Anda di halaman 1dari 1

IMUNISASI

Imunisasi Polio
Dibagi menjadi 2 :

-Vaksin Salk (Suntikan)

Diberikan secara subkutan > usia 3 bulan > 4 mgg kemudian > 6-7 bulan kemudian

-Vaksin Sabin (Oral)

Dapat berupa cairan atau tablet, yg lazim dipakai biasanya yg mengandung 3 tipe (trivalen), setiap
dosis vaksin polio tetes mengandung virus polio yang dilemahkan sebagai berikut :

Tipe 1 : 106 partikel infektif

Tipe 2 : 105 partikel infektif

Tipe 3 : 105 partikel infektif

Waktu pemberian dibagi menjadi 6 kali :

Usia 3 bulan 2 tetes > 2 bulan kemudian 2 tetes > 2 bulan kemudian 2 tetes > diperkuat usia 1 tahun >
usia 6-7 tahun baru masuk SD > diberikan bila resiko kontak dengan polio ganas

Imunisasi Difteria
untuk imunisasi difteri yang dipakai adalah alum precipitated vaccine formol toxoid dgn cara
sub kutan

Imunisasi Pertusis
Imunisasi yg dipakai adalah alum precipitated vaccine secara subkutan, efek samping dapat terjadi
ensefalitis (hiperpireksia, status konvulsi, dan penurunan kesadaran) vaksin ini perlu ditangguhkan
bila bayi/anak menderita kejang atau mempunyai alergi

Imunisasi Tetanus
Preparat yang dipakai sama dengan imunisasi difteria dan pertusis, untuk mencegah tetanus
neonatorum biasanya di 3 bulan terakhir diberikan toksoid sebanyak 3 kali.

Imunisasi Kombinasi
Imunisasi DPT dan DT diberikan IM / Sub kutan dalam, diberikan sebanyak 3 kali dengan dosis
masing2 0,5 ml, diberikan mulai pada usia 3 bulan > 1 bulan kemudian > 1 bulan kemudian >
diperkuat 1 tahun setelahnya dan ulangi lagi saat usia 5 tahun. Dan selanjutnya ulangi setiap 5 tahun
menggunakan DT.