Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN LOKAKARYA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


MATA PELAJARAN

DASAR DESAIN
KELAS X TATA BUSANA

OLEH :

Drs Haryawadi
Kelas 1
NO. PESERTA : 18060169810037

PROGRAM PENDIDIKAN GURU DALAM JABATAN


TAHAP II
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penyusun panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya,
sehingga dapat menyelesaikan laporan lokakarya pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
mata pelajaran Dasar Desain kelas X Tata Busana.

Laporan lokakarya penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini telah disusun
dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan laporan ini. Untuk itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan laporan ini.

Terlepas dari itu semua, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka menerima segala
saran dan kritik agar dapat memperbaiki laporan RPP mata pelajaran Dasar Desain kelas X Tata Busana
ini.

Akhir kata penyusun berharap semoga laporan pembuatan RPP mata pelajaran dasar desain
kelas X ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca.

Medan, 8 Oktober 2018

Penyusun
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMK


Kelas / Semester :X/1
Mata Pelajaran : Dasar Desain
Tema : Menerapkan Konsep Desain dengan Bantuan Colase
Pertemuan ke - :1
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

A. Kompetensi Inti

KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang


pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Tata Busana pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.

KI-4 (Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi,


dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
kerja Tata Busana. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standard kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, danmenyajisecaraefektif, kreatif, produktif


kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,gerak mahir,


menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung..
B. Kompetensi Dasar
3.4. Menerapkan desain dengan bantuan colase

4.4. Membuat desain dengan bantuan colase

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.4.1. Menjelaskan pengertian desain colase

3.4.2. Menjelaskan fungsi gambar bagian-bagian dan bentuk busana

3.4.3. Menentukan alat dan bahan untuk membuat desain colase

3.4.4. Menjelaskan cara membuat desain dengan bantuan colase

4.4.1 Menyiapkan alat dan bahan membuat desain colase

4.4.2 Membuat desain dengan bantuan colase sesuai dengan mentaati K3

D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian desain colase
2. Peserta didik dapat menjelaskan fungsi gambar bagian-bagian dan bentuk busana
3. Peserta didik dapat menentukan alat dan bahan untuk membuat desain colase
4. Peserta didik dapat menjelaskan cara membuat desain dengan bantuan colase
5. Peserta didik dapat menyiapkan alat dan bahan membuat desain colase
6. Peserta didik dapat membuat desain dengan bantuan colase sesuai dengan mentaati K3

E. Materi Pembelajaran
1. Mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang desain colase
2. Mengumpulkan data tentang desain colase
3. Mengolah data tentang desain colase
4. Mengkomunikasikan tentang desain colase
F. Metode Pembelajaran
1. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) melalui
proses mengamati (observing), menanya (questioning), mengumpulkan data
(experimenting) dan mengkomunikasikan (communicating).

G. Media dan Sumber Belajar


Media Belajar :
Video pembelajaran
PPT

Alat
LCD Proyektor
Laptop

Sumber belajar :
Modul Diklat SMK Busana
H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan : Ke 1
Alokasi waktu : 3 x 45 menit
RINCIAN KEGIATAN ALOKASI
WAKTU

Pendahuluan 10 menit

1. Salam pembuka dan berdoa untuk memulai pelajaran

2. Memeriksa kehadiran peserta didik

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Inti 118 menit

1. Menanyakan pengertian, fungsi dan lingkup desain


colase
2. Mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan
masalah tentang desain colase
3. Menjelaskan indentifikasi rumusan masalah tentang
desain colase
Catatan:

Selama pelajaran berlangsung guru mengamati sikap siswa


dalam pembelajaran yang meliputi: disiplin, rasa percaya diri,
berprilaku jujur, tangguh menghadapi masalah, tanggung
jawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan.

Penutup· 7 menit

Mengakhiri pelajaran dengan salam penutup.


