau
karena masa/ periode tahun anggaran

Pembuatan dan pendaftaran Data Kontrak secara umum dilakukan dengan


mekanisme sebagai berikut:
a. Operator menerima dokumen pendukung dalam rangka perekaman Data
Kontrak berupa Dokumen Kontrak/ Perikatan dan Dokumen Pelaksanaan
Anggaran
b. Operator merekam Data Kontrak dan menyampaikan dokumen pendukung
kepada PPK;
c. PPK melakukan verifikasi kebenaran Data Kontrak sesuai dengan dokumen
pendukung;
d. Dalam hal data Kontrak tidak sesuai, PPK meminta Operator untuk
memperbaiki
e. Dalam hal data Kontrak sesuai, PPK membuat ADK Kontrak dan
memerintahkan Operator untuk menatausahakan dokumen pendukung;
f. PPK menyampaikan ADK Kontrak kepada Operator Portal untuk diunggah di
Portal
g. Satker menerima cetakan NRK dari KPPN atau Operator mengunduh ADK
NRK dari Portal atau sarana lainnya;
h. Operator merekam NRK atau mengunggah ADK NRK ke dalam Modul
Komitmen.

Perubahan Data Kontrak dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:


a. Operator menerima dokumen pendukung dalam rangka perubahan Data
Kontrak berupa Dokumen Addendum Kontrak/Perikatan dan/atau Dokumen
Pelaksanaan Anggaran.
b. Dalam hal perubahan Data Kontrak dengan addendum, Operator terlebih
dahulu merekam nomor dan tanggal addendum kontrak berdasarkan dokumen
pendukung.
c. Operator melakukan perubahan struktur dan/atau elemen Data Kontrak
berdasarkan dokumen pendukung.
d. PPK melakukan verifikasi perubahan Data Kontrak sesuai dengan dokumen
pendukung.
e. Dalam hal perubahan Data Kontrak tidak sesuai, PPK meminta Operator untuk
memperbaiki.
f. Dalam hal perubahan Data Kontrak sesuai, PPK membuat ADK perubahan
Data Kontrak dan memerintahkan Operator untuk menatausahakan dokumen
pendukung.
g. PPK menyampaikan ADK perubahan Data Kontrak kepada Operator Portal
untuk diunggah di Portal.
h. Satker menerima cetakan NRK dari KPPN atau Operator mengunduh ADK
NRK Perubahan Data Kontrak dari Portal atau sarana lainnya.

11
i. Operator merekam NRK atau mengunggah ADK NRK Perubahan Data Kontrak
ke dalam Modul Komitmen.
j. PPK menyampaikan Surat Permintaan Perubahan Data Kontrak ke KPPN.

Pembatalan Data Kontrak dilakukan terhadap kontrak yang belum dibayarkan atau
sisa kontrak yang belum dibayarkan. Pembatalan Data Kontrak terhadap kontrak yang
belum dibayarkan dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:
a. Operator menerima dokumen pendukung dalam rangka pembatalan Data
Kontrak dari PPK berupa Dokumen Kontrak/ Dokumen Perikatan dan
Dokumen Pelaksanaan Anggaran.
b. Operator melakukan pembatalan Data Kontrak sesuai dengan dokumen
pendukung
c. Dalam hal data kontrak sudah mendapat NRK maka PPK menyampaikan Surat
Permintaan Pembatalan Data Kontrak ke KPPN
d. PPK memerintahkan Operator menatausahakan dokumen pendukung.

Pembatalan Data Kontrak terhadap sisa kontrak yang belum dibayarkan dilakukan
dengan mekanisme sebagai berikut:
a. Operator menerima dokumen pendukung dalam rangka pembatalan Data
Kontrak dari PPK berupa Dokumen Addendum Kontrak/ Dokumen Perikatan
dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran.
b. Operator melakukan perubahan Data Kontrak sesuai dengan dokumen
pendukung dan menyampaikan kepada PPK.
c. PPK melakukan verifikasi perubahan Data Kontrak sesuai dengan dokumen
pendukung.
d. Dalam hal perubahan Data Kontrak tidak sesuai, PPK memerintahkan Operator
untuk memperbaiki.
e. Dalam hal perubahan Data Kontrak sesuai, PPK menyampaikan Surat
Permintaan Pembatalan Data Kontrak ke KPPN.
f. PPK memerintahkan Operator menatausahakan dokumen pendukung.

