Anda di halaman 1dari 4

A = Bu Itun

B = Mahasiswa rajin

C = Mahasiswa malas

D = Mahasiswa berjiwa bisnis

E = Mahasiswa yang sering telat

Suatu hari di bulan maret yang cerah, tampak mahasiswa dan mahasiswi kelompok A yang raut
wajahnya tak begitu cerah sedang bersiap-siap di depan laboratorium hematologi, mereka tengah
memasang perlengkapan APD untuk praktik hematologi.

B : (sambil memasang jas lab) eh sudah datang semua belum nih? (menghitung anggota kelompoknya
dalam hati sambil memandangnya satu persatu)

C : ga mungkin kita langsung lengkap, B. si E pasti telat, kalo dia ga telat berarti mau kiamat. (C langsung
masuk lab, duduk, nguap, lalu tidurin kepala di atas meja lab)

B : Ih! Kesal saya ! telat mulu tuh anak, nanti Bu Itun ngamuk lagi ke kita. (membayangkan adegan
horror, lalu bergidik ngeri)

D : udah lah, langsung masuk aja yuk. (melirik jam tangan) Ini udah jam setengah dua, biar kita cepet
pulang. (D masuk ke laboratorium dan B ikut nyusul)

B, C, dan D duduk menunggu Bu Itun di lab hema. Beberapa menit kemudian, Bu Itun masuk lab.

A : Udah belajar?! (tiba-tiba bu itun bertanya dengan suara keras sambil jalan menuju kelompok A)

(B, C, dan D langsung menoleh serentak kearah suara)

B : udah Buk!!

C : belum Buk…

D : lupa buk.

A : siapkan lembaran, kita pretest.

(B C D menghela napas pasrah)

A : (membacakan soal pretest)

Tiba-tiba E masuk lab


E : permisi bu, Assalamualaikum.

(A memandang E dengan tatapan sinis)

E : maaf bu saya telat. (jalan pelan ke arah bu itun)

A : kenapa kamu telat? (A menyilangkan lengan di dada)

E : (mikir sebentar) maaf bu, tadi kucing saya melahirkan.

A : Yasudah sana duduk. Lain kali ga usah masuk kalo telat, saya ga suka ada pengganggu di kelas saya.
Nilai pretest mu saya taruh NOL.

E : makasih bu! (langsung duduk)

(LANJUT PRETEST)

***

Setelah pretest, Bu Itun langsung melanjutkan dengan menjelaskan materi praktikum untuk hari itu.

(BU ITUN JELASIN DI PAPAN TENTANG DIFF COUNT / JENIS-JENIS LEUKOSIT)

A : silahkan dimulai praktikumnya, berpasangan untuk mengambil sampel darah masing-masing. Ingat!
Komunikasinya juga harus diterapkan, anggap temanmu adalah pasien. (Bu Itun masuk ke ruangannya)

C : B! sini sama saya yok! (B dan C berpasangan untuk mengambil sampel)

D : berarti kamu sama saya ya (D berjalan menghampiri E, duduk di sebelah E)

E : (membuka kotak phlebotomy) astaga! Saya lupa beli spuit…

D : (melihat E kebingungan) spuit kamu abis?

E : iya nih

D : beli di saya aja, murah, dua singgit! Kalo beli lima nanti saya kasih bonus! satu buah kapas alcohol,
baru satu kali dipake. Gimana? Mau ga? (mengangkat alis)

C : Heh! Jualan aja kamu, nih saya kasih. Gratis. (Memberikan satu spuit pada E)

E : thanks thanks

D : yah.. ga jadi dapat untung.

***

B dan C mulai untuk pengambilan sampel darah.

B : selamat siang bu, ada yang bisa saya bantu?


C : siang mbak, saya datang untuk pengambilan darah. ini form pemeriksaannya (Menyerahkan form
pemeriksaan pada B)

B : (mengambil form pemeriksaan) perkenalkan dulu saya B yang akan mengambil sampel darah ibu,
(membaca form pemeriksaan) dengan mbak C, benar?

C : benar mbak.

B : baiklah, sesuai dengan form pemeriksaannya, sekarang saya mau mengambil sampel darah ibu. Ibu
sudah puasa?

C : sudah mbak.

B : ibu ada konsumsi obat selama 24 jam terakhir?

C : (berfikir sebentar) Cuma obat sakit kepala mbak.

(B mencatat informasinya dengan teliti)

B : baiklah ibu, sekarang saya akan mengambil sampel darah ibu, dua tabung saja sesuai dengan
kebutuhan untuk pemeriksaan yang diinstruksikan oleh dokter ibu. (menyiapkan alat sampling) permisi
bu ya, tangannya (mengambil lengan pasien dan meraba vena)

C : eh bentar mbak! (memegang tangan B yang sedang mencari vena) Nusuknya sakit ga nih?

B : hanya akan terasa sakit sedikit bu. pengambilannya tidak akan lama. (tersenyum ramah)

(B melakukan sampling dengan lancar)

B : samplingnya sudah selesai, silahkan ibu bisa tunggu hasilnya kira-kira satu jam lagi.

C : terima kasih mbak. (tersenyum puas)

***

E : (duduk di depan D dengan APD lengkap, lalu tersenyum ramah pada D) Selamat siang mbak.

D : (duduk tegang, keringat dingin)

E : bisa saya lihat form pemeriksaannya mbak? (D memberikan form pemeriksaan, E memeriksa form)
baiklah mbak, perkenalkan dulu saya E yang akan mengambil sampel darah mbak, (membaca form
pemeriksaan) dengan mbak D, benar?

D : Iya pak.

E : baiklah, sekarang saya mau ngambil sampel darah mbak, saya akan mengambil satu tabung saja,
Cuma sebentar mbak, sakitnya hanya sedikit. (menyiapkan alat sampling)
D : (melirik ke E dengan tatapan cemas) pak? Beneran ini sakitnya Cuma sedikit? Kalo bisa nusuknya
jangan sampai berasa ya pak.

Tiba-tiba Bu Itun keluar dari ruangannya dan berjalan pelan ke tempat D dan E tanpa membuat suara.
Lalu bu itun memperhatikan mereka dari dekat. E yang menyadari keberadaan bu itun mulai berkeringat
dingin dan gemetaran.

A : (berdiri di samping E) ayo coba kamu sampling temanmu, saya mau lihat.

E : iya bu. (E memegang spuit dengan tangan gemetar)

(E mulai melakukan sampling namun gagal mendapat darah, D meringis karena jarum masuk terlalu
dalam sampai ke ototnya)

A : (masih melihat dengan tatapan dingin, perlahan mulai jengkel) YA ALLAH SANGKAK SIDE NGANGAK
SEKALI!!

E: hehehe ia buk...

A: coba ambil tangan yang sebelahhnya

(E mulai melakukan sampling dan berhasil)

Setelah sampel telah tersedia,bu itun memerintahkan mahasiswa untuk memulai praktik diff count
denagn membuat hapusan kemudian di amati dengan mikroskop)

AYO DILANJUTIN……. udah buntu saya :’)