Pertemuan : Ke 2
Alokasi waktu : 3 x 45 menit
DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU

Pendahuluan: 10 menit

1. Salam pembuka dan berdoa untuk memulai pelajaran

2. Memeriksa kehadiran peserta didik

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Inti: 118 menit

1. Menjelaskan fungsi gambar bagian-bagian dan bentuk


busana serta keterkaitannya dengan colase
2. Mengumpulkan data tentang desain colase
3. Menanyakan kumpulan data tentang desain colase
4. Mengkomunikasikan kumpulan data tentang desain
colase
5. Mengolah data tentang desain colase

Catatan:

Selama pelajaran berlangsung guru mengamati sikap siswa


dalam pembelajaran yang meliputi: disiplin, rasa percaya diri,
berprilaku jujur, tangguh menghadapi masalah, tanggung
jawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan.

7 menit

Penutup:

Mengakhiri pelajaran dengan salam penutup.


Pertemuan : Ke 3
Alokasi waktu : 3 x 45 menit

DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU

Pendahuluan: 10 menit

1. Salam pembuka dan berdoa untuk memulai pelajaran

2. Memeriksa kehadiran peserta didik

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Inti: 118 menit

1. Mengidentifikasi dan menentukan alat serta bahan


untuk membuat desain colase
2. Menanyakan kelengkapan hasil identifikasi alat dan
bahan dalam membuat desain colase
3. Menanyakan hasil identifikasi cara membuat desain
dengan bantuan colase
4. Menjelaskan cara membuat desain dengan bantuan
colase
Catatan:

Selama pelajaran berlangsung guru mengamati sikap siswa


dalam pembelajaran yang meliputi: disiplin, rasa percaya
diri, berprilaku jujur, tangguh menghadapi masalah,
tanggung jawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan.

Penutup: 7 menit

Mengakhiri pelajaran dengan salam penutup.


Pertemuan : Ke 4
Alokasi waktu : 3 x 45 menit

DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU

Pendahuluan: 10 menit

1. Salam pembuka dan berdoa untuk memulai pelajaran

2. Memeriksa kehadiran peserta didik

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Inti: 118 menit

1. Mengidentifikasi dan menentukan alat serta bahan untuk


membuat desain colase
2. Menanyakan kelengkapan hasil identifikasi alat dan
bahan dalam membuat desain colase
3. Menanyakan hasil identifikasi cara membuat desain
dengan bantuan colase
4. Menjelaskan cara membuat desain dengan bantuan
colase
5. Mengkomunikasikan serta mengidentifikasi kesimpulan
tentang desain colase
Catatan:
Selama pelajaran berlangsung guru mengamati sikap siswa
dalam pembelajaran yang meliputi: disiplin, rasa percaya diri,
berprilaku jujur, tangguh menghadapi masalah, tanggung
jawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan.

Penutup 7 menit

Mengakhiri pelajaran dengan salam penutup.


H. Penilaian Proses dan Hasil Belajar

1. Lembar Pengamatan Kinerja


Aspek yang dinilai Sikap Pengetahua Ketrampilan
N n
o
Nama 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Jumlah Skor

Kriteria Penskoran : 1 = Kurang 2 = Cukup 3 = Baik 4 = Amat Baik

Kriteria Penilaian : Jumlah skor < 3 : D


4< Jumlah skor < 6 : C
4< Jumlah skor < 6 : B
10< Jumlah skor < 12 : A
2.Rubrik Penilaian Kinerja :
No Aspek yang dinilai Keterangan

1 = Tidak aktif dalam pembelajaran


Sikap
1. 2 = Cukup aktif dalam pembelajaran
3 = Aktif dalam pembelajaran
4 = Amat aktif dalam pembelajaran
1 = Tidak memahami konsep pemecahan masalah
Pengetahuan
2. 2 = Cukup memahami konsep pemecahan masalah
3 = Memahami konsep pemecahan masalah
4 = Amat memahami konsep pemecahan masalah
1 = Tidak terampil melaksanakan prosedur pemecahan
masalah
Ketrampilan 2 = Cukup terampil melaksanakan prosedur pemecahan
3. masalah
3 = Terampil melaksanakan prosedur pemecahan masalah
4 = Amat terampil melaksanakan prosedur pemecahan
masalah

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Praktikan

(........................) (.......................)
3. Lembar Penilaian Keterampilan
Aspek yang dinilai