Untuk menjaga keseragaman, ADK Kontrak disimpan dalam bentuk *.xlsx dengan
nama 25 digit dan kriteria penamaan sebagai berikut:
BCKA01940929420120618002.xlsx
 4 digit pertama menunjukkan jenis kontrak.
BCKA = Annual Contract (New)
BCKM = Multi Year Contract (New)
BCKR = Release MY Contract (New)
BCAA = Addendum Annual Contract
BCAM= Addendum Multi Year Contract
BCAR = Addendum Release MY Contract
 3 digit berikutnya menunjukkan kode KPPN.
 6 digit berikutnya menunjukkan kode satker.
 8 digit berikutnya menunjukkan tahun bulan tanggal.
 3 digit berikutnya menunjukkan urutan nomor.

Sedangkan untuk CAN diberikan penamaan 14 digit dengan kriteria sebagai berikut

12
A/019.18000280/0/0
 1 digit pertama menunjukkan jangka waktu kontrak.
A = Annual Contract/ Release Multi Year Contract
M = Multi Year Contract
 3 digit berikutnya menunjukkan kode KPPN.
 2 digit berikutnya menunjukkan tahun.
 6 digit berikutnya menunjukkan urutan nomor.
 1 digit berikutnya untuk Release Multi Year Contract menunjukkan tahun ke-.
 1 digit berikutnya menunjukkan addendum ke-

D. PEREKAMAN BAST
Kegiatan ini meliputi perekaman Berita Acara Kemajuan Pekerjaan (BAKP)/
Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAPP) / Berita Acara Serah Terima (BAST)
Barang/Jasa atau dokumen yang dipersamakan. Mekanisme perekaman dilakukan
oleh operator berdasarkan dokumen sumber yang telah ditandatangani oleh PPK dan
pihak ketiga. Dalam hal BAKP/BAPP/BAST menghasilkan aset tetap atau persediaan
maka operator harus mencatat barang menrut sub kelompok barang, kuantitas dan
nilai untuk pengakuan perolehan aset tetap/persediaan
Informasi BAST akan dijadikan dasar bagi Modul Persediaan atau Modul Aset
Tetap untuk melakukan Pendetailan Aset. Informasi BAST juga akan dijadikan dasar
bagi Modul Pembayaran untuk membuat SPP Kontraktual. Jurnal akrual pada saat
melakukan simpan BAST adalah:
- BAST Barang (yang dikapitalisasi)
Aset xxx belum deregister ……………
Utang yang belum diterima tagihannya ……………
- BAST Jasa / Barang (yang tidak dikapitalisasi)
Beban xxx ……………
Utang yang belum diterima tagihannya ……………
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menginput BAST:
1. Kontrak yang dapat direkam BAST-nya hanya kontrak yang sudah dilakukan
pencatatan CAN,
2. Dalam hal merekam BAST barang, untuk aset dengan kode sub-sub kelompok
barang yang sama namun memiliki harga satuan yang berbeda, harus direkam
terpisah.

13
E. PETUNJUK TEKNIS MODUL SUPPLIER DAN MODUL KOMITMEN APLIKASI
SAKTI
1. Perekaman Supplier Tipe 2 (Penyedia Barang / Jasa)

1) Masuk ke Modul Komitmen -> RUH -> Pencatatan Supplier


2) Klik tombol Rekam REFERENSI

1) Isi Jenis dan Nama Supplier sesuai data yang tersedia. Pada contoh diatas, Jenis
Supplier yang
2) digunakan adalah CV
3) Isi data NPWP Supplier
4) Klik Simpan

14
1) Klik pada nama supplier yang sudah tersimpan (akan muncul di kolom Cari Supplier)
2) Klik Header Supplier Address

1) Klik tombol […] pada kolom Negara, kemudian akan muncul Pop Up Box seperti pada
gambar diatas
2) Ketik “ID” pada kolom disebelah opsi Kode
3) Klik Cari, akan muncul hasil pencarian Negara Indonesia
4) Klik pada hasil pencarian
5) Klik Pilih

15
1) Klik kembali tombol […] pada opsi KPPN
2) Ubah sortir pencarian dari Kode menjadi Deskripsi
3) Isikan nama KPPN. Pada contoh diatas, kolom diisi dengan “Jakarta” karena akan
melakukan pencarian KPPN Jakarta II
4) Klik tombol Cari
5) Akan muncul hasil pencarian, klik pada KPPN wilayah bayar satker Anda
6) Klik Pilih

