Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mata adalah suatu organ yang rumit dan sangat berkembang yang peka
terhadap cahaya. Mata dapat melewatkan cahaya dengan bentuk dan intensitas
cahaya serta warna dalam keadaan yang sempurna. Dengan kandungan yang kuat
dan kenyal untuk mempertahankan bentuknya, mata juga dilindungi oleh struktur
tulang yang bersifat protektif dan letaknya disebut dengan orbit. Selain itu, mata
juga memiliki lensa yang merupakan suatu lapisan berisi sel peka cahaya yang
dapat memfokuskan bayangan. Pada mata juga terdapat sel dan saraf yang
berfungsi untuk mengumpulkan, memproses, dan meneruskan informasi visual ke
otak. (Ahmad, 2010).

Lensa yang sering dikenal dengan lensa kristalina adalah sebuah struktur
menakjubkan yang pada kondisi normalnya berfungsi memfokuskan gambar pada
retina. Posisinya tepat disebelah posterior iris dan disangga oleh serat-serat zonula
yang bersal dari corpus ciliaris. (Vaughan dan Asbury, 2015)

Mata dapat mengubah fokusnya dari objek jarak jauh ke jarak dekat karena
kemampuan lensa untuk mengubah bentuknya, suatu fenomena yang dikenal
sebagai akomodasi. (Vaughan dan Asbury, 2015). Lensa merupakan struktur yang
berperan dalam pemfokusan pada mekanisme penglihatan (Mariskiawu, 2014).

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi Mata

Mata adalah suatu organ yang rumit dan sangat berkembang yang peka
terhadap cahaya. Mata dapat melewatkan cahaya dengan bentuk dan intensitas
cahaya serta warna dalam keadaan yang sempurna. Dengan kandungan yang kuat
dan kenyal untuk mempertahankan bentuknya, mata juga dilindungi oleh struktur
tulang yang bersifat protektif dan letaknya disebut dengan orbit. Selain itu, mata
juga memiliki lensa yang merupakan suatu lapisan berisi sel peka cahaya yang
dapat memfokuskan bayangan. Pada mata juga terdapat sel dan saraf yang
berfungsi untuk mengumpulkan, memproses, dan meneruskan informasi visual ke
otak. (Ahmad, 2010)

Bola mata orang dewasa normal hampir bulat, dengan diameter


anteroposterior sekitar 24,2 mm. (Vaughan, 2015) Bola mata terletak dalam
bantalan lemak, pada sebelah depan dilindungi oleh kelopak mata dan ditempat
lainnya dengan rongga orbita. Bola mata terdiri atas : (Haeny, 2009)

1. Dinding mata
a. Sklera
b. Selaput khoroid, corpus ciliaris, iris dan pupil
2. Medium tempat cahaya lewat
a. Kornea
b. Aquous humor
c. Lensa
d. Vitreus humor
3. Jaringan nervosa
a. Sel-sel saraf pada retina
b. Sel saraf yang menjalar melalui sel-sel ini

2
Bola mata di bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan yang lebih
tajam sehingga terdapat bentuk dengan 2 kelengkungan yang berbeda. Bola mata
dibungkus oleh 3 lapisangan jaringan yaitu : (Ilyas, 2015)

1. Sklera adalah merupakan jaringan ikat yang kenyal dan memberikan bentuk
pada mata, merupakan bagian terluar yang melindungi bola mata. Bagian
terdepan sklera disebut kornea yang bersifat transparan yang memudahkan
sinar masuk ke dalam bola mata. Kelengkungan kornea lebih besar
dbandingkan sklera.
2. Jaringan uvea merupakan jaringan vaskular. Jaringan sklera dan uvea dibatasi
oleh ruang yang potensial mudah dimasuki darah bila terjadi perdarahan pada
ruda paksa yang disebut perdarahan subarachnoid. Jaringan uvea terdiri atas
iris, badan siliar dan koroid.
3. Retina yang terletak paling dalam dan mempunyai susunan lapis sebanyaak 10
lapis yang merupakan lapis membran neurosensoris yang akan merubah sin ar
menjadi rangsangan pada saraf optik dan diteruskan ke otak.

