Anda di halaman 1dari 22

A.

IDENTITAS KLIEN
1. Nama Klien : Ny. N
2. Jenis Kelamin : Perempuan
3. Umur : 75 Tahun
4. Alamat : Munengan III Sidoluhur Sleman
5. Status Perkawinan : Janda
6. Agama : Islam
7. Pendidikan : SD
8. Pekerjaan :-
9. Tanggal MRS : 4 September 2018
10. Tanggal Masuk HCU : 8 September 2018
11. No RM : 01.82.42.XX
12. Diagnosa : Post Laparatomi Eksplorasi Ileotomi
.
B. Keluhan Utama
Klien mengatakan merasakan merasa tidak nyaman pada bagian perutnya.

C. Riwayat Kesehatan Sekarang


Klien mengatakan 3 hari SMRS mengeluh tidak dapat buang air besar,
nyeri pada perut, perut terasa kembung, mual, muntah, dan tidak bisa
kentut. Klien dibawa keluarga ke IGD rumah sakit A diberi ranitidin
namun keluhan tidak berkurang.
Setelah dilakukan hasil pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito klien
didagnosis Peritonitis Perforasi Ileum dan diusulkan untuk dilakukan
operasi Pro Laparotomi Eksplorasi Ileotomi.
Setelah dilakukan operasi klien dirawat di ruang cendana 2 pada tanggal
5/09/2018. Kondisi yang semakin memburuk dari klien instruksi dokter
di pindahkan ke HCU pada tanggal 8 September 2018.
D. Riwayat Penyakit Dahulu
Sejak 2017 klien mempunyai riwayat CA Cervix dan Riwayat Hipertensi
Tidak Terkontrol.

E. Riwayat penyakit keluarga


Keluarga klien mengatakan dikeluarganya tidak ada yang memiliki
riwayat penyakit yang sama dengan klien. Keluarga mengatakan semua
anggota keluarganya sehat-sehat saja.

F. Genogram

Keterangan :

: Laki -laki : Garis Keturunan

: Perempuan : Meninggal

: Menikah : Pasien
: Serumah
G. Primary Survey
 Airway
Jalan Nafas Paten
 Breathing
Respiratory Rate : 24 kali permenit, SPO2 : 100%, Terpasang : NRM 8
liter/menit, Suara napas : Vesikuler, Irama napas : Reguler
 Circulation
Tekanan darah : 130/72 mmHg, HR : 90 kali permenit, Suhu : 36,5°C,
capillary refill : < 2 detik, tidak ada sianosis, hangat
 Disability
Tingkat kesadaran : Compos mentis, GCS : E = 4, V = 5, M = 6. Pupil
kanan/kiri : +3/+3, reaksi miosis terhadap cahaya.
 Exposure
Terpasang infus pada tangan sebelah kanan sejak 8/09/2018 dengan
cairan wida Ringer Lactat 500ml dengan jumlah tetesan 20 tetes
permenit, terpasang kateter No.16 sejak 6/09/2018, terpasang NGT
sejak 8/09/2018.

H. Pola pengkajian Gordon


1. Pola penatalaksanaan kesehatan / presepsi sehat
Keluarga klien mengatakan keluarganya sudah menata pola kesehatan
dengan menyajikan makanan dirumah seperti nasi, lauk, sayur, dan
buah. Klien juga sering mengikuti progam kesehatan seperti posyandu
lansia dan senam lansia
2. Pola Nutrisi dan metabolik
 Pola makan
Sebelum sakit Saat Sakit

Frekuensi : 2 kali sehari Frekuensi : 3 kali sehari


Jenis : Nasi, sayur, lauk,buah Jenis : diit nutrisi cairan
Porsi : 1 porsi selalu dihabiskan Porsi : 1 gelas diit nutrisi cairan
habis
Pantangan : tidak ada Keterangan : Klien mendapatkan
diit nutrisi cairan karena terpasang
NGT.

