Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Etnomedisin, istilah kontenporer untuk kelompok pengethuan luas yang berasal dari rasa
ingin tahu dan metode-metode penelitian yang digunakan untuk menambah pengetahuan itu,
menarik minat ahli-ahli antropologi, baik dari alasan teoritis maupun alasan praktis
Etnomedisin yang berkenaan dengan konsep kausalitas, menemukanbahwa hanya ada
sedikit sekali kerangka kognitif pada masyarakat non barat yang penting untuk “
menjelaskan “tentang adanya penyakit ( desease ), ditemukan bahwa suatu bagian atas dua
telah cukup untuk membedakan kategori kategori besar, atau system system . usul kami (
Foster dan Anderson ) adalah menyebut pembagian atas dua itu dengan istilah istilah
personalistik dan naturalistic . walaupun istilah istilah tersebut merujuk secara khusus kepada
konsep konsep kausalitas, keduanya dapat juga dipakai untuk menyebut seluruh sistem medis
( yakni tidak hanya kausal , melainkan juga seluruh tingkah laku yang berhubungan, yang
bersumber pada pandangan- pandangan tersebut ).
Salah satu tulisan ahli antropologi yakni Erwin Ackerknecth pada tahun 1940-an, tanpa
malu-malu membahas mengenai pengobatan primitif, hal ini dikarenakan mereka melakukan
penelitian pada masyarakat primitif. Namun pada saat setelah Perang Dunia II, studi
antropologi berubah dari masyarakat primitif ke masyarakat desa, membuat para ahli
antropologi dalam hal mendeskripsikan sistem medis yang berbeda dengan sistem medis
barat merasa kebingungan mengenai peristilahan. Seperti istilah Redfield yakni “pengobatan
rakyat” (folk medicine), yang menimbulkan kebingungan, karena dalam masyarakat yang
teknologinya maju, pengobatan populer sering pula disebut sebagai pengobatan “rakyat”.
Kebingungan tersebut bukanlah karena tidak relevannya istilah yang dulu (primitif) untuk
digunakan pada saat sekarang, namun ketakutan akan kritikan karena istilah tersebut
mengandung makna yang merendahkan. Hal ini terbukti dengan adanya ahli antropologi yang
berusaha menghilangkan kata “primitif” pada setiap tulisannya, seperti Ackerknecth. Namun
apabila berpindah dari kerangka tipe-tipe masyarakat kepada kerangka etiologi, kepada
konsep-konsep tentang kausalitas penyakit, Foster dan Anderson tidak akan menghapus
istilah sebelumnya, namun berpendapat bahwa apabila istilah-istilah yang digunakan dalam
konteks sistem klarifikasi dengan label istilah-istilah yang relatif netral, maka istilah-istilah
tersebut tidak akan merugikan siapa pun.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Etnomedisin adalah cabang antropologi medis yang membahas tentang asal mula
penyakit, sebab-sebab dan cara pengobatan menurut kelompok masyarakat tertentu. Aspek
etnomedisin merupakan aspek yang muncul seiring perkembangan kebudayaan
manusia dibidang antropologi medis, etnomedisin memunculkan termonologi yang beragam.
Cabang ini sering disebut pengobatan tradisionil, pengobatan primitif, tetapi etnomedisin
terasa lebih netral (Foster dan Anderson, 1986:62
Erwin Ackerknecht, seorang dokter ahli etnologi pada tahun 1940 berbicara
“pengobatan primitif”, yang dilukiskan sebagai terutama religius magis yang memanfaatkan
beberapa elemen rasional (1971 ).