Gambar 2.1 Anatomi Mata Manusia

3
Terdapat enam otot penggerak mata, empat diantaranya lurus sementara dua
yang lain adalah oblik. Otot lurus terdiri dari otot rektus mata superior, inferior,
medial dan lateral. Otot-otot ini menggerakkan mata ke atas, bawah, ke dalam dan
ke sisi luar bergantian. Otot-otot oblikadalah otot inferior dan superior. Otot oblik
superior menggerakkan mata ke bawah dan ke sisi luar, sementara otot oblik
inferior menggerakkan mata ke atas dan juga ke sisi luar. (Ahmad, 2010)

Nervus oculonotorius (N.III) mempersarafi musculus rectus medialis,


inferior, dan superior dan musculus obliquus inferior. Nervus abducens (N.VI)
mempersarafi musculus rectus lateralis. Nervus trochlearis (N.IV) mempersarafi
musculus obliquus superior. Pasokan darah ke otot ekstraokular berasal dari
cabang-cabang muskular arteria opthalmica. Musculus rectus lateralis dan
obliquus inferior berturut-turut juga didarahi oleh cabang-cabang arteria lacrimalis
dan arteria infraorbitalis. (Vaughan dan Asbury, 2015)

Gambar 2.2 Otot-Otot Ekstraokular

4
2.2 Anatomi Lensa

Lensa yang sering dikenal dengan lensa kristalina adalah sebuah struktur
menakjubkan yang pada kondisi normalnya berfungsi memfokuskan gambar pada
retina. Posisinya tepat disebelah posterior iris dan disangga oleh serat-serat zonula
yang bersal dari corpus ciliaris. (Vaughan dan Asbury, 2015)

Lensa adalah suatu struktur bikonveks, avaskular tak berwarna dan


transparan. Tebal sekitar 4 mm dan diameternya10 mm. Dibelakang iris lensa
digantung oleh zonula (ZonulaZinnii) yang menghubungkannya dengan korpus
siliaris. Disebelah anterior lensa terdapat humor aquaeus dan disebelah posterior
terdapat vitreus. (Handayani dan Mutiarasari, 2011)

Enam puluh lima persen lensa terdiri atas air, sekitar 35% nya adalah
protein (kandungan proteinnya tertinggi di antara jaringan-jaringan tubuh). Selain
itu, terdapat sedikit sekali mineral seperti yang biasa ada dijaringan tubuh lainnya.
Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain.
Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi.
Tidak ada serat nyeri, pembuluh darah, atau saraf di lensa. (Vaughan dan Asbury,
2015)

Gambar 2.3 Bagian-Bagian Bola Mata

5
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina.
Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat
pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari
jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat
(cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal. Lensa terletak diantara iris
dan kornea, terpisah oleh aquerus humour. Aquerus humour adalah suatu cairan
yang komposisinya serupa dengan cairan serebrospinal. Demikian pula antara
lensa mata dan bagian belakang mata terisi semacam cairan kental (vitreous
humour). Vitreuous humour adalah suatu cairan kental yang mengandung air dan
inukopolisakarida. Cairan ini bekerja bersama-sama lensa mata untuk
membiaskan cahaya sehingga tepat jatuh pada fofea atau dekar fovea. (Haeny,
2009)

Struktur lensa terdiri dari :

 Kapsula lensa

Suatu membran hialin tipis dan transparan yang melapisi lensa dan lebih
tebal pada permukaan anterior (14µm) dibandingkan permukaan posterior lensa
(3µm).

 Epitel Lensa

Terletak di bagian anterior lensa dan ekuator antara kapsul dan serat
lensa. Terbentuk dari selapis sel kuboid. Pada bagian ekuator sel ini menjadi sel
kolumnar yang secara aktif membelah untuk membentuk serat lensa yang baru.

