Anda di halaman 1dari 20

i

PERUJUKAN DALAM KARYA TULIS ILMIAH

(BODYNOTE, FOOTNOTE, ENDNOTE)

Disusun Oleh:

Nama : Aldika Rizkiano (1815051029)

Jochanan Benaya Lumban Tobing (1855051005)

Rima Buana (1815051003)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia

Dosen : Ayu Setiyo, S.Pd., M.Pd.

Jurusan Teknik Geofisika

Fakultas Teknik Universitas Lampung

Bandar Lampung

2018
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................. iii


BAB 1 PENDAHULUAN ....................................................................................................... iv
1.1 LATAR BELAKANG.................................................................................................. iv
1.2 RUMUSAN MASALAH ............................................................................................ iv
1.3 TUJUAN ................................................................................................................. iv
BAB 2 PEMBAHASAN ...........................................................................................................v
2.1 PENGERTIAN RUJUKAN ..........................................................................................v
2.2 TATA CARA PENULISAN RUJUKAN ........................................................................ vi
2.2.1 BODYNOTES (CATATAN TUBUH) ................................................................... vi
2.2.1.1 TATA CARA MENGUTIP ............................................................... viii
2.2.2 FOOTNOTES (CATATAN KAKI) ........................................................................ x
2.2.2.1 TEKNIK PENULISAN FOOTNOTE .................................................. xiii
2.2.3 ENDNOTE .................................................................................................... xv
2.2.3.1 Tata Cara Penulisan Endnote ....................................................... xv
2.2.4 Istilah Penulisan Footnote dan Endnote ..................................................... xvi
BAB 3 PENUTUP ............................................................................................................... xvii
3.1 KESIMPULAN .................................................................................................. xix
3.2 SARAN ........................................................................................................... xix
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................. xx
iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA
sehingga makalah ini yang membahas tentang Perujukan Karya Tulis Ilmiah (
bodynote, footnote, endnote) dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah
berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan,


pengalaman dan bermanfaat bagi orang lain. Untuk ke depannya kami berharap
dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih
baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami.Kami masih


banyak kekurangan dalam makalah ini.Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Bandar Lampung, 24 Agustus 2018

Penyusun
iv

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perujukan karya tulis ilmiah adalah salah satu materi pembahasan dalam
bahasa Indonesia, yang mana kita harus mengerti pengertian dari rujukan dan
harus bisa membedakan jenis-jenis rujukan seperti bodynote, footnote dan
endnote serta cara penyusunan maupun penulisannya. Di dalam penyusunan dan
penulisan karya tulis ilmiah kita harus tepat dan memperhatikan kaidah-kaidah
atau ketentuannya.
Ada cara dan susunan dalam membuat perujukan karya tulis ilmiah yang
harus diketahui. Sebagian besar orang belum memahami dan mempelajari tentang
perujukan karya tulis ilmiah (bodynote, footnote dan endnote) bahkan
mengabaikan tata cara penulisannya karena dianggap tidak begitu penting. Dalam
kesempatan kali ini, kami akan mencoba untuk menjelaskan tentang cara
penyusunan dan penulisan rujukan karya tulis ilmiah (bodynote, footnote dan
endnote) secara lengkap dan jelas. Dimana pembahasan ini sangat penting bagi
kita semua dalam penulisan suatu karangan ilmiah agar sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang baik dan benar.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari bodynote, footnote dan endnote?

2. Apa manfaat dari bodynote, footnote dan endnote?

3. Apa macam-macam dari kutipan?

4. Bagaimana cara menulisbodynote, footnote dan endnote?

5. Bagaimana cara penulisan singkatan di catatan kaki?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui dan mengerti definisi dari rujukan dan kutipan.

2. Untuk mengetahui tata cara dan kaidah-kaidah penulisan rujukan.


v

BAB II

PEMBAHASAN

2. 1 Pengertian Rujukan

Rujukan adalah sesuatu yang digunakan untuk memberi informasi untuk

memperkuat pernyataan dengan tegas. Dikenal juga dengan sebutan referensi.