B. Etiologi Penyakit.
Menurut kerangka etnomedisin, penyakit dapat disebabkan oleh dua faktor. Pertama
penyakityang disebabkan oleh agen (tokoh) seperti dewa, lelembut, makhluk halus, manusia,
dansebagainya. Pandangan ini disebut pandangan personalistik. Penyakit juga dapat
disebabkan karena terganggunya keseimbangan tubuh karena unsur-unsurtetap dalam tubuh
seperti panas dingin dan sebagainya. Kajian tentang ini disebut kajian naturalatau
nonsupranatural. Di dalam realitas, kedua prinsip tersebut saling tumpang tindih, tetapisangat
berguna untuk mengenai mengenai konsep-konsep dalam etnomedisin (Foster danAnderson,
1986:63-64)
1. Sistem-sistem Medis Personolistik.
Adalah suatu sistem dimana penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi dari suatu
agen yang aktif, yang berupa mahluk supranatural (mahluk gaib, atau dewa), mahluk yang
bukan manusia (hantu, roh leluhur, atau roh jahat) maupun mahluk manusia (tukang sihir)
orang sakit adalah korbannya.
2. Sistem-sistem Medis Naturalistik.
Adalah penyakit (illness) dijelaskan dengan istilah-istilah sistemik yang bukan pribadi.
sistem naturalistik mengakui adanya suatu model keseimbangan ,sehat terjadi karena unsur-
unsur yang tetap didalam tubuh seperti panas, dingin,cairan tubuh (humor atau dpsha)yin dan
yang ,berada dalam keadaan yang seimbang menurut usia, dan kondisi individu dalam
lingkungan alamiah dan lingkuan sosial.
C. Konsep Kausalitas Dalam Sistem Personalistik.
1. Glick(1967)
Penyakit disebabkan agen-agen yang dengan beberapa cara menjatuhkan kekuatan
mereka atas diri para korban. agen-agen dapat berupa mahluk manusia super.
2. Alland (1970)
Agen-agen tersebut dapat melintasi alam natural dan supranatural yaitu tukang tenung,
mahluk supranaturan yaitu hantu, setan-semak-semak dan tukang sihir dan dewa semuanya
dapay menyebabkan penyakit.
D. Konsep Kausalitas Dalam Sitem Naturalistik.
Khusus untuk pengobatan penyakit naturalistik, biasanya digunakan bahan-bahan dari
tumbuhan (herbalmedicine) dan hewan (animalmedicine) atau gabungan kedua. Sementara
untuk penyakit personalitik banyak digunakan pengobatan dengan ritual dan magis.Sehat
adalah apabila unsur-unsur dasar dalam tubuh manusia “humor”, Yin dan Yang, serta dhosa
dalam Ayuverda berada dalam keadaan seimbang menurut usia dan kondisi individu.
Dewasa ini ada 3 konsep penyakit dan pengobatan naturalistik yang
mendominasi etnomedisin dunia. Konsep tersebut ialah:
1. Patologi humoral
2. Ayurveda India
3. Yin dan yang dari Cina
E. Konsep pengobatan naturalistik
1. Patologi humoral
Patologi humoral berdasarkan atas konsep ”humor” (cairan ) dalam tubuhmanusia ditemukan
dalam teori yunani mengenai empat unsur (Tanah, Air, Udara, Api) Dikenal Sejak Abad Ke 6
.S.M. teori keseimbangan mengenai kesehatan telah berkembang dimasa Yunani, hal itu
dibuktikan oleh diskripsi ‘Hipocrates’ tentang penyakit : tubuh manusia mengandung
darah, flegma ,empedu kuning, dan empedu hitam. Unsur-unsur inilah yang membentuk
tubuh manusia dan menyebabkan tubuh merasakan sakit atau sehat, penyakit akan timbul
pada waktu tertentu pada setiap tahun.
penyakit akan menonjol pada musim yang cocok dengan sifat-sifatnya.
penyakit yang disebabkan oleh kelebihan makanan diobati dengan puasa,
penyakit kekurangan makanan disembuhkan dengan memberi makanan.
penyakit akibat kerja keras diobati dengan istirahat. Dokter harus menanggulangi penyakit
dengan prinsip oposisi terhadap penyebab prenyakit, sesuaqi dengan bentuknya, pengaruh
musimnya, dan pengaruh usianya, menghadapi ketegangan dengan kesantaiannya.
Keseimbangan berbeda-beda terlihat pada wajah. kemerah-merahan wajah sehat, gembira,
optimis. Flegmatis, tenang dapat mengendalikan diri, lamban, apatis. masam, cepat marah,
bertemperamen buruk, murung atau melankoli, depresi, sedih, melankolis.
a. Penyakit Yang Disebabkan Panas
Di obati dengan ramuan obat yang dingin dan makanan yang dingin dilakukan tindakan –
tindakan yang mendinginkan.
b. Penyakit Yang disebabkan Oleh Dingin.
Di obati dengan ramuan panas dan makanan panas. diberikan tindakan anti panas pengobatan
pada umumnya campuran mdari unsur dingin dan unsur panas.
c. Patologi Humurol Konsep Galen
Menyebar Kearah Timur Dan Barat Melalui Perluaqsan Perdapan Islam.Menurut Tulisan
Tabib Kristen Hipocrates, Galen Dan Tabib Dari Arab Kususnya Utama Avicema Merupakan
Otoritas Utama Dalam Teori Dan Pelaksanaan Medis.
2. Pengobatan Ayurveda
Dalam pengobatan Ayurveda di india pada awal abad pertama .s . m. jelliffe (1957)
mengadakan penelitian bahwa makanan garam (panas) meliputi telur, daging, susu, dahl,
madu, dan gula.
makanan tonda (dingin) meliputi sari buah-buahan, yoghurt, keju asam, nasi dan air.
a. Teori Ayurveda
Alam semesta terdidiri empat unsur yakni bumi,air,api, udara) ditambah satu unsur yaitu eter.
Tubuh manusia memiliki tiga humor yang disebut dosha (tridosha) yakni flegma atau cairan
lendir,empedu atau cairan pada empedu, angin atau gas dalam saluran pencernaan.
b. Sehat Menurut Teori Ayurveda
Apabila ketiga dosha tersebut berada dalam keadaan seimbang. Sakit adalah apabila
salah satu atau lebh dosha tidak berfungsi sebagaimana mustinya. (leslie 1969 ).
3. Yin dan yang (Pengobatan Tradisional Cina)
Pengobatan tradisional cina mewakili kasus tentang konsep sentral dalam kosmologi
cina.”Pasangan kekuatan ying dan yang, dimana interaksi yang terus menerus berada dibalik
seluruh gejala alam, terbentuk dan berfungsi tubuh manusia (croizier 1968 ).
a. Unsur Yang Mewakili.
Langit, matahari, api, panas, kering, cahaya, prinsip kelaki-lakian, bagian luar, sebelah
kanan, hidup, tinggi, keagungan, baik, indah, kebajikan, aturan, kebahagiaan, kekayaan,
dengan kata lain segala unsur yang positif.
b. Unsur Yin Mewakili
Bumi, bulan, air, dingin, kelembaban, kegelapan, prinsip kewanitaan, bagian dalam,
sebelah kiri, kematian, rendah, tidak agung, jahat, buruk, keculasan, kekacauan, dan
kemiskinan singkatnya yang bersifat negatif.
F. Unsur – Unsur Emosional Dalam Teori Penyebab
Dengan berpendapat bahwa pada umumnya etiologi-etiologi medis non-Barat dan
dihimpun dibawah bab personalistik atau naturalistik, tentu kenal melakukan generelasi. Dan,
sebagaimana halnya dengan generelasi, selalu ada hal-hal yang tidak dapat dimasukan secara
tepat kedalam skema besar tersebut.
Masalah masalah yang inheren dalam usaha membuat suatu system klasifikasi yang
terlalu ketat juga nampak dalam urusan potter mengenai hilangnya jiwa ( penjelasan yang
umum adalah , mengapa ketakutan menyebabkan penyakit ) dikalangan anak-anak desa
dikanton jiwa anak-anak , yang merupakan korban utama , dianggap terikat secara kendor
dalam tubuh tubuh mereka , jiwa-jiwa itu dapat lepas , baik karena ketakutan atau karena
hantu-hantu yang lapar atau jahat , akan memasuki tubuh dan “ mencuri “ jiwa tersebut (
Potter 1974 : 222 ) pada kasus yang pertama , menyebabkan berisfat naturalistic.
1. Hubungan Sebab Akibat
Sebagaimana halnya sistem-sistem budaya lainnya , sistem kausalitas penyakit menunjukkan
adanya suatu harmoni dasar didalam dirinya sendiri, suatu integritas yang rasional dalam
banyak bagiannya. Dan sebagaimana halnya dengan semua sistem penyebab penyakit
merefleksikan prinsip struktural dasar, pola-pola dan tempat mereka terjalin
