Anda di halaman 1dari 5

Nama Mahasiswa : Rini Ramdhiani Muchtar

NIK : 17/421944/PEK/23521
Angkatan : Reguler 43
Mata Kuliah : Corporate Strategic
Dosen : Saefuddien Hasan, Drs., M.B.A

ORGANIZATIONAL LIMITS TO FIRM SCOPE

Banyak perusahaan mengejar ekspansi strateginya memulai dengan single bisnisnya


lalu melakukan ekspansi dengan dalam scope dan scale industrinya dan mulai merambah
masuk ke market geografi baru. Perusahaan bertumbuh dan berkembang semakin lebih besar
dan lebih kompleks. Adapula sebagian perusahaan mengurangi skala dan ruang lingkup
kegiatannya dengan cara perampingan jumlah karyawan, menurunkan tingkat diversifikasi
mereka di seluruh bisnis dan menoutsourcing berbagai kegiatan.

I. Scope of The Firm : Resources and Competitive Advantage


Arah perusahaan apakah akan melakukan aktivitas atau berkompetisi dalam bisnis adalah
dengan mengetahui apakah perusahaan memiliki sumberdaya yang bisa memberikan
competitive advantage atau tidak.
 Jika resource perusahaan tidak bisa menciptakan keunikan atau competitive
advantage, sebaiknya perusahaan tidak usah memasuki bisnis tersebut
 Jika perusahaan memiliki scope sangat luas, maka sebaiknya perusahaan fokus pada
core competencenya yang valuable, sedangkan untuk aktivitas yang lain bisa di
outsource

II. Scope of The Firm : Market or Hierarchy


Cara terbaik bagi perusahaan untuk menyadari value dari resource-nya adalah dengan
melakukan diversifikasi ke dalam bisnis baru daripada menjual atau menyewakan resource
tersebut kepada pihak lain. Ada dua bentuk dasar dari organisasi ekonomi, yaitu :
1. Pasar : Sistem harga yang digunakan untuk mengkoordinasikan arus barang dan
jasa di seluruh badan hukum yang terpisah.
2. Hierarchy : Barang dan jasa yang diproduksi dan dipertukarkan dalam batas-batas
dari suatu perusahaan.
Ekonomi organisasional menyatakan bahwa aktivitas sebaiknya dilakukan di dalam
organisasi daripada dilakukan dari luar, dimana aktivitas administrasi melalui corporate
hierarchy lebih efisien daripada melalui market exchange.
Hierarki corporate akan efisien jika bisa meminimalkan jumlah biaya produksi dan
governance cost.
 Biaya produksi adalah biaya langsung yang muncul dari produksi fisik dan pertukaran
barang melalui transaksi
 Governance cost adalah biaya-biaya yang meliputi biaya negosiasi, menulis,
monitoring, enforcing, dan biaya yang timbul dari perjanjian yang dibuat oleh
perusahaan.
 Cost and benefit dari pasar dan hierarki bisa dianalisis melalui konteks integrasi
vertikal.
Perusahaan hanya bisa menjadi multinasional jika perusahaan tersebut bisa melakukan sendiri
aktivitas-aktivitas di luar negeri secara efisien daripada menyewakan resorce-nya (misalnya
menyewakan merek kepada perusahaan lokal)

III. The Market


Adam Smith mengemukakan bahwa pasar adalah mekanisme yang ideal untuk
mengorganisasikan produksi.
 Ada dua keuntungan pasar, yaitu :
1. Pasar lebih efisien dalam memproses informasi daripada hierarki yang
administratif. Desentralisasi dan penggunaan informasi yang tidak langsung
melalui mekanisme harga akan lebih efisien daripada hierarki yang administratif
(dalam arti transfer informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan
produksi dan mengalokasikan resource secara ekonomis).
2. Ketika produk dijual ke pasar, maka semua pihak yang berhubungan dengan
produksi akan mendapatkan insentif dari laba yang dihasilkan. Oleh karena itu,
semua pihak akan bekerja sekeras mungkin dan seefisien mungkin. Sebaliknya,
inefisiensi muncul dari corporate hierarchy karena tidak semua pihak menerima
laba yang mereka hasilkan. Mereka lebih mementingkan kesejahteraan dirinya
daripada keuntungan perusahaan, akibatnya level of ability, effort, dan investment
menjadi lebih rendah.
 Perspektif ruang lingkup perusahaan (firm scope) yang dikenalkan oleh Coase yang
disebut transaction cost theory bekerja untuk mengidentifikasikan benefit dan cost
dari market exchange. Teori tersebut berkonsentrasi pada pengidentifikasian kondisi
dimana pasar menjadi cara yang sangat mahal bagi perusahaan untuk
mengorganisasikan transaksi atau bahkan gagal karena biaya yang terlalu tinggi
(misalnya GM dengan Fisher Body).
 Hubungan pasar bisa gagal jika :
1. Opportunism
2. Asset specificity (small number)
3. Uncertainty
4. High frequency

IV. The Hierarchy


Sifat hubungan hirarkis dan struktur kepemilikan terpadu dari perusahaan
memungkinkan untuk efisien mengatur transaksi ketika pasar gagal.
Manfaat dari Hierarchy:
 Salah satu pihak memiliki kewenangan atas orang lain
 kepemilikan terpadu mengurangi mengejar tujuan lokal
 Ketika koordinasi yang intens diperlukan antara pihak yang bertransaksi
Biaya Hirarki:
Pelaksanaan wewenang dalam hierarki perusahaan tidak datang tanpa biaya. Jika tidak,
perusahaan bisa memperluas cakupannya tanpa batas melalui apa yang disebut intervensi
selektif divisi -letting membuat semua keputusan sendiri kecuali yang memerlukan koordinasi
corporatewide.
Yang termasuk biaya hirarki adalah
1. Beureaucracy (Birokrasi)
Birokrasi menghambat pengolahan informasi yang efisien:
 Lapisan manajemen dalam hirarki perusahaan
 Kelambatan dan kaku pengambilan keputusan birokrasi
 Kesulitan dalam bisnis pengendalian yang mungkin memiliki logika dominan
yang berbeda
 Terjadi politik kantor
2. Biaya agen
Biaya agensi timbul dari kegagalan hubungan hirarkis antara Kepala Sekolah
(Biasanya dianggap sebagai pemilik perusahaan) dan agen (Biasanya karyawan):
 Biaya produksi yang dihasilkan dari perilaku mementingkan diri sendiri oleh
agen
 Biaya Governance untuk menulis, pemantauan, dan ikatan untuk setiap sistem
dimasukkan ke dalam tempat untuk mengurangi kerugian kepala sekolah dari
perilaku yang

V. Pilihan Antara Market dan Hierarki

Pasar Hirarki

Efisiensi informasi Wewenang

Manfaat

Insentif bertenaga tinggi Koordinasi


Biaya transaksi Birokrasi
Biaya
Kekuatan pasar Biaya agen

VI. Batas untuk Lingkup Firm


VII. Memilih Lingkup Perusahaan
Kegiatan harus dilakukan di luar daripada di dalam perusahaan kecuali ada alasan
kuat untuk sebaliknya. Manfaat biaya produksi yang pemasok independen dapat
mengeksploitasi dan biaya pemerintahan manfaat insentif bertenaga tinggi dan
desentralisasi pengolahan informasi. Memilih Scope perusahaan merupakan sebuah
proses keputusan.
1. Memisahkan Nilai Industri Rantai
2. Keunggulan kompetitif
3. Kegagalan pasar
4. Perlu Koordinasi
5. Pentingnya Insentif