Rujukan mungkin menggunakan faktual atau non-faktual. Rujukan faktual terdiri

atas kesaksian, statistik contoh-contoh, dan objek - objek faktual. Rujukan dapat

berwujud dalam bentuk bukti, nilai-nilai, dan/atau krebilitas.Rujukan faktual

digunakan untuk menetapkan tingkat kemungkinan tinggi atau bukti logis

sementara.Sumber rujukan adalah tempat materi tersebut ditemukan.Rujukan non

faktual adalah cerita, contoh, hipotesis, kutipan-kutipan sastra, analogi, dan

sebagainya.Rujukan non faktual pada umumnya digunakan untuk memperkuat

rujuan faktual, menambah minat pada rujuan faktual, atau membuat rujukan

faktual dapat dipercaya (meningkatkan kejelasan).Rujukan non faktual dapat

digolongkan sebagai "bukti etis atau bukti emosional", sementara rujukan faktual

digunakan untuk menetapkan tingkat kemungkinan tinggi atau bukti logis.

Kutipan adalah penggunaan ide, konsep, teori dari sumber lain, baik

secara langsung maupun tidak langsung. Semua pengutipan yang ditulis harus

mencantumkan rujukannya.Kesengajaan atau kealpaan pencatuman rujukan pada

sebuah kutipan merupakan pelanggaran etika dalam tulis-menulis.


vi

2. 2 Tata Cara Penulisan Rujukan

Cara menulis daftar rujukan harus dilakukan pada penulisan karya tulis

ilmiah. Biasanya pada bagian penutup karya tulis ilmiah akan dibuat kesimpulan

dan saran. Di dalamnya akan di buat semacam saran-saran atas masalah yang

dibuat secara singkat. Agar penyusunan sebuah karya ilmiah lebih rapih, biasanya

sebuah karya ilmiah akan dilengkapi dengan daftar pustaka atau rujukan yang

berisi buku-buku atau referensi yang dijadikan sebagai bahan rujukan pembuatan

karya tulis tersebut.Penulisan sumber kutipan dan referensi tentu sangat penting

untuk menghargai penulis yang dikutip tulisannya ataupun perkataannya. Penulis

yang menggunakan tulisan orang lain tetapi menganggap tulisan sendiri, maka

disebut praktik plagiat. Selain untuk menghargai penulis yang dikutip tulisannya,

berguna pula untuk sumber referensi untuk pembaca.Terdapat tiga sumber

perujukan dalam KTI yaitu, bodynote, footnote, dan endnote.

2.2.1 Bodynote (Catatan Tubuh)

Bodynote (catatan tubuh) adalah catatan pada bagian tengah tulisan yang

menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat, pandangan, atau teori mengenai

masalah tertentu yang dijelaskan dalam teks. Tata cara penulisan bodynote:

 Ditulis di akhir teks kutipan, tetapi dalam hal tertentu bisa di awal atau

tengah teks.

 Rujukan ditulis di dalam kurung.

 Secara umum rujukan terdiri dari: nama pengarang (tanpa gelar), tahun

publikasi dan nomor halaman.


vii

Format penulisan:

 Buku dengan satu pengarang

1.a. ..... (Asmani, 2011: 32).

1.b. Menurut Asmani (2011: 32), .....

 Buku dengan dua atau tiga pengarang

2.a. ….. (Hidayat dan Azra, 2008: 72 – 76).

2.b. Hidayat dan Azra (2008: 72 – 76) mengatakan …..

 Buku dengan banyak pengarang

3.a. ...... (Razak, et al., 2011: 118).

3.b. ...... Razak, dkk (2011: 118).

 Buku yang terdiri dua jilid atau lebih

4.a. .... (Koentjaraningrat, Vol.1, 1988: 131).

4.b. Mengacu pada Koentjaraningrat (Vol.2, 1999: 135), …..

 Buku terjemahan

5.a. ….. (Berger, terj., Setio Budi, 2000: 44 – 45).

5.b. Berger (terj., Setio Budi, 2000: 44 – 45) menegaskan .....

 Jika kutipan berasal dari sumber kedua

6.a. Herbert Packer (1970) dalam Arif Setiawan (2009: 23) berpendapat

bahwa ...