didalamnya. Foster (1976) belum lama ini telah membicarakan tentang prinsip-prinsip
hubungan yang kontras antara etiologi-etiologi personalistik dan naturalistik, yang
disimpulkan sebagai berikut :
a. Etiologi-etiologi komprehensif dan terbatas
Etiologi-etiologi medis personalistik merupakan bagian dari sistem penjelasan yang lebih
komprehensif, sedangkan etiologi naturalistik sebagian terbesar terbatas pada masalah
penyakit. Dengan kata lain, dalam sistem personalistik , penyakit hanya merupakan suatu
kasus khusus dalam penjelasan tentang segala kemalangan. Sebaliknya, etiologi yang
naturalistik hanya terbatas pada penyakit-penyakit tertentu, mereka tidak ada hubungan
dengan kekeringan, kegagalan perburuan, pertikaian tanah, atau gangguan-gangguan lain
dalam kehidupan. Dalam hal terdapat dikotomi panas dingin, peranannya terbatas pada
penjelesan tentang penyakit dan bimbingan untuk pengobatannya.
b. Penyakit, Religi dam Magi
Dalam suatu Etnografi mengenai suatu sistem religi, termasuk dimana kah
deskripsi dan tentang sistem medis dan bagaimanakah suatu sistem itu
berkaitan. Pengobatan, magi danreligi sedemikian seringnya didiskusikan, seakan akan
ketiganya adalah bagian yang sangat penting dari suatu sistem, dalam sistem naturalistik,
prosedur pengobatan jarang bersifat ritual dan unsure-unsur religi dan magi sedikit skali
berperan didalamnya. Namun inilah yang paling penting pemujaan tersebut tidak ditujukan
pada mahlik-mahlik yang bertanggung jawab atas terjadinya penyakit itu, melainkan lebih
kepada mahluk supranatural, yang sebagai penasehat bagi manusia, dapat ikut campur
membantu penderita dalam tiap keadaan gawat.
c. Tingkatan-tingkatan penyebab
Dalam melakukan generelasi terhadap penelitian terhadappenduduk Ladoga di Ghana, Goody
menyimpulkan bahwa pada bagian terbesar dari penduduk yang buta aksara sistem
personalistik adalah lebih kompleks, dalam artian bahwa dua tingkatan kasualitas atau lebih
dapat dibedakan, dalam dua usaha penyembuhan, tingkatan-tingkatan ini harus
diperhitungkan. Paling sedikit dapat dibedakan agen personal (dukun, sihir, hantu atau dewa)
dan tehnik yang digunakan oleh agen tersebut (seperti pemasangan objek seperti racun,
pencurian jiwa, kesurupan, atau ilmu sihir) namun tindakan-tindakan itu saja biasanya belum
dianggap cukup.
d. Shaman dan pengobatan lainnya
Sistem-sistem personalistik yang mengenal tingkatan kausalitas ganda logisnya
membutuhkan penyembuh yang memiliki kekuatan Supranatural atau kekuatan ramalan
magis. Shaman dan dukun sihir biasanya tidak ditemukan dikalangan penduduk yang etiologi
utamanya adalah naturalistik.
e. Diagnosis
Sistem etiologi personalistik dan naturalistik juga dapat dibedakan berdasarkan tehnik-tehnik
diagnosis. Pengobatan terhadap gejala-gejala mungkin merupakan prioritas kedua. Diagnosis
oleh diri sendiri dalam masyarakat yang menganut etiologi naturalistikdilukiskan melalui
apa yang dilakukan orang Tzintzuntzan, Meksiko.
G. Pengobatan rakyat amerika
1. Pengobatan rakyat Ero-amerika
Istilah Ero-Amerika digunakan menyebutkan kepercayaan dan praktek medis para imigran
Eropa dan keturunannya di Amerika Serikat. Dalam tahun – tahun awal dalam kehidupan
didaerah baru, pengaruh Indian terhadap pengobatan rakyat sangat besar ; dibeberapa
komunitas bagian barat pada tahun pertama, dikenal beberapa dokter Indian yang reputasinya
dipandang setaraf dengan dokter kulit putih (Pickard dan Buley 1945 : 36). Penduduk
Amerika pada abad ke-19 yang membutuhkan pertolongan medis dapat juga berpaling pada
pengobatan sekte yang terwujud dalam bentuk pengobatan Impor dijerman yaitu Hemeopati
(Homephaty). Atau obat obatan apotek hidup dari Samuel Thomson , serta dari pengikut , “
Electiesim “ atau pengobatan yang telah mengalami “Reformasi “.
2. Pengobatan rakyat kulit hitam
Kebalikan dari pengobatan Ero – Amerika , pengobatan tradisional kulit hitam amerika
merupakan pengobatan rakyat resmi yang sepenuhnya merupakan tradisi lisan . walaupun
pengobatan etnis ini telah ada semenjak budak pertama dibawa ke Amerika Serikat , Varient
yang paling dikenal , yang diumumkan “ Voodo “ Hadoo “ atau “ Sulap “ mulai
terbentuk pada awal abad ke 19 disekitar New Orleans . pengobatan rakyat kulit hitam juga
mencakup unsur unsur yang melintasi lautan Atlantik langsung dari inggris . Whitten dalam
studi mengenai “ ilmu gaib ( occultisme ) jahat “ dicaralina utara “ kagum dengan terhadap
pengembangan praktek praktek ilmu gaib kontemporer tersebut .yang merupakan asimilasi
dengan ilmu gaib eropa pada abad ke -17 dan ke -18 , yang menurut pendapat sebagai akibat
dari keanggotaan pada gereja – gereja Eropa , dan khusunya di Coralina utara .
3. Pengobatan rakyat Amerika –Spanyol
Studi mengenai pengobatan rakyat Amerika-Spayol berbeda dengan studi tentang pengobatan
rakyat ero-amerika maupun pengobatan rakyat kulit hitam , dalam artian bahwa studi itu lebih
banyak dilakukan oleh ahli-ahli antropologi dari pada ahli-ahli Folkor . sehubungan dengan
cakupan yang cukup komprenhensif yang dilakukan oleh ahli ahli antropologi terhadap
pengobatan rakyat lain , maka kelanjutan perhatian terhadap orang orang Amerika – Spayol
diamerika latin , maka kelanjutan perhatian terhadap orang orang amerika –spanyol yang
berbeda dengan rakyat lainnya .
Dari ilmu singkat ketiga sistem rakyat tersebut , dapat dilihat bagaimana kepercayan-
kepercayaan dan praktek prakteknya dimas kini maupun dimasa lalu mengarah kepada
kolerasi kolerasi seperti yang dukemukakan pada awalnya ini tentang sistem – sistem medis
non-barat . pertama-tama jelaslah bahwa antropologi etiologi dikotomi personalistik –
naturalalistik cocok bagi pengobatan rakyat amerika maupun dan sistem-sistem lainnya .
etiologi –etiologi personalistik mencakup kepercayaan yang luas terhadap ilmu sihir , mata
jahat , dan penyakit akibat hukuman tuhan atas dosa dosa yang diperbuat .
Penyembuhan dikalangan masyarakat amerika – spayol kebanyakan tidak mengandalkan
tidak mengandalkan Curandero maupun obat-obatan rumahdengan kata lain , Tuhan adalah
penyembuh utama . bagi banyak penyakit ( dan kemalangan umumnya ) , penduduk amerika-
spayol sering minta pertolongan orang orang suci , Bunda Maria . atau kristus , menyalakan
lilin dan melakukan sembahyang pada altar altar mereka . seringkali diucapkan janji kaul atau
sumpah pada krisis atau Bunda Maria : bila permintaan mereka terkabul , permohonan harus
memenuhi janji janjinya. Yang sering termasuk Ziarah yng lama kekota diaman patung
tersebut dipuja . namun kristus dan maria semata mata hanya perantara bagi manusia yang
menjadi klien mereka , karena pada akhirnya , tuhannya juga yang menentukan hasilnya.
Akhirnya adalah menarik untuk melihat , bagaimana dalam banyak pengobatan rakyat
kontemperor , perbedaan antara religi , magi dan pengobatan menjadi kabur . dalam
mengamati pengobatan rakyat amerika-spayol orang merasakan bahwa etiologi etiologi
personalistik dan pengobatan yang berhubungan dengannya menjadi semakin maju
diabandingkan dengan etiologi naturalistik . para ahli antropologi mulai dengan mempelajari
pengobatan rakyat , namun dengan cepat bahkan menjadi tertarik pada masalah-masalah
personalistik dan supranatural .