1) Isikan alamat KPPN


2) Klik kembali tombol […] pada opsi Propinsi
3) Isikan kode pos KPPN wilayah bayar Anda pada kolom pencarian
4) Klik Cari
5) Klik pada hasil pencarian lokasi KPPN
6) Klik Pilih
7) Isikan informasi Email dan No. Telepon KPPN

16
1) Pilih tipe supplier “2-Penyedia Barang dan Jasa”
2) Klik Simpan

1) Klik pada kotak kecil disamping data supplier yang telah tersimpan (pada menu Cari
Alamat)
2) Akan muncul header Supplier Bank di bagian atas kolom. Klik pada header tersebut

17
1) Klik Rekam
2) Klik tombol […] pada kolom Negara Asal Bank
3) Tuliskan “ID” pada kolom pencarian
4) Klik Cari
5) Akan muncul hasil pencarian Negara, klik pada hasil pencarian “Indonesia”
6) Klik Pilih

1) Klik kembali tombol […] pada kolom Bank


2) Akan muncul Pop Up Box yang berisikan list nama-nama bank. Klik pada bank yang
akan dipilih sesuai dengan data supplier. Pada contoh diatas, bank yang digunakan
sebagai contoh adalah Bank Mandiri.
3) Klik Pilih

18
1) Klik tombol […] pada kolom Mata Uang
2) Isikan “IDR” pada kolom pencarian
3) Klik “Cari”
4) Akan muncul hasil pencarian mata uang. Klik pada deskripsi mata uang Rupiah
5) Klik “Pilih”
6) Isikan data Alamat, Detail cabang bank, Nomor rekening, serta Nama pemilik rekening
sesuai dengan data riil supplier
7) Klik “Simpan”

1) Pilih menu Komitmen -> Cetak -> Cetak Resume Supplier


2) Klik pada data supplier Penyedia Barang/Jasa yang telah direkam sebelumnya
3) Klik Cetak, teliti data-data pada hasil cetakan dan pastikan semua data telah sesuai
sebelum melakukan langkah selanjutnya

19
1) Login dengan menggunakan user PPK untuk melakukan pebentukan ADK BCSR yang
seterusnya akan dikirimkan ke SPAN agar dapat melakukan pendaftaran supplier
baru. Masuk ke menu Komitmen -> ADK -> ADK Supplier
2) Klik pada kotak kecil disamping data supplier yang akan didaftarkan
3) Klik tombol Pilih
4) Akan muncul Pop Up Box. Pilih folder tempat meletakkan ADK BCSR pada PC Anda.

1) Klik tombol Proses


2) Masukkan kode rahasia PPK sebanyak dua kali (PIN 6 digit yang telah didaftarkan
melalui SMS)
3) Klik Proses, akan terbentuk adk BCSR pada lokasi tempat penyimpanan file yang
sudah dipilih pada langkah sebelumnya
4) Buka tautan portal SPAN (http://sakti.kemenkeu.go.id/home) dan lakukan login
dengan user satker yang telah didaftarkan sebelumnya.
5) Pilih menu upload ADK dan kemudian upload ADK tipe BCSR (ADK BCSR yang di
upload adalah adk tanpa ekstensi .adk)
6) Jika ADK telah sukses di upload, silahkan berkonsultasi dengan KPPN terkait langkah
selanjutnya, yaitu pendaftaran ADK BCSR baru ke aplikasi SPAN
7) Jika pendaftaran telah sukses dilakukan oleh KPPN, KPPN akan memberikan Nomor
Register Supplier (NRS) kepada satker Anda dan Operator SAKTI akan melakukan
langkah terakhir terkait pendaftaran Supplier baru, yaitu mencatat NRS.

20
1) Silahkan kembali login dengan menggunakan user operator Komitmen
2) Pilih menu Komitmen -> Upload/Rekam -> Upload/Rekam ADK BRS
3) Klik pada data supplier yang akan dilakukan pencatatan NRS
4) Isikan nomor NRS sesuai dengan data yang diberikan oleh KPPN pada kolom NRS
5) Klik Simpan. Supplier tipe 2 sudah dapat digunakan untuk transaksi pembayaran SPM.