6.b. ... (Herbert Packer, dalam Arif Setiawan, 2009: 23)

6.c. ... (Herbert Packer, dikutip oleh Arif Setiawan, 2009: 23)
viii

Catatan: Dalam daftar pustaka hanya dicantumkan referensi yang merupakan

sumber kedua saja. Dalam contoh di atas berarti yang dicantumkan adalah Arif

Setiawan, sedangkan Herbert Packer tidak perlu dicantumkan.

2.2.1.1. Tata Cara Mengutip

Terdapat dua acara mengutip, yakni kutipan langsung dan kutipan tak

langsung,yaitu :

1. Kutipan langsung yaitu apabila penulis mengambil pendapat orang lain

secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat, sesuai teks asli, tidak

mengadakan perubahan sama sekali. Kutipan langsung terdiri dari kutipan singkat

dan kutipan panjang yang ada di dalam teks (bodynote).

a. Kutipan singkat (kurang dari 40 kata) ditulis menggunakan tanda petik (“…”)

dan ukuran huruf yang sama dengan teks sebelumnya.

Contoh kutipan:Johns mengatakan bahwa “in an uncertain world, printed

materials can be put to use in ways that make them powerful” (1999, h. 623).

b. Kutipan panjang (lebih dari 40 kata) ditulis dalam paragraf baru dengan jarak

satu spasi dan menjorok ke dalam (indented) tanpa tanda petik, serta ukuran huruf

yang lebih kecil dari huruf yang ada pada teks sebelumnya.

Contoh kutipan: Trask (1995, h.21) telah menjelaskan bahwa: One of the most

important characteristics of language is the presence of grammar. The grammar of

a language is simply the way it combines smaller elment (such as words) into

larger elements (such as sentence).


ix

2. Kutipan Tidak Langsung merupakan kutipan yang berasal dari bagian

tertentu atau seluruh bagian dari sumber asli yang ditulis kembali menggunakan

kata-kata yang berbeda dari sumber aslinya tanpa mengurangi makna sebelumnya.

Cara penulisan kutipan tidak langsung tetap menambahkan nama penulis sumber,

tahun penulisan dan halaman yang dikutip.

Contoh: Sumber Asli: Tyler, 2001, h.21 Culture taken in its wide ethnographic

sense is that complex whole which includes knowledge, belief, art, morals, law,

custom, and other capabilities and habits acquired by man as a member of society.

Contoh Bodynote:

1. Kekerasan fisik akibat penganiyaan adalah apabila didapati perlukaan

bukan karena kecelakaan (non-accident). Batasan intensitas kekerasan

fisik tersebut sangat relatif, karena dapat ditinjau dari akibat kekerasan

dan cara melakukan kekerasan (Herkutanto, 2000: 269)

2.
x

2.2.2 Footnote

Footnote biasanya disebut juga dengan catatan kaki. Sesuai dengan

sebutannya, footnote berisi catatan yang berada di bagian bawah (kaki) halaman

karya ilmiah yang umumnya berfungsi sebagai lokasi penyantuman identitas

sumber rujukan dari informasi yang dikutip di bagian badan teks atau badan

paragraf dan sebagai keterangan tambahan untuk informasi, istilah, atau nama-

nama tertentu (Suryono, dkk. 2015:52). Namun informasi yang dikutip dipaparkan

langsung pada badan paragraf tanpa menggunakan tanda kutip, kecuali jika

kutipan dilakukan secara langsung.Catatan kaki dapat berupa rujukan materi

penulisan yang dijadikan sumber dan dapat pula berupa keterangan tambahan.

Besar font catatan kaki adalah lebih kecil dari teks utama, yakni dengan besar font

10.

Catatan kaki mempunyai kelebihan dibandingkan dengan catatan tubuh, yaitu:

1). Catatan kaki mampu menunjukkan sumber referensi dengan lebih lengkap.

Dalam cacatan tubuh, yang ditampilkan hanya nama pengarang, tahun terbit buku,

serta halaman buku yang dikutip. Dalam catatan kaki, nama pengarang, judul

buku, tahun terbit, nama penerbit, dan halaman dapat dicantumkan semua. Hal ini

tentu mempermudah penelusuran bagi pembaca tata

2). Selain sebagai penunjukan referensi, catatan kaki dapat berfungsi untuk

memberikan catatan penjelas yang diperlukan. Hal ini tentu tidak dapat dilakukan

dengan catatan tubuh.