 Nukleus dan Korteks Lensa

Epitel lensa akan membentuk serat lensa terus-menerus sehingga


mengakibatkan memadatnya serat lensa di bagian sentral lensa sehingga
membentuk nukleus lensa. Bagian sentral lensa merupakan serat lensa yang paling
dahulu dibentuk atau serat lensa yang tertua di dalam kapsul lensa. Di dalam lensa
dapat dibedakan nukleus embrional, fetal, infantile, dan dewasa. Di bagian luar

6
nukleus ini terdapat serat lensa yang lebih muda dan disebut sebagai korteks
lensa. Korteks yang terletak di sebelah depan nukleus lensa disebut sebagai
korteks anterior, sedangkan dibelakangnya korteks posterior. Nukleus lensa
mempunyai konsistensi lebih keras dibanding korteks lensa yang lebih muda.

Gambar2.4 Struktur Lensa

Karena lensa avaskular dan tidak mempunyai persarafan, nutrisi lensa


didapat dari aqueous humor. Metabolisme lensa terutama bersifat anaerob akibat
rendahnya kadar oksigen terlarut didalam aqueous. (Ilyas, 2015)

Pada mata normal, otot siliaris melemas dan lensa mendatar untuk
penglihatan jauh, tetapi otot tersebut berkontraksi untuk memungkinkan lensa
menjadi lebih cembung dan lebih kuat untuk penglihatan dekat. Otot siliaris
dikontrol oleh sistem saraf otonom. Serat-serat saraf simpatis menginduksi
relaksasi otot siliaris untuk penglihatan jauh, sementara sistem saraf parasimpatis
menyebabkan kontraksi ototuntuk penglihatan dekat. Lensa adalah suatu struktur
elastis yang terdiri dari serat-serat transparan. Kadang-kadang serta-serat ini
menjadi keruh (opak), sehingga berkas cahaya tidak dapat menembusnya, suatu

7
keadaan yang dikenal sebagai katarak. Lensa defektif ini biasanya dapat
dikeluarkan secara bedah dan penglihatan dipulihkan dengan memasang lensa
buatan atau kacamata kompensasi.(Sherwood, 2010)

Secara fisiologik lensa mempunya sifat tertentu, yaitu : (Ilyas, 2015)

a. Kenyal atau lentur karena memegang peranan terpenting dalam akomodasi


untuk menjadi cembung
b. Jernih atau transparan karena diperlukan sebagai media penglihatan
c. Terletak ditempatnya

Pada keadaaan patologik lensa ini dapat berupa : (Ilyas, 2015)

a. Tidak kenyal pada orang dewasa yang akan mengakibatkan presbiopia


b. Keruh atau apa yang disebut katarak
c. Tidak berada di tempat atau subluksasi dan dislokasi

2.3 Embriologi Lensa

Lensa terdiri dari struktur epitel tanpa adanya saraf dan pembuluh darah.
Pada bulan pertama kehamilan permukaan ektoderm berinvaginasi ke vesikel
optik primitif yang terdiri dari neuroectoderm. Struktur ektodermal murni ini akan
berdiferensiasi menjadi tiga struktur, yakni serat geometrik sentral lensa,
permukaan anterior sel epitel, dan kapsul hyalin aselular. Arah pertumbuhan
struktur epitel yang normal adalah sentrifugal. Sel yang berkembang sempurna
akan bermigrasi ke permukaan dan mengelupas. Arah pertumbuhan lensa yang
telah berkembang berlawanan dengan arah pertumbuhan embriologi. Sel yang
termuda akan selalu berada dipermukaan dan sel yang paling tua berada di pusat
lensa. Pertumbuhan serat lensa primer membentuk nukleus embrionik. Di bagian
ekuator, sel epitel akan berdiferensiasi menjadi serat lensa dan membentuk
nukleus fetus. Serat sekunder yang baru akan menggantikan serat primer ke arah
pertengahan lensa. Pembentukan nukleus fetus yang mendekati nukleus embrionik
akan sempurna saat lahir. Nukleus infantil terjadi pada dekade pertama dan kedua

