Anda di halaman 1dari 6

AKUNTANSI PERBANKAN DAN LPD

RINGKASAN MATA KULIAH SAP 4

AKUNTANSI PINJAMAN YANG DITERIMA

OLEH :

KELOMPOK 3

Devina Danayanti (1607532120)


Ngurah Surya Maotama (1607532129)
I Gusti Ayu Agung Yustika Nanda (1607532136)
Putu Venny Yunita (1607532142)
I Wayan Sukardika (1607532148)
Anak Agung Mas Prabha Iswara (1607532152)

PROGAM NON REGULER

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
1. Pencatatan Pinjaman yang Diterima dari Kreditur
Transaksi pinjaman yang diterima didahului dengan perjanjian antara pihak kreditur dengan
debitur. Perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak tak dapat dibatalkan secara sepihak
bila semua persyaratan telah dipenuhi. Perjanjian ini dalam akuntansi disebut komitmen.
Sebagai komitmen tagihan bank yang tak dapat dibatalkan, maka akan dicatat dalam rekening
administrative rupiah sisi debit dengan nama RAR fasilitas pinjaman diterima dan belum
digunakan.
Pencatatan komitmen tagihan ini akan diikuti pencatatan realisasi pinjaman, bila pinjaman
tersebut benar benar direalisasikan. Pinjaman yang direalisasikan dicatat sebesar nilai nominal
yang ditarik oleh bank selaku debitur atau obligor. Hal hal yang terkait biaya perkreditan
menjadi beban peminjam, misalnya biaya provisi dan administrasi, biaya taksasi nilai jaminan,
biaya perikatan, dan biaya asuransi. Tentu saja perkreditan rekening pinjaman diterima harus
diikuti pengkreditan RAR fasilitas pinjaman diterima dan belum digunakan sebesar nilai
realisasinya.
Penggunaan nama rekening bank bank lain giro juga bisa diganti namanya dengan rekening
antarbank aktiva giro, sedangkan pencatatan rekening angsuran pokok dan bunga dilakukan
secara terpisah. Rekening biaya bunga merupakan rekening nominal yang akan masuk dalam
rugi laba bank dan rekening untuk angsuran pokok merupakan klasifikasi rekening rill yang
masuk dalam neraca.
2. Pinjaman Two Step Loan
1) Pinjaman diberikan oleh lender sendiri atau dalam bentuk konsorsium kepada
Pemerintah RI.
2) Pinjaman ditujukan kepada proyek-proyek yang bertujuan menggambarkan industri kecil
dan menengah yang menunjang perekonomian.
3) Pinjaman dapat berupa devisa, barang modal, atau jasa/tenaga ahli.
4) Pemerintah meneruskan pinjaman kepada Participating Financial Institution (PFI) yaitu
bank-bank dan LKBB dalam bentuk rupiah sehingga resiko selisih kurs yang terjadi
menjadi tanggung jawab pemerintah
5) Suku bunga TSL ditentukan oleh pemerintah.
6) TSL berjangka waktu 15-20 tahun sehingga dapat diakui equity.
7) Perbandingan pembiayaan proyek antara dana TSL dengan dana dari PFI berkisar 80%
: 20% dari jumlah kredit.
8) Untuk tagihan TSL yang tidak ditarik (tidak dipergunakan), PFI wajib membayar kepada
pemerintah sejumlah biaya yang dibayar kepada lender oleh pemerintah sesuai
perjanjian termasuk commitmen charge sejumlah persentase tertentu berkisar 0,75% per
tahun.
Tanggal / Ket Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Saat Dr. RAR Pinjaman yang diterima

Persetujuan Dan belum digunakan

Saat Cr. RAR. Pinjaman yang diterima

Realisasi Dan belum Digunakan

Dr. Giro BI

Cr. Pinjaman yang diterima - TSL

Saat Dr. Biaya Bunga

Penyesuaian Cr. Biaya Bunga Harus Dibayar


Bunga

Saat Pembayaran Dr. Biaya Bunga Harus Dibayar

Bunga stlh Cr. Giro-BI


penyeusian

Tanggal / ket Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Bila bunga Dr. Biaya Bunga

