Anda di halaman 1dari 3

Materi Praktikum : Pengambilan Darah Kapiler dan Membuat Apusan Darah

Hari/Tanggal : Jumat/28 September 2018

Tujuan : Untuk mengetahui cara pengambilan darah kapiler dan cara

membuat apusan darah pada preparat.

Prinsip : Melakukan penusukan pada bagian ujung jari secara aseptis


untuk mendapatkan sampel darah perifer dan dibuat apusan
darah pada kaca objek.

Dasar Teori :

Pengambilan darah kapiler atau dikenal dengan istilah skinpuncture yang berarti
proses pengambilan sampel darah dengan tusukan kulit. Tempat yang digunakan untuk
pengambilan darah kapiler adalah :

1. Ujung jari tangan (fingerstick) atau anak daun telinga


2. Untuk anak kecil dan bayi diambil di tumit (heelstick) pada 1/3 bagian tepi
telapak kaki atau pada ibu jari kaki.
3. Lokasi pengambilan tidak boleh menunjukkan adanya gangguan peredaran,
seperti vasokonstriksi (pucat), vasodilatasi (oleh radang, trauma, dsb), kongesti
atau sianosis setempat.

Perangkat fingerstick digunakan untuk menusuk kulit pada ujung jari yang
bertujuan mendapatkan spesimen darah dalam jumlah yang sedikit, kurang dari 0,5ml.
Darah yang didapat biasanya digunakan untuk pengujian glukosa darah,hemoglobin,
dan komponen darah lainnya. Instrument ini dilengkapi dengan lancetkecil bermata
pisau atau jarum. Beberapa perangkat fingerstick dirancang untuk disposable atau sekali
pakai, namun kini ada beberapa yang merancang fingerstick dapat dipakai ulang atau
lebih dari sekali.

Alat dan Bahan

1. Lancet steril dan autoclick


2. Kapas Alkohol
3. Kapas kering
4. Object glass

Prosedur Kerja

1. Jelaskan kepada pasien alasan pengambilan darah yang akan dilakukan dan
pemeriksaan yang akan dilakukan dengan spesimen tersebut.
2. Sebelum melakukan pengambilan darah bersihkan tangan menggunakan alkohol
70% dan gunakan sarung tangan.
3. Pilihlah bagian ujung jari yang berdaging, pilihlah antara jari tengah atau jari
manis.
4. Bagian kulit yang akan ditusuk harus didesinfeksi terlebih dahulu dengan alkohol
70% atau povidine iodine kemudian dikeringkan dengan kapas yang
steril.(Povidone Iodone tidak boleh digunakan pada tes : bilirubin, K, fosfor, dan
asam urat).
5. Kulit setempat ditegangkan dengan memijatnya antara dua jari.
6. Lakukan penusukan dengan gerakan yang cepat dengan memakai lancet steril. Atau
bisa juga menggunakan bantuan autoclick. Tusukan dilakukan dengan arah tegak
lurus pada garis sidik jari.
7. Tetesan darah yang pertama kali keluar dihapus dengan menggunakan kapas streril
dan tetasan berikutnya baru boleh digunakan untuk pemeriksaan.
8. Tetesan darah yang keluar ditempelkan pada object glass dibagian yang tidak
mencapai tepi object glass.
9. Kaca penghapus diletakkan dengan sudut 30-45 derajat terhadap kaca object
didepan tetes darah, kemudian ditarik kebelakang sehingga mengenai tetesan darah,
ditunggu sampai darah menyebar pada sudut tersebut
10. Dengan gerak yang mantap, kaca penghapus didorong sehingga terbentuk apusan
darah sepanjang 3-4 cm pada object glass. Apusan darah tidak boleh terlalu tebal
atau terlalu tipis.
11. Apusan darah dibiarkan mengering diudara. Jangan lupa untuk memberikan label.
Pembahasan

1. Tusukan pada fingerstick biasanya lebih menimbulkan rasa nyeri daripada


venipuncture. Hal ini disebabkan karena lokasi penusukan dekat tulang dan banyak
terdapat serabut saraf. Komplikasi juga dapat dikarenakan adanya alergi terhadap
alkohol 70%.
2. Pada orang dewasa diambil pada ujung jari tengah atau jari manis, pada anak daun
telinga, pada anak-anak dan bayi diambil pada bagian ibu jari dan tumit.
3. Tusuklah agak dalam agar darah mudah keluar (±2,4 mm).
4. Jangan menekan jari, telinga atau tumit yang ditusuk untuk mendapatkan darah
karena akan bercampur dengan cairan jaringan.
5. Jangan menusuk pada bagian yang sudah diambil.
6. Jangan menusuk paralel dengan guratan sidik jari, sebab darah akan mengalir
kebawah jari dan akan sulit ditampung.
7. Jika bagian tubuh yang akan diambil terasa dingin jangan ditusuk dulu,sebab darah
akan sulit keluar. Sebaiknya hangatkan terlebih dahulu.
8. Pengambilan darah kapiler tidak boleh dilakukan pada daerah bekas luka, edema,
keradangan, dermatitis dan cyanosis atau pucat

Kesimpulan

Sampling darah sangat mempengaruhi hasil pemeriksaan, untuk itu hindari


darah yang beku atau bercampur dengan cairan jaringan serta hindari teknik
pengambilan yang kurang baik.

Daftar Pustaka

Gandasoebrata, R. 1995. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta:PT.Dian Rakyat.

Dra. Dewi Muliaty. Petunjuk Praktis:Tenik-Teknik Flebotomi.PAT(Persatuan Ahli


Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia), Laboratorium Klinik Prodia dan
Becton Dickinson Vacutainer System, Ltd, Indonesia.