Anda di halaman 1dari 11

ARTIKEL KEWIRAUSAHAAN

MK. KEWIRAUSAHAAN
PRODI S1 PTB - FT

Skor Nilai:

ARTIKEL KEWIRAUSAHAAN
(QUICK WINS DALAM USAHA SABLON)

NAMA MAHASISWA : YUDI HARTONO


NIM : 5162111024
DOSEN PENGAMPU : DR. DARWIN, S.T., M.PD
MATA KULIAH : KEWIRAUSAHAAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN


FAKULTAS TEKNIK – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
OKTOBER 2018
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pesatnya perkembangan dunia fashion terutama yang sedang melanda anak


muda menyebabkan kebutuhan akan ketersediaan fashion semakin meningkat. Ini
bisa dilihat dengan begitu maraknya pusat perbelanjaan yang menjual dan
mengiklankan bermacam-macam gaya fashion. Juga tidak ketinggalan toko-toko
disepanjang jalan yang memajang display gaya-gaya fashion yang variatif.
Gaya fashion yang bervariatif menjadi kebutuhan tersendiri bagi masyarakat.
Masyarakat menyadari akan kebutuhan fashion yang lebih dari sekedar berpakaian,
tapi juga bergaya dan trendi. Karena pakaian adalah salah satu mesin komunikasi
(Umberto Eco, 1976) atau sarana komunikasi dalam masyarakat, maka masyarakat
sadar atau tidak sadar bisa menilai kepribadian seseorang dari apa yang di pakainya.
Menurut Desmond Morris, dalam Man watching: A field guide to human
behavior (1977): ”pakaian juga menampilkan peran sebagai pajangan budaya
‘cultural display’ yang di dalamnya membawa suatu pesan dan gaya hidup suatu
masyarakat atau komunitas tertentu. Lebih spesifiknya pakaian merupakan ekspresi
identitas pribadi. Hal ini membuat peluang diusaha sablon semakin meningkat.
Tidak hanya fashion saja yang berkembang tapi teknologi juga berkembang.
Perkembangan teknologi mengakibatkan adanya perubahan pola pikir manusia yang
cenderung konvensional menjadi serba modern, seperti pada pengerjaan sesuatu,
kecenderungan manusia lebih mengandalkan system komputerisasi dibanding
penggunaan tenaga manusia.
Dengan ini juga menyebabkan terbentuknya budaya serba cepat dalam system
budaya manusia dari kecendrungan ini, yang kemudian penulis baca sebagai peluang
usaha. Pemanfaatan teknologi saat ini sudah sangat meluas dalam system kehidupan
masyarakat mulai dari aspek ekonomi, social maupun budaya.
Salah satu teknologi yang sedang berkembang yaitu mesin digital printing
baju. Tekonologi ini merupakan perkembangan teknologi dari teknik menyablon baju.
Dengan mesin ini dapat mempermudah memindahkan desin sablon yang diinginkan
oleh pesanan dengan lebih cepat dan mudah. Hanya membutuhkan waktu kurang dari
1 jam untuk dua lembar baju.
Dengan adanya teknologi baru dalam dunia sablon yang berupa digital
printing semakin mempermudah dan memperindah hasil sablonan. Hasil
sablon digital printing terlihat lebih halus dan lebih rapih dibanding dengan hasil
sablonan yang konvensional.
Percetakan (printing) merupakan teknologi atau seni yang memproduksi
salinan dari sebuah image dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambar-gambar
(image) di atas kertas, kain, dan permukaan-permukaan lainnya. Setiap harinya,
milyaran bahan cetak diproduksi, termasuk buku, kalender, buletin, majalah, surat
kabar, poster, undangan pernikahan, perangko, kertas dinding, dan bahan kain. Ini
karena hasil percetakan dapat dengan cepat mengomunikasikan pemikiran dan
informasi ke jutaan orang.
Digital Printing adalah media sekaligus lahan baru di dunia pencetakan.
Bagaimana pun teknologi ini mulai menggusur teknologi konvensional (teknik sablon
manual). Teknik ini memiliki beberapa kelebihan di antaranya produk dapat dibuat
satuan, full color, gambar kualitas foto, tahan air dan tahan lama. Selain itu di era
yang serba cepat seperti sekarang ini maka lama pengerjaan produk menjadi sebuah
tuntutan. Karena sebagian besar konsumen menginginkan hasil yang cepat sehingga
mereka tidak akan merasa membuang-buang waktu. Lagipula dengan variasi produk
yang sangat luas, kita dapat dengan fleksibel menggandeng segmen market yang
lebih luas, serta menentukan produk unggulan apa saja, kapan saja sesuai dengan
trend pada saat itu. Teknik digital printing juga merupakan sebuah solusi bagi orang-
orang atau konsumen yang membutuhkan hasil cetakan yang jumlahnya sedikit
karena di bisnis ini tidak mengenal adanya minimum order.
Bisnis ini tergolong bisnis yang hanya bisa ditangani oleh orang-orang
profesional sehingga jarang tiruan bisnis seni seperti ini. Hal ini menjadikan pesaing
bisnis masih sangat sedikit sedangkan peluang usaha sangat besar. Melihat peluang
itu dan melihat potensi yang dimiliki penulis pun menggagas dan ingin menekuni
bisnis ini lebih lanjut.
I.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah


dalam pembahasan ini adalah bagaimanakah Strategi Quick Wins yang dapat
dilakukan terhadap Usaha Sablon?

I.3 Tujuan

Tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi


Quick Wins terhadap Usaha Sablon.

I.4 Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan artikel ini antara lain:

a. Bagi Calon Pengusaha

Bagi calon pengusaha, atrikel ini sangat bermanfaat guna memberikan


informasi mengenai ide untuk usaha yang bergerak di bidang sablon

b. Bagi Kalangan Akademik

Bagi kalangan akademik, artikel ini dapat menjadi sumber informasi guna
membangun suatu bisnis usaha.

c. Bagi kalangan Pengusaha sejenis

Bagi kalangan akademik, artikel ini dapat menjadi pembanding dan masukan
untuk mengembangkan usaha guna mempertahankan kepuasan para
konsumen.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Quick Wins

Quick Wins dilihat sebagai sebuah alat yang digunakan untuk mempercepat
keberhasilan. Quick Wins didefinisikan sebagai: “…A quick win defined as a new and
visible contribution to the success of the business made early in their tenure. A quick
win is a crucial form of reassurance to the leaders” (Safferstone, 2008).

Quick Wins dianggap sebagai suatu bentuk kontribusi nyata yang dapat
memberikan elemen kesuksesan dengan periode waktu yang lebih cepat. Sebagai
suatu bentuk yang penting, sebuah program Quick Wins harus mampu dipahami oleh
para pihak yang terlibat, terutama para pemimpin. Hal ini dikarenakan pelaksanaan
program Quick Wins hanya menggunakan waktu yang terbatas dengan berbagai
macam sumber daya untuk mengatasi suatu masalah.

Selain dianggap sebagai sebuah kontribusi yang nyata untuk perusahaan,


Quick Wins juga diartikan sebagai: “Quick Win as a step toward How to win, that is
when your collective dream begins to take hold. That will position on the enterprise
on a new growth trajectory to add market values and advance your competitive
advantage” (Newton, 2013). Quick Wins juga merupakan salah satu langkah untuk
mencapai kemenangan. Dengan menjalankan konsep Quick Wins perusahaan akan
dapat menambah nilai atau value di pasaran dan memajukan keunggulan
kompetitifnya.