Ketatab Ketepat Ketepat


Tampila a Skor
No Nama/Kelompok an an
n Perolehan
hasaan Sasaran Waktu

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Keterangan :
Aspek yang dinilai
Point Tampilan Ketatabahasaan Ketepatan Sasaran Ketepatan
Waktu
1 Kurang menarik Kurang sistematis Kurang tepat Kurang tepat
2 Cukup menarik Cukup sistematis Cukup tepat Cukup tepat
3 Menarik Sistematis Tepat Tepat
4 Sangat menarik Sangat sistematis Sangat tepat Sangat tepat
Lampiran
Materi Ajar
1. Pengertian Colase
Colase berasal dari istilah Prancis 'coller', yang berarti merekat atau menempel. Colase (collage) adalah sebuah cabang dari seni
rupa yang meliputi kegiatan menempel potongan potongan kertas atau material lain untuk membentuk sebuah desain atau rancangan
tertentu. (Kamus Modern Art, A Collins – Larousse Concise Encyclopedia) Semua kegiatan adalah merupakan ‘perakitan’ beraneka bahan
dasar menjadi sebuah karya seni. Colase adalah komposisi artistik yang dibuat dari bermacam-macam bahan, seperti kertas, kain, kaca,
logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar.
Colase adalah karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bermacam-macam macam paduan bahan. Selama bahan itu dapat
dipadukan dengan bahan dasar, akan menjadi karya seni Colase yang dapat mewakili persaan estetis orang yang membuatnya. Berdasarkan
definisinya, kolase dibuat dari beberapa bagian berbeda. Bagian-bagian ini dapat berupa segala jenis benda, seperti kertas, benang, kain,
prangko, potongan majalah, plastik, tali rafia, kertas timah, label, tutup botol, korek api, gabus, bahan alami (kulit pohon, daun, biji, kulit
telur, ranting pohon, dll.), kancing, dan lain-lain. dapat memilih sebuah media seperti kertas atau kain, atau kombinasi klasik seperti kertas,
kancing, dan kertas timah. Kolase dalam bidang busana dapat dibuat dengan menggabungkan beberapa bahan seperti kertas,foto,potongan
logam atau cd, bahan tekstil , disesuaikan dengan konsep desain dan ide yang akan dibuat. Selain dengan bahan yang nyata kolase dapat
dibuat dengan media photoshop,coreldraw, dsb. Dalam kolase memuat konsep dalam pembuatan desain seperti bentuk, garis, bidang ,
warna, tekstur, gelap terang dsb. Contoh kolase busana dengan cara menempelkan berbagai macam bahan (contoh kolase dengan cara
dilem )
2. Fungsi gambar bagian-bagian dan bentuk busana dalan colase

Bagian-bagian busana merupakan bagian yang menyusun sebuah busana dalam colase. Busana yang didesain dalam colase dapat mencerminkan
kepribadian dan status sosial si pemakai. Selain itu busana yang dipakai juga dapat menyampaikan pesan atau image kepada orang yang melihat.
Untuk itu dalam berbusana banyak hal yang perlu diperhatikan dan pertimbangkan sehingga diperoleh busana yang serasi, indah dan menarik.
Desain pakaian dalam colase hendaklah direpresentasikan dengan baik sesuai dengan ide atau gagasan yang dituangkan pada desain tersebut.
Desain yang dibuat hendaknya mudah dibaca dan dapat menjadi pedoman dalam pembuatan suatu pakaian. Untuk itu sebuah desain kolase busana
dan bagian-bagian busana harus diperlihatkan secara jelas seperti garis leher, bentuk atau siluet pakaian, bentuk rok dan bentuk celana.

a. Garis Leher (Neck Lines)


Garis leher merupakan bagian pakaian yang terletak paling atas. Bentuk garis leher banyak variasinya, yang umum di pakai yaitu bentuk leher
bulat. Selain bentuk bulat, ada juga bentuk perahu, bentuk hati, bentuk segitiga bentuk U, V dan lain-lain. Bentuk leher ini dapat divariasikan
sesuai dengan yang diinginkan.