8
dalam kehidupan, nukleus dewasa terjadi selama dekade ketiga. Secara
keseluruhan akan dibungkus oleh kapsul lensa. Tidak ada sel yang mati ataupun
terbuang karena lensa ditutupi oleh kapsul lensa. (Mariskiawu, 2014)

Tidak lama setelah vesikel lensa terletak bebas ditepian cawan optik (6
minggu), sel-sel dinding posteriornya mulai memanjang, mengisi rongga yang
kosong, dan akhirnya memenuhinya (7 minggu). Kira-kira usia 6 minggu, sebuah
kapsul hialin disekresi oleh sel-sel lensa. (Vaughan dan Asbury, 2015)

Saat lahir, lensa berbentuk lebih mendekati bulat dibandingkan dikemudian


hari, menghasilkan daya refraksi yang lebih kuat sebagai kompensasi diameter
antero-posterior mata yang pendek. Lensa terus bertumbuh seumur hidup dengan
pertambahan serat-serat baru diposterior membutnya lebih datar. (Vaughan dan
Asbury, 2015)

Gambar 2.5 Embriologi Lensa

9
2.4 Fisiologi Lensa

Mata dapat mengubah fokusnya dari objek jarak jauh ke jarak dekat karena
kemampuan lensa untuk mengubah bentuknya, suatu fenomena yang dikenal
sebagai akomodasi. (Vaughan dan Asbury, 2015)

Lensa merupakan struktur yang berperan dalam pemfokusan pada


mekanisme penglihatan. Aspek fisiologisnya termasuk : (Mariskiawu, 2014)

A. Transparansi Lensa
Faktor yang berperan dalam pengaturan kejernihan dan transparansi lensa
adalah :
1. Avaskularitas
2. Sifat sel-sel lensa yang berkaitan erat
3. Susunan dari protein lensa
4. Karakteristik dari kapsul lensa yang semipermeabel
5. Mekanisme pompa dari membran serat lensa yang meregulasi
keseimbangan elektrolit dan air di dalam lensa, mempertahankan dehidrasi
relatif
6. Auto-oksidasi dan konsentrasi tinggi dari penurunan glutation pada lensa
yang mempertahankan protein lensa dalam kondisi kekurangan dan
memastikan integritas dari pompa sel membran
B. Aktivitas Metabolik
Lensa ternutrisi melalui proses difusi dari aqueous humor. Metabolisme dan
pertumbuhan dari sel-sel lensa melalui self-regulating. Aktivitas metabolisme
penting untuk memelihara integritas, transparansi dan fungsi optik dari lensa.
Epitel lensa membantu dalam mempertahankan keseimbangan ion, dan
memperbolehkan transportasi dari nutrien-nutrien, mineral-mineral, dan air ke
dalam lensa. Tipe transportasi ini disebut sebagai “pump-leak system”:
transfer aktif dari natrium, kalium, kalsium dan asam amino dari aqueous
humor ke lensa ataupun sebaliknya difusi pasif melalui kapsul lensa posterior.
Mempertahankan keseimbangan (homeostasis) penting untuk transparansi dari

10
lensa dan berkaitan dengan keseimbangan air. Kandungan air pada lensa
normalnya stabil dan seimbang dengan aqueous humor disekitarnya.
Kandungan air dari lensa berkurang seiring dengan bertambahnya usia,
sementara kandungan dari protein lensa yang tidak larut air (albuminoid)
meningkat. Lensa menjadi keras, kurang elastis dan kurang transparansi.
Berkurangnya transparansi lensa dengan bertambahnya usia tidak dapat
dihindari, terjadi pada 95% dari semua orang pada usia lebih dari 65 tahun.
bagian pusat atau nukleus lensa menjadi sklerotik dan sedikit kuning dengan
bertambahnya usia tersebut.
C. Akomodasi
Pada keadaan normal, cahaya tidak terhingga terfokus pada retina, demikian
pula bila benda jauh didekatkan, maka dengan adanya daya akomodasi benda
dapat difokuskan pada retina atau makula lutea. (Ilyas, 2015). Mata
mengubah-ubah daya bias untuk menetapkan fokus pada objek dekat melalui
proses yang disebut akomodasi. Penelitian tentang bayangan purkinje, yang
merupakan cerminan dari berbagai permukaan optis di mata, menunjukkan
bahwa akomodasi terjadi akibat perubahan di lensa kristalina. Kontraksi otot
siliaris menimbulkan penebalan dan peningkatan kelengkungan lensa,
mungkin akibat relaksasi kapsul lensa. (Vaughan dan Asbury, 2015) Mata
akan berakomodasi bila bayangan benda difokuskan di belakang retina. Bila
sinar jauh tidak difokuskan pada retina seperti pada mata dengan kelainan
refraksi hipermetropia maka mata tersebut akan berakomodasi terus-menerus
walaupun letak bendanya jauh dan pada keadaan ini diperlukan fungsi
akomodasi yang baik. (Ilyas, 2015)