Untuk menjawab pertanyaan bagaimana mencapai sebuah kemenangan,


Quick Wins dapat digunakan sebagai sebuah ide baru. Di dalam sebuah perusahaan
ketika program Quick Wins dilaksanakan dengan baik dapat membawa efek yang baik
bagi pertumbuhan perusahaan. Dalam proses pertumbuhan tersebut perusahaan
cenderung akan mendapatkan suatu value yang lebih. Hal ini dapat menjadi sebuah
keuntungan kompetitif tersendiri bagi perusahaan tersebut. Pendapat Quick Wins
sebagai bagian dari bentuk strategi diperkuat jika Quick Wins dapat membawa
perusahaan menuju pada target yang sudah ditentukan. Apabila strategi yang telah
diformulasikan ternyata cocok dan tepat dengan tujuan perusahaan maka tidak perlu
menunggu lebih lama lagi untuk mencapai kemenangan.

Dibalik kesan yang terlihat terburu-buru dari adanya prinsip percepatan dalam
memperoleh keberhasilan, ternyata Quick Wins menyimpan suatu value yang unik.
Tingkat kesuksesan Quick Wins tidak diukur dari seberapa besar dan cepatnya
dampak yang dihasilkan, melainkan bagaimana proses Quick Wins tersebut dapat
dipahami oleh semua pihak terkait. Hal ini diperjelas dengan pernyataan : “leverage
your learning and make a plan to activate Quick Wins. The beauty of this process is
that there is always instant value to your discoveries and development efforts. You
have gained new understanding of your stakeholders, have freash ideas, and can
show value for your efforts right away” (Newton, 2013).

Quick Wins merupakan program yang mempunyai daya ungkit (key leverage)
yang terkait dengan perbaikan produk utama yang kemudian hasil perubahan dapat
dengan mudah terlihat dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Quick Wins sangat memungkinkan untuk memanfaatkan wawasan baru dan


berbagai macam ide untuk membuat dampak positif yang langsung terlihat pada
sebuah aktivitas bisnis. Terkadang, Quick Wins adalah tentang sebuah aktivitas,
langkah, cara, atau sejenisnya yang ternyata sudah dilakukan terlebih dahulu dan
hanya perlu dilakukan lebih baik lagi dari segala sisi. Di lain sisi juga terkadang
perusahaan di dalam program Quick Wins nya mengganti aspek-aspek yang tidak
membawa nilai yang signifikan sehingga perlu diganti dengan aspek-aspek yang
membawa nilai lebih baik (Frasher, 2012).

Dikutip dari Pedoman Umum Reformasi dan Birokrasi (Permenpan, 2008),


salah satu kriteria yang dapat digunakan dalam menentukan program Quick Wins
adalah:

1. Langsung bersentuhan dengan kebutuhan minimal public (masyarakat luas),


untuk lembaga/unit kerja untuk lembaga yang langsung berinterrelasi,
berinteraksi, dan bertransaksi langsung dengan pemangku kepentingan dan
masyarakat.
2. Merupakan tupoksi kementrian/lembaga/pemerintah daerah yang berupa
output/keluaran atau produk utama kementrian
3. Dapat diselesaikan dalam jangka waktu relative cepat (+/-12 bulan) dan
dengan menggunakan sumber daya yang ada

Dikutip dari Harvard business Review (Buren dan Safferstone, 2008), pada
proses pelaksanaan Quick Wins, biasanya perusahaan mengalami 5 hambatan yang
dapat mempengaruhi kinerja program Quick Wins. Hambatan tersebut adalah:

1. Focusing too heavily on details


2. Reacting negatively to criticsm
3. Intimidating others
4. Jumping to conclusioins
5. Micromanaging

Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan jika Quick Wins


merupaka suatu alat yang dapat digunakan perusahaan sebagai sebuah strategi jangka
pendek. Hal ini dikarenakan karakteristik Quick Wins sendiri yang dapat
diimplementasikan dengan cepat, memberikan elemen kesuksesan dalam periode
waktu yang singkat, dan kemampuannya dalam mengakomodir segala macam sumber
daya.