b. Kerah
Kerah adalah bagian dari sebuah desain pakaian, yang terletak pada bagian atas pakaian. Dalam menggambar busana perlu mempertimbangkan
bentuk wajah dan leher. Bentuk leher tinggi sebaiknya menggunakan kerah tinggi atau menutupi sebagian leher seperti krah kemeja, kerah mandarin
dan lain-lain. Sebaliknya leher yang pendek/rendah, pilih kerah yang agak rebah seperti kerah rebah, ½ berdiri, cape/palerin, dan variasi kerah-
kerah yang terletak. Selain berfungsi untuk memperindah, kerah juga berfungsi memberi kenyamanan pada pemakai seperti mempertimbangkan
iklim pada suatu daerah. Kerah terdiri atas beberapa ukuran mulai dari yang kecil seperti kerah rebah sampai yang lebar seperti kerah cape. Kerah
juga bermacam-macam bentuknya yaitu kerah yang terletak, ½ berdiri, berdiri.

c. Lengan
Lengan adalah bagian pakaian yang menutupi puncak lengan bahkan sampai ke ujung lengan sesuai dengan keinginan. Hal yang perlu
diperhatikan dalam menggambar lengan adalah garis batas lingkar kerung lengan. Ini akan memudahkan dalam menggambarkan desain lengan
sesuai dengan model yang diinginkan. Lengan ada yang modelnya suai, berkerut dan ada juga lengan setali.
d. Blus
Blus merupakan bagian pakaian yang menutupi badan bagian atas. Blus ada yang mempunyai belahan di depan dan ada juga yang tanpa
belahan. Model blus setiap tahun mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan selera masyarakat yang disebut dengan trend mode.

e. Rok
Rok adalah bagian pakaian yang berada pada bagian bawah badan. Umumnya rok dibuat mulai dari pinggang sampai ke bawah sesuai dengan
model yang diinginkan. Berdasarkan ukuran rok, rok dapat dikelompokkan atas rok mini, rok kini. rok midi, rok maksi dan longdress.
Berdasarkan desain rok, rok juga dapat dikelompokkan atas rok suai/lurus (straight), rok kerut (gathered), rok lipit (pleated), rok lingkaran atau
setengah lingkaran (flared), rok bias (seam) dan rok drapery. Selain model-model yang disebutkan di atas masih ada model rok lain yang
merupakan kombinasi model-model di atas yang ditambahkan detail-detailnya seperti godet, rimpel, kantong dan lain sebagainya. Dalam
menggambar rok ini perlu diperhatikan jatuh rok pada badan Untuk menggambarkannya butuh latihan yang banyak.

f. Celana
Celana hampir sama dengan rok, tetapi celana mempunyai pipa yang membungkus kedua kaki. Panjang celana biasanya bervariasi mulai
dari yang pendek (short) sampai yang panjang. Celana juga bisa dibuat pas pada tubuh (fit) atau longgar (oversize). Celana yang pas biasanya
dibuat dari bahan yang elastis (stretch). biasanya dipakai untuk busana olah raga seperti senam atau renang, dll.

