Anda di halaman 1dari 4

ELASTISITAS SILANG

Elastisitas permintaan silang (cross price elasticities of demand) adalah mengukur respons
persentase perubahan jumlah barang yang diminta karena persentase perubahan harga barang lain.

Contoh soal:

Variasi harga dan jumlah barang yang diminta berupa gula pasir, gula jawa, dan gula batu untuk
semester I dan II periode tahun tertentu berdasarkan laporan penjual eceran sebagai berikut:

Barang Semester I Semester II


P/Kg Q (Kg) P/Kg Q (Kg)
Gula pasir (P) 11.000 20.000 13.000 25.000
Gula jawa (J) 7.000 15.000 8.000 13.000
Gula batu (B) 8.000 7.000 10.000 4.000

Hitunglah tingkat elastisitas silang antara gula pasir, gula jawa, dan gula batu.

Jawab:

 Tingkat elastisitas silang antara gula pasir (P) dan gula jawa (J)
Δ𝑄𝑝 𝑃𝑗
Epj = ( Δ𝑃𝑗 ) (𝑄𝑝)
ΔQp = 25.000-20.000 = 5.000
ΔPj = 8.000-7.000 = 1.000
Pj = 7.000 dan Qp = 20.000
Jadi :
Δ𝑄𝑝 𝑃𝑗
Epj = ( )( )
Δ𝑃𝑗 𝑄𝑝
5000 7000
Epj = (1000) (20.000)
Epj = (5) (0,35) = 1,75

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Epj = 1,75 > 0 berarti antara gula pasir dan gula jawa
merupakan barang subtitusi, yaitu bila harga beli per kg gula pasir mengalami kenaikan,
maka jumlah gula pasir yang diminta akan turun dan peristiwa ini diikuti peningkatan jumlah
gula jawa yang diminta pasar, sebaliknya jika harga beli gula pasir turun, jumlah gula pasir
yang diminta meningkat, sementara jumlah gula jawa yang diminta mengalami penurunan.

 Tingkat elastisitas silang antara gula pasir (P) dan gula batu (B)
Δ𝑄𝑝 𝑃𝑏
Epb = ( Δ𝑃𝑏 ) (𝑄𝑝)
ΔQp = 25.000-20.000 = 5.000
ΔPb = 10.000-8.000 = 2.000
Pb = 8.000 dan Qp = 20.000
Jadi :
Δ𝑄𝑝 𝑃𝑏
Epb = ( Δ𝑃𝑏 ) (𝑄𝑝)
5000 8000
Epb = (2000) (20.000)
Epb = (2,5) (0,4) = 1

Hasil perhitungan menunjukan bahwa Epb = 1 > 0 berarti antara gula pasir dan gula batu
merupakan barang substitusi, yaitu bila harga beli per kg gula pasir mengalami kenaikan,
maka jumlah gula pasir yang diminta akan turun dan peristiwa ini diikuti peningkatan jumlah
gula batu yang diminta pasar. Sebaliknya jika harga beli per kg gula pasir turun, jumlah gula
pasir yang diminta akan meningkat, sementara jumlah gula batu yang diminta mengalami
penurunan.

 Tingkat elastisitas silang antara gula jawa (J) dan gula batu (B)
Δ𝑄𝑗 𝑃𝑏
Ejb = ( Δ𝑃𝑏) (𝑄𝑗 )
ΔQj = 13.000-15.000 = -2.000
ΔPb = 10.000-8.000 = 2.000
Pb = 8.000 dan Qj = 15.000
Jadi :
Δ𝑄𝑗 𝑃𝑏
Ejb = ( Δ𝑃𝑏) (𝑄𝑗 )
−2000 8000
Ejb = ( 2000 ) (15.000)
Ejb = (-1) (0,533) = -0,533

Hasil perhitungan menunjukan bahwa Ejb = -0,533 < 0 berarti antara gula jawa dan gula batu
bersifat komplementer yaitu saling melengkapi. Misalkan harga gula jawa per kg naik, maka
permintaan gula jawa dan gula batu akan turun. Sebaliknya jika harga gula jawa turun, maka
jumlah yang diminta gula jawa dan gula batu mengalami peningkatan.

ELASTISITAS PENDAPATAN

Elastisitas pendapatan juga berbeda antara jangka pendek dan jangka panjang. Untuk sebagian besar
barang dan jasa, elastisitas permintaan karena pendapatan lebih besar dalam jangka panjang
daripada jangka pendek.

Rumus:
Δ𝑄 𝐼
EI = ( )( )
Δ𝐼 𝑄

Keterangan:

∆Q = perubahan kuantitas

∆I = perubahan pendapatan

I = pendapatan

Q = kuantitas/jumlah barang

EI = elastisitas pendapatan
Kriteria tingkat elastisitas pendapatan:

 Jika EI > 1 berlaku untuk barang superior (mewah)


 Jika EI < 0 berlaku untuk barang interior
 Jika EI berada di antara 0 dan 1 berlaku untuk barang normal.

Contoh soal:

Pada saat pendapatan perbulannya sebesar Rp 1.000.000 Darban membeli sate sebanyak 4 kali
sebulan. Tahun berikutnya ada kenaikan pendapatan per bulan menjadi Rp 1.500.000 dan Darban
membeli sate sebanyak 10 kali sebulan. Berapakah elastisitas pendapatannya?

Jawab:

∆Q = 10 – 4 = 6

∆I = 1.500.000 – 1.000.000 = 500.000

I = 1.000.000

Q=4
Δ𝑄 𝐼
EI = ( )( )
Δ𝐼 𝑄

Sehingga :
6 1.000.000
EI = ( )( )
500.000 4
6.000.000
EI = ( 2.000.000
)
EI = 3

Jadi besar elastisitas pendapatan (EI) sebesar 3, maka sate merupakan barang superior atau mewah.

MENGHITUNG ELASTISITAS TITIK dan ELASTISITAS BUSUR

 Elastisitas Titik (Point Elasticity)


Menunjukan elastisitas pada titik tertentu Elastisitas pada tingkat harga tertentu.
 Elastisitas Busur (Arcus Elasticity)
Menunjukan elastisitas permintaan pada jarak (range) antara dua harga tertentu.

Contoh :

Disebuah swalayan terdapat harga untuk 10 buah kemeja adalah Rp. 1.500.000,00 , kemudian harga
naik menjadi Rp. 2.000.000,00 sedangkan jumlah barang yang diminta pelanggan adalah 6 buah
kemeja. Hitunglah perubahan elastisitas titik dan elastisitas busur atas kenaikan harga kemeja
tersebut.

Jawab :
a) Elastis Titik

Ed = {(6 – 10) : (2.000.000 – 1.500.000)} x (1.500.000 : 10)

Ed = {( -4 ) : ( 500.000)} x (150.000)

Ed = │- 1,2│

Ed = 1,2

Ed > 1 Elastis

Kesimpulan :

Bahwa setiap perubahan 1 % dari kenaikan harga kemeja akan mengurangi jumlah barang
dimintaan sebesar 1,2 %

b) Elastis Busur

Ed = {(6 – 10):(2.000.000 – 1.500.000)}x{(2.000.000 + 1.500.000):(6+10)}

Ed = {( -4 ) : ( 500.000)}x{(3.500.000) : (16) }

Ed =│ -1,75│

Ed = 1,75

Ed > 1 Elastis

Kesimpulan :

Bahwa setiap perubahan 1 % dari kenaikan harga kemeja akan mengurangi jumlah barang
dimintaan sebesar 1,75 %