Anda di halaman 1dari 3

Ini Dia Jam Biologis Tubuh Sepanjang Hari

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


Senin, 18/04/2011 18:04 WIB

foto: Thinkstock
Berita Lainnya

 Puluhan Calon Profesional Kesehatan dari Indonesia dan Luar Negeri Ikuti Pelatihan di Kulonprogo
 Bila Tak Timbulkan Masalah, Apakah Gigi Bungsu Harus Dicabut?
 Adakah Bahaya di Balik Bayi dan Boneka Raksasa yang Fotonya Jadi Viral Ini?
 Tidurnya Cuma Sekejap, Begini Cara 'Short Sleeper' Tetap Berfungsi Normal
 Benarkah Otot Merekam Gerakan Saat Olahraga?

Jakarta, Tubuh memiliki jam biologis yang mengatur berbagai fungsi organ sepanjang hari agar
bekerja sesuai ritme yang telah ditentukan. Mulai dari jantung, usus hingga sistem hormonal
mengalami perubahan sejak pagi hari hingga tengah malam.

Berikut ini beberapa perubahan ritme tubuh yang terjadi sepanjang hari, seperti dikutip dari
Slimseeker, Senin (18/4/2011).

Pukul 1-2 dinihari: Fase tidur paling lelap


Pada jam-jam tersebut, aktivitas berbagai sistem organ banyak yang diistirahatkan. Namun bagi
yang hamil, produksi progesteron akan meningkat sehingga peluang untuk melahirkan pada
tengah malam selalu lebih tinggi.

Pukul 4-5 pagi: Suhu tubuh paling rendah

Pukul 5-6 pagi: Peningkatan tekanan darah paling tajam


Produksi melatonin atau hormon yang memicu rasa kantuk mulai berhenti, sementara tekanan
darah meningkat paling tajam dibandingkan waktu lainnya. Produksi kortisol atau hormon stres
meningkat sehingga otak siap untuk bekerja seharian, namun peningkatannya tidak sampai
memicu stres.

Pukul 7 pagi: Hormon seks meningkat


Peningkatan testosteron pada pria maupun wanita terjadi pada pagi hari, sehingga mampu
membangkitkan gairah seks. Karena itu, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk bercinta.
Pukul 8 pagi: Pergerakan usus meningkat
Jam ini cocok untuk buang air besar (BAB) pada pagi hari. Karena pada jam ini adalah proses
alamiah, yakni terjadi pergerakan usus paling tinggi pada waktu tersebut. Pengukuran berat
badan paling akurat dilakukan pada pagi hari setelah buang air besar.

Pukul 9 pagi: Metabolisme paling tinggi


Waktu yang tepat untuk sarapan pagi adalah sekitar pukul 9 karena ada peningkatan
metabolisme. Artinya lemak-lemak yang diserap dari makanan pada waktu-waktu tersebut tidak
akan banyak yang menumpuk.

Pukul 10-11 siang: Kewaspadaan tinggi


Ibarat mesin diesel, tubuh dan pikiran sudah panas dan mencapai kondisi ideal untuk beraktivitas
saat menjelang siang. Tingkat kewaspadaan tinggi, jarang ada yang mengantuk kecuali memang
sedang kurang tidur.

Pukul 11-2 siang: Stres meningkat


Jeda istirahat dibutuhkan untuk memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk menyegarkan
diri. Makan siang di luar bisa menyegarkan pikiran, sekaligus membiarkan tubuh terkena sinar
matahari yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Pukul 2-3 siang: Koordinasi terbaik


Melakukan banyak hal sekaligus atau multitasking paling cocok dilakukan pada siang hari,
karena kemampuan otak untuk melakukan koordinasi berada pada titik tertinggi. Di sisi lain,
proses pencernaan makanan belum selesai sehingga kemampuan fisik agak berkurang.

Pukul 3-5 sore: Denyut jantung paling stabil


Jika ingin berolahraga, sore hari adalah waktu paling tepat karena level adrenalin berada di level
tertinggi. Selain itu, denyut jantung dan tekanan darah paling stabil sehingga cocok untuk
melakukan aktivitas fisik.

Pukul 5-8 sore: Proses pembuangan racun


Fungsi hati dalam memproses racun-racun sisa metabolisme paling tinggi pada sore hari,
sehingga perlu didukung dengan minum air putih. Keinginan untuk ngemil juga tinggi karena
kemampuan indra penciuman (hidung) dan perasa (lidah) meningkat.

Pukul 8-10 malam: Metabolisme dan pergerakan usus berkurang


Karena aktivitas fisik berkurang, maka pembakaran energi tidak banyak terjadi di malam hari.
Artinya jika makan di malam hari, maka cadangan energi yang disimpan dalam bentuk lemak
juga akan semakin banyak.

Pukul 10-11 malam: Hormon seks meningkat lagi


Dibandingkan pagi hari, peningkatan libido atau gairah seks pada malam hari tidak terlalu tinggi
karena secara fisik sudah kelelahan. Namun peluang terjadinya ovulasi dan pembuahan paling
tinggi pada hubungan seks malam hari menjelang tidur ketimbang pagi hari.
http://health.detik.com/read/2011/04/18/180459/1620122/763/ini-dia-jam-biologis-tubuh-
sepanjang-hari