 Pola Minum
Sebelum sakit Selama Sakit
Frekuensi = 4-6 gelas perhari Frekuensi = ± 4 gelas perhari
Jenis = Air putih Jenis = Air putih
Jumlah = ± 1200 cc Jumlah = ± 1000 ml
Pantangan : Tidak ada Pantangan : tidak ada

3. Pola Eliminasi
 Buang Air Besar
Sebelum Sakit Saat Sakit
Frekuensi : 2x sehari Frekuensi : 1x sehari full
kantong kolostomi
Konsistensi : Lunak Konsistensi : Cair
Warna : Kuning Warna : Coklat Pekat
Keluhan : Tidak ada Keluhan : Nyeri pada bagian
terpasang kolostomi
 Buang Air Kecil

Dirumah Di rumah sakit


Frekuensi : ± 3 kali sehari Frekuensi : ± 2000cc/24 jam
Warna : Kuning Warna : Kuning keruh
Produksi : Klien tidak Produksi : Saat pengkajian
mengukur 300 cc
Pancaran : Lemah Pancaran : -
Keluhan : - Keluhan : Saat dipasang DC di
rumah sakit klien tidak ada
keluhan

4. Pola aktivitas dan latihan


Sebelum Sakit Selama Sakit
AKTIVITAS 0 1 2 3 4 0 1 2 3 4
Bernapas √ √
Berpakaian √ √
Toilet √ √
Berjalan √ √
Makan Minum √ √
Skor :
0 = Mandiri 3 = dibantu orang lain dan alat
1 = Alat bantu 4 = Tergantung / tidak mampu
2 = Dibantu orang lain

Keluhan dalam beraktivitas : Klien tidak dapat melakukan aktivitas


apapun, hanya terbaring di tempat tidur.
5. Pola tidur dan istirahat
Keterangan Sebelum Sakit Selama Sakit
Jumlah jam tidur 3 jam (pukul 12.00-
siang 15.00) Klien lebih banyak
Jumlah jam tidur 6 - 7 jam (22.00 – tidur selama sakit
malam 04.00)
Gangguan tidur Tidak ada Sesekali klien
merasa sesak nafas
dan tidak nyaman
6. Pola Kognitif, Perceptual,Keadekuatan Alat Sensori
 Sebelum sakit : Klien mampu berkomunikasi dengan baik dan
suara jelas klien tidak mengalami gangguan pengecapan,
pendengaran, perubahan penciuman dan penglihatan
 Saat sakit : suara klien terdengar tidak jelas karena sulit berbicara
7. Pola Presepsi – Konsep Diri
Tidak dapat terkaji karena klien sulit berbicara dan suara tidak begitu
jelas
8. Pola Peran Dan Tanggung Jawab
Ny. N berperan sebagai ibu dan nenek di rumahnya, saat klien dirumah
sakit tanggung jawab diberikan pada anaknya maupun istri.
9. Pola reproduksi dan seksual
Klien mempunyai riwayat CA Cervix dan sudah Menoupuse, klien
memiliki 4 orang anak yaitu 3 anak laki-laki dan 1 perempuan.
10. Pola koping dan toleransi stress
Keluarga klien mengatakan klien saat sakit atau ada masalah selalu
banyak ke masjid dan selalu berdzikir sendiri didalam kamarnya.
11. Pola nilai dan keyakinan
Klien beragama islam
Sebelum sakit : Klien melakukan ibadah sesuai dengan agamanya
seperti sholat, mengaji, berpuasa dan sebagainya
Saat sakit : Klien tidak dapat melakukan aktifitas ibadah seperti
biasanya dan klien hanya dapat mendengarkan suara ayat suci Al-
Quran dari anak-anaknya atau dari rohaniawan RSUP Dr. Sardjito.

I. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum : Lemah
2. Tingkat kesadaran : Compos Mentis
3. GCS : E = 4, V= 5, M= 6
4. Tanda Vital : TD = 130/72 mmHg, HR = 90 Kali Permenit, RR=
28 Kali permenit , Suhu = 36,5°C SP02 = 100%
5. Pemeriksaan head to toe
Kepala : Normo cephalic, simetris, nyeri kepala tidak ada
Muka :Simetris, odema tidak ada, otot muka dan rahang kekuatan
normal,sianosis tidak ada
Mata :Alis mata, kelopak mata normal, konjuktiva anemis (-),
pupil isokorsclera tidak ikterus (-), reflek cahaya positif. Tajam
penglihatan menurun
Telinga :Secret, serumen, benda asing, membran timpani dalam
batas normal, pendengaran baik
Hidung :Deformitas, tidak ada obstruksi, tidak ada kelainan lain,
terpasang NGT no 16 sejak 08/09/2018, terpasang NRM 8 liter/menit .
Mulut dan faring : Bau mulut (+), stomatitis (-), bibir kering (+), gigi
banyak yang hilang (+), lidah tampak kotor.
Leher : Simetris, kaku kuduk tidak adak, pembesaran vena
jugularis 5 + 2
Kulit : kondisi kulit kering terutama pada bagian ekstermitas.
Thoraks :
Inspeksi : Pergerakan dada kiri dan kanan simetris, tidak ada
penggunaan otot akesorius saat bernafas, ictus cordis tak terlihat, tidak
ada bekas luka, terpasang elektroda untuk monitor BSM.
Palpasi : Vokal fremitus teraba, ekspansi dada teraba saat bernafas,
ictus cordis tak teraba, nyeri tekan tidak ada.
Perkusi : Paru : sonor, Jantung : redup
Auskultasi : Paru : Vesikuler, dan Jantung : S1-S2 reguler
Abdomen :
Inspeksi : Terdapat lubang stoma bekas operasi post laparotomi
eksplorasi ileotomi di abdomen kuadran kanan bawah, agak kotor,
berwarna merah muda, terpasang kolostomi bag.
Auskultasi : Bising usus 30 kali/menit
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar limfa
maupun hati.
Perkusi : Timpani
Inguinal-Genitalia-Anus : Nadi femoralis teraba, tidak ada hernia,
pembengkakan pembululimfe tidak ada., tidak ada hemoroid
Ekstrimitas
3 3

3 3
Keterangan : hanya mampu melawan gravitasi
Terpasang infus ditangan sebelah kanan sejak 08/09/2018 dengan
cairtan Ringer Lactat.
Terpasang saturasi oksigen di jempol kiri klien.
J. Data Penunjang
1. Pemeriksaan Laboraturium
Tanggal 11-9-2018 / 09:25:55
Hematologi
Pemeriksaan Hasil Interpretasi
Leukosit 28.82 103/ul High
Eritrosit 4,48 103/ ul Normal
Hemoglobin 11,5 g/dL Normal
Hematokrit 35,8% Normal
MCV 79,9 fL Normal
MCH 25,7 pg High
MCHC 32,1 g/dL Normal
Trombosit 192x103/ul Normal
Neutrofil 93,0 % High
Limfosit 4,5 % Low
Eosonofil 0.2 % Normal
Basofil 0.2 % Normal
Faal Ginjal
Gula Darah Sewaktu 79,0 mg/dl High
Creatinin 2.30 mg/dl Normal
2. Pemeriksaan Colonoscopy
dilakukan 2 bulan SMRS dengan hasil gambaran kolin radiasi dd
mitrasi
3. Pemeriksaan EKG
Sinus Rate
K. Terapi Obat

No. Nama Obat Dosis Rute


1 Meropenem 1gr/8 jam Intra Vena
2 Metronidazole 500 mg/8jam Intra Vena
3 Paracetamol 1gr/8 jam Intra Vena
4 Ranitidin 50mg/12jam Intra Vena
5 Omeprazole 40mg/12jam Intra Vena
6 Furosemide 40mg/24 jam Intra Vena
7 Combivent : NaCL 2 cc : 2 cc Inhalasi

L. Analisa Data
Data Etiologi Masalah
DS : - Prosedur Ivasif Risiko Infeksi
DO :
1. Terdapat lubang
stoma bekas operasi
post laparotomi
eksplorasi ileotomi
dengan diamater ± 3
centimeter di
abdomen kuadran
kanan bawah, agak
kotor, berwarna
merah muda,
terpasang kolostomi
bag.
2. Hasil Pemeriksaan
Lab Leukosit
menunjukkan 28.82
103/ul
3. Klien terpasang
infus
4. Klien terpasang
NGT
5. Klien terpasang DC

DS : - Kelemahan Defisit Perawatan Diri


DO : : Mandi
1. Klien dalam mandi
tergantung.
2. Kekuatan
Ekstermitas terkaji
dengan nilai 3 yang
artinya hanya
mampu melawan
gravitasi
DS : - Post Laparatomi Kerusakan Integritas
DO : Terdapat lubang Eksplorasi Ileotomi Kulit
stoma bekas operasi
post laparotomi
eksplorasi ileotomi di
abdomen kuadran
kanan bawah, agak
kotor, berwarna merah
muda, terpasang
kolostomi bag.