3. Menentukan alat dan bahan untuk membuat desain colase

 Kertas Bekas
Untuk bahan kolase sebainya dipilih kertas yang berwarna. Semua kertas berwarna pada dasarnya dapat dijadikan bahan kolase. Kertas-
kertas bekas sampul, majalah, poster-poster, almanak-almanak, kemasan rokok atau kemasan produk-produk industri dapat pula digunakan
sebagai bahan kolase. Dalam pemakaian, kertas dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki
 Serutan Kayu
Untuk bahan kolase dapat digunakan serutan kayu yang wajib dikeringkan dahulu. Hal ini dimaksudkan agar warnanya tidak berubah, lalu
serutan kayu dipotongpotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan dan siap untuk ditempel.
 Kaca
Kaca yang digunakan adalah bekas potongan kaca yang biasa didapat di tempat orang yang memasang bingkai untuk gambar pajangan
yang sudah tidak digunakanlagi. Agar kaca berwarna, dapat digunakan kaca biasa yang dicat. Kalau pemotong kacatidak ada, kaca dapat
dibentuk dengan cara mengetok atau menghempaskan ke atas permukaan yang keras. Dengan cara ini akan diperoleh ukuran kaca yang
tidak teratur dan tidak sama besar. Dalam pengolahan kaca diharapkan berhati-hati agar tidak terluka.
 Batu
Batu yang cocok adalah batu akik sebab memiliki bermacam-macam warna, lalu diasah sehingga warnanya akan kelihatan lebih cemerlang.
 Logam
Untuk kolase sebaiknya dipilih bekas-bekas logam yang gampang didapat, seperti seng, kuningan, dan aluminium. Plat logam dapat
dipotong-potong dengan ukuran yang dikehendaki, lalu baru didatarkan ke bidang dasar kolase.
 Keramik
Keramik mempunyai warna yang cukup banyak. Untuk keperluan membuat kolase dapat digunakan bekas potongan keramik untuk lantai
rumah. Bahan ini dapat dipotongpotong, sesuai ukuran yang dikehendaki.
 Tempurung (batok kelapa)
Untuk bahan kolase sebaiknya dipilih tempurung dari kelapa setengah tua sampai kelapa tua, lalu dibersihkan dari serat-serat sabut itu
dihaluskan dengan ampelas. Setelah halus, baru dipotong dengan ukuruan yang dikehendaki.Tempurung dapat dipotong-potong dengan
gergaji besi sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
 Biji-Bijian
Biji-bijian diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, biji-bijian ini banyak pula macamnya, demikian pula bentuk, ukuran, warna, dan teksturnya.
Biji-bijian ini hendaknya dikeringkan terlebih dahulu agar warnanya tidak berubah lagi demikian pula penyusutannya. Bila perlu, dapat
pula digoreng tanpa minyak.
 Daun-daunan
Daun-daunan adalah bahan kolase yang sangat gampang diperoleh. Untuk dijadikan bahan kolase, diambil daun kering atau daun yang
sudah gugur. Pilihlah warna daun kering yang berbeda-beda agar dalam penyusunannya menjadi sebuah lukisan atau desain akan lebih
mudah.
 Kulit-kulitan
Kulit-kulit berasal dari kulit buah dan kulit batang tumbuh-tumbuhan. Tidak semua kulit buah dapat dijadikan bahan kolase, demikian pula
dengan kulit batang, kulit salak, kulit kacang tanah, kulit jeruk, dan kulit rambutan. Kulit batang yang dapat dijadikan kolase di antaranya:
rambutan, kulit pisang, dan kelopak bambu. Semua kulit-kulitan haruslah dikeringkan dahulu sebelum digunakan sebagai bahan kolase,
lalu dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
4. Cara membuat desain dengan bantuan colase

Media colase dikerjakan di atas kertas berukuran A3 dengan isi / materi sesuai bagian rekomendasi desain, diantaranya sebagai berikut: Tema
dan jenis karya yang akan diangkat, Penggayaan visual (foto/ilustrasi/artwork dll yang akan digunakan), Warna yang akan digunakan dalam
pembuatan desain, Tipografi yang akan digunakan, dan elemen lain yang diperlukan

Langkah-langkah kegiatan pembuatan colase :

 Tentukan tema karya desain yang akan digunakan, lalu mulailah mengumpulkan berbagai elemen penyusun colase berupa berbagai gambar
yang dapat menunjang terhadap tema pada colase tersebut.
 Siapkan alat dan bahan yang diperlukan berupa kertas dan perlengkapan lainnya, guntingan gambar-gambar yang satu sama lain memiliki
keterkaitan dalam satu tema
 Buat colase dari tema yang telah ditentukan, dengan cara menyusun elemen- elemen pembuatan colase berdasarkan tema yang telah
ditentukan.
Lampiran
Alat dan Bahan

Alat
Gunting

Penggaris

Pensil
Pensil warna

Lem
Bahan
Koran

Majalah
Kertas

Karton

Bahan-bahan utama untuk memperindah kolase (contoh: kulit buah, biji-bijian)


Contoh kolase
PRESENSI KEHADIRAN SISWA

Mata Pelajaran : DASAR DESAIN


Kelas /Semester : X TATA BUSANA /GENAP

Tanggal JML Ket


No Nama
S A I

9
10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23
24

25

26

27

28

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Praktikan

(............................) (..........................)
DAFTAR CATATAN SISWA

Catatan/
No Nama Kelas Pemecahan Ket.
Hambatan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Praktikan

(..........................) (............................)
AGENDA HARIAN GURU

Jam Kompetensi/Sub Kompetensi Uraian


Hari/ Tanggal Kelas Keterangan
Ke- Kegiatan
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Praktikan

(.................) (..........................)