3). Catatan kaki dapat digunakan untuk merujuk bagian lain dari sebuah

tulisan.
xi

Berdasarkan kelebihannya tersebut, catatan kaki bisa berisi:

 Penunjukan sumber kutipan (referensi).

 Catatan penjelas.

 Penunjukan sumber kutipan sekaligus catatan penjelas.

Format penulisan:

1. Penulisan rujukan berupa buku

Dengan urutan: nama pengarang, judul buku (ditulis miring), cetakan, edisi (jika

ada), nama penerbit, kota penerbit, dan halaman.

Contoh: M. Yahya Harahap, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP;

Penyidikan dan Penuntutan, Cetakan Pertama, Edisi Kedua, Sinar Grafika,

Jakarta, 2010, hlm. 100.

2. Penulisan rujukan berupa buku bunga

Sampai dengan urutan: nama penulis, judul artikel (diberi tanda petik), nama

editor, judul buku (ditulis miring), cetakan, edisi (kalau ada), nama penerbit, kota

penerbit, tahun dan halaman.

Contoh: Ari Wibowo, “Mewujudkan Keadilan Melalui Penerapan Hukum

Progresif”, dalam Mahrus Ali (editor), Membumikan Hukum Progresif, Cetakan

Pertama, Aswaja Pressindo, Yogyakarta, 2013, hlm. 5.

3. Penulisan rujukan berupa buku terjemahan dari bahasa asing


xii

Dengan urutan: nama pengarang buku asli, judul buku terjemahan (ditulis

miring), nama penerjemah, cetakan, edisi (kalau ada), nama penerbit, kota

penerbit, tahun dan halaman.

Contoh: Jan Rammelink, Hukum Pidana, terjemahan oleh Tristam Pascal

Moeliono, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2003, hlm. 82.

4. Penulisan rujukan berupa sumber kedua.

Contoh: John Rawls, A Theory of Justice, dikutip dalam Munir Fuady, Bisnis

Kotor; Anatomi Kejahatan Kerah Putih, Cetakan Pertama, PT. Citra Aditya Bakti,

Bandung, 2004, hlm. 60.

5. Penulisan rujukan berupa jurnal

Dengan urutan: nama pengarang, judul artikel (diberi tanda petik), nama jurnal

(ditulis miring), volume/edisi, tahun dan halaman.

Contoh: Tengku Ghani Jusoh, “Terrorism According to Arabic Lexicography”,

Jurnal Millah, Vol. VI, No. 1, Agustus 2006, hlm. 45.

6. Penulisan rujukan berupa Skripsi/Tesis/Disertasi

Dengan urutan: nama pengarang, judul karangan (diberi tanda petik), bentuk

karangan, nama institusi, kota institusi, tahun, dan halaman.

Contoh: Ewit Soetriadi, “Kebijakan Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme

dengan Hukum Pidana”, Tesis pada Program Magister Ilmu Hukum, Universitas

Diponegoro, Semarang, 2008, hlm. 301.


xiii

7. Penulisan rujukan berupa makalah

Dengan urutan: nama pengarang, judul karangan (diberi tanda petik), nama forum

(ditulis miring), penyelenggara, tempat, tanggal dan halaman.

2.2.2.1 Teknik Penulisan Footnote

Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan kaki:

1) Catatan kaki dicantumkan di bagian bawah halaman, dipisahkan dengan

naskah skripsi oleh sebuah garis. Pemisahan ini akan otomatis dilakukan oleh

program Microsoft Word dengan cara mengklik insert, kemudian reference,

kemudian footnote.

2) Nomor cacatan kaki ditulis secara urut pada tiap bab, mulai dari nomor

satu. Artinya, cacatan kaki pertama di tiap awal bab menggunakan nomor satu,

begitu seterusnya.

3) Catatan kaki ditulis dengan satu spasi.

4) Pilihan huruf dalam catatan kaki harus sama dengan pilihan huruf dalam

naskah skripsi, hanya ukurannya lebih kecil, yaitu:

a. Times New Roman (size 10)

b. Arial (size 9)

c. Tahoma (size 9)

5) Baris pertama catatan kaki menjorok ke dalam sebanyak tujuh karakter.

6) Judul buku dalam catatan kaki ditulis miring (italic).