M. Diagnosa Berdasarkan Pioritas


1. Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan Post Laparatomi
Eksplorasi Ileotomi ditandai dengan :
DS : -
DO : Terdapat lubang stoma bekas operasi post laparotomi eksplorasi
ileotomi di abdomen kuadran kanan bawah, agak kotor, berwarna
merah muda, terpasang kolostomi bag.
2. Risiko Infeksi berhubungan dengan Prosedur Invasif ditandai dengan :
DS : -
DO :
1. Terdapat lubang stoma bekas operasi post laparotomi eksplorasi
ileotomi dengan diamater ± 3 centimeter di abdomen kuadran
kanan bawah, agak kotor, berwarna merah muda, terpasang
kolostomi bag.
2. Hasil Pemeriksaan Lab Leukosit menunjukkan 28.82 103/ul
3. Klien terpasang infus
4. Klien terpasang NGT
5. Klien terpasang DC
3. Defisit Perawatan Diri : Mandi berhubungan dengan kelemahan
ditandai dengan :
DS : -
DO :
1. Klien dalam aktivitas makan-minum, mandi, toileting, berpakaian
tergantung orang lain dan alat.
2. Kekuatan Ekstermitas terkaji dengan nilai 3 yang artinya hanya
mampu melawan gravitasi
N. Rencana Keperawatan

Resiko infeksi dengan faktor resiko Prosedur invasif


Perencanaan
No. Diagnosa Keperawatan
NOC NIC
1. Resiko infeksi Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8 jam, Perlindungan infeksi
berhubungdengan Prosedur resiko infeksi tidak terjadi dengan kriteria hasil : Pencegahan dan deteksi dini infeksi
invasif Pemulihan Pembedahan : Segera Setelah Operasi pada pasien beresiko (6550).
1. Kepatenan jalan nafas dari skala 1 menjadi skala 5. 1. Lakukan tindakan-tindakan
2. Saturasi Oksigen dari skala 1 menjadi skala 5. pencegahan universal enam
3. Tingkat kesadaran dari skala 1 menjadi skala 5. langkah cuci tangan saat kegiatam
4. Integritas jaringa dari skala 1 menjadi skala 5. 5 moment dengan benar
5. Cairan merembes dari drain luka dari skala 1 menjadi 2. Monitor adanya tanda dan gejala
skala 5. infeksi sistemik dan lokal.
6. Pembengkakan sisi luka dari skala 1 menjadi skala 5. 3. Observasi hasil pemeriksaan
laboratorium pasien
4. Monitor TTV pasien
5. Tingkatkan asupan nutrisi yang
cukup
6. Anjurkan asupan cairan dengan
tepat.
7. Kolaborasi pemberian terapi
antibiotik yang sesuai
Defisit Perawatan Diri Mandi berhubungan dengan Kelemahan

Perencanaan
No. Diagnosa Keperawatan
NOC NIC
2. Defisit Perawatan Diri; mandi berhubungan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Bantuan Perawatan Diri;
dengan Kelemahan selama 3x8 jam deficit perawatan diri; Mandi/Kebersihan
mandi dapat teratasi dengan Kriteria Hasil:
1. kebersihan kuku dapat 1. Pertimbangkan budaya klien saat
dipertahankan dari skala 1 menjadi mempromosikan aktivitas
5 perawatan diri mandi
2. Kebutuhan kebersihan diri pasien 2. Monitor kebersihan kuku klien
terpenuhi dari skala 5 menjadi skala 3. Monitor kebersihan integritas
1 kulit klien
3. Kebersihan mulut dapat 4. Lakukan oral hygiene
dipertahankan dari skala 1 menjadi 5. Memandikan klien ditempat tidur
5 6. Dukung keluarga berpartisipasi
dalam memandikan klien
Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan Post Laparatomi Eksplorasi Ileotomi