2. Perekaman Kontrak dan BAST Kontraktual Sampai Dengan Menjadi SP2D


Kegiatan merekam kontrak adalah aktivitas pencatatan data perikatan antara
Satker dengan Pihak Ketiga dalam rangka pelaksanaan APBN, untuk mendukung
pengelolaan data pagu, perencanaan kas dan referensi dalam pelaksanaan
pembayaran. Kegiatan merekam kontrak meliputi:
a) Merekam Kontrak (User Operator Komitmen)
b) Pembuatan ADK Kontrak (User Approver Komitmen)
c) Upload ADK RFC (User Operator Portal)
d) Pencatatan Contract Application Number (CAN) (User Operator Komitmen)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menginput kontrak:


a) Supplier yang dapat dipilih pada perekaman kontrak hanya supplier yang sudah
memiliki NRS,
b) Kontrak Release Multi Years bisa direkam setelah Kontrak Multi Years direkam dan
dicatat CAN- nya,
c) Untuk kontrak yang membebani beberapa COA, sebaiknya direkam dalam beberapa
line (1 line 1 COA),
d) Pastikan PIN PPK yang diinput saat membuat ADK Kontrak sesuai dengan yang
sudah didaftarkan di Portal SPAN.

Merekam BAST

Kegiatan merekam BAST adalah aktivitas pencatatan data Berita Acara Serah Terima (BAST)
barang atau jasa yang diserahkan Pihak Ketiga kepada Satker, untuk kemudian didetailkan
oleh Modul Aset Tetap dan Persediaan, serta digunakan oleh Modul Pembayaran sebagai
referensi pembayaran Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menginput BAST:
1. Kontrak yang dapat direkam BAST-nya hanya kontrak yang sudah dilakukan
pencatatan CAN,
2. Dalam hal merekam BAST barang, untuk aset dengan kode sub-sub kelompok barang
yang sama namun memiliki harga satuan yang berbeda, harus direkam terpisah.

21
Membuat SPP Kontraktual

1. LOGIN user level OPERATOR


2. Memilih Jenis SPP.
Memilih Jenis SPP dengan benar, sesuai keperluan.
3. Memilih Data TERMIN _KONTRAK dan BAST:
 Data TERMIN atas suatu LINE Kontrak dari Modul Komitmen yang data
kontraknya sudah mendapat nomor CAN dari SPAN. Pilih data tersebut sebagai
sumber data untuk menentukan data BAST.
 Data BAST atas suatu TERMIN Kontrak dari Modul Komitmen yang data
kontraknya sudah mendapatnomor CAN dari SPAN, dan belum pernah digunakan
untuk membuat dokumen SPP. Pilih data tersebut sebagai sumber data untuk
merekam SPP LS/NON GAJI-KONTRAKTUAL.

4. Lengkapi_isian
Lengkapi isian element interface halaman pertama/muka, terutama memilih
supplier/penerima pembayaran, karena tanpa memilih terlebih dahulu, berakibat
sebagai berikut
 data rekap gaji untuk potongan PPh (pajak penghasilan) tidak akan otomatis terisi
 akun-akun potongan pajak tidak terisi kode kpp dengan benar, karena kode KPP
diperoleh dari kode NPWP Supplier.
 Isian mandatory /yang harus diisi, akan divalidasi oleh system kebenaran isiannya.
Jika tidak sesuai dengan ketentuan, maka system akan berulang memberi
peringatan dan harus diisi dengan benar.

5. Interface rekapitulasi_gaji
 Adalah interface yang menampilkan data rekap gaji yang berasal dari Modul
Komitmen.
 Digunakan untuk mengubah data rekap gaji jika diperlukan.
Contoh: kondisi saat ini dari aplikasi GPP, Nilai potongan kelebihan bayar tahun
berjalan disatukan dengan potongan lain-lain. Untuk mendapat data COA yang
valid, nilai tersebut bisa dipecah sehingga aplikasi akan melakukan mapping
otomatis sesuai kode akun/coa potongannya.

6. Interface_COA
 Adalah interface untuk menambah, menghapus atau mengubah kode COA
pengeluaran dan kode COA Potongan/Penerimaan beserta nilai uang
pengeluaran/potongan.
 Untuk SPP yang penerima pembayarannya disatukan dalam Daftar Lampiran,
maka total nilai bersih pembayaran (NILAI PENGELUARAN – NILAI POTONGAN),
harus sama dengan total nilai Daftar Lampiran.