7) Nama pengarang dalam catatan kaki ditulis lengkap dan tidak dibalik

8) Catatan kaki bisa berisi keterangan tambahan. Pertimbangan utama

memberikan keterangan tambahan adalah: jika keterangan tersebut ditempatkan


xiv

dalam naskah (menyatu dengan naskah) akan merusak alur tulisan atau naskah

tersebut. Tidak ada batasan seberapa panjang keterangan tambahan, asalkan

proporsional.

9) Ditulis pada bagian kaki halaman yang terdapat kutipannya.

10) Baris pertama ditulis menjorok ke dalam.

11) Nama pengarang ditulis tanpa gelar.

B. Contoh footnote

 M. Yahya Harahap, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan

KUHAP; Penyidikan dan Penuntutan, Cetakan Pertama, Edisi Kedua,

Sinar Grafika, Jakarta, 2010, hlm. 100.

 Ari Wibowo, “Mewujudkan Keadilan Melalui Penerapan Hukum

Progresif”, dalam Mahrus Ali (editor), Membumikan Hukum

Progresif, Cetakan Pertama, Aswaja Pressindo, Yogyakarta, 2013,

hlm. 5.
xv

2.2.3. ENDNOTE

Endnote (catatan akhir) adalah catatan referensi yang diletakkan di akhir suatu

karya tulis ilmiah, sebelum daftar pustaka.

2.2.3.1 Tata Cara Penulisan Endnote

1. Penulisan endnote sama dengan footnote, sehingga tata cara penulisan yang

berlaku dalam endnote sama dengan tata cara penulisan footnote.

2. Perbedaan endnote dan footnote : Endnote diletakkkan di bagian akhir suatu

karya tulis ilmiah, sedangkan footnote diletakkan pada bagian kaki halaman yang

terdapat kutipannya.
xvi

3. Penulisan catatan akhir (endnote) sama dengan catatan kaki (footnote),

sehingga tata cara penulisan yang berlaku dalam endnote sama dengan tata cara

penulisan footnote.

4. Berbeda dengan footnote, keterangan identitas sumber rujukan endnote

menggunakan kode angka, dan posisi endnote terletak pada bagian akhir, setelah

seluruh pembahasan pada karya ilmiah tuntas (Suryono, dkk. (2015:55).

5. Kode angka disusun secara urut sesuai dengan susunan paragraph dan

halaman karya ilmiah. Kode-kode angka tersebut secara otomatis dapat

dimunculkan dengan menggunakan fitur.References yang terdapat pada program

mocrosoft word.

2.2.4 ISTILAH YANG ADA DALAM FOOTNOTE DAN ENDNOTE

Seorang penulis hampir dapat dipastikan menggunakan beberapa sumber.

Apabila sumber-sumber itu dirujuk beberapa kali dengan halaman yang sama atau

berbeda-beda, maka tiga istilah, yaitu Ibid, Op.Cit, dan Loc.Cit, harus diketahui

dan dipergunakan dengan benar.


xvii

1. Ibid

Ibid merupakan singkatan dari ibidem, yang artinya di tempat yang sama. Jika

suatu pustaka atau sumber yang baru saja dikutip (belum diselingi sumber pustaka

lain) akan dikutip lagi, maka cukup menggunakan ibid.

Contoh :

1. Penggunaan istilah efektif di sini lebih dimaknai pada analisis fungsional,

sehingga sesuatu dikatakan efektif apabila sesuatu tersebut dapat

menjalankan fungsinya sesuai sistem yang dikehendaki oleh sesuatu

tersebut, sedangkan sistem itu sendiri lebih mengarah pada sebuah tatanan.

2. Susanne K. Langer, 1955, Phylosopy in A New Key, New York: New

American Library, p.49.Ibid. pp

2.Loc.cit

Loc.cit merupakan singkatan dari Loco citato yang artinya dikutip dari tempat

yang sama. Bila hendak mengutip halaman yang sama dari sumber yang baru saja

dikutip (belum diselang oleh sumber lain) maka catatan kaki cukup disingkat

Loc.cit.

Contoh:

2Susanne K. Langer, Phylosopy in A New Key, (New York: New American

Library, 1955), pp.49 et seq.


xviii

3 Joel M. Charon, Symbolic Interactionism: An Introduction, An

Interpratation, and An Integration, (Englewood, New Jersey: Prentice Hall, 1989),

p. 50.