Perencanaan
No. Diagnosa Keperawatan
NOC NIC
3. Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Pengecekan Luka
Post Laparatomi Eksplorasi Ileotomi selama 3x8 jam kerusakan integritas kulit 1. Kaji area post operasi
dapat teratasi dengan Kriteria Hasil: 2. Pastikan kolostomi bag terpasang
1. Kerusakan integritas kulit dari sesuai ukuran stoma dan bag
skala 1 menjadi 5 rapat.
2. penyembuhan luka dari skala 1 3. Ajarkan keluarga cara
menjadi 5 membersihkan area yang
terpasang kolostomi
4. Libatkan keluarga untuk selalu
membuang cairan isi kolostomi
bag apabila sudah penuh
Catatan Perkembangan
Resiko infeksi berhubungan dengan Prosedur invasif
No. Hari/tgl Jam Diagnose Kep Implementasi Evaluasi Ttd
1. Senin, 08.30 Resiko infeksi Senin, 10 September 2018 Senin, 10/09/2018 Faris
10/9/2018 berhubungan dengan 09.00 WIB 14.30 WIB
Prosedur invasif 1. Memonitor adanya tanda dan S: -
gejala infeksi sistemik dan O:
lokal. - TD: 140/88 mmHg
2. Mengobservasi hasil - Suhu Tubuh : 36,4 0C
pemeriksaan laboratorium - HR : 102 X/m
pasien - RR: 28 X/m
3. Memonitor TTV pasien - Hasil leukosit 6.98 103/ul
4. Kolaborasi pemberian terapi - Tidak ada gangguan atau
antibiotik yang sesuai pendarahan dalam
lambung dengan
pemberian Omeprazole
40 mg/12 jam
- Lubang stoma masih
kemerahan dan agak
basahdengan terpasang
kolostomi bag
- Terpasang monitor.
- Terapi antibiotik:
Meropenem 1 gr/8 jam
A: Masalah resiko infeksi
dengan resiko prosedur ivasif
sebagian teratasi.
P: Pertahankan Intervensi
1. Memonitor adanya
tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal.
2. Mengobservasi hasil
pemeriksaan laboratorium
pasien
3. Memonitor TTV pasien
4. Kolaborasi pemberian
terapi antibiotik yang
sesuai.
2. Selasa, Jam 08.30 Resiko infeksi Selasa , 11/09/2018 Selasa, 11/09/2018 Faris
11/09/2018 berhubungan dengan Jam 09.00 Jam 14.30
Prosedur invasif 1. Memonitor adanya tanda dan S:-
gejala infeksi sistemik dan O:
lokal. - TD: 147/90 mmHg
2. Mengobservasi hasil - Suhu Tubuh : 36,5 0C
pemeriksaan laboratorium - HR : 90 X/m
pasien - RR: 20 X/m
3. Memonitor TTV pasien - Lubang stoma masih
4. Kolaborasi pemberian terapi kemerahan dan agak
antibiotik yang sesuai. basahdengan terpasang
kolostomi bag
- Terapi antibiotik:
Meropenem 1 gr/8 jam
A: Masalah resiko infeksi
dengan resiko prosedur ivasif
sebagian teratasi.
P: Pertahankan Intervensi
1. Memonitor adanya tanda
dan gejala infeksi sistemik
dan lokal.
2. Memonitor TTV pasien
3. Kolaborasi pemberian
terapi antibiotik yang
sesuai.
3. Rabu, Jam 08.30 Resiko infeksi Selasa , 12/09/2018 Selasa, 12/09/2018 Faris
12/09/2018 berhubungan dengan Jam 09.00 Jam 14.30
Prosedur invasif 1. Memonitor adanya tanda dan S:-
gejala infeksi sistemik dan O:
lokal. - TD: 137/76 mmHg
2. Memonitor TTV pasien - Suhu Tubuh : 36,5 0C
3. Kolaborasi pemberian terapi - HR : 98 X/m
antibiotik yang sesuai. - RR: 18 X/m
- Lubang stoma masih
kemerahan dan agak
basah dengan terpasang
kolostomi bag
- Terapi antibiotik:
Meropenem 1 gr/8 jam
A: Masalah resiko infeksi
dengan resiko prosedur ivasif
sebagian teratasi.
P: Pertahankan Intervensi
1. Memonitor adanya tanda
dan gejala infeksi sistemik
dan lokal.
2. Memonitor TTV pasien
3. Kolaborasi pemberian
terapi antibiotik yang
sesuai.
Defisit Perawatan Diri; mandi berhubungan dengan Kelemahan