7. CETAK SPP
 LOGIN user level OPERATOR
 Memilih DATA SPP yang akan dicetak
 Memilih PPK yang akan menandatangani SPP. (Perhatikan dengan cermat saat
memilih PPK, karena ketika user PPK akan melakukan validasi SPP, maka hanya
data-data SPP yang ditandatangani bersangkutan saja yang akan ditampilkan)
 Uraian nama tempat/kota tandatangan dokumen serta tanggal dokumen dicetak,
bisa diedit/diubah

8. VALIDASI/SETUJU SPP
 LOGIN user level VALIDATOR

22
 Pilih data yang akan divalidasi/disetujui oleh PPK. (data yang ditampilkan hanya
data-data SPP yang ditujukan kepada PPK bersangkutan, yaitu kesesuaian antara
NIP PEJABAT PPK yang tertera di dokumen SPP dengan NIP USER LOGIN
VALIDATOR, tiap kode SATKER dan data yang sudah status cetak SPP)
 Sebelum melakukan persetujuan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan atas Hard
Copy/Cetakan SPP dibandingkan dengan View Data atas SPP yang akan
disetujui/divalidasi

9. MEMBUAT ADK SPP PMRT (Payment Module Resume Tagihan)


 Login user level VALIDATOR
 Pilih data SPP yang akan dibuat ADK PMRT (bisa memilih lebih dari satu SPP,
untuk digabungkan dalam satu ADK-PMRT).
 Data yang bisa dibuat ADK, adalah data yang sudah divalidasi/disetujui oleh PPK
 Isikan PIN PPK, sesuai PIN pejabat bersangkutan yang sudah terdaftar di
PORTAL SMS.

10. MENCATAT NOMOR RESUME TAGIHAN/INVOICE


 Login user level Operator
 Sesudah ADK-PMRT-SPP terbentuk, dan diupload ke Portal, maka akan
mendapat balikan Nomor Resume Tagihan/Invoice.
 Pilih data SPP yang akan dicatat nomor INVOICE/Resume Tagihan (Data yang
bisa dicatat nomor invoice, adalah data yang sudah dibuatkan ADK-PMRT SPP)

Membuat SPM Kontraktual

1. MENCETAK SPM
 Login user level OPERATOR
 Pilih menu cetak SPM lalu pilih DATA SPM yang akan dicetak. (Data yang
ditampilkan adalah data yang sudah dicatat nomor invoice/resume tagihan)
 Memilih PPSPM yang akan menandatangani SPP. (Perhatikan dengan cermat
saat memilih PPSPM, karena ketika user PPSPM akan melakukan validasi SPM,
maka hanya data-data SPM yang ditandatangani bersangkutan saja yang akan
ditampilkan)
 Uraian nama tempat/kota tandatangan dokumen serta tanggal dokumen dicetak,
bisa diedit/diubah

2. VALIDASI/SETUJU SPM
 LOGIN user level APPROVER
 Pilih data yang akan divalidasi/disetujui oleh PPSPM. (data yang ditampilkan
hanya data-data SPM yang ditujukan kepada PPSPM bersangkutan, yaitu
kesesuaian antara NIP PEJABAT PPSPM yang tertera di dokumen SPM dengan
NIP USER LOGIN APPROVER, tiap kode SATKER dan data yang sudah status
cetak SPM)
 Sebelum melakukan persetujuan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan atas Hard
Copy/Cetakan SPM dibandingkan dengan View Data atas SPM yang akan
disetujui/divalidasi

3. MEMBUAT ADK SPM PMRT (Payment Module Resume Tagihan)


 Login user level APPROVER
 Pilih data SPM yang akan dibuat ADK PMRT (bisa memilih lebih dari satu SPM,
untuk digabungkan dalam satu ADK-PMRT dengan syarat dibayarkan pada satu
KPPN yang sama).

23
 Data yang bisa dibuat ADK, adalah data yang sudah divalidasi/disetujui oleh
PPSPM
 Isikan PIN PPSPM, sesuai PIN pejabat bersangkutan yang sudah terdaftar di
PORTAL SMS.

Pencatatan SP2D
 Login user level Operator
 Sesudah ADK-PMRT-SPM terbentuk, dan diupload ke Portal serta diterima
KPPN/SPAN, maka akan mendapat balikan Nomor SP2D.
 Pilih data SPM yang akan dicatat nomor SP2D (Data yang bisa dicatat nomor
SP2D, adalah data yang sudah dibuatkan ADK-PMRT SPM)

24
REFERENSI

Modul Komitmen. http://www.djpbn.kemenkeu.go.id. Diakses 6 Oktober 2018.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 2018. Modul Komitmen SAKTI. Jakarta: Direktorat


Jenderal Perbendaharaan.

Kementerian Keuangan. 2017. Petunjuk Teknis Modul Komitmen Sakti. Jakarta: Kementerian
Keuangan

25