4Susanne K. Langer, Loc. Cit.

3. Op.cit

Op.cit. merupakan singkatan dari Opere citato, artinya telah dikutip. Jika suatu

pustaka atau sumber telah dikutip dalam catatan kaki dan telah diselangi oleh satu

atau beberapa sumber lain hendak dikutip lagi, maka penulisan catatan kakinya

dapat disingkat dengan hanya menuliskan penulisnya saja diikuti op.cit.

Contoh:

2) Susanne K. Langer, Phylosopy in A New Key, (New York: New American

Library, 1955), p. 49.

3) Joel M. Charon, Symbolic Interactionism: An Introduction, An

Interpratation, and An Integration, (Englewood, New Jersey: Prentice Hall, 1989),

p. 50.

4) Susanne K. Langer, Op. Cit., pp

5) Ibid., pp
xix

BAB 3

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Rujukan didalam suatu karya tulis ilmiah sangatlah penting.Semua pengutipan
yang ditulis harus mencantumkan rujukannya. Kesengajaan atau kealpaan
pencatuman rujukan pada sebuah kutipan merupakan pelanggaran etika dalam
tulis-menulis. Karya tulis ilmiah dapat ditulis berdasarkan hasil penelitian dan
hasil percobaan, mengutip atau merujuk dapat dilakukan dengan mengambil
pendapat atau temuan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pengutipan semacam ini dilakukan dengan merujuk kepada nama penulis dan
karyanya yang dimaksud. Dan fungsi dari bodynote, footnote, dan endnote
membantu para pembaca untuk mengetahui sumber kutipan atau sumber referensi,
serta memahami makna dari kutipan tersebut.

3.2 SARAN
Sebaiknya dalam setiap penulisan karya tulis ilmiah baik di kalangan pelajar,
mahasiswa ataupun pembuat hipoteser menggunakan teknik-teknik seperti
bodynote, footnote, dan endnote agar memudahkan para pembaca memahami isi
dari setiap kutipan dalam setiap karya tulis ilmiah.
xx

DAFTAR PUSTAKA

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rujukan
http://muthiamusfirah.blogspot.com/2013/01/footnote-bodynote-dan-
endnote-d.html?m=1
http://myjayisprofil.blogspot.com/2015/06/tata-penulisan-rujukan-dan-
daftar.html?m=1
Sari, Jayanti Khotmala. 2015. TATA PENULISAN RUJUKAN DAN
DAFTAR PUSTAKA.,http://myjayisprofil.blogspot.co.id/2015/06/tata-
penulisan-rujukan-dan-daftar.html. (Diakses pada 20 September 2017)
Azaria, Sally. PENULISAN SUMBER KUTIPAN DAN DAFTAR
PUSTAKA.
http://library.petra.ac.id/files/APA%20dan%20MLA%20edisi%20baru
.pdf (Diakses pada 20 September 2017)
Oded, Brian. 2013. Kutipan, Catatan Kaki, Catatan Tubuh.
http://odedyusda.blogspot.co.id/2013/04/kutipan-catatan-kaki-catatan-
tubuh.html. (Diakses pada 14 Oktober 2017)
PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH SURYA
OCTAGON:
INTERDISCIPLINARY JOURNAL OF SCIENCE & TECHNOLOGY.
surya.ac.id/upload/hvd1mk4r2nsufsrov80p0dq5o3.pdf. (Diakses pada
14 Oktober 2017)
Ramdan, Udin. 2015. REFERENSI ACUAN BAHAN PENDUKUNG
DALAM PENULISAN. http://slideplayer.info/slide/3360814/. (Diakses
pada 14 Oktober 2017) Wardila, Edi. 2014. KUTIPAN, SISTEM
RUJUKAN DAN DAFTAR PUSTAKA.
http://ediwardila.blogspot.co.id/2014/12/kutipan-sistem-rujukan-dan-
daftar.html. (Diakses pada 14 Oktober 2017)
Pangesthi, Titis Arum. 2017. Kutipan dan Cara Menulis Kutipan.
https://www.slideshare.net/tiharum/kutipan-dan-cara-menulis-kutipan.
(Diakses pada 14 Oktober 2017)