No. Hari/tgl Jam Diagnose Kep Implementasi Evaluasi Ttd


1. Senin 10.00 WIB Defisit Perawatan 1. mengkomunikasikan pada klien Senin, 10/9/2018 Faris
10/9/2018 Diri; mandi bahwa perawat akan Jam 14.30 WIB
berhubungan dengan memandikan klien S:
Kelemahan 2. memonitor integritas kulit klien Klien mengatakan sudah segar
3. memonitor kebersihan kuku badannya
klien O:
4. memandikan klien ditempat -Klien tampak bersih
tidur -Klien terlihat nyaman
5. dukung keluarga berpartisipasi -Kulit klien tampak lebih
dalam memandikan klien lembab
-Kuku masih terlihat kotor dan
panjang
A:
Defisit Perawatan Diri; mandi
teratasi sebagian;
1. memandikan klien ditempat
tidur
P:
Lanjutkan intervensi
1. monitor kebersihan kuku
klien
2. memandikan klien ditempat
tidur setiap pagi
3. dukung keluarga
berpartisipasi dalam
memandikan klien
No. Hari/tgl Jam Diagnose Kep Implementasi Evaluasi Ttd
2. Selasa, 10.00 WIB Defisit Perawatan Selasa 11/09/2018 Senin, 11/09/2018 Faris
11/09/2018 Diri; mandi Jam 10.00 WIB Jam 14.30 WIB
berhubungan dengan 1. monitor kebersihan kuku klien S: -
Kelemahan 2. memandikan klien ditempat O:
tidur setiap pagi -Klien tampak bersih
3. dukung keluarga berpartisipasi -Klien terlihat nyaman
dalam memandikan klien -Kulit klien tampak lebih
lembab
-Kuku klien sudah dipotong
jam 10.30 WIB oleh perawat
-Keluarga mengatakan selalu
membantu dalam memandikan
klien
A:
Defisit Perawatan Diri; mandi
teratasi sebagian;
1. monitor kebersihan kuku
klien
2. dukung keluarga
berpartisipasi dalam
memandikan klien
3. memandikan klien
ditempat tidur setiap pagi
P:
Lanjutkan intervensi :
Pertahankan mandi klien
Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan Post Laparatomi Eksplorasi Ileotomi

No. Hari/tgl Jam Diagnose Kep Implementasi Evaluasi Ttd


1. Senin 11.00 WIB Kerusakan Integritas 1. Kaji area post operasi Senin, 10/9/2018 Faris
10/9/2018 2. Pastikan kolostomi bag terpasang Jam 14.30 WIB
Kulit berhubungan
S: -
dengan Post sesuai ukuran stoma dan bag O:
rapat. -Luka area post operasi tampak
Laparatomi
kemerahan, dan kotor
3. Ajarkan keluarga cara
Eksplorasi Ileotomi -kolostomi bag terlihat agak
membersihkan area yang rembes
terpasang kolostomi A:
Kerusakan Integritas Kulit
4. Libatkan keluarga untuk selalu
berhubungan dengan Post
membuang cairan isi kolostomi Laparatomi Eksplorasi Ileotomi
bag apabila sudah penuh belum teratasi
P:
Lanjutkan intervensi
1. Kaji area post operasi
2. Pastikan kolostomi bag
terpasang sesuai ukuran stoma
dan bag rapat.
3. Ajarkan keluarga cara
membersihkan area yang
terpasang kolostomi
4. Libatkan keluarga untuk selalu
membuang cairan isi kolostomi
bag apabila sudah penuh
No. Hari/tgl Jam Diagnose Kep Implementasi Evaluasi Ttd
2. Selasa, 11.00 WIB Kerusakan Integritas 1. Kaji area post operasi Selasa, 11/9/2018 Faris
11/09/2018 2. Pastikan kolostomi bag terpasang Jam 14.30 WIB
Kulit berhubungan
S: -
dengan Post sesuai ukuran stoma dan bag O:
rapat. -Luka area post operasi masih
Laparatomi
tampak kemerahan muda, dan
3. Ajarkan keluarga cara
Eksplorasi Ileotomi bersih
membersihkan area yang -kolostomi bag terpasang rapat
terpasang kolostomi tidak rembes lagi
-keluarga mampu dan mau
4. Libatkan keluarga untuk selalu
untuk selalu membersihkan
membuang cairan isi kolostomi area luka operasi dan
bag apabila sudah penuh membuang isi kolostomi bag.
A:
Kerusakan Integritas Kulit
berhubungan dengan Post
Laparatomi Eksplorasi Ileotomi
teratasi sebagian :
1. Pastikan kolostomi bag
terpasang sesuai ukuran stoma
dan bag rapat.
2. Ajarkan keluarga cara
membersihkan area yang
terpasang kolostomi
3. Libatkan keluarga untuk selalu
membuang cairan isi kolostomi
bag apabila sudah penuh
P:
Lanjutkan intervensi
1. Kaji area post operasi