Dibayar Langsung Cr. Giro BI

Satt pelunasan Dr. Pinjaman yang


Diterima

Pinjaman Cr. Giro BI

3. Pinjaman Obligasi
Obligasi merupakan instrument untuk menciptakan hutang. Sumber dana berasal dari
obligasi yang merupakan alternative bank dalam membiayai investasinya sebagai. Surat
pengakuan hutang., bank yang menerbitkan oligasi harus membayar bunga kepada pembeli
obligasi. Pembayaran bunga dapat dilakukan setiap periode tertentu secara tetap. Kebijakan ini
akan diikuti pelunasan obligasi pada saat jatuh tempo. Dalam penerbitan obligasi, bank harus
mendapat izin dari otoritas pasar modal. Di samping itu penerbit obligasi harus memenuhi
perlindungan negative dan perlindungan positif.
Pencatatan pinjaman oblgasi dilakukan ketika terjadi transaksi penjual obligasi dan ketika
terjadi pelunasan bunga atau pokok obligasi. Untuk bisa mencatatnya perlu mengetahui harga
jual (kurs) oligasi yang terbentuk di pasar. Untuk menentykan harga obligasi bisa
menggunakan formula sebagai berikut :
Penentuan Harga Obligasi :
Dalam menentukan harga obligasi, emitan harus memperhatikan, mempertimbangkan
tingkat bunga (kupon) obligasi, jangka waktu atau jatuh tempo obligasi, dan keuntungan yang
diharapkan oleh investor atau sering disebut bond yield. Kupon obligasi akan menimbulkan
biaya bunga bagi emiten atau aliran kas keluar dan pokok obligasi juga akan dibayar kembali
pada jatuh tempo.
𝑐 𝑝𝑝
P = ∑𝑛𝑡=1 (1+𝑟)
𝑖
𝑛 + (1+𝑟)𝑛

Keterangan :
P = harga obligasi atau nilai sekarang obligasi
n = periode ( jumlah tahun) sampai dengan jatuh tempo obligasi
𝑐𝑖 = pembayaran bunga (kupon) obligasi setiap tahunnya
r = tingkat diskonto atau bond yield
𝑃𝑝 = Nilai pokok atau principal obligasi
Rumus di atas digunakan bila penerima (kupon setiap tahun, sedangkan bila penerimanya
setiap setengah tahun sejaki maka rumusnya menjadi sebagai berikut
𝑐𝑖 𝑝𝑝
P = ∑𝑛𝑡=1 2
𝑟 𝑛
+ 𝑟 2𝑛
(1+ ) (1+ )
2 2

Penggunaan rumus tersebut kadang bagi orang tertentu memerlukan waktu yang lama oleh
karena itu dengan bantuan table bunga untuk present value anuitas untuk biaya bunga dan
present value Rp 1 untuk nilai pokok obligasi.
Contoh :
Bank permata menjual obligasi PT Bank Permata pada tanggal 1 januari 2013, nominal (par)
@ Rp 1.000.000 dengan kupon atau tingkat bunga 15% dibayar setiap akhir tahun dan jangka
waktunya 5 tahun. Investor (pembeli obligasi) mensyaratkan yield 14%. Harga obligasi dapat
150.000 1.000.000
ditentukan sebagai berikut : P = ∑𝑛𝑡=1 (1+0,15)5 + (1+0,14)5 = Rp 1.034.330,81

Harga tersebut dapat ditentukan dengan menggunakan table bunga untuk harga tunai anuitas
dengan n=5, r=14% dan nilai tabelnya didapat 3,433. Sedangkan untuk present value untuk
nilai par adalah dengan menggunakan table present value untuk Rp 1, dengan n= 5 dan r =
14% dan didapat nilai table 0,519. Dengan demeikian p = (3,433 x 150.000) + (0,519 x
1.000.000) atau sebesar = 1.033.950. nilai yang didapat berbeda, hal ini akibat pembulatan saja.
Kita juga bisa menggunakan excel dalam menghitung ini dengan fugsi Present Value Future
(untuk nilai principle) dan Present Value Anuity (untuk arus kas bunga)
REFERENSI

Taswan. 2008. Akuntansi Perbankan. UPP STIM YKPN

Suartana, I Wayan. 2010. Arsitektur Pengelolaan Risiko pada Lembaga Perkreditan


Desa (LPD) Tahun 2010. Udayana Press

SAK ETAP LPD. 2010. IAI

PSAK 31 (Revisi 2000)

Perda. Peraturan yang terkait dengan LPD