2.1 Deskripsi Usaha

Bidang usaha yang akan penulis dirikan yaitu usaha di bidang sablon baju.
Nama usaha ini adalah “SYABAB STORE”. Lokasi Usaha ini direncanakan didirikan
di Kota Medan. Print cloth atau baju print ini, yaitu usaha di bidang sablon-
menyablon baju dengan menggunakan system teknologi mesin print stiker. Cara
kerjanya menggunakan bantuan computer dengan software seperti photoshop, dan
corel draw dan tidak menutup kemungkinan kita menggunakan teknologi canggih
yang terbaru yang dapat memudahkan dan memudahkan pengerjaan.
Jenis produk yang akan penulis tawarkan yaitu dalam bentuk jasa dan barang.
Jasa yang kami maksud adalah mendesign baju sesuai dengan keinginan konsumen
kemudian kami membantu memindahkannya melalui komputer dengan menggukan
software pembantu seperti corel draw, photoshop. Tidak menutup kemungkinan kita
menggunakan software terbaru yang dapat membantu dan mempermudah kami dalam
mengerjakan design-design yang diinginkan dari konsumen.
Tidak hanya membuat design yang diinginkan dari pelanggan tapi, design
juga bias kami terima langsung dari pelanggan, jadi kami hanya memindahkan
gambar tersebut ke computer lalu memindahkan melalui mesin print ke computer.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Quick Wins Usaha Sablon

Dalam setiap usaha, sangat diperlukan quick wins agar usaha yang kita
bangun dapat terus berkembang dan tidak gulung tikar di awal awal pembukaan
usaha. Dengan menjalankan konsep Quick Wins, akan menambah nilai atau value di
pasaran dan memajukan keunggulan kompetitif dari produk/output yang kita
pasarkan.

Adapun Strategi Quick Wins yang akan dilakukan untuk Usaha Sablon
‘Syabab Store’ antara lain adalah sebagai berikut.

1. Memberikan potongan 50% pada grand opening usaha sablon untuk mencari
perhatian konsumen.
2. Menerapkan penjualan sablon dapat dilihat dalam kegelapan (Glow in The
Dark)
3. Lebih mengedepankan kualitas, dimana bahan baju maupun sablon yang tidak
mudah luntur. Hal ini bertujuan untuk membangun image produk.
4. Untuk pemesanan barang sablon yang diinginkan, tidak dipatokkan dalam
jumlah tertentu atau minimum order.
5. Membuat nama dan logo sendiri yang unik. Dalam hal ini dipilih nama
‘SYABAB STORE’ karena syabab diambil dari bahasa arab yang sejatinya
merujuk kepada sosok muda secara fisik. Sehingga cocok untuk bisnis kaos ini
yang lebih diperuntukkan untuk para remaja.
6. Karena usaha ini bersifat kecil dan baru, untuk lebih mengenalkan produk ke
konsumen dengan cepat, strategi yang lainnya adalah melakukan konsinyasi /
penitipan produk kepada pihak distro yang lain. Agar pihak distro tidak
menolak, maka harga produk yang kita tawarkan lebih murah dari pihak distro
yang bersangkutan.
7. Menerapkan Usaha Online dan Offline
8. Sesekali melakukan Endorse dan Giveaway yang bersifat promosi untuk
menarik perhatian.
9. Menyebarkan kartu nama ke kenalan, saudara, teman, atau siapa saja.
10. Menerima free desain sablon untuk pemesanan.
11. Menerima Costom design dan ukuran sesuai yang diinginkan konsumen
12. Melakukan promosi dengan orderan 20 pcs. mendapat potongan harga 5%.
13. Memberikan Topi untuk setiap pembelian 10 pcs kaos.

DAFTAR PUSTAKA

https://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/RS1_2015_1_1391_Bab2.pdf
https;//www.kompasiana.com/arsawiguna/569053d581afbde704e876b/mengenal-
kebijakan-quick-win

Pedoman Umum Reformasi Birokrasi (Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan


Aparatur Negara Nomor : PER/15/M.PAN/7/2008), halaman 24-25.
http://www.forda-mof.org/files/PERMENPAN2008_015_buku.pdf