Berdasarkan teori kapsular dari von Helmholtz proses akomodasi pada


manusia terjadi perubahan pada bentuk lensa.

1. Saat mata istirahat (tidak berakomodasi), cincin ciliar membesar dan


menjaga zonula teregang dikarenakan tegangan zonula dari lensa tetap
terkompresi (menjadi datar) oleh kapsul.

11
2. Kontraksi dari otot siliar menyebabkan cincin siliar memendek dan
melepaskan tegangan zonula pada kapsul lensa. Hal ini menyebabkan
lensa akan berubah bentuknya menjadi lebih konveks atau konoidal.
Diasumsikan betuk konoidal karena konfigurasi kapsul lensa anterior lebih
tipis dibagian tengah dan lebih tebal di perifer. (Khurana, 2007)

Gambar 2.6 Perubahan Lensa Selama Akomodasi

12
BAB III

KESIMPULAN

Lensa yang sering dikenal dengan lensa kristalina adalah sebuah struktur
menakjubkan yang pada kondisi normalnya berfungsi memfokuskan gambar pada
retina. Posisinya tepat disebelah posterior iris dan disanggah oleh serat-serat
zonula yang bersal dari corpus ciliaris. (Vaughan dan Asbury, 2015).

Lensa adalah suatu struktur bikonveks, avaskular tak berwarna dan


transparan. Tebal sekitar 4 mm dan diameternya 10 mm (Handayani dan
Mutiarasari, 2011).

Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina.
Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat
pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari
jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat
(cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal. Lensa terletak diantara iris
dan kornea, terpisah oleh aquerus humour. Aquerus humour adalah suatu cairan
yang komposisinya serupa dengan cairan serebrospinal. Demikian pula antara
lensa mata dan bagian belakang mata terisi semacam cairan kental (vitreous
humour). Vitreuous humour adalah suatu cairan kental yang mengandung air dan
inukopolisakarida. Cairan ini bekerja bersama-sama lensa mata untuk
membiaskan cahaya sehingga tepat jatuh pada fofea atau dekar fofea. (Haeny,
2009).

Lensa merupakan struktur yang berperan dalam pemfokusan pada


mekanisme penglihatan. Aspek fisiologisnya termasuk transparensi lensa,
aktivitas metabolik dan akomodasi (Mariskiawu, 2014).

13
DAFTAR PUSTAKA

1. Haeny, M. 2009. Analisa Faktor Literatur. Jakarta : Fakultas Kesehatan


Masyarakat Universitas Indonesia
2. Vaughan and Asbury. 2015. Oftalmologi Umum. Jakarta:EGC
3. Mariskiawu.2014.Anatomi Lensa
Available at : http://www.scribd.com/document/242051528/BAB-2-Anatomi-
Lensa
4. Handayani,F.,Mutiarasari,D. 2011. Inspirasi: Katarak Juvenil No.XIV Ed:
Oktober 2011
5. Ahmad,HM.2010.Trauma Periorbital dan Intraorbital dan Rekonstruksinya.
Medan:Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara
6. Ilyas,S.,Yulianti,SR.2015.Ilmu Penyakit Mata Ed: ke-5. Jakarta: Badan
Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

14