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Etnomedisin merupakan studi mengenai praktek medis tradisionalyang tidak berasal dari
konsep medis modern, Klasifikasi penyakit lebih dibatasi pada pengaruh penyakit dan
ditandai oleh variasi-variasi penyakit yang berbeda disetiap kebudayaan, Terapi didalam
etnomedisin meliputi prosedur magis, religious, mekanik dan kimia.
Konsep etnomedisin terbagi 2 yaitu konsep personolistik dan konsep naturalistik.
Etnomedisin merupakan sub bagian dari antropologi medis dan merupakan istilah
kontenporer untuk kelompok pengethuan luas yang berasal dari rasa ingin tahu dan metode-
metode penelitian yang digunakan untuk menambah pengetahuan itu, menarik minat ahli-ahli
antropologi, baik dari alasan teoritis maupun alasan praktis

DAFTAR PUSTAKA

 Foster, George M dan Anderson. 1986. Antropologi Kesehatan. Terjemahan. Jakarta: UI


Press.
 www.google.com.diakses tgl 14 nopember 2012

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Etnomedisin, istilah kontenporer untuk kelompok pengethuan luas yang berasal
dari rasa ingin tahu dan metode-metode penelitian yang digunakan untuk
menambah pengetahuan itu, menarik minat ahli-ahli antropologi, baik dari alasan
teoritis maupun alasan praktis.
Etnomedisin yang berkenaan dengankonsep kausalitas, menemukan bahwa
hanya ada sedikit sekali kerangka kognitif pada masyarakat non barat yang penting
untuk “ menjelaskan “tentang adanya penyakit ( desease ), ditemukan bahwa suatu
bagian atas dua telah cukup untuk membedakan kategori kategori besar, atau
system system . usul kami ( Foster dan Anderson ) adalah menyebut pembagian
atas dua itu dengan istilah istilah personalistik dan naturalistic . walaupun istilah
istilah tersebut merujuk secara khusus kepada konsep konsep kausalitas,
keduanya dapat juga dipakai untuk menyebut seluruh sistem medis (yakni tidak
hanya kausal , melainkan juga seluruh tingkah laku yang berhubungan, yang
bersumber pada pandangan-pandangan tersebut ).
Salah satu tulisan ahli antropologi yakni Erwin Ackerknecth pada tahun 1940-an,
tanpa malu-malu membahas mengenai pengobatan primitif, hal ini dikarenakan
mereka melakukan penelitian pada masyarakat primitif. Namun pada saat setelah
Perang Dunia II, studi antropologi berubah dari masyarakat primitif ke masyarakat
desa, membuat para ahli antropologi dalam hal mendeskripsikan sistem medis yang
berbeda dengan sistem medis barat merasa kebingungan mengenai peristilahan.
Seperti istilah Redfield yakni “pengobatan rakyat” (folk medicine), yang menimbulkan
kebingungan, karena dalam masyarakat yang teknologinya maju, pengobatan
populer sering pula disebut sebagai pengobatan “rakyat”.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah Pengertian Etnomedisin ?
2. Apakah Etiologi Penyakit ?
3. Bagaimana Konsep Kausalitas Dalam Sistem Personalistik ?
4. Apa Konsep-konsep Sebab-Akibat dalam Sistem Naturalistik ?
5. Apakah Unsur-unsur Emosional Dalam Teori Penyebab ?
6. Bagaimana Hubungan Sebab-Akibat ?
7. Bagaimana Pengobatan Rakyat Amerika ?
8. Bagaimana Pengobatan Rakyat Amerika Dipandang Sebagai Etnomedisin ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Etnomedisin.
2. Untuk Mengetahui Etiologi Penyakit.
3. Untuk Konsep Kausalitas Dalam Sistem Personalistik.
4. Untuk Mengetahui Konsep-konsep Sebab-Akibat dalam Sistem Naturalistik.
5. Untuk Mengetahui Unsur-unsur Emosional Dalam Teori Penyebab.
6. Untuk Mengetahui Hubungan Sebab-Akibat.
7. Untuk Mengetahui Bagaimana Pengobatan Rakyat Amerika.
8. Untuk Mengetahui Bagaimna Pengobatan Rakyat Amerika Dipandang Sebagai
Etnomedisin.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Etnomedisin adalah cabang antropologi medis yang membahas tentang asal
mula penyakit, sebab-sebab dan cara pengobatan menurut kelompok masyarakat
tertentu. Aspek etnomedisin merupakan aspek yang muncul seiring perkembangan
kebudayaan manusiadibidang antropologi medis, etnomedisin memunculkan
termonologi yang beragam. Cabang ini sering disebut pengobatantradisionil,
pengobatan primitif, tetapi etnomedisin terasa lebih netral.
Erwin Ackerknecht, seorang dokter ahli etnologi pada tahun 1940 berbicara
“pengobatan primitif”, yang dilukiskan sebagai terutama religius magis yang
memanfaatkan beberapa elemen rasional (1971 ).
B. Masalah Peristilahan
Dalam hal mendiskripsikan system medis yang berbeda dengan system medis
barat, ahli-ahli antropologi merasa kebingungan menghadapi masalah peristilahan.
Semua istilah yang umum dipakai menunjukkan kesenjangan kualitatif antara
pengobatan modern dan pengobatan yang merupakan hasil perkembangan budaya
pribumi,suatu dikotomi yang ditekankan dengan penggunaan istilah-istilah yang
kontras seperti ilmiah versus primitif, Barat versus non barat dan modern versus
tradisional. Walaupun kesenjangan kualitatif itu ada, dalam suatu era relativisme
kebudayaan yang ekstrim, banyak orang dikacaukan oleh istilah-istilah yang
memerlukan evaluasi. Para penulis terdahulu tidak diganggu oleh masalah ini.
Mereka memang meneliti masyarakat-masyarakat primitive, maka wajarlah jika
mereka bicara mengenai pengobatan primitive.
Karena tradisi maupun karena seringnya penggunaan di dalam kepustakaan
masih terbersit keinginan untuk tetap menggunakan suatu istilah yang berasal dari
kategorisasi antropologi tradisional. Ackernecht sendiri juga merasakan perlunya
perubahan ; seperti dalam buku karangannya yang mengalami perubahan di tahun
1971.
Namun apabila berpindah dari kerangka tipe kemasyarakatan kepada kerangka
etiologi, kepada konsep tentang kausalitas penyakit, akan lebih banyak menghindari
implikasi yang merendahkan dari istilah terdahulu itu dan penjelasannya yang rumit
di masa berikutnya. Kami tidak mudah menghapus begitu saja kata-kata seperti
“Barat”, “ilmiah”, “kontemporer” (masa kini), “non-Barat”, “tradisional”, “pribumi” (asli),
namun kami yakin bahwa apabila istilah-istilah ini digunakan dalam konteks system
klasifikasi dengan label istilah-istilah yang relative netral, maka istilah-istilah itu tidak
akan merugikan siapapun.
C. Etiologi Penyakit
Setelah melakukan survei terhadap kepustakaan etnomedisin yang berkenaan
dengan konsep-konsep kausalitas, kami mejadi heran waktu bahwa ada sedikit
sekali kerangka kognitif pada masyarakat-masyarakat non-Barat yang penting untuk
“menjelaskan” tentang adanya penyakit (disease). Kami temukan bahwa suatu
pembagian atas dua telah cukup untuk membedakan kategori-kategori besar, atau
sistem-sistem. Walaupun istilah-istilah tersebut merujuk secara khusus kepada
konsep-konsep kausalitas,keduanya dapa juga dipakai untuk menyebut seluruh
sistem-sistem medis (yakni tidak hanya kausal melainkan juga seluruh tingkah laku
yang berhubungan, yang bersumber pada pandangan-pandangan tersebut).
Menurut kerangka etnomedisin, penyakit dapat disebabkan oleh dua faktor.
Pertama penyakit yang disebabkan oleh agen (tokoh) seperti dewa, lelembut,
makhluk halus, manusia, dansebagainya. Pandangan ini disebut pandangan
personalistik. Penyakit juga dapat disebabkan karena terganggunya keseimbangan
tubuh karena unsur-unsurtetap dalam tubuh seperti panas dingin dan sebagainya.
Kajian tentang ini disebut kajian natural atau nonsupranatural. Di dalam realitas,
kedua prinsip tersebut saling tumpang tindih, tetapisangat berguna untuk mengenai
mengenai konsep-konsep dalam etnomedisin (Foster danAnderson, 1986:63-64).
1. Sistem-Sistem Medis Personalistik
Adalah suatu sistem dimana penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi dari
suatu agen yang aktif, yang berupa mahluk supranatural (mahluk gaib, atau dewa),
mahluk yang bukan manusia (hantu, roh leluhur, atau roh jahat) maupun mahluk
manusia (tukang sihir). Orang sakit adalah korbannya, objek dari agresi atau
hukuman yang ditujukan khusus kepadanya untuk alasan – alasan yang khusus
menyangkut dirinya saja.
2. Sistem-sistem Medis Naturalistik.
Adalah penyakit (illness) dijelaskan dengan istilah-istilah sistemik yang bukan
pribadi. Sistem naturalistik mengakui adanya suatu model keseimbangan, sehat
terjadi karena unsur-unsur yang tetap didalam tubuh seperti panas, dingin,cairan
tubuh (humor atau dosha) yin dan yang ,berada dalam keadaan yang seimbang
menurut usia, dan kondisi individu dalam lingkungan alamiah dan lingkuan
sosialnya. Apabila keseimbangan ini terganggu,maka hasilnya adalah timbulnya
penyakit.
Dikotomi sistem klasifikatoris yang hampir serupa dengan aneka terminologi
digunakan pula oleh ahli-ahli antropologi lain. Sebagai contoh, kategori Seijas
tentang “supranatural” dan “nonsupranatural” dekat artinya dengan kategori
personalistik dan naturalistik kami, seperti yang nampak jelas pada kalimat-kalimat
berikut ini : “Kategori-kategori etiologi supranatural merujuk kepada penjelasan yang
menenpatkan asal usul penyakit (disease) pada kekuatan-kekuatan yang terasa
dahsyat,agen-agen atau tindakan-tindakan-tindakan yang tak dapat diobservasi
secara langsung.
D. Konsep Kausalitas Dalam Sistem Personalistik
Inti dari kausalitas dalm sistem-sistem personalistik dapat dibaca dalam tulisan Glick
mengenai penduduk Gimi dar dataran tinggi Nugini: “Penyakit disebabkan oleh
agen-agen yang dengan beberapa cara menjatuhkan kekuatan mereka atas diri para
kosrban mereka. Agen-egen tersebut dapat berupa makhluk manusia “manusia
super” atau bukan manusia ; namun senantiasa dipandang sebagai makhluk yang
keras hati, yang tidak bertindak sembarangan melainkan sebagai respon terhadap
motif pribadi yang disadari (Glick 1967 : 36). Peran sentral dari agen juga ditemukan
dikalangan orang Abron di Pantai Gading, dimana penduduknya mempunyai
kepercayaan bahwa orang menjadi sakit dan meninggal karena beberapa kekuatan
terjadi atas diri mereka. “Teori orang Abron mengenai penyakit (disease) meliputi
sejumlah agen yang dapat bertanggung jawab atas suatu kondisi khusus,
masingmasing dihubungkan dengan suatu perangkat kemungkinan alasan-alasan
untuk menyebarkan penyakit. Agen-agen itu dapat melintasi alam natural dan
supranatural.
Dalam menguraikan sistem-sistem dimana ide-ide tentang kausalitas
personalistik menonjol, sungguh menarik, betapa orang sering kali membaca bahwa
hampr semua kematian dan penyakt terjadi akibat agen-agen “sebab-sebab” yang
bagi orang barat dianggap biasa, dalam anggapan penduduk cocok dengan model
ini. Harley mendaftar sejumlah 16 penyebab penyakit dan kematian tak wajar,
termasuk ilmu sihir, keracunan, pelanggaran pantangan, kekuatan fetish dan
binatang jadi-jadian. Kasus wajar terbatas pada penyakit-penyakit yang sederhana
yang diobati dengan ramuan tumbuh-tumbuhan, usia tua yang menuju ke kematian .
Kepercayaan tentang kausalitas penyakit yang bersifat personalistik
menonjol dalam data-data medis dan kesehatan yang tercatat dalam etnografi klasik
tentang masyarakat-masyarakat primitif.
E. Konsep-konsep Sebab-Akibat dalam Sistem Naturalistik
Berlawanan dengan sistem-sistem personalistik,sistem-sistem naturalistic
menjelaskan tentang penyakit (illness) dalam istilah-istilah sistemik yang bukan
pribadi, disini agen yang aktiv tidak menjalankan peranannya. Dalam sistem-sistem
ini, keadaan sehat sesaui dengan model kesembangan, apabila keseimbangan ini
terganggu dari luar maupun dari dalam oleh kekuatan-kekauatan alam seperti
panas,dingin atau kadang-kadang emosi yang kuat maka terjadilah penyakit. Kata-
kata yang digunakan kadang-kadang menunjukkan suhu yang actual, namun lebih
sering dalam tulisan itu diekspresikan keadaan yang tidak langsung berhubungan
dengan panas atau dingin.
Khusus untuk pengobatan penyakit naturalistik, biasanya digunakan bahan-
bahan dari tumbuhan (herbalmedicine) dan hewan (animalmedicine) atau gabungan
kedua. Sementara untuk penyakit personalitik banyak digunakan pengobatan
dengan ritual dan magis. Sehat adalah apabila unsur-unsur dasar dalam tubuh
manusia “humor”, Yin dan Yang, serta dhosa dalam Ayuverda berada dalam
keadaan seimbang menurut usia dan kondisi individu.
Dewasa ini ada 3 konsep penyakit dan pengobatan naturalistik yang
mendominasi etnomedisin dunia. Konsep tersebut ialah patologi humoral (kini
terdapat di Amerika Latin ), pengobatan Ayurveda (di India dan Negara-negara
sekelilingnya) serta pengobatan tradisonal Cina.

1. Patologi Humoral
Patologi humorl berdasarkan atas konsep ‘humor” (cairan) dalam tubuh
manusia. Akarnya ditemukan dalam teori Yunani mengenai empat unsur
(tanah,air,udara,api) yang telah dikenal sejak abad ke-6 s.M. pada masa
Hippocrates (lahir tahun 460 s.M.), teori ini telah ditambah dengan konsep paralel
mengenai empat kualitas yaitu panas,dingin, kering, lembab yang apabila
diintegrasikan dengan teori aslinya, menghasilkan konsep empat “humor” dengan
kualitas yang dihubungkannya : darah (panas dan lembab), flegma atau lendir
(dingin dan lembab), empedu hitam juga disebut “murung” atau “melankoli” (dingin
dan kering) serta empedu kuning atau “bertempramen buruk” (panas dan kering).
Teori keseimbangan mengenai kesehatan telah berkembang di masa Yunani
kuno, hal itu dibaktikan oleh deskripsi Hippocrates tentang penyakit : “Tubuh
manusia mengandung darah, flegma, empedu kuning, dan empedu hitam. Unsur-
unsur inilah yang membentuk tubuh manusia dan menyebabkan tubuh manusia
merasakan sakit atau sehat. Sehat terutama merupakan keadaan dimana unsur-
unsur tersebut merupakan substansi tersebut berada dalam proporsi yang tepat satu
dengan lainnya, baik dalam kekuatan dan kuantitasnya, dan tercampur dengan
sempurna. Rasa sakit timbul apabila salah satu dari substani-substansi itu
menunjukkan kekurangan atau kelebihan, atau terpisah dalam tubuh sehingga tidak
bercampur baik satu sama lainnya.
Walaupun hipocrates nampaknya tidak secar tepat menentukan kualitas-
kualitas-kualitas dari humor tersebut, ia jelas memahami kualitas-kualitasnya dan
melihat bahwa berbagai humor itu juga bervariasi kuantitasnya dari tahun ke tahun,
tergantung pada iklim dan cuaca. Flegma bertambah pada musim dingin karena
sebagai humor yang terdingin, humor ini sesuai dengan musim dingin. Pada musim
semi, kuantitas darh meningkat, dirangsang oleh hari-hari yang basah dan panas
pada musim hujan . karena humor itu lembab dan panas, maka bagian dari tahun
tersebut paling cocok dengan darah. Dimusim panas, walau darah tetap kuat,
empedu semakin bertambah, dan menguasai tubuh selama musim panas dan
musim gugur. Cuaca musim panas dan kering adalah baik bagi empedu kuning
namun dengan tibanya musim gugur yang dingin dan kering, maka empedu
didinginkan, dan empedu hitam berpengaruh lebih besar..
Karena adanya variasi musiman tiap tahun, menurut Hipocrates wajarlah bahwa
penyakit-penyakit akan timbul hanya pada waktu-waktu tertentu saja dalam setahun
karena itu, dalam pengobatannya dokter harus ingat bahwa setiap penyakit akan
paling menonjol pada musim yang cocok dengan sifat-sifatnya. Sebagai tambahan,
pengobatan harus ditunjukkan pada usaha melawan sebab-sebab penyakit :
Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan makan disembuhkan dengan
berpuasa; penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kekurangan makan disembuhkan
dengan cara memberikan makanan. Penyakit-penyakit yang disebabkan dengan
kerja keras disembuhkan dengan istrahat; penyakit-penyakit yang disebabkan oleh
kemalasan diobati dengan kerja keras. Singkatnya, dokter harus menanggulangi
penyakit dengan prinsip oposisi terhadap oenyebab penyakit, sesuai dengan
bentuknya, pengaruh musimnya dan pengaruh usianya, menghadapai ketegangan
dengan kesantaian dan sebaliknya. Ini akan membantu pasien dan merupakan
prinsip-prinsip dari penyembuhan.
2. Pengobatan Ayurveda
Di india pada masa ini, banyak makanan dianggap mempunyai kualitas
memanskan atau medinginkan, dan seperti dalam patologi humoral, kombinasi yang
tepat dari macam-macam makanan dan ramuan-ramuan dapat memulihkan
keseimbangan tubuh yang terganggu. Makanan garam (panas) meliputi telur,
daging, susu, dahl, madu dan gula; makanan tonda (dingin) meliputi sari buah-
buahan, yoghurt, keju asam, nasi dan air. Kepercayaan ini berasal dari pengobatan
Ayurveda India, suatu sistem pengobatan pribumiyang pertama kali muncul dalm
tulisan-tulisan veda pada tahap awal di abad pertama sebelum masehi. Namun
naskah-naskah awal tersebut menumpahkan kata-kata kutukan terhadap setan-
setan, tukang sihir, musuh-musuh; tentang jimat-jimat untuk membuang berbagai
penyakit ayng didatangkan oleh setan-setan oatau oleh dewa-dewa sebagai
hukuman atas dosa-dosa manusia.
Menurut teori Ayurveda, alam semesta terdiri dari empat unsur yang sama,
seperti yang dikenal oleh orang Yunani (bumi,air,api,udara) ditambah unsur ke lima
yaitu eter (ether). Pengaturan dari kelima unsur tersebut dalam tubuh, dimana
masing-masing unsur memiliki lima bentuk “halus” dan lima bentuk “material”,
merupakan suatu mikrokosmos dari alam semesta. Tubuh manusia juga memiliki
tiga humor yang disebut dosha yakni flegma atau cairan lendir, empedu atau cairan
empedu serta angina tau gas dalam saluran pencernaan. Keadaan sehat terjadi
apabila ketiga dosha tersebut berada dalam keadaan seimbang; sedangkan sakit
terjadi apabila satu atau lebih dosha tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dosha
juga dihubungkan dengan suai dan musim; unsure flegma diasosiasikan dengan
muda dan musim pertumbuhan, empedu dihubungkan dengan usia baya dan musim
hujan, sedangkan angin dengan usian tua dan cuaca dingin yang kering.
3. Pengobatan tradisional Cina
Pengobatan tradisional cina mewakili kasus khusus tenang konsep sentral
dalam kosmologi Cina, “pasang kekuatan yin dan yang, dimana interaksi mereka
yang terus menerus berada dibalik selurh gejala ala, termasuk pembentukan dan
berfungsinya tubuh manusia”. Seperti telah disebutkan, keseimbangan yang tepat
antara yin dan yang dalam tubuh adalah penting untuk kesehatan. Prinsip harmoni
ini, yang memandang penyakit terutama disebabkan oleh kerusakan akibat unsur
luar atau dalam, sebab-sebab fisik atau mental, tetap merupakan masalah pokok
dalam pengobatan Cina selanjutnya.

F. Unsur-unsur Emosional Dalam Teori Penyebab


Dengan berpendapat bahwa pada umumnya etiologi-etiologi medis non-Barat
dapat dihimpun dibawah bab personalistik attau naturalistik, tentu kami melakukan
generalisasi. Dan sebagaimana halnya dengan generalisasi, selalu ada hal-hal yang
tidak dapat dimasukkan secara tepat ke dalam skema besar tersebut. Kepercayaan
yang tersebar luas bahwa pengalaman-pengalaman emosional yang kuat seperti iri,
takut,sedih,malu, dapa mengakibatkan penyakit, tidaklah tepat untuk ditaruh didalam
salah satu dari dua kategori besar tersebut.
Masalah-masalah yang inheren dalam usaha membuat suatu sistem klasifikasi
yang terlalu ketat juga Nampak dalam uraian Potter mengenai hilangnya jiwa. Jiwa-
jiwa kana-kanak yang merupakan korban utama, dianggap terikat secara kendor
dalam tubuh-tubuh mereka, jiwa-jiwa itu dapat lepas, baik karena ketakutan atau
karena hantu-hantu yang lapar atau jahat, yang memasuki tubuh dan mencuri jiwa
tersebut. Pada kasus yang pertama, penyebabnya bersifat naturalistik pada kasus
berikutnya hal itu jelas bersifat personalistik.
G. Hubungan Sebab-Akibat
Sebagaimana halnya dengan system-sistem subbudaya lainnya, sistem-sistem
kausalitas penyakit menunjukkan adanya suatu harmoni dasar didalam dirinya
sendiri, suatu integrasi yang rasional dalam banyak bagiannya. Dan sebagaimana
halnya dengan dengan semua sistem subbudaya, sistem-sistem penyebab penyakit
merefleksikan prinsip-prinsip struktural dasar,pola-pola, dan premis-premis dari
kebudayaan asalnya, tempat mereka terjalin didalamnya. Berbicara secara spesifik
tentang sistem-sistem medis non-Barat, kami percaya bahwa manfaat yang terbesar
dari sistem klasifikasi personalistik-naturalistik adalah bahwa hal itu memungkinkan
sustu reduksi dari sejumlah besar penyembuh, teknik-teknik pengobatan, peramlan
dan unsur-unsur medis lainnya, yang dideskripsikan bagi masyarakat umum dalam
suatu tatanan yang teratur.
Apabila kita memperhatikan kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek
medis dalam rangka konsep kausalitas, kita lihat bahwa aspek-asoek utama launnya
dari suatu sistem medis tertentu, secara logis berasal dari konsep-konsep
ini.tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa apabila kita diberi gambaran yang
jelas mengenai apa yang dianggap oleh masyarakat sebagai penyebab penyakit,
kita dapa secra garis besar mengisi unsur-unsur lain dalam sistem medis tersebut.
Sebagai keterangan lebih lanjut, etiologi-etiologi personalistik logisnya
membutuhkan jenis penyembuh tertentu, seorang shaman atau peramal lain, untuk
menentukan bukan hanya penyebab langsung dari suatu peyakit, melainkan juga
yang lebih penting mencari siap yang berada dibelakang penyebab tersebut.
Etiologi-etioogi naturalstik memerlukan jenis penyembuh lain, yakni tabib atau ahli
ramuan yang mengetahui tentang obat-obatan dan pengobatan lainnya yang akan
memulihkan keseimbangan badan. Baik penjelasan kausalitas naturalistik maupun
personalistik tidak ada yang dapat benar-benar menangani konsep penularan, hanya
melalui konsep pengembangan ilmiah tentang patogenlah maka penularan penyakit
dari seorang kepada orang lain dapat dijelaskan dengan mudah.
Foster (1976) belum lama ini telah membicarakan tentang prinsip hubungan yang
kontras antara etiologi-etiologi personalistik dan naturalistik, yang disimpulkan
sebagai berikut :
1. Etilogi-etiologi komprehensif dan terbatas
Etiologi-etiologi medis personalistik merupakan bagian dari sistem-sistem
penjelasan yang lebih komprehensif, sedangkan etiologi-etiologi naturalistik
sebagian terbesar terbatas pada masalah penyakit. Dengan kata lain, dalam sistem-
sistem personalistik, penyakit hanya merupakan suatu kasus khusus dalam
penjelasan tentang segala kematangan. Dalam berbagai masyarakat dimana
terdapat penjelasan personalistik bagi penyakit, kita dapatkan bahwa agen-agen
yang sama, makhluk-makhluk yang sama, juga ada dibelakang segala kemalangna,
misalnya kegagalan panen, kerugian finansial, pencurian, dan pertengkaran dalam
keluarga. Penyakit bukan merupakan kategori yang terpisah dari kemalangan pada
umumnya.
Sebaliknya etiologi-etiologi yang naturalistik hanya terbatas pada penyakit-
penyakit tertentu, mereka tidak ada hubungan dengan kekringan, kegagalan
perburuan, pertikaian tanah, atatu gangguan-gangguan lain dalam kehidupan.
Dalam hal terdapatnya dikotomi panas-dingin, peranannya ter batas pada
penjelasan tentang penyakit dan bimbingan untuk pengobatannya. Sebaliknya,
walaupun teman-teman yang curang dan suka yang membuat onar mungkin berada
dibelakang kemalangan tersebut, mereka tidak pernah dituduh sebagai penyebab
sakit.
2. Penyakit, religi, dan magi
Pengobatan, magi dan religi sedemikian seringnya didiskusikan, seakan-akan
ketiganya adalah bagian penting dari suatu sistem sehingga prang jarang
menanyakan “Kapankah mereka itu tidak berjalan seiring?” namun apabila
dihungkan antara religi dan magi dengan sistem-sistem etiologi, tampak jelas bahwa
kedua pihak berkorelasi dengan sistem-sistem personalistik dan kurang sekali
berhubungan dengan sistem0sistem naturalistik. Dalam sistem naturalistik, prosedur
pengobatan jarang bersifat ritual, dan unsur-unsur religi magi sedikit seklai
berperanan didalamnya. Tidak pernah terdengar seorang penyembuh disebut imam
(laki0laki maupun perempuan), seperti yang ada pada banyak di daerah Afrika.
Apabila unsur-unsur religi terdapat dalam pengobatan penyakit dalam sistem-
sistem naturalistik, maka unsur0unsur tersebut secara konseptual berbeda dengan
yang ada dalam sistem-sistem personalistik. Disatu pihak, praktek-ptaktek dan
kepercayaan pada kedua sistem tersebut merupakan cerminan satu sama lain. Di
Amerika Latin dan daerah Laut Tengah, para korban penyakit meletakkan saji-sajian
sakral diatas atau didekat patung Kristus atau Bunda Maria, mereka terlibat dalam
keagamaan yang ditujukan untuk penyembuhan. Namun inilah yang paling pentng,
pemujaan tersebut tidak ditujukan pada makhluk-makhluk yang bertanggung jawab
atas terjadinya penyakit itu, melainkan lebih kepada makhkuk-makhluk supranatural
yang sebagai penasehat bagi manusia, dapat ikut campus membantu penderita
dalam tiap keadaan gawat. Sebaliknya, dalam sistem personalistik, pengorbanan-
pengorbanan dan saji-sajian dimaksudkan untuk berdamai degan makhluk-makhluk
yang bertanggung jawab atas terjadinya penyakit tersebut.
3. Tingkatan-tingkatan penyebab
Dalam melakukan generalisasi terhadap penelitiannya menegnai orang LO
Dagas di Ghana, Goody menyimpulkan bahwa pada bagian terbesar dari penduduk
yang buta aksara, penjelasan-penjelasan tentang penyakit yang oleh orang Barat
dianggap wajar, tidak cukup untuk menerangkan tetang penyakit dan kematian.
Penduduk mengetahui bahwa gigitan ular berbisa dapat menyebabkan kematian,
namun ular dianggap sebagai perantara tetapi kerabat orang yang meninggal ingin
mengetahui siapa-siapa dan apa yang menjadi dasar permusuhan terhadap
lamarhum sehingga telah dikirim seekor ular unk menggigitnya.
Pada sistem naturalistik, penyait biasa dijelaskan melalui penyebab tunggal,
seperti kelebihan panas atau dingin dalam tubuh yang telah mengacaukan
keseimbangan alamiah.
Sistem-sistem personalistik adalah lebih kompleks, dalam arti bahwa dua
tingakatn kausalitas atau lebih dapat dibedakan, dan dalam usaha penyembuhan
tingkatan-tingkatan ini harus diperhitungkan. Paling sedikit dapat dibedakan antara
agen personal (dukun,sihir,hantu, atau dewa) dan teknik yang digunakan oleh agen
tersebut (seperti oemasukan objek penyakit, racun, pencurian jiwa, kesurupan atau
ilmu sihir), namun tindakan-tindakan itu saja biasanya belum dianggap cukup. Agen
pelaku yang berada dibelakang tindakan-tindakan itu harus diidentifikasi dan dibujuk
atau dibuat atak berdaya, jika kesembuhan ingin dibuat permanen. Maka
sebagaimana yang akan kita lihat, tingkatan kausalitas yang berbeda mata penting
untuk memahami perbedaan-perbedaan landasan dalam teknik-teknik pengobatan
yang terdapat dalam kedua sistem tersbut.
4. Shaman dan pengobat lainnya
Sistem-sistem personalistik yang mengenal tingkatan kausalitas ganda logisnya
membutuhkan penyembuh yang memiliki kekuatan Supranatural atau kekuatan
ramalan magis. Shaman dan dukun sihir biasanya tidak ditemukan dikalangan
penduduk yang etiologi utamanya adalahnaturalistik. Baik pasien maupun
penyembuh biasanya sepakat tentang apa yang telah terjadi, dan yang menjadi soal
adalah penentuan tentang pengobatan yang tepat untuk memulihkan kembali
keseimbangan yang hilang. Dalam sisitem-sistem naturalistik, penyembuh
cenderung untuk menjadi doter, dalam arti bahwa mereka telah mempelajari
keterampilan mereka melalui observasi dan praktek, dan bukan memperolehnya
melaui intervensi makhluk gaib.
5. Diagnosis
Sistem etiologi personalistik dan naturalistik juga dapat dibedakan
berdasarkan tehnik-tehnik diagnosis. Pengobatan terhadap gejala-gejala mungkin
merupakan prioritas kedua.Sebaliknya, sejauh yang berkenaan dengan penyembuh,
diagnosisi merupakan hal yang kurang penting dalam sistem-sistem naturalistik,
penentua penyebab dilakukan oleh si pasien sendiri atau oleh anggota keluarganya.
Diagnosis oleh diri sendiri dalam masyarakat yang menganut etiologi
naturalistik dilukiskan melalui apa yang dilakukan orang Tzintzuntzan,
Meksiko. Apabila seorang individu merasa tidak sehat, ia akan mengingat kembali
suatu pengalaman dimalam sebelumnya sehari sebelumnya, bahkan sebeulan
sebelumnya, atau setahun sebelumnya, sampai suatu peristiwa diketahui dan
dianggap sebagai sesuatu yang telah menimbulkan gejala yang menganggu
kesehatnnya.
H. Pengobatan Rakyat Amerika
Pada tingkatan yang paling umum, kita dapat berbicara mengenai suatu sistem
medis rakyat Amerika, yang didefenisikan sebagai semua kepercayaan dan praktek
yang bukan, merupakan bagian dari kedokteran ilmiah yang kuno. Pada tingkatan
yang paling khusus, kita dapa memperdebatkan tentang adanya banyak pengobatan
rakyat di Amerika Serikat, sebagaimana banyaknya kelompok-kelompok etnis di
sana.
1. Pengobatan rakyat Ero-Amerika
Istilah Ero-Amerika digunakan menyebutkan kepercayaan dan praktek medis
para imigran Eropa dan keturunannya di Amerika Serikat. Dalam tahun – tahun awal
dalam kehidupan didaerah baru, pengaruh Indian terhadap pengobatan rakyat
sangat besar ; dibeberapa komunitasbagian barat pada tahun pertama, dikenal
beberapa dokter Indian yang reputasinya dipandang setaraf dengan dokter kulit
putih (Pickard dan Buley 1945 : 36). Penduduk Amerika pada abad ke-19 yang
membutuhkan pertolongan medis dapat juga berpaling pada pengobatan sekte yang
terwujud dalam bentuk pengobatan Impor dijerman yaitu Hemeopati (Homephaty).
Atau obat obatan apotek hidup dari Samuel Thomson , serta dari pengikut , “
Electiesim “ atau pengobatan yang telah mengalami “Reformasi “.
2. Pengobatan rakyat kulit hitam
Kebalikan dari pengobatan Ero – Amerika , pengobatan tradisional kulit hitam
amerika merupakan pengobatan rakyat resmi yang sepenuhnya merupakan tradisi
lisan .Walaupun pengobatan etnis ini telah ada semenjak budak pertama dibawa ke
Amerika Serikat , Varient yang paling dikenal, yang diumumkan “ Voodo “ Hadoo “
atau “ Sulap “ mulai terbentuk pada awal abad ke 19 disekitar New Orleans
. Pengobatan rakyat kulit hitam juga mencakup unsur unsur yang melintasi lautan
Atlantik langsung dari inggris. Whitten dalam studi mengenai “ ilmu gaib ( occultisme
) jahat “ dicaralina utara “ kagum dengan terhadap pengembangan praktek praktek
ilmu gaib kontemporer tersebut .yang merupakan asimilasi dengan ilmu gaib eropa
pada abad ke -17 dan ke -18 , yang menurut pendapat sebagai akibat dari
keanggotaan pada gereja – gereja Eropa , dan khusunya di Coralina utara .

3. Pengobatan rakyat Amerika-Spanyol


Studi mengenai pengobatan rakyat Amerika-Spayol berbeda dengan studi
tentang pengobatan rakyat ero-amerika maupun pengobatan rakyat kulit hitam ,
dalam artian bahwa studi itu lebih banyak dilakukan oleh ahli-ahli antropologi dari
pada ahli-ahli Folkor . sehubungan dengan cakupan yang cukup komprenhensif
yang dilakukan oleh ahli ahli antropologi terhadap pengobatan rakyat lain , maka
kelanjutan perhatian terhadap orang orang Amerika – Spayol diamerika latin , maka
kelanjutan perhatian terhadap orang orang amerika –spanyol yang berbeda dengan
rakyat lainnya.
Dari ilmu singkat ketiga sistem rakyat tersebut , dapat dilihat bagaimana
kepercayan-kepercayaan dan praktek prakteknya dimas kini maupun dimasa lalu
mengarah kepada kolerasi kolerasi seperti yang dukemukakan pada awalnya ini
tentang sistem – sistem medis non-barat . pertama-tama jelaslah bahwa
antropologi etiologi dikotomi personalistik – naturalalistik cocok bagi pengobatan
rakyat amerika maupun dan sistem-sistem lainnya .Etiologi –etiologi personalistik
mencakup kepercayaan yang luas terhadap ilmu sihir , mata jahat , dan penyakit
akibat hukuman tuhan atas dosa dosa yang diperbuat .
Penyembuhan dikalangan masyarakat amerika – spayol kebanyakan tidak
mengandalkan tidak mengandalkan Curandero maupun obat-obatan rumah dengan
kata lain , Tuhan adalah penyembuh utama . bagi banyak penyakit ( dan
kemalangan umumnya ) , penduduk amerika-spayol sering minta pertolongan orang
orang suci , Bunda Maria . atau kristus , menyalakan lilin dan melakukan
sembahyang pada altar altar mereka . seringkali diucapkan janji kaul atau sumpah
pada krisis atau Bunda Maria : bila permintaan mereka terkabul , permohonan harus
memenuhi janji janjinya. Yang sering termasuk Ziarah yng lama kekota diaman
patung tersebut dipuja . namun kristus dan maria semata mata hanya perantara bagi
manusia yang menjadi klien mereka , karena pada akhirnya , tuhannya juga yang
menentukan hasilnya.
Akhirnya adalah menarik untuk melihat , bagaimana dalam banyak pengobatan
rakyat kontemperor , perbedaan antara religi , magi dan pengobatan menjadi kabur .
dalam mengamati pengobatan rakyat amerika-spayol orang merasakan bahwa
etiologi etiologi personalistik dan pengobatan yang berhubungan dengannya menjadi
semakin maju diabandingkan dengan etiologi naturalistik . para ahli antropologi
mulai dengan mempelajari pengobatan rakyat , namun dengan cepat
bahkan menjadi tertarik pada masalah-masalah personalistik dan supranatural .
I. Pengobatan Rakyat Amerika Dipandang Sebagai Etnomedisin
Etiologi dikotomi personalistik naturalistik cocok bagi pengobatan rakyat Amerika
maupun dalam sistem-sistem lainnya. Etologi-etiologi personalistik mencakup
kepercayaan yang luas terhadap ilmu sihir, mata jahat, dan penyakit akibat hukuman
Tuhan atau dosa-dosa yang diperbuat. Etiologi-etiologi naturalistik meliputi
kepercayaan bahwa dingin dalam berbagacai cara menyebabkan penyakit, mungkin
pula berbagai penyakit anak-anak yang umum, dan cedera akibat keseleo atau
patah tulang(walaupun hal ini bisa pula akibat dari ilmu sihir.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Etnomedisin merupakan studi mengenai praktek medis tradisional yang tidak
berasal dari konsep medis modern, Klasifikasi penyakit lebih dibatasi pada pengaruh
penyakit dan ditandai oleh variasi-variasi penyakit yang berbeda disetiap
kebudayaan, Terapi didalam etnomedisin meliputi prosedur magis, religious,
mekanik dan kimia.
Konsep etnomedisin terbagi 2 yaitu konsep personolistik dan konsep
naturalistik.Etnomedisin merupakan sub bagian dari antropologi medis dan
merupakan istilah kontenporer untuk kelompok pengethuan luas yang berasal dari
rasa ingin tahu dan metode-metode penelitian yang digunakan untuk menambah
pengetahuan itu, menarik minat ahli-ahli antropologi, baik dari alasan teoritis
maupun alasan praktis.

DAFTAR PUSTAKA

· Foster, George M dan Anderson. 1986. Antropologi Kesehatan. Terjemahan.


Jakarta: UI Press.

Anda